Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Pemanfaataan Teknologi dengan Pemberian Edukasi Hipertensi dalam Meningkatkan Kesadaran dan Pencegahan Masyarakat Di Kelurahan Alalak Utara Saftia Aryzki; Rina Saputri; Hairiana Kusvitasari; Jelita Annisa Putri; Nurul Zafirah; Monica Wikklin; Jesika Natalia; Emelia Haryanti Putri; Belva Handira
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 5 No 02 (2025): Jurnal Bakti Untuk Negeri
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/rgy3ee90

Abstract

Hypertension is a disease that is widely suffered by the community. Increasing public awareness of the importance of preventing hypertension is very necessary, especially at the community level. One way to increase awareness and prevention and control of the health of hypertension sufferers is to maximize the role of health cadres such as Posyandu cadres. Posyandu cadres have an important role as health educators in the village. Posyandu cadres must have sufficient knowledge and skills to be able to provide good and correct information according to their abilities. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of posyandu cadres regarding hypertension through educational media in the form of booklets, leaflets, digital-based posyandu health tools and health literacy books so that effective communication skills are created in providing education about hypertension. The method used in this community service is providing health education through counseling, mentoring and training of cadres, training in checking blood pressure, implementing pretests and posttests, and group discussions. The results of this activity are an increase in knowledge from posyandu cadres about hypertension. This can be seen from the results of the pre-test and post-test which showed an increase in knowledge of 8 cadres (80%) with an average pre-test and post-test score of 69 and 79. The increase in public knowledge and awareness of hypertension after receiving health education through technology has proven effective in strengthening the role of cadres in providing health services to the community, especially hypertension.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Makan pada Anak Usia Prasekolah dengan Perkembangan Motorik Kasar di Tk Tunas Harapan 1 Berangas Barat Mimi Mimi; Dwi Salmarini; Noval Noval; Hairiana Kusvitasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6181

Abstract

Usia prasekolah merupakan periode krusial pertumbuhan fisik, psikomotorik, mental, dan sosial yang pesat, di mana pengetahuan ibu tentang pola makan berperan penting dalam perkembangan motorik kasar melalui asupan gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang pola makan anak prasekolah dengan perkembangan motorik kasar di TK Tunas Harapan 1 Berangas Barat. Jenis penelitian observasional analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi meliputi seluruh ibu dan anak prasekolah di TK tersebut, sampel 30 responden purposive (ibu anak usia 4-6 tahun hadir rutin, eksklusi penyakit kronis). Instrumen kuesioner pengetahuan ibu (baik/kurang) dan KPSP untuk skrining motorik kasar, dianalisis uji chi-square (α=0,05) menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan 36,7% ibu pengetahuan baik (semua anak normal) dan 63,3% kurang (66,7% anak suspek), dengan hubungan signifikan (p=0,004). Kesimpulan menyatakan pengetahuan gizi ibu yang lebih baik menghasilkan perkembangan motorik superior, sehingga direkomendasikan program edukasi berbasis komunitas.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat terhadap Suhu Tubuh Pasca Imunisasi Pentabio di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Marsha Dwi Juliana; Hairiana Kusvitasari; Nita Hestiyana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.10929

Abstract

DPT-HB-Hib immunization is part of the basic immunization program for infants aged 2–4 months and may cause post-immunization adverse events, particularly mild fever. Appropriate management of post-immunization fever is necessary to maintain infant comfort, including non-pharmacological approaches such as warm compresses. This study aimed to analyze the effect of warm compress application on changes in body temperature among infants after pentabio immunization in the working area of Beruntung Raya Community Health Center. This quantitative study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 10 infants aged 2–4 months selected using purposive sampling. Body temperature was measured before and after the warm compress intervention using a digital axillary thermometer and analyzed using a paired samples t-test with a significance level of 0.05. The results demonstrated a decrease in the mean body temperature of infants following the warm compress intervention, with statistical analysis indicating a significant difference between pre- and post-intervention body temperatures (p < 0.05). In conclusion, warm compress application has a significant effect on reducing body temperature in infants after pentabio immunization and may be considered an effective non-pharmacological intervention for managing mild post-immunization fever.
Identifikasi Karakteristik Wanita Usia Subur Yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test Di Puskesmas Pekauman Fetrina Jesinta; Hairiana Kusvitasari; Dede Mahdiyah; Laurensia Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.598

