Rana Gustian Nugraha
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Degradasi Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya Gotong Royong Di Desa Wanajaya Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka Syahidah Asma Amanina; Siska Dwi Amelia; Dyah Laksmi Putri; Liza Rahma Lestari; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.349 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2930

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya degradasi gotong royong serta upaya untuk meningkatkan kembali budaya gotong royong di Desa Wanajaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Ketua BPD Desa Wanajaya serta warga Desa Wanajaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik kuisioner dengan menggunakan google form. Hasil dalam penelitian ini menunjukan 1) factor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya degradasi budaya gotong royong seperti banyaknya pendatang baru, faktor kurangnya kerja sama antar warga Desa Wanajaya, faktor dampak negatif dari era globalisasi, faktor modernisasi, faktor kesibukan dari masing-masing masyarakat dan rasa kebersamaan yang mulai menurun antar warga masyarakat. 2) upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali budaya gotong royong adalah dengan pembuatan Pos Gotong Royong dan Bank Sampah, membangun kesadaran dari masing-masing masyarakat, mempertemukan tokoh-tokoh masyarakat serta pendekatan kepada masyarakat.Kata Kunci: Degradasi, Budaya,  Gotong Royong AbstractThis study aims to identify the factors causing the degradation of mutual aid and efforts to improve the culture of mutual cooperation in Wanajaya Village. This research uses a qualitative type of descriptive research. The subjects of this study were the Head of BPD Wanajaya Village and residents of Wanajaya Village. The data collection techniques used are observation techniques, interview techniques and questionnaire techniques using google forms. The results in this study showed 1) factors that cause the degradation of mutual aid culture such as the number of newcomers, factors of lack of cooperation between residents of Wanajaya Village, negative impact factors of the globalization era, modernization factors, factors of busyness of each community and a sense of community that begins to decline between residents. 2) efforts that can be made to improve the culture of mutual cooperation are by creating Gotong Royong Posts and Waste Banks, building awareness from each community, bringing together community leaders and approaches to the community.Keywords: Degradation, Culture, Mutual Aid
Pengaruh Game Online Free Fire Terhadap Nilai Moral Dan Nilai Sosial Pancasila Pada Anak Sekolah Dasar Khairunnisa Khairunnisa; Muhamad Fajar Al Kausar; Raisya Ramadhina; Siti Ratih Aulia; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.698 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2934

Abstract

AbstrakPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin pesat dan secara luas menghasilkan produk yang memberikan kemudahan bagi manusia, baik dari segi ilmu pengetahuan, pendidikan, dan hiburan. Teknologi internet memberikan pengaruh yang besar dan beragam terhadap kehidupan manusia, salah satunya yang paling populer adalah dalam hal hiburan. Seperti halnya game online yang marak dimainkan oleh berbagai kalangan, terutama anak–anak. Game online yang tengah digandrungi oleh anak–anak saat ini salah satunya ialah Free Fire.  Game yang memiliki rating usia 12 tahun ke atas ini, nyatanya banyak dimainkan oleh anak di bawah umur yang masih rentan terhadap dunia luar. Dampak yang ditimbulkan dari game online tersebut membuat nilai–nilai yang terkandung dalam Pancasila yang seharusnya menjadi acuan dalam kehidupan, semakin terkikis seiring bertambahnya waktu. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh game online tersebut terhadap sikap yang mengandung nilai–nilai Pancasila pada anak. Berdasarkan hasil analisis dan juga pengamatan, game online Free Fire tersebut memang berdampak cukup buruk pada anak.Kata Kunci : game online Free Fire, nilai–nilai Pancasila. AbstractThe development of science and technology is currently increasing rapidly and widely producing products that provide convenience for humans, both in terms of science, education, and entertainment. Internet technology exerts a great and diverse influence on human life, one of the most popular is in terms of entertainment. As well as online games that are widely played by various groups, especially children. One of the online games that are being loved by children today is Free Fire.  This game, which has an age rating of 12 years and above, in fact, is mostly played by minors who are still vulnerable to the outside world. The impact caused by these online games makes the values contained in Pancasila, which should be a reference in life, increasingly eroded as time goes by. This article aims to find out how the influence of online games on attitudes that contain Pancasila values in children. Based on the results of the analysis and also observations, the Free Fire online game does have a pretty bad impact on children. Keywords: Free Fire online game, Pancasila values.
Pengaruh Media Sosial "TikTok" Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Di Era Digital Jenia Syifa Nurlatifah; Luthpin Ubaidiah; Pupun Patmawati; Syfa Sahbani; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.532 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2937

