Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Keanekaragaman Zooplankton pada Variasi Kedalaman di Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Isnaini, Isnaini; Aryawati, Riris; Susanti, Ester Mei; Ulqodry, Tengku Zia; Hartoni, Hartoni; Surbakti, Heron; Fauziyah, Fauziyah
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.68360

Abstract

Muara Sungai Musi berperan penting bagi masyarakat sekitar pinggiran sungai, karena berfungsi sebagai tempat untuk mencari ikan, sebagai sarana jalur transportasi di perairan. Adanya aktivitas tersebut berdampak pada penurunan kualitas perairan, dimana zooplankton memainkan fungsi penting pada perairan dengan mentransfer energi dari produsen utama di suatu daerah ke konsumen yang lebih tinggi di perairan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan komposisi zooplankton, menganalisis kelimpahan zooplankton dan menganalisis hubungan biodiversitas, kelimpahan zooplankton dengan parameter lingkungan pada kedalaman yang berbeda. Penentuan titik sampling dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 9 stasiun pada kedalaman 0 m, 3 m dan 6 m. Pengambilan sampel zooplankton menggunakan planktonet dan pengukuran parameter perairan dilakukan secara insitu. Sampel zooplankton dilakukan analisis kelimpahan dan biodiversitas serta hubungannya terhadap parameter perairan dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Berdasarkan hasil penelitian zooplankton di muara Sungai Musi ditemukan sebanyak 50 genera terdiri dari 14 kelas dan 8 filum. Rata rata Kelimpahan zooplankton semakin dalam perairan, kelimpahan zooplankton semakin tinggi. Biodiversitas zooplankton pada kedalaman 0 m, 3 m dan 6 m memiliki keanekaragaman tergolong sedang, keseragaman zooplankton semakin dalam perairan semakin tinggi dan tidak ada jenis zooplankton yang mendominansi. Hubungan biodiversitas dan kelimpahan zooplankton dengan parameter lingkungan menunjukkan kecepatan arus, salinitas dan suhu  kelimpahan, keanekaragaman dan keseragaman zoolankton.
Konsentrasi Klorofil-a di Muara Upang Sumatera Selatan Aryawati, Riris; Diansyah, Gusti; Melki, Melki; Ulqodry, Tengku Zia; Isnaini, Isnaini; Surbakti, Heron
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.24295

Abstract

Muara Sungai Upang merupakan salah satu muara yang terletak di pesisir Sumatera Selatan. Muara sungai banyak menerima masukan bahan organik dari lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi klorofil-a yang dapat digunakan untuk mengetahui status kesuburan di Perairan Muara Sungai Upang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari dan Agustus 2020. Pengambilan sampel air dan pengukuran parameter ditentukan secara purposive sampling method. Analisis klorofil-a dilakukan dengan metode spektrofotometri. Konsentrasi klorofil-a dan parameter lingkungan perairan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Data konsentrasi klorofil-a selanjutnya dianalisis untuk melihat kesuburan perairannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Upang tergolong oligotrofik dengan rata-rata 1,04 mg/m3 pada bulan Februari dan tergolong mesotrofik dengan rata-rata 6,63 mg/m3 pada bulan Agustus. Konsentrasi klorofil-a di perairan Muara Sungai Upang cenderung tinggi pada daerah bagian muara menuju perairan laut dan lebih rendah di daerah sungai.
Efektivitas daun kemangi sebagai anti lalat pada pembuatan ikan asin sepat rawa (Trichopodus trichopterus): The effectiveness of lemon basil as a fly repellent in salted fish from three spot gourami (Trichopodus trichopterus) Ulqodry, Tengku Zia; Rinto, Rinto; Sudirman, Sabri; Pitayati, Puspa Ayu; Balqis, Finanda Rahil
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i5.50005

