This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora BASASTRA El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam BAHASTRA Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Proceedings Education and Language International Conference Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Aksara TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Ittishal Educational Research Journal DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) SWARNA Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Widyaparwa Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Studies in English Language and Education JGK (Jurnal Guru Kita) BAHASTRA SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Studies in English Language and Education Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture
Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPLORASI STILISTIKA DALAM NOVEL THE ARCHITECTURE OF LOVE KARYA IKA NATASSA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA DI SMK Anindya Khawiswara Dewanti Prabandari; Elisabeth Nugraheni Eko Wardani
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.327

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berfokus pada penguraian unsur-unsur stilistika dalam novel The Architecture of Love yang ditulis oleh Ika Natassa dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar sastra di SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data berasal dari novel The Architecture of Love karya Ika Natassa dan wawancara dengan guru Bahasa Indonesia serta siswa SMK. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik membaca, mencatat, dan wawancara, selanjutnya dianalisis dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel The Architecture of Love mengandung berbagai unsur stilistika yang meliputi diksi, gaya bahasa, dan citraan. Dalam hal diksi, ditemukan adanya penggunaan kata konkret, makna konotatif, sapaan dengan nama, diksi serapan, dan bahasa vulgar. Pada aspek gaya bahasa, teridentifikasi gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Di sisi lain, pada citraan terdapat citraan yang melibatkan penglihatan, pendengaran, gerak, penciuman, pengecapan, dan perabaan. Penggunaan unsur-unsur stilistika tersebut berperan untuk memperkuat penggambaran karakter tokoh, menciptakan suasana, memperjelas konflik, dan menambah nilai estetika dalam novel. Selain itu, wawancara juga menunjukkan bahwa novel ini berhubungan erat dengan penggunaan sebagai bahan ajar sastra di SMK karena bahasanya yang komunikatif, tema yang relevan dengan kehidupan remaja, serta mendukung proses pembelajaran sastra dalam Kurikulum Merdeka, terutama pada Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase F. Dengan begitu, novel The Architecture of Love tidak hanya memiliki keindahan sebagai karya sastra, tetapi juga menawarkan potensi pendidikan dalam pengajaran sastra di SMK. KATA KUNCI: stilistika; novel; diksi; gaya bahasa; citraan; materi ajar sastra. >  A STYLISTIC ANALYSIS OF IKA NATASSA’S NOVEL THE ARCHITECTURE OF LOVE AND ITS RELEVANCE AS LITERARY TEACHING MATERIAL IN VOCATIONAL HIGH SCHOOLS   ABSTRACT: This study focuses on analyzing the stylistic elements in the novel The Architecture of Love by Ika Natassa and their use as teaching materials for literature in vocational high schools. The method used in this study is qualitative descriptive with a stylistic approach. The data sources include Ika Natassa’s novel The Architecture of Love and interviews with Indonesian language teachers and vocational high school students. Data collection was conducted through reading, note-taking, and interviews, followed by analysis in several stages: data reduction, data classification, data presentation, and drawing conclusions. The findings indicate that the novel The Architecture of Love contains various stylistic elements, including diction, style, and imagery. Regarding diction, the study identified the use of concrete words, connotative meanings, direct address by name, loanwords, and vulgar language. In terms of writing style, rhetorical and figurative styles were identified. On the other hand, the imagery includes visual, auditory, kinetic, olfactory, gustatory, and tactile imagery. The use of these stylistic elements serves to strengthen the characterization of the protagonists, create atmosphere, clarify conflict, and enhance the aesthetic value of the novel. Furthermore, the interview results indicate that this novel is suitable for use as a literature teaching resource in vocational high schools because it features accessible language, themes that resonate with the lives of teenagers, and supports literature instruction under the Merdeka Curriculum, particularly in the Indonesian Language Learning Outcomes for Phase F. Thus, the novel The Architecture of Love not only possesses aesthetic value as a literary work but also holds pedagogical potential for literature instruction in vocational high schools. KEYWORDS: stylistics; novel; diction; style; imagery; literature teaching materials
Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Pada Berita Viral Pembatalan Pernikahan Batak Kaleb Edison Simanungkalit; Nugraheni Eko Wardani; Kundharu Saddhono; Muhammad Rohmadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8432

