Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis efektivitas pupuk kandang dan biochar dalam meningkatkan kualitas tanah di lahan marginal sempadan Sungai Alas Deden Sumoharjo; Mario Pani; Irfan Apandi
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25129

Abstract

Padi gogo sebagai komoditas penting dalam sistem pertanian lahan kering, menghadapi tantangan serius terkait pasokan air yang terbatas dan fluktuasi suhu yang lebih ekstrem dibandingkan dengan lahan sawah irigasi. Lahan marginal sempadan sungai alas merupakan lahan yang memiliki mutu yang rendah dikarenakan adanya beberapa faktor seperti, tekstur tanah berpasir, kandungan unsur hara dan bahan organik yang sedikit, kadar lengas yang rendah, pH yang terlalu  rendah  atau  bahkan  telalu  tinggi,  maupun  adanya  akumulasi  unsur  logam  yang  bersifat racun bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis efektivitas pemberian pupuk kandang dan Biochar dalam meningkatkan kualitas tanah di lahan marginal sempadan sungai alas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok  factorial, faktor pertama pupuk kandang terdiri dari 3 taraf, yaitu : K0: Kontrol, K1: 10 L, K2 : 15 L dan Faktor kedua pupuk biochar, terdiri dari 3 taraf, yaitu : B0 : Kontrol, B1 : Arang sekam10 L dan  B2 : Arang sekam 15 L. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang dan pupuk biochar arang sekam, secara tunggal maupun kombinasi menunjukan pengaruh sangat signifikan pada pengamatan jumlah daun pada pengamatan 35 HST perlakuan B2 sangat signifikan dengan rataan mencapai 3,49 helai sedangkan pada umur 49 HST perlakuan pemberian pupuk kandang dan biochar berpengaruh sangat signifikan yaitu pada perlakuan K1B2 dengan rataan mencapai 4,75 helai, sedangkan pada tinggi tanaman tidak berpengaruh signifikan pada umur 21, 28, 35, 42 dan 49 HST. Hasil uji laboraturium menunjukkan bahwa struktur tanah sempadan sungai alas banyak mengandung pasir hingga mencapai 95,71 %, sehingga keberadaan mikroorganisme memiliki peranan penting dalam ketersediaan hara bagi tanaman dengan cara pemberian pupuk kandang dan pupuk biochar dilahan sempadan Sungai Alas.
Behavior and Predatory Ability of Several Predatory Insects at Different Prey Densities Junianto S. Batubara; Riska Romaito Nasution; Yosua Pangihutan Pardamean Alextio Sianturi; Mario Pani; Muhammad Sayuthi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.10757

Abstract

Understanding predator behavior and predation capacity is essential for determining their potential as biological control agents. This study aimed to evaluate the searching time, handling time, and predation ability of three predators Syrphidae larvae, Coccinella sp. larvae, and Curinus coeruleus adults at different prey densities. Five prey-density treatments (5, 10, 15, 20, and 25 individuals) were tested using3 Heteropsylla cubana as prey for C. coeruleus and Rhopalosiphum maidis for Syrphidae and Coccinella sp. The results showed that increasing prey density significantly shortened the searching time of all predators. C. coeruleus demonstrated the fastest searching ability, followed by Syrphidae and Coccinella sp. Handling time also varied among predators, with C. coeruleus requiring the shortest time due to its chewing-type mouthparts, compared with the piercing–sucking mouthparts of Syrphidae and Coccinella sp. Predation capacity differed across predators; only C. coeruleus successfully consumed all prey at every density within 6 hours, while the other predators reached satiation at higher densities. Overall, C. coeruleus exhibited the highest efficiency across all parameters, indicating its strong potential as an effective biological control agent. Increasing prey density consistently enhanced predation activity, highlighting the importance of prey availability in predator effectiveness.