Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL POPULASI PENDEKATAN PERTUMBUHAN DAN INDEKS KONDISI Harpiosquilla raphidea WAKTU TANGKAPAN PADA PAGI HARI DI PERAIRAN UTARA PULAU TARAKAN Chandra, Tomy; Salim, Gazali; wiharyanto, Dhimas
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.369 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i2.133

Abstract

The research method uses descriptive method. The main variables to be measured in this study are variable length relationship in total and the total weight, variable carapace length and weight of the meat, the correlation length variable weight, condition index variable. Secondary variables of physical and chemical parameters will be measured in this study were pH, DO, temperature, salinity and brightness. Data collection techniques using survey research design. The sampling technique shrimp H.raphidea use way of "sampling". Raphidea Harpiosquilla shrimp sampling using purposive sampling method. Sampling was performed 12 times in three months as many as 343 samples (213 males and 130 females) are expected to represent the population of shrimp in the waters Juata Harpiosquilla raphidea Tarakan City. Environmental aspects Harpiosquilla raphidea for shrimp in the waters of the Tarakan city juata analysis such as pH, DO, salinity, temperature, and brightness. Results of research on the growth model allometri based (relations total length and total weight) and (relationship carapace length and weight of meat) of shrimp H.raphidea gender Male and Female allometri found to have growth is negative with the value of b <3. Results The percentage of the value of research data processing conditions index, By (Relationship Length and Weight Total Total) of H.raphidea Male and Female-dominated form of body fat. Based (carapace length and weight relationship Meat) H.raphidea maledominated form of body fat and lean body shape female dominated. Results of research on the sex ratio of shrimp H.raphidea sex Males and Females were 62% and 38% which is 1.6: 1.  Keywords : population, growth, conditions index, morning, Tarakan
POTENSI SUMBERDAYA KEPITING BAKAU (Scylla sp.) YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA TARAKAN, PROPINSI KALIMANTAN UTARA Natanael, -; Wiharyanto, Dhimas
Jurnal Harpodon Borneo Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.154 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v9i1.48

Abstract

Tarakan city as center collected crab (Scylla sp.) that cacth from estuarine water area at North Kalimantan Province. The crabs for export have many kind size based on species, body complited, soft or hard the carapace, weight and eggs prosentase. The group category of crabs that found in trading Tarakan City have many variation name, They are H7, H5, H3, TG, CBH, CBK, % dan BS.Keywords : Crabs, Estuarine, Variation, North Kalimantan
KELIMPAHAN MEROPLANKTON KEPITING DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN KOTA TARAKAN Herliantos, -; Wiharyanto, Dhimas
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.145 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v7i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan meroplankton kepiting dan kondisi kualitas air di perairan sekitar kawasan konservasi mangrove dan bekantan Kota Tarakan saat pasang tinggi air laut terjadi. Pengambilan sampel meroplankton kepiting dilakukan pada empat titik yang ditentukan berdasarkan sungai yang terdapat di kawasan mangrove dengan cara menjaring air sebanyak 150 liter menggunakan plankton net. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa meroplankton kepiting yang banyak di temukan zoea dan mengalapa. Secara umum, kondisi kelimpahan meroplankton kepiting di perairan sekeliling mangrove di dapatkan lebih melimpah pada saat malam hari daripada pagi. Kelimpahan tertinggi pada saat pagi hari di dapatkan pada titik sampling I dan II sebanyak 11 ind/150 l, sedangkan pada malam hari di temukan pada titik sampling I sebanyak 60 ind/150 l. Kondisi kualitas air di perairan sekitar penelitian di dapatkan suhu 27,9-30 oC, salinitas sebesar 22-29 ppt, pH berkisar 6,8 - 8,1 dan oksigen terlarut 3,12-5,33 ppm.Kata Kunci : Kelimpahan,  meroplankton, perairan mangrove
PELATIHAN DIVERSIFIKASI PEMANFAATAN IKAN BANDENG LAKI (Elops hawaiensis) MENJADI PRODUK BERGIZI DAN BERNILAI EKONOMIS DI KELURAHAN KARANG REJO KOTA TARAKAN Hasiholan Hutapea, Tri Paus; Imra, Imra Paus; Wiharyanto, Dhimas Paus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM UBT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.404 KB) | DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.525

