Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Perjuangan Tokoh Utama Lin dalam Novel Rasa Karya Tere Liye: Kajian Sosiologi Sastra: The Struggle Values of the Main Character Lin in the Novel Rasa by Tere Liye: A Sociology of Literature Study Citra Wahyuni Aruan; Nurhayati Harahap; Emma Marsella
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2658

Abstract

Karya sastra sebagai media yang mampu menggambarkan realitas kehidupan serta menyampaikan nilai-nilai perjuangan kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai perjuangan tokoh utama Lin dalam novel Rasa karya Tere Liye dan mendeskripsikan persepsi pembaca terhadap nilai-nilai perjuangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian sosiologi sastra dan resepsi sastra. Sumber data penelitian diperoleh dari kutipan-kutipan novel serta hasil wawancara terhadap beberapa narasumber pembaca novel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik baca dan catat, serta wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama Lin memiliki beberapa nilai perjuangan, yaitu rela berkorban, persatuan, harga-menghargai, sabar dan semangat pantang menyerah serta kerja sama. Selain itu, hasil persepsi pembaca menunjukkan bahwa perjuangan tokoh Lin memberikan pengaruh positif bagi pembaca berupa motivasi hidup, semangat menghadapi masalah, dan sikap tidak mudah menyerah. Dengan demikian, novel ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran nilai kehidupan bagi pembaca.
Bentuk-Bentuk Ketidakadilan Gender terhadap Perempuan Pekerja dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala: Kajian Kritik Sastra Feminis: Forms of Gender Injustice toward Working Women in the Novel Gadis Kretek by Ratih Kumala: A Feminist Literary Criticism Study Nabila Cikal Arfriska; Nurhayati Harahap; Emma Marsella
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2699

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan pekerja dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala serta menjelaskan maknanya dalam kerangka kritik sastra feminis. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sumber data primer ialah novel Gadis Kretek, sedangkan data berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog yang menunjukkan marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban ganda berdasarkan teori ketidakadilan gender Mansour Fakih. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat, dikodekan, diklasifikasikan, lalu dianalisis secara tekstual dengan mempertimbangkan konteks naratif dan relasi sosial tokoh. Hasil penelitian menunjukkan sembilan data ketidakadilan gender: marginalisasi satu data, subordinasi dua data, stereotip empat data, kekerasan dua data, sedangkan beban ganda tidak ditemukan secara eksplisit. Temuan memperlihatkan bahwa ketidakadilan gender dalam novel tidak hanya terjadi melalui pembatasan peran perempuan dalam industri kretek, tetapi juga melalui kontrol atas tubuh, pengabaian suara perempuan, pelabelan negatif, dan kekerasan berbasis relasi kuasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Gadis Kretek menghadirkan kritik terhadap patriarki dalam ruang kerja dan sejarah sosial Indonesia. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemetaan bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan pekerja secara sistematis sehingga dapat memperkaya kajian kritik sastra feminis dan pembelajaran sastra berbasis keadilan gender.
Style of Language in the Kumpulan Puisi Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan By Joko Pinurbo (Stylistic Study) Andre Felix Nababan; Parlaungan Ritonga; Emma Marsella
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the types of figurative language and the functions of figurative language contained in the buku kumpulan puisi Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan by Joko Pinurbo through stylistic studies. This study uses a descriptive qualitative approach. The research data are 16 selected poems taken as samples from a total of 82 poems in the collection. The classification of figurative language is based on the theory of Gorys Keraf and Henry Guntur Tarigan, while the analysis of linguistic functions refers to the theory of Roman Jakobson. The results show that there are 85 data covering 20 types of figurative language. The types of figurative language found include personification, metaphor, simile, antithesis, irony, paradox, hyperbole, satire, sarcasm, metonymy, antonomasia, allusion, eroticism, parallelism, euphemism, polysindenton, epizeukis, asyndone, anaphora, and assonance. The most dominant figurative language is metaphor (13 data) and personification (10 data), which shows the poet's tendency to use figurative language to build symbolic and imaginative meanings. From the aspect of the function of language style, 67 data were found divided into six functions: poetic, emotive, referential, conative, metalinguistic, and phatic functions. The poetic function is the most dominant (20 data), confirming that the poems in this collection really emphasize the aesthetic aspect and beauty of language. Overall, the use of language style in Joko Pinurbo's works not only functions as a decoration of the text, but also as a means of conveying social criticism, philosophical reflection, and deep emotional expression
ANALISIS SEMIOTIKA RIFFATERRE DALAM PUISI SEHABIS SEMBAHYANG KARYA JOKO PINURBO Dian Aulia; Ikhwanuddin Nasution; Emma Marsella
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2250

