Claim Missing Document
Check
Articles

POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan) Arini Anggreini; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.369 KB)

Abstract

Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
Pola Aktivitas Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Di Alun-Alun Batu Cantya P. Marhendra; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.319 KB)

Abstract

Alun-alun Batu adalah ruang terbuka kota yang disediakan oleh Kota Batu untuk kepentingan interaksi antar warga dan berlaku untuk umum. Ruang terbuka publik ini memiliki kawasan yang terbatas sehingga agar tetap dapat berjalan dengan baik, maka behaviour setting harus tetap dikendalikan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pola aktivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Alun-alun Batu dengan keterkaitan pelaku aktivitas, waktu aktivitas dan ruang aktivitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan Alun-alun Batu di masa yang akan datang sehingga perubahan yang terjadi dapat tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pengamatan dilakukan di ruang-ruang yang ada di Alun-alun Batu pada pagi, siang dan malam hari pada hari kerja, hari ibadah dan hari libur. Dengan demikian akan didapatkan pola aktivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Alun-alun Batu yang menjadi kajian untuk menjelaskan keterkaitan antara pelaku aktivitas, waktu aktivitas dan ruang ativitas di Alun-alun BatuKata kunci : pola, aktivitas, alun-alun
Lanskap Budaya Kawasan Wisata Candi Singosari Elan Gajmar; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Candi Singosari merupakan suatu tatanan lanskap budaya yang menyimpan nilai – nilai sejarah di dalamnya. Keberadaan situs purbakala, yaitu Candi Singosari dan Arca Dwarapala yang berada di tengah – tengah pertumbuhan masyarakat yang semakin tinggi diiringi dengan pembangunan, hal ini bisa mengancam tatanan lanskap budaya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui 13 elemen karakteristik lanskap budaya yang terbentuk pada kawasan Candi Singosari, yaitu: sistem dan ciri alam, topografi, organisasi keruangan, tata guna lahan, tradisi budaya, penataan cluster, bangunan dan struktur, tata sirkulasi, ruang terbuka, view dan vista, fitur – fitur air buatan, berskala kecil, dan kawasan arkeologis , dengan metode kualitatif deskriptif. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan karakteristik lanskap budaya kawasan Candi Singosari yang tentunya perlu kerjasama antara pemerintah yang berwenang dengan masyarakat.   Kata kunci: lanskap budaya, karakteristik, kawasan candi singosariSingosari Temple area is a cultural landscape that stores historical values ​​in it. The existence of ancient sites, namely Singosari Temple and Dwarapala Statues which are in the midst of community growth that is increasingly high accompanied by development, this could threaten the order of the cultural landscape. The purpose of this study aims to identify and find out the 13 elements of cultural landscape characteristics formed in the Singosari Temple area, namely: natural systems and features, topography, spatial organization, land use, cultural traditions, structuring clusters, buildings and structures, circulation systems, open spaces , view and vista, artificial water features, small scale, and archaeological areas, with descriptive qualitative methods. It is hoped that this research can contribute to the improvement of the characteristics of the cultural landscape of the Singosari Temple area, which of course requires collaboration between the government authorities and the citizens. Keywords: cultural landscape, summary, characteristics, singosari temple area
Morfologi Ruang Kawasan Kerajinan Bubut Kayu di Kampung Wisata Kota Blitar Irene Olivia Humayang Dinar Irani; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Santren merupakan salah satu kawasan kerajinan bubut kayu yang berada di dalam Kampung Wisata Kelurahan Tanggung Kota Blitar yang telah ada sejak tahun 1950 dan mengalami perubahan dari permukiman biasa menjadi salah satu kawasan kampung wisata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui morfologi ruang kawasan kerajinan kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi diakronik. Variabel yang dikaji meliputi morfologi ruang kawasan berupa tata guna lahan, tata letak massa, struktur jalan, parkir dan penanda. Dari tiap-tiap indikator yang ada pada variabel memiliki keterkaitan dan berpengaruh pada perubahan yang terjadi pada Lingkungan Santren sehingga ditemukan pola ruang kawasan yang dapat digunakan untuk pengembangan kawasan.Kata kunci: morfologi, ruang, kawasan, hunian
Sirkulasi Bangunan Rumah Tinggal Kampung Kauman Kota Malang Rosawati Saputri; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Kauman merupakan salah satu kampung tertua di Kota Malang yang memperoleh pengaruh gaya kolonial Belanda pada arsitektur bangunannya. Saat ini, rumah tinggal bergaya kolonial di Kampung Kauman Kota Malang telah banyak yang mengalami perubahan. Fokus pembahasan dibatasi pada kajian sirkulasi bangunan rumah tinggal Kampung Kauman Kota Malang untuk menggambarkan secara detail sirkulasi yang terbentuk dan elemen-elemen yang membentuk sirkulasi. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh perubahan pada sirkulasi bangunan rumah tinggal bergaya kolonial di Kampung Kauman Kota Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan survey lapangan dan menganalisis sirkulasi bangunan rumah tinggal bergaya kolonial Belanda di Kampung Kauman Kota Malang.Kata kunci: tata ruang, sirkulasi, bangunan rumah tinggal, Kampung Kauman
Ruang Transisi pada Ruang Tinggal Suku Tengger Desa Ngadas Mochammad Naruseito; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.002 KB)