Abstract

Mass media play a crucial role in shaping public opinion and framing social reality through discourse construction. In online news reporting, the choice of words, text structure, and journalistic perspective significantly influence how events are perceived by the public. This study aims to analyze the critical discourse in the Tribun Medan news article titled “Viral Pesta Pernikahan Batak Batal Akibat Pengantin Wanita Kabur Pihak Sihombing Tuntut Ganti Rugi” using Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) model. This research employs a qualitative method with data collected through documentation of the news text published on July 11, 2023, supported by relevant literature. The data were analyzed using the three dimensions of Van Dijk’s CDA: text structure (macrostructure, superstructure, and microstructure), social cognition, and social context. The results reveal that the news is not neutral but is constructed through linguistic choices, textual organization, and rhetorical strategies that emphasize the financial and social pressures experienced by the groom’s family. The analysis of social cognition shows that the journalist’s ideology, values, and personal experiences influence the framing of the event. Meanwhile, the social context analysis highlights power dynamics within Batak customary traditions, particularly regarding the rights and position of the male party in customary marriages, as represented by the highlighted demand for compensation in the news. This study contributes to CDA scholarship on local cultural reporting and offers a critical perspective on how media construct social realities.. Abstrak Media massa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan membingkai realitas sosial melalui konstruksi wacana. Dalam konteks pemberitaan daring, pemilihan kata, struktur teks, dan sudut pandang jurnalis sangat memengaruhi bagaimana sebuah peristiwa dipersepsikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana kritis pada berita Tribun Medan berjudul “Viral Pesta Pernikahan Batak Batal Akibat Pengantin Wanita Kabur Pihak Sihombing Tuntut Ganti Rugi” dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi terhadap teks berita yang diterbitkan pada 11 Juli 2023, serta studi pustaka sebagai data pendukung. Data dianalisis menggunakan tiga dimensi AWK Van Dijk, yakni struktur teks (makro, superstruktur, dan mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita tersebut tidak bersifat netral, melainkan dikonstruksi melalui pilihan bahasa, skema teks, dan strategi retoris yang menekankan kerugian finansial serta tekanan sosial yang dialami pihak pengantin pria. Analisis kognisi sosial mengungkap bahwa ideologi, nilai, dan pengalaman wartawan turut membentuk cara peristiwa diberitakan. Adapun pada konteks sosial, ditemukan bahwa dinamika kekuasaan dalam adat Batak, khususnya terkait hak dan posisi pihak laki-laki dalam pernikahan adat, direpresentasikan melalui tuntutan ganti rugi yang ditonjolkan media. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian AWK dalam pemberitaan budaya lokal dan memberikan perspektif kritis mengenai cara media mengonstruksi realitas sosial.
Tunjuk Ajar Melayu in Riau Malay syair: An ecocritical study Ermawati S; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
Studies in English Language and Education Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v13i1.219

Abstract

This study explores ecological values and environmental awareness embedded in the verses of Riau Malay syair (a traditional form of poetry) through an ecocritical lens. Syair, as a distinctive form of traditional Malay poetry, serves as a cultural vessel for moral guidance and collective memory. Employing a qualitative descriptive approach, this research drew on observational data and textual analysis. The primary sources consisted of two works by Tenas Effendy, from which lines of syair were selected as the research data. These data were examined using an interactive process that involved data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that Malay elders and cultural leaders have long expressed concern for environmental issues in Riau by embedding ecological counsel, tunjuk ajar, within syair. The ecological values identified include advice, encouragement, prohibitions, and warnings related to environmental management and conservation. Environmental awareness is articulated through deliberate word choices that reflect ecological challenges faced by the community. From an ecocritical perspective, the results align with Garrard’s framework, with thematic categories emerging in the form of pollution, wilderness, apocalypse, animals, and the earth. These findings highlight the wisdom of the Malay community in upholding environmental balance. Beyond contributing to scholarly understanding of Tunjuk Ajar Melayu and Malay cultural heritage, this study also reinforces public awareness of the importance of environmental conservation.
Ecological wisdom in the legend of Otak Aiq Tojang: An ecocritical analysis Hubbi Saufan Hilmi; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
Studies in English Language and Education Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i2.35428

Abstract

This study examines the Legend of Otak Aiq Tojang to explore ecological wisdom and spirituality within the Sasak people. Otak Aiq Tojang is a spring sacred to the Sasak people in Lendang Nangka village. This study used a literary ecocriticism approach with data collection techniques in the form of observation and interviews. Interviews were conducted with five informants representing predetermined social layers in the community using purposive sampling. The analysis reveals that the legend has profound significance in Sasaks life, symbolizing a harmonious balance between humans and nature. The connection between ecological policy and sustainability is underscored by the legend of Dewi Anjani, a purported mythological being, and Betere Indra Guru Saktis arrival and subsequent discovery of the spring. These tales have an impact on religious observances, including Begawe Beleq and Maulid Adat, which commemorate Prophet Muhammads birth. These legends serve not only as historical narratives but also as sources of spiritual and ecological insights. The water deemed auspicious by Otak Aiq Tojang symbolizes sustainability, reflecting the communitys holistic perspective on the environment. Prohibitions of indiscriminate entry and specific food offerings during rituals signify a dedicated preservation effort, illustrating the interconnectedness of cultural norms and ecosystem maintenance. This study enhances our understanding of Sasaks ecological wisdom, particularly within the context of the Otak Aiq Tojang legend. The implications extend to a deeper comprehension of the interplay between myths, religious rituals, and nature conservation in local cultural settings, thus providing a basis for future research in this domain.
Reinterpretation of religious and nationalism in Wasiat Renungan Masa: A hermeneutical approach to Hamzanwadis thought Herman WIjaya; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
Studies in English Language and Education Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v12i2.37491

Abstract

This research explored the reinterpretation of the dimensions of religion and nationalism in Hamzanwadis Wasiat Renungan Masa. This research aimed to understand religious messages and nationalism in the context of changing times and reveal their relevance to the challenges of globalization and modernization. The problem in this study lay in the complexity of the relationship between the spiritual dimension and national identity that emerged in the text. This research method was a hermeneutic approach to analyze the text in depth using the data source of the text Wasiat Renungan Masa. Data collection techniques were based on literature studies and text analysis. Data analysis techniques involve in-depth interpretation to uncover hidden meanings. Data validation was performed through triangulation by comparing the results of the analysis with the views of literary experts. The results of this study indicated that the religiosity of Kiyai Hamzanwadi is inseparable from the spirit of nationalism; instead, both complement and strengthen each other. Religion is considered a source of inspiration that encourages individuals to fight for the interests of the nation and state, while nationalism is not only a concept of nationality but also an expression of loyalty to religious teachings. This research enriches the understanding of literatures role in expressing religious values, nationalism, and their relevance to identity and social change in Indonesia.
Integrating Digital Media and Mind Mapping to Enhance Popular Scientific Writing Skills of Law Students UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azizah Suryani; Nugraheni Eko Wardani; Kundharu Saddhono
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v6i2.3515

Abstract

This study aims to analyze and describe improvements in popular science article writing skills through the integration of mind-mapping methods and the use of digital media on news websites among students in the Family Law Study Program at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This study employs a qualitative descriptive approach with a case study design supported by descriptive quantitative data. The research subjects consisted of 33 students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model across the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested through triangulation of sources and techniques to ensure the credibility of the research findings. The results of the study indicate that the mind mapping method helps students organize their ideas and systematically design a writing framework, thereby reducing barriers to writing. Additionally, digital media serves as a publication platform that requires students to adapt to editorial standards and the revision process. The integration of these two strategies has improved students’ skills in writing popular science articles across cognitive, affective, and practical dimensions and reduced the percentage of students experiencing difficulties from 50% to 26.5%. Thus, this learning model can be applied to college-level writing instruction to enhance students’ digital literacy.
Kajian Hermeneutik Penyingkapan Makna Tradisi Sedekah Laut di Pantai Sadeng Wahyu Mardaning Hardiyanti; Slamet Subiyantoro; Nugraheni Eko Wardani
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v8i2.108463

Abstract

Tradisi Sedekah Laut di Pantai Sadeng merupakan praktik budaya simbolik yang membentuk identitas sosial dan spiritual masyarakat nelayan, meskipun makna filosofisnya masih sering dipahami secara terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan pelaksanaan tradisi Sedekah Laut di Pantai Sadeng berdasarkan pemahaman masyarakat (prafigurasi), mengidentifikasi simbol, unsur ritual, dan struktur makna dalam rangkaian tradisi tersebut (konfigurasi), serta menafsirkan makna mendalam Sedekah Laut melalui proses pemaknaan kembali (refigurasi). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur untuk menafsirkan makna simbolik tradisi Sedekah Laut sebagai teks budaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interpretatif melalui tahapan reduksi, pengelompokan, dan penafsiran makna. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta verifikasi kepada informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap prafigurasi, Sedekah Laut dipahami sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut dan permohonan keselamatan dalam aktivitas melaut. Simbol-simbol ritual pada tahap konfigurasi seperti sesaji, tumpeng, doa bersama, dan pelarungan membentuk struktur makna kolektif yang mencerminkan nilai syukur, solidaritas sosial, serta sinkretisme antara tradisi lokal dan ajaran Islam. Selanjutnya, pada tahap refigurasi, tradisi Sedekah Laut mengandung tiga dimensi makna utama, yaitu kepercayaan, keselamatan, dan relasi manusia dengan alam, yang memperkuat identitas budaya, kesadaran ekologis, serta kohesi sosial masyarakat pesisir Pantai Sadeng.
Kajian Stilistika Lagu “Kala Sang Surya Tenggelam” Sebagai Ost Series Gadis Kretek Wahyu Mardaning Hardiyanti; Nugraheni Eko Wardani
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i2.30180

Abstract

Lirik lagu dalam media populer tidak hanya berperan sebagai unsur pendukung musik, tetapi juga merepresentasikan pesan emosional melalui penggunaan bahasa yang memiliki nilai estetis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis majas dalam lirik lagu Kala Sang Surya Tenggelam versi Nadin Amizah sebagai soundtrack serial Gadis Kretek serta menganalisis fungsi majas berdasarkan stilistika Charles Bally. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data berupa lirik lagu Kala Sang Surya Tenggelam, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung majas. Data diperoleh melalui purposive sampling, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teori dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya majas personifikasi, metafora, simbolik, dan repetisi yang berfungsi memperkuat ekspresi, makna, dan nilai estetis dalam lirik lagu.
GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM KUMPULAN PUISI MENGAPA LUKA TIDAK MEMAAFKAN PISAU SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP Ade Yugha Nusastri; Atikah Anindyarini; Nugraheni Eko Wardani
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i1.93797

Abstract

Salah satu bentuk pembelajaran sastra di SMP adalah mempelajari puisi. Gaya bahasa sering menjadi fokus kajian dalam puisi. Karya sastra puisi juga memiliki nilai edukatif yang dapat diterapkan dan berkontribusi dalam proses pengembangan karakter terutama di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa dalam kumpulan puisi Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau; (2) nilai pendidikan karakter dalam kumpulan puisi tersebut; (3) relevansi hasil temuan penelitian ini sebagai bahan ajar sastra di SMP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa dokumen, yaitu kumpulan puisi Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau karya M Aan Mansyur yang terdiri dari 41 puisi, dan informan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas data menggunakan triangulasi teori dan sumber data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) gaya bahasa yang ditemukan 32 macam gaya bahasa dengan total keseluruhan 226 data, di antaranya personifikasi 47 data, repetisi 36 data, pertanyaan retoris 23 data, metafora 17 data, simile 15 data; (2) nilai pendidikan karakter yang ditemukan, yaitu 15 macam nilai dengan total keseluruhan 118 data, di antaranya cinta damai 18 data, rasa ingin tahu 15 data, kerja keras 14 data, religius 12 data, jujur 12 data; (3) hasil temuan dalam penelitian ini relevan sebagai bahan ajar sastra di SMP.
REPRESENTASI NILAI-NILAI SDGS MELALUI DINAMIKA KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN KIOS PASAR SORE KARYA REDA GAUDIAMO Riyan Prasetyo; Kenes Ratu Pawestri; Nugraheni Eko Wardani
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i2.45544