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar media sosial Tiktok terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam instrument angket (questioner). Responden dalam penelitian ini sebanyak 47 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat mayoritas sebanyak 91,5% yang menggunakan media sosial tiktok, dan sebanyak 38,3% yang menggunakan media sosial Tiktok selama kurang lebih 2-4 jam setiap harinya. Sebanyak 70,2% responden juga merasa bahwa penggunaan media sosial dapat mengurangi upaya kerja mereka, untuk mengetahui berapa pesatnya kemajuan media sosial tiktok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial Tiktok mempunyai pengaruh negatif dan positifnya. Oleh karena itu untuk mengurangi hal-hal yang bisa melunturkan nilai-nilai Pancasila, kita perlu menyaring konten-konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.Kata kunci : Media sosial, Tiktok, PancasilaAbstractThis study aims to determine how big Tiktok social media is to the values contained in Pancasila. The benefits of this research are expected to add knowledge and knowledge that is useful for writers and readers. This study uses quantitative methods in the questionnaire instrument (asker). Respondents in this study were 47 people. The results showed that there were 91.5% who used Tiktok social media, and 38.3% who used Tiktok social media for approximately 2-4 hours every day. A total of 70.2% of respondents also feel that the use of social media can reduce their work effort. To find out the influence of Tiktok social media on Pancasila values in the digital era. The results of this study indicate that Tiktok social media has a negative and positive influence. Therefore, in order to reduce things that can undermine the values of Pancasila, we need to filter out content that is not in accordance with the values of Pancasila.Keywords: Social media, Tiktok, Pancasila
Penerapan Pancasila Bagi Masyarakat Di Era Globalisasi Aliya Putri Setiowati; Nadya Dwi Pramesti; Nur Shoviatul Zahro; Reviani Fitri; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.577 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2938

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan penerapan dan implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di era globalisasi. Dalam penulisannya, penelitian ini dikaji menggunakan pendekatan kualitatif atau pendekatan yang diperoleh melalui studi kepustakaan dari berbagai sumber dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi merupakan hal yang membawa dampak bagi perubahan tatanan masyarakat Indonesia. Maka dalam hal ini Pancasila mempunyai fungsi untuk menerima dan menyaring informasi yang masuk agar masyarakat Indonesia khususnya generasi muda tidak kehilangan jati dirinya, karena masyarakat merupakan kunci yang diharapkan untuk dapat membantu perjuangan dalam memajukan bangsa Indonesia. Di samping itu, Pancasila merupakan suatu sistem nilai yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat terpisahkan. Dengan demikian, Pancasila dapat menjadi kekuatan moral jika seluruh nilai Pancasila dijadikan pedoman serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Kata Kunci: pancasila, globalisasi, implementasi pancasila AbstractThis article aims to describe and explain the application and implementation of the values contained in Pancasila in the era of globalization. In writing, this research was studied using a qualitative approach or an approach obtained through literature studies from various sources with descriptive methods. The results of the study indicate that globalization is something that has an impact on changes in the structure of Indonesian society. So in this case Pancasila has a function to receive and filter incoming information so that the Indonesian people, especially the younger generation, do not lose their identity, because society is the key that is expected to be able to help the struggle in advancing the Indonesian nation. In addition, Pancasila is a value system which is a unity and cannot be separated. Thus, Pancasila can be a moral force if all the values of Pancasila are used as guidelines and applied in the life of society, nation and state.Key word: Pancasila, globalization, implementation of Pancasila
Urgensi Nilai Pancasila Terhadap Pembentukan Karakter Pelajar Sebagai Upaya Pencegahan Degradasi Moral Di Era Globalisasi Santika Santika; Ineu Nurjanah; Putri Nurhasanah; Restu Syahas Wibusana; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.331 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2940

