Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Penggunaan Model Reciprocal Teaching pada Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang di SMP Negeri 2 Ranoyapo Runtu, Agnes; Monoarfa, Jorry F.; Regar, Vivian E.
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i1.3791

Abstract

Matematika memainkan peran krusial dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis pada siswa. Namun, di SMP Negeri 2 Ranoyapo, proses pembelajaran masih didominasi oleh aktivitas guru, sementara siswa cenderung bersikap pasif. Hal ini mengakibatkan banyak siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Reciprocal Teaching dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu, yang melibatkan dua kelas: kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar siswa, yang kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan model Reciprocal Teaching memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 87, melebihi KKM yang ditetapkan sebesar 75, dan hasil uji N-Gain sebesar 0,88 menunjukkan efektivitas yang tinggi. Selain itu, tingkat kepuasan siswa terhadap penerapan model ini mencapai 86%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model Reciprocal Teaching efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat menjadi alternatif yang baik dalam pembelajaran matematika.
Penggunaan Alat Peraga Balok Pecahan dalam Pembelajaran Pecahan Aljabar Tambuwun, Andreyna D.; Monoarfa, Jorry F.; Kaunang, Derel F.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.2715

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan alat peraga balok pecahan dalam proses pembelajaran matematika pada materi kelas VII yaitu penjumlahan dan pengurangan pada pecahan aljabar. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tumpaan, tahun ajaran 2020/2021, Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 (VII). Pengambilan Sampel, digunakan Teknik random sampling. Didapatkan, Kelas VII A menjadi kelas eksperimen dan Kelas VII B menjadi kelas kontrol, jumlah Masing-masing kelas yakni 28 Siswa. Rancangan yang digunakan adalah Posttest–Only Control Group Design. Data diperoleh dari hasil Posttest siswa di kelas eksperimen dengan Rata-rata adalah 81,43 dan Rata-rata VII B yaitu 66,21. Selanjutnya, diperoleh thitung=4,8926 ˃ ttabel=1,6736. Sehingga tolak H0 dan terima H1, yaitu hasil belajar siswa yang menggunakan alat peraga lebih baik, dari pada hasil belajar siswa, tanpa menggunakan alat peraga balok pecahan pada mata pelajaran matematika.
Penerapan Model Problem-Based Learning dalam Pembelajaran Aritmatika Sosial Kelas VII SMPN 3 Tomohon Parengkuan, Frisky; Manurung, Ontang; Monoarfa, Jorry F.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 1: April 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i1.4117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil rata-rata belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem-Based Learning dan model Pembelajaran Langsung pada materi Aritmatika Sosial. Subjek penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 3 Tomohon semester genap tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri dari satu kelas eksperimen yaitu kelas VII.2 (model pembelajaran Problem-Based Learning) serta satu kelas kontrol yaitu kelas VII.4 (model Pembelajaran Langsung). Data diambil dari hasil belajar siswa yang diperoleh dari tes setelah diberikan perlakuan. Hasil post-test pada kelas eksperimen dengan hasil x̅1 = 84,55 dan hasil post-test pada kelas kontrol dengan hasil x̅2 = 72,58. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t untuk taraf nyata 0,05 menunjukan nilai thitung = 2,935 > ttabel = 1,688 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian disimpulkan rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning masih lebih baik dibandingkan dengan model Pembelajaran Langsung dalam penerapan pada materi Aritmatika Sosial di SMP Negeri 3 Tomohon.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Konstruktivistik terhadap Hasil Belajar Siswa Tendean, Vinny Anabella; Sumarauw, Sylvia Jane Annatje; Monoarfa, Jorry Ferry
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar pada mata pelajaran matematika materi fungsi antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan konstruktivistik dan siswa yang diajarkan tanpa model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan konstruktivistik. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan model pretest-posttest control group design. Pengumpulan data menggunakan tes/soal dengan jumlah 5 butir soal uraian. Penelitian ini diikuti oleh siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tondano pada tahun ajaran 2024/2025 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI-A dan XI-B dengan masing-masing jumlah siswa adalah 16 siswa. Kelas XI-B sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang diterapkan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas XI-A sebagai kelas kontrol yaitu kelas yang terapkan model pembelajaran konvensioanl (ceramah). Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji-t. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol. Hal ini berarti model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan konstruktivistik lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah)
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Segitiga Menurut Tahapan Kastolan Stefany Tirsa Kawengian; Jorry Ferry Monoarfa; Ontang Manurung
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.5087

