Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI PESERTA DIDIK KELAS 4 DI SD N SAMBIREJO PADA MATERI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Lestari, Ella Ayu; Wicaksono, Anggit Grahito; Mustofa, Mukhlis
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 5 No 1 (2025): MARET
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v5i1.6731

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Pengaruh penerapan Model Pembelajaran Pbl TerhadapKemampuan Numerasi Peserta Didik Kelas 4 Di Sd N Sambirejo Pada Materi Pemecahan Masalah Matematika. Penelitianmerupakan penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD NegeriSambirejo Surakarta yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengambilan sample menggunakan Cluster Random Sampling.Penelitian menggunakan random sampling dan dipilih satu kelompok sebagai sampel yaitu kelas IV sebagai kelompokpretest dan posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji validitasdan uji reliabilitas sebagai teknik uji coba instrumen yang digunakan peneliti. Teknik analisis data yang digunakan adalahuji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan rumus independent sample t-test. Analisis data menggunakan ujiIndependent Sample T-test dengan tingkat signifikansi 2 tailed sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan “adanya pengaruhModel Pembelajaran Pbl Terhadap Kemampuan Numerasi Peserta Didik Kelas 4 Di Sd N Sambirejo Pada MateriPemecahan Masalah Matematika.” Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya menyarankan untuk menjelajahi modelpembelajaran ini dapat diterapkan di berbagai tingkat dan mata pelajaran lain. Dikarenakan keterbatasan dari penelitianini, disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya yang lebih luas dalam konteks dan populasi yang lebih besaruntuk menguji hasil yang konsisten dan valid. Selain itu, peneliti berikutnya dapat mengeksplorasi bagaimana interaksiantara model PBL terhadap kemampuan numerasi pada soal Matematika.
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER DEMOKRATIS PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI MOJOSONGO 3 SURAKARTA Nurohmah, Amalia; Wicaksono, Anggit Grahito; Hanafi, Muhammad Faruq
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 5 No 1 (2025): MARET
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v5i1.6742

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendidikan karakter demokratis pada peserta didik kelasV di SD Negeri Mojosongo 3 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pendekatannaturalistik. Partisipan penelitian adalah kepala sekolah, instruktur, dan siswa kelas V SD Negeri Mojosongo 3 Surakarta,sedangkan tujuan penelitian difokuskan pada pendidikan karakter demokratis pada siswa kelas V SD Negeri Mojosongo3 Surakarta. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan datadinilai menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keakuratan informasi yang diperoleh.Pendekatan interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data, meliputi tiga tahap utama: reduksi data,penyajian data, dan perumusan Kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis pendidikan karakterdemokratis pada peserta didik kelas V di SD Negeri Mojosongo 3 Surakarta; 2) menganalisis faktor-faktor yangmempengaruhi kurangnya peserta didik dalam membentuk karakter demokratis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) pendidikan karakter demokratis di SD Negeri Mojosongo 3 Surakarta efektif dalam membentuk sikap menghargaipendapat, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Hal ini dicapai melalui strategi pedagogis yang mencakup diskusikelompok, pemilihan perwakilan kelas, dan promosi perilaku konstruktif. Siswa diinstruksikan untuk mengungkapkansudut pandang mereka, merangkul keberagaman, dan berkolaborasi dalam proses pengambilan keputusan; 2) Faktorfaktor yang menyebabkan kurangnya keberanian siswa dalam mengutarakan sudut pandang dan terbatasnyaketerlibatan dalam kegiatan kelas. Keberhasilan pendidikan karakter demokratis dibuktikan dengan tumbuhnya empati,toleransi, dan rasa hormat terhadap keberagaman dalam interaksi sehari-hari siswa. Kolaborasi antara pendidik, siswa,dan administrator sangat penting untuk menumbuhkan prinsip-prinsip demokratis dalam lingkungan pendidikan.
Pengaruh Penerapan Metode SQR3 (Survey, Question, Read, Recite, And Review) Berbantuan Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Peserta Didik Kelas I Gugus 1 Sudirman Surakarta Tahun Ajaran 2024/2025 Sari, Ika Maharani Ayu Puspita; Wicaksono, Anggit Grahito; Jumanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33323

Abstract

This study aims to examine the effect of using the SQR3 (Survey, Question, Read, Recite, and Review) method combined with picture story media on the beginning reading skills grade I students in Gugus 1 Sudirman Surakarta in the 2024/2025 school year. The research approach used was quantitative with a pre-experimental design using a one group pretest-posttest pattern. The study population included all grade I students with a total of 162 students. The research sample consisted of 47 first grade students from Gandekan Public Elementary School in Surakarta and Purwodiningratan Public Elementary School in Surakarta. Based on the results of data analysis, the pretest average value of students' beginning reading ability was obtained at 64.04. After treatment using the SQR3 method picture stories, the posttest average value increased to 77.13. This shows an increase in beginning reading ability, where the posttest mean score was greater than the pretest mean score. Based on the paired sample t-test table, the significance value was 0.000, where the value is <0.05. so ho was rejected and ha was accepted. Furthermore, a tcount value of -16.102 was obtained, and this value was compared with the ttable at the degree of freedom (df) = N - 1, which is (47 - 1) = 46. Based on the ttable, the value of t0.05 = 2.459 was obtained. Then look for tcount = 16.10 and ttable = 2.459 then tcount ≥ ttable or 16.10 ≥ 2.459.
ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN PPKN DI KELAS V SD NEGERI MADYOTAMAN SURAKARTA Vebiola, Tasya Karunia; Wicaksono, Anggit Grahito; Mustofa, Mukhlis
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 5 No 3 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v5i3.6799

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata Pelajaran PPKn dan meganalisis strategi dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas V SDN Madyotaman Surakarta tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN Madyotaman dan objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran PPKn Kelas V SDN Madyotaman Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025. Menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memverifikasi keakuratan data perlu keabsahan data yaitu Triangulasi Sumber, Triangulasi Teknik, Triangulasi Waktu. Serta dibutuhkan analisis data, data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian di analisis menggunakan 4 jalur yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL diterapkan sesuai tahapan teoritisnya. Guru memulai dengan video dan pertanyaan reflektif, dilanjutkan dengan diskusi kelompok menggunakan LKPD tentang keberagaman budaya. Hasil diskusi dipresentasikan, diikuti tanggapan teman sebaya dan klarifikasi guru. Evaluasi dilakukan dengan apresiasi dan refleksi peserta didik. Beberapa kendala ditemukan, seperti kesulitan memahami keterkaitan materi dengan kehidupan nyata serta  ketimpangan peran dalam kelompok. Untuk mengatasinya, guru menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, membagi kelompoksecara merata, memberikan pertanyaan pemandu, dan menerapkan presentasi berpasangan. Secara keseluruhan, penerapan PBL berjalan baik dan mendapat respon positif dari peserta didik.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MELALUI MEDIA TEKA-TEKI SILANG PADA PEMBELAJARAN IPAS BAB 5 DI KELAS IV SD Syahputra, Rio Adi; Wicaksono, Anggit Grahito; Rizkasari, Elinda
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 15 No. 4 (2025): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v15i4.69063

Abstract

This study was conducted to examine the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model combined with crossword puzzle media in teaching Natural and Social Sciences (IPAS) Chapter 5 for fourth-grade students at SD Negeri 3 Mangunrejo. The main purpose of this research is to explore how the PBL model is applied through this medium, the challenges encountered during its implementation, as well as the strengths and weaknesses experienced by both teachers and students. A qualitative descriptive approach was employed, with the subjects consisting of the principal, teachers, and students, while the research object was SD Negeri 3 Mangunrejo. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with validity tested using triangulation of techniques and sources. Data analysis followed Miles and Huberman’s stages, including data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that the application of PBL supported by crossword puzzles can enhance students’ participation and enthusiasm in the learning process. Nevertheless, teachers still face certain obstacles, such as limited instructional time and difficulties among some students in understanding the given tasks. The advantages of this method include improved interaction, critical thinking skills, and a more enjoyable learning atmosphere, while its weaknesses lie in varying levels of student comprehension that require teachers to adopt specific strategies.
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA KELAS V SD Ramadhon, Fajar Riski; Wicaksono, Anggit Grahito; Sarafuddin
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 15 No. 4 (2025): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v15i4.69064

Abstract

The purpose of this study was to determine: (1) the implementation of disciplinary character education, (2) supporting and inhibiting factors, and (3) its impact on fifth grade students. The research method used descriptive qualitative with a case study on five fifth grade students. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, analyzed using an interactive model, and tested for validity through source triangulation. The results of the study showed that the implementation of disciplinary character education was carried out through habituation, teacher role models, and enforcement of rules, but was not optimal because some students only obeyed when supervised. Supporting factors included teacher role models, school rules, and parental support, while inhibiting factors included low student self-awareness, inconsistent family parenting patterns, and peer influence. The impact was seen in positive behavioral changes such as punctuality, compliance with rules, and seriousness in doing assignments, although not yet consistent. Also, disciplinary character education at SD Negeri 02 Jeruksawit has been running but is not evenly distributed, so it still requires cooperation between the school, parents, and the environment.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR Rahmadani, Anisa Novia; Wicaksono, Anggit Grahito; Hanafi, Muhammad Faruq
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i1.6813

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw terhadap kemampuan komunikasi siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SDN Joglo Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan metode Quasi Eksperiment Design dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Berdasarkan analisis data yang diperoleh hasil posstest kelas kontrol menggunakan metode konvensional memperoleh rata-rata sebesar 67, 85 sedangkan di kelas eksperimen menggunakan penerapan model pembelajaran Cooperatif Learning tipe Jigsaw memperoleh nilai rata-rata sebesar 81, 67. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil uji t-test menunjukkan nilai thitung= 16,870, ttabel= 2,007,untuk derajat kebebasan (N-1)jadi (53-1)=52 pada signifikasi 5% jelas bahwa 16,870>2,007,yang berarti bahwa memilki perbedaan yang signifikan pada hasilposttest. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima, artinya terdapat adanya Pengaruh Model Pembelajaran Cooperatif Learning Tipe Jigsaw terhadap kemampuan komunikasi siswa Kelas IV SD Negeri Joglo Surakarta.
Teachers’ Perceptions of Deep Learning Pedagogy in Indonesian Primary Schools: Evidence from the Wahidin Sudiro Husodo Cluster Rizkasari, Elinda; Prihatsari, Ema Butsi; Wicaksono, Anggit Grahito; Jumatno, Jumatno; Hanifah, Hanifah
EduBase : Journal of Basic Education Vol. 7 No. 1 (2026): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : LJPI UI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deep learning pedagogy has recently been promoted as a strategic response to the evolving demands of Indonesian basic education under the Merdeka Curriculum, which emphasizes student-centered learning, meaningful projects, and the cultivation of 21st-century competencies. Objective: This study investigates primary school teachers’ perceptions of deep learning pedagogy within the Wahidin Sudiro Husodo Cluster, Jumapolo Subdistrict, Karanganyar Regency. Novelty: Implications for developing a teacher training model and future research directions are discussed. Methods: Using a descriptive survey design, data were collected from 30 teachers across eight schools through a structured questionnaire (Likert scale) and complemented by short interviews and documentation review. The survey assessed three major dimensions: conceptual understanding of deep learning, classroom enactment, and school-level readiness for implementation. Results: Findings show that teachers’ conceptual understanding reached a “good” level (M = 3.65 on a 1–4 scale), while classroom enactment was “fairly good” (M = 3.40) and readiness for implementation remained “moderate” (M = 3.25). Qualitative evidence indicates that teachers commonly interpret deep learning as meaningful learning and higher-order thinking, yet some still conflate it with general active learning. Teachers reported constraints related to time allocation, learning media availability, class size, and limited technical training, despite acknowledging the relevance of project-based and problem-based learning for deep learning pedagogy. Conclusions: The study concludes that deep learning pedagogy is viewed positively but requires systemic support through structured professional development, school leadership facilitation, and practical guidance for authentic assessment and reflective learning routines.