Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

HUBUNGAN PARITAS DAN HIPERTENSI PADA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEOANTORUM DI RSUD.DR.R.SOEDJONO SELONG TAHUN 2021 Elza Febriany Kusuma; Adib Ahmad Shammakh; Baiq Novaria Rusmaningrum; Ananta Fittonia Benvenuto
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 2 (2023): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/g5c92266

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan salah satu dari penyebab morbiditas dan mortalitas pada bayi baru lahir. Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur. Asfiksia di Provinsi NTB merupakan penyebab kematian neonatal kedua terbanyak setelah BBLR. Paritas dan hipertensi pada kehamilan dapat menjadi faktor risiko terhadap kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan paritas dan hipertensi pada kehamilan terhadap kejadian asfiksia neonatorum di RSUD. Dr.R.Soedjono Selong tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 108 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan Checklist dengan data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji kolerasi Chi-Square. Batas nilai signifikasi adalah (P-value < 0,05). Hasil analisis bivariat berdasarkan paritas didapatkan nilai p-value 0,016 ( p-value < 0,05) dan berdasarkan hipertensi pada kehamilan nilai p-value 0,000 ( p-value < 0,05). Didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara paritas dan hipertensi pada kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD.Dr.R. Soedjono Selong tahun 2021.
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah, Pemberian Asi Eksklusif, Paparan Asap Rokok dengan Pneumonia Berat Pada Balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat Sholihah, Richa Baqiyatush; Rahadianti, Dian; Benvenuto, Ananta Fittonia; Priono, Risky Irawan Putra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18847

Abstract

ABSTARCT Pneumonia is an acute lung tissue infection caused by bacterial, viral and fungal infections. Pneumonia is still one of the main infectious diseases and causes of morbidity and mortality that attacks many toddlers in Indonesia. This study aims to determine LBW, exclusive breastfeeding, and exposure to cigarette smoke with severe pneumonia in toddlers at Patut Patuh Patju Hospital, West Lombok. This study used a cross-sectional design and focused on quantitative observational analysis. The results of the study showed that between LBW and severe pneumonia in toddlers based on the results of bivariate analysis using the chi-square test on 100 respondents, a p-value of 0.005 was found. Between the incidence of severe pneumonia in toddlers and exclusive breastfeeding, based on the results of bivariate analysis with the chi-square test, a p-value of 0.003 was obtained. Between exposure to cigarette smoke and severe pneumonia in toddlers, the p-value was 0.000. There is a statistically significant relationship between low birth weight, exclusive breastfeeding, and exposure to cigarette smoke with the incidence of severe pneumonia in toddlers.  Keywords: Pneumonia, Exclusive Breastfeeding, BBLR, Exposure to Cigarette Smoke.  ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi jaringan paru-paru yang bersifat akut, penyebabnya adalah infeksi dari bakteri virus dan jamur. Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit infeksi dan penyebab kesakitan dan kematian utama yang banyak menyerang balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui BBLR, pemberian ASI eksklusif, dan paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan berfokus pada analisis observasional kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan antara BBLR dengan pneumonia berat pada balita berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square pada 100 responden ditemukan hasil p-value 0,005. Antara kejadian pneumonia berat pada balita dengan pemberian ASI eksklusif, berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,003. Antara paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita p-value sebesar 0,000. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat badan lahir rendah, pemberian ASI eksklusif, dan  paparan asap rokok dengan kejadian pneumonia berat pada balita.  Kata Kunci: Pneumonia berat, ASI Eksklusif, BBLR, Paparan Asap Rokok
Hubungan Antara Faktor Sosiodemografi Ibu (Pendidikan, Pekerjaan, Dan Pendapatan) Terhadap Perilaku Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram Darmaiswara, Bagus Komang Rama Dita; Benvenuto, Ananta Fittonia; Anulus, Ayu; Wiradharma, I Gusti Agung Gede Agung
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19339

