Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Potential of Ecotourism in Bayan Village's Customary Forest, North Lombok Regency Anwar, Hairil; B, Kornelia Webliana; Valentino, Niechi; Ichsan, Andi Chairil; Prasetyo, Andrie Ridzki; Amin, Fitrah Maulidi; Azizah, Lutfiah; Jemarut, Wihelmus
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i8.11089

Abstract

Bayan Village, North Lombok District has four customary forests, namely Mandala Customary Forest, Pengempokan Customary Forest, Tiu Rarangan Customary Forest, and Bengket Bayan Customary Forest. The four customary forests have the potential to be developed with the concept of ecotourism. This study uses a qualitative descriptive method. With the determination of the location and respondents using Purposive Sampling. The study was conducted with the aim of analyzing the feasibility of developing Customary Forests into one of the ecotourism attractions using the parameters of ecotourism appeal, accessibility, conditions of the surrounding area, accommodation, facilities and infrastructure and the availability of clean water. The research parameters used the Guidelines for Analysis of Natural Tourism Attraction Operation Areas (ADO-ODTWA) stipulated by the Director General of Forest Protection and Nature Conservation (Dirjen PHKA) in 2003. The results of the study showed that the four tourist attractions in Bayan Village have the potential to be developed into ecotourism destinations, with respective index values, namely Mandala Customary Forest 86.83%, Pengempokan Customary Forest 84.03%, Bangket Bayan Customary Forest 87.69% and Tiu Rarangan Customary Forest 84%
SOSIALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) DI DESA PEMEPEK KECAMATAN PRINGGARATA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Fadli, Fadli; Heryanto, Heri; Nurrachman, Nurrachman; Fahrussiam, Fauzan; Nursan, Muhammad; Valentino, Niechi; Yusuf, M.; Asasandi, I Gusti Ngurah Aryawan; Jufri, Ahmad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39152

Abstract

Katuk (Sauropus androgynus) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara dan memiliki banyak manfaat bagi manusia maupun hewan ternak. Tanaman katuk dapat tumbuh pada wilayah dataran rendah sampai pada daerah ketinggian 1.300 m diatas permukaan laut. Tujuan dari sosialisasi ini adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Pemepek dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman katuk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pedagogik. Petani yang menjadi sasaran adalah petani yang ada di Desa Pemepek Kecamatan Peringgarata. Kegiatan Sosialisasi ini dilakukan pada bulan September 2024. Tahapan kegiatan sosialisasi ini meliputi tahapan persiapan, sosialiasi kegiatan, dan peninjauan lahan demplot tanaman katuk. Hasil sosialisasi ini menunjukkan bahwa petani atau masyarakat menyambut baik terkait pemanfaatan pekarangan rumahnya untuk budidaya tanaman katuk, karena pasar katuk tersedia dan standarnya telah ditetapkan oleh APKI.
Farmers' Perceptions of the Competence of Agricultural Instructors in Karang Sidemen Village Sahidu, Arifuddin; Hayati, Hayati; Muktasam, Muktasam; Valentino, Niechi; Hadi, Muhammad Anwar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6137

Abstract

Extension workers have a big role in the success of farming activities in an area and can indirectly have a big influence on the welfare of farmers in particular and the success of agricultural activities in general. The aim of carrying out this research is to describe the relationship between farmers' perceptions of the competency of agricultural instructors and at the same time determine the variables that influence farmers' perceptions of the competency of agricultural instructors in terms of farmer characteristics, farming business characteristics and the quality of extension. This research uses an exploratory descriptive approach with a survey method using interviews and the help of questionnaires. The sample was determined by quota sampling, namely 4 people in each agricultural farmer group consisting of the chairman and active members. Data are presented on a Likert scale, and relationship analysis uses the Rank Spearman statistical test. The results of the analysis of respondents' perceptions of instructor competence in terms of personality (2.87), andragogic (2.60), professional (2.63), and social (2.64) variables were at medium criteria (2-3). The relationship between each variable of personal characteristics, farming characteristics, and quality of extension with respondents' perceptions of PPL competency shows a real relationship with the variables of farming experience, land area, market accessibility, land ownership status, extension materials, extension methods, and extension media, where The extension method and extension material variables have the highest correlation coefficient among the others, namely (0.642) and (0.513) which are classified as a strong relationship level (0.51-0.75) at a confidence level of 0.01%.
Analisis Kinerja Pengelolaan Hutan Pada Balai KPH Toffo Pajo Soromandi Fitrianiningsih; Niechi Valentino; Andi chairil ichan
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v4i2.3577