Abstract

AbstrakGlobalisasi merupakan suatu perkembangan yang pesat dan cepat di berbagai bidang, khususnya di bidang inovasi dan komunikasi. Globalisasi diartikan sebagai sisi mata uang yang berbeda. Ini menyiratkan bahwa globalisasi mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positif yang dibawanya pasti membuat segalanya lebih mudah. Dan sisi negatif yang sering terjadi adalah jatuhnya moralitas suatu negara. Untuk itu, kita memerlukan suatu benteng dalam menghalau dampak negatif dari globalisasi ini. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan karakter pelajar sebagai upaya pencegahan degradasi moral  di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tinjauan pustaka, jurnal ilmiah, sumber artikel ilmiah, dan hasil penelitian dari makalah, internet, dan sumber lain yang relevan.Kata Kunci: Degradasi Moral, Globalisasi, Pendidikan Karakter, Nilai Pancasila AbstractGlobalization is a rapid and rapid development in various fields, especially in the fields of innovation and communication. Globalization is defined as a different side of the coin. This implies that globalization has both positive and negative impacts. The positive impact it brings definitely makes things easier. And the negative impact that often occurs is the moral collapse of a country. For this reason, we need a stronghold to ward off the negative impacts of globalization. The purpose of this study was to determine the importance of Pancasila values in the formation of student character in the era of globalization, as a step to prevent students' moral degradation. This study uses a literature review research methodology, scientific journals, sources of scientific articles, and research results from papers, the internet, and other relevant sources.Keywords : Moral Degradation, Globalization, Character Education, Pancasila
Implementasi Habituasi Profil Pelajar Pancasila Dan Eksistensinya Bagi Mahasiswa Aep Muhyidin Syaefulloh; Dea Windiani; Puput Putriani; Sinta Rohaeni; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.078 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2944

Abstract

AbstrakJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yakni bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai kondisi secara real. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi habituasi profil pelajar Pancasila dan eksistensinya bagi Mahasiswa dilakukan dengan cara meningkatkan sisi religious siswa, menanamkan sikap berkebinekaan global, menerapkan kemampuan gotong royong, menanamkan sikap mandiri, serta mampu berpikir secara objektif. Profil Pelajar Pancasila Pada prinsipnya, penguatan karakter Pancasila yang dilakukan melalui perwujudan Profil Pelajar Pancasila ini merupakan sebuah gagasan estafet dari masa ke masa. Peneliti menganalisis bahwa setiap generasi pada masanya selalu ada yang memikirkan dan bergerak untuk melakukan aksi terkait dengan penguatan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dikarenakan menjadi manusia Pancasila pada prinsipnya merupakan cita-cita luhur yang harus terus berusaha diwujudkan sampai kapanpun. Melalui pendidikan, generasi milenial harus sadar bahwa nilai-nilai Pancasila yang ditanamkan adalah untuk diterapkan pada diri sendiri dan menebarkannya kepada generasi lainnya yang berperan penting dalam menciptakan Indonesia yang damai, aman dan tentram.Kata Kunci: Pancasila, Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan  AbstractThe type of research used is descriptive, which aims to describe various conditions in real time. The results showed that the implementation of the habituation of the Pancasila student profile and its existence for students was carried out by improving the religious side of students, instilling an attitude of global diversity, applying mutual cooperation skills, instilling an independent attitude, and being able to think objectively. Pancasila Student Profile In principle, the strengthening of pancasila character through the realization of the Pancasila Student Profile is an idea of relay from time to time. Researchers analyzed that every generation in his time there was always someone who thought and moved to take actions related to the strengthening of Pancasila values. This is because being a Human Being a Pancasila man is in principle a lofty ideal that must continue to be realized until any time. Through education, the millennial generation must be aware that the pancasila values instilled are to be applied to themselves and spread them to other generations who play an important role in creating a peaceful, safe and peaceful Indonesia.Keywords: Pancasila, Pancasila Student Profile, Education
Pengaruh Masuknya Budaya Asing Terhadap Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Milenial Salsabila Kusuma Arfina; Siti Nur Hayati Meidi; Wita Sari; Yuli Wahyuni; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.014 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2945

