Claim Missing Document
Check
Articles

Found 55 Documents
Search
Journal : Frontier Agribisnis

Analisis Finansial Usaha Kue Tradisional Apam Barabai di Desa Bulau Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Novie Noor Anissa; Kamiliah Wilda; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2115

Abstract

Abstrak. Pada wilayah Kecamatan Barabai banyak industri yang mengolah hasil komoditi daerah yang digunakan untuk kebutuhan sendiri atau diperjualbelikan. Industri rumah tangga yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah kue tradisional apam Barabai. Kue tradisional apam Barabai merupakan kue basah yang dibuat dari tepung beras, santan, gula merah/putih dan tape singkong. Makanan ini berbentuk bulat, berwarna merah kecoklatan atau putih, untuk apam berwarna merah menggunakan gula merah untuk rasanya dan untuk apam yang putih tidak menggunakan gula merah. Usaha dibidang apam Barabai ini tergolong dalam perusahaan perseorangan yang masuk dalam kategori industri rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengetahui besar biaya, penerimaan dan keuntungan dari usaha kue tradisional apam Barabai, mengetahui titik impas serta mengetahui kelayakan usaha dari usaha kue tradisional apam Barabai. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode sensus. Populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha kue tradisional apam Barabai di Desa Bulau Kecamatan Barabai. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 12 orang pengusaha. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa  biaya total yang dikeluarkan oleh pengusaha adalah sebesar Rp4.270.491,00 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp84.867,00/periode (satu bulan) dan biaya variabel Rp4.185.624,00/periode (satu bulan). Penerimaan yang diterima sebesar Rp7.224.667,00/periode (satu bulan) dengan  produksi yang dihasilkan selama satu bulan sebanyak 903,08333 bungkus dan harga jual Rp8.000,00/bungkus dan keuntungan yang didapat adalah sebesar Rp2.954.175,00/periode (satu bulan). Titik impas (break event point) berdasarkan jumlah yang harus dihasilkan adalah minimal sebanyak 25 bungkus dan berdasarkan jumlah penjualan (dalam rupiah) adalah Rp201.776,00/periode (satu bulan). Usaha ini layak secara finansial dengan hasil sebesar 1,69 karena RCR > 1 .Kata kunci: industri rumah tangga, analisis finansial, kue tradisional apam Barabai
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Usahatani Agripolit) Muhammad Ichwan; Kamiliah Wilda; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.614

Abstract

 Indonesia adalah tempat habitatnya jamur, karena jenis jamur yang tumbuh di Indonesia banyak dan beragam, hal ini disebabkan kesadaran dan tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi, akibatnya konsumsi jamur meningkat. Tujuan penelitian menganalisis keadaan finansial usahatani jamur tiram, mencakup biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, menganalisis titik impas usahatani jamur tiram, mengetahui permasalahan yang dihadapi petani usahatani Jamur Tiram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jamur tiram dengan Jumlah baglog 5000. Menunjukkan biaya total sebesar Rp 19.108.333,/periode (4 bulan), produksi rata-rata sebanyak 4.500 kg/periode, penerimaan sebesar Rp 112.500.000,-/periode, pendapatan sebesar Rp 93.391.667,-/periode. Titik impas atau break event point (BEP) unit usahatani jamur tiram tercapai pada saat rata-rata produksi sebanyak 335 kg/periode atau dinyatakan dengan nilai sebesar Rp 8.378.754,32,-/periode ini layak dan menguntungkan karena berada diatas titik impas. Permasalahan utama yang dihadapi dalam usahatani jamur tiram yaitu, keterlambatan saat memperoleh serbuk gergaji, bibit (bahan baku) dan kelebihan produksi.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, titik impas 
Analisis Usaha Rumah Tangga Olahan Jengkol (Archidendron Pauciflorum) di Desa Pingaran Ilir Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Riya Dewi Afriyanti; Masyhudah Rosni; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10331

