Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Seting Dan Sistem Aktivitas Pada Kampung Nelayan Tambakrejo (Tamban) Kabupaten Malang Kukuh Alfandhi Kurniawan; Jenny Ernawati; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.172 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang sebagian besar nenek moyang bekerja sebagai nelayan. Tetapi kenyataannya belakangan ini permukiman nelayan kurang tertata dan diperhatikan. Ada juga beberapa permukiman yang rawan akan bencana alam seperti ombak pasang, tsunami, dan banjir, salah satunya adalah Kampung Nelayan Tambakrejo. Hal itu juga yang menyebabkan adanya wacana relokasi ke tempat yang baru. Maka dari itu perlu adanya penelitian tentang sistem seting dan aktivitas pada Kampung Nelayan Tambakrejo supaya nantinya bisa menjadi masukan rencana desain pada relokasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan survei lapangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem seting dan sistem aktivitas Kampung Nelayan Tambakrejo. Pada pesisir pantai Tambakrejo terdapat berbagai macam seting dan aktivitas yang dilakukan oleh penduduk maupun pengunjung. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa ada beberapa sistem seting yang harus dimasukan dalam rencana relokasi Kampung Nelayan Tambakrejo, tetapi ada pula yang sebaiknya tetap berada pada kawasan eksisting Kampung Nelayan Tambakrejo.Kata kunci: permukiman nelayan, sistem seting, sistem aktivitas, relokasi
Morfologi Ruang Kawasan Pasar Comboran Kota Malang Dwiki Darmawan; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pasar Comboran Kota Malang merupakan sebuah pasar informal yang berupa pasar loak dengan komoditas utama onderdil kendaraan dan barang bekas. Perkembangan kawasan pasar yang muncul dan berkembang secara organis dan kuatnya aktivitas sosial ekonomi menyebabkan perkembangan PKL memadati sisi koridor jalan dan sisi rel keretaapi hingga persebarannya menyalahi regulasi kota dan mengganggu aktivitas disekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami morfologi dari kawasan Pasar Comboran Kota Malang dan perkembangannya melalui elemen morfologi yang terdapat dan berkembang. Analisa dilakukan berdasarkan elemen tata guna lahan, tata massa, dan jaringan jalan dan parkir. Pada tata guna lahan kawasan aspek fungsi bangunan dan komoditas berperan besar dalam membentuk dan perkembangan kawasan pasar. Elemen tata massa pada kawasan dipengaruhi oleh jaringan jalan dikarenakan fungsi kawasan pasar yang sangat mengutamakan aksesbilitas dari pembeli. Elemen jaringan jalan dan parkir pada kawasan tidak mengalami banyak perubahan, namun keberadaannya sebagai aksesbilitas pasar dengan komoditas onderdil kendaraan terlihat membentuk morfologi dari kawasan Pasar Comboran Kota Malang. Secara keseluruhan morfologi kawasan Pasar Comboran Kota Malang dipengaruhi oleh tata guna lahan, tata massa, dan jaringan jalan dan parkir pada kawasan pada perkembangannya maupun pada kondisi saat ini.
Sistem Kekerabatan Pembentuk Pola Permukiman Dusun Krajan Kabupaten Lumajang Arnes Ayunurafidha; Lisa Dwi Wulandari; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Dusun Krajan tergolong sebagai masyarakat Tengger. Mereka memilikiaturan tersendiri mengenai tata letak hunian antar kerabat sebagai perwujudanadat istiadat dan budaya masyarakatnya. Selain kentalnya kebudayaan, dusuntersebut juga memiliki keindahan alam yang berdampak pada bertambahnyajumlah pendatang, yang diindikasikan akan membawa kebudayaan dan tradisiberbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisispengaruh sistem kekerabatan terhadap pola permukiman Dusun Krajan KabupatenLumajang. Metode identifikasi yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, denganmetode analisis family tree. Hasil menunjukan bahwa sistem kekerabatanmemberikan pengaruh terhadap transparasi antar bangunan hunian, orientasibangunan terhadap Gunung Bromo dan Pesanggrahan, hirarki dan tata letakhunian kakak tertua dalam kelompok bangunan pada permukiman Dusun KrajanKata Kunci: Sistem kekerabatan, pola permukiman
POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan) Arini Anggreini; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.369 KB)

