p-Index From 2021 - 2026
4.772
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam BAHASTRA Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Proceedings Education and Language International Conference Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Aksara TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Ittishal Educational Research Journal DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) SWARNA Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Widyaparwa Studies in English Language and Education JGK (Jurnal Guru Kita) SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Studies in English Language and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGAJARAN BIPA DAN TES UKBI DALAM UPAYA MENJAGA EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Wijang Iswara Mukti; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi antar anggota Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam sebuah pasar tunggal dikhawatirkan dapat membawa dampak negatif pada berbagai bidang termasuk pengakuan terhadap eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia sebagai identitas dan pemersatu bangsa harus terus dijaga eksistensinya. Saat ini pemerintah tampak belum mantab melaksanakan strategi yang sudah ditetapkan dalam upaya menjaga eksisensi bahasa Indonesia di era MEA. Di sisi lain, kehadiran MEA mambawa daya tarik tersendiri bagi warga negara asing untuk menjalankan bisnis dan investasi di Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi bahasa Indonesia untuk bisa diajarkan kepada masyarakat internasional sekaligus membuka peluang bagi bahasa Indonesia untuk bisa dijadikan sebagai bahasa pengantar dalam integrasi MEA. Pemerintah melalui Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa perlu memantabkan lagi kebijakan-kebijakan yang sudah ditetapkan. Peningkatan kualitas program Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) menjadi upaya strategis yang dapat dilakukan pemerintah. Sebagai pendukungnya, sertifikasi Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) bagi warga negara asing yang berkepentingan di Indonesia wajib diberlakukan. Kata Kunci: Pengajaran BIPA, UKBI, MEA, eksistensi bahasa Indonesia
KEUNIKAN BUDAYA MINANGKABAU DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA DAN STRATEGI PEMASARANNYA DALAM KONTEKS MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Deri Rachmad Pratama; Sarwiji Suwandi; Nugraheni Eko Wardani
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sudah bergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak 31 Desember 2015. Ini menjadi salah satu peluang Indonesia untuk mempromosikan budaya yang dimilikinya ke luar negeri secara lebih mudah. Salah satu budaya tersebut adalah budaya Minangkabau yang tercermin dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka. Pengenalan budaya melalui novel ke luar negeri dapat meningkatkan wisatawan ke Indonesia khususnya Sumatera Barat sebagai latar novel tersebut. Hal ini bisa memberikan kontribusi untuk ekonomi Indonesia. Tujuan penelitian mendeskripsikan dan menjelaskan budaya Minangkabau yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka serta pemasarannya dalam konteks MEA. Penelitian ini dikaji dengan pendekatan antropologi sastra. Datanya berupa dialog atau narasi yang mengandung budaya Minangkabau. Ada tiga wujud kebudayaan yang terdapat dalam novel ini. Ketiga wujud kebudayaan itu ialah (1) wujud kebudayaan berupa norma dan peraturan, (2) wujud kebudayaan berupa aktivitas dan tindakan masyarakat, dan (3) wujud kebudayaan berupa benda-benda hasil karya manusia. Strategi pemasaran budaya Minangkabau dalam novel ini dapat dilakukan dengan cara adaptasi novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka kedalam bahasa Inggris atau berbagai bahasa di negara ASEAN.Kata kunci: keunikan, budaya Minangkabau, novel tenggelamnya kapal van der wijck, MEA
PERAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA DI PGSD Biya Ebi Praheto; Andayani Andayani; Muhammad Rohmadi; Nugraheni Eko Wardani
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bahasa Indonesia memiliki peran yang penting dalam dunia pendidikan. Selain sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan Indonesia, bahasa Indonesia juga harus dikuasai oleh calon guru SD dalam kaitannya terhadap penguasaan keterampilan berbahasa. Bahasa Indonesia memiliki empat aspek keterampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek tersebut berkaitan satu sama lain. Melihat hal tersebut multimedia interaktif sebagai media dalam pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia sangat membantu mahasiswa untuk belajar. Dengan multimedia interaktif, mahasiswa dapat belajar tidak hanya secara teoritik namun juga praktik dengan adanya contoh di dalam multimedia interaktif. Multimedia interaktif merupakan media  yang mengintegrasikan berbagai unsure seperti teks, audio, gambar, video, dan animasi sehingga akan membuat mahasiswa lebih tertarik untuk belajar bahasa Indonesia baik pembelajaran klasikal yang diajar dosen menggunakan multimedia interaktif maupun belajar secara mandiri dengan multimedia interaktif. Diharapkan dengan multimedia interaktif dapat membantu dan mempercepat mahasiswa dalam belajar terutama pada penguasaan keterampilan berbahasa Indonesia. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Keterampilan Berbahasa Indonesia, PGSD
PEMBELAJARAN SASTRA MELALUI BAHASA DAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN PENDIDIKAN KARAKTER KEBANGSAAN DI ERA MEA (MASAYARAKAT EKONOMI ASEAN) Arifa Ainun Rondiyah; Nugraheni Eko Wardani; Kundharu Saddhono
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan  hubungan sastra, bhasa dan budaya  di era mea, (3) mendeskripsikan dan menjelaskan sastra dalam menumbuhkan pedidikan karakter kebangsaan di era mea. Makalah ini menggunakan metode studi pustaka atau Library Research. Penulis memanfaatkan berbagai literature untuk dijadikan pedoman dan sumber referensi. Metode studi pustaka dapat dijadikan sebagai data dan sumber data mengenai pembelajaran sastra berdasarkan bahasa dan budaya untuk meningkatkan pendidikan karakter kebangsaan di era mea. Hasil dari makalah ini bahwa sastra dan bahasa di era mea sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Bahasa pada karya sastra dapat menambah penguasaan kosa kata bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa daerah yang digunakan dalam karya sastra bagian dari pengenalan budaya. Di era mea komunikasi dapat berupa hubungan antarbangsa melalui budaya. Karya sastra yang mengandung pendidikan karakter yang dapat dijadikan sebagai identitas bangsa yang harus dimiliki masyarakat Indonesia di era mea. Pendidikan karakter kebangsaan pada karya sastra menjadi saranan kesiapan masyarakat Indonesia menghadapi persaingan di era mea dengan menggunakan bahasa dan budaya sebagai media berkomunikasi. Kata kunci: MEA, sastra, bahasa, budaya dan pendidikan karakter 
Nilai Pendidikan Karakter Sajak “Bulan Ruwah” Karya Subagio Sastrowardoyo dalam Pembelajaran Sastra Sugeng Supriyono; Nugraheni Eko Wardani; Kundharu Saddhono
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.775 KB) | DOI: 10.24246/j.js.2018.v8.i2.p120-131