Abstract

ABSTRACT The exclusive breastfeeding rate in Indonesia has not yet reached the national target of 80%. The low prevalence of exclusive breastfeeding poses risks to the growth, development, and immune system of infants. Maternal sociodemographic factors, such as education, occupation, and income, are believed to influence exclusive breastfeeding practices. This study aims to examine the association between maternal sociodemographic factors (education, occupation, and income) and exclusive breastfeeding practices in the working area of Mataram community health center.  This study employed a quantitative cross-sectional design. Sampling was conducted using the cluster sampling technique, with 95 participants selected based on inclusion and exclusion criteria. The independent variables are education, employment, and income, while the dependent variable is exclusive breastfeeding. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Significant correlation were observed between education (PR = 1.88; 95% CI = 1.23–2.86; p = 0.009), income (PR = 1.80; 95% CI = 1.16–2.78; p = 0.015), and occupation (PR = 0.53; 95% CI = 0.34–0.81; p = 0.009) with exclusive breastfeeding practices. Maternal education, income, and occupational status influence exclusive breastfeeding practices. Mothers with higher educational attainment and income levels are more likely to engage in exclusive breastfeeding, whereas working mothers are less likely to do so.   Keywords: Exclusive Breastfeeding, Occupation, Education, Income, Maternal Sociodemographic  ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif di Indonesia belum mencapai target nasional yaitu sebesar 80%. Rendahnya pemberian ASI eksklusif ini menimbulkan risiko terhadap tumbuh kembang dan kekebalan tubuh bayi. Faktor-faktor sosiodemografi ibu seperti pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan ibu diyakini mempengaruhi perilaku pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi ibu (pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Mataram. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Sebanyak 95 sampel dipilih yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Variabel dependen adalah ASI eksklusif. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Terdapat hubungan pendidikan (PR = 1,88; 95% CI = 1,23-2,86; p = 0,009), pendapatan (PR = 1,80; 95% CI = 1,16-2,78; p = 0,015), dan pekerjaan (PR = 0,53; 95% CI = 0,34-0,81; p = 0,009) dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Pendidikan, pendapatan, dan status pekerjaan ibu memengaruhi perilaku pemberian ASI eksklusif, dengan ibu berpendidikan lebih tinggi dan berpendapatan lebih besar cenderung lebih sering memberikan ASI eksklusif sementara ibu yang bekerja cenderung memiliki peluang lebih rendah untuk melakukannya. Kata Kunci:  ASI Eksklusif, Pekerjaan, Pendidikan, Pendapatan, Sosiodemografi
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendapatan, dan Sarana Air Bersih Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja PUSKESMAS Dompu Kota Kabupaten Dompu Safitri, Nastiti Aisyah Defita; Mardiah, Aena; Sherliyanah, Sherliyanah; Benvenuto, Ananta Fittonia
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14546

Abstract

This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge, family income, and access to clean water with the incidence of diarrhea in children under five in the working area of Dompu Kota Public Health Center, Dompu Regency. The research employed a cross-sectional design involving 222 mothers with children under five as respondents. Data were collected through guided interviews using questionnaires and analyzed using the chi-square test. The study results showed that (1) 68.9% of children under five experienced diarrhea. (2) The majority of mothers had low levels of knowledge (54.5%) and came from families with low income (54.1%). (3) Bivariate analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge (p=0.013) and family income (p=0.048) with the incidence of diarrhea. (4) There is no significant relationship was found between access to clean water and the incidence of diarrhea (p=0.291). (5) Risk factors for diarrhea include low maternal knowledge regarding prevention and economic constraints that limit access to sanitation and healthcare. This study emphasizes the importance of improving health education for mothers and enhancing socioeconomic conditions and environmental sanitation to reduce the prevalence of diarrhea in children under five.
Prevalensi Kematian Neonatal dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Praya Lombok Tengah Utami, Sugiarti Rizki; Benvenuto, Ananta Fittonia; Wanadiatri, Halia; Prajitno, Sugianto
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14511

