p-Index From 2021 - 2026
4.772
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam BAHASTRA Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Proceedings Education and Language International Conference Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Aksara TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Ittishal Educational Research Journal DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) SWARNA Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Widyaparwa Studies in English Language and Education JGK (Jurnal Guru Kita) SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Studies in English Language and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN KEAKTORAN BERBASIS NASKAH SENI TRADISONAL BAGI KOMUNITAS SENI TEATER UDURI DI DESA JATEN, KECAMATAN JATEN, KABUPATEN KARANGANYAR Sugit Zulianto; Sarwiji Suwandi; Nugraheni Eko Wardani; Chafit Ulya; Titi Setiyoningsih
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.101

Abstract

Kelompok Seni Teater Uduri di Desa Jaten merupakan sebuah wadah pengembangan potensi remaja di bidang seni pertunjukan. Sayangnya, keberadaan kelompok ini kurang diperhatikan. Untuk keperluan pelatihan keaktoran, komunitas yang mewadahinya diperlukan agar terorganisasi dengan baik. Dalam hal ini, pelatihan keaktoran akan dilaksanakan melalui Komunitas Seni Teater Uduri (KSTU). Solusi pelatihan dalam KSTU itu akan ditempuh dengan pertimbangan bahwa proses berkesenian bagi para anggota Karang Taruna di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, telah berlangsung meskipun peserta terbatas. Selain itu, KSTU telah memberikan layanan pelatihan perteateran bagi masyarakat secara terbuka. Artinya, peminat boleh bergabung meskipun keanggotaan umumnya dari kalangan pemuda. Untuk itu, target yang akan dicapai, yaitu terbentuknya karakter keaktoran bagi kelompok Karang Taruna guna saling mengenali nilai luhur antarbudaya daerah di nusantara.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU-GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA SURAKARTA Nugraheni Eko Wardani; Sarwiji Suwandi; Sugit Zulianto; Chafit Ulya; Titi Setiyoningsih
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.678

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia SMP Kota Surakarta.   Pengabdian   Kepada Masyarakat     bertujuan   untuk   memberikan pelatihan sekaligus pendampingan bagi guru-guru SMP Kota Surakarta dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum merdeka.  Pengabdian Kepada  Masyarakat  ini  diharapkan  dapat  berkontribusi bagi guru-guru SMP dalam mengatasi kendala mereka ketika menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum merdeka. Metode dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa pelatihan dan pendampingan penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas.  Hasil  pengabdian  Kepada Masyarakat   adalah  meningkatnya  pemahaman   guru terkait cara menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMP dengan kurikulum merdeka  dan  meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMP dengan kurikulum merdeka. Hasil akhirnya, guru berhasil menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan baik.
SEJARAH DAN FIKSI DALAM “LEGENDA KAMPUNG JAGALAN” DAN “LEGENDA KAMPUNG SEWU” SURAKARTA Nugraheni Eko Wardani
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.371.207-222

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk cerita rakyat “Legenda Kampung Jagalan” dan “Legenda Kampung Sewu” Surakarta, aspek sejarah dalam kedua cerita rakyat, unsur ksi dalam kedua cerita rakyat, serta hubungan antara cerita rakyat dengan babad. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini buku Cerita Rakyat Surakarta dan Yogyakarta dan informan. Teknik pengumpulan data melalui analisis kedua legenda dan analisis catatan hasil wawancara informan. Analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk cerita rakyat Surakarta adalah legenda asal-usul nama Kampung Jagalan dan Kampung Sewu Surakarta. Cerita rakyat “Legenda Kampung Jagalan” berhubungan dengan tokoh sejarah Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X dan “Legenda Kampung Sewu” berhubungan dengan tokoh Kanjeng Susuhunan Pakubuwono II. Fiksi dalam cerita rakyat berkaitan dengan penceritaan tokoh dari kalangan rakyat jelata, latar tempat yang menunjukkan kehidupan rakyat jelata, dan dialog-dialog yang terjadi antartokoh di kalangan rakyat. Cerita rakyat dan babad bertujuan untuk melegitimasi nama raja. Hal ini menunjukkan bahwa kedua legenda mengandung sejarah yang berhubungan dengan raja-raja Kerajaan Surakarta. Legenda mengandung unsur ksi pada struktur cerita.Kata Kunci: sejarah, ksi, cerita rakyat, SurakartaAbstractThis study aims to describe the form of Surakarta folktale through “Kampung Jagalan Legend” and “Kampung Sewu Legend”, historical aspects and roles in both folktales, the ction contained in both folktale, the relationship between folktales and babad. This research is qualitative descriptive research. The data in this study are book Cerita Rakyat Surakarta dan Yogyakarta and informants. The technique of collecting data through analysis of the two legends and informant interview records. Data analysis using interactive model analysis. The results of the research indicate that Surakarta folktales are the legend of the origin of the name Kampung Jagalan and Kampung Sewu Surakarta. “Kampung Jagalan Legend” relates to the historical gure of Pakubuwono X and “Kampung Sewu Legend” related the character of Pakubuwono II. Fiction in legends is related to the telling of gures from the common people, backgrounds that show the lives of ordinary people, and dialogues that occur between group, folktales and babad aim to legitimize the name of the king. The two legends contain history related to king of the kingdom Surakarta. Legends contain elements of ction in the structure of stories.Keywords: history, ction, folktales, Surakarta
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Arfika Dhea Syaharani; Nugraheni Eko Wardani
Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/aksara.v9i2.1269

