Claim Missing Document
Check
Articles

SPASIAL RUANG PADA HUNIAN MASYARAKAT PELADANG-MUSLIM DESA JURUAN LAOK MADURA TIMUR Febrianto, Redi Sigit; Wulandari, Lisa Dwi; Santosa, Herry
MODUL Vol 17, No 1 (2017): MODUL vol 17 nomor 1 tahun 2017 (8 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.287 KB) | DOI: 10.14710/mdl.17.1.2017.1-10

Abstract

Jagung dan Islam adalah identitas kultur etnis Madura, sehingga dikenal sebagai masyarakat peladang-muslim.Mereka juga dikenal sebagai masyarakat mandiri, subsistensi dan sangat bergantung pada lanskap agrarisnya.Penelitian sebelumnya banyak membahas spasial hunian-kekerabatan dan spasial hunian-kesakralan terutama padahunian Madura perantauan. Penelitian ini berbeda karena berusaha memahami spasial lanskap-hunian padamasyarakat peladang jagung di desa Juruan Laok Madura Timur, pada lingkup mikro. Rancangan penelitian bersifatkualitatif dengan strategi etnografi. Pengumpulan data primer utama berupa wawancara mendalam dengan tak-tikpertanyaan terbuka dan sampling bertujuan. Validasi internal menggunakan observasi, pengukuran dan dokumentasiarsitektural, mengingat sifat subsistensinya dan kepala desa bukan narasumber utama. Diambil empat kasus hunianterpilih berdasarkan civitas, aktivitas, pola hunian, pola lanskap pertanian dan eksistensi obyek penyimpanan panen
Eksistensi Tipologi Pondasi Permukiman Pesisir Suku Bajo di Desa Bajoe Kecamatan Soropia Sulawesi Tenggara Ahsan Hidayat Setiadi; Lisa Dwi Wulandari; Damayanti Asikin
Jurnal Revolusi Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Revolusi Indonesia
Publisher : Fenery Library

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1235/jri.v2i1.218

Abstract

Permukiman pesisir suku Bajo di desa Bajoe kecamatan Soropia memiliki ragam tipe arsitektur yang bernaung diatas perariran hingga area daratan. adanya transformasi hunian dengan orientasi darat mengakibatkan perubahan pola berhuni tersebut yang berdampak pada tipologi arsitektur rumah adat Bajo. transformasi rumah yang beragam tentu berdampak pada komponen fisik bangunan seperti pondasi. pondasi merupakan bagian dari pembahasan bentuk tipologi secara mikro yang beragam yang terjadi akibat transformasi hunian dari berbagai integrasi fungsi hunian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sekaligus mengetahui tipologi pondasi yang terdapat pada area permukiman pesisir suku Bajo, lingkup pembahasan terkait karakter fisik kawasan permukiman pesisir ini tentunya dapat dilihat melalui skala mikro. Melalui penelitian dengan menggunakan metode kualitatif deskripti dengan pendekatan tipologi ini diharapkan mampu untuk mengetahui ragam tipologi pada permukiman pesisir suku Bajo di desa Bajo kecamatan Soropia sulawesi tenggara.
Morfologi Dusun Ngabean sebagai Balai Ekonomi Desa Ngadiharjo di Kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang Salsabila Tajrimin Ramadhani; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngadiharjo adalah salah satu desa di kawasan Candi Borobudur yang memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi di tahun 2013. Setelah ditetapkannya sebagai desa dengan angka kemiskinan yang tinggi mulai terjadi gagasan dan gerakan untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satunya yaitu program Balkondes (balai ekonomi desa). Adanya program Balkondes sebagai destinasi wisata pertama di Dusun Ngabean diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di bidang wisata. Tujuan penelitian untuk dapat melihat sejauh mana perkembangan Dusun Ngabean sebagai Balkondes Ngadiharjo. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis morfologi diakronik. Variabel yang dikaji pada morfologi berupa guna lahan, struktur bangunan, pola kavling dan jaringan jalan dan variabel 4A pariwisata yaitu attraction, amenitiy, access, dan ancillary service. Penelitian akan dilakukan dengan melihat keterkaitan antara variabel dan perubahan yang terjadi pada Dusun Ngabean sehingga dapat ditemukan langkah yang tepat dalam pengembangan kawasan kedepannya.
PERKEMBANGAN POLA PERMUKIMAN PEMBUDIDAYA IKAN DESA BLAYU SEBAGAI KAWASAN MINAPOLITAN DI WAJAK H.D. Khamim Binanda; Lisa Dwi Wulandari; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.262 KB)