Abstract

Hutan merupakan ekosistem penting yang didominasi oleh pepohonan dan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, berbagai permasalahan seperti alih fungsi lahan, perambahan, dan pertambangan ilegal menyebabkan kerusakan hutan, termasuk di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah membentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Toffo Pajo soromandi sebagai unit pengelola hutan di tingkat tapak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja KPH Toffo Pajo Soromandi dalam pengelolaan hutan lestari. Penelitian dilakukan pada Mei–Juni menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan indeks kinerja berdasarkan 13 kriteria yang dapat mendefinisikan aspek aspek penting yang harus di capai dalam penelitian yaitu 1. Kriteria kelembagaan pengelolaan hutan 2. Tata hutan dan rencana pengelolaan hutan 3. Pemanfaatan hutan dan penggunaaan kawasan hutan 4. Perlindungan hutan dan konservasi alam 5. Rehabilitasi dan reklamasi hutan 6. Pemberdayaan 7. Peran serta masyarkat 8. Kerjasama 9. Monitoring dan evaluasi 10. Sistem informasi kehutanan 11. Pembinaan dan pengawasan 12. Pendanaan 13. Sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kinerja keseluruhan adalah 2,14, dikategorikan sedang. Kriteria dengan skor tertinggi adalah Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (2,85), sedangkan skor terendah terdapat pada Kerjasama (1,00) selain itu dari hasil analisis data dan temuan di lapangan di temukan kriteria kelembagaan pengelolaan hutan dengan skor sebesar 2,54 menjadi salah satu kriteria yang cukup berperan penting dalam kinerja penegelolaan hutan Kategori ini dapat menunjukkan bahwa fondasi kelembagaan, seperti struktur organisasi, pembagian tugas dan tanggung  jawab, serta adanya prosedur operasional standar, kemungkinan besar sudah terbentuk dan berfungsi. Hasil ini mencerminkan bahwa meskipun terdapat beberapa aspek yang telah berjalan optimal, masih diperlukan perbaikan terutama dalam aspek kolaborasi lintas pihak, pemanfaatan potensi ekonomi hutan, serta dukungan infrastruktur dan pendanaan. Evaluasi ini penting untuk memperkuat peran KPH sebagai ujung tombak pengelolaan hutan berkelanjutan di tingkat daerah
Burned Area Mapping Using ΔBAI-Otsu from Landsat 8 Imagery in Bukit Anak Dara East Lombok Prasetyo, Andrie Ridzki; Valentino, Niechi; Silamon, Rato Firdaus; Idris, Muhamad Husni; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Pratama, Roni Putra
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10836

Abstract

Forest and land fires are recurrent in Indonesian tropical mountain savannas and threaten biodiversity, carbon stocks, and local livelihoods, yet spatially explicit burned-area information is still limited. This study aimed to evaluate the performance of the Burn Area Index (BAI) from Landsat 8 OLI–TIRS imagery for mapping the 2024 fire in Bukit Anak Dara, East Lombok. Burned and unburned pixels were classified by applying a two-class Otsu threshold to the ΔBAI histogram for the full scene extent. The resulting burned-area map was validated against high-resolution polygons obtained from visual interpretation of Sentinel-2A imagery and against fire hotspots from the SiPongi+ system. Compared with Sentinel-2A polygons, the ΔBAI–Otsu method produced a burned-area estimate of 275.49 ha versus 318.87 ha from the reference and achieved an overall accuracy of 0.97, precision of 0.94, recall of 0.81, and an F1-score of 0.87. Validation against hotspot data yielded lower performance (overall accuracy 0.87, precision 0.40, recall 0.41, F1-score 0.41), reflecting conceptual and spatial-scale differences between point-based active-fire detections and patch-based burned-area mapping. Burned pixels were concentrated on west–northwest facing slopes dominated by dry savanna, highlighting the role of topography and fuel characteristics in fire spread. Overall, the results therefore indicate that the ΔBAI–Otsu approach is a rapid, transparent, and reproducible tool for post-fire burned-area mapping in tropical mountain ecosystems and has strong potential for routine operational monitoring.
Daya Tampung Dan Daya Dukung Wisata Air Terjun Kerta Gangga Di Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Hamdani, Sahrun; Anwar, Hairil; Valentino, Niechi
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gsqdqq95