Abstract

This study aims to (1) describe the learning planning of short story texts with the Merdeka Curriculum in grade XI of SMA Negeri 1 Karanganyar, (2) describe the implementation of learning short story texts with the Merdeka Curriculum in grade XI of SMA Negeri 1 Karanganyar, (3) describe the obstacles faced by teachers in the implementation of learning short story texts with the Merdeka Curriculum in grade XI of SMA Negeri 1 Karanganyar, and (4) describe the solutions applied by teachers in the implementation of short story text learning with the Merdeka Curriculum in grade XI of SMA Negeri 1 Karanganyar. The data sources of this research include documents in the form of teaching modules prepared by Indonesian teachers in class XI F 2, the learning process of short story texts in class XI F2 which implements the Merdeka Curriculum at SMA Negeri 1 Karanganyar, field notes from observations, and informants (Indonesian teachers in class XI F 2). This study uses a qualitative descriptive method with a single embedded case study approach. The sampling technique was carried out by purposive sampling. The results of this study are as follows. First, the learning planning of short story texts with the Merdeka Curriculum in grade XI of SMA Negeri 1 Karanganyar is not in accordance with the guidelines given by the government related to the learning planning of the Merdeka Curriculum. Of the four stages of learning planning, teachers only apply learning planning in the form of formulating learning objectives and preparing teaching modules. Second, the implementation of learning short story texts with the Merdeka Curriculum in grade XI of SMA Negeri 1 Karanganyar has a suitability with the teaching modules prepared by teachers. Third, obstacles related to learning short story texts with the Merdeka Curriculum in grade XI of SMA Negeri 1 Karanganyar there are several obstacles faced by teachers. Fourth, teachers have found solutions related to the obstacles they face, in the form of preparing teaching materials for short story texts in advance, stimulating students' ideas, and overseeing each phase of learning.
Nilai Moral Syair Jawa Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Karakter pada Santri Taman Pendidikan Al Qur’an M. Furqon Al Maarif; Edy Suryanto; Nugraheni Eko Wardani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1611

Abstract

Pembentukan karakter merupakan aspek fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, di mana pendidikan karakter tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membentuk budi pekerti dan sopan santun generasi muda. Dalam konteks masyarakat Jawa, pendidikan karakter telah diterapkan sejak dini melalui pola asuh keluarga dan pengenalan nilai-nilai luhur budaya Jawa. Namun, di era globalisasi, tantangan terhadap moralitas remaja semakin meningkat, sehingga diperlukan upaya pelestarian nilai-nilai budaya, salah satunya melalui syair-syair Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran syair Jawa dalam membentuk karakter anak bangsa, khususnya melalui lembaga pendidikan nonformal seperti Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap syair-syair Jawa yang berkembang di masyarakat. Sumber data dalam penelitian adalah syair-syair Jawa yang berkembang di masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen. Sedangkan untuk teknik analisis data kualitatif menggunkan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair-syair Jawa tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media efektif dalam menanamkan nilai moral dan membangun karakter generasi muda di tengah tantangan globalisasi.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM GARA GARA WARISAN SERTA RELEVANSINYA PADA MATERI DRAMA DI SMA Galuh Kusumawati Sukarjo; Kundharu Saddhono; Nugraheni Eko Wardani
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.665