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita segitiga menurut tahapan Kastolan. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tondano yang berjumlah 18 orang kemudian dipilih 6 orang siswa sebagai subjek penelitian, pengambilan subjek penelitian dilakukan secara acak menggunakan 3 kategori siswa yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Dan teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian subjek melakukan kesalahan konseptual berupa: subjek tidak menuliskan rumus atau konsep. Subjek menuliskan rumus atau konsep, namun salah. Subjek menuliskan rumus atau konsep, namun tidak lengkap tapi mengarah. Kesalahan prosedural berupa: subjek tidak menuliskan langkah-langkah. Subjek menuliskan langkah-langkah, namun salah. Subjek menuliskan langkah-langkah, namun tidak lengkap tapi mengarah. Kesalahan prosedural berupa: subjek tidak mengoperasikan dan tidak menuliskan simbol. Subjek mengoperasikan dan menuliskan simbol, namun salah. Subjek mengoperasikan dan menuliskan simbol, namun tidak tepat tapi mengarah.
Analysis of Student Errors in Solving Mathematics Problems in the Form of Descriptions in Quadratic Equation Material for High School Students Class X Andhika Valentino Lukas; Jorry Ferry Monoarfa; Murni Sulistyaningsih
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5797

Abstract

This article discusses the analysis of students errors in solving mathematical essay questions on quadratic equations for 10th-grade high school students. The subjects of this research were 10 students from class XB at SMA Negeri 2 Tondano. The analysis of students errors based on Newman’s procedure. This type of research is a qualitative descriptive study. The instruments used in this research were written tests consisting of 5 questions and interviews with 4 representative students. The results of this study showed that there were errors in understanding the problem by 44%, errors in transformation by 42%, errors in process skil by 48%, and errors in writing finel answers by 14%.
Students' Mathematical Problem Solving Ability in Arithmetic Rows and Sequences in Grade VIII Junior High School Felma Jesicha Kakumboti; Derel F. Kaunang; Jorry M. Monoarfa
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5798

Abstract

This study aims to evaluate the mathematical problem-solving ability of eighth grade students of SMP Negeri 1 Bitung. This study is qualitative. The research methodology includes the planning stage, the implementation stage, and the data analysis stage. The selection of research volunteers was carried out by grouping them into three ability categories: high, medium, and low. Information on students' mathematical problem-solving abilities was obtained through exam results and interviews. The verification of the validity of the data used was technical triangulation. The findings of this study indicate that high-ability students are comprehensively involved in the problem-solving stages described by Polya, namely by effectively executing the process of understanding the problem, formulating the plan, implementing the plan, and verifying it. Medium-ability students did not complete the problem-solving stages described by Polya, because they were only able to understand the problem and verify the solution. Low-ability students did not complete the problem-solving stages described by Polya, especially not being able to understand the problem, not being able to formulate a plan, being able to execute the plan, and not being able to verify the solution.
Pendekatan Open-Ended Dalam Pembelajaran Materi Persamaan Kuadrat: Suatu Eksperimentasi Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Tondano Anselmus Deppong; Jorry Ferry Monoarfa; Ermita, Ermita
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat antara siswa yang diajarkan menggunakan pendekatan open-ended dan yang diajarkan dengan pendekatan teacher-centered di SMA Negeri 2 Tondano. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dengan kelompok eksperimen dan kontrol, yang masing-masing terdiri dari 18 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis yang terdiri dari pretest dan posttest. Pembelajaran pada kelompok eksperimen dilakukan dengan pendekatan open-ended, yang memberi kesempatan bagi siswa untuk menemukan berbagai cara penyelesaian masalah, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pendekatan teacher-centered. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest yang mengukur pemahaman siswa terhadap materi persamaan kuadrat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pendekatan open-ended dan yang diajarkan dengan pendekatan teacher-centered. Rata-rata nilai posttest untuk kelompok eksperimen adalah 81,67, sementara kelompok kontrol 75,83. Uji Independent Sample T-Test menunjukkan p-value < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan open-ended lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa serta membantu mereka memahami konsep matematika lebih mendalam. Kesimpulannya, pendekatan open-ended terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat dibandingkan dengan pendekatan teacher-centered. Penelitian ini menyarankan agar guru matematika menerapkan pendekatan open-ended dalam pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep siswa.
Penerapan Model Contextual Teaching and Learning Pada Pembelajaran Materi Lingkaran Di SMP Negeri 3 Tomohon Herry Yoram Mende; Jorry F. Monoarfa; Oltje T. Sambuaga
Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 4 (2022): November : Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.648 KB) | DOI: 10.59059/tarim.v3i4.39