Abstract

Latar Belakang: Penapisan terhadap kejadian kanker serviks salah satu yaitu salah satu Adalah dengan alat skrining metode inspeksi visual asetat (IVA), pemeriksaan IVA merupakan test yang sederhana, efektif, tidak mahal dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi, hasil pemeriksaan IVA dengan hasil positif belum tentu menunjukan adanya lesi prakanker. Sepanjang tahun 2024-2025 di Puskesmas Pekauman mencatat 40 WUS yang telah Melakukan Pemeriksaan IVA Test. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Karakteristik Wanita Usia Subur yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test yang meliputi Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah. Populasi: Populasi yang digunakan adalah seluruh WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test pada Tahun 2024-2025 yang berjumlah 40 dan pengambilan sampel adalah menggunakan simple random sampling sehingga didapat 29 sampel. Metode: Peneliti mengambil dari data sekunder berupa rekam medik. Hasil: Dari hasil penelitian distribusi frekuensi tiap karakteristik WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test dengan Paritas terbanyak adalah Multipara yaitu 18 (62.1%) responden, Jenis Penggunaan Alat KB terbanyak yaitu Suntik sebanyak 16 (55.2%) responden, Usia Menarche terbanyak yaitu ≥ 12 Tahun sebanyak 23 (79.3%) dan Usia Pertama Kali Menikah terbanyak yaitu pada usia 20-35 Tahun sebanyak 25 (86.2%) responden. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test memiliki karakteristik yaitu Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah.
Identifikasi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Pekauman Umi Syifa; Fitri Yuliana; Hairiana Kusvitasari; Desilestia Dwi Salmarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.712

Abstract

Masalah balita pendek atau Stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis. Berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) pada tahun 2022 Stunting di Indonesia dengan prevalensi 29%. Dampak diakibatkan stunting akan terhambat perkembangan kognitif dan motorik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor dari Ibu atau faktor dari balita. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kejadian Stunting pada balita usia 2-5 Tahun di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Deskriptif. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling. Sampel pada penelitian ini Balita usia 2-5 tahun di Wilayah Puskesmas Pekauman dengan jumlah sampel 20 sampel. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan analisis univariat. Hasil penelitian ini menyatakan Kejadian stunting balita usia 2-5 tahun kategori pendek sebanyak 18 responden (90%), Usia ibu kategori Tidak Berisiko, yaitu usia 20-35 tahun sebanyak 15 responden (75%), kategori pendidikan Menengah (SMP-SMA) dan Pendidikan Atas (D3-S1) sebanyak 8 responden (40%), Paritas Ibu multipara 11 responden (55%), Riwayat tidak memberikan ASI Eksklusif 18 responden (90%), kategori BBLR < 2500 gram 17 responden (85%), kategori tidak memberikan Imunisasi 11 responden (55%). Kejadian Stunting pada balita usia 2-5 Tahun diwilayah kerja Puskesmas Pekauman paling tinggi dengan kategori Pendek sebanyak 18 responden (90%). Penelitian selanjutnya dapat diharapkan agar penelitian mengenai mencari hubungan dan faktor faktor stunting
HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Istiqomah Istiqomah; Hairiana Kusvitasari; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
Pengaruh Senam Nifas Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang Syafari Yunita; Adriana Palimbo; Hairiana Kusvitasari; Dwi Sogi Sri Redjeki
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i2.527

