Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Spasial Tingkat Risiko Bencana COVID-19 Di Provinsi Bali Dwi Novia Wahyuni; I Gede Astra Wesnawa; Putu Indra Christiawan
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i3.36496

Abstract

Provinsi Bali memiliki tingkat mobilitas tinggi sebagai pusat pariwisata di Indonesia, sehingga memiliki potensi bahaya yang kemungkinan bertransmisi melalui wisatawan. Seperti bahaya COVID-19 yang saat ini menyebar dengan masif di wilayah Provinsi Bali. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat bahaya COVID-19, mengukur tingkat kerentanan COVID-19, mengukur tingkat kapasitas wilayah terhadap COVID-19, dan menganalisis tingkat risiko bencana COVID-19 di Provinsi Bali. Menggunakan metode pengharkatan disetiap parameter bahaya, kerentanan, kapasitas dan risiko bencana dengan analisis spasial pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang. Pemberian nilai pada skor dan bobot didasarkan pada besarnya pengaruh parameter terhadap peningkatan risiko bencana COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kecamatan Buleleng, Kediri, dan Denpasar Utara merupakan kecamatan dengan skor tingkat bahaya COVID-19 tinggi, (2) Kecamatan Denpasar Barat merupakan kecamatan dengan skor tingkat kerentanan COVID-19 sangat tinggi, (3) Kecamatan Mengwi, Kintamani, dan Kediri merupakan kecamatan dengan skor tingkat kapasitas wilayah COVID-19 sangat tinggi, (4) Kecamatan Denpasar Timur dan Sidemen merupakan kecamatan dengan skor tingkat risiko bencana COVID-19 sangat tinggi.
Membangun Nasionalisme Melalui Pembelajaran Geografi Berbasis Pengembangan Wilayah I Gede Astra Wesnawa
Media Komunikasi Geografi Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v15i1.11421

Abstract

Geografi lingkungan sebagai ilmu pengetahuan memiliki objek kajian yang luas, mencakup fenomena geosfer di permukaan bumi yang terdiri dari atmofer, litosfer, pedosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer. Dalam hubungan ini wawasan geografi lingkungan sebagai pemberdayaan sumberdaya wilayah dalam bingkai ke Indonesiaan ketersediaan data dasar sumberdaya alam secara spasial belum optmal, sehingga membawa dampak pada pengenalan dan pemahaman terhadap keberadaan suatu wilayah, yang pada akhirnya terjadi degradasi nasionalisme. Geografi memiliki naluri ilmiah untuk mempelajari gejala geosfer secara utuh menyeluruh dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan.  Dengan bekal pengetahuan tentang karakteristik wilayah, merupakan modal dasar dalam membangun nasionalisme. perlu adanya penguatan  internalisasi dan institusionalisasi pendidikan geografi. Penguatan tersebut memerlukan pengetahuan dan kearifan dalam mengatasi keterbatasan dan keangkuhan manusia dalam menyelaraskan dan menyingkap tabir alam. Inovasi dalam proses pembelajaran geografi dalam membangun nasionalisme meliputi: (1) kompetensi seperti pemahaman konsep geografi dan fenomena geosfer, mampu memanfaatkan peta dan berbagai citra penginderaan jauh dengan analisis dan sintesis data spasial, mampu mengenalkan karakteristik wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, (2) materi yang  “membumi” dengan cara mengenalkan bentang alam secara berjenjang dari tingkat lingkungan sekitar, regional dan nasional dan materi yang bersifat dinamis, dan (3) model pembelajaran yang  harus memberikan ruang bagi peserta didik untuk pengenalan objek kajian secara langsung di lapangan dan pengenalan alat survei lapangan.
Environmental Conservation through Study Value of Bali Aga Tenganan Pegringsingan Community Culture Nyoman Wijana; I Gusti Agung Nyoman Setiawan; Sanusi Mulyadiharja; I Gede Astra Wesnawa; Putu Indah Rahmawati
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i2.21903

Abstract

This research aimed to know the implementation of environmental conservation in terms of cultural value orientation, including humanistic nature orientation, man-nature orientation, time orientation, activity orientation, and relational orientation. The population of this research was the entire community in traditional village Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali. This research sample amounted to 25 people, consisting of the conventional village apparatus, community leaders, and the general public. Methods of data collection were the method of observation, interview, questionnaire, and checklist. The collected data were analyzed descriptively. This research indicated that the orientation of cultural values of humanistic nature orientation and man-nature orientation had an excellent quality. The time orientation, activity orientation, and relational orientation parameters had good quality. Culture in the study community generally showed a positive thing, so the impact of culture on the quality of the environment, in general, was excellent. The results of observations in the field revealed that there were all community activities at Tenganan Pegringsingan that could not cause environmental pollution. Therefore, the role of traditional regulation or awig-awig to regulate environmental and social-culture.
Kajian Kultur dalam Konservasi Hutan Nyoman Wijana; I Gede Astra Wesnawa; Sanusi Mulyadiharja
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.29891