Abstract

Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
Evaluasi Purna Huni Elemen Fisik pada Taman Kota Sampit Kalimantan Tengah Isma Fawzeya Rosida; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Kota Sampit adalah ruang terbuka publik yang diperuntukkan sebagai kawasan wisata dan hiburan bagi masyarakat kota Sampit. Pada taman kota Sampit terdapat beragam jenis elemen fisik (atribut fisik) yang memfasilitasi pengguna dalam melakukan aktivitas di area Taman Kota Sampit. Akan tetapi ditemukan ketidaksesuaian terkait dengan aspek fungsional dan aspek teknis pada elemen fisik Taman Kota Sampit. Dalam penelitian ini, dilakukannya evaluasi purna huni (EPH) bertujuan agar ditemukannya permasalahan yang menyebabkan ketidaksesuaian aspek fungsional dan aspek teknis elemen fisik yang mempengaruhi pemanfaatannya oleh pengunjung Taman Kota Sampit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif – evaluatif, dengan pendekatan evaluasi purna huni. Data berkaitan dengan aspek fungsional dan teknis elemen fisik yang telah dikumpulkan, dianalisa, dan selanjutnya didapatkan sintesa keterhubungan antar setiap aspek fungsional dan teknis. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian dipengaruhi oleh beberapa hal seperti desain, waktu, dan daya tarik. Selain itu elemen fisik yang tidak memenuhi standarisasi juga mempengaruhi ketidaksesuaian.
Tipologi Fasade Bangunan Komersial dI Kawasan Koridor Jalan Soekarno-Hatta Malang Cyndhi Dewi Rukmana; Herry Santosa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.576 KB)

Abstract

Bangunan komersial pada Jalan Soekarno-Hatta semakin berkembang beriringan dengan meningkatnya aktivitas pendidikan. Perkembangan tersebut memicu keberagaman desain fasade pada bangunan komersial. Desain fasade berpengaruh terhadap kualitas visual kawasan. Penelitian bertujuan untuk memahami tipologi fasade serta karakter fasade pada kawasan tersebut. Bangunan komersial mendominasi seluruh fungsi pada kawasan sebesar 63% atau sebanyak 144 bangunan. Analisa dilakukan berdasarkan tipologi fasade, tipologi bentuk, serta tipologi profil fasade. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi. Analisis dilakukan dengan variabel penelitian berupa elemen pembentuk fasade meliputi atap, lisplang, pintu, jendela, pembayang, ventilasi dan elemen penanda. Pada penelitian ditemukan sejumlah 22 tipe fasade berdasarkan elemen pembentuk fasade. Tipe tersebut meliputi 5 tipe atap, 2 tipe lisplang, 3 tipe pembayang, 3 tipe pintu, 3 tipe jendela, 2 tipe lubang ventilasi, serta 4 tipe elemen penanda. Selain itu ditemukan sejumlah 12 tipe profil fasade yang terbentuk dari elemen atap, ketinggian bangunan serta elemen pembayang. Berdasarkan peraturan setempat maka garis sempadan bangunan serta ketinggian lantai bangunan telah sesuai. Walaupun masih terdapat beberapa fasade yang memiliki ketinggian lantai bangunan melebihin peraturan. Secara keseluruhan karakter fasade pada lokasi didominasi oleh atap datar, tanpa lisplang dan ventilasi, pembayang vertikal, pintu lipat, jendela pasif dan penanda menyatu dengan fasade.Kata Kunci: Tipologi, Fasade, Bangunan komersial
Konsep Taman Sensori sebagai Healing Environment pada Pusat Layanan Autis Kota Malang Tyas Pinendita; Lisa Dwi Wulandari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.798 KB)