Abstract

ABSTRACT LBW is a baby born weighing  ≤ 2500 grams. Babies with LBW have a greater risk of experiencing morbidity and mortality. LBW is one of the main causes of neonatal death. Neonatal conditions are conditions that are most vulnerable to death because the baby's immune system is still low. Neonatal death is death that can occur in babies aged 0-28 days but is not caused by an accident, disaster, injury or suicide. To determine the prevalence of LBW with neonatal deaths at Praya Regional Hospital, Central Lombok in 2020. This research is an observational quantitative analytic study with a cross sectional research design. The sampling technique used is purposive sampling technique with a total sample of 219 respondents. The data studied were analyzed using the SPSS program. The results of the analysis show that the data obtained from 219 respondents showed that the number of males was 89 (40.6%) and 130 (59.4%) females. For the number of LBW classifications, there are 124 (56.6%) BBLR, 86 (39.3%) BBLSR and 9 (4.1%) BBLER. The number of neonates who died was 48 (21.9%) and 171 (78.1%) who did not die. The causes of LBW were asphyxia as many as 42 (19.18%), hypothermia 63 (28.77%), sepsis 79 (36.07%) and prematurity 35 (15.98). Conclusion: Data obtained from 219 respondents showed that the largest number of genders were women with 130 (59.4%) respondents, the highest number of respondents who gave birth to low birth weight babies were in the LBW category at 124 (56.6%), the number 48 respondents died (21.9%) and the most common cause of LBW was sepsis/infection, 79 (36.07%). Keywords: Neonatal Death, LBW  ABSTRAK BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat ≤ 2500 gram. Bayi dengan BBLR mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami morbiditas dan mortalitas. BBLR menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kematian neonatal. Kondisi neonatal merupakan kondisi yang paling rentan terhadap kematian karena daya tahan tubuh bayi yang masih rendah. Kematian neonatal adalah kematian yang dapat terjadi pada bayi usia 0-28 hari namun bukan disebabkan oleh suatu kecelakaan, bencana, cedera ataupun bunuh diri. Untuk mengetahui prevalensi kematian neonatal dengan BBLR di RSUD Praya Lombok Tengah Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak  219 responden. Data yang diteliti dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil analisis menunjukan bahwa data yang diperoleh dari 219 responden didapatkan jumlah jenis kelamin laki-laki sebanyak 89 (40,6%) dan perempuan sebanyak 130 (59,4%). Untuk jumlah dari klasifikasi BBLR terdapat kategori BBLR 124 (56,6%), BBLSR 86 (39,3%) dan BBLER 9 (4,1%). Untuk jumlah neonatal yang meninggal sebanyak 48 (21,9%) dan tidak meninggal sebanyak 171 (78,1%). Untuk penyebab BBLR karena asfiksia sebanyak 42 (19,18%), hipotermi 63 (28,77%), sepsis 79 (36,07%) dan prematuritas 35 (15,98). Data yang diperoleh dari 219 responden didapatkan bahwa jumlah jenis kelamin yang terbanyak yaitu perempuan dengan jumlah 130 (59,4%) responden, jumlah responden yang melahirkan bayi berat lahir rendah paling banyak terdapat pada kategori BBLR sebanyak 124 (56,6%), jumlah responden yang meninggal sebanyak 48 (21,9%) dan penyebab BBLR paling banyak terjadi karena sepsis/infeksi sebanyak 79 (36,07%).  Kata Kunci: Kematian Neonatal, BBLR
Hubungan Anemia, Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Patut Patuh Patju Musviratunnisah, Bintang Yuniar; Benvenuto, Ananta Fittonia; Saputra, I Putu Bayu Agus; Hanafi, Fachrudi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14437

Abstract

ABSTRACT Low Birth Weight (LBW) are all newborns with a birth weight of less than 2,500 grams regardless of gestational age. Causes of LBW are multifactorial, such as maternal factors, fetal factors, environmental factors and socio-economic factors. This study aims to determine the relationship between anemia, age and parity with the incidence of LBW at Patut Patuh Patju Hospital. This research is an analytical observational research with a case-control design. The sample population in this study was all newborn babies at the Patut Patuh Patju Regional Hospital for the period January-December 2022, totaling 1.297 with 230 samples taken by purposive sampling with a 1:1 ratio of which 115 were cases and 115 controls. Data analysis for this research is univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results of this research showed that there was a significant relationship between anemia and the incidence of LBW (p-value of 0.000 and an OR of 17.5). There was a significant relationship between maternal age and the incidence of LBW (p-value of 0.000 and OR 6.1). There was a significant relationship between maternal parity and the incidence of LBW (p-value of 0.017 and OR 1.9). There was a significant relationship between anemia, age and parity with the incidence of low birth weight (LBW) at Patut Patuh Patju Hospital. Keywords: LBW, Anemia, Age, Parity, Infants  ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyumbang Angka Kematian Bayi (AKB) tertinggi didunia. BBLR adalah semua bayi baru lahir dengan berat saat lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia gestasi. Penyebab terjadinya BBLR bersifat multifaktorial, seperti faktor ibu, faktor janin, faktor lingkungan serta faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia, usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan case-control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir di RSUD Patut Patuh Patju periode Januari-Desember tahun 2022 yang berjumlah 1.297 dengan 230 sampel yang diambil dengan  purposive sampling dengan perbandingan 1:1 dimana 115 sampel sebagai kasus dan 115 kontrol. Analisis data penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan kejadian BBLR (p-value=0,000 dan OR 17,5). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,000 dan OR 6,1). Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas ibu dengan kejadian BBLR (p-value 0,017 dan OR 1,9). Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia, usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Patut Patuh Patju. Kata Kunci: BBLR, Anemia, Usia Ibu, Paritas, Bayi
Hubungan Paparan Asap Rokok, Status Gizi dan Status Imunisasi Campak dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita di Puskesmas Narmada Safitri, Ni Putu Kuniari; Benvenuto, Ananta Fittonia; Ma`ruf, Fauzy; Utary, Dewi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.55089