Abstract

Jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah salah satu tanaman pangan hortikultura yang memiliki banyak manfaat baik sebagai konsumsi pangan dan sebagai pengobatan. Sehingga jengkol ini memiliki nilai ekonomis tinggi. Terdapat di salah satu desa tepatnya di Desa Pingaran Ilir usaha rumah tangga olahan jengkol sebanyak 21unit usaha. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk seperti apa proses pengolahan jengkol dan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dari usaha rumah tangga olahan jengkol di Desa Pingaran Ilir. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 21 unit usaha rumah tangga pengolahan jengkol yang diambil dengan metode sensus. Pada hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 9 tahapan dalam proses pengolahan jengkol yaitu dimulai dari (1) Perendaman jengkol (2) Pembelahan jengkol (3) Perebusan buah jengkol pertama, (4) Perebusan buah jengkol kedua, (5) Hasil jengkol yang sudah direbus dibuang airnya (6) Pengemasan jengkol, (7) Pemarutan buah kelapa dan pemerasan (8) Pemasakan santan, dan yang terakhir (9) lalaan dari hasil dari pemasakan santan selama kurang lebih lima jam. Biaya total rata- rata yang telah dikeluarkan untuk proses produksi hingga penjualan jengkol adalah sebesar Rp 25.991.888/bulan, sedangkan penerimaan yang diperoleh rata-rata setiap bulannya mencapai Rp 44.471.429. Sehingga diperoleh keuntungan rata-rata usaha pengolahan jengkol ini sebesar Rp 18.479,541/bulan. dengan hasil produksinya sebanyak 721 kg/bulan dan menghasilkan sebanyak 1.200 cangkir/bulan.
Analisis Faktor Produksi Usahatani Padi Sawah Varietas Bestari di Desa Salino Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru Lina Afriyani; Abdurrahman Abdurrahman; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.685

Abstract

Penggunaan faktor produksi sangat mempengaruhi hasil produksi dari usahatani padi terutama padi unggul yang memerlukan perhatian lebih dalam budidayanya. Desa Salino adalah desa yang memproduksi padii sawah varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi pada usahatani padi sawah unggul yaitu varietas bestari yang diusahakan di Desa Salino serta mengetahui efisiensi alokatif dari penggunaan faktor produksi tersebut. Penelitian ini dimulai di bulan Mei sampai bulan November 2018. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh menggunakan teknik sensus dengan jumlah responden 41 orang. Data usahatani yang dikumpulkan yaitu musim tanam bulan November 2017 sampai bulan Maret 2018. Analisis data untuk menjawab tujuan pertama menggunakan fungsi produksi tipe CobbDouglas. Menjawab tujuan kedua yaitu menggunakan analisis uji efisiensi harga (efisiensi alokatif). Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh penggunaan faktor produksi bahwa nilai R2 sebesar 0,998. Secara simultan faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja manusia dan tenaga kerja mesin) berpengaruh nyata kepada produksi, sedangkan secara satu-persatu hanya faktor produksi benih yang tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi. Selanjutnya berdasarkan hasil pengujian mengenai efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi menunjukan semua faktor produksi (luas lahan pestisida, pupuk, tenaga kerja manusia, benih, dan tenaga kerja mesin) belum ada yang mencapai kondisi efisiensi harga.  Kata kunci: faktor produksi, varietas bestari, efisiensi alokatif
Analisis Kelayakan Finansial Perkebunan Kelapa Sawit Petani Swadaya di Desa Mangka Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Cristiani Putri; Hamdani Hamdani; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5900

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak masak, minyakindustri, maupun bahan bakar. Kelapa sawit memiliki peranan penting dalam industri minyak karena menggantikan kelapa sebagai sumber bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha perkebunan kelapa sawit petani swadaya di Desa Mangka. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mangka Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten, Provinsi Kalimantan Selatan dimulai pada bulan Januari 2020 sampai selesai. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah responden yaitu 23 responden. Adapun untuk luas lahan per usahatani dalam penelitian ini adalah 1 hektar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil, NPV positif sebesar Rp1.131.670, nilai Net B/C sebesar 5,2 dan nilai IRR sebesar 13, 03, sehingga secara finansial usahatani kebun kelapa sawit petani swadaya dinyatakan layak. Perhitungan analisa sensitivitas, yaitu untuk mengetahui sejauh mana kelayakan usahatani kebun sawit jika terjadi perubahan akibat adanya ketidakpastian. Berdasarkan analisa, jika perubahan manfaat (produksi) mengalami penurunan sebesar 5% dan 10% dan atau biaya naik 5% dan 10%, maka tingkat kelayakan menunjukkan nilai Net benefit dan NPV menjadi negatif sehingga usaha kelapa sawit petani swadaya di Desa Mangka Kecamatan Pamukan Barat menjadi sangat sensitif terhadap perubahan tersebut diatas.
ANALISIS EFEKTIVITAS PUPUK BERSUBIDI PADI SAWAH IRIGASI DI KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Siti Khadijah; Rifiana Rifiana; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.596