Abstract

Desa Ngadas merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah KecamatanPoncokusumo, Kabupaten Malang. Desa ini merupakan satu-satunya desa SukuTengger yang berada di Kabupaten Malang. Pada kelompok rumah di Desa Ngadas,terbentuk suatu pola ruang kekerabatan dalam membangun rumah mereka padasatu lahan petak yang menunjukkan hubungan kekerabatan yang kuat. Antar rumahdiberikan jarak yang kemudian menjadi ruang transisi. Tujuan dari studi ini adalahuntuk mengetahui ruang transisi yang terbentuk pada pola ruang rumah tinggalDesa Ngadas dari segi fisik dan non-fisiknya. Metode yang digunakan adalahdeskriptif-kualitatif dengan melakukan observasi lapangan. Kemudian objek amatandianalisis dan dideskripsikan secara kualitatif dalam bentuk pembahasan mengenairuang transisi. Ditemukannya tata cara bertani yang baru, menyebabkanpertambahan fungsi ruang transisi yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Selain itu,aktivitas pada ruang transisi juga memperlihatkan tingginya mobilitas penghunirumah dalam penggunaan antar ruang. Tingginya perpindahan penggunaan ruangdari satu rumah ke rumah yang lain menunjukkan kebutuhan ruang transisi sangatdiperlukan oleh masyarakat Desa Ngadas. Kebutuhan masyarakat Desa Ngadas akanmobilitas yang tinggi serta adat-istiadat yang telah turun-temurun diwariskanmenjadi faktor utama dalam terbentuknya ruang transisi.Kata kunci: ruang, transisi, kekerabatan, mobilitas
Tipologi Fasade Bangunan Di Jalan Kawi Atas Kota Malang Titik Indra Setyowati; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.015 KB)

Abstract

Jalan Kawi Atas, Jalan Terusan Kawi dan Jalan Raya Dieng merupakan kelompok jalan yang mengalami pergeseran fungsi dari kawasan perumahan elite yang terdiri dari bangunan-bangunan rumah tinggal berlanggam kolonial Belanda menjadi kawasan komersial yang terdiri dari bangunan pertokoan, perkantoran dan fasilitas publik lainnya. Fenomena pergeseran fungsi mengakibatkan perubahan fasade bangunan pada kawasan studi dalam skala koridor jalan. Kajian ini bertujuan meneliti karakteristik fasade bangunan pada kawasan studi dalam skala koridor jalansetelah mengalami pergeseran fungsi. Karakteristik fasade bangunan ini selanjutnya akan digunakan sebagai masukanuntuk desain fasade bangunan sehingga dapat membentuk keserasian dalam visual kawasan. Penelitian tipologi fasade bangunan ini menggunakan pendekatan tipologi bentuk dasar dan fungsi bangunan pada tahapan analisisnya sehingga menghasilkan komposisi antar elemen fasade bangunan dalam skala koridor jalanpada tiap kelompok jalan. Kajian penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dalam menganalisis tipologi fasade bangunan dalam skala koridor jalandan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya tentang fasade bangunan di kawasan studi.Kata kunci: tipologi, fasade bangunan, koridor jalan
Konsep Agrowisata pada Lahan Konservasi Studi Kasus: Lahan Buah Condet, Jakarta Timur Faudina Faradilla Nanda; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.745 KB)

Abstract

Jakarta sebagai destinasi wisata di Indonesia yang menerapkan berbagai jenis wisata yaitu wisata budaya, wisata sejarah dan wisata alam. Contoh wisata alam di Jakarta adalah Taman Wisata Alam Mangrove Angke dan isu pengembangan potensi Sungai Ciliwung sebagai destinasi wisata berbasis alam. Salah satu segmen yang merupakan lahan konservasi di Daerah Aliran Sungai adalah Lahan Buah Condet, Jakarta Timur. Lahan Buah Condet adalah satu-satunya kantong pertanian yang tersisa dari luas Condet yang ditetapkan pada SK Gubernur DCI Jakarta No.DIV-1511/E/74 dan kegiatan perlindungan sungai khususnya bagian sempadan seperti dalam Pasal 20 Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 2011. Potensi tapak berupa kontur topografi tapak datar, tanaman endemik khas dominan yaitu Salak dan Duku Condet. Adanya Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 646 Tahun 2016, mendorong pengembangan Lahan Buah Condet sebagai destinasi wisata serta kawasan agrowisata di Jakarta Timur. Permasalahan dalam pengembangan agrowisata adalah lahan perkebunan terbatas, mudah banjir, akses menuju perkebunan di area perumahan warga dan pemanfaatan pola ruang kurang terawat, dikhawatirkan menimbulkan kerusakan pada lahan. Melalui studi pustaka dan studi terdahulu ditemukan beberapa variabel penelitian. Dengan menggabungkan variabel agrowisata, konservasi, serta memperhatikan potensi-potensi lahan, didapatkan solusi konsep agrowisata berupa zonasi, atraksi, aksesibilitas dan fasilitas pada lahan konservasi khususnya Lahan Buah Condet.Kata kunci: agrowisata, konservasi
Morfologi Ruang Taman Jayengrono pada Kawasan Kota Lama Surabaya Indah Ciptaning Widi; Subhan Ramdlani; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.715 KB)

