Claim Missing Document
Check
Articles

Riwayat Genetik, Pola Makan, dan Manajemen Stres dengan Tekanan Darah Tinggi pada Mahasiswa Muhammad Bima Agustian; Noor Hidayah; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.207

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia karena tingginya tingkat prevalensi dan berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. adapun beberapa faktor itu antara lain penggunaan tembakau, penggunaan alkohol yang berbahaya, Pola Makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan populasi udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Riwayat Genetik, Pola Makan, Manajemen Stresss dan Tensi Darah Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus tingkat III sebanyak 225 mahasiswa. Sampel dihitung dengan rumus slovin didapatkan sebanyak 64 mahasiswa. Instrumen berupa lembar kuesioner riwayat genetik dengan hasil validitas dan reliabilitas (0,937), lembar kuesioner pola makan (0,787) dan lembar kuesioner manajemen stresss (0,960). Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Riwayat genetik (0,010), pola makan (0,029) dan manajemen stress (0,035) dengan tekanan darah pada mahasiswa universitas Muhammadiyah Kudus.
Perbandingan Pemberian Dektrosa 40 % secara Intravena Infus dan Intravena Bolus terhadap Peningkatan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan Hipoglikemi Noor Luthfiana; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.221

Abstract

Hipoglikemia merupakan suatu keadaan medis ketika kadar glukosa dalam darah berada di bawah batas normal, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan energi tubuh. Penatalaksanaan pasien dengan hipoglikemia salah satunya melalui pemberian terapi dextrose. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pemberian dektrosa 40% secara intravena infus dan intravena bolus selama 30 menit terhadap peningkatan kadar gula darah pasien diabetes mellitus dengan hipoglikemi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan pre and post-test without control group. Populasi penelitian ini adalah pasien DM dengan hipoglikemi di IGD RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sebanyak 30 pasien rata-rata setiap bulan. Teknik pengampilan sampel yang digunakan adalah quota sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan uji independent t test. Hasil pengukuran kadar gula darah (pre) melalui intravena infus rata-rata 53,2 setelah mendapat dektrose menjadi rata-rata 87,4. Hasil pengukuran kadar gula darah (pre) melalui intravena bolus rata-rata 53,4 setelah mendapat dektrose menjadi rata-rata 95,2. Hasil uji Independet Sampel Test didapatkan hasil signifikan P value = 0114 > α (0.05) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kenaikan untuk kedua kelompok.
Pengaruh Video Edukasi Pengaturan Diet Berbasis Kebudayaan Lokal terhadap Kepatuhan Manajemen Diet Pasien DM Tipe 2 Jihan Ambarwati; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1447

Abstract

Hambatan dalam manajemen diet pada penderita diabetes mellitus (DM) mengakibatkan gagalnya pengendalian kadar glukosa darah. Untuk itu perlu adanya intervensi dengan pendekatan budaya lokal yang dapat diterima dengan mudah seperti edukasi diet berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kepatuhan manajemen diet pasien DM tipe 2 didesa Bategede. Penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan dan pendekatan pretest dan postest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di desa Bategede sebanyak 312 pasien. Sampel sebanyak 38 orang yang diambil dengan purpossive sampling dan dihitung dengan rumus kemudian dibagi menjadi dua untuk kelompok intervensi sebanyak 19 dan kelompok control 19 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ). Uji validitas dengan nilai 0,534-0,834 dan hasil Cronbach's alpha menemukan nilai 0,821 yang diartikan valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil kepatuhan manajemen diet (pre-pos) pada kelompok intervensi ada perubahan signifikan yang mana terdapat selisih median skor 29 poin sebelum dan setelah dengan nilai p value 0,000. Pada kelompok kontrol selisih median 1 poin dengan nilai p value 0,405. Penelitian ini disimpulkan ada pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kepatuhan manajemen diet pasien DM tipe 2 didesa Bategede dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05
Pengaruh Video Edukasi Pengaturan Diet Berbasis Kebudayaan Lokal terhadap Gula Darah Sewaktu Pasien DM Tipe 2 Eva Mutiara Safitri; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1598