Abstract

This study aims to: (1) analyze and describe the forms of expressive speech acts found in the film Gara Gara Warisan by Muhadkly Acho, and (2) describe the relevance of the film Gara Gara Warisan in Learning Drama Material for Grade XI in High School. This research is a qualitative research. The data sources of this research include documents in the form of the Gara Gara Warisan film and its informants, namely the Indonesian language teacher of class XI. Data collection techniques are carried out by document analysis and interviews. Meanwhile, the data validity test technique is the triangulation of theory and data sources. This study uses a data analysis technique, namely document analysis. The results of this study are as follows. The film Gara Gara Pahlawan contains expressive speech acts which consist of 5 expressive speech acts of apologizing, apologizing, giving praise, saying thank you, and saying congratulations. Overall there were 13 data found. The most data is in the expressive speech act of apologizing with 5 data, while the data with the lowest amount is the expressive speech act of apologizing with 1 data.
Portrait of Pesantren Education In Novel Ayat-Ayat Cinta 2 (Potret Pendidikan Pesantren Dalam Novel Ayat-Ayat Cinta 2) Wijang Iswara Mukti; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.2452

Abstract

This study aims to (1) describe the role of pesantren education in Indonesia, and (2) to describe the elements of pesantren education result implemented by the main character in the novel Ayat-Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy. This research is in the form of descriptive qualitative with the approach of the sociology of literature. Data analysis in this research using content analysis. Data validity using triangulation theory. The results of this study show: First, pesantren education has played a great role in the development of the Indonesian nation, especially in terms of generating a religious and trustworthy generation, and acts as a social controller in society when there are deviations that are not in accordance with Islamic values. Second, the story in the novel Ayat-Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy shows elements of pesantren education outcomes with the achievement of the goals of faith and piety, noble character, develop science, and build Islamic life through the character of the main character. Novel Ayat-Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy provides education to the people through its beautiful, refined and full of Islamic values. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peran pendidikan pesantren di Indonesia, dan (2) mendeskripsikan unsur-unsur hasil pendidikan pesantren yang diimplementasikan oleh tokoh utama dalam cerita novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi. Validitas data menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, pendidikan pesantren telah berperan banyak dalam pembangunan bangsa Indonesia terutama dalam hal melahirkan generasi yang religius dan amanah, serta berperan sebagai pengendali sosial di masyarakat saat terjadi penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kedua, cerita di dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy menunjukkan unsur-unsur hasil pendidikan pesantren dengan tercapainya tujuan iman dan takwa, akhlak mulia, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membangun kehidupan islami melalui karakter tokoh utamanya. Novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy memberikan edukasi kepada masyarakat melalui ceritanya yang indah, halus, dan penuh dengan nilai-nilai keislaman.
Nilai Pendidikan Antikorupsi dalam Puisi Karya Ahmad Mustofa Bisri Chafit Ulya; Nugraheni Eko Wardani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5302

Abstract

This research aims at describing and explaining: (1) anti-corruption values in A. Mustofa Bisri’s poetry; (2) the relevance of the anti-corruption values in A. Mustofa Bisri’s poetry as an anti-corruption literacy material in poetry appreciation lesson at the high school level. This research applies a descriptive qualitative method by collecting the data from a poetry collection ‘Aku Manusia’. There are 47 poetries in that book which nine of them are then chosen under thematic and semantic considerations. Based on the data analysis, it shows that (1) there are nine anti-corruption values implied in the poetries, those are honesty, true to self, responsibility, injustice, contemplation, sincerity, modesty, wealth, and self-control. (2) Those values in A. Mustofa Bisri’s poetry can be used as a learning material in enriching anti-corruption literacy in poetry appreciation lesson.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) nilai-nilai pendidikan antikorupsi yang terdapat dalam puisi karya A. Mustofa Bisri; (2) relevansi nilai antikorupsi dalam puisi karya A. Mustofa Bisri dalam pembelajaran apresiasi puisi di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kumpulan puisi Aku Manusia. Ada 47 puisi dalam buku tersebut yang selanjutnya dipilih sembilan puisi dengan pertimbangan tematik dan makna yang dikandung. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dilakukan, dapat ditarik simpulan bahwa (1) ada tujuh nilai pendidikan antikorupsi yang dapat dipetik dari puisi A. Mustofa Bisri, yaitu kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, keadilan,  keikhlasan, kesederhanaan, dan pengendalian diri. (2) Nilai-nilai antikorupsi dalam puisi A. Mustofa Bisri dapat dijadikan sebagai materi untuk memperkaya literasi antikorupsi dalam pembelajaran apresiasi puisi.
Pembelajaran Menulis Puisi di Sekolah Menengah Atas Sutikno Sutikno; Retno Winarni; Suyitno Suyitno; Nugraheni Eko Wardani
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7338