Abstract

Ikan bandeng laki adalah hasil samping dari panen tambak udang. Ikan ini memiliki nilai jual yang sangatrendah, sehingga sering dibuang oleh masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan nilai gizidan nilai jual dari ikan bandeng laki adalah mengolah ikan tersebut menjadi produk yang beragam dan menarikuntuk dikonsumsi. Cara ini disebut Diversifikasi Produk Perikanan. Tentunya masyarakat masih memilikipengetahuan yang minim mengenai Diversifikasi Produk Perikanan, sehingga dibutuhkan pelatihan mengenaiDiversifikasi produk perikanan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat akan dilakukan Pelatihan DiversifikasiProduk Hasil Tangkapan Ikan bagi Masyarakat Karang Rejo Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara.Diharapkan melalui program ini masyarakat mampu mengolah hasil tangkapan dengan olahan yang beragamdan menarik untuk dikonsumsi.
ASOSIASI MAKROALGA DENGAN LAMUN DI PERAIRAN PULAU PANJANG Roem, Muhamad; Wiharyanto, Dhimas; Darnawati, Darnawati
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.199 KB) | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i1.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi makroalga dan lamun seperti persentase penutupan, kerapatan, komposisi jenis serta asosiasi makroalga dengan lamun di Perairan Pulau Panjang. Penelitian ini dilaksanakan, pada Bulan Desember 2016 ? April 2017 bertempat di perairan Pulau Panjang. Dalam penelitian ini digunakan metode transek kuadrat secara sistematis sampling pada ekosistem lamun. Transek kuadrat yang digunakan adalah transek kuadrat berukuran 0,5 x 0,5 m dengan masing-masing 6 stasiun yang terdiri 3 sub stasiun dan masing-masing sub stasiun terdiri dari 5 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di perairan Pulau Panjang ditemukan 13 jenis makroalga yakni : Hypnea pannosa, Halimeda simulans, Padina boergensenii, Halimeda opantia, Cystoseira sp, Caulerpa sp, Halimeda cylindraca, hypnea sp, Codium sp dan Clorodesmis fastigiata, Sargassum sp, Avrainvillea ercta, Amphiroa sp, dan Caulerpa sp, sedangkan jenis lamun yang ditemukan ada 6 jenis yakni : Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichi, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium dan Enhalus acoroides. Kerapatan makroalga yang ditemukan berkisar 10.4 tegakan/m2, sedangkan lamun terdapat pada jenis Thalassia hemprichi dengan kisaran antara 634 tegakan/m2. Penutupan makroalga dan lamun pada perairan Pulau Panjang termasuk dalam kondisi baik/kaya. Asosiasi makroalga dengan lamun yang didapatkan di perairan Pulau Panjang yaitu bernilai negatif artinya saling berkompetensi (bersaing).
KONDISI PERKEMBANGAN KECAMBAH BIBIT MANGROVE JENIS BAKAU BESAR (Rhizophora mucronata) DI DAERAH KONSERVASI HUTAN MANGROVE KELURAHAN PAMUSIAN KOTA TARAKAN PROPINSI KALIMANTAN UTARA Wiharyanto, Dhimas; Brazilio, Ridho
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.216 KB) | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i2.915

