Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Cegah Anemia Pada Kehamilan (CEMILAN) dengan Penggunaan Kartu Kontrol Tablet Tambah Darah Di UPTD. Puskesmas Benao Sefti Ultah Fernika; Anis Rakhmawati; Hairiana Kusvitasari
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1032

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan memerlukan perhatian serius dari tenaga medis. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di UPTD Puskesmas Benao untuk meningkatkan pemahaman kader, ibu hamil, dan keluarga tentang pentingnya pemberian tablet tambah darah serta pengisian ceklis kontrol konsumsi tablet dalam buku KIA. Metode yang digunakan adalah presentasi dan diskusi interaktif di aula Puskesmas, melibatkan ibu hamil dengan anemia, bidan, dan kader Posyandu. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader serta ibu hamil dalam meminum tablet tambah darah dan mengisi ceklis kontrol. Simpulan, edukasi dan kolaborasi antara kader, keluarga, dan Puskesmas sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam konsumsi tablet tambah darah dan pemantauan anemia.
Edukasi Jus Pepaya (JUPAYA) Untuk Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Benao Fera Norvitasari; Anis Rakhmawati; Hairiana Kusvitasari
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1033

Abstract

Masa kehamilan merupakan periode krusial yang membutuhkan pemenuhan nutrisi yang optimal, terutama bagi ibu hamil dengan anemia. Salah satu tantangan yang sering dialami adalah konstipasi gestasional serta kurangnya asupan vitamin A dan C, padahal kedua mikronutrien tersebut penting untuk mendukung sistem imun serta kesehatan ibu dan janin. Pepaya matang (Carica papaya L.) kaya akan serat, beta-karoten, dan vitamin C, sehingga potensial dijadikan alternatif nutrisi lokal. Namun, mitos mengenai risiko konsumsi pepaya bagi ibu hamil masih menghambat pemanfaatannya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi gizi pada ibu hamil melalui edukasi tentang pemanfaatan jus pepaya matang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan media poster edukatif kepada 5 ibu hamil anemia, 5 kader posyandu, dan 3 perangkat desa pada 8 Februari 2026 di Desa Benao Hulu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku peserta terkait keamanan serta manfaat konsumsi pepaya matang. Simpulan: Edukasi berbasis bukti efektif meluruskan persepsi keliru masyarakat, sehingga pemanfaatan pepaya sebagai sumber nutrisi dapat dioptimalkan untuk mendukung kesehatan ibu hamil di wilayah pedesaan.
HUBUNGAN PRE EKLAMSI BERAT (PEB) DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT SULTAN SURIANSYAH KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Istiqomah Istiqomah; Hairiana Kusvitasari; Zulliati Zulliati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4626

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsi adalah peristiwa timbulnya hipertensi disertai dengan proteinuria akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Salah satu penyebab dari preeklamsi adalah pertumbuhan janin terhambat, janin yang mengalami kekurangan nutrisi dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka kejadian Preeklamsi Berat di rumah Sakit Sultan Suriansyah tahun 2023 sebanyak 152 orang dengan angka kejadian bayi yang dilahirkan mengalami BBLR sebanyak 57 bayi. BBLR merupakan salah satu indikator yang berperan penting dalam pemantauan status kesehatan anak sejak dilahirkan dan beresiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan: Mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan rancangan penelitian Retrospective Case Control Study .Populasi penelitian sebanyak 1.150 ibu bersalin pada tahun 2023, teknik pengambilan sampel kelompok kasus dengan cara total sampling sebanyak 152 ibu dengan preeklamsi berat dan kelompok kontrol 152 kasus ibu tidak preeklamsi berat dengan tehnik pengambilan simple random sampling.Hasil: Kejadian preeklamsi berat,seluruhnya mengalami kejadian BBLR,yaitu sebanyak 57 orang(67,85%) ibu yang tidak mengalami kejadian preeklamsi berat  namun mengalami kejadian BBLR sebanyak 27 orang (32,14%). Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (<0,05)sehingga Ho ditolak.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan(bermakna) antara preeklamsi berat dengan kejadian berat badan lahir rendah,sehingga penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit. Kata kunci: BBLR,Ibu bersalin, Preeklamsi Berat 
Hubungan Anemia dan KEK pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Landasan Ulin Timur Tahun 2023 Annisa Kharimah; Hairiana Kusvitasari; Novita Dewi Iswandari
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi PSDKU D III Kebidanan Kampus Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol12.iss2.488

Abstract

Background: Based on Indonesian health profile data, the cause of neonatal deaths is low birth weight (LBW) babies, namely 7150 (35.3%) cases. Factors that influence the incidence of LBW are malnutrition status during pregnancy from chronic energy deficiency (CED) and maternal anemia. The Landasan Ulin Timur Community Health Center in 2022 will be the 2nd highest in anemia at 30.1% and KEK for pregnant women at 15.30% and the incidence of LBW is high. Objective: To analysis the relationship between anemia and CED in pregnant women with the incidence of low birth weight (LBW) babies at the Landasan Ulin Timur Health Center in 2023. Method: Research design with Retrospective Case Control Study. The population is all newborn babies in 2023, there are 348 babies with a total sampling technique for the case group, there are 26 LBW babies and the control group is simple random sampling, there are 26 babies. Test analysis with univariate and bivariate chi-square. Results: There was a history of anemia among 52 pregnant women in 12 mothers (23.1%) and CED in 11 mothers (21.2%). The relationship between anemia and LBW was found to be a p-value of 0.021 (p<0.05) and an Odd Ratio (OR) of 7.500, the relationship between KEK and LBW was found to be a p-value of 0.042 (p<0.05) and OR 6.353. Conclusion: There is a relationship between anemia and a 7 times higher risk of experiencing LBW, while there is a relationship with CED with a 6 times higher risk of experiencing LBW. It is hoped that health workers can pay attention to the causes of LBW and can take early prevention.
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong Novalia Widiya Ningrum; Hairiana Kusvitasari; Khairatun Nisa; Noor Arimby; Salwa Auliya Shafa Marwa
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27128

Abstract

Prevalensi stunting dalam lima tahun terakhir menunjukkan masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Teluk Selong merupakan desa yang memiliki angka kejadian stunting tertinggi di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.Mayoritas penduduk Desa Telok Selong adalah bertani dan mmancing ikan. Ikan haruan merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di Desa Teluk Selong. Permasalahan yang terjadi di Desa Teluk Selong adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemanfaatan limbah ikan dan sebagai penyuluh kesehatan kepada masyarakat yang dapat menunjang nutrisi pada anak stunting serta belum adanya pelatihan kepada mitra tentang proses pemanfaatan limbah perikanan terutama pada tulang ikan haruan. Upaya yang dilakukan adalah melakukan Program Pengabdian Kepada Masyarakat” terkait “Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong dilaksanakan selama 8 bulan dengan sasaran 11 kader. Pelaksanaan program pendampingan kader kesehatan berinovasi dengan membuat cookies berbahan tulang ikan haruan. Pengolahan hasil ikan haruan ini diharapkan menjadi contoh upaya dalam penanganan permasalahn stunting di Provinsi Kalimantan Selatan.