Abstract

Air Terjun Kerta Gangga merupakan salah satu wisata alam yang berada di Dusun Kerta, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Air terjun kerta gangga memiliki keunikan yaitu terdapat tiga air terjun dalam satu tempat sehingga dapat menikmatinya secara bersamaan. Selain air terjunnya yang unik, objek wisata ini juga menyuguhkan pemandangan hutan yang masih terjaga keasriannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung dan strategi pengelolaan yang tepat agar tidak terjadi kerusakan. Metode yang digunakan yaitu metode wawancara. Penentuan responden menggunakan random sampling dan purposive sampling. Analisis strategi pengelolaan menggunakan analisis SWOT dengan analisis internal dan eksternal menggunakan IE dan EFE serta Matriks IE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PCC, RCC dan ECC wisata air terjun Kerta Gangga secara berurutan yaitu 21, 20, dan 19 orang per hari. hasil PCC>RCC = 21>20 dan RCC>ECC = 20>19 yang berarti daya dukung yang dimiliki oleh wisata air terjun kerta gangga tergolong besar dan tidak melebihi daya dukung yang ada. Hasil analisis strategi pengelolaan berdasarkan matriks IE yaitu berada pada kuadran VI yang berarti strategi yang dapat diterapkan yaitu Harvest and Divest (panen atau divestasi) strategi mengalihkan atau mengubah arah dengan cara mengurangi salah satu faktor penghambat usaha.
Preliminary Study of Dominance and Ethnobotany of Medicinal Plants on the Mayung Polak Trail, Mount Rinjani National Park Valentino, Niechi; Prasetyo, Andrie Ridzki; Firdaus, Rato Silamon; Araruna, Isroqul Ihsan
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/p8tkqn21

Abstract

This research examines the ecological dominance and ethnobotanical potential of medicinal plants found along the Mayung Polak Waterfall Trail, located in the Timbanuh Resort of Mount Rinjani National Park (MRNP). By combining vegetation analysis with descriptive ethnobotany, the study investigates how plant community structure correlates with the medicinal potential of the species in the area. Vegetation data were obtained by placing 2 × 2 m plots (4 m²) at 200-meter intervals along the trail, alternating between the left and right sides. The vegetation analysis calculated density, frequency, and the Important Value Index (IVI) to evaluate the dominance of species. Ethnobotanical information was collected through direct field observations and a review of existing ethnobotanical and ethnopharmacological literature, without conducting formal interviews. The results show that the medicinal plant community is dominated by species with high IVI values, such as Chloranthus officinalis, Piper nigrum, and Elephantopus mollis. These species act as key elements in the understory and have been widely recognized for their medicinal uses in traditional practices. Their ecological dominance indicates strong adaptability to the moderate disturbances of the trail environment. The combined use of IVI analysis and ethnobotanical data underscores that species with higher ecological dominance are more likely to have significant medicinal uses, offering valuable insights for the sustainable management and conservation of medicinal plants along MRNP's tourist trails.
PERBANDINGAN MUTU BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN KULIT DURIAN DITINJAU DARI KADAR AIR, ABU, DAN ZAT TERBANG BERDASARKAN SNI 01-6235-2000 Wulandari, Febriana Tri; Valentino, Niechi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17797

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan mutu briket arang tempurung kelapa dan kulit durian berdasarkan parameter kadar air, kadar abu, dan kadar zat terbang, serta menilai kesesuaiannya dengan standar mutu SNI 01-6235-2000, P3HH, dan beberapa standar internasional. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan dua jenis bahan baku briket, masing-masing diulang tiga kali. Proses pembuatan briket meliputi karbonisasi bahan, penghancuran arang, pencampuran dengan perekat, pencetakan, dan pengeringan, sedangkan analisis mutu dilakukan melalui uji proksimat sesuai prosedur SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket tempurung kelapa (TK) memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan briket kulit durian (KD). Nilai kadar air TK sebesar 0,41% dan KD 3,64%, keduanya memenuhi standar <8%. Pada kadar abu, TK (7,10%) memenuhi SNI (<8%), sedangkan KD (12,91%) melampaui ambang batas. Perbedaan paling signifikan ditemukan pada kadar zat terbang, di mana TK memiliki nilai 10,35% yang sesuai standar (<15%), sedangkan KD mencapai 78,78% sehingga tidak memenuhi kriteria mutu. Analisis ANOVA menunjukkan pengaruh sangat nyata jenis bahan baku terhadap ketiga parameter (p < 0,05). Secara keseluruhan, briket tempurung kelapa dinyatakan layak dan memenuhi sebagian besar standar mutu, sedangkan briket kulit durian hanya memenuhi parameter kadar air dan memerlukan optimasi proses karbonisasi untuk meningkatkan kualitasnya. Hasil ini menegaskan bahwa tempurung kelapa merupakan bahan baku yang lebih ideal untuk produksi briket arang berkualitas tinggi berbasis biomassa.