Abstract

Autisme merupakan merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD). Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penyandang autisme pada tahun 2010 diperkirakan sebanyak 2,4 juta jiwa (Tempo,2012). Terus meningkatnya jumlah anak penyandang autisme perlu didukung dengan fasilitas dan pelayanan untuk anak penyandang autisme. Pada tahun 2012, pemerintah mulai membangun 26 Pusat Layanan Autis di berbagai kota termasuk diantaranya ialah Pusat Layanan Autis Kota Malang sebagai PLA pertama yang didirikan di Indonesia. Ruang luar khususnya taman sensori sebagai healing environment yaitu suatu desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam,indera, dan psikologis. Taman sensori merupakan taman yang memiliki fungsi untuk merangsang kelima panca indera manusia agar dapat bekerja lebih peka (Sensory Trust, 2013 dan Worden & Moore, 2013). Untuk mencapai hasil berupa konsep taman sensori, telah dilakukan riset mengenai pola perilaku anak hipersensitif dan hiposensitif di ruang luar pada PLA Kota Malang.Kata kunci: Taman Sensori, healing environment, Pusat Layanan Autis Kota Malang
Morfologi Spasial Hunian di Desa Wisata Sendangduwur Kabupaten Lamongan Meirinda Putri Aristyani; Lisa Dwi Wulandari; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sendangduwur merupakan salah satu desa sebagai penghasil batik tulis di Jawa Timur. Tahun 2006 Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri bersama masyarakat Sendangduwur menggalakkan kembali dan mempromosikan batik tulis khas desa Sendangduwur hingga dijadikan sebagai produk unggulan Kabupaten Lamongan. Menyebabkan peningkatan jumlah pengrajin batik tulis dan munculnya ruang usaha pada hunian masyarakat desa Sendangduwur dan mempengaruhi spasial hunian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui morfologi spasial hunian di desa wisata Sendangduwur Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan morfologi diakronik untuk menganalisis variabel penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan berupa perubahan spasial hunian akibat penambahan showroom dan/atau workspace pada zona publik dan semipublik pada spasial hunian. Perubahan pada spasial hunian in dikarenakan kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian dan identitas diri pemilik hunian.Kata kunci: Morfologi, spasial hunian
Redesain Pasar Bareng Kota Malang (Perancangan Pasar Tradisional Bercitra Modern) Yogie Maulana Satuhu; Agung Murti Nugroho; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.187 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman terjadi perubahan tuntutan dan standar konsumen terhadap pasar tradisional sehingga posisi pasar tradisional mulai tergantikan oleh pasar modern. Redesain Pasar Tradisional Bareng Malang bercitra modern adalah sebuah usaha meningkatkan citra pasar tradisional dengan menawarkan fasilitas yang lebih baik dan mengaplikasikan perkembangan teknologi terkini. Guna mewujudkan dan merevitalisasi fungsi pasar tradisional untuk lebih baik dan berkembang, dibutuhkan suatu transformasi berdasarkan perkembangan teknologi masa kini. Metode desain yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik melalui pendekatan desain dengan observasi terfokus pada lokasi tapak selanjutnya dianalisa melalui pendekatan perancangan dan munculah sebuah parameter acuan rancang sebuah pasar tradisional. Perwujudan dari aspek-aspek tersebut untuk mendapatkan hasil perancangan pasar tradisional bercitra modern, perlu dilakukan pendekatan pada perkembangan teknologi bangunan masa kini dengan pengaplikasian sistem double skin fasade dan penggunaan material metal deck sehingga diharapkan dengan kerangka acuan dan konsep perancangan pasar tradisional yang bercitra modern ini dapat mengembalikan daya saing pasar tradisional terhadap menjamurnya pasar-pasar modern saat ini.Kata kunci: pasar tradisional, citra modern, teknologi bangunan, double skin fasade
Morfologi Spasial Lingkungan di Kawasan Malabar-Merbabu Malang Previa Sandyangsani; Sigmawan Tri Pamungkas; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.651 KB)