Abstract

Pneumonia menjadi penyebab kematian utama pada anak di bawah lima tahun yang dikenal sebagai “The Forgotten Killer of Children”. Pneumonia merupakan peradangan infektif parenkim paru yang disebabkan mikroorganisme. Asap rokok, status gizi dan status imunisasi campak menjadi faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian pneumonia. Faktor risiko tersebut mempengaruhi dari sistem imun balita. mengetahui hubungan paparan asap rokok, status gizi dan status imunisasi campak dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Narmada. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Narmada, Lombok Barat pada bulan September 2024. Sampel penelitian sebanyak 108 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-square dengan nilai signifikasi p < 0.05. Dari total 108 responden, hasil analisis univariat menunjukkan 48 (44,4%) menderita pneumonia, 69 (63,9%) terpapar asap rokok, mayoritas responden dengan status gizi baik sebanyak 73 (67,6%) dan 96 (88,9%) mendapatkan imunisasi campak. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan paparan asap rokok dengan pneumonia dengan nilai p-value 0,001 (PR 2,449; CI 1,332-4,504), tidak ada hubungan signifikan status gizi dengan pneumonia dengan p-value 0,066 dan ada hubungan signifikan status imunisasi campak dengan pneumonia dengan p-value 0,004 (PR 2,105; CI 1,478-2,999). Paparan asap rokok, status imunisasi campak berhubungan dengan kejadian pneumonia serta status gizi tidak berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Narmada.
HUBUNGAN USIA GESTASI, JENIS PERSALINAN, DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD KOTA MATARAM Sherina Oktadiani Murad; Ananta Fittonia Benvenuto; Shinta Wulandhari; I Wayan Suradhipa
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/m1sv3671

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis yang sering terjadi pada bayi baru lahir akibat peningkatan kadar bilirubin tidak terkonjugasi yang dipengaruhi oleh ketidakmatangan fungsi hati serta faktor maternal dan perinatal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Identifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan deteksi dini pada pelayanan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia gestasi, jenis persalinan, dan paritas dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Data diperoleh dari rekam medis neonatus yang lahir di RSUD Kota Mataram pada periode Januari–Desember 2023. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan (p = 0,008) dan paritas (p = 0,013) dengan kejadian ikterus neonatorum. Sementara itu, usia gestasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum (p = 0,372). Jenis persalinan dan paritas merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum, sedangkan usia gestasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Pemantauan faktor maternal dan proses persalinan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan komplikasi hiperbilirubinemia pada neonatus.
HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RSUD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Gusti Ayu Candra Manika Kristina Dewi; Ananta Fittonia Benvenuto; Herlinawati; Dany Karmila
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/zqw40443

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) memiliki imaturitas fungsi hepar yang dapat meningkatkan risiko hiperbilirubinemia dan ikterus neonatorum. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian analitik observasional berbasis rekam medis dengan desain potong lintang dilakukan pada neonatus yang dirawat di NICU RSUD Provinsi NTB periode Januari–Desember 2021 (N=221). Variabel paparan adalah BBLR (<2500 g) dan variabel outcome adalah ikterus neonatorum (berdasarkan diagnosis/rekam medis). Analisis menggunakan uji Chi-square dan estimasi odds ratio pada α=0,05. Proporsi BBLR sebesar 56,6% (125/221). Ikterus neonatorum ditemukan pada 63,3% (140/221). Terdapat hubungan bermakna antara BBLR dan ikterus neonatorum (p < 0,001), dengan OR=3,59 yang menunjukkan neonatus BBLR memiliki peluang lebih tinggi mengalami ikterus dibanding berat lahir ≥2500 g. BBLR berhubungan signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Provinsi NTB.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN DIABETES GESTASIONAL DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA NEONATUS DI RSUD KOTA MATARAM Muhammad Rezki Al-Ayyubi; I Putu Dedy Arjita; Muhammad Ashhabul Kahfi Mathar; Ananta Fittonia Benvenuto
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/zejw2m96

Abstract

Hipoglikemia neonatus merupakan salah satu masalah metabolik pada bayi baru lahir yang dapat terjadi tanpa gejala dan berpotensi menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani. Kejadian hipoglikemia neonatus dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk berat badan lahir dan kondisi maternal seperti diabetes gestasional.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dan diabetes gestasional dengan kejadian hipoglikemia neonatus di RSUD Kota Mataram. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2023 di RSUD Kota Mataram menggunakan data rekam medis kelahiran hidup tahun 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 103 neonatus. Analisis bivariat dilakukan untuk menilai hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi 0,05. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dan kejadian hipoglikemia neonatus (p=0,052). Terdapat hubungan yang signifikan antara diabetes gestasional dan kejadian hipoglikemia neonatus (p=0,001). Diabetes gestasional berhubungan signifikan dengan kejadian hipoglikemia neonatus, sedangkan berat badan lahir tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan hipoglikemia neonatus di RSUD Kota Mataram.