Abstract

The increasing complexity of social and psychological issues in modern society calls for interdisciplinary approaches, including the use of literary works as a medium for reflecting on sustainable development values. This study aims to examine the representation of Sustainable Development Goals (SDGs) values through the personality dynamics of the main character in the short story collection Kios Pasar Sore by Reda Gaudiamo. This research employs a descriptive qualitative approach using the perspective of literary psychology, focusing on the interaction of id, ego, and superego in shaping the character’s behavior. The data consist of narrative excerpts and dialogues analyzed thematically to reveal the relationship between personality dynamics and SDGs values, such as social equality, empathy, justice, and well-being. The findings indicate that the main character experiences complex inner conflicts and psychological development, reflecting a balance between individual interests and social responsibilities. The representation of SDGs values emerges through the character’s responses to various personal and social life issues. These findings affirm that literary works can serve as a reflective medium for understanding global issues in a contextual manner. This study also contributes to strengthening literature studies based on global issues and enriching the perspective of applied linguistics in contextual literary text analysis.
Co-Authors Ade Yugha Nusastri Alfa Rosyid Abdullah Alfa Rosyid Abdullah Andayani Andayani Andayani Andayani Anindya Khawiswara Dewanti Prabandari Anita Ninasari Arfika Dhea Syaharani Ari Suryawati Secio Chaesar Arifa Ainun Rondiyah Arifa Ainun Rondiyah Asri Kamila Ramadhani Atikah Anindyarini Azizah Suryani Bertha Sylvester Maingu Biya Ebi Praheto Budhi Setiawan Bunga Hening Maulidina Célestin Havyarimana Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Deri Rachmad Pratama, Deri Rachmad Dimas Putra Dwipa Doni Uji Windiatmoko Dwiana Nur Rizki Hanifah Edy Suryanto Edy Suryanto Eko Setyawan Ermawati S Galuh Kusumawati Sukarjo Hamid Wijaya Hari Agus Sasongko Hendrik ES Samosir Herman J. Waluyo Herman WIjaya Hidayat Nur Septiadi Hubbi Saufan Hilmi Irsasri Irsasri Kaleb Edison Simanungkalit Kenes Ratu Pawestri Kundharu Saddhono Kundharu Saddhono Laila Fitri Nur Hidayah Laila Fitri Nur Hidayah M. Furqon Al Maarif Memet Sudaryanto Muhammad Rohmadi Novita Herdiawati Nurizal Yudhistira Paramita Nur Pratiwi Prima Veronika Raheni Suhita Renita Br Saragih Retno Winarni Retno Winarni Riyan Prasetyo Rizqi Citania Sari Sa'adatun Nuril Hidayah Sa'adatun Nuril Hidayah Sahid Teguh Widodo Sardjana Orba Manullang Sarwaji Suwandi Siprianus Nahak Slamet Subiyantoro St. Y. Slamet Sugeng Supriyono Sugeng Supriyono Sugit Zulianto Sugit Zuliyanto Sugit Zuliyanto Sukri Warih Sasono Sutikno Sutikno Sutikno, Sutikno Suwandi, Sarwiji Suwarno Suwarno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno Suyitno, Suyitno Syah, Setiawan Putra Tian Setyanto Titi Setiyoningsih Titi Setiyoningsih Tusana Nurul Safaah Ulya, Chafit Vinsca Sabrina Claudia Wahyu Mardaning Hardiyanti Wahyu Mardaning Hardiyanti Wijang Iswara Mukti Winarni, Retno Yuliana Sari