Abstract

Desa Blayu merupakan salah satu desa yang dicanangkan untuk kawasan minapolitan di Kecamatan Wajak.  Potensi Sumber daya alam Desa Blayu yang melimpah salah satu alasan dijadikannya Desa Blayu sebagai  kawasan minapolitan. Di Desa Blayu juga banyak terdapat banyak tanaman mendong, potensi ini juga yang  dimanfaatkan pemerintah Kabupatan Malang untuk mengembangkan cara budidaya ikan dengan  minamendong. Minamendong adalah budidaya ikan dengan cara menempatkan ikan di ladang mendong.  Penelitian ini mengkaji bagaimana perkembangan pola permukiman di Desa Blayu ini sebagau dampak dari  kawasan minapolitan.. karakteristik pembudidaya ikan yang berkembang di Desa Blayu dilihat berdasarkan  cara pembudidayaan yang berkembang, yaitu dengan cara kolam ikan, minamendong, karamba, dan minapadi.  Pendekatan fenomenologi akan digunakan dalam mengkaji daerah minapolitan ini. Analsa potensi masalah  akan digunakan dalam menentukan arah perkembangan permukiman ke depan dan sebagai dasar untuk  rekomendasi perkembangan permukiman ke depan.Kata kunci : Desa Blayu, Pola Permukiman, minapolitan, minapadi, minamendong
Sistem Seting Dan Sistem Aktivitas Pada Kampung Nelayan Tambakrejo (Tamban) Kabupaten Malang Kukuh Alfandhi Kurniawan; Jenny Ernawati; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.172 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang sebagian besar nenek moyang bekerja sebagai nelayan. Tetapi kenyataannya belakangan ini permukiman nelayan kurang tertata dan diperhatikan. Ada juga beberapa permukiman yang rawan akan bencana alam seperti ombak pasang, tsunami, dan banjir, salah satunya adalah Kampung Nelayan Tambakrejo. Hal itu juga yang menyebabkan adanya wacana relokasi ke tempat yang baru. Maka dari itu perlu adanya penelitian tentang sistem seting dan aktivitas pada Kampung Nelayan Tambakrejo supaya nantinya bisa menjadi masukan rencana desain pada relokasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan survei lapangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem seting dan sistem aktivitas Kampung Nelayan Tambakrejo. Pada pesisir pantai Tambakrejo terdapat berbagai macam seting dan aktivitas yang dilakukan oleh penduduk maupun pengunjung. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa ada beberapa sistem seting yang harus dimasukan dalam rencana relokasi Kampung Nelayan Tambakrejo, tetapi ada pula yang sebaiknya tetap berada pada kawasan eksisting Kampung Nelayan Tambakrejo.Kata kunci: permukiman nelayan, sistem seting, sistem aktivitas, relokasi
Morfologi Ruang Kawasan Pasar Comboran Kota Malang Dwiki Darmawan; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pasar Comboran Kota Malang merupakan sebuah pasar informal yang berupa pasar loak dengan komoditas utama onderdil kendaraan dan barang bekas. Perkembangan kawasan pasar yang muncul dan berkembang secara organis dan kuatnya aktivitas sosial ekonomi menyebabkan perkembangan PKL memadati sisi koridor jalan dan sisi rel keretaapi hingga persebarannya menyalahi regulasi kota dan mengganggu aktivitas disekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami morfologi dari kawasan Pasar Comboran Kota Malang dan perkembangannya melalui elemen morfologi yang terdapat dan berkembang. Analisa dilakukan berdasarkan elemen tata guna lahan, tata massa, dan jaringan jalan dan parkir. Pada tata guna lahan kawasan aspek fungsi bangunan dan komoditas berperan besar dalam membentuk dan perkembangan kawasan pasar. Elemen tata massa pada kawasan dipengaruhi oleh jaringan jalan dikarenakan fungsi kawasan pasar yang sangat mengutamakan aksesbilitas dari pembeli. Elemen jaringan jalan dan parkir pada kawasan tidak mengalami banyak perubahan, namun keberadaannya sebagai aksesbilitas pasar dengan komoditas onderdil kendaraan terlihat membentuk morfologi dari kawasan Pasar Comboran Kota Malang. Secara keseluruhan morfologi kawasan Pasar Comboran Kota Malang dipengaruhi oleh tata guna lahan, tata massa, dan jaringan jalan dan parkir pada kawasan pada perkembangannya maupun pada kondisi saat ini.
Sistem Kekerabatan Pembentuk Pola Permukiman Dusun Krajan Kabupaten Lumajang Arnes Ayunurafidha; Lisa Dwi Wulandari; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Dusun Krajan tergolong sebagai masyarakat Tengger. Mereka memilikiaturan tersendiri mengenai tata letak hunian antar kerabat sebagai perwujudanadat istiadat dan budaya masyarakatnya. Selain kentalnya kebudayaan, dusuntersebut juga memiliki keindahan alam yang berdampak pada bertambahnyajumlah pendatang, yang diindikasikan akan membawa kebudayaan dan tradisiberbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisispengaruh sistem kekerabatan terhadap pola permukiman Dusun Krajan KabupatenLumajang. Metode identifikasi yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, denganmetode analisis family tree. Hasil menunjukan bahwa sistem kekerabatanmemberikan pengaruh terhadap transparasi antar bangunan hunian, orientasibangunan terhadap Gunung Bromo dan Pesanggrahan, hirarki dan tata letakhunian kakak tertua dalam kelompok bangunan pada permukiman Dusun KrajanKata Kunci: Sistem kekerabatan, pola permukiman
POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan) Arini Anggreini; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.369 KB)

