Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Kultur dalam Konservasi Hutan Wijana, Nyoman; Wesnawa, I Gede Astra; Mulyadiharja, Sanusi
Media Komunikasi Geografi Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.29891

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Bukit Kangin Tenganan Pegringsingan, dengan tujuan mengkaji (1) Peran kultur (culture) masyarakat Tenganan Pegringsingan dalam upaya pelestarian tumbuhan di hutan Bukit Kangin, dan (2) keanekaragaman jenis-jenis tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin tersebut. Penelitian ini dilaksanakan melalui eksplorasi terhadap peran culture dalam konservasi tumbuhan di hutan  Bukit Kangin dan eksplorasi tumbuhan yang ada di Bukit Kangin tersebut. Dalam eksplorasi terhadap peran Culture dalam konservasi tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin digunakan metode wawancara mendalam (deep interview), observasi, dan kuisioner. Sedangkan eksplorasi terhadap keanekaragaman spesies di Bukit Kangin dengan menggunakan metode kuadrat. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Tenganan Pegringsingan, dan seluruh spesies tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin. Sampel penelitian ini adalah komponen masyarakat yang secara keseluruhan berjumlah 20 orang. Metode pengumpulan datanya adalah metode wawancara, observasi, kuisioner, dan metode kuadrat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dari 20 orang sampel yang digunakan sebagai responden, untuk menggali peran culture masyarakat setempat, secara keseluruhan (100 %) menyatakan sangat baik. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa masyarakat desa Tenganan Pegringsingan mengetahui sangat baik dalam hal pengetahuan dari fungsi hutan dan pelestariannya, mengacu pada kepercayaan/mitos yang ada di desa tersebut, peran awig-awig dalam pengelolaan hutan, dan logika dijalankan dalam pelestarian hutan Tenganan Pegringsingan. (2) Di hutan Bukit Kangin diketemukan sekitar 43 jenis tumbuhan dengan nilai indeks diversitas, ekuitabilitas dan kekayaan spesies masing-masing adalah sebesar 2,367; 0,572; dan 7,480.
Pengaruh Pembelajaran Daring Dengan Perpaduan Asinkronous Dan Sinkronous Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Ekonomi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung; Wesnawa, I Gede Astra; Mudana, I Wayan
Media Komunikasi FPIPS Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.37799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring dengan perpaduan asinkronous dan sinkronous terhadap minat dan prestasi belajar siswa IPS (Ekonomi) di masa pendemi Covid 19. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72, sedangkan sampel berjumlah 48 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran daring dengan Perpaduan Asinkronous dan Sinkronous, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat belajar dan prestasi belajar siswa. Data minat belajar siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner, sedangkan data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Manova. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran daring dengan perpaduan Asinkronus dan Sinkronus terhadap minat dan prestasi belajar siswa kelas X IPS baik secara terpisah maupun bersama-sama.
Analisis Spasial Tingkat Risiko Bencana COVID-19 Di Provinsi Bali Wahyuni, Dwi Novia; Wesnawa, I Gede Astra; Christiawan, Putu Indra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i3.36496

Abstract

Provinsi Bali memiliki tingkat mobilitas tinggi sebagai pusat pariwisata di Indonesia, sehingga memiliki potensi bahaya yang kemungkinan bertransmisi melalui wisatawan. Seperti bahaya COVID-19 yang saat ini menyebar dengan masif di wilayah Provinsi Bali. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat bahaya COVID-19, mengukur tingkat kerentanan COVID-19, mengukur tingkat kapasitas wilayah terhadap COVID-19, dan menganalisis tingkat risiko bencana COVID-19 di Provinsi Bali. Menggunakan metode pengharkatan disetiap parameter bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko bencana dengan analisis spasial pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang. Pemberian nilai pada skor dan bobot didasarkan pada besarnya pengaruh parameter terhadap peningkatan risiko bencana COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Buleleng, Kediri, dan Denpasar Utara merupakan kecamatan dengan skor tingkat bahaya COVID-19 tinggi, (2) Kecamatan Denpasar Barat merupakan kecamatan dengan skor tingkat kerentanan COVID-19 sangat tinggi, (3) Kecamatan Mengwi, Kintamani, dan Kediri merupakan kecamatan dengan skor tingkat kapasitas wilayah COVID-19 sangat tinggi, (4) Kecamatan Denpasar Timur dan Sidemen merupakan kecamatan dengan skor tingkat risiko bencana COVID-19 sangat tinggi.
Pengembangan Pariwisata Perdesaan Bali: Integrasi Potensi, Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif Wesnawa, I Gede Astra
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.44184