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dimana sektor pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Disamping itu pertanian pun menjadi peranan yang penting pada kesejahteraan kehidupan penduduk Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pada kebijakan yang pupuk bersubsidi berdasarkan enam indikator di Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi permintaan pupuk di Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di Kecamatan Hantakan. Hasil dari penelitian ini adalah dari hasil persentase keseluruhan indikator terlihat bahwa persentase yang menyatakan tidak tepat lebih besar persentasenya daripada persentase yang tepat. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persentase ketepatan lebih kecil dari 80%, sehingga dapat dikatakan kebijakan pupuk bersubsidi tidak efektif. Efektivitas kebijakan subsidi pupuk mempunyai peran yang penting dalam pemenuhan kebutuhan pupuk di tingkat petani karena setiap terjadi perubahan harga dan penambahan luas lahan di tingkat petani akan mempengaruhi pengeluaran biaya pupuk oleh petani terutama indikator tepat harga dan tepat jumlah. Apabila petani kesulitan dalam memperoleh faktor-faktor produksi yaitu jumlah permintaan pupuk urea, penggunaan luas lahan, dan penggunaan benih maka akan langsung berpengaruh terhadap produksi padi. Pengaruh positif setiap variabel terhadap produksi padi ini berarti bahwa apabila terdapat kenaikan setiap variabel sebesar 1% maka akan meningkatkan produksi padi dengan persentase sebesar koefisien masing-masing variabel dalam persamaan regresi. Hal ini berarti bahwa semakin efektif kebijakan pupuk bersubsidi terutama indikator tepat harga dan tepat jumlah maka produksi padi juga akan semakin meningkat.Kata Kunci : analisis, efektivitas, subsidi pupuk
Profil Kelompok Pengrajin Anyaman Purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru Muhammad Firdaus; Kamiliah Wilda; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10313

Abstract

Salah satu kecamatan di Kota Banjarbaru yang memiliki konsentrasi tinggi pengrajin purun ternama adalah Kampung Purun Kecamatan Cempaka. Purun yang tumbuh alami di rawa bekas tambang dimanfaatkan warga untuk membuat olahan anyaman. Tujuan pelaksanaan penelitian ini yaitu menganalisis profil kelompok pengrajin anyaman purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru. Jenis data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder. Dengan metode studi kasus, yaitu penelitian yang dilakukan terhadap kelompok tertentu, melalui wawancara secara mendalam dengan ketua kelompok mengenai profil kelompoknya serta proses produksi dan pemasarannya. Hasil penilitian ini menganalisis profil kelompok pengrajin anyaman purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru, yang terbagi menjadi 4 kelompok yaitu Galeri Galoeh Tjempaka, rata-rata produksi 140 produk perbulan, pemasaran dilakukan di galeri kelompok yang terletak di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru dan pemesanan melalui media WhatsApp; Galeri Galoeh Bandjar, rata-rata produksi 84 produk perbulan, pemasaran dilakukan digaleri kelompok dan pemesanan melalui media WhatsApp dan Instagram; Galeri Al-Firdaus, rata-rata produksi 84 produk perbulan, pemasaran dilakukan digaleri kelompok dan pemesanan melalui media WhatsApp serta ada juga yang dipromosikan di media sosial seperti Instagram dan Tiktok; Galeri Pelangi Al-Firdaus, rata-rata produksi 112 produk perbulan, pemasaran dilakukan digaleri kelompok dan pemesanan melalui media WhatsApp serta ada juga yang dipromosikan di media sosial Instagram.
Analisis Usaha Pengolahan Gula Aren di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru Hasriati Erawati; Kamiliah Wilda; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7813

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan dari usaha pengolahan gula aren, serta mengetahui besar nilai tambah yang dihasilkan dari usaha pengolahan gula aren. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru. Terdapat dua desa yang memproduksi gula aren yaitu Desa Teluk Aru dan Desa Teluk Kemuning. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). yaitu penentuan sampel secara sengaja oleh peneliti berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Pengambilan desa sampel dilakukan dengan pertimbangan yaitu desa yang memiliki unit usaha industri gula aren. Pengambilan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus yaitu semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Adapun jumlah populasi pengrajin gula aren di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan berjumlah 27 rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total rata-rata pada usaha pengolahan gula aren adalah sebesar Rp 2.993.234 per bulan, penerimaan rata- rata sebesar Rp 3.769.630 per bulan. Rata-rata keuntungan sebesar Rp 776.396 per bulan. Rata-rata nilai tambah pada usaha pengolahan gula aren adalah sebesar Rp 10.857,31/kg.
Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Padi di Lahan Rawa Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Irfan Rifanto; Hairi Firmansyah; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2125

