Claim Missing Document
Check
Articles

Ruang Transisi pada Ruang Tinggal Suku Tengger Desa Ngadas Mochammad Naruseito; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.002 KB)

Abstract

Desa Ngadas merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah KecamatanPoncokusumo, Kabupaten Malang. Desa ini merupakan satu-satunya desa SukuTengger yang berada di Kabupaten Malang. Pada kelompok rumah di Desa Ngadas,terbentuk suatu pola ruang kekerabatan dalam membangun rumah mereka padasatu lahan petak yang menunjukkan hubungan kekerabatan yang kuat. Antar rumahdiberikan jarak yang kemudian menjadi ruang transisi. Tujuan dari studi ini adalahuntuk mengetahui ruang transisi yang terbentuk pada pola ruang rumah tinggalDesa Ngadas dari segi fisik dan non-fisiknya. Metode yang digunakan adalahdeskriptif-kualitatif dengan melakukan observasi lapangan. Kemudian objek amatandianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif dalam bentuk pembahasan mengenairuang transisi. Ditemukannya tata cara bertani yang baru, menyebabkanpertambahan fungsi ruang transisi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Selain itu,aktivitas pada ruang transisi juga memperlihatkan tingginya mobilitas penghunirumah dalam penggunaan antar ruang. Tingginya perpindahan penggunaan ruangdari satu rumah ke rumah yang lain menunjukkan kebutuhan ruang transisi sangatdiperlukan oleh masyarakat Desa Ngadas. Kebutuhan masyarakat Desa Ngadas akanmobilitas yang tinggi serta adat-istiadat yang telah turun-temurun diwariskanmenjadi faktor utama dalam terbentuknya ruang transisi.Kata kunci: ruang, transisi, kekerabatan, mobilitas
Tipologi Fasade Bangunan Di Jalan Kawi Atas Kota Malang Titik Indra Setyowati; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.015 KB)

Abstract

Jalan Kawi Atas, Jalan Terusan Kawi dan Jalan Raya Dieng merupakan kelompok jalan yang mengalami pergeseran fungsi dari kawasan perumahan elite yang terdiri dari bangunan-bangunan rumah tinggal berlanggam kolonial Belanda menjadi kawasan komersial yang terdiri dari bangunan pertokoan, perkantoran dan fasilitas publik lainnya. Fenomena pergeseran fungsi mengakibatkan perubahan fasade bangunan pada kawasan studi dalam skala koridor jalan. Kajian ini bertujuan meneliti karakteristik fasade bangunan pada kawasan studi dalam skala koridor jalansetelah mengalami pergeseran fungsi. Karakteristik fasade bangunan ini selanjutnya akan digunakan sebagai masukanuntuk desain fasade bangunan sehingga dapat membentuk keserasian dalam visual kawasan. Penelitian tipologi fasade bangunan ini menggunakan pendekatan tipologi bentuk dasar dan fungsi bangunan pada tahapan analisisnya sehingga menghasilkan komposisi antar elemen fasade bangunan dalam skala koridor jalanpada tiap kelompok jalan. Kajian penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dalam menganalisis tipologi fasade bangunan dalam skala koridor jalandan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya tentang fasade bangunan di kawasan studi.Kata kunci: tipologi, fasade bangunan, koridor jalan
Konsep Agrowisata pada Lahan Konservasi Studi Kasus: Lahan Buah Condet, Jakarta Timur Faudina Faradilla Nanda; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.745 KB)