Abstract

Perdesaan di Pulau Bali memiliki berbagai daya tarik wisata untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Sebagai sebuah industri kreatif, pariwisata mampu meningkatkan pendapatan wilayah dan kehidupan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan potensi lokal, kearifan lokal dan ekonomi kreatif dalam pengembangan pariwisata perdesaan di Pulau Bali. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Interdisipliner. Populasi penelitian meliputi desa wisata yang tersebar di kabupaten/kota Provinsi Bali, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sampel subjek melibatkan informan kunci yang terdiri dari kepala dinas pariwisata kabupaten, kepala desa, kelompok wisata, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, dan masyarakat sekitar. Data dikumpulkan melalui FGD, wawancara, dan observasi. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif melalui analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: bentuk-bentuk pariwisata yang dikembangkan meliputi bentuk daya tarik alam, daya tarik budaya dan daya tarik buatan berdasarkan sumberdaya desa wisata. Lebih lanjut, integrasi potensi lokal, kearifan lokal dan ekonomi kreatif diperlukan dalam rangka pengembangan pariwisata perdesaan di Pulau Bali. Integrasi ketiga komponen tersebut menjadi pondasi dan strategi yang kuat untuk mengembangkan pariwisata perdesaan secara berkelanjutan.
PENERAPAN KONSEP TRI HITA KARANA DALAM LINGKUNGAN PERMUKIMAN PERDESAAN (KASUS KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI) I Gede Astra Wesnawa
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research conducted in villages in Badung District due to their existence as safeguarder of adat and culture which indicate the changes in the implementation of Tri Hita Karana (THK) concept. It aimed at (1) identifying forms of change in the implementation of THK concept in village settlements in Badung, Bali Province, (2) identifying factors causing the change, (3) analyzing the process of change, and (4) studying the impact of change. In order to achieve its objectives, the research utilized a survey. The methods of sampling consist of: (1) areal sampling, which was based on landscape unit feature and administrative which were selected proportionally, and (2) subject sampling, which consists of the Head of the family determined through stratified sampling technique based on sosial stratification of triwangsa group and jabawangsa. The analysis was carried out using a qualitative technique supported by quantitative data on change in village settlements which were based upon the THK concept. The research results indicated that four elements have changed . First, forms of change in the implementation of THK concept in the mesoscale village settlements occured in the element of parhyangan, pawongan, and palemahan in mountainous and plains are relatively the same. The lay out are in the forms of trespassing the circle of holly areas and the placement of temple in vertical orientation. In microscale, the spatial function of biotic component and social culture is transformed into social and economic function for jabawangsa group, whereas triwangsa still maintains the existence of facilities, lay out, and spatial function on abiotic, biotic and social culture component. Second, factors causing the change in the mesoscale village settlement based on THK concept in mountainous and plains were the form of land exploitation, the vegetation availability, income, and the large of land ownership. Meanwhile, in microscale, the limit of land is the only factor. Third, the process of change in mountainous and plains both the mesoscale and microscale were evolutionary and revolutionary. Fourth, the impact of change existed in the mesoscale mountainous and plains were the decrease of preservation area [biotic] and spiritual degradation, whereas in microscale were decrease of space availability for social component [abiotic], donation pattern, and the transformation from primary to secondary and tertiary sector [social culture] on triwangsa and jabawangsa group. The THK concept as manifestation of local wisdom in village settlements is adaptive to changes and advancement of time as indicated by compromising the kahyangan tiga part as the soul of the settlement while the territory as the physical body of the village as well as the residents. Such a harmony will assure preservation of harmonious environment.
KAJIAN TINGKAT KEKOTAAN DESA BERDASARKAN STRUKTUR EKONOMI PENDUDUK DESA KALIBUKBUK Sakinah Sakinah; I Gede Astra Wesnawa; Ida Bagus Made Astawa
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i1.20352

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng dengan tujuan untuk (1) mengetahui struktur ekonomi penduduk Desa Kalibukbuk di bidang pertanian dan nonpertanian, (2) mengetahui tingkat kekotaan Desa Kalibukbuk dilihat dari struktur ekonomi penduduk. Untuk itu dilakukan penelitian terhadap sampel sebesar 5% (70 KK) dari populasi sebesar 1402 KK secara proportional random sampling dengan teknik undian. Data dikumpulkan dengan teknik kuesioner, dokumentasi dan pencatatan dokumen yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) struktur ekonomi penduduk Desa Kalibukbuk adalah nonpertanian (2) tingkat kekotaan Desa Kalibukbuk berdasarkan struktur ekonomi penduduk terkategori tinggi, sehingga termasuk urban (perkotaan).
Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam Tata Ruang Kota Tabanan I Gede Made Yudi Antara; I Gede Astra Wesnawa; I Nyoman Suditha
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i1.20354

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kota Tabanan dengan tujuan: (1) Mendeskripsikan kondisi RTH di Kota Tabanan, (2) Menganalisis kesesuaian RTH dalam tata ruang Kota Tabanan.(3) Menganalisis keterkaitan penataan ruang kota terhadap keberadaan RTH di Kota Tabanan. Objek penelitian ini adalah ketersediaan RTH dalam Kota Tabanan. Data yang dibutuhkan adalah data terkait dengan RTH di Kota Tabanan serta data fisiografis dan demografis sebagai penunjang. Data diperoleh melalui metode observasi, pencatatan dokumen dan wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian populasi wilayah karena menggunakan seluruh unit wilayah di Kota Tabanan. Penelitian dilaksanakan dengan melihat kondisi RTH di Kota Tabanan menurut bobot kealamiannya kemudian mencari luasan dari masing-masing komponen penyusun RTH di Kota Tabanan dan melihat kesesuaiannya dalam Kota Tabanan yang selanjutnya dianalisis hubungan antara penataan ruang kota terhadap keberadaan RTH dalam Kota Tabanan, ketiga rumusan masalah dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan kelingkungan dan keruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan RTH di Kota Tabanan adalah seluas 1036,89 ha atau sebesar 35,16% dari luas Kota Tabanan sehingga masih memenuhi persyaratan standar luasan ideal RTH dalam kota. Dalam penataan ruang kota, masing-masing kawasan baik pusat kota maupun kawasan pengembangan menyediakan ruang bagi tersedianya RTH di Kota Tabanan.
MIGRAN DI KOTA NEGARA DAN FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (KAJIAN GEOGRAFI PENDUDUK) K. Yunitha Aprillia; Ida Bagus Made Astawa; I Gede Astra Wesnawa
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i2.20368

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kota Negara Kecamatan Negara Kabupaten Jembranadengan tujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik para migran di Kota Negara, (2)mendeskripsikan penyebaran para migran di Kota Negara, (3) mengidentifikasi faktor apa saja yangmempengaruhi para migran untuk menjadikan Kota Negara sebagai daerah tujuan bermigrasi, dan (4)menganalisis kendala-kendala yang dihadapi sebagai migran di Kota Negara. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif, dengan sampel yang diambil secara “Proportional Random Sampling” yaitusebesar 25% (53 orang) dari keseluruhan populasi sebanyak 215 yang tersebar di 4 Kelurahan.Pengumpulan data menggunakan metoda observasi, wawancara terstruktur dan pencatatandokumen, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptitif kualitatif. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa (1) karakteristik migran di Kota Negara dapat dilihat dari 3 hal,yaitu karakteristik demografi meliputi umur dan jenis kelamin, karakteristik sosial meliputi pendidikandan status kawin, dan karakteristik ekonomi yaitu pekerjaan dan pendapatan, (2) penyebaran migran diKota Negara umumnya menyebar pada daerah-daerah yang dinilai memiliki kefaedahan yang tinggiterutama terkait dengan aksesibilitas dan peluang kerja, di samping keamanan dan kenyamanan, (3)faktor yang mempengaruhi migran dalam bermigrasi yaitu faktor penarik dan faktor pendorongyang meliputi : pekerjaan, pendapatan, perkawinan, (4) kendala yang dihadapi para migran diKota Negara yaitu kendala sosial yang meliputi pembuatan KTP dan Tempat Tinggal dankendala ekonomi yaitu dalam bidang mencari pekerjaan.
DAMPAK PENAMBANGAN BATU CADAS TERHADAP LINGKUNGAN FISIK DI WILAYAH DESA BANJARASEM KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG (KAJIAN GEOGRAFI LINGKUNGAN) Made Winda Putri Juliana; I Gede Astra Wesnawa; sutarjo sutarjo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v1i2.20371

Abstract

Buleleng. Tujuan penelitian adalah, untuk: (1) mengetahui kondisi lingkungan fisik di DesaBanjarasem, (2) mendeskripsikan aktivitas penambangan batu cadas di Desa Banjarasem, dan(3) menganalisis dampak penambangan batu cadas terhadap lingkungan fisik di DesaBanjarasem. Penelitian ini merupakan penelitiam yang bersifat deskriptif, denganpengambilan sampel secara “Proportional Random Sampling” yaitu sebesar 48 orang yangdiambil 40% dari keseluruhan populasi sebanyak 120 yang tersebar di 2 dusun.Pengumpulan data primer dan sekunder menggunakan metoda observasi, kuesioner danpencatatan dokumen, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptitifkualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kondisi lingkungan fisik di DesaBanjarasem dilihat dari topografi merupakan dataran rendah dengan kemiringan lereng 0-2%dan teletak pada ketinggian 500m/dpl, (2) aktivitas untuk memperoleh batu cadas cukup aktifdilakukan hal itu dilihat dari intensitas dan alat-lat yang digunakan, dan (3) dampakpenambangan batu cadas terhadap lingkungan fisik cukup tinggi dirasakan dilihat darikondisi morfologi, kondisi udarangan dan kondisi tanah.
KAJIAN POTENSI PASAR SENI SUKAWATI SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA DI DESA SUKAWATI KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR ( TINJAUAN GEOGRAFI PARIWISATA) Ni Nyoman Siska Febriani; I Gede Astra Wesnawa; I Wayan Treman
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v2i1.20382

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Sukawati, dengan tujuan (1) mengetahui parameter objek wisata budaya Pasar Seni Sukawati dan (2) mengetahui potensi di Pasar Seni Sukawati sebagai objek wisata budaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah Pasar Seni Sukawati, sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pelaku pariwisata, berjumlah 42 orang, dengan teknik Proportional Random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) kuesioner, (2) observasi dan (3) pencatatan dokumen yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Objek Wisata Pasar Seni Sukawati belum dapat dikatakan berpotensi sebagai objek wisata budaya di Kecamatan Sukawati sebab terdapat beberapa permasalahan yaitu kebersihan, minimnya lahan untuk lokasi tempat parkir, tidak adanya tempat untuk money changer dan tata tertib yang ada di Pasar Seni Sukawati, serta kurangnya promosi dan adanya pasar-pasar seni yang lain. Oleh karena itu perlu adanya penilaian atau pengukuran terhadap Pasar Seni Sukawati dengan tepat, untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan, membangun dan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan serta mempermudah akses menuju objek wisata Pasar Seni Sukawati, meningkatkan sumber daya manusia baik pihak pengelola maupun masyarakat sekitar sehingga memberikan manfaat yang optimal, melakukan promosi melalui media cetak maupun media elektronik.
Co-Authors Adi, Komang Budi Laksana Admyana, Putu Budi Agus Sudarmawan Anak Agung Gede Agung Darmawan Anak Agung Gede Sugianthara Anak Agung Ketut Agung Widiantari Aprilia Riszi Indah Ari Sudana, I Putu Aridana, I Komang Alit AUGUSTA DE JESUS MAGALHAES Ayu Ramantari, Putu Amanda Bharata, Ida Bagus Arya Yoga Dewa Made Atmaja Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Dwi Novia Wahyuni Dwipayana, Made Faradisa, Nuril Gofur, M Abdul Harefa, Darmawan I Gede Arya Sumarabawa I Gede Arya Sumarabawa I Gede Made Yudi Antara I Gede Sudirtha I Gede Suparta I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Ketut Jendra I Ketut Jendra I Ketut Taksu I Komang Alit Aridana I Made Sarmita I Made Sutajaya I Nengah Suarmanayasa I Nyoman Suditha I Nyoman Wijana I Putu Ananda Citra I Putu Ari Sudana I Putu Sriartha I Putu Wisna Ariawan I Wayan Kertih I Wayan Lasmawan I Wayan Suastra I Wayan Treman I Wayan Witama Ida Bagus Made Astawa Indah, Aprilia Riszi Juliana, Made Winda Putri K. Yunitha Aprillia K. Yunitha Aprillia Kadek Diah Arita Dewi Khoirunnisa, Arini Komang Adi Komang Adi Komang Budi Laksana Adi Lailatuz Zuhro Latifah Latifah Latifah Latifah M Abdul Gofur Made Suryadi Made Suryadi Made Winda Putri Juliana Ni Kadek Merik Purnamadewi Ni Kadek Merik Purnamadewi Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Sri Novi Sumitadewi Ni Made Astiti Ni Made Marheni Widiastuti Ni Made Marheni Widiastuti Ni Nyoman Siska Febriani Ni Nyoman Siska Febriani Ni Wayan Deri Suarsini Ni Wayan Handayani Ni Wayan Handayani Ni Wayan Novi Sukma Wardani Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Pahriah, Pahriah Palgunadi, Ni Putu Gita Saraswati Piscesita, Brilliantari Boeky Purwita, Putu Esa Putu Artha Wirawan Putu Asih Ardani Putu Budi Adnyana Putu Eka Supriyatama Putu Indah Rahmawati Putu Indra Christiawan Putu Widiasih Rahmat, Dani Riyadh Riyadh Riyadh, Riyadh Rosalia Osin S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sakinah Sakinah Sakinah Sakinah Samuelina Situmorang Sanusi Mulyadiharja Saut Martogi Ompusunggu Situmorang, Samuelina Suditha, I Nyoman Sukadi Sukadi Suparta, I Gede Supriyatama, Putu Eka Suryati Suryati sutarjo sutarjo Sutarjo Sutarjo Taksu, I Ketut Taufiqurrahman, M. Wahyuni, Dwi Novia Wardani, Ni Wayan Novi Sukma Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Widiasih, Putu Widyasari, Ni Putu Setya Wijana, I Nyoman Yanti, Baiq Azmi Sukroyanti Zahara, M.Pd, Laxmi Zuhro, Lailatuz