Abstract

Poetry as a literature work which is a manifestation of human culture that is full of life value, so it is very relevant for character building. The aim of this research is to describe character value and how to implemented on literature study at school of poetry “Bulan Ruwah” from Subagio Sastrowardoyo. This qualitative research applies the description method and using content analyisis. The data of this research is Subagio Sastrowardoyo’s poetry “Bulan Ruwah”. The data analysis techique was referenced technique and recorded technique, using stylistic approach. It is found that there are three values of characters in the poetry “Bulan Ruwah”.
SEJARAH DAN FIKSI DALAM “LEGENDA KAMPUNG JAGALAN” DAN “LEGENDA KAMPUNG SEWU” SURAKARTA Nugraheni Eko Wardani
Aksara Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.295 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v31i2.371.207-222

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk cerita rakyat “Legenda Kampung Jagalan” dan “Legenda Kampung Sewu” Surakarta, aspek sejarah dalam kedua cerita rakyat, unsur ksi dalam kedua cerita rakyat, serta hubungan antara cerita rakyat dengan babad. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini buku Cerita Rakyat Surakarta dan Yogyakarta dan informan. Teknik pengumpulan data melalui analisis kedua legenda dan analisis catatan hasil wawancara informan. Analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk cerita rakyat Surakarta adalah legenda asal-usul nama Kampung Jagalan dan Kampung Sewu Surakarta. Cerita rakyat “Legenda Kampung Jagalan” berhubungan dengan tokoh sejarah Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X dan “Legenda Kampung Sewu” berhubungan dengan tokoh Kanjeng Susuhunan Pakubuwono II. Fiksi dalam cerita rakyat berkaitan dengan penceritaan tokoh dari kalangan rakyat jelata, latar tempat yang menunjukkan kehidupan rakyat jelata, dan dialog-dialog yang terjadi antartokoh di kalangan rakyat. Cerita rakyat dan babad bertujuan untuk melegitimasi nama raja. Hal ini menunjukkan bahwa kedua legenda mengandung sejarah yang berhubungan dengan raja-raja Kerajaan Surakarta. Legenda mengandung unsur ksi pada struktur cerita.Kata Kunci: sejarah, ksi, cerita rakyat, SurakartaAbstractThis study aims to describe the form of Surakarta folktale through “Kampung Jagalan Legend” and “Kampung Sewu Legend”, historical aspects and roles in both folktales, the ction contained in both folktale, the relationship between folktales and babad. This research is qualitative descriptive research. The data in this study are book Cerita Rakyat Surakarta dan Yogyakarta and informants. The technique of collecting data through analysis of the two legends and informant interview records. Data analysis using interactive model analysis. The results of the research indicate that Surakarta folktales are the legend of the origin of the name Kampung Jagalan and Kampung Sewu Surakarta. “Kampung Jagalan Legend” relates to the historical gure of Pakubuwono X and “Kampung Sewu Legend” related the character of Pakubuwono II. Fiction in legends is related to the telling of gures from the common people, backgrounds that show the lives of ordinary people, and dialogues that occur between group, folktales and babad aim to legitimize the name of the king. The two legends contain history related to king of the kingdom Surakarta. Legends contain elements of ction in the structure of stories.Keywords: history, ction, folktales, Surakarta
MEDIA BERBASIS ADOBE FLASH UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DI PROGRAM STUDI PGSD Biya Ebi Praheto; Andayani Andayani; Muhammad Rohmadi; Nugraheni Eko Wardani
TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 6 No 1 (2019): TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.488 KB) | DOI: 10.30738/trihayu.v6i1.7868