Abstract

Kawasan Malabar-Merbabu pada perkembangannya sekarang ini didominasi dengan fungsi ekonomis dimana terjadi pergeseran fungsi kawasan dan bangunan dari fungsi hunian privat menjadi hunian komersial dan non-hunian komersial. Letak dan karakter eks-kolonial pada kawasan berpengaruh pada perubahan fungsi ekonomis yang ada pada kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami morfologi spasial lingkungan pada kawasan Malabar-Merbabu Malang melalui perubahan spasial yang ada pada kawasan. Analisa dilakukan berdasarkan aspek tata guna lahan, tata letak massa, tata kavling dan tata sirkulasi. Pada tahap analisa, tata guna lahan kawasan sebagai permukiman mengalami perubahan dominasi area terbangun pada kawasan (solid). Dimana kawasan Bergenbuurt merupakan kawasan yang memiliki ruang terbuka yang cukup luas. Pada aspek tata letak massa pada bangunan didominasi oleh adanya bentuk persegi dan persegi panjang pada kawasan. Tata letak massa yang berpengaruh pada penataan kavling pada kawasan yang cenderung tidak mengalami banyak perubahan bentuk karena kawasan tergolong sebagai kawasan yang terencana sebagai kawasan permukiman. Selain itu, adanya perubahan tata sirkulasi pada kawasan turut mempengaruhi keberadaan parkir maupun jalur untuk kendaraan dan pejalan kaki pada kawasan. Secara keseluruhan perubahan yang terjadi pada kawasan dipengaruhi oleh aspek tata guna lahan, tata letak massa, tata kavling dan tata sirkulasi.Kata kunci: morfologi spasial, lingkungan, bangunan
Co-Authors - Antariksa Achmad Faried Hanafi Adita Ronarizkia Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Ahsan Hidayat Setiadi Aigan Fanda Amar Rizqi Afdholy Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antariksa Sudikno Antariksa, , Antariksa, A Arini Anggreini Arnes Ayunurafidha Ashgaf, Irfan Maulana Ayu Indeswari Ayu Indeswari Benny Karunia Wardana Budi Santosa Budi Santosa Cantya P. Marhendra Christina, Adinda Cyndhi Dewi Rukmana Damayanti Asikin Diyan Lesmana Dwiki Darmawan Elan Gajmar Ema Yunita Titisari Ema Yunita Titisari Ema Yunita Titisari Faudina Faradilla Nanda Febrianto, Eko Fidelista, Alya Nafisa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Guruh Pratama Zulkarnaen Hamka, , Hartati Kapita Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Heru Sufianto Indah Ciptaning Widi Irene Olivia Humayang Dinar Irani Irfan Maulana Ashgaf Irma Fitriyani Isma Fawzeya Rosida Iswanto, Heru Hendri Jenny Ernawati Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo M. Satya Adhitama Makarim, Muhammad Raja Rafi Mawaddahni, Sari Meirinda Putri Aristyani Mike Yuanita Mimin Trianus Mochammad Naruseito Mourad, Raghad Muhammad Andi Finaldi Nur Tantyo Mukhlis A. Mukhtar Mukhlis A. Mukhtar Noeviyanti Indah Laksana Nordin, Jestin Nur Ratih Ratnawati Pratiwi, Elsa Intan Previa Sandyangsani Redi Sigit Febrianto Redi Sigit. F Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Retnosari, Zahra Febri Ridjal, Abraham Mohammad Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizki Swandani Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sani Syauqi Azmi Sari, Hela Radika Savitri, Andriadini Setiadi, Ahsan Hidayat Sigmawan Tri Pamungkas Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Subhan Ramdlani Surjono Surjono Titik Indra Setyowati Turningtyas Turningtyas Tyas Pinendita Wahid, Julaihi Yogie Maulana Satuhu Yusfan Adeputera Yusran Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera