Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : MEDICINUS

Mewaspadai Sindrom Kardiovaskular Ginjal Metabolik dalam Tata Cara Perawatan Holistik Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 36 No. 3 (2023): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/mb5sdx46

Abstract

American Heart Association (AHA) mempublikasikan fenomena kesehatan baru yang disebut sindrom kardiovaskular-ginjal-metabolik (cardiovascular-kidney-metabolic/CKM syndrome). Terdapat beban berat dari kesehatan kardiovaskular-ginjal-metabolik yang buruk di masyarakat, yang memengaruhi hampir semua sistem organ dan memiliki dampak yang sangat kuat terhadap kejadian penyakit kardiovaskular. Sindrom CKM, yang dikenal juga sebagai sindrom ginjal kardiometabolik (cardiometabolic renal syndrome/CMR), melibatkan interkoneksi antara penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD), faktor risiko metabolik seperti obesitas dan diabetes tipe 2 (type 2 diabetes/T2D), dan penyakit kardiovaskular (cardiovasular disease/CVD).
Masa Depan Genomik dan Kecerdasan Buatan Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 37 No. 1 (2024): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/6ktgrf38

Abstract

Dalam dua tahun belakangan ini, kita telah mendapatkan banyak perubahan dalam bidang genomik, termasuk diagnosis berbasis pengurutan DNA yang sangat cepat untuk mendeteksi penyakit langka dan munculnya teknologi yang menjanjikan pengurutan (sequencing) seluruh genom seharga sekitar 1,5 juta rupiah ($100). Pengurutan DNA kemungkinan akan menjadi komoditas dalam waktu dekat karena kombinasi kecepatan dan biaya yang lebih rendah. Perkiraan menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada proyek genomik akan menghasilkan hingga 40 exabyte data pada tahun 2030, atau lima hingga sepuluh miliar data. Satu exabyte terdiri dari sekitar satu triliun byte atau satu miliar gigabyte.
Penelitian Terkini tentang Sirkulasi Otak Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 37 No. 2 (2024): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/6gy9j026

Abstract

Sirkulasi otak yang optimal sangat penting untuk memastikan bahwa otak menerima pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup, yang merupakan dasar bagi semua aktivitas neurologis. Gangguan sirkulasi darah ke otak dapat menyebabkan berbagai kondisi serius, termasuk strok, demensia, dan gangguan kognitif lain. Penelitian terkini telah mengungkap berbagai aspek baru tentang bagaimana otak beradaptasi dan berfungsi dalam kondisi normal maupun patologis. Dengan meningkatnya prevalensi penyakit neurodegeneratif dan adanya fenomena penuaan populasi, penelitian tentang sirkulasi otak menjadi semakin mendesak. Temuan-temuan terbaru dalam bidang ini tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana otak berfungsi, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan terapi baru yang dapat membantu menjaga kesehatan otak sepanjang hidup seseorang.
Memanfaatkan Kecerdasan Buatan dan Pembelajaran Mesin dalam Inovasi Farmasi Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 2 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/kma7ev64

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (machine learning/ML) telah merevolusi industri farmasi, mengubah cara obat ditemukan, dikembangkan, diuji, dan diproduksi. Teknologi ini memungkinkan efisiensi dan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan memanfaatkan sejumlah besar data dan algoritmakomputasi canggih. Dalam penemuan obat, AI mempercepat identifikasi target terapeutik dan desain molekul baru, secara drastis mengurangi waktu menuju pemasaran. Selama pengembangan, ML membantu mengoptimalkan desain uji klinik dan stratifikasi populasi pasien untuk meningkatkan presisi dan efektivitas. Dalam uji klinik, alat berbasis AI meningkatkan rekrutmen, pemantauan, dan desain adaptif, menghasilkan studi yang lebih andal dan hemat biaya. Terakhir, AI memastikan pengendalian kualitas real-time dan pemeliharaan prediktif dalam manufaktur, meningkatkan konsistensi produk dan mengurangi biaya operasional. Makalah ini mengeksplorasi aplikasi AI/ML secara komprehensif di berbagai domain, didukung oleh studi kasus dan analisis mendalam tentang dampaknya. Selain itu, makalah ini membahas tantangan seperti kualitas data, hambatan regulasi, dan transparansi algoritma yang menghambat adopsinya secara luas. Pertimbangan etis, termasuk masalah privasi dan risiko bias dalam sistem AI juga dievaluasi. Akhirnya, makalah ini menguraikan peluang untuk kemajuan di masa depan, menekankan perlunya upaya kolaboratif antara akademisi, industri, dan badan regulasi untuk memanfaatkan potensi penuh AI/ML dalam membentuk kembali lanskap farmasi.
Terapi Osteoporosis Terbaru: Tinjauan Komprehensif Farmakologis Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 3 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/d4enjy05

