Claim Missing Document
Check
Articles

Screening and Profiling of Antioxidant Activity in Mud Crab (Scylla Serrata) from Banyuasin Waters Rozirwan, Rozirwan; Lestari, Ning Intan; Winarta, Yoga; Isnaini, Isnaini; Putri, Wike Ayu Eka; Hendri, Muhammad; Ulqodry, Tengku Zia; Fauziyah, Fauziyah; Melki, Melki; Nugroho, Redho Yoga; Mohamed, Che Abd Rahim
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 3 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.3.438-452

Abstract

Mangrove crab (Scylla serrata) as one of the crustacean species, has a variety of bioactive compounds that can be utilized in the field of pharmacology. Antioxidant compounds act as therapeutic agents against degenerative diseases. Banyuasin waters have mangrove vegetation with associated marine organisms that have the potential to be studied for bioactive compounds. This study aims to identify the phytochemical profile quantitatively and qualitatively, samples were collected from mud flats near mangrove ecosystems in Banyuasin waters, South Sumatra. Samples were tested for antioxidant activity using the DPPH test, and IC50 values, qualitative phytochemical identification, and phytochemical profiles were calculated using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) analysis. Based on the results of antioxidant testing, the IC50 value of S. serrata extract is 2.25 ppm, the sample is included in the category of very strong antioxidants. Phytochemical test results showed that the compound is thought to contain antioxidant activity from flavonoids and triterpenoids. GC-MS analysis detected major compound groups of alkaloids, purines, and vitamins. Minor compound groups detected amines, terpenoids, monosaccharides, amino acids, fatty acids, silanes, formamides, heterocycles, carboxylic acids, aminoglycosides, naphthalene derivatives, nitriles, amides, glycosides, and peptides. S. serrata extract shows very strong antioxidant activity, with major compounds such as alkaloids, purines, and vitamins. S. serrata extract detected compounds that have been reported as anti-inflammatory, anticancer, antimicrobial, and antiviral. These findings highlight the pharmaceutical potential of S. serrata as a source of bioactive compounds. The results of this study provide valuable information for the development of alternative medicines derived from marine organisms.
Keanekaragaman Zooplankton pada Variasi Kedalaman di Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Isnaini, Isnaini; Aryawati, Riris; Susanti, Ester Mei; Ulqodry, Tengku Zia; Hartoni, Hartoni; Surbakti, Heron; Fauziyah, Fauziyah
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.68360

Abstract

Muara Sungai Musi berperan penting bagi masyarakat sekitar pinggiran sungai, karena berfungsi sebagai tempat untuk mencari ikan, sebagai sarana jalur transportasi di perairan. Adanya aktivitas tersebut berdampak pada penurunan kualitas perairan, dimana zooplankton memainkan fungsi penting pada perairan dengan mentransfer energi dari produsen utama di suatu daerah ke konsumen yang lebih tinggi di perairan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan komposisi zooplankton, menganalisis kelimpahan zooplankton dan menganalisis hubungan biodiversitas, kelimpahan zooplankton dengan parameter lingkungan pada kedalaman yang berbeda. Penentuan titik sampling dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 9 stasiun pada kedalaman 0 m, 3 m dan 6 m. Pengambilan sampel zooplankton menggunakan planktonet dan pengukuran parameter perairan dilakukan secara insitu. Sampel zooplankton dilakukan analisis kelimpahan dan biodiversitas serta hubungannya terhadap parameter perairan dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Berdasarkan hasil penelitian zooplankton di muara Sungai Musi ditemukan sebanyak 50 genera terdiri dari 14 kelas dan 8 filum. Rata rata Kelimpahan zooplankton semakin dalam perairan, kelimpahan zooplankton semakin tinggi. Biodiversitas zooplankton pada kedalaman 0 m, 3 m dan 6 m memiliki keanekaragaman tergolong sedang, keseragaman zooplankton semakin dalam perairan semakin tinggi dan tidak ada jenis zooplankton yang mendominansi. Hubungan biodiversitas dan kelimpahan zooplankton dengan parameter lingkungan menunjukkan kecepatan arus, salinitas dan suhu  kelimpahan, keanekaragaman dan keseragaman zoolankton.
Konsentrasi Klorofil-a di Muara Upang Sumatera Selatan Aryawati, Riris; Diansyah, Gusti; Melki, Melki; Ulqodry, Tengku Zia; Isnaini, Isnaini; Surbakti, Heron
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.24295

