Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRONIDA

PENGHAMBATAN PERKECAMBAHAN TEST PLANT AKIBAT EKSTRAK SEKUNDER ASAL BATANG SORGUM TERFERMENTASI SELAMA SATU TAHUN: Inhibition of Test Plant Germination by Secondary Extracts Derived from Fermented Sorghum Stems for One Year Edi Susilo; Parwito; Susi Handayani; Andreani Kinata; Hesti Pujiwati; Wismalinda Rita
JURNAL AGRONIDA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v9i2.8627

Abstract

Tanaman sorgum telah lama dijuluki sebagai tanaman multi guna, sebagai pangan, pakan, pupuk organik, bioethanol, dan herbisida organik. Sorgum digunakan sebagai herbisida organik karena mengandung alelopati. Ekstrak sekunder yang bersumber dari batang ratun sorgum yang mengalami fermentasi satu tahun merupakan hal yang menarik untuk diteliti terkait dampak alelokimia terhadap beberapa varietas test plant (kacang hijau). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak sekunder batang ratun tanaman sorgum yang mengalami fermentasi satu tahun terhadap penghambatan perkecambahan beberapa varietas test plant. Penelitian dilaksanakan Mei 2023 menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan uji bioassay disusun faktor tunggal dengan perlakuan berupa beberapa varietas test plant yang diberi aplikasiekstrak sekunder batang sorgum terfermentasi satu tahun. Taraf perlakuan yaitu kontrol (tidak diberi ekstrak) dengan varietas Vima 1, kontrol Vima 2, kontrol Vima 3, kontrol Kutilang, Vima 1, Vima 2, Vima 3, dan Kutilang. Percobaan terdiri dari 3 ulangan dan unit percobaan berupa cawan petri. Setiap cawan petri diberi 10 ml ekstrak air, ditanam 20 benih kacang hijau dan diinkubasi 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sorgum konsentrasi 30% yang terfermentasi satu tahun menghasilkan daya hambat terhadap test plant. Varietas Vima 2 menghasilkan persentase kecambah normal terendah dan abnormal tertinggi. Varietas test plant yang mendapatkan perlakuan ekstrak cenderung mengalami penghambatan, terlihat pada panjang hipokotil, bobot segar hipokotil, persentase kecambah normal maupun abnormal. Selanjutnya disarankan menggunakan test plant kacang hijau varietas Vima 2 karena lebih responsif dan peka terhadap ekstrak.
POTENSI EKSTRAK AIR DARI RATUN TANAMAN SORGUM YANG DITANAM DI LAHAN INCEPTISOLS SEBAGAI BIOHERBISIDA Susilo, Edi; Pujiwati, Hesti; Rita, Wismalinda
JURNAL AGRONIDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agronida
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jag.v10i1.11602

Abstract

Alelopati merupakan proses yang melibatkan metabolit sekunder yang diproduksi oleh tanaman. Alelopati dapat mempengaruhi pertumbuhan di sekitar tanaman budidaya. Tanaman sorgum bisa menghasilkan alelopati yang dapat digunakan sebagai bioherbisida. Sumber ekstrak dari varietas berbeda memiliki potensi bioherbisida yang juga berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak organ ratun tanaman sorgum yang ditanam di lahan inceptisol terhadap perkecambahan. Penelitian dilakukan di lahan inceptisol Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu dan di laboratorium pada bulan Januari sampai Juni 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal. Perlakuan yang diuji adalah ekstrak air sorgum berumur tujuh minggu yang berasal dari bahan dan varietas berbeda, yaitu kontrol, daun varietas Numbu, batang varietas Numbu, akar varietas Numbu, daun varietas Super 1, batang varietas Super 1, akar varietas Super 1, daun varietas Suri 4, batang varietas Suri 4, dan akar varietas Suri 4. Peubah yang diamati pada penelitian ini adalah persentase kecambah normal, persentase kecambah abnormal, panjang hipokotil, panjang radikula, bobot segar (hipokotil, radikula, kotiledon, dan kecambah), bobot kering (hipokotil, radikula, kotiledon, dan kecambah). Data amatan dianalisis ragam dan perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ratun mampu menghambat perkecambahan biji sorgum. Ekstrak air berasal dari ratun daun varietas Super 1 menghasilkan kecambah abnormal tertinggi, kecambah normal terendah, panjang plumula dan panjang radikula terendah. Organ daun ratun varietas Super 1 khususnya dan organ ratun varietas Super 1 pada umumnya merupakan bahan alelopati terbaik sebagai bioherbisida.