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasari oleh banyaknya remaja milenial yang mulai terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang sudah masuk ke Indonesia. Tantangan untuk melestarikan budaya kita sendiri kini sudah menjadi sangat berat, karena derasnya ideologi luar yang masuk. Nilai-nilai pancasila seharusnya selalu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya mampu menyaring pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan survei. Partisipan penelitian ini adalah remaja yang rentang usianya 17-21 tahun, dimana remaja pada rentang usia tersebut sangat mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Maka dari itu, pentingnya menjaga kelestarian budaya asli Indonesia untuk memfilter budaya luar yang masuk dan  pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.Kata Kunci: kebudayaan, pelestarian budaya, implementasi nilai pancasila AbstractThis research is based on the number of millennial teenagers who are starting to be influenced by foreign cultures that have entered Indonesia. The challenge to preserve our own culture has now become very heavy, because of the swift incoming outside ideology. Pancasila values should always be implemented in everyday life in order to be able to filter the influence of foreign cultures that enter Indonesia. The research method used in this research is survey. The participants of this research are teenagers whose age range is 17-21 years, where teenagers in that age range are very easily influenced by foreign cultures that enter Indonesia. Therefore, the importance of preserving the original culture of Indonesia to filter incoming foreign culture and the importance of implementing Pancasila values in the life of the nation and state.Keywords: culture, cultural preservation, implementation of Pancasila values
Peranan Pancasila Sebagai Pendidikan Karakter Bagi generasi Muda Di Masa Pandemi Covid-19 Fitriah Erza Nurrohmah; Tumpal Petrus Sagala; Zulfan Kamal Nasution; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.001 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2958