Abstract

Muara Sungai Upang merupakan salah satu muara yang terletak di pesisir Sumatera Selatan. Muara sungai banyak menerima masukan bahan organik dari lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi klorofil-a yang dapat digunakan untuk mengetahui status kesuburan di Perairan Muara Sungai Upang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari dan Agustus 2020. Pengambilan sampel air dan pengukuran parameter ditentukan secara purposive sampling method. Analisis klorofil-a dilakukan dengan metode spektrofotometri. Konsentrasi klorofil-a dan parameter lingkungan perairan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Data konsentrasi klorofil-a selanjutnya dianalisis untuk melihat kesuburan perairannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Upang tergolong oligotrofik dengan rata-rata 1,04 mg/m3 pada bulan Februari dan tergolong mesotrofik dengan rata-rata 6,63 mg/m3 pada bulan Agustus. Konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Upang cenderung tinggi pada daerah bagian muara menuju perairan laut dan lebih rendah di daerah sungai.
Efektivitas daun kemangi sebagai anti lalat pada pembuatan ikan asin sepat rawa (Trichopodus trichopterus): The effectiveness of lemon basil as a fly repellent in salted fish from three spot gourami (Trichopodus trichopterus) Ulqodry, Tengku Zia; Rinto, Rinto; Sudirman, Sabri; Pitayati, Puspa Ayu; Balqis, Finanda Rahil
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i5.50005

Abstract

Kontaminasi lalat dapat terjadi selama proses pengeringan ikan asin. Pemberian insektisida alami merupakan salah satu pencegahan lalat selama pembuatan ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas daun kemangi (larutan maupun ekstrak) sebagai anti lalat pada pembuatan ikan asin. Penelitian dilakukan secara bertahap, yaitu pembuatan larutan dan ekstrak serta pembuatan ikan asin. Jenis ikan yang digunakan dalam pembuatan ikan asin yaitu ikan sepat dengan tiga perlakuan yaitu tanpa filtrat/ekstrak kemangi (P1), perendaman filtrat kemangi 10% (P2), dan penyemprotan ekstrak kemangi 10% (P3). Pengamatan dilakukan 3 kali ulangan pada setiap parameter yaitu jumlah lalat dan suhu. Uji kelembapan dilakukan selama penjemuran ikan dan uji mortalitas dilakukan terhadap larva lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kemangi/filtrat yang diperoleh sebanyak 64,09% dan setelah dipekatkan menghasilkan ekstrak sebesar 32,62%. Total lalat yang hinggap yaitu ikan asin kontrol 105, direndam dalam larutan 63 dan disemprot ekstrak selama penjemuran yaitu 33 ekor. Rata-rata lalat aktif hinggap pada ikan asin dengan suhu 29-36℃ dan kelembapan 55-69%. Larva lalat hanya mengalami kematian pada perlakuan penyemprotan ekstrak kemangi 10%. Perlakuan penyemprotan ekstrak daun kemangi efektif digunakan untuk pencegahan lalat dibandingkan perendaman larutan daun kemangi.
Status Cemaran Logam Berat pada Sedimen Ekosistem Mangrove di Muara Sungai Banyuasin Novitasari, Tri Ayu; Ulqodry, Tengku Zia; Putri, Wike Ayu Eka; Diansyah, Gusti; Melki, Melki; Barus, Beta Susanto; Aryawati, Riris; Hendri, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i4.29506