Abstract

Surabaya sebagai Kota Hijau memiliki banyak taman kota yang tersebar di banyak kawasan. Salah satu taman kota yang merupakan taman tertua di Surabaya yakni Taman Jayengrono berada di kawasan Kota Lama. Taman seluas 5.300 m² tersebut telah mengalami perubahan ruang dari wajah sebelumnya. Namun dengan fungsi lahan yang tetap sama yakni peruntukkan sebagai ruang terbuka. Tepat pada tahun 2012, Pemerintah Kota Surabaya meresmikan Taman Jayengrono dengan memberi predikat sebagai memorial park. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui morfologi ruang pada Taman Jayengrono pada saat ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik berdasarkan teori tentang morfologi ruang terbuka beserta isi elemen lansekap oleh Hakim.(2012). Variabel yang dikaji meliputi elemen-elemen lansekap pembentuk ruang taman seperti garis, bidang, macam ruang, sirkulasi ruang, elemen desain serta aktivitas baik di dalam maupun di sekitar Taman Jayengrono. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa masing-masing elemen taman menonjolkan karakter ruang yang tegas, kokoh, kaku, namun tetap dinamis. Begitu juga hubungan antara morfologi dan aktivitas yang berlangsung di dalamnya memperlihatkan bahwa morfologi ruang Taman Jayengrono mampu menyesuaikan bermacam aktivitas bahkan memberi wadah lebih fungsional.Kata kunci : morfologi, ruang terbuka, taman, lansekap
Pola Ruang Bersama pada Permukiman Madura Medalungan di Dusun Baran Randugading Ayu Indeswari; Antariksa Antariksa; Galih Widjil Pangarsa; Lisa Dwi Wulandari
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.997 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.4

Abstract

In human social life, social space created. The kind of social space divided based on its characteristic. Communal space is a part of traditional Nusantara architecture that also means as social spac. It symbolized togetherness. In Madura community, tanean is communal space that has specific meaning. When they migrated to another land, they brought their dwelling tradition to the new land they have occupied. They called Madura Medalungan. One of the land occupied by Madura Medalungan is Baran Randugading, Malang. With the difference environment and culture setting, they adapt their communalspace with the new condition. The new models of communal space of Madura Medalungan society in Baran Randugading need to be studied. The result of the study showed that tanean, terrace or emper, front room or balai, traditional kitchen, langgar, and inter-space between house, were the most frequent used as communal space. In adition, mosque, village street, warung or shop, became communal space in accidental moment.Key words : Shared space, model, Madura Medalungan
Co-Authors - Antariksa Achmad Faried Hanafi Adita Ronarizkia Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Ahsan Hidayat Setiadi Aigan Fanda Amar Rizqi Afdholy Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antariksa Sudikno Antariksa, , Antariksa, A Arini Anggreini Arnes Ayunurafidha Ashgaf, Irfan Maulana Ayu Indeswari Ayu Indeswari Benny Karunia Wardana Budi Santosa Budi Santosa Cantya P. Marhendra Christina, Adinda Cyndhi Dewi Rukmana Damayanti Asikin Diyan Lesmana Dwiki Darmawan Elan Gajmar Ema Yunita Titisari Ema Yunita Titisari Ema Yunita Titisari Faudina Faradilla Nanda Febrianto, Eko Fidelista, Alya Nafisa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Guruh Pratama Zulkarnaen Hamka, , Hartati Kapita Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Heru Sufianto Indah Ciptaning Widi Irene Olivia Humayang Dinar Irani Irfan Maulana Ashgaf Irma Fitriyani Isma Fawzeya Rosida Iswanto, Heru Hendri Jenny Ernawati Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo M. Satya Adhitama Makarim, Muhammad Raja Rafi Mawaddahni, Sari Meirinda Putri Aristyani Mike Yuanita Mimin Trianus Mochammad Naruseito Mourad, Raghad Muhammad Andi Finaldi Nur Tantyo Mukhlis A. Mukhtar Mukhlis A. Mukhtar Noeviyanti Indah Laksana Nordin, Jestin Nur Ratih Ratnawati Pratiwi, Elsa Intan Previa Sandyangsani Redi Sigit Febrianto Redi Sigit. F Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Retnosari, Zahra Febri Ridjal, Abraham Mohammad Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizki Swandani Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sani Syauqi Azmi Sari, Hela Radika Savitri, Andriadini Setiadi, Ahsan Hidayat Sigmawan Tri Pamungkas Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Subhan Ramdlani Surjono Surjono Titik Indra Setyowati Turningtyas Turningtyas Tyas Pinendita Wahid, Julaihi Yogie Maulana Satuhu Yusfan Adeputera Yusran Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusran, Yusfan Adeputera