Abstract

Learning media always develops the following technological developments. Likewise, the media in learning is listening to Indonesian. The development of learning media is important. Adobe Flash-based media developed to facilitate lecturers and students in learning Indonesian listening skills in the Elementary School Teacher Education Study Program. Media that are designed to be interesting may not only train cognitive knowledge but also practice practical listening skills. Adobe Flash-based media for listening are designed by displaying several menus, namely the home menu, RPS (Semester Learning Plan), materials, practices, games, music, profiles, and references, as well as close menus appearing in accordance with the cross (x) to be used using the application. The hope media developed was able to assist lecturers in delivering learning material, as well as helping students learn well in the classroom and outside the classroom.
SEJARAH, UNSUR KEBUDAYAAN, DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM LEGENDA SUNGAI NAGA Suwarno Suwarno; Kundharu Saddhono; Nugraheni Eko Wardani
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.116 KB) | DOI: 10.26858/retorika.v11i2.5972

Abstract

History, Cultural Elements, and the Value of Character Education in the Legenda Sungai Naga. The purpose of this study is to describe the history, elements of culture, and the value of character education on the Legenda Sungai Naga. Data collection through interviews, documentation, and observation. Data analysis technique used qualitative analysis of inductive model with purposive sampling technique. The results obtained that the name of the Dragon River taken based on the history of Gerdu figures that dispels the Dragon Snake that pass in the river. It found three elements of culture that is naming places, namely knowledge system, living equipment system and technology, and religious system. There are three values of character education that is the value of hard work character, religious character value, and value of environmental caring character.
THE IMAGE OF WOMEN IN HANINDAWAN'S LAMPOE PLENTHONG 15 WATT DRAMA SCRIPT Tian Setyanto; Andayani Andayani; Nugraheni Eko Wardani
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v14i1.15321

Abstract

The purpose of this research was to describe the image of women in Hanindawan's drama script Lampoe Plenthong 15 Watt. This research was a descriptive qualitative research with content analysis. The data was from Hanindawan's Lampoe Plenthong 15 Wattdrama script. Data collection techniques used library techniques, listen and take notes. The data analysis technique used an interactive technique with a stylistic approach. Based on the results of the research, it was found that the form of women's image included the role of women as individuals, the role of women as mothers, the role of women as wives, the role of women as workers and the role of women in community life.
KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DALAM SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA Sarwiji Suwandi; Memet Sudaryanto; Nugraheni Eko Wardani; Sugit Zulianto; Chafit Ulya; Titi Setiyoningsih
Jurnal Kependidikan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v5i1.35457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi higher order thinking skills pada soal ujian nasional Bahasa Indonesia di jenjang SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan content analysis soal ujian nasional SMP. Keabsahan data diuji dengan trianggulasi teori. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Penelitian dilakukan dengan mengonstruksi teori mengenai higher order thinking skills dari beberapa buku, jurnal, dan kajian riset lainnya. Pedoman analisis data dikaji expert melalui content validity oleh Aiken. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data teks pada soal ujian nasional yang diteskan pada peserta didik mengandung dimensi berpikir kritis dan berpikir kreatif. Peserta tes dituntut untuk mampu menelaah secara kritis dalam kasus-kasus yang disajikan melalui wacana teks soal. Selain itu, peserta tes juga diharapkan mampu menemukan lebih dari satu perspektif untuk mengkaji wacana tersebut. Berdasarkan taksomi Blooms dimensi yang dikonstruk pada soal ujian nasional pada ranah analisis dan evaluasi kebahasaan. Dimensi yang diukur dalam soal ujian nasional belum bisa memproyeksikan kemampuan yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.HIGHER ORDER THINKING SKILLS IN INDONESIAN LANGUAGE NATIONAL EXAM This study aimed to analyze the construction of higher order thinking skills in Indonesian national exam questions at the Junior High School level. This study used a qualitative approach with content analysis for Junior High School national exam questions. The validity of the data was tested by theoretical triangulation. The data analysis technique used interactive analysis methods. The research was conducted by constructing a theory about higher order thinking skills from related books, journals, and other research studies. The data analysis guidelines were reviewed by experts through content validity proposed by Aiken. The results showed that the text data on the national exam questions tested on students contained dimensions of critical thinking and creative thinking. Test participants were required to be able to critically analyze the cases presented through the question text discourse. In addition, test participants were also expected to be able to find more than one perspective to study the discourse. Based on Blooms' taxonomy the dimensions constructed in the national exam questions in the realm of language analysis and evaluation. The dimensions measured in the national exam questions have not been able to project the abilities needed by students for higher education levels.