Abstract

Kontaminasi lalat dapat terjadi selama proses pengeringan ikan asin. Pemberian insektisida alami merupakan salah satu pencegahan lalat selama pembuatan ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas daun kemangi (larutan maupun ekstrak) sebagai anti lalat pada pembuatan ikan asin. Penelitian dilakukan secara bertahap, yaitu pembuatan larutan dan ekstrak serta pembuatan ikan asin. Jenis ikan yang digunakan dalam pembuatan ikan asin yaitu ikan sepat dengan tiga perlakuan yaitu tanpa filtrat/ekstrak kemangi (P1), perendaman filtrat kemangi 10% (P2), dan penyemprotan ekstrak kemangi 10% (P3). Pengamatan dilakukan 3 kali ulangan pada setiap parameter yaitu jumlah lalat dan suhu. Uji kelembapan dilakukan selama penjemuran ikan dan uji mortalitas dilakukan terhadap larva lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan kemangi/filtrat yang diperoleh sebanyak 64,09% dan setelah dipekatkan menghasilkan ekstrak sebesar 32,62%. Total lalat yang hinggap yaitu ikan asin kontrol 105, direndam dalam larutan 63 dan disemprot ekstrak selama penjemuran yaitu 33 ekor. Rata-rata lalat aktif hinggap pada ikan asin dengan suhu 29-36℃ dan kelembapan 55-69%. Larva lalat hanya mengalami kematian pada perlakuan penyemprotan ekstrak kemangi 10%. Perlakuan penyemprotan ekstrak daun kemangi efektif digunakan untuk pencegahan lalat dibandingkan perendaman larutan daun kemangi.
Status Cemaran Logam Berat pada Sedimen Ekosistem Mangrove di Muara Sungai Banyuasin Novitasari, Tri Ayu; Ulqodry, Tengku Zia; Putri, Wike Ayu Eka; Diansyah, Gusti; Melki, Melki; Barus, Beta Susanto; Aryawati, Riris; Hendri, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i4.29506

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang penting karena mampu melindungi garis pantai, menyerap karbon, menyediakan habitat bagi biota, serta berperan sebagai penyaring polutan. Namun, tekanan aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti keberadaan pelabuhan, aktivitas perikanan, dan masukan limbah domestik dari daratan, dapat berkontribusi terhadap masukan logam berat baik di air maupun terakumulasi dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status cemaran Pb dan Cu pada sedimen mangrove di Muara Sungai Banyuasin yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Api-api. Pengukuran konsentrasi logam berat dilakukan dengan metode Flame Atomic Absorption Spectrophotometry. Rata-rata kandungan Pb (20,71–21,61 mg/kg) dan Cu (10,81–10,99 mg/kg) masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan (Pb 50 mg/kg; Cu 65 mg/kg). Nilai Faktor Kontaminasi menunjukkan Pb termasuk kategori sedang, dan Cu tergolong rendah. Nilai Indeks Geoakumulasi ≤ 0 menunjukkan sedimen berada pada kondisi tidak tercemar dan Indeks Beban Pencemaran > 0–2 mengindikasikan berada dalam kondisi tercemar ringan. Secara keseluruhan, kualitas sedimen di Muara Sungai Banyuasin tidak menimbulkan risiko signifikan terhadap biota perairan, serta menunjukkan peran penting mangrove sebagai penahan akumulasi logam berat. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan lingkungan pesisir, khususnya sebagai acuan dalam pemantauan kualitas sedimen dan pencegahan potensi pencemaran logam berat di sekitar pelabuhan.
THE CRAB SILVOFISHERY SYSTEM AS A CONSERVATION STRATEGY IN MANGROVE RESTORATION AREA: A CASE STUDY ON THE COAST OF BANYUASIN, SOUTH SUMATRA Apriyanto, Apriyanto; Suwignyo, Rujito Agus; Ulqodry, Tengku Zia; Sarno, Sarno; Aryawati, Riris; Muhtadi, Muhtadi; Purnomo, Herry; Okarda, Beni
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anthropogenic activities such as logging and converting mangrove forests into plantations have degraded coastal ecosystems and reduced their ecological stability. Silvofishery is a restoration system that balances the ecological and economic functions of mangroves. In Marga Sungsang Village, South Sumatra, mangrove restoration was integrated with mud crab (Scylla spp.) cultivation through a crab silvofishery system. This study aimed to analyze the contribution of mangrove restoration with a mud crab silvofishery system to mud crab growth. The study was conducted from August 2024 to January 2025. Growth parameters included carapace length, width, and body weight. Analyses covered absolute growth and the correlation between carapace width and body weight. Results showed that in non-mangrove ponds, Scylla tranquebarica males exhibited negative allometry (prominent carapace width), while females showed positive allometry (prominent body weight). Scylla paramamosain showed negative allometry in both sexes. In contrast, in mangrove ponds, both species showed positive allometry for both sexes, indicating higher weight gain. These findings suggest that mangrove vegetation provides optimal habitat conditions by increasing nutrient availability, protecting crabs during molting, and improving substrate quality. The results not only demonstrate the bioecological relationship between mangrove vegetation and mangrove crab growth but also highlight the role of crab silvofishery systems in supporting food security, mitigating climate change, and conserving coastal ecosystems. These results align with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically goal 2 (end hunger, achieve food security and improved nutrition, and promote sustainable agriculture), goal 13 (climate action), and goal 14 (life below water). Although informative, this study was limited by temporal observations conducted only at the start of seed stocking and at harvest. Further research with continuous monitoring and environmental parameter analysis is needed. The findings can support mangrove restoration policies that integrate vegetation recovery with sustainable community-based aquaculture and promote blue economy development.
Peningkatan Literasi dan Minat Studi Kelautan Siswa SMA melalui Edukasi Penyelaman Scuba Redho Yoga Nugroho; Riris Aryawati; Muhammad Hendri; Tengku Zia Ulqodry; Wike Ayu Eka Putri; Rozirwan Rozirwan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1106