Abstract

Osteoporosis adalah penyakit metabolik tulang yang ditandai dengan penurunan massa dan gangguan mikroarsitektur tulang sehingga meningkatkan risiko fraktur. Pendekatan farmakologis terbaru mencakup agen antiresorptif seperti bisphosphonates dan denosumab, serta terapi anabolik seperti teriparatide dan romosozumab yang berperan dalammeningkatkan kepadatan mineral tulang. Selain pengobatan, suplementasi kalsium dan vitamin D serta modifikasi gaya hidup berperan dalam pencegahan dan pengelolaan osteoporosis. Pemantauan berkala terhadap kepadatan tulang dan efektivitas terapi diperlukan untuk menyesuaikan strategi pengobatan secara personalisasi dan meminimalkan efek samping. Dengan integrasi terapi berbasis biomarker, pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan osteoporosis dapat semakin ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kemajuan dalam Biologi Spasial: Perspektif Multiomik Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 4 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/54mmsr80

Abstract

Biologi spasial telah muncul sebagai bidang transformatif, memberikan wawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya tentang organisasi spasial biomolekul, sel, dan jaringan. Ulasan ini mengkaji kemajuan dalam multiomik spasial antara tahun 2020 hingga 2025, dengan fokus pada teknologi utama, termasuk imunofluoresensi multipleks (multiplex immunofluorescence/mIF), mikroskopi lembaran cahaya, dan transkriptomik spasial. Inovasi-inovasi ini memungkinkan analisis multidimensi resolusi tinggi terhadap sistem biologis yang kompleks, merevolusi penelitian kanker, studi mikrobioma, dan ilmu saraf. Integrasi antara omik sel tunggal dan spasial telah memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai heterogenitas tumor, distribusi sel imun, dan interaksi seluler dalam lingkungan mikro tumor. Selain itu, multiomik spasial telah memperluas aplikasi di luar onkologi, menawarkan wawasan baru dalam biologi liver, sirkuit saraf, dan mikrobioma usus. Namun demikian, dengan adanya kemajuan ini, tetap terdapat tantangan dalam analisis data, integrasi, dan aksesibilitas. Evolusi berkelanjutan alat komputasi, analisis berbasis kecerdasan buatan, dan integrasi multiomik akan semakin meningkatkan dampak bidang ini, serta membuka jalan bagi pengobatan yang lebih personal dan terapi presisi.
Melawan Penurunan Kognitif pada Otak yang Menua Lewat Pemulihan Fungsi Mitokondria Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 4 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/wdpk3k28

Abstract

Mitokondria, pabrik energi sel, memainkan peran penting dalam menjaga fungsi neuron dan sirkuit melalui produksi adenosine triphosphate (ATP) melalui fosforilasi oksidatif (oxidative phosphorylation/OXPHOS). Dalam otak mamalia yang menua, efisiensi OXPHOS menurun, menyebabkan disfungsi mitokondria, stres oksidatif, dan penurunan kognitif. Penelitian terbaru menyoroti hubungan antara eksitasi neuron dan transkripsi gen mitokondria, menunjukkan bahwa keterkaitan ini berkurang seiring bertambahnya usia. Studi lain memperkuat temuan ini dan menawarkan perspektif yang lebih luas tentang mekanisme yang mendasari disfungsi mitokondria pada penuaan serta strategi terapeutik potensial. Ulasan ini mengkaji penelitian-penelitian mutakhir untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang penurunan mitokondria terkait usia dan dampaknya terhadap fungsi kognitif.
Preeklamsia dan Dampaknya dalam Perspektif Psikologi, Sosiologi, dan Medis Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/wbqkwr31

Abstract

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang berdampak multidimensional terhadap kesehatan ibu dan janin. Secara medis, kondisi ini ditandai oleh hipertensi pascausia kehamilan 20 minggu serta temuan proteinuria atau gangguan organ lain, dan dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal organ, kelahiran prematur, hingga kematian maternal dan neonatal. Di sisi psikologis, diagnosis preeklamsia sering memicu kecemasan, depresi, dan stres mendalam akibat ketidakpastian terhadap kondisi kehamilan, yang memperburuk kualitas hidup ibu. Sementara itu, dari perspektif sosiologis, preeklamsia mencerminkan ketimpangan sosioekonomi, terutama di negara berkembang, di mana akses terhadap perawatan kesehatan yang memadai masih terbatas. Kurangnya edukasi, ketidakmerataan distribusi fasilitas medis, serta beban sosial terhadap keluarga semakin memperparah dampak kondisi ini. Oleh karena itu, pendekatan interdisipliner yang mencakup intervensi medis, dukungan psikososial, dan kebijakan publik yang progresif sangat penting untuk pencegahan dan penanganan preeklamsia secara komprehensif.
Kalsium, Vitamin D, dan Farmakoterapi Masa Depan dalam Pencegahan Preeklamsia: Tinjauan Komprehensif dari Perspektif Klinis dan Molekuler Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/38v6gh35