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau pemanfaatan insulin, sehingga memerlukan penatalaksanaan komprehensif yang meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik, pengobatan, dan edukasi kesehatan. Namun, kepatuhan pasien terhadap pengaturan diet masih rendah karena edukasi yang diberikan sering kali tidak sesuai dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kadar gula darah sewaktu (GDS) pada pasien DM tipe 2 di Desa Bategede. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan control group pretest-posttest design, melibatkan 38 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 19 responden. Pengukuran GDS dilakukan menggunakan glucometer, dengan analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat penurunan rata-rata GDS sebesar 27,9 dengan nilai p value 0,000, sedangkan pada kelompok kontrol selisih rata-rata sebesar 1,2 dengan p value 0,319. Perbandingan antar kelompok menunjukkan selisih skor GDS sebesar 16,8 dengan nilai p = 0,027 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar GDS pada pasien DM tipe 2 di Desa Bategede.
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN KUALITAS PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH DEMAK Fitriana Kartikasari; Muhammad Imam Wakhidin; Muhammad Purnomo; Novy Kumalasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2740

Abstract

Dokumentasi dalam pelayanan keperawatan merupakan elemen krusial untuk memastikan standar perawatan yang tinggi. Beban kerja berlebihan pada perawat dapat berdampak negatif pada kualitas dokumentasi, sehingga dapat mengurangi efektivitas layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara beban kerja perawat dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit RS PKU Muhammadiyah Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study, melibatkan 14 perawat sebagai responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan rank Spearman untuk melihat korelasi antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki beban kerja berat (64,3%) dan kualitas pendokumentasian yang rendah (57,1%). Uji statistik memperoleh nilai p=0,000, yang lebih kecil dari 0,005, sehingga menunjukkkan adanya hubungan signifikan antara beban kerja perawat dan  kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja perawat cenderung mengakibatkan penurunan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Oleh karena itu, diperlakukan strategi manajemen beban kerja yang efektif untuk meningkatkan kualitas dokumentasi, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan mutu layanan keperawatan di rumah sakit.
VULVAR HYGIENE DURING MENSTRUATION IS ASSOCIATED WITH VULVAR PRURITUS IN ADOLESCENTS Kanza Putri; Dewi Hartinah; Fitriana Kartikasari
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 2 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i2.2689

Abstract

Vulvar pruritus is a common problem experienced by adolescent  during menstruation, often caused by a lack of understanding of proper vulvar hygiene. Maintaining cleanliness during menstruation significantly impacts one's health, especially in preventing reproductive tract infections. This study aimed to identify the correlation between vulvar hygiene during menstruation and the occurrence of vulvar pruritus among female students at MA Nurul Huda Medini Demak. This quantitative study adopted a correlational research design using a cross-sectional approach. The population of this study consisted of 134 female students at MA Nurul Huda, with a sample of 100 students selected using simple random sampling. Data was collected using an online questionnaire on Google Forms and analyzed using the Spearman rank test and processed using computer software. The results showed a statistically significant correlation between vulvar hygiene during menstruation and vulvar pruritus among adolescent girls at MA Nurul Huda Medini Demak with a p-value of 0.001 α = 0.05, with a moderate strength of association (0.342) and a positive direction. This study concludes that hygiene during menstruation is crucial for maintaining the health of the female reproductive organs, especially to prevent reproductive tract infections such as vulvar pruritus.
Pengaruh Terapi Mindfulness Based Stress Reduction Gratitude Practice Terhadap Stress Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Di Universitas Muhammadiyah Kudus Anggun Anissa Rahma; Anny Rosiana Masithoh; Fitriana Kartikasari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1398

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, terutama dalam penyusunan skripsi sebagai syarat kelulusan. Proses ini kerap menimbulkan berbagai kendala, seperti revisi berulang, keterbatasan referensi, lamanya umpan balik dari dosen pembimbing, keterbatasan waktu penelitian, serta kesulitan menemui dosen. Kondisi tersebut dapat memicu stres yang berdampak pada kesehatan mental, menurunnya kepuasan hidup, dan terganggunya fungsi akademik. Survei awal pada mahasiswa tingkat akhir S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus menunjukkan sebagian besar mengalami stres terkait penyusunan skripsi, manajemen waktu, overthinking, dan faktor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) dan Gratitude Practice terhadap penurunan tingkat stres mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test serta kelompok kontrol. Populasi penelitian berjumlah 246 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 72 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, terdiri dari 36 responden kelompok intervensi dan 36 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi 0,200 (>0,08), sehingga data berdistribusi normal dan dianalisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya penurunan stres yang signifikan pada kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan signifikan (p > 0,05). Uji independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,05). Dengan demikian, terapi MBSR dan Gratitude Practice efektif menurunkan stres mahasiswa tingkat akhir.
Parametric and Non-Parametric Approaches to the Analysis of Adolscents' Knowledge and Attitudes on Tuberculosis Findasari Findasari; Fitriana Kartikasari; Ivanna Isty Nursani; Ndaru Atmi Purnami
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jmst.v26i2.13409.2025