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang penting karena mampu melindungi garis pantai, menyerap karbon, menyediakan habitat bagi biota, serta berperan sebagai penyaring polutan. Namun, tekanan aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti keberadaan pelabuhan, aktivitas perikanan, dan masukan limbah domestik dari daratan, dapat berkontribusi terhadap masukan logam berat baik di air maupun terakumulasi dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status cemaran Pb dan Cu pada sedimen mangrove di Muara Sungai Banyuasin yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Api-api. Pengukuran konsentrasi logam berat dilakukan dengan metode Flame Atomic Absorption Spectrophotometry. Rata-rata kandungan Pb (20,71–21,61 mg/kg) dan Cu (10,81–10,99 mg/kg) masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan (Pb 50 mg/kg; Cu 65 mg/kg). Nilai Faktor Kontaminasi menunjukkan Pb termasuk kategori sedang, dan Cu tergolong rendah. Nilai Indeks Geoakumulasi ≤ 0 menunjukkan sedimen berada pada kondisi tidak tercemar dan Indeks Beban Pencemaran > 0–2 mengindikasikan berada dalam kondisi tercemar ringan. Secara keseluruhan, kualitas sedimen di Muara Sungai Banyuasin tidak menimbulkan risiko signifikan terhadap biota perairan, serta menunjukkan peran penting mangrove sebagai penahan akumulasi logam berat. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan lingkungan pesisir, khususnya sebagai acuan dalam pemantauan kualitas sedimen dan pencegahan potensi pencemaran logam berat di sekitar pelabuhan.
THE CRAB SILVOFISHERY SYSTEM AS A CONSERVATION STRATEGY IN MANGROVE RESTORATION AREA: A CASE STUDY ON THE COAST OF BANYUASIN, SOUTH SUMATRA Apriyanto, Apriyanto; Suwignyo, Rujito Agus; Ulqodry, Tengku Zia; Sarno, Sarno; Aryawati, Riris; Muhtadi, Muhtadi; Purnomo, Herry; Okarda, Beni
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anthropogenic activities such as logging and converting mangrove forests into plantations have degraded coastal ecosystems and reduced their ecological stability. Silvofishery is a restoration system that balances the ecological and economic functions of mangroves. In Marga Sungsang Village, South Sumatra, mangrove restoration was integrated with mud crab (Scylla spp.) cultivation through a crab silvofishery system. This study aimed to analyze the contribution of mangrove restoration with a mud crab silvofishery system to mud crab growth. The study was conducted from August 2024 to January 2025. Growth parameters included carapace length, width, and body weight. Analyses covered absolute growth and the correlation between carapace width and body weight. Results showed that in non-mangrove ponds, Scylla tranquebarica males exhibited negative allometry (prominent carapace width), while females showed positive allometry (prominent body weight). Scylla paramamosain showed negative allometry in both sexes. In contrast, in mangrove ponds, both species showed positive allometry for both sexes, indicating higher weight gain. These findings suggest that mangrove vegetation provides optimal habitat conditions by increasing nutrient availability, protecting crabs during molting, and improving substrate quality. The results not only demonstrate the bioecological relationship between mangrove vegetation and mangrove crab growth but also highlight the role of crab silvofishery systems in supporting food security, mitigating climate change, and conserving coastal ecosystems. These results align with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically goal 2 (end hunger, achieve food security and improved nutrition, and promote sustainable agriculture), goal 13 (climate action), and goal 14 (life below water). Although informative, this study was limited by temporal observations conducted only at the start of seed stocking and at harvest. Further research with continuous monitoring and environmental parameter analysis is needed. The findings can support mangrove restoration policies that integrate vegetation recovery with sustainable community-based aquaculture and promote blue economy development.
Hubungan Parameter Perairan dengan Struktur Komunitas Rumput Laut di Perairan Pulau Maspari, Sumatera Selatan Aryawati, Riris; Ulqodry, Tengku Zia; Surbakti, Heron; Isnaini, Isnaini; Agussalim, Andi; Apri, Rezi; Hendri, Muhammad; Rozirwan, Rozirwan; Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.29656