Abstract

Penelitian dimaksudkan guna melihat perbedaan hasil rata-rata belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan model pembelajaran langsung pada materi Lingkaran. Subjek yang dipergunakan merupakan kelas VIII SMP Negeri 3 Tomohon semester genap tahun ajaran 2021/2022 yang meliputi satu kelas eksperimen yakni kelas VIII.4 (model pembelajaran Contextual Teaching and Learning) serta satu kelas kontrol yaitu kelas VIII.5 (model pembelajaran langsung). Data diambil dari hasil belajar siswa melalui tes sesudah diberi perlakuan. Hasil post-test pada kelas eksperimen dengan hasil x̅1 = 69,4667 dan hasil post-test pada kelas kontrol dengan hasil x̅2 = 59,6923. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t untuk taraf nyata 0,05 menunjukkan nilai thitung = 2,116066 > ttabel = 2,052385 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian disimpulkan rata-rata hasil belajar siswa pada model pembelajaran Contextual Teaching and Learning masih lebih baik dibanding pada model pembelajaran langsung dalam penerapan pada materi Lingkaran di SMP Negeri 3 Tomohon.
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL PADA MATERI TEOREMA PHYTAGORAS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 TOULUAAN Runtunuwu, Feren F.; Monoarfa, Jorry F.; Maukar, Marvel G.
SOSCIED Vol 8 No 1 (2025): SOSCIED - Juli 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jsoscied.v8i1.885

Abstract

Based on the information, students at SMP Negeri 3 Touluaan have relatively low mathematics scores and face difficulties in learning Pythagorean theorem material, which impacts their learning outcomes. To achieve better learning results, one alternative learning model that can improve student outcomes is the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. The purpose of this research, as presented in this thesis, is to determine the students' learning outcomes after implementing the CTL approach in teaching Pythagorean theorem material to Grade VIII students at SMP Negeri 3 Touluaan, and to assess the completeness of learning outcomes after using the CTL approach. The research methodology used is quantitative descriptive statistics, with datancollection techniques including questionnaires, observation, and documentation. Basednon the results of the study, the influence of contextual mathematics learning on students' outcomes in Pythagorean theorem material at SMP Negeri 3 Touluaan has been positive. Supporting factors in the learning process include high student interest in learning, while inhibiting factors are a lack of foundational knowledge in geometric shapes, angles, and related topics, as well as some students' reluctance to express their opinions and their diverse backgrounds.
Co-Authors Andhika Valentino Lukas Andra Christine Tombokan Aneke Pesik Angelia Augifty Evan Karouw Anselmus Deppong Arbi Maarial Cory Pitoy Derel F. Kauang Derel Filandy Kaunang Devilia Trifani Rusadi Diawang, Meilani A. Enjel Watania Ermita Ermita Eunike Gloriya Talantu Eunike Mandolang Ezra Shalom Sendow Febrily Pangemanan Felma Jesicha Kakumboti Fera Sumodiharjo Franly Y. Mandagi Grandy Porajow Helen Yuliana Angmalisang Herry Yoram Mende I Nyoman Sukajaya I Wayan Damai Ichdar Domu James U.L. Mangobi Jeklin Nadia Legi Jonly H. Rondonuwu Kaawoan, Lyke Kindangen, Holly Th. D. Komaling, Stevanly O. Lampus, Jeremia Satya Leleng, Novia P. Leonardo V. Pandensolang Lettycia Claudya Gerung Mangimpis, Enad Marasut, Alri T. Maria A. Maluwu Mariska Sophia Kindangen Marvel G. Maukar Maukar, Marvel G. Melati Damopolii Michellin Cheryl Timbuleng Misel Tambariki Momongan, Novita Mulete, Melisa Martatiana Musa, Reska Novarni Navel Oktaviandy Mangelep Nicky Kurnia Tumalun Ofler Paulus Kodongan Oltje T. Sambuaga Oltje Telly Sambuaga Pangalila, Marthen Semuel Toar Parengkuan, Frisky Patricia V. J. Runtu Patrisia Hana Supit Philotheus E. A. Tuerah Potabuga, Budi I. P. Potabuga, Nirma Pratiwi N. Pongantung Putri Meirona Br. Karosekali Rifandi Kawulusan Rifandi Kawulusan Rivaldy P.Kembau Rosiah J. Pulukadang Runtu, Agnes Runtunuwu, Feren F. Ruslan Mantiaha Samalam, Sindita Selfie L. Kumesan Septima Marbun Sintia Sendinganeng Stefany Tirsa Kawengian Stevanly O. Komaling Sylvia Jane Annatje Sumarauw Tambuwun, Andreyna D. Tangkoro, Melinda Tania Gloria Sualang Tendean, Vinny Anabella Victor R. Sulangi Virginia V. Mumek Vivian E. Regar Wuwumbene, Megi E.