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Bukit Kangin Tenganan Pegringsingan, dengan tujuan mengkaji (1) Peran kultur (culture) masyarakat Tenganan Pegringsingan dalam upaya pelestarian tumbuhan di hutan Bukit Kangin, dan (2) keanekaragaman jenis-jenis tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin tersebut. Penelitian ini dilaksanakan melalui eksplorasi terhadap peran culture dalam konservasi tumbuhan di hutan  Bukit Kangin dan eksplorasi tumbuhan yang ada di Bukit Kangin tersebut. Dalam eksplorasi terhadap peran Culture dalam konservasi tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin digunakan metode wawancara mendalam (deep interview), observasi, dan kuisioner. Sedangkan eksplorasi terhadap keanekaragaman spesies di Bukit Kangin dengan menggunakan metode kuadrat. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Tenganan Pegringsingan, dan seluruh spesies tumbuhan yang ada di hutan Bukit Kangin. Sampel penelitian ini adalah komponen masyarakat yang secara keseluruhan berjumlah 20 orang. Metode pengumpulan datanya adalah metode wawancara, observasi, kuisioner, dan metode kuadrat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Dari 20 orang sampel yang digunakan sebagai responden, untuk menggali peran culture masyarakat setempat, secara keseluruhan (100 %) menyatakan sangat baik. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa masyarakat desa Tenganan Pegringsingan mengetahui sangat baik dalam hal pengetahuan dari fungsi hutan dan pelestariannya, mengacu pada kepercayaan/mitos yang ada di desa tersebut, peran awig-awig dalam pengelolaan hutan, dan logika dijalankan dalam pelestarian hutan Tenganan Pegringsingan. (2) Di hutan Bukit Kangin diketemukan sekitar 43 jenis tumbuhan dengan nilai indeks diversitas, ekuitabilitas dan kekayaan spesies masing-masing adalah sebesar 2,367; 0,572; dan 7,480.
DETERMINASI KEBERADAAN PENGEMIS PERKOTAAN DI KECAMATAN DENPASAR BARAT Putu Indra Christiawan; I Gede Astra Wesnawa; Aprilia Riszi Indah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v6i1.9711

Abstract

 AbstrakPenelitian dilaksanakan di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar dengan tujuan: (1) menganalisis faktor pendorong kemunculan pengemis perkotaan, dan (2) menganalisis faktor penarik pengemis perkotaan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan metode studi kasus. Penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara mendalam, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor pendorong kemunculan pengemis perkotaan dipengaruhi oleh faktor ekonomi meliputi ketiadaan orang yang menanggung hidup, jumlah penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan, keterbatasan keahlian, dan ketidakharmonisan hubungan rumah tangga; dan (2) faktor penarik pengemis perkotaan dipengaruhi oleh faktor daya tarik pekerjaan mengemis yang mudah, fleksibel dan praktis, terutama dipengaruhi oleh simpati calon dermawan, tidak memerlukan waktu lama, rerata penghasilan yang relatif besar dan pemilihan lokasi yang strategis. Kedua faktor pendorong dan penarik ini merupakan kekuatan sentripetal yang mendorong individu dari luar kota untuk mengemis di wilayah Kota Denpasar, khususnya di Kecamatan Denpasar Barat.Kata kunci: pengemis perkotaan, faktor pendorong dan penarik AbstractThe research was conducted in the District of West Denpasar, Denpasar City with the aim of: (1) analyze the push factors the existence of urban beggars, and (2) analyze the pull factors of urban beggars. The design of the study design was descriptive with case study method. The samples using snowball sampling technique. Data collected by observation and depth-interview, and analyzed by descriptive analysis. The results showed that: (1) The push factors for the existence of urban beggars influenced by economic factors include the absence of those who bear life, the amount of income that is insufficient, limited expertise, and disharmony of households relationship; and (2) of the pull factors of urban beggars influenced by the attractiveness of begging is easy, flexible and practical, mainly influenced by sympathy prospective benefactor, does not require a long time, the average income is relatively large and the selection of strategic locations. Both push and pull factors is a centripetal force that encourages people from outside the city to beg in the city of Denpasar, particularly in West Denpasar District.Keywords: urban beggars, push and pull factors
Pengembangan Pariwisata Perdesaan Bali: Integrasi Potensi, Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif I Gede Astra Wesnawa
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i1.44184