Abstract

Pulau Maspari merupakan pulau kecil dan terpencil yang terletak di bagian selatan Selat Bangka, Provinsi Sumatera Selatan. Pulau Maspari diketahui memiliki beberapa potensi sumber daya hayati laut, termasuk rumput laut. Sampai saat ini belum ada informasi ilmiah mengenai kondisi rumput laut yang berada di  Pulau Maspari dan minimnya data terkait parameter lingkungan perairannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter perairan dan keanekaragaman rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang dilaksanakan pada Juli 2024 menggunakan metode eksploratif di tujuh stasiun sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan spesies rumput laut yang teridentifikasi dari tujuh stasiun, yaitu Caulerpa lentillifera, Cladophora prolifera, Derbesia sp., Ulva lactuca, Padina minor, Sargassum polycystum, Acanthophora spicifera, dan Gracilaria salicornia. Hasil analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa parameter perairan seperti suhu, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut, pH, nitrat, dan fosfat memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur komunitas rumput laut, dengan persentase total sumbu F1 dan F2 mencapai 69,51% serta sumbu F1 dan F3 mencapai 41,59%. Indeks keanekaragaman dan keseragaman tertinggi ditemukan di stasiun 7, sedangkan indeks dominansi tertinggi terdapat di stasiun 3, 4, dan 6. Penelitian ini diharapkan dapat menyediakan data dasar tentang struktur komunitas rumput laut di perairan Pulau Maspari, yang berguna dalam membantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan serta konservasi ekosistem perairan.
Peningkatan Literasi dan Minat Studi Kelautan Siswa SMA melalui Edukasi Penyelaman Scuba Redho Yoga Nugroho; Riris Aryawati; Muhammad Hendri; Tengku Zia Ulqodry; Wike Ayu Eka Putri; Rozirwan Rozirwan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1106

Abstract

Rendahnya minat siswa SMA untuk melanjutkan studi di bidang Ilmu Kelautan menjadi tantangan di tengah besarnya potensi sumber daya laut Sumatera Selatan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi akurat mengenai prospek karir dan minimnya pemahaman mengenai teknik eksplorasi bawah air seperti penyelaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan minat siswa SMA di Kecamatan Tanjung Batu melalui edukasi dunia selam. Metode pelaksanaan meliputi visitasi, sosialisasi teori, peragaan alat selam, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan terhadap fungsi peralatan selam dan peran pentingnya dalam riset kelautan. Antusiasme tinggi peserta terlihat saat praktik penggunaan alat, yang berimplikasi pada meningkatnya minat mereka terhadap Jurusan Ilmu Kelautan. 
Influence of Water Quality Parameters on Zooxanthellae Density in Reef-Building Corals from Pahawang Island, Lampung, Indonesia Anugerah, Nanda Rizky; Aryawati, Riris; Isnaini, Isnaini; Ulqodry, Tengku Zia; Hendri, Muhammad; Suteja, Yulianto
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11529

Abstract

Despite the ecological and economic significance of coral reefs, quantitative data on how water quality parameters regulate zooxanthellae density in anthropogenically impacted tropical reefs remain limited. This study investigated the influence of water quality parameters on zooxanthellae density in branching corals at Pahawang Island, Lampung, Indonesia, across four stations representing different levels of human disturbance: dock area (Station 1), floating net cages area (Station 2), recreational area (Station 3), and a relatively pristine area (Station 4). Coral fragments were collected by SCUBA diving at 2–5 m depth, and zooxanthellae were extracted by homogenization followed by centrifugation, with cell density quantified using a hemocytometer under light microscopy. Physical and chemical water quality parameters were measured in situ using a CTD profiler, while nutrient concentrations were analyzed according to SNI protocols. Zooxanthellae density ranged from 16,822 to 22,227 cells/cm², indicating a healthy symbiotic status across all stations. Principal Component Analysis (PCA) identified dissolved oxygen (5.5–6.4 mg/L), depth (2.20–4.10 m), and water clarity (2.0–3.0 m) as the primary environmental drivers of zooxanthellae density variation, while temperature, pH, and salinity remained stable and within coral-suitable ranges. Hydrodynamic conditions and oxygen availability, rather than nutrient enrichment, appear to be the dominant regulators of zooxanthellae density at this site. These findings highlight the need for site-specific management strategies that prioritize maintaining dissolved oxygen levels and water circulation, and provide a scientific basis for developing zoning policies in coral ecotourism areas of Pahawang Island to ensure long-term reef ecosystem health.
Analisis Penilaian Risiko Lingkungan Akibat Paparan Logam Berat Cu pada Sedimen dan Mangrove Avicennia alba Wahyuni, Ratih Dwi; Rozirwan, Rozirwan; Putri, Wike Ayu Eka; Diansyah, Gusti; Ulqodry, Tengku Zia
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i1.1344