Abstract

Jakarta sebagai destinasi wisata di Indonesia yang menerapkan berbagai jenis wisata yaitu wisata budaya, wisata sejarah dan wisata alam. Contoh wisata alam di Jakarta adalah Taman Wisata Alam Mangrove Angke dan isu pengembangan potensi Sungai Ciliwung sebagai destinasi wisata berbasis alam. Salah satu segmen yang merupakan lahan konservasi di Daerah Aliran Sungai adalah Lahan Buah Condet, Jakarta Timur. Lahan Buah Condet adalah satu-satunya kantong pertanian yang tersisa dari luas Condet yang ditetapkan pada SK Gubernur DCI Jakarta No.DIV-1511/E/74 dan kegiatan perlindungan sungai khususnya bagian sempadan seperti dalam Pasal 20 Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 2011. Potensi tapak berupa kontur topografi tapak datar, tanaman endemik khas dominan yaitu Salak dan Duku Condet. Adanya Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 646 Tahun 2016, mendorong pengembangan Lahan Buah Condet sebagai destinasi wisata serta kawasan agrowisata di Jakarta Timur. Permasalahan dalam pengembangan agrowisata adalah lahan perkebunan terbatas, mudah banjir, akses menuju perkebunan di area perumahan warga dan pemanfaatan pola ruang kurang terawat, dikhawatirkan menimbulkan kerusakan pada lahan. Melalui studi pustaka dan studi terdahulu ditemukan beberapa variabel penelitian. Dengan menggabungkan variabel agrowisata, konservasi, serta memperhatikan potensi-potensi lahan, didapatkan solusi konsep agrowisata berupa zonasi, atraksi, aksesibilitas dan fasilitas pada lahan konservasi khususnya Lahan Buah Condet.Kata kunci: agrowisata, konservasi
Morfologi Ruang Taman Jayengrono pada Kawasan Kota Lama Surabaya Indah Ciptaning Widi; Subhan Ramdlani; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.715 KB)

Abstract

Surabaya sebagai Kota Hijau memiliki banyak taman kota yang tersebar di banyak kawasan. Salah satu taman kota yang merupakan taman tertua di Surabaya yakni Taman Jayengrono berada di kawasan Kota Lama. Taman seluas 5.300 m² tersebut telah mengalami perubahan ruang dari wajah sebelumnya. Namun dengan fungsi lahan yang tetap sama yakni peruntukkan sebagai ruang terbuka. Tepat pada tahun 2012, Pemerintah Kota Surabaya meresmikan Taman Jayengrono dengan memberi predikat sebagai memorial park. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfologi ruang pada Taman Jayengrono pada saat ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik berdasarkan teori tentang morfologi ruang terbuka beserta isi elemen lansekap oleh Hakim.(2012). Variabel yang dikaji meliputi elemen-elemen lansekap pembentuk ruang taman seperti garis, bidang, macam ruang, sirkulasi ruang, elemen desain serta aktivitas baik di dalam maupun di sekitar Taman Jayengrono. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa masing-masing elemen taman menonjolkan karakter ruang yang tegas, kokoh, kaku, namun tetap dinamis. Begitu juga hubungan antara morfologi dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya memperlihatkan bahwa morfologi ruang Taman Jayengrono mampu menyesuaikan bermacam aktivitas bahkan memberi wadah lebih fungsional.Kata kunci : morfologi, ruang terbuka, taman, lansekap
Role Of Green Open Space In Performance Improvement Of Malang City Center subhan ramdlani; Lisa Dwi Wulandari
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.433 KB) | DOI: 10.21776/ub.jiat.2018.004.02.3

Abstract

This study is a continuation of previous research [5],[6],[7], on the hierarchy of the Green Open Space’s role of the city based on its 9 classifications (Green Line, City Park, Urban forest, Garden Tomb, Sports Park, Rotonde, Monument Park, Playground, and Offices Park) in improving the ecological quality of Malang city center. The focus of this research is to create an eco-quality ideal RTH arrangement model, especially Green Open Spaces which has the biggest role in improving the performance of downtown Malang. The arrangement considers several factors, namely: first, environmental-ecological factors related to environmental emission levels, air temperature and humidity [5],[6],[7]. Second, the physical environment of Green Open Spaces has a setting factor which includes all the hardscape element forming attributes and softscape elements. Third, the human activity factor, which uses the physical environment setting as a container to perform various activities. The advantage of this study lies in the process technology, which is in the process of arrangement of Green Open Spaces in the field of architectural science (with a qualitative method approach based on the designer's intuitive concept), so in this study the approach is precisely on the quantitative study, with statistical measurement, the results are processed through Graphics and tabulation systems and utilizing City CAD software in simulation and Green Open Space’s exploration in downtown Malang.
Pola Ruang Bersama pada Permukiman Madura Medalungan di Dusun Baran Randugading Ayu Indeswari; Antariksa Antariksa; Galih Widjil Pangarsa; Lisa Dwi Wulandari
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.997 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.4

