Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Jus Pepaya (JUPAYA) Untuk Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Benao Fera Norvitasari; Anis Rakhmawati; Hairiana Kusvitasari
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1033

Abstract

Masa kehamilan merupakan periode krusial yang membutuhkan pemenuhan nutrisi yang optimal, terutama bagi ibu hamil dengan anemia. Salah satu tantangan yang sering dialami adalah konstipasi gestasional serta kurangnya asupan vitamin A dan C, padahal kedua mikronutrien tersebut penting untuk mendukung sistem imun serta kesehatan ibu dan janin. Pepaya matang (Carica papaya L.) kaya akan serat, beta-karoten, dan vitamin C, sehingga potensial dijadikan alternatif nutrisi lokal. Namun, mitos mengenai risiko konsumsi pepaya bagi ibu hamil masih menghambat pemanfaatannya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi gizi pada ibu hamil melalui edukasi tentang pemanfaatan jus pepaya matang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan media poster edukatif kepada 5 ibu hamil anemia, 5 kader posyandu, dan 3 perangkat desa pada 8 Februari 2026 di Desa Benao Hulu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku peserta terkait keamanan serta manfaat konsumsi pepaya matang. Simpulan: Edukasi berbasis bukti efektif meluruskan persepsi keliru masyarakat, sehingga pemanfaatan pepaya sebagai sumber nutrisi dapat dioptimalkan untuk mendukung kesehatan ibu hamil di wilayah pedesaan.
HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Istiqomah Istiqomah; Hairiana Kusvitasari; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
Hubungan Anemia dan KEK pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Landasan Ulin Timur Tahun 2023 Annisa Kharimah; Hairiana Kusvitasari; Novita Dewi Iswandari
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi PSDKU D III Kebidanan Kampus Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol12.iss2.488

Abstract

Background: Based on Indonesian health profile data, the cause of neonatal deaths is low birth weight (LBW) babies, namely 7150 (35.3%) cases. Factors that influence the incidence of LBW are malnutrition status during pregnancy from chronic energy deficiency (CED) and maternal anemia. The Landasan Ulin Timur Community Health Center in 2022 will be the 2nd highest in anemia at 30.1% and KEK for pregnant women at 15.30% and the incidence of LBW is high. Objective: To analysis the relationship between anemia and CED in pregnant women with the incidence of low birth weight (LBW) babies at the Landasan Ulin Timur Health Center in 2023. Method: Research design with Retrospective Case Control Study. The population is all newborn babies in 2023, there are 348 babies with a total sampling technique for the case group, there are 26 LBW babies and the control group is simple random sampling, there are 26 babies. Test analysis with univariate and bivariate chi-square. Results: There was a history of anemia among 52 pregnant women in 12 mothers (23.1%) and CED in 11 mothers (21.2%). The relationship between anemia and LBW was found to be a p-value of 0.021 (p<0.05) and an Odd Ratio (OR) of 7.500, the relationship between KEK and LBW was found to be a p-value of 0.042 (p<0.05) and OR 6.353. Conclusion: There is a relationship between anemia and a 7 times higher risk of experiencing LBW, while there is a relationship with CED with a 6 times higher risk of experiencing LBW. It is hoped that health workers can pay attention to the causes of LBW and can take early prevention.
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong Novalia Widiya Ningrum; Hairiana Kusvitasari; Khairatun Nisa; Noor Arimby; Salwa Auliya Shafa Marwa
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27128