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas pemaknaan puisi yang tidak dapat dipahami secara literal, sehingga memerlukan pendekatan semiotika untuk mengungkap makna tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna puisi Sehabis Sembahyang karya Joko Pinurbo dengan menggunakan teori semiotika Michael Riffaterre. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik, serta identifikasi matriks, model, dan varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara heuristik puisi menampilkan peristiwa yang tampak realistis, sedangkan secara hermeneutik mengandung kritik terhadap kesalehan semu yang dipenuhi kepentingan material dan mengabaikan nilai kemanusiaan. Matriks puisi berpusat pada ironi religius dan ketimpangan sosial, yang dimodelkan melalui oposisi antara tokoh “aku” dan “kau”, serta diperkuat oleh varian-varian berupa doa materialistis, penderitaan sosial, dan ironi simbolik. Kesimpulannya, puisi ini menegaskan bahwa praktik religius tanpa empati sosial menghasilkan paradoks moral. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian semiotika sastra Indonesia, khususnya penerapan teori Riffaterre pada puisi kontemporer.
Community Service Activities on Developing Instant holat Spice Products for Housewife Groups in Medan Johor and Medan Tuntungan, Medan City Wahyu Haryati Maser; Emma Marsella; Ajuan Ritonga; Mangaraja Halongonan Harahap
Journal of Saintech Transfer Vol. 9 No. 1 (2026): Publication In Press
Publisher : Talenta Publisher Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jst.v9i1.20329

Abstract

This community service aimed to assist housewife groups in Medan Johor and Medan Tuntungan, Medan City, in developing instant holat spice products. Holat, a traditional Mandailing dish, holds cultural significance but is time-intensive and difficult to prepare, as well as the raw materials are difficult to find in urban areas. The initiative sought to preserve local culinary traditions while providing an economic opportunity for the target group. Activities included training sessions on ingredient selection, production techniques, food safety, packaging, and marketing strategies. Through these efforts, participants gained skills to produce instant holat spices and market them effectively. The program successfully empowered the participants by fostering entrepreneurship and promoting traditional cuisine spices in a modern way, contributing to both cultural preservation and economic improvement.
MAKNA SIMBOLIK LIRIK LAGU DALAM ALBUM RUBIK OLEH DERE DAN KEPOPULERAN LAGUNYA DI KALANGAN MAHASISWA SASTRA INDONESIA STAMBUK 2022 USU:SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE Sopia Lorena Br Karo Lorena; Nurhayati Harahap; Emma Marsella
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Song lyrics as part of literary works in popular music do not only function as entertainment but also contain a system of signs that represent human experiences and realities. The album Rubik by Dere is interesting to study because it presents poetic lyrics with implicit meanings and has gained attention among university students. This study aims to describe the symbolic meanings in the lyrics of the Rubik album and to examine students’ perceptions of its popularity. This research employs a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative methods. The qualitative data in the form of song lyrics are analyzed using the semiotic theory of Charles Sanders Peirce through the classification of signs into icons, indexes, and symbols, with a focus on symbols. The quantitative data are collected through a Likert-scale questionnaire distributed to Indonesian Literature students of Universitas Sumatera Utara, class of 2022, and analyzed using descriptive statistics with the assistance of SPSS. The results show that symbolic meanings in the lyrics are dominated by symbols representing inner experiences, social relations, and reflections on life. In addition, students’ perceptions indicate a positive level of popularity. Therefore, the Rubik album demonstrates both rich symbolic meaning and strong appeal among students.
NILAI-NILAI PERJUANGAN DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO: PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA Neessa Azhima Dwi Ananda; Haris Sutan Lubis; Emma Marsella
Jurnal Binagogik Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v10i2.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Dalam novel ini banyak terdapat nilai-nilai perjuangan tokoh utama dalam melawan adat istiadat kawin tangkap yang terjadi di daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur. Dalam menganalisis novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam, pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kutipan paragraf, dialog, dan kalimat dari teks dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo memiliki nilai-nilai perjuangan, antara lain: 1) nilai rela berkorban, 2) nilai persatuan, 3) nilai harga menghargai, 4) nilai sabar, 5) nilai semangat pantang menyerah, dan 6) nilai kerja sama.
Hierarki Kebutuhan Tokoh Utama Dalam Novel Ancika Dia Yang Bersamaku Tahun 1995 Karya Pidi Baiq Kajian Psikologi Sastra Fahreza Rahmad Hidayat; Haris Sutan Lubis; Emma Marsella
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i1.1498

Abstract

Abstract: This study aims to analyze and describe the hierarchy of needs experienced by the main character in the novel Ancika Dia Yang Bersamaku 1995 by Pidi Baiq starting from basic needs to the highest needs (pixel experience), so that the form of fulfilling the needs of the main character can be seen. This study used descriptive qualitative method. The data in this study are in the form of words, phrases, sentences that show the hierarchy of needs for the main character in the novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 by Pidi Baiq. The source of the data is the novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 by Pidi Baiq. Data collection techniques started from reading novels and taking notes. Furthermore, the data analysis techniques in this study started from data reduction, data codification, data classification, data description, data interpretation, and data verification. The theory used is Abraham Maslow's theory of humanistic psychology. The results of the analysis of the discussion, there is a conclusion that there is a hierarchy of needs of the main character in the novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 by Pidi Baiq. Starting from physiological needs, the need for security and protection, the need for love and belonging, the need for self-esteem, and the need for self-actualization.Keywords: Novel, Hierarchy of Needs, Humanistic Abraham MaslowAbstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hierarki kebutuhan yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq mulai dari kebutuhan dasar sampai kepada kebutuhan tertinggi (pixel experience), sehingga dapat terlihatnya bentuk pemenuhan kebutuhan pada tokoh utama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frasa, kalimat yang menunjukkan hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Sumber data berupa novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Teknik pengumpulan data dimulai dari  membaca novel dan mencatat. Selanjutnya teknik analisis data dalam penelitian ini   dimulai dari reduksi data, kodifikasi data, klasifikasi data, deskripsi data, interpretasi data, dan verifikasi data. Teori yang digunakan adalah teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Hasil analisis dari pembahasan, terdapat kesimpulan bahwa adanya hierarki kebutuhan dari tokoh utama dalam novel Ancika Dia yang Bersamaku Tahun 1995 karya Pidi Baiq. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan perlindungan, kebutuhan rasa cinta dan ingin memiliki, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri.Kata Kunci: Novel, Hierarki Kebutuhan, Humanistik Abraham Maslow
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA EDUKATIF DI TK FALAH ALMUNTAZIR DUSUN III TANJUNG GUSTA SUMATERA UTARA Emma Marsella; Winny R.E. Tumanggor; Nurhayati Harahap
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2594

Abstract

Abstract: The general problems in this Community Service are first: the lack of educational teaching aids made by PAUD teachers in the classroom learning process, second: the lack of ideas for PAUD teachers in developing educational teaching aids in the classroom learning process so that teachers always use the same media in learning process in the third class: there is a lot of waste from used goods that can be utilized in the learning process so that the teacher automatically becomes an agent of change in reducing waste from used goods because it has been utilized optimally in making media in learning. Making educational teaching aids is not as easy as imagined because teachers have to consider aspects starting from planning the selection of learning media which includes (1) Learning planning in Kindergarten/PAUD (2) Learning targets, namely children (3) Whether the media's readability level meets technical requirements. such as clarity, size, and color arrangement. (4) Suitability to the situation and conditions of the place, such as land area, institutional environment, and community resources around the institution and fourth: Objectivity must avoid choosing media based solely on personal pleasure.  Keywords: Educational Teaching Aids, PAUD, Development Abstrak: Permasalahan umum dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah pertama: masih minimnya pembuatan Alat Peraga Edukatif oleh guru PAUD dalam proses pembelajaran di kelas , kedua : kurang nya ide bagi guru PAUD dalam mengembangkan Alat Peraga Edukatif dalam proses pembelajaran di kelas sehingga guru selalu nenggunakan media yang sama dalam proses pembelajaran di kelas ketiga: banyak nya llimbah barang bekas yang bisa di manfaatakan dalam proses pembelajaran sehingga dengan sendirinya maka guru menjadi agen of Change dalam pengurangan limbah barang bekas karena telah dimanfaatkan dengan maksimal dalam pembuatan media di dalam pembelajaran. Dalam Pembuatan Alat Peraga Edukatif memang tidak semudah yang dibayangkan karena guru harus mempertimbangkan aspek mulai dari perencanaan pemilihan media pembelajaran yang meliputi (1) Perencanaan pembelajaran di TK/ PAUD (2) Sasaran belajar yaitu anak (3) Tingkat keterbacaan media apakah sudah memenuhi syarat teknis seperti kejelasan, ukuran, dan pengaturan warna.(4) Kesesuaian dengan situasi dan kondisi tempat , seperti luas lahan, lingkungan lembaga, dan sumber daya masyarakat di sekitar lembaga dan keempat: Objektivitas harus terhindar dari pemilihan media yang didasari oleh kesenangan pribadi-pribadi semata. Kata kunci: Alat Peraga Edukatif, PAUD, Pengembangan
Representasi Nilai-Nilai Sosial dalam Novel 9 Summers 10 Autumns Karya Iwan Setyawan: Kajian Sosiologi Sastra dan Resepsi Pembaca Putri Indah Melati; Nurhayati Harahap; Emma Marsella
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1638

Abstract

Nilai sosial adalah nilai yang dianggap baik oleh masyarakat yang dapat dijadikan landasan dalam berperilaku dan berhubungan dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan serta resepsi pembaca dengan menggunakan kajian sosiologi sastra dan teori nilai sosial menurut Notonagoro. Fokus penelitian ini meliputi bentuk nilai material, nilai vital, nilai kerohanian yang terdapat dalam novel. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami karya sastra sebagai cerminan kehidupan sosial masyarakat serta sebagai media penanaman nilai-nilai kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, catat, dokumentasi, dan wawancara sebagai data pendukung. Hasil penelitian merupakan paparan atau uraian mengenai data yang sudah didapatkan secara sistematis oleh peneliti. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai material terlihat pada pemenuhan kebutuhan hidup tokoh melalui perjuangan ekonomi keluarga. Nilai vital terlihat pada penggunaan sarana untuk mengerjakan aktivitas dan mencapai cita-cita. Nilai kerohanian meliputi nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai moral dan nilai keagamaan yang tercermin dalam sikap kerja keras, tanggung jawab, rasa syukur, serta keyakinan kepada Tuhan. Novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca dapat memaknai teks yang terkait nilai-nilai sosial secara lebih mendalam.