Abstract

In human social life, social space created. The kind of social space divided based on its characteristic. Communal space is a part of traditional Nusantara architecture that also means as social spac. It symbolized togetherness. In Madura community, tanean is communal space that has specific meaning. When they migrated to another land, they brought their dwelling tradition to the new land they have occupied. They called Madura Medalungan. One of the land occupied by Madura Medalungan is Baran Randugading, Malang. With the difference environment and culture setting, they adapt their communalspace with the new condition. The new models of communal space of Madura Medalungan society in Baran Randugading need to be studied. The result of the study showed that tanean, terrace or emper, front room or balai, traditional kitchen, langgar, and inter-space between house, were the most frequent used as communal space. In adition, mosque, village street, warung or shop, became communal space in accidental moment.Key words : Shared space, model, Madura Medalungan
Tinjauan Interdisipliner dalam Mengkaji Aspek Kosmologi dalam Arsitektur Ema Yunita Titisari; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari; Surjono Surjono
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.612 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2017.015.01.6

Abstract

This paper is a review of the importance of interdisciplinary reviews in assessing the cosmological aspects of architecture. Architecture is a discipline that focuses on the study of the human environment. Environment and humans are very complex objects. Studies of people and architecture need to involve other disciplines. Involving other disciplines will help the understanding of people and architecture as a cultural product. Cosmology is the key to understanding architecture, especially the architecture of pre-modern society. By analysing the substance of some theories and architectural research on cosmology obtained the conclusion that in reviewing cosmological aspects in architecture is required interdisciplinary studies because architecture is an object that needs to be viewed from many perspectives. This is due to the complexity of human beings who create and create architecture as a place of residence.Keywords: interdisciplinary, architecture, cosmology
Dinamika Ruang Pkl Alun-Alun Ponorogo : Sebuah Kearifan Lokal Achmad Faried Hanafi; Lisa Dwi Wulandari; Antariksa Antariksa
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.316 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.1

Abstract

Nowadays most of alun-alun turned into an urban park that serves as public open space advocates social, aesthetic and ecological functions. PKL as an economic entity, do not lose on the chance of crowd people on public space as a potential market for their business. The existence of street vendors in the square had become a dilemma, allowed or prohibited. This research aims to describe the spatial dynamics of street vendors in alun-alun Ponorogo and explore its existence to study its local wisdom. This study used qualitative descriptive method based on indepth interview on keypersons. The existence of street vendors in alun-alun Ponorogo form spatial-dynamic and as a form of local wisdom that develops in alun-alun Ponorogo.Keywords : alun-alun, Ponorogo, PKL (street vendors), local wisdom
Penggunaan Ruang Pada Usaha Batik Tulis Di Kampung Batik Jetis Sidoarjo Irma Fitriyani; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.048 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.02.6

Abstract

Kampung Batik Jetis Sidoarjo adalah lokasi penghasil batik tulis khas Sidoarjo. Di Kampung Batik Jetis terdapat 15 pengrajin batik yang bertempat tinggal sekaligus menjalankan usaha kerajinan dan penjualan di lokasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami penggunaan ruang pada usaha pengrajin batik tulis di Kampung Batik Jetis Sidoarjo. Dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan pengamatan dan observasi pada ruang usaha 15 pengrajin batik tersebut sehingga didapat hasil identifikasi yang akan dianalisa dengan mengacu pada teori yang terkait. Skala penelitian ini adalah hanya melingkupi ruang secara mikro. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tentang penggunaan ruang untuk usaha pengrajin batik tulis di Kampung Batik Jetis ini secara umum menunjukkan bahwa setiap pengrajin melakukan aktivitas usaha dalam ruang usaha mereka masing-masing yang dimiliki sendiri (13 pengrajin) atau dipinjam dari pengrajin lain (2 pengrajin). Ruang yang digunakan terdiri dari ruang untuk proses produksi dan pasca produksi. Terdapat beberapa tipe ruang usaha berdasarkan ruang yang dimiliki/ digunakan. Sifat penggunaan ruang adalah permanen dan terdapat tipe ruang usaha berdasarkan letak/ proporsinya yang merupakan kombinasi dari tipe berimbang, campuran dan terpisah.Kata kunci: penggunaan ruang, aktivitas usaha batik, pengrajin batik tulis
Pengaruh Arsitektur Tradisional Jawa dalam Hunian Kolonial di Kampung Bubutan Surabaya Risqi Cahyani; Lisa Dwi Wulandari; Antariksa Antariksa
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.694 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2015.013.01.6