Abstract

Rendahnya minat siswa SMA untuk melanjutkan studi di bidang Ilmu Kelautan menjadi tantangan di tengah besarnya potensi sumber daya laut Sumatera Selatan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi akurat mengenai prospek karir dan minimnya pemahaman mengenai teknik eksplorasi bawah air seperti penyelaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan minat siswa SMA di Kecamatan Tanjung Batu melalui edukasi dunia selam. Metode pelaksanaan meliputi visitasi, sosialisasi teori, peragaan alat selam, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan terhadap fungsi peralatan selam dan peran pentingnya dalam riset kelautan. Antusiasme tinggi peserta terlihat saat praktik penggunaan alat, yang berimplikasi pada meningkatnya minat mereka terhadap Jurusan Ilmu Kelautan. 
Toksisitas Ekstrak Daun mangrove Rhizophora stylosa dari Pulau Maspari Sumatera Selatan Muhtadi Muhtadi; Tengku Zia Ulqodry; Rozirwan Rozirwan; Sarno Sarno; Riris Aryawati
Journal of Tropical Marine Science Vol 8 No 1 (2025): Journal of Tropical Marine Science (on going)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v8i1.5679

Abstract

The leaves of R. stylosa are a potential source of bioactive compounds for health and pharmacology. The composition of bioactive compounds in the leaves can be influenced by the ecological conditions and geographical location of this small island. This study aims to evaluate the toxicity and composition of bioactive compounds that are toxic in mangrove leaf extracts of R. stylosa from Maspari Island in coastal South Sumatra. A total of 1 kg of R. stylosa leaf samples were taken from Maspari Island then washed thoroughly to remove dirt, cut into small pieces, and dried in the sun using the indirect sunlight method covered with black cloth. The dried leaf samples were then pulverized into powder, and as much as 100 grams of fine powder was macerated with 96% ethanol solvent in a ratio of 1:10 (b/v). The maceration process was carried out for 1 x 24 hours, then the maceration solution was filtered and evaporated using a rotary evaporator at 60°C to become a concentrated extract. Toxicity tests were carried out using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method, while the identification of toxic bioactive compounds was carried out through phytochemical tests, total phenol tests, and GC-MS analysis. The test results showed that the LC50 value of R. stylosa leaf extract was 393 mg/mL (moderately toxic). The total phenol content was 442.82 (gGA/g), and the bioactive compounds identified included alkaloids, flavonoids, saponins, terpenoids, and acids such as Hexadecanoic acid, methyl ester, and trans-13-Octadecenoic acid, methyl ester.
Community Structure of Benthic Diatoms in the Mangrove Area of Sungsang IV Village, Banyuasin Regency, South Sumatra Nola Fiqrya Arsyana; Riris Aryawati; Tengku Zia Ulqodry; Hartoni; Ana Ida Sunaryo Purwiyanto
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.7624

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peranan penting sebagai habitat mikroorganisme diatom bentik yang menjadi indikator kondisi perairan yang juga berperan sebagai produsen primer  dan sangat menentukan ketersediaan energi bagi organisme trofik lebih tinggi. Kajian mengenai diatom bentik pada kawasan mangrove di zonasi vegetasi Rhizophora apiculata dan Nypa fruticans yang berada di perbatasan dua sistem perairan dengan tekanan antropogenik yang tinggi seperti di kawasan Desa Sungsang IV hingga saat ini belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas (komposisi, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi) diatom bentik pada bulan September 2025 di kawasan mangrove alami Desa Sungsang IV, Banyuasin. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei lapangan menggunakan petakan kuadran pada dua stasiun pengamatan.pengukuran parameter fisika-kimia menunjukkan suhu pada air 31,00 °C dan sedimen 32,00 °C, pH di air 7,00 dan sedimen 5,00, salinitas air 17,00 ‰, oksigen terlarut (Disolved Oxygen/DO) 3,70-2,60 mg/L, nitrat 0,04 mg/L dan fosfat 0,70-0,79 mg/L. Kelimpahan diatom bentik mencapai sebesar 20,53×106 sel/cm³) pada stasiun  Rhizophora apiculata dan kelimpahan sebesar 5,73×106 sel/cm³) pada stasiun Nypa. Rata-rata total kelimpahan pada kawasan ini 13,13×106 sel/cm³) . Komunitas diatom bentik pada kedua stasiun didominasi oleh diatom pennate dari ordo Naviculales dan ordo Rhopalodiales. Struktur komunitas pada kedua stasiun menunjukkan indeks keaneragaman dan keseragaman sedang dengan indeks dominansi rendah.
Distribusi Zooplankton Berdasarkan Hambur Balik Acoustic Doppler Current Profiler di Estuari Sungai Musi Heron Surbakti; Riris Aryawati; Isnaini Isnaini; Zwuora Aeesah Oyono; Tengku Zia Ulqodry; I Wayan Nurjaya; Muhammad Ishak Jumarang
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 3 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i3.33467

Abstract

Penelitian ini mengkaji distribusi vertikal dan temporal zooplankton di estuari tropis dangkal menggunakan intensitas gema Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) 492 kHz yang dikonversi menjadi Mean Volume Backscattering Strength (MVBS), divalidasi dengan data zooplankton in situ. ADCP dipasang di dasar perairan selama 17 jam (03:00–20:09 WIB) pada 15 Oktober 2025 di Estuari Sungai Musi, dilengkapi profil CTD per jam dan sampel jaring zooplankton pada tiga lapisan kedalaman. Sebanyak 21 taksa dari 5 filum dan 8 kelas teridentifikasi, dengan Copepoda dominan (56–78%). MVBS berkisar −211 hingga −3 dB (median −153 dB); 332 titik data pada rentang −100 hingga −60 dB diinterpretasikan sebagai hamburan biologis. Lapisan hamburan persisten terdeteksi pada kedalaman 6,5–9 m dengan puncak di 9 m (MVBS ≈ −76 dB) dan intensifikasi pada sore hari, bertepatan dengan kenaikan kelimpahan (2.500–4.000 ind m⁻³) dan keanekaragaman sedang (H' = 1,32–1,74) pukul 18:00–20:00. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif moderate antara MVBS dan log₁₀ kelimpahan (ρ ≈ 0,57; p < 0,05), bergantung pada lapisan kedalaman. Temuan ini menegaskan hambur balik ADCP terkoreksi hidrografi efektif sebagai proksi distribusi vertikal dan dinamika sub-harian zooplankton, meski sebagai estimator kuantitatif kelimpahan masih dibatasi komposisi komunitas, kedalaman kolom air, dan noise latar estuari.
Co-Authors ., Prianto A. Djawanas Afan Absori Afan Absori Ana Ida Sunaryo Purwiyanto Andi Agussalim, Andi Andreas Eko Aprianto Ania Citraresmin Ania Citraresmin Apri Suganda Apriyanto, Apriyanto Arsyei, Laksamana Fachryzal Balqis, Finanda Rahil Barus, Beta Susanto Berliana Iksy Della Che Abd Rahim Mohamed De Karo, Fransiskus Dietriech Geoffrey Bengen Fadel, Ahmad Al Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fitri Agustriani G. Diansyah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Hartoni Hermialingga, Septi Heron Surbakti Heron Surbakti Herry Purnomo I Wayan Nurjaya Inda Azhara Indica, Mangifera Isnaini Isnaini . Isnaini Isnaini Lestari, Ning Intan Lidya Grace M. Rasyid M. Yogi Riyantama Isjoni Mardasin, Wahyudi Mawarda . Meiriyani, Fitri Melki Melki Melki Melki Mohamed, Che Abd Rahim Muhammad Didi Tantria Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhammad Ishak Jumarang Muhammad Syahdan Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Mulyadi Mulyadi Nadila Nur Khotimah Netty Kurniawaty Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nola Fiqrya Arsyana Novitasari, Tri Ayu Okarda, Beni Puspa Ayu Pitayati Puspa Deka Sari Raihan, Muhammad Ramadoni, Ramadoni Redho Yoga Nugroho Renaldi . Rezi Apri Richardus F Kaswadji Rinto Rinto Riris Aryawati Riris Aryawaty Rozirwan . Rujito Agus Suwignyo Sabri Sudirman Santoso Santoso Sarno . Sarno Sarno Sarno Sarno Septi Hermialingga Siddik, Judistira Siswahyudianto Susanti, Ester Mei Syamsiar, Syamsiar Wike Ayu Eka Putri Winarta, Yoga Yulisman Yulisman Zulkifli Dahlan Zwuora Aeesah Oyono