Abstract

Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
Evaluasi Purna Huni Elemen Fisik pada Taman Kota Sampit Kalimantan Tengah Isma Fawzeya Rosida; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Kota Sampit adalah ruang terbuka publik yang diperuntukkan sebagai kawasan wisata dan hiburan bagi masyarakat kota Sampit. Pada taman kota Sampit terdapat beragam jenis elemen fisik (atribut fisik) yang memfasilitasi pengguna dalam melakukan aktivitas di area Taman Kota Sampit. Akan tetapi ditemukan ketidaksesuaian terkait dengan aspek fungsional dan aspek teknis pada elemen fisik Taman Kota Sampit. Dalam penelitian ini, dilakukannya evaluasi purna huni (EPH) bertujuan agar ditemukannya permasalahan yang menyebabkan ketidaksesuaian aspek fungsional dan aspek teknis elemen fisik yang mempengaruhi pemanfaatannya oleh pengunjung Taman Kota Sampit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif – evaluatif, dengan pendekatan evaluasi purna huni. Data berkaitan dengan aspek fungsional dan teknis elemen fisik yang telah dikumpulkan, dianalisa, dan selanjutnya didapatkan sintesa keterhubungan antar setiap aspek fungsional dan teknis. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian dipengaruhi oleh beberapa hal seperti desain, waktu, dan daya tarik. Selain itu elemen fisik yang tidak memenuhi standarisasi juga mempengaruhi ketidaksesuaian.
Tipologi Fasade Bangunan Komersial dI Kawasan Koridor Jalan Soekarno-Hatta Malang Cyndhi Dewi Rukmana; Herry Santosa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.576 KB)