Abstract

AbstrakPandemi Covid-19 telah menjadi salah satu masalah paling berbahaya yang kita hadapi saat ini. adanya pandemi Covid-19 membuat kita terhambat dalam melakukan kegiatan secara langsung, baik itu dalam berkomunikasi ataupun dalam melakukan pekerjaan. Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak generasi muda yang tidak mengetahui atau tidak menyadari bahwa Pancasila memiliki peran penting di masa pandemi Covid-19. Generasi muda di zaman sekarang tidak tertarik untuk mengamalkan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. Terlebih lagi saat pendemi Covid-19 ini, membuat generasi muda buta bahwa pancasila berperan penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Para generasi muda memerlukan pancasila sebagai landasan pendidikan karakter di masa pandemi Covid-19 ini. Karakter merupakan sikap atau sifat yang harus di miliki generasi muda dengan karakter yang baik maka akan menciptakan bangsa dan negara yang berkualitas baik dan negara yang memiliki kemajuan dalam berbagai aspek. Kesuksesan suatu bangsa dan negara tak lepas dari partisipasi masyarakatnya terutama generasi muda. Adapun metode yang dilakukan, adalah dengan metode kualitatif. Hasil yang diperoleh berdasarkan temuan kajian pustaka menunjukkan bahwa di era globalisasi saat ini bahkan pandemi Covid-19, banyak masyarakat, generasi muda yang tidak mengindahkan bahkan mengetahui peranan penting Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara.Kata Kunci: Covid-19, Pancasila, Generasi Muda, Pendidikan, Karakter AbstractThe Covid-19 pandemic has become one of the most dangerous problems we face today. The Covid-19 pandemic has hampered us in carrying out activities directly, be it in communicating or in doing work. In the midst of this Covid-19 pandemic, many young people do not know or do not realize that Pancasila has an important role during the Covid-19 pandemic. The younger generation today is not interested in practicing the values in Pancasila. Moreover, during the Covid-19 pandemic, it made the younger generation blind that pancasila plays an important role in the life of the nation and state. The younger generation needs pancasila as the foundation of character education during the Covid-19 pandemic. Character is an attitude or trait that must be possessed by the younger generation with good character, it will create a nation and state of good quality and a country that has progress in various aspects. The success of a nation and country cannot be separated from the participation of its people, especially the younger generation. As for the method carried out, it is by qualitative method. The results obtained based on the findings of the literature review show that in the current era of globalization and even the Covid-19 pandemic, many people, the younger generation do not heed and even know the important role of Pancasila in the life of the nation and state.Keywords: Covid-19, Pancasila, Young Generation, Education, Character
Penerapan Budaya Literasi Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila Di Era Digital Ninis Khoirunisa; Vinka Rise Lestari; Farda Andita Damayanti; Alya Arifah Marhamah; Hilda Fadilah; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.821 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2964

Abstract

AbstrakPancasila sebagai ideologi negara hadir bukan hanya sekedar simbol atau lambang negara. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia berasal dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sudah aja sejak dulu yang kemudian dikristalkan menjadi Ideologi bangsa sebagai landasan/pedoman dan harapan seluruh bangsa Indonesia untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera. Untuk menjadi pribadi yang berkarakter Pancasila, masyarakat harus memahami terlebih dahulu nilai-nilai yang tercantum didalamnya. Melalui budaya literasi, memungkinkan masyarakat Indonesia untuk memperdalam pengetahuan tentang Pancasila, yang menjadikannya sebagai kebiasaan baik dan tindakan atau perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Budaya literasi digital akan mendorong generasi muda dalam membentuk pola pikir yang kreatif dan kritis dalam menghadapi isu-isu terkini. Dengan dibudayakannya literasi juga akan membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi yang akurat dan berkualitas.Kata Kunci: Pancasila, Literasi, Digital AbstractPancasila as the state ideology is present not just a symbol or symbol of the state. Pancasila as the ideology of the Indonesian state comes from the noble values of the Indonesian nation that have been around for a long time which were later crystallized into the ideology of the nation as the foundation/guideline and hope of the entire Indonesian nation to create a prosperous life. To become a person with Pancasila character, the public must first understand the values contained in it. Through a culture of literacy, it allows the Indonesian people to deepen their knowledge of Pancasila, which makes it a good habit and actions or behavior that are in line with the values of Pancasila. The digital literacy culture will encourage the younger generation to form a creative and critical mindset in dealing with current issues. With the cultivation of literacy will also help the community in obtaining accurate and quality information.Keywords: Pancasila, Literacy, Digital
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Konteks Kekinian Melviana Melviana; Dhea Amanda Putri; Al Qomariah; Nur Hodijahtun Nisa; Rana Gustian Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.013 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2965