Abstract

Kampung Bubutan is one of the original community of settlements in the city of Surabaya. As the coastal city, Surabaya closely with the image as a trading city. These factors led many immigrants come from many different cultures, local and international including Netherlands. This article will discuss about what makes the formation of the settlement pattern at Kampung Bubutan, and how the acculturation between Javanese and Colonial on the settlement using descriptive–qualitative method. The results is Kali Mas river and Mancapat mythe effected the formation of Kampung Bubutan settlements. Colonial architectural found in the basic shape of the building and building technology . While the Javanese architecture found in the building ornaments, organizations of space, and the meaning of the Javanese who appreciate nature and social community. Values, advices, and good wises from Javanese giving much meaning in the house.Keywords: Javanese architecture, colonial architecture, etnic aculturation
Co-Authors - Antariksa Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adita Ronarizkia Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Ahsan Hidayat Setiadi Aigan Fanda Amar Rizqi Afdholy Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antariksa Sudikno Antariksa, , Antariksa, A Arini Anggreini Arnes Ayunurafidha Ashgaf, Irfan Maulana Aula Sekar Arum Pertiwi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Ayu Indeswari Benny Karunia Wardana Budi Santosa Budi Santosa Cantya P. Marhendra Christina, Adinda Cyndhi Dewi Rukmana Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Daniel Happy Putra Diyan Lesmana Dwi Risky Mauliah Dwiki Darmawan Elan Gajmar Ema Yunita Titisari F, Redi Sigit. Faudina Faradilla Nanda Febrianto, Eko Fidelista, Alya Nafisa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Guruh Pratama Zulkarnaen H.D. Khamim Binanda Hamka, , Hartati Kapita Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Herry Santoso Heru Sufianto Hidhayad, Aulia I Gede Wyana Lokantara . Indah Ciptaning Widi Irene Olivia Humayang Dinar Irani Irfan Maulana Ashgaf Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Isma Fawzeya Rosida Iswanto, Heru Hendri Jenny Ernawati Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Laksana, Noeviyanti Indah M. Satya Adhitama M. Satya Adhitama Makarim, Muhammad Raja Rafi Marjono Mawaddahni, Sari Meirinda Putri Aristyani Mike Yuanita Mike Yuanita Mimin Trianus Mimin Trianus Mochammad Naruseito Mohamad Harun Mourad, Raghad Muhammad Andi Finaldi Nur Tantyo Muhammad Satya Adhitama Mukhlis A. Mukhtar Mukhlis A. Mukhtar Noeviyanti Indah Laksana Nordin, Jestin Nur Ratih Ratnawati Nur Tantyo, Muhammad Andi Finaldi Nurmayanti, Yunita Pratiwi, Elsa Intan Previa Sandyangsani Rafika Hilmi Nasution Rahma, Sarah Naila Redi Sigit Febrianto Redi Sigit. F Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Retnosari, Zahra Febri Ridjal, Abraham Mohammad Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizki Swandani Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salsabila Tajrimin Ramadhani Sani Azmi Sani Syauqi Azmi Sari, Hela Radika Savitri, Andriadini Setiadi, Ahsan Hidayat Sholehah Sigmawan Tri Pamungkas Sigmawan Tri Pamungkas Siti Zulfa Yuzni Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Subhan Ramdlani Surjono Surjono Susilo Kusdiwanggo, Susilo Titik Indra Setyowati Turningtyas Turningtyas Turningtyas Turningtyas Tyas Pinendita Wahid, Julaihi Yogie Maulana Satuhu Yunus, Rafika Zulfadyanti Yusfan Adeputera Yusran Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusfan Adeputra Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Zhilli Izzadati Khairuni