Abstract

Latar Belakang: Banyak perubahan pada masa nifas yang terjadi pada ibu baik dari segi fisik maupun psikologis. Perubahan psikologis yang dialami seorang ibu nifas salah satunya adalah kecemasan. Sekitar 50-70% wanita pasca persalinan di seluruh Indonesia pada tahun 2019 mengalami stres psikologi postpartum. Upaya untuk mengatasi kecemasan pada Ibu nifas salah satunya adalah dengan berolahraga seperti senam nifas. Tujuan: Menganalisis pengaruh senam nifas terhadap tingkat kecemasan ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari menggunakan metode Pre-Post Experimental Design dengan rancangan one groups pretest posttest without control group. Populasi penelitian ini yaitu seluruh wanita nifas di bulan Februari 2024 sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Uji analisis Wilcoxon. Hasil: Hasil uji analisis wilcoxon didapatkan p value 0,001 (<0,05). Simpulan: Ada pengaruh senam nifas terhadap tingkat kecemasan ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang sehingga diharapkan bidan mampu memotivasi ibu untuk melakukan senam nifas untuk mengurangi tingkat kecemasan paska melahirkan.
Efektifitas Metode Demonstrasi Perawatan BBLR Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Di Posyandu Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Manggis Suratmi; Hairiana Kusvitasari; Karmilawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1247

Abstract

Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram yang berisiko mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi jangka panjang. Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR dapat memengaruhi kualitas perawatan bayi di rumah. Tujuan: Mengetahui efektivitas metode demonstrasi perawatan BBLR terhadap tingkat pengetahuan ibu di Posyandu Kuranji wilayah kerja Puskesmas Guntung Manggis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 10 ibu balita yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi demonstrasi perawatan BBLR yang meliputi kangaroo care, stimulasi oral, dan pijat bayi. Analisis data menggunakan uji t paired sample. Hasil: Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan ibu pada kategori baik sebesar 10%, kategori cukup 30%, dan kategori kurang 60%. Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik 80%, kategori cukup 20%, dan kategori kurang 0%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi. (2-tailed) = 0,000 (<0,05), yang berarti metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR. Simpulan: Metode demonstrasi perawatan BBLR efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan dapat digunakan sebagai strategi edukasi untuk mendukung perawatan optimal bayi BBLR.
Hubungan Kek dan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Margasari Kabupaten Tapin Reni Puspita Ratu; Istiqomah Istiqomah; Putri Vidiasari Darsono; Hairiana Kusvitasari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i4.5267

Abstract

Stunting is a growth and developmental disorder among children under five caused by chronic malnutrition, resulting in height being below the standard for their age. This condition may begin as early as the prenatal period, even before pregnancy occurs. Based on data from the Margasari Health Center (EPPGBM), the prevalence of stunting increased consecutively from 5.8% in 2021 to 11.1% in 2022, and 16.2% in 2023. This study aimed to analyze the correlation between Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia in pregnant women and the incidence of stunting among toddlers in the Margasari Health Center working area, Tapin Regency. The study employed a quantitative method with an analytical retrospective design. The population consisted of pregnant women who had children aged 24–59 months, totaling 80 respondents selected through total sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between CED in pregnant women and stunting incidence (p-value K1 = 0.043 and K4 = 0.033). Similarly, anemia in pregnant women was significantly associated with stunting (p-value K1 = 0.025 and K4 = 0.043). In conclusion, CED and anemia during pregnancy are important contributing factors to stunting in the working area of Margasari Health Center, Tapin Regency.
Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Terapi Aktif Nutrisi Gizi (PANTANG ANEMIA) Annisa Kharimah; Karmilawati Karmilawati; Hairiana Kusvitasari
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1031

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan permasalahan utama di Kelurahan Guntung Manggis, wilayah kerja Puskesmas Guntung Manggis, dengan cakupan kunjungan antenatal lengkap dan pemeriksaan Hb trimester III yang belum optimal. Kegiatan "PANTANG ANEMIA" dilaksanakan di Posyandu Kuranji Banjarbaru pada 18 Februari 2026, melibatkan ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, kader posyandu, dan bidan. Edukasi diberikan melalui pembagian leaflet dan demonstrasi pembuatan jus susu kurma, serta penjelasan mengenai nutrisi pencegah anemia, dosis tablet Fe, dan sumber zat besi lokal. Sesi tanya jawab interaktif dan pembagian jus susu kurma turut meningkatkan motivasi konsumsi rutin dan kepatuhan ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan anemia, serta target kenaikan Hb ≥1 g/dL dalam 4 minggu sebagai upaya mencegah komplikasi kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Guntung Manggis. Simpulan, edukasi dan intervensi nutrisi aktif efektif meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam pencegahan anemia.