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia. Improving adolescents’ knowledge and attitudes through school-based health education is essential to support TB prevention efforts. This study aimed to assess changes in knowledge and attitudes toward pulmonary tuberculosis following an audiovisual-based health education intervention. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 103 Grade XI students in a senior high school in Kudus Regency, Central Java. Data were collected using structured questionnaires. Normality was assessed prior to analysis; as most variables violated the normality assumption (p < 0.05), the Wilcoxon Signed-Rank Test was used as the primary statistical method, while the paired t-test was performed as a supplementary comparison analysis. The results showed a significant increase in knowledge scores from a median of 26 to 28 (Z = –4.865, p < 0.001, r = 0.48) and a significant improvement in attitude scores (Z = –7.383, p < 0.001, r = 0.73). The paired t-test produced consistent results, with a mean increase of 1.835 points in knowledge (95% CI: 1.177–2.493; Cohen’s d = 0.545) and 3.417 points in attitudes (95% CI: 2.717–4.118; Cohen’s d = 0.954). Normalized gain analysis indicated that improvement in knowledge was categorized as low, whereas improvement in attitudes reached the medium category. In conclusion, audiovisual-based health education was associated with positive changes in adolescents’ knowledge and attitudes regarding pulmonary tuberculosis. However, because the study was conducted in a single school using a pre-experimental design, the findings should be generalized with caution. Further controlled studies involving more diverse populations are recommended.
Mobility after combined range-of-motion and neck exercises in patients with stroke Siti Anggraini; Sukarmin Sukarmin; Fitriana Kartikasari
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 6 No. 4 (2026): August Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v6i4.3856

Abstract

Background: Stroke frequently results in impaired physical mobility and dependence in activities of daily living. Range-of-motion (ROM) and neck exercises may support recovery by maintaining joint mobility, muscle activity, postural control, and functional performance. Purpose: To compare mobility changes between stroke patients receiving combined ROM and neck exercises and those receiving standard hospital therapy. Method: This quasi-experimental study used a pretest–posttest design with a control group and involved 52 patients with non-hemorrhagic stroke, comprising 26 participants in the intervention group and 26 in the control group. Allocation was sequential rather than randomized. The intervention group received a 30-minute combined ROM and neck-exercise program, whereas the control group received standard hospital therapy. Mobility was measured using the Barthel Index. Within-group changes were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test, and post-test mobility was compared between groups using the Mann–Whitney U test. Results: The mean Barthel Index score increased from 7.8 to 12.6 in the intervention group and from 7.9 to 8.4 in the control group. Mobility improved significantly within the intervention group (p < 0.001) but not within the control group (p = 0.066). Post-test mobility differed significantly between groups (p < 0.001). Conclusion: Combined ROSM and neck exercises were associated with greater short-term mobility improvement than standard hospital therapy in this non-randomized sample.
KESADARAN DIRI DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA KLIEN DENGAN HIPERTENSI DI MASYARAKAT Edi Wibowo Suwandi; Muhamad Jauhar; Dewi Hartinah; Monica Artha Jelita; Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 10 No 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v10i2.14122

Abstract

The increasing number of hypertension cases is caused by non-compliance with hypertension treatment. This occurs due to a lack of self-awareness. If this is left untreated, it can have an impact on the incidence of hypertension, which can lead to complications such as heart failure, stroke, and kidney failure. So it can impact the economic and social burden of the community on the treatment phase and loss of community productivity. This study aims to analyze the relationship between self-awareness and adherence to hypertension treatment in the community. The research design used correlation analysis with a cross-sectional approach. The independent variable is self-awareness, and the dependent variable is medication adherence. This study was conducted in a village in Kudus Regency, which is a hypertension locus, in 2025. The research sample of 80 hypertension clients was selected through a total sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument used the MAAS (Mindfulness Attention Awareness) questionnaire to measure self-awareness and the MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) to measure medication adherence. Data analysis used the chi-square test. The results showed a statistically significant relationship between self-awareness and medication adherence with a p-value = 0.03 (p < 0.05). Self-awareness affects medication adherence in hypertension clients in the community. There is a need for strategic interventions to improve medication adherence by increasing public awareness of the importance of hypertension management in the community.