Abstract

Prevalensi stunting dalam lima tahun terakhir menunjukkan masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Teluk Selong merupakan desa yang memiliki angka kejadian stunting tertinggi di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.Mayoritas penduduk Desa Telok Selong adalah bertani dan mmancing ikan. Ikan haruan merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di Desa Teluk Selong. Permasalahan yang terjadi di Desa Teluk Selong adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemanfaatan limbah ikan dan sebagai penyuluh kesehatan kepada masyarakat yang dapat menunjang nutrisi pada anak stunting serta belum adanya pelatihan kepada mitra tentang proses pemanfaatan limbah perikanan terutama pada tulang ikan haruan. Upaya yang dilakukan adalah melakukan Program Pengabdian Kepada Masyarakat” terkait “Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong dilaksanakan selama 8 bulan dengan sasaran 11 kader. Pelaksanaan program pendampingan kader kesehatan berinovasi dengan membuat cookies berbahan tulang ikan haruan. Pengolahan hasil ikan haruan ini diharapkan menjadi contoh upaya dalam penanganan permasalahn stunting di Provinsi Kalimantan Selatan. 
Pembuatan Jus Buah Naga Untuk Mencegah Anemia (JUBUGA) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Benao Lidya; Anis Rakhmawati; Hairiana Kusvitasari
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1773

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak pada kondisi ibu dan janin, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi dan pemanfaatan pangan lokal bergizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam pencegahan anemia melalui pembuatan JUBUGA (Jus Buah Naga) di wilayah kerja Puskesmas Benao. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Desa Benao Hulu dengan sasaran ibu hamil, bidan, dan kader posyandu. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan bidan desa, penyampaian materi melalui ceramah, pembagian leaflet, diskusi interaktif, serta demonstrasi pembuatan jus buah naga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif mengikuti edukasi, berdiskusi, dan memahami pentingnya pencegahan anemia melalui konsumsi tablet tambah darah, pemilihan makanan bergizi, serta pemanfaatan buah naga sebagai pangan pendamping. Demonstrasi JUBUGA juga memberikan keterampilan praktis yang mudah diterapkan di rumah. Kegiatan ini dapat menjadi strategi edukasi sederhana dan aplikatif dalam mendukung upaya promotif dan preventif pencegahan anemia pada ibu hamil.
ASI Eksklusif sebagai Faktor Dominan Kejadian Diare pada Bayi dan Balita Janatin Aliah; Fitri Yuliana; Dwi Rahmawati; Hairiana Kusvitasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1460

Abstract

Penyakit diare masih termasuk dalam kelompok penyebab utama kematian dan rasa sakit pada anak-anak balita. Berbagai faktor diduga berkontribusi terhadap terjadinya diare termasuk tingkat pengetahuan ibu, sikap ibu, serta bayi yang memperoleh ASI secara eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kejadian diare pada bayi dan balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 40 orang dijadikan responden melalui teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan regresi logistik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (45%), sikap positif (55%), namun praktik pemberian ASI eksklusif belum optimal (52,5%). Sebagian besar anak-anak kecil, seperti bayi dan balita, tidak mengalami diare, yaitu sekitar 55%. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tidak memengaruhi terjadinya diare, tetapi praktik pemberian ASI secara eksklusif terbukti mempengaruhi kejadian diare. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa menyusui secara eksklusif berpengaruh terhadap kejadian diare pada bayi dan anak balita, sehingga upaya pencegahan diare perlu difokuskan pada peningkatan menyusui secara eksklusif.
Pengaruh Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) Pentabio Reni Pebriani; Lisda Handayani; Hairiana Kusvitasari
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v3i3.2582

Abstract

Shallots (Allium cepa variety ascalonicum) can be used as a fever-reducing medicine in infants and toddlers with fever. Infants with fever after Pentabio immunization is about 60% and the way to reduce fever after Pentabio immunization in infants so far is by giving pharmacological therapy, namely antipyrectic syrup (paracetamol syrup). The purpose of this study was to determine the effect of onion compress on reducing body temperature in the incidence of pentabio post-immunization follow-up (KIPI). The research method is an experimental quasy method with pretest and posttest approaches. The samples used accidental sampling technique, namely 12 infants who had been given pentabio immunization in January 2023 at PMB Hj. F Kotabaru. Data collection using questionnaires analyzed in the form of frequency distribution. The results showed that most of the babies who had a fever before being given onion compresses were 12 people (92.3%), babies who did not have fever after compressing shallots as many as 10 people (83.3%). The implication of the results of the study is that compresses using red onions are an effective alternative to reduce fever in infants.