Abstract

Ekosistem mangrove sangat berperan dalam mempertahankan kualitas lingkungan pesisir dengan kemampuan menahan sedimen serta mengakumulasi polutan, termasuk logam berat. Tembaga (Cu) adalah salah satu logam berat yang sering dijumpai di daerah pesisir dan dapat menimbulkan ancaman ekologis jika terakumulasi dalam jumlah besar. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kadar logam berat Cu pada sedimen dan jaringan mangrove Avicennia alba serta melakukan evaluasi risiko lingkungan di area Muara Banyuasin, Sumatera Selatan, yang mencakup Taman Nasional Sembilang, Tanjung Buyut, dan Pulau Payung. Pengambilan sampel sedimen serta akar dan daun mangrove dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengukuran kadar Cu dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), sementara evaluasi risiko lingkungan ditentukan melalui perhitungan faktor biokonsentrasi (BCF) dan faktor translokasi (TF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Cu pada sedimen berada dalam rentang 7,99-13,11 mg/kg, sementara pada akar dan daun mangrove berkisar 1,47-2,65 mg/kg dan 2,61-2,82 mg/kg. Semua nilai tersebut masih di bawah standar mutu yang ditentukan, sehingga mencerminkan tingkat pencemaran Cu yang tergolong rendah. Nilai BCF untuk akar dan daun Avicennia alba tergolong rendah hingga sedang, menunjukkan bahwa mangrove tidak menyimpan Cu secara berlebihan. Nilai TF bervariasi antar lokasi, dengan nilai yang lebih rendah di area konservasi dan lebih tinggi di tempat yang terpengaruh oleh aktivitas manusia. Hasil Pembahasan mengindikasikan bahwa variasi konsentrasi dan tingkat risiko dipengaruhi oleh sifat sedimen, dinamika air, serta frekuensi kegiatan manusia. Secara umum, ekosistem mangrove di area penelitian tetap dalam keadaan cukup aman, dan Avicennia alba terbukti berperan penting sebagai indikator biologi dalam evaluasi risiko lingkungan logam berat Cu.
Co-Authors ., Prianto A. Djawanas Afan Absori Afan Absori Andi Agussalim, Andi Andreas Eko Aprianto Ania Citraresmin Ania Citraresmin Anugerah, Nanda Rizky Apri Suganda Apriyanto, Apriyanto Arsyana, Nola Fiqrya Arsyei, Laksamana Fachryzal Aryawati , Riris Balqis, Finanda Rahil Barus, Beta Susanto Berliana Iksy Della Che Abd Rahim Mohamed De Karo, Fransiskus Dietriech Geoffrey Bengen Fadel, Ahmad Al Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fitri Agustriani G. Diansyah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Hartoni Hermialingga, Septi Heron Surbakti Herry Purnomo Hilmaturosyidah, Hilmaturosyidah Inda Azhara Indica, Mangifera Isnaini Isnaini . Isnaini Isnaini Lestari, Ning Intan Lidya Grace M. Rasyid M. Yogi Riyantama Isjoni Mardasin, Wahyudi Mawarda . Meiriyani, Fitri Melki Melki Melki Melki Mohamed, Che Abd Rahim Muhammad Didi Tantria Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhammad Syahdan Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Mulyadi Mulyadi Nadila Nur Khotimah Netty Kurniawaty Ningsih, Ellis Nurjuliasti Novitasari, Tri Ayu Okarda, Beni Purwiyanto, Ana Ida Sunaryo Puspa Ayu Pitayati Puspa Deka Sari Raihan, Muhammad Ramadoni, Ramadoni Redho Yoga Nugroho Redho Yoga Nugroho Renaldi . Rezi Apri Rezi Apri Richardus F Kaswadji Rinto Rinto Riris Aryawati Riris Aryawaty Rozirwan . Rujito Agus Suwignyo Sabri Sudirman Santoso Santoso Sarno . Sarno Sarno Septi Hermialingga Siddik, Judistira Siswahyudianto Susanti, Ester Mei Syamsiar, Syamsiar Wahyuni, Ratih Dwi Wike Ayu Eka Putri Winarta, Yoga Yulianto Suteja Yulisman Yulisman Zulkifli Dahlan