Abstract

Bangunan komersial pada Jalan Soekarno-Hatta semakin berkembang beriringan dengan meningkatnya aktivitas pendidikan. Perkembangan tersebut memicu keberagaman desain fasade pada bangunan komersial. Desain fasade berpengaruh terhadap kualitas visual kawasan. Penelitian bertujuan untuk memahami tipologi fasade serta karakter fasade pada kawasan tersebut. Bangunan komersial mendominasi seluruh fungsi pada kawasan sebesar 63% atau sebanyak 144 bangunan. Analisa dilakukan berdasarkan tipologi fasade, tipologi bentuk, serta tipologi profil fasade. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tipologi. Analisis dilakukan dengan variabel penelitian berupa elemen pembentuk fasade meliputi atap, lisplang, pintu, jendela, pembayang, ventilasi dan elemen penanda. Pada penelitian ditemukan sejumlah 22 tipe fasade berdasarkan elemen pembentuk fasade. Tipe tersebut meliputi 5 tipe atap, 2 tipe lisplang, 3 tipe pembayang, 3 tipe pintu, 3 tipe jendela, 2 tipe lubang ventilasi, serta 4 tipe elemen penanda. Selain itu ditemukan sejumlah 12 tipe profil fasade yang terbentuk dari elemen atap, ketinggian bangunan serta elemen pembayang. Berdasarkan peraturan setempat maka garis sempadan bangunan serta ketinggian lantai bangunan telah sesuai. Walaupun masih terdapat beberapa fasade yang memiliki ketinggian lantai bangunan melebihin peraturan. Secara keseluruhan karakter fasade pada lokasi didominasi oleh atap datar, tanpa lisplang dan ventilasi, pembayang vertikal, pintu lipat, jendela pasif dan penanda menyatu dengan fasade.Kata Kunci: Tipologi, Fasade, Bangunan komersial
Co-Authors - Antariksa Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adita Ronarizkia Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Ahsan Hidayat Setiadi Aigan Fanda Amar Rizqi Afdholy Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antariksa Sudikno Antariksa, , Antariksa, A Arini Anggreini Arnes Ayunurafidha Ashgaf, Irfan Maulana Aula Sekar Arum Pertiwi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Ayu Indeswari Benny Karunia Wardana Budi Santosa Budi Santosa Cantya P. Marhendra Christina, Adinda Cyndhi Dewi Rukmana Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Daniel Happy Putra Diyan Lesmana Dwi Risky Mauliah Dwiki Darmawan Elan Gajmar Ema Yunita Titisari F, Redi Sigit. Faudina Faradilla Nanda Febrianto, Eko Fidelista, Alya Nafisa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Guruh Pratama Zulkarnaen H.D. Khamim Binanda HALIM, ADISTY Hamka, , Hartati Kapita Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Herry Santoso Heru Sufianto Hidhayad, Aulia I Gede Wyana Lokantara . Indah Ciptaning Widi Irene Olivia Humayang Dinar Irani Irfan Maulana Ashgaf Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Isma Fawzeya Rosida Iswanto, Heru Hendri Jenny Ernawati Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Laksana, Noeviyanti Indah M. Satya Adhitama M. Satya Adhitama Makarim, Muhammad Raja Rafi Marjono Mawaddahni, Sari Meirinda Putri Aristyani Mike Yuanita Mike Yuanita Mimin Trianus Mimin Trianus Mochammad Naruseito Mohamad Harun Mourad, Raghad Muhammad Andi Finaldi Nur Tantyo Muhammad Satya Adhitama Mukhlis A. Mukhtar Noeviyanti Indah Laksana Nordin, Jestin Nur Ratih Ratnawati Nur Tantyo, Muhammad Andi Finaldi Nurmayanti, Yunita Pratiwi, Elsa Intan Previa Sandyangsani Rafika Hilmi Nasution Rahma, Sarah Naila Redi Sigit Febrianto Redi Sigit. F Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Retnosari, Zahra Febri Ridjal, Abraham Mohammad Rifdah, Balqis Nadhifatur Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizki Swandani Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salsabila Tajrimin Ramadhani Sani Azmi Sani Syauqi Azmi Sari, Hela Radika Savitri, Andriadini Setiadi, Ahsan Hidayat Sholehah Sigmawan Tri Pamungkas Sigmawan Tri Pamungkas Siswahyudianto Siti Zulfa Yuzni Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Subhan Ramdlani Surjono Surjono Susilo Kusdiwanggo, Susilo Titik Indra Setyowati Turningtyas Turningtyas Turningtyas Turningtyas Tyas Pinendita Wahid, Julaihi Yogie Maulana Satuhu Yunus, Rafika Zulfadyanti Yusfan Adeputera Yusran Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusfan Adeputra Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Zhilli Izzadati Khairuni