Abstract

Perdesaan di Pulau Bali memiliki berbagai daya tarik wisata untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Sebagai sebuah industri kreatif, pariwisata mampu meningkatkan pendapatan wilayah dan kehidupan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan potensi lokal, kearifan lokal dan ekonomi kreatif dalam pengembangan pariwisata perdesaan di Pulau Bali. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Interdisipliner. Populasi penelitian meliputi desa wisata yang tersebar di kabupaten/kota Provinsi Bali, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sampel subjek melibatkan informan kunci yang terdiri dari kepala dinas pariwisata kabupaten, kepala desa, kelompok wisata, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, dan masyarakat sekitar. Data dikumpulkan melalui FGD, wawancara, dan observasi. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif melalui analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: bentuk-bentuk pariwisata yang dikembangkan meliputi bentuk daya tarik alam, daya tarik budaya dan daya tarik buatan berdasarkan sumberdaya desa wisata. Lebih lanjut, integrasi potensi lokal, kearifan lokal dan ekonomi kreatif diperlukan dalam rangka pengembangan pariwisata perdesaan di Pulau Bali. Integrasi ketiga komponen tersebut menjadi pondasi dan strategi yang kuat untuk mengembangkan pariwisata perdesaan secara berkelanjutan.
Perubahan Lingkungan Permukiman Mikro Daerah Perkotaan berbasis Konsep Tri Hita Karana di Kabupaten Buleleng Bali I Gede Astra Wesnawa
Forum Geografi Vol 24, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v24i2.5020

Abstract

This research was carried out in area of urban of Buleleng regency. The aim of the research: (a) to identify form of changes of urban settlement environment on the basis of THK, (b) to study change factor of urban micro settlement environment on the basis of THK in Buleleng regency, (c) study process of change of urban micro settlement environment, what factors had an effect on to the change, and (d) study fade in what impact of existence of change of urban micro settlement environment on the basis of THK. This research duration during 2 year. First year focus on identifying form of changes and study cause of change of urban micro settlement environment. The method research by using survey design. Sampling is sampling subject was chosen with technique in stratified random sampling. Analysis was analytical technique qualitative supported with quantitative data to change of urban micro settlement environment which based on at concept THK. Research results show that: Identify form of change of applying of concepts THK in urban micro settlement. The cause of change of urban micro settlement environment on the basis of THK. Research result in the forms of change of urban micro settlement environment and cause of change of environment, relate to development of urban micro settlement basis of Tri Hita Karana in urban of Bali, as a form of innovation and enable of urban area as strategic way out and anticipation for sub-province local government in overcoming various problems of development of the areas for the agenda of areas autonomies, specially concerning of settlement environment.
Dinamika Pemanfaatan Ruang Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Buleleng Provinsi Bali I Gede Astra Wesnawa
Forum Geografi Vol 24, No 1 (2010): July 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v24i1.5011

Abstract

This Research is carried out in urban area and countryside of Buleleng regency. Generally, the aim of this study is to analyze the dynamic space exploitation based on local wisdom. Particularly. this research aims to: (1) analyze the difference of applying of local wise aspect in exploiting of regional room of countryside and lawn of custom society house in urban area and countryside, and factors that cause the difference of its applying and (2) solution of using custom countryside room and lawn of custom society house in urban area and countryside based on local wisdom. To reach the target designed research by using survey device, by using household as analysis unit. Household Sample is determined by proportional sampling random (145 sample). Data are collected through documentation technique, and interview of questioner. Then the data analyzed are through technique analyze qualitative. Research result out find differences of local wisdom applying in exploiting of regional room of countryside and lawn of house, and solution in exploiting of room base on local wisdom concept as materialization of human being interaction process with environment. Based on the research result, contribution that can be put forward: (1) contribution of theory: approach of countryside scale spatial and house made excellence of this research to express the difference of local wise applying in exploiting of regional room of countryside and lawn of house and (2) practical contribution: exploiting of room based on local wisdom can survive and sustain to influence modernize if custom society remains to tie with custom countryside. The concept of Tri Hita Karana as form of local wisdom form in utilizing adaptive room against change and growth of an era which is indicated with being compromise on Kahyangan Tiga as a soul of dwelling, territorial area as a village physical form and people who dwell there. This harmonious relation guarantee harmonious preserving environment.
KARAKTERISTIK EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN DARAT BERBASIS NILAI-NILAI NYAMABRAYA I Gede Astra Wesnawa; I Gede Sudirtha
Jurnal IKA Vol. 15 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v15i2.20192

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Bali selama 3 (tiga) tahun, dengan tujuan untuk menghasilkan model pengelolaan wilayah perbatasan darat berbasis konsep Nyamabraya. Dengan konsep kearifan lokal ini konflik di wilayah perbatasan provinsi, kabupaten, dan desa di Bali dapat  dihindari atau diminimalisir, sehingga terjadi keajegan wilayah bahkan keutuhan NKRI tetap lestari. Salah satu tujuan khusus dari penelitian Tahun I adalah mengidentifikasi karakteristik ekonomi, sosial budaya masyarakat dalam pengelolaan wilayah perbatasan darat, Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan  paradigma penelitian pengembangan tipe prototipycal studies yang dipadukan dengan metode analisis reflektif. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik ekonmi masyarakat perbatasan adalah dominan pada sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. Karakteristik sosial budaya masyarakat dalam pengelolaan wilayah perbatasan darat dengan “desa kala patra” yang diselaraskan dengan  konsel Tri Hita Karana
Pengaruh Pembelajaran Daring Dengan Perpaduan Asinkronous Dan Sinkronous Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Ekonomi Anak Agung Ketut Agung Widiantari; I Gede Astra Wesnawa; I Wayan Mudana
Media Komunikasi FPIPS Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.37799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring dengan perpaduan asinkronous dan sinkronous terhadap minat dan prestasi belajar siswa IPS (Ekonomi) di masa pendemi Covid 19. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72, sedangkan sampel berjumlah 48 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran daring dengan Perpaduan Asinkronous dan Sinkronous, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat belajar dan prestasi belajar siswa. Data minat belajar siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner, sedangkan data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Manova. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran daring dengan perpaduan Asinkronus dan Sinkronus terhadap minat dan prestasi belajar siswa kelas X IPS baik secara terpisah maupun bersama-sama.
Co-Authors Adi, Komang Budi Laksana Admyana, Putu Budi Agus Sudarmawan Anak Agung Gede Agung Darmawan Anak Agung Gede Sugianthara Anak Agung Ketut Agung Widiantari Aprilia Riszi Indah Ari Sudana, I Putu Aridana, I Komang Alit AUGUSTA DE JESUS MAGALHAES Ayu Ramantari, Putu Amanda Bharata, Ida Bagus Arya Yoga Dewa Made Atmaja Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Dwi Novia Wahyuni Dwipayana, Made Faradisa, Nuril Gofur, M Abdul Harefa, Darmawan I Gede Arya Sumarabawa I Gede Arya Sumarabawa I Gede Made Yudi Antara I Gede Sudirtha I Gede Suparta I Gusti Agung Nyoman Setiawan I Ketut Jendra I Ketut Jendra I Ketut Taksu I Komang Alit Aridana I Made Sarmita I Made Sutajaya I Nengah Suarmanayasa I Nyoman Suditha I Nyoman Wijana I Putu Ananda Citra I Putu Ari Sudana I Putu Sriartha I Putu Wisna Ariawan I Wayan Kertih I Wayan Lasmawan I Wayan Suastra I Wayan Treman I Wayan Witama Ida Bagus Made Astawa Indah, Aprilia Riszi Juliana, Made Winda Putri K. Yunitha Aprillia K. Yunitha Aprillia Kadek Diah Arita Dewi Khoirunnisa, Arini Komang Adi Komang Adi Komang Budi Laksana Adi Lailatuz Zuhro Latifah Latifah Latifah Latifah M Abdul Gofur Made Suryadi Made Suryadi Made Winda Putri Juliana Ni Kadek Merik Purnamadewi Ni Kadek Merik Purnamadewi Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Luh Sri Novi Sumitadewi Ni Made Astiti Ni Made Marheni Widiastuti Ni Made Marheni Widiastuti Ni Nyoman Siska Febriani Ni Nyoman Siska Febriani Ni Wayan Deri Suarsini Ni Wayan Handayani Ni Wayan Handayani Ni Wayan Novi Sukma Wardani Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Pahriah, Pahriah Palgunadi, Ni Putu Gita Saraswati Piscesita, Brilliantari Boeky Purwita, Putu Esa Putu Artha Wirawan Putu Asih Ardani Putu Budi Adnyana Putu Eka Supriyatama Putu Indah Rahmawati Putu Indra Christiawan Putu Widiasih Rahmat, Dani Riyadh Riyadh Riyadh, Riyadh Rosalia Osin S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sakinah Sakinah Sakinah Sakinah Samuelina Situmorang Sanusi Mulyadiharja Saut Martogi Ompusunggu Situmorang, Samuelina Suditha, I Nyoman Sukadi Sukadi Suparta, I Gede Supriyatama, Putu Eka Suryati Suryati sutarjo sutarjo Sutarjo Sutarjo Taksu, I Ketut Taufiqurrahman, M. Wahyuni, Dwi Novia Wardani, Ni Wayan Novi Sukma Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Widiasih, Putu Widyasari, Ni Putu Setya Wijana, I Nyoman Yanti, Baiq Azmi Sukroyanti Zahara, M.Pd, Laxmi Zuhro, Lailatuz