Abstract

AbstrakJenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana metode penelitian ini digunakan untuk meneliti status masyarakat, suatu situasi, system pemikiran dan peristiwa pada zaman sekarang. Serta kajian literatur untuk memperkuat data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Era Globalisasi yakni dimana zaman semakin berkembang, tekhnologi yang kian maju dan banyak inovasi-inovasi baru pada bidang sandang, pangan, papan, momen Ketika banyak orang bisa memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia dengan mudah, dan tidak ada halangan jarak untuk bisa mendapatkanya, era globalisasi disebut sebagai proses mendunianya suatu hal sehingga batas antara negara mejadi hilang. Nilai yang terkandung dalam pancasila sangat berarti dalam kehidupan.Kata Kunci: Pancasila, Aktualisasi, Globalisasi AbstractThis type of research uses descriptive qualitative methods, where this research method is used to examine the status of society, a situation, system of thought and events in today's era. As well as literature review to strengthen the data. The results of the study show that the Era of Globalization is where the era is growing, technology is increasingly advanced and there are many new innovations in the fields of clothing, food, shelter, a moment when many people can get information from various parts of the world easily, and there are no distance barriers to access. If you can get it, the era of globalization is referred to as the process of globalizing things so that the boundaries between countries disappear. The values contained in Pancasila are very meaningful in life.Keywords: Pancasila values, actualization, globalization era
Co-Authors Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Adelia Puspitasari Aep Muhyidin Syaefulloh Afifah Amaliah Oktaviani Al Qomariah Alika Fitara Dwi Permana Aliya Putri Setiowati Alvina Alya Rahma Alya Arifah Marhamah Amelia Yusriutami Anggi Niswa Mustaphia Anggi Setia Lengkana Anisa Fiola Karimah Anisa Rahma Salsabilla Annisa Anindya Ayu Aulia Annisa Nurhayati Astri Nuraeni Astri Oktavia Ningsih Atep Sujana Ayi Suherman Azizah Indah Rianawati Azmi Hofifah Dea Windiani Delia Disa Fadilla Delvarina Vandini Dhea Amanda Putri Dian Anggara Dyah Laksmi Putri Elza Alida Yasmin Enjang Yusuf Ali Entan Saptani Fajar Budiman Farda Andita Damayanti Firda Febrina Hendiyani Fitriah Erza Nurrohmah Geby Angelina Nainggolan Hani Nurhalimah Heti Novita Sari Hilda Fadilah Iis Inar Ina Nailul Amaniah Ineu Nurjanah J Juli J. Julia Jenia Syifa Nurlatifah Jihan Karimah Jovanka Oktavia Venneza Zahra Julia Julia Khairunnisa Khairunnisa Liza Rahma Lestari Luthpin Ubaidiah Melviana Melviana Mochamad Azhar Gunawan Muhamad Fajar Al Kausar Muhammad Dzar Alghifari Muhammad Fadhil Suryanto Muhammad Rizal Nabila Nurmasrurroh Nadya Dwi Pramesti Nalar Az-zahra Nayla Rosiana Kamilah Nezar Raksa Wigena Ninis Khoirunisa Nofita Amaliahrahma Miftah Nur Hodijahtun Nisa Nur Shoviatul Zahro Nurdinah Hanifah Nurnidah Hanifah Olisna Olisna Pebri Faturahman Pupun Patmawati Puput Putriani Puti Ageng Ambun Suri Putri Nurhasanah Putri Pebriyani Raisya Ramadhina Restu Syahas Wibusana Reviani Fitri Rifka Nur Rizqiana Rika Hayani Putri Rizka Amalia Rofa Darojatin Putri Salman Taupik P. Salsa Nurfarida Salsabila Kusuma Arfina Santika Santika Seli Aliani Shafira Salsabila Gunadi Sherina Birlian Y. Sinta Rohaeni Siska Dwi Amelia Siska Meilani Lestari Siti Nur Hayati Meidi Siti Nuralisa Siti Nursaadah Siti Ratih Aulia Sofi Fadillah Hendiyani Sultan Ahmad Syahidah Asma Amanina Syfa Sahbani Tasha Adinda Aulia Tsaqila Ziyan Ahda Tumpal Petrus Sagala Vera Hagita Sari Vinka Rise Lestari Wildan Pratama Hariansyah Wira Sakti Sutiana Wita Sari Yoga Cahya Firmansyah Yuli Wahyuni Zulfa Paolina Zulfan Kamal Nasution