Abstract

Preeklamsia tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta neonatal di seluruh dunia. Meskipun telah banyak diteliti, patofisiologi preeklamsia masih belum sepenuhnya dipahami, melibatkan interaksi kompleks antara ketidakseimbangan angiogenik, disregulasi imun, stres oksidatif, dan gangguan plasentasi. Intervensi nutrisi, khususnya suplementasi kalsium dan vitamin D, telah mendapatkan perhatian luas sebagai strategi preventif berbasis bukti. Suplementasi kalsium dosis tinggi terbukti menurunkan insiden preeklamsia, terutama pada populasi dengan asupan kalsium rendah, melalui mekanisme yang melibatkan penghambatan parathyroid hormone (PTH) dan peningkatan vasodilatasi arteriol uterus. Sementara itu, vitamin D memiliki efek imunomodulator dan angiogenik, serta berperan penting dalam menstabilkan fungsi endotel dan menekan ekspresi faktor antiangiogenik seperti soluble fms-like tyrosine kinase-1 (sFlt-1). Artikel ini meninjau secara sistematis bukti-bukti klinis dan molekuler terkini mengenai peran kalsium dan vitamin D dalam pencegahan preeklamsia, serta mengeksplorasi potensi agen farmakologis masa depan, seperti pravastatin, esomeprazole, dan pendekatan berbasis nanopartikel. Selain itu, dibahas pula formulasi nutraseutikal menggunakan Formical-B, yang menunjukkan hasil awal yang menjanjikan dalam menurunkan risiko preeklamsia melalui jalur antioksidan dan modulasi tekanan darah. Tinjauan ini menawarkan perspektif integratif yang menggabungkan intervensi nutrisi dan terapi molekuler sebagai kerangka masa depan pencegahan preeklamsia berbasis personalisasi.
Jejak Memori dalam Jaringan Fasia Raymond R. Tjandrawinata
MEDICINUS Vol. 38 No. 5 (2025): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/83wqt329

Abstract

Konsep bahwa fasia dapat menyimpan memori emosional atau somatik telah memicu perdebatan dalam bidang terapi manual, neurobiologi, dan biofisika. Artikel ini menyelidiki landasan ilmiah di balik hipotesis tersebut dengan meninjau literatur primer dan sekunder dari dua dekade terakhir. Melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup neuroanatomi, epigenetik, mekanobiologi, dan biokomunikasi, artikel ini mengusulkan model teoretis yang menjelaskan kemungkinan keterlibatan fasia sebagai penyimpan informasi. Dengan mengintegrasikan konsep neurofascial plasticity, resonansi morfik, dan tensegritas, disertai evaluasi kritis terhadap data empiris, disarankan bahwa meskipun belum ada bukti definitif, kemungkinan adanya sistem penyimpanan memori dalam fasia patut dijelajahi lebih lanjut secara sistematik dan eksperimental.
Co-Authors Achmad K. Harzif Agung Endro Nugroho Agung Endro Nugroho Andon Hestiantoro Andri Prasetiyo Anindini Winda Amalia Anindyajati Anindyajati Anita Artarini Armini Syamsidi ARTARINI, ANITA B. Atawolo, Andreas Babu, Murali Mohan Budi Wiweko Caroline G. Puspita CATUR RIANI Danang Agung Yunaidi Dayana, Hepy Debbie S. Retnoningrum Debbie S. Retroningrum DEBBIE SOEFIE RETNONINGRUM Dewi Riskha Nurmalasari Diana Nur Afifah Esti Mumpuni Esti Mumpuni Esti Mumpuni, Esti Gayatri, Anggi Gita Pratama Hapsari, Riani Hartati Tuna, Hartati Heliany, Ina Henry Soelistyo Budi Henry Soelistyo Budi, Henry Soelistyo Herbert Situmorang Herbert Situmorang Huda Shalahudin Darusman Indriawati, Iin Irsan Hasan Ismaya, Wangsa T. Kaka Renaldi Kanadi Sumapradja Krisnayanti, Ni Putu Eka Kristiana, Hery Kristiana, Hery Laurentia Stephani Lee, Hee Jae Liana W. Susanto Lilik Sulastri Luh Putu Nurshanti, Ni Maggy T. Suhartono Maggy T. Suhartono Maggy Thenawidjaja Suhartono Marcellus Simadibrata Martha Wijaya, Harry Melva Louisa Muharam Natadisastra Murdani Abdullah Nafrialdi Nafrialdi Nailufar, Florensia Nailufar, Florensia Novia Tri Astuti Novia Tri Astuti Novitasari, Putri Rachma Permanasari, Silmi Citra Rachman, Andika Retroningrum, Debbie S. Rosyidah, Citra Santi Tan Saut Horas Hatoguan Nababan Setiabudy, Rahajuningsih D Shirly Kumala SILMI MARIYA Simatupang, Stefeny Theresia Sinaga, Wenny S.L. Soelistyo Budi, Henry Susanto, Liana W Suwijiyo Pramono Suwijiyo Pramono Tan, Santi Viedya Novalinda Said Wahyunia Likhayati Septiana Wangsa T. Ismaya Wangsa Tirta Ismaya Wawaimuli Arozal Widjaja, Nadia Winoto, Imelda L Winoto, Imelda L Yanti Lim Zaelani, Bella Fatima Dora