Abstract

Hutan mangrove didefinisikan sebagai hutan yang terdapat di sepanjang pantai atau muara yang terpengaruh oleh pasang surut air laut. Rhizophora mucronata adalah salah satu jenis mangrove yang digunakan untuk rehabilitasi kawasan mangrove karena buahnya yang mudah diperoleh, mudah disemai serta dapat tumbuh pada daerah genangan pasang yang tinggi maupun genangan rendah. Jenis mangrove ini beradaptasi dengan buah yang berkecambah dipohon. Untuk mengetahui pertumbuhan kecambah bibit mangrove Rhizophora mucronata maka  dilakukan pengukuran panjang dan lama waktu hingga terlepas dari pohon induknya di kawasan hutan mangrove konservasi Kelurahan Pamusian. Hasil dari pengukuran bibit kecambah mangrove Rhizophora mucronata telah di temukan rata-rata panjang kecambah mencapai 54,3 cm setelah 6 bulan dengan rata-rata tingkat bertahan di pohon berkisar 90%.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN UMPAN PADA BUBU DASAR (BOTTOM FISH POTS) DI PERAIRAN PULAU BUNYU KALIMANTAN UTARA Firdaus, Muhammad; Wiharyanto, Dhimas; Sari, Meildia
Jurnal Borneo Saintek Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.081 KB) | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v2i2.894

Abstract

Wilayah pulau Bunyu merupakan bagian dari area administrasi Kabupaten Bulungan, sebagai wilayah yang memiliki potensi perikanan yang menjanjikan. Sebagaian besar masyarakat pulau Bunyu bekerja sebagai nelayan dengan menggunakan bubu tanpa umpan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan efektifitas penangkapan ikan, dengan menambahkan umpan ikan rucah pada alat tangkap bubu. Penelitian menggunakan metode sampling bertujuan tertentu dan percobaan penangkapan. Alat tangkap bubu dipasang di perairan pulau Bunyu dengan menggunakan umpan dan tidak menggunakan umpan setiap 3 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan yang tertarik sebagai ikan demersal adalah ikan kakap merah (Lutjanus erythropterus), ikan kakap gigi anjing (Lutjanus jocu), ikan kerapu lumpur (Epinephalus coloides) dan ikan kakap jenaha (Lutjanus russelli). Total hasil tangkapan pada bubu menggunakan umpan 100 % efektifitas menangkap ikan dengan total berat 218,33 kg dan bubu tanpa umpan total berat 152,77 kg dengan 80 % efektifitas menangkap ikan. Hasil yang diperoleh bahwa penggunaan umpan lebih efektif dibadingkan tanpa menggunakan umpan pada pengoperasian bubu di perairan Bunyu.  
MODEL POPULASI PENDEKATAN PERTUMBUHAN DAN INDEKS KONDISI Harpiosquilla raphidea WAKTU TANGKAPAN PADA PAGI HARI DI PERAIRAN UTARA PULAU TARAKAN Tomy Chandra; Gazali Salim; Dhimas wiharyanto
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.368 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i2.133

Abstract

The research method uses descriptive method. The main variables to be measured in this study are variable length relationship in total and the total weight, variable carapace length and weight of the meat, the correlation length variable weight, condition index variable. Secondary variables of physical and chemical parameters will be measured in this study were pH, DO, temperature, salinity and brightness. Data collection techniques using survey research design. The sampling technique shrimp H.raphidea use way of "sampling". Raphidea Harpiosquilla shrimp sampling using purposive sampling method. Sampling was performed 12 times in three months as many as 343 samples (213 males and 130 females) are expected to represent the population of shrimp in the waters Juata Harpiosquilla raphidea Tarakan City. Environmental aspects Harpiosquilla raphidea for shrimp in the waters of the Tarakan city juata analysis such as pH, DO, salinity, temperature, and brightness. Results of research on the growth model allometri based (relations total length and total weight) and (relationship carapace length and weight of meat) of shrimp H.raphidea gender Male and Female allometri found to have growth is negative with the value of b 3. Results The percentage of the value of research data processing conditions index, By (Relationship Length and Weight Total Total) of H.raphidea Male and Female-dominated form of body fat. Based (carapace length and weight relationship Meat) H.raphidea maledominated form of body fat and lean body shape female dominated. Results of research on the sex ratio of shrimp H.raphidea sex Males and Females were 62% and 38% which is 1.6: 1.  Keywords : population, growth, conditions index, morning, Tarakan
POTENSI SUMBERDAYA KEPITING BAKAU (Scylla sp.) YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA TARAKAN, PROPINSI KALIMANTAN UTARA - Natanael; Dhimas Wiharyanto
Jurnal Harpodon Borneo Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.153 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v9i1.48