Abstract

This study aims to describe learning to write poetry in high schools in Brebes Regency. (1) the importance of developing learning to write poetry for high school students that is attractive and fun, (2) the importance of the dimensions of the knowledge construction process in the learning process, (3) there is no model deemed appropriate for learning to write poetry, (4) the importance of the media used in learning to write poetry for high school students, and (5) the importance of introducing students to multiculturalism in learning to write poetry. Things that are needed by teachers and students in learning to write poetry include: (1) easy-to-use media, (2) an interesting and fun learning atmosphere, (3) can develop students' talents and interests, (4) can increase social feelings between friends, and (5) can train courage and self-confidence.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis puisi di SMA se-Kabupaten Brebes. (1) pentingnya pengembangan pembelajaran menulis puisi siswa SMA yang menarik dan menyenangkan, (2) pentingnya dimensi The knowledge construction process dalam proses pembelajaran, (3) belum adanya model yang dianggap tepat untuk pembelajaran menulis puisi, (4) pentingnya media yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi siswa SMA, dan (5) pentingnya mengenalkan kepada siswa tentang multikultural dalam pembelajaran menulis puisi. Hal yang diperlukan guru dan siswa pada pembelajaran menulis puisi, meliputi: (1) media yang mudah digunakan, (2) suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, (3) dapat mengembangkan bakat dan minat siswa, (4) dapat meningkatkan rasa sosial antarteman, dan (5) dapat melatih keberanian dan percaya diri.
Representasi Pengetahuan dan Keterampilan Berpikir Aras Tinggi dalam Modul Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama Sarwiji Suwandi; Chafit Ulya; Nugraheni Eko Wardani; Sugit Zulianto; Titi Setiyoningsih
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i2.15410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dimensi pengetahuan dan keterampilan berpikir aras tingi dalam modul ajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi dan wawancara. Sumber data mencakupi dokumen modul dan informan guru dan pakar. Teknik cuplikan dengan purposive sampling. Data divalidasi dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan analisis model interaktif. Temuan penelitian adalah semua dimensi pengetahuan dan aspek keterampilan berpikir aras tinggi terdapat dalam modul dengan sebaran yang berbeda. Jumlah pengetahuan faktual paling banyak dibandingkan dengan pengetahuan lainnya. Sementara itu, keterampilan mencipta merupakan keterampilan aras tinggi yang paling banyak ditemukan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengetahuan konseptual dan metakognitif perlu lebih ditingkatkan dalam penyusunan modul pembelajaran bahasa Indonesia.Representation of Knowledge and Higher Order Thinking Skills in Junior High School Indonesian Language ModulesThis research aims to describe the dimensions of knowledge and high-order thinking skills in teaching modules. This type of research is descriptive qualitative with a content analysis and interview approach. Data sources include module documents and teacher and expert informants. Sampling technique using purposive sampling. Data were validated by triangulation of sources and methods. Data analysis uses content analysis techniques and interactive model analysis. The research findings are that all dimensions of knowledge and aspects of high-order thinking skills are contained in modules with different distributions. The amount of factual knowledge is the largest compared to other knowledge. Meanwhile, creative skills are the most frequently found high-level skills. The implication of this research is that conceptual and metacognitive knowledge needs to be further improved in preparing Indonesian language learning modules.