Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN KOMPETISI SENI DAERAH BANYUWANGI: MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGEMBANGAN SENI LOKAL MELALUI WORKSHOP MANAJEMEN EVENT Hidajad, Arif; Rahayu, Eko Wahyuni; Trisakti, Trisakti; Juwariyah, Anik; Mariasa, I Nengah; Sekti, Retnayu Prasetyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52002

Abstract

Program Penguatan Kompetisi Seni Daerah Banyuwangi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kreativitas dan kapasitas pelaku seni lokal melalui penyelenggaraan workshop manajemen event. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan dan pemberdayaan komunitas seni di daerah agar mampu mengelola kegiatan seni secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif, peserta memperoleh pengetahuan mengenai konsep dasar manajemen event, strategi promosi, hingga evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan seni yang bernilai ekonomis serta berdaya saing. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya jejaring kolaboratif antarpelaku seni, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ekosistem seni dan pelestarian budaya lokal di Banyuwangi.
ESTETIKA GERAK TARI GREGET SAWUNGGALING Sujarwati, Ani; Trisakti, Trisakti; Yanuartuti, Setyo; Juwariyah, Anik
Joged Vol 24, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v24i2.17921

Abstract

ABSTRAKTari tradisional Greget Sawunggaling yang berasal dari Kota Surabaya menyajikan gaya gerak khas pahlawan lokal, Sawunggaling. Penelitian ini bertujuan menganalisis keindahan gerak dalam tari ini dengan menggunakan teori estetika Djelantik yang terdiri atas tiga unsur pokok yaitu wiraga (bentuk gerakan), wiranga (irama), dan wirasa (ekspresi). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data lewat obeservasi langsung, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Data tersebut kemudian diinterpretasikan untuk mengungkap makna simbolis dan filsafat di balik tiap gerak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tari Greget Sawunggaling tak cuma menawarkan keindahan visual melainkan penuh dengan nilai-nilai budaya Jawa seperti keberanian, kehormatan, serta ketekunan. Gerakan dalam tari ini merefleksikan keselarasan antara teknik, irama, dan ekspresi yang berfungsi menyampaikan pesan moral dan budaya yang dalam. Bagaimana masing-masing elemen dalam tari, baik bentuk gerak maupun ungkapan penari, mengandung makna filosofis yang mewakili semangat perjuangan serta menjadi simbol identitas budaya Kota Surabaya. Penelitian ini memperkaya kajian estetika gerak tari serta memberi pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara seni pertunjukan dengan nilai-nilai budaya masyarakat pendukungnya.ABSTRACTGreget Sawunggaling traditional dance originating from Surabaya City presents the distinctive movement style of the local hero, Sawunggaling. This study aims to analyze the beauty of movement in this dance using Djelantik's aesthetic theory which consists of three main elements, namely wiraga (form of movement), wiranga (rhythm), and wirasa (expression). The method used is descriptive qualitative by collecting data through direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. The data is then interpreted to reveal the symbolic meaning and philosophy behind each movement. The results revealed that Greget Sawunggaling Dance not only offers visual beauty but is full of Javanese cultural values such as courage, honor, and perseverance. The movements in this dance reflect the harmony between technique, rhythm, and expression that serves to convey deep moral and cultural messages. How each element in the dance, both the form of movement and the expression of the dancer, contains philosophical meanings that represent the spirit of struggle and symbolize the cultural identity of the city of Surabaya. This research enriches the study of dance aesthetics and provides a deeper understanding of the relationship between performing arts and the cultural values of the supporting community..
Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia Trisakti, Trisakti; Handayaningrum, Warih; Winarko, Joko; Muhammad, Anbie Haldini; Abida, Fithriyah Inda Nur; Rokib, Mohammad; Asrori, Asrori; Anggoro, Raden Roro Maha Kalyana Mitta; Abidin, Muhammad Ro’is; Ratyaningrum, Fera; Wijoyanto, Danang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3821

Abstract

Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal Indonesia, khususnya warisan musik etnis Banyuwangian, kepada komunitas akademik di luar negeri. Kegiatan ini dilaksanakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, dengan melibatkan 23 mahasiswa sebagai peserta aktif yang terdiri atas 6 pemain biola, 10 vokalis, dan 7 pemain terbang hadrah. Fokus utama pelatihan adalah praktik musikal pada lagu tradisional Padhang Bulan, yang dipilih karena representatif terhadap estetika dan nilai-nilai filosofis seni Banyuwangi. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, kegiatan ini tidak hanya mentransfer keterampilan teknis memainkan instrumen dan vokal, tetapi juga menanamkan pemahaman akan makna budaya di balik komposisi musik tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan apresiasi peserta terhadap keragaman budaya Indonesia serta penguatan identitas budaya melalui diplomasi seni. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk implementasi diplomasi budaya berbasis pengabdian masyarakat yang berpotensi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 16 (Masyarakat Damai, Adil, dan Inklusif).
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI PERSPEKTIF KONSTRUKTIVISME SOSIAL VYGOTSKY DI SMPN 01 BULULAWANG Gumilang, Mochammad Galih; Trisakti, Trisakti; Yanuartuti, Setyo
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26075

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran Seni Budaya di SMPN 01 Bululawang melalui perspektif konstruktivisme sosial Vygotsky. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru Seni Budaya, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kompetensi Seni Budaya di sekolah tersebut disusun secara berjenjang sesuai dengan konsep Zona Perkembangan Proksimal (ZPD). Lebih lanjut, di dalam kegiatan belajar mengajar ditemukan penerapan prinsip-prinsip konstruktivisme sosial melalui interaksi, pembimbingan bertahap (scaffolding), serta penggunaan alat mediasi budaya dalam bentuk bahan ajar sederhana. Namun, efektivitas implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan sarana prasarana, rendahnya apresiasi mata pelajaran seni dari berbagai pihak, serta kesenjangan pemahaman konseptual siswa. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan gambaran dinamika pembelajaran Seni Budaya dalam transisi Kurikulum Merdeka dan menawarkan perspektif teoretis untuk pengembangan praktik pembelajaran yang kontekstual.