Abstract

Tarakan city as center collected crab (Scylla sp.) that cacth from estuarine water area at North Kalimantan Province. The crabs for export have many kind size based on species, body complited, soft or hard the carapace, weight and eggs prosentase. The group category of crabs that found in trading Tarakan City have many variation name, They are H7, H5, H3, TG, CBH, CBK, % dan BS.Keywords : Crabs, Estuarine, Variation, North Kalimantan
KELIMPAHAN MEROPLANKTON KEPITING DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN KOTA TARAKAN - Herliantos; Dhimas Wiharyanto
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v7i1.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan meroplankton kepiting dan kondisi kualitas air di perairan sekitar kawasan konservasi mangrove dan bekantan Kota Tarakan saat pasang tinggi air laut terjadi. Pengambilan sampel meroplankton kepiting dilakukan pada empat titik yang ditentukan berdasarkan sungai yang terdapat di kawasan mangrove dengan cara menjaring air sebanyak 150 liter menggunakan plankton net. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa meroplankton kepiting yang banyak di temukan zoea dan mengalapa. Secara umum, kondisi kelimpahan meroplankton kepiting di perairan sekeliling mangrove di dapatkan lebih melimpah pada saat malam hari daripada pagi. Kelimpahan tertinggi pada saat pagi hari di dapatkan pada titik sampling I dan II sebanyak 11 ind/150 l, sedangkan pada malam hari di temukan pada titik sampling I sebanyak 60 ind/150 l. Kondisi kualitas air di perairan sekitar penelitian di dapatkan suhu 27,9-30 oC, salinitas sebesar 22-29 ppt, pH berkisar 6,8 - 8,1 dan oksigen terlarut 3,12-5,33 ppm.Kata Kunci : Kelimpahan,  meroplankton, perairan mangrove
Co-Authors - Herliantos - Natanael Abdul Jabarsyah, Abdul Abdur Rahman Achyani, Ratno Alfreste Kalalo Anhar Rozi Anwar, Syahferi Arief, Mochamad Candra Wirawan Asbar Laga, Asbar Balqis Nurmauli Damanik Brazilio, Ridho Chandra, Tomy Cici Helmi Darliah, Lilis Darnawati Darnawati Darnawati, Darnawati Fanny Septiani Gazali Salim Gusman, Ery Harinto Harinto Hartati Hartati Haryono, M Gandri Haryono, M. Gandri Heni Irawati Herliantos, - Hermawan Susanto Ilman, Muhamad imra imra Imra, Imra Paus Ira Maya Abdiani Jabaruddin Jabaruddin Kalalo, Alfreste Kase, Ardy Andreas Bernard Marhamah Marhamah Maulianawati, Diana Meildia Sari Mohammad Budi Santosa Mohammad Fadnan Akhmadi Muhamad Roem Muhammad Budi Santosa Muhammad Firdaus Muhammad Roem Muhammad Yusuf Awaluddin Muhtar, Dian Islamia Mujiyanto Mujiyanto Natanael, - Oesama, Oesama Prasetio, Heri Rachmawani, Dori Rachmawanti, Dori Rahmadania, Sabrina Nourramzy Rahmawati, Dwi Ulan Randi Wahyu Andila Ransangan, Julian Ridho Brazilio Roem, Muhamad Romdoni, Taufiq Ahmad Rukisah, Rukisah Santosa, Mohammad Budi Santosa, Muhammad Budi Saputri, Resti Amelia Sari, Meildia Septiani, Fanny Simanjuntak, Ricky Febrinaldy Sinta Triana Siti Hawa Stephanie Bija Suci Wulandari Syamsidar Gaffar Taqwa, Amrullah Taufiq Ahmad Romdoni Theresia Theresia Tomy Chandra Tri Paus Hasiholan Hutapea, Tri Paus Hasiholan Triana, Sinta Tuty Alawiyah Tuty Alawiyah Wahyu Hidayat Weliyadi, Encik Yudianti, Adinda Novi Yushra, Yushra Yusuf, Muhammad Yusfi Zahidah Zahidah, Zahidah Zunianto, Anang