Abstract

Abstrak. Penerapan merupakan tindakan yang dilakukan secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan, penerapan harus memuat unsur berikut, adanya program yang dilaksanakan, adanya kelompok target, yaitu masyarakat yang menjadi sasaran dan diharapkan akan menerima manfaat dari program tersebut. Adanya pelaksanaan baik organisasi ataupun perorangan yang bertanggung jawab dan pengelolan, pelaksanaan maupun pengawasan dari proses penerapan. Teknologi adalah penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknologi dalam suatu bidang.  Penyelenggaraan budidaya padi di lahan rawa bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup petani agar mempunyai penghasilan tambahan dengan sasaran kegiatan peningkatan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 atau IP 100 sampai dengan IP 300 sehingga meningkatkan  produktivitas dan produksi padi di lahan rawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tingkat penerapan teknologi budidaya padi pada lahan rawa di Kecamatan Sungai Tabuk dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat penerapan budidaya padi di lahan rawa. Hasil Penelitian di dapat bahwa tingkat penerapan teknologi budidaya padi di lahan rawa kecamatan Sungai Tabuk pada kategori sedang (72,087%). Berdasarkan uji korelasi, faktor internal petani (umur, pendidikan, pengalaman berusahatani dan kekosmopolitan) dan faktor ekternal petani (modal, luas lahan, jumlah tenaga kerja dan interaksi dengan penyuluh) terhadap tingkat penerapan teknologi budidaya padi di lahan rawa signifikan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten BanjarKata kunci: penerapan, teknologi, penyelenggaraan budidaya padi
SISTEM TATANIAGA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jaqk) DI KECAMATAN WANARAYA, KABUPATEN BARITO KUALA Gean Mirasantika; Artahnan Aid; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2911

Abstract

Peran subsektor pertanian penting dalam membangun ekonomi nasional yang diperkuat yaitu dengan meningkatan luas areal dan produksi. Salah satu komoditas yang mengalami pertumbuhan yang sanagat signifikan yaitu komoditas kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem tataniaga dan menganalisis magin, farmer’s share, analisis rasio keuntungan dan biaya dan efesiensi tataniaga petani pada sistem tataniaga kelapa sawit. Daerah yang digunakan sebagai tempat penelitian yaitu di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan melalui wawancara menggunakan kuisioner kepada pelaku tataniaga. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2019. Berdasarkan hasil penelitian sistem tataniaga kelapa sawit di Kecamatan Wanaraya memiliki tiga saluran pemasaran dengan 3,33% petani menjual langsung ke pabrik,kelapa sawit (PKS), 20% petani menjual ke pedagang pengumpul dan 76,67% menjual pada pedagang besar. Sistem pembayaran diberikan secara tunai (cash) dengan petani melaporkan timbangan yang diperoleh pada pedagang. Struktur pasar yang dihadapi pada sisitem tataniaga tersebut yaitu struktur pasar monopsoni. Dari perhitungan diperoleh margin tataniaga tertinggi terjadi pada saluran III sebesar Rp368,333/kg,  farmer’s share paling besar terdapat pada saluran I sebesar 100% dan untuk nilai rasio keuntungan dan biaya terbesar. terdapat pada saluran I sebesar Rp594/kg.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Adi Budiono Aditya Renaldi Kurniawan Afrillia Wulandari Ahmad Yousuf Kurniawan Aisya Najmi Maulida Akhmad Raja Shaufi Artahnan Aid Aulia Rahman Beny Budianto Berty Khairun Nafisah Brillian Sanubari Candra Wahyu Pratama Cristiani Putri Dedi Ardiansyah Djoko Santoso Djoko Santoso Dolok Saribu Eka Radiah Elianingsih Elianingsih Emy Rahmawati Ermawati Ermawati Fauzan Maulidian Noor Ferrianta, Yudi Frendi Kurniawan Gean Mirasantika Gusti Halimatus Sa'diah Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Halimatus Sakdiah Hamdani Hasriati Erawati Ike Dewi Yuliani Insinul Riki Intan Suari Adidarma Putri Irfan Rifanto Lina Afriyani Lindawati Lindawati Luki Anjardiani Marhamah Marhamah Masyhudah Rosni Meilani Wulansari Mequa Eleina Cahya Gusti Mira Yulianti Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Firdaus Muhammad Husaini Muhammad Ichwan Muhammad Lufi Maulana Muhammad Rizal Muhammad Syarbini Muhammad Syarif Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Noor Aidayanti Nova Regina Tobing Novie Noor Anissa Nur Prasyetiyo Nur Safitri Nur Syifa Nurin Nisa Farah Diena Octavianus, Bintang Eka Paulina Sakdah Rahman Robiansyah Ratih Noviartie Ratna Taher Raudatina Raudatina Restu Prasetia Rifiana Rifiana Ririn Oktavia Riska Aulia Wulandari Riya Dewi Afriyanti Rizki Amalia Savitri Ryad Reynadie Sadik Ikhsan Saputra, Riza Adrianoor Sirajunnisa Sirajunnisa Siti Hafsah Siti Khadijah Siti Sapnah Sri Noorliani Syaprudin Ilham Syarbini, Muhammad Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Vina Ramadhanty Wika Vidya Yanti, Nuri Dewi Yedita Ayu Kusuma Ningrum Yusuf Azis