Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Perilaku Kesehatan Remaja Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Sayang Maulad Tika; Syeptri Agiani Putri; Ririn Muthia Zukhra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.739

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam tahap transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, di mana terjadi banyak perubahan fisik, emosional, dan sosial. Masa ini juga menjadi periode krusial dalam pembentukan kebiasaan hidup, termasuk perilaku kesehatan. Sayangnya, remaja sering kali kurang memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup dalam menjaga kesehatannya, yang dapat berdampak pada munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti anemia, malnutrisi, dan gaya hidup tidak sehat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gambaran perilaku kesehatan remaja sebagai langkah awal dalam upaya promosi dan pencegahan masalah kesehatan sejak dini. Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif sederhana. Sampel penelitian ini berjumlah 92 responden yang diambil menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling. Analisis yang digunakan yaitu dengan uji statistik univariat. Hasil analisis didapatkan bahwa gambaran perilaku kesehatan remaja dikategorikan kurang baik dengan melihat pengetahuan kesehatan remaja kurang baik dalam pengetahuan etiologi kesehatan dan pencegahan dalam kesehatan sebanyak 47 remaja (51,1%), sikap kesehatan remaja kurang baik dalam sikap kognitif dan sikap konatif sebanyak 56 remaja (60,9%), dan tindakan kesehatan remaja negative dalam memberi dukungan sebanyak 53 remaja (57,6%). Berdasarkan gambaran perilaku kesehatan remaja dikategorikan kurang baik yaitu dengan hasil pengetahuan kesehatan remaja yang kurang baik, sikap kesehatan remaja yang kurang baik dan tindakan remaja terhadap kesehatan dikategorikan kurang baik.
Hubungan Kekerasan Verbal Dalam Berkomunikasi Orangtua Kepada Anak Terhadap Status Kesehatan Mental Emosional Anak Usia Prasekolah Diva Adesyahpuri; Syeptri Agiani Putri; Ririn Muthia Zukhra
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.22501

Abstract

ABSTRACT The childhood stage is the most important stage in human development. The psychosocial development of preschool children is initiative and feelings of guilt. However, some parents have problems with their children using verbal violence in communicating. This causes children to become aggressive, withdraw from the environment, and can hinder learning at home and school. This research uses a descriptive correlation design with a cross sectional approach. The sample consisted of 100 parents, with sampling using a stratified random sampling technique. The analysis of this research consists of univariate using descriptive tests and bivariate using chi-square tests. The majority of respondents who used verbal violence in communicating were in the low category, amounting to 80 people (80%). The emotional mental health status of preschool age children is dominated by normal, numbering 75 people (75%). Respondents who used verbal violence in communicating were in the high-medium category with the emotional mental health status of normal and troubled preschool age children totaling 12 people (100%), while respondents who used verbal violence in communicating with children were dominated by the low none category with the emotional mental health status of normal preschool age children was 69 people (78.4%). Therefore, the statistical test results obtained a p value (0.068) α (0.05). This research shows that there is no relationship between verbal violence in parent-to-child communication and the mental-emotional health status of preschool-age children. It is hoped that health workers will carry out early detection using verbal violence questionnaires in parental communication and KMME in preschool children.  Keywords: Preschool Aged Children, Verbal Violence, Parental Communication, Emotional Mental Health Status.  ABSTRAK Tahap anak merupakan tahapan terpenting pada perkembangan manusia. Perkembangan psikososial anak usia prasekolah adalah inisiatif dan perasaan bersalah. Namun, beberapa masalah orangtua kepada anak ada yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi. Hal ini menyebabkan anak menjadi agresif, menarik diri dari lingkungan, serta dapat menghambat belajar di rumah dan sekolah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berupa orangtua sebanyak 100 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis penelitian ini, terdiri dari univariat menggunakan uji deskriptif dan bivariat dengan uji chi-square. Mayoritas responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi pada kategori rendah berjumlah 80 orang (80%). Status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah didominasikan oleh normal berjumlah 75 orang (75%). Responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi pada kategori tinggi sedang dengan status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah yang normal dan bernasalah berjumlah 12 orang (100%), sedangkan responden yang menggunakan kekerasan verbal dalam berkomunikasi kepada anak didominasikan oleh kategori rendah-tidak ada dengan status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah yang normal berjumlah 69 orang (78,4%). Maka dari itu, hasil uji statistik diperoleh nilai p value (0,068) α (0,05). Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan kekerasan verbal dalam berkomunikasi orangtua kepada anak terhadap status kesehatan mental emosional anak usia prasekolah. Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini dengan kuesioner kekerasan verbal dalam berkomunikasi orangtua dan KMME pada anak usia prasekolah. Kata Kunci: Anak Usia Prasekolah, Kekerasan Verbal, Komunikasi Orangtua, Status Kesehatan Mental Emosional.
Hubungan peran ayah dengan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan: The relationship between paternal roles and stunting among children aged 12–36 months Risma Safira S; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Ririn Muthia Zukhra
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.478

Abstract

Stunting pada anak merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya dipengaruhi oleh asupan nutrisi, tetapi juga oleh pola pengasuhan dalam keluarga, termasuk keterlibatan ayah. Peran ayah dalam pemenuhan gizi, pengasuhan, dan pemantauan kesehatan anak berpotensi memengaruhi status gizi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran ayah dan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 108 anak usia 12–36 bulan yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Peran ayah diukur menggunakan kuesioner keterlibatan ayah, sedangkan status gizi anak dinilai berdasarkan indikator tinggi badan menurut usia (TB/U) sesuai standar WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi normal (78,7%) dan mayoritas ayah memiliki peran yang baik dalam pengasuhan (91,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran ayah dan kejadian stunting pada anak usia 12–36 bulan (p = 0,003), di mana keterlibatan ayah yang baik berkaitan dengan risiko stunting yang lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pelibatan ayah dalam upaya pencegahan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Stunting in children is a chronic nutritional problem influenced not only by inadequate nutrient intake but also by family caregiving practices, including paternal involvement. Fathers’ roles in nutritional provision, caregiving, and health monitoring may affect the nutritional status of young children. This study aimed to analyze the relationship between paternal roles and the incidence of stunting among children aged 12–36 months in the working area of Lima Puluh Subdistrict Primary Health Center, Pekanbaru City. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 108 children aged 12–36 months selected using a cluster random sampling technique. Paternal roles were measured using a father involvement questionnaire, while children’s nutritional status was assessed based on height-for-age (H/A) indicators according to WHO standards. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most children had normal nutritional status (78.7%) and the majority of fathers demonstrated good involvement in caregiving (91.7%). A significant relationship was found between paternal roles and the incidence of stunting among children aged 12–36 months (p = 0.003), where good paternal involvement was associated with a lower risk of stunting. These findings highlight the importance of engaging fathers in family-based stunting prevention efforts, particularly during the first 1,000 days of life.
Co-Authors A An Defitri Basar Adesyahpuri, Diva Afriani, Dita Afriansyah, Azan Agrina, Agrina Ajeng Chaerani Insan alamsyah, Qodri Alfitra, Nur Fadia Amin, Suci Aminatul Fitri Amir, Yufitriana Ananda, Shalsabila Aulia Andreas, Aldo Steven Anggraini, Nurmala Annisa Amelia Putri Aprianto, Azat ARDI, VELISIA DWI PUSPITA Arneliwati Ayu Lestari Ayu Wahyuni Ayuturrahmi, Amalia aziz, ari rahmat Azra, Azzumardi Bayhakki Bayhakki Cica Kristina Damerta, Imelda Tri Darwin Karim Deby Octaviani Dessy Magdalena Menci Dewi, Yulia Nurmala Dimas Imam N Dina Oktavia Diva Adesyahpuri Dwi Reskhi Novithasari Eliyana, Nur Erika Erwin Erwin Erwin Erwin Fadhilah Fadhilah Fathra Annis Nauli Febriana Sabrian Ganis Indriati Giatri Rahma Sari Gita Febriani Pratiwi Hutrika, Tahani Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Permanasari Indriani, Nia Indriati, Ganis Irawan, Muhammad Rico Irene Novita Sari Tarigan Irmaningsih, Yogi Jumaini, Jumaini Juniar Ernawaty Kenisa Nazlia Rizal Khairiyah, Putri Adila Lestari Lestari Limbong, Natalia Theopani Lina Triwahyuni Mala Hayati Marsella, Anggi Muryani Muryani Natanael, Christoffel Ningrum, Nurmalisadikin Setia Nopriadi Novendra, Radinal Dwiki Nurfalah, Saputri Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurhannifah Rizky Tampubolon Nurul Qomariah Oswati Hasanah Panjaitan, Krisman Rivaldo Pebrianti, Yeni Pratama, Andika Fadhilah Saji Putri, Abel Aprilia Putri, Fachriani Putri, Salsabila Zumari Putriani, Eka Rendi, Gusti Reni Zulfitri Ressy Herlia Riri Novayelinda Riri Novayelinda Ririn Anggreni Risma Safira S Roza Misalia Safri Safri Saputra, Angga Reza Sari, Nurfiya Sasmita, Ilyas Sayang Maulad Tika Siagian, Nadiah Marshella Silaen, Ribka Septiana Siti Febryza Indra Situmorang, Ribka Susanti Sofia Yulidar Hafni Suharti, Reni Syahputra, Fahmi Syeptri Agiani Putri Tiara Maharani, Tiara Tiara Putri Wiraini Trianti, Rana Roidah Ufiasari, Nor Hasanah vaulyn jovanda Veny Elita Wan Nishfa Dewi Wasisto Utomo Wice Purwani Suci Widia Lestari Wirdatul Jannah Yanhaz, Aidillia Yesi Hasneli Yesi Septina Wati Yufitriana Amir