Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Taman Sensori sebagai Healing Environment pada Pusat Layanan Autis Kota Malang Tyas Pinendita; Lisa Dwi Wulandari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.798 KB)

Abstract

Autisme merupakan merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD). Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penyandang autisme pada tahun 2010 diperkirakan sebanyak 2,4 juta jiwa (Tempo,2012). Terus meningkatnya jumlah anak penyandang autisme perlu didukung dengan fasilitas dan pelayanan untuk anak penyandang autisme. Pada tahun 2012, pemerintah mulai membangun 26 Pusat Layanan Autis di berbagai kota termasuk diantaranya ialah Pusat Layanan Autis Kota Malang sebagai PLA pertama yang didirikan di Indonesia. Ruang luar khususnya taman sensori sebagai healing environment yaitu suatu desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam,indera, dan psikologis. Taman sensori merupakan taman yang memiliki fungsi untuk merangsang kelima panca indera manusia agar dapat bekerja lebih peka (Sensory Trust, 2013 dan Worden & Moore, 2013). Untuk mencapai hasil berupa konsep taman sensori, telah dilakukan riset mengenai pola perilaku anak hipersensitif dan hiposensitif di ruang luar pada PLA Kota Malang.Kata kunci: Taman Sensori, healing environment, Pusat Layanan Autis Kota Malang
Morfologi Spasial Hunian di Desa Wisata Sendangduwur Kabupaten Lamongan Meirinda Putri Aristyani; Lisa Dwi Wulandari; Sri Utami
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sendangduwur merupakan salah satu desa sebagai penghasil batik tulis di Jawa Timur. Tahun 2006 Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri bersama masyarakat Sendangduwur menggalakkan kembali dan mempromosikan batik tulis khas desa Sendangduwur hingga dijadikan sebagai produk unggulan Kabupaten Lamongan. Menyebabkan peningkatan jumlah pengrajin batik tulis dan munculnya ruang usaha pada hunian masyarakat desa Sendangduwur dan mempengaruhi spasial hunian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui morfologi spasial hunian di desa wisata Sendangduwur Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan morfologi diakronik untuk menganalisis variabel penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan berupa perubahan spasial hunian akibat penambahan showroom dan/atau workspace pada zona publik dan semipublik pada spasial hunian. Perubahan pada spasial hunian in dikarenakan kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian dan identitas diri pemilik hunian.Kata kunci: Morfologi, spasial hunian
Redesain Pasar Bareng Kota Malang (Perancangan Pasar Tradisional Bercitra Modern) Yogie Maulana Satuhu; Agung Murti Nugroho; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.187 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman terjadi perubahan tuntutan dan standar konsumen terhadap pasar tradisional sehingga posisi pasar tradisional mulai tergantikan oleh pasar modern. Redesain Pasar Tradisional Bareng Malang bercitra modern adalah sebuah usaha meningkatkan citra pasar tradisional dengan menawarkan fasilitas yang lebih baik dan mengaplikasikan perkembangan teknologi terkini. Guna mewujudkan dan merevitalisasi fungsi pasar tradisional untuk lebih baik dan berkembang, dibutuhkan suatu transformasi berdasarkan perkembangan teknologi masa kini. Metode desain yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik melalui pendekatan desain dengan observasi terfokus pada lokasi tapak selanjutnya dianalisa melalui pendekatan perancangan dan munculah sebuah parameter acuan rancang sebuah pasar tradisional. Perwujudan dari aspek-aspek tersebut untuk mendapatkan hasil perancangan pasar tradisional bercitra modern, perlu dilakukan pendekatan pada perkembangan teknologi bangunan masa kini dengan pengaplikasian sistem double skin fasade dan penggunaan material metal deck sehingga diharapkan dengan kerangka acuan dan konsep perancangan pasar tradisional yang bercitra modern ini dapat mengembalikan daya saing pasar tradisional terhadap menjamurnya pasar-pasar modern saat ini.Kata kunci: pasar tradisional, citra modern, teknologi bangunan, double skin fasade
Morfologi Spasial Lingkungan di Kawasan Malabar-Merbabu Malang Previa Sandyangsani; Sigmawan Tri Pamungkas; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.651 KB)

Abstract

Kawasan Malabar-Merbabu pada perkembangannya sekarang ini didominasi dengan fungsi ekonomis dimana terjadi pergeseran fungsi kawasan dan bangunan dari fungsi hunian privat menjadi hunian komersial dan non-hunian komersial. Letak dan karakter eks-kolonial pada kawasan berpengaruh pada perubahan fungsi ekonomis yang ada pada kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami morfologi spasial lingkungan pada kawasan Malabar-Merbabu Malang melalui perubahan spasial yang ada pada kawasan. Analisa dilakukan berdasarkan aspek tata guna lahan, tata letak massa, tata kavling dan tata sirkulasi. Pada tahap analisa, tata guna lahan kawasan sebagai permukiman mengalami perubahan dominasi area terbangun pada kawasan (solid). Dimana kawasan Bergenbuurt merupakan kawasan yang memiliki ruang terbuka yang cukup luas. Pada aspek tata letak massa pada bangunan didominasi oleh adanya bentuk persegi dan persegi panjang pada kawasan. Tata letak massa yang berpengaruh pada penataan kavling pada kawasan yang cenderung tidak mengalami banyak perubahan bentuk karena kawasan tergolong sebagai kawasan yang terencana sebagai kawasan permukiman. Selain itu, adanya perubahan tata sirkulasi pada kawasan turut mempengaruhi keberadaan parkir maupun jalur untuk kendaraan dan pejalan kaki pada kawasan. Secara keseluruhan perubahan yang terjadi pada kawasan dipengaruhi oleh aspek tata guna lahan, tata letak massa, tata kavling dan tata sirkulasi.Kata kunci: morfologi spasial, lingkungan, bangunan
POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan) Arini Anggreini; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.369 KB)

Abstract

Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
Kawasan Wisata Waterpark Di Pantai Amal Tarakan Dwi Risky Mauliah; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa faktor alam dan faktor budaya dapat berpengaruh juga dalam merancang suatu objek kawasan wisata waterpark. Proses perancangan ini juga dikaitkan dengan standart-standart perancangan suatu objek kawasan wisata waterpark. Berdasarkan standart tersebut dapat menghasilkan variabel yang nantinya akan di analisis hingga memunculkan suatu sintesa yang dapat membantu dalam mengkonsep perancangan kawasan wisata waterpark. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kawasan wisata waterpark dimasa yang akan datang. Pendekatan perancangan ini yaitu deskriptif-kualitatif, dengan cara mendeskripsikan atau menceritakan kembali secara tertulis hasil dari survei lapangan dan hasil wawancara dengan pemerintah setempat tentang konsep pengