Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perbandingan Kompres Hangat dan Kompres Dingin terhadap Respon Nyeri Imunisasi Pentabio di Wilayah Puskesmas Pekauman Banjarmasin Agustin Criselly Leluni; Novalia Widiya Ningrum; Hairiana Kusvitasari
Al-Hayat: Natural Sciences, Health & Environment Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Al-Hayat: Natural Sciences, Health & Environment Journal 
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alhayat.v2i1.1752

Abstract

Immunization is an effort to provide immunity to babies and children by maintaining vaccines in the body to produce antibodies to prevent certain diseases. Providing complete basic immunization aims to obtain initial active immunity including, among others, BCG (Bacillus Calmette-Guerin), Diphtheria, Pertussis, Tetanus, Hemophilus Influenza type B (Hib), Hepatitis B, Polio and Measles. Pain is defined as an uncomfortable sensation and emotional experience associated with actual or potential tissue damage, thus the importance of evidence-based immunization used to reduce pain. Pain management with compresses can be done before immunization at the injection area is considered to be able to reduce pain in babies. Warm compresses can cause a heat effect which will be absorbed into body tissue and can reduce pain. Cold compresses can make the skin reduce its pain response due to the release of endorphins which can block the transmission of nerve fibers. The aim of this research is to determine the comparison of the use of warm compresses and cold compresses on the pain response to pentabio immunization in the Pekauman Community Health Center area. The method used is Pre-Experimental Design with sampling using Nonprobability Sampling. The results of the Mann-Whitney test showed that there was a significant difference in the influence of the two groups on pain levels by looking at the mean value for warm compresses of 17.00.
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Pemanfaataan Teknologi dengan Pemberian Edukasi Hipertensi dalam Meningkatkan Kesadaran dan Pencegahan Masyarakat Di Kelurahan Alalak Utara Saftia Aryzki; Rina Saputri; Hairiana Kusvitasari; Jelita Annisa Putri; Nurul Zafirah; Monica Wikklin; Jesika Natalia; Emelia Haryanti Putri; Belva Handira
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 5 No 02 (2025): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/rgy3ee90

Abstract

Hypertension is a disease that is widely suffered by the community. Increasing public awareness of the importance of preventing hypertension is very necessary, especially at the community level. One way to increase awareness and prevention and control of the health of hypertension sufferers is to maximize the role of health cadres such as Posyandu cadres. Posyandu cadres have an important role as health educators in the village. Posyandu cadres must have sufficient knowledge and skills to be able to provide good and correct information according to their abilities. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of posyandu cadres regarding hypertension through educational media in the form of booklets, leaflets, digital-based posyandu health tools and health literacy books so that effective communication skills are created in providing education about hypertension. The method used in this community service is providing health education through counseling, mentoring and training of cadres, training in checking blood pressure, implementing pretests and posttests, and group discussions. The results of this activity are an increase in knowledge from posyandu cadres about hypertension. This can be seen from the results of the pre-test and post-test which showed an increase in knowledge of 8 cadres (80%) with an average pre-test and post-test score of 69 and 79. The increase in public knowledge and awareness of hypertension after receiving health education through technology has proven effective in strengthening the role of cadres in providing health services to the community, especially hypertension.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Makan pada Anak Usia Prasekolah dengan Perkembangan Motorik Kasar di Tk Tunas Harapan 1 Berangas Barat Mimi Mimi; Dwi Salmarini; Noval Noval; Hairiana Kusvitasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6181

Abstract

Usia prasekolah merupakan periode krusial pertumbuhan fisik, psikomotorik, mental, dan sosial yang pesat, di mana pengetahuan ibu tentang pola makan berperan penting dalam perkembangan motorik kasar melalui asupan gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang pola makan anak prasekolah dengan perkembangan motorik kasar di TK Tunas Harapan 1 Berangas Barat. Jenis penelitian observasional analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi meliputi seluruh ibu dan anak prasekolah di TK tersebut, sampel 30 responden purposive (ibu anak usia 4-6 tahun hadir rutin, eksklusi penyakit kronis). Instrumen kuesioner pengetahuan ibu (baik/kurang) dan KPSP untuk skrining motorik kasar, dianalisis uji chi-square (α=0,05) menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan 36,7% ibu pengetahuan baik (semua anak normal) dan 63,3% kurang (66,7% anak suspek), dengan hubungan signifikan (p=0,004). Kesimpulan menyatakan pengetahuan gizi ibu yang lebih baik menghasilkan perkembangan motorik superior, sehingga direkomendasikan program edukasi berbasis komunitas.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat terhadap Suhu Tubuh Pasca Imunisasi Pentabio di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Marsha Dwi Juliana; Hairiana Kusvitasari; Nita Hestiyana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.10929

Abstract

DPT-HB-Hib immunization is part of the basic immunization program for infants aged 2–4 months and may cause post-immunization adverse events, particularly mild fever. Appropriate management of post-immunization fever is necessary to maintain infant comfort, including non-pharmacological approaches such as warm compresses. This study aimed to analyze the effect of warm compress application on changes in body temperature among infants after pentabio immunization in the working area of Beruntung Raya Community Health Center. This quantitative study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 10 infants aged 2–4 months selected using purposive sampling. Body temperature was measured before and after the warm compress intervention using a digital axillary thermometer and analyzed using a paired samples t-test with a significance level of 0.05. The results demonstrated a decrease in the mean body temperature of infants following the warm compress intervention, with statistical analysis indicating a significant difference between pre- and post-intervention body temperatures (p < 0.05). In conclusion, warm compress application has a significant effect on reducing body temperature in infants after pentabio immunization and may be considered an effective non-pharmacological intervention for managing mild post-immunization fever.
Identifikasi Karakteristik Wanita Usia Subur Yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test Di Puskesmas Pekauman Fetrina Jesinta; Hairiana Kusvitasari; Dede Mahdiyah; Laurensia Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.598

Abstract

Latar Belakang: Penapisan terhadap kejadian kanker serviks salah satu yaitu salah satu Adalah dengan alat skrining metode inspeksi visual asetat (IVA), pemeriksaan IVA merupakan test yang sederhana, efektif, tidak mahal dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi, hasil pemeriksaan IVA dengan hasil positif belum tentu menunjukan adanya lesi prakanker. Sepanjang tahun 2024-2025 di Puskesmas Pekauman mencatat 40 WUS yang telah Melakukan Pemeriksaan IVA Test. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Karakteristik Wanita Usia Subur yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test yang meliputi Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah. Populasi: Populasi yang digunakan adalah seluruh WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test pada Tahun 2024-2025 yang berjumlah 40 dan pengambilan sampel adalah menggunakan simple random sampling sehingga didapat 29 sampel. Metode: Peneliti mengambil dari data sekunder berupa rekam medik. Hasil: Dari hasil penelitian distribusi frekuensi tiap karakteristik WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test dengan Paritas terbanyak adalah Multipara yaitu 18 (62.1%) responden, Jenis Penggunaan Alat KB terbanyak yaitu Suntik sebanyak 16 (55.2%) responden, Usia Menarche terbanyak yaitu ≥ 12 Tahun sebanyak 23 (79.3%) dan Usia Pertama Kali Menikah terbanyak yaitu pada usia 20-35 Tahun sebanyak 25 (86.2%) responden. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test memiliki karakteristik yaitu Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah.
Identifikasi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Pekauman Umi Syifa; Fitri Yuliana; Hairiana Kusvitasari; Desilestia Dwi Salmarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.712

Abstract

Masalah balita pendek atau Stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis. Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) pada tahun 2022 Stunting di Indonesia dengan prevalensi 29%. Dampak diakibatkan stunting akan terhambat perkembangan kognitif dan motorik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor dari Ibu atau faktor dari balita. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kejadian Stunting pada balita usia 2-5 Tahun di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Deskriptif. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling. Sampel pada penelitian ini Balita usia 2-5 tahun di Wilayah Puskesmas Pekauman dengan jumlah sampel 20 sampel. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan analisis univariat. Hasil penelitian ini menyatakan Kejadian stunting balita usia 2-5 tahun kategori pendek sebanyak 18 responden (90%), Usia ibu kategori Tidak Berisiko, yaitu usia 20-35 tahun sebanyak 15 responden (75%), kategori pendidikan Menengah (SMP-SMA) dan Pendidikan Atas (D3-S1) sebanyak 8 responden (40%), Paritas Ibu multipara 11 responden (55%), Riwayat tidak memberikan ASI Eksklusif 18 responden (90%), kategori BBLR < 2500 gram 17 responden (85%), kategori tidak memberikan Imunisasi 11 responden (55%). Kejadian Stunting pada balita usia 2-5 Tahun diwilayah kerja Puskesmas Pekauman paling tinggi dengan kategori Pendek sebanyak 18 responden (90%). Penelitian selanjutnya dapat diharapkan agar penelitian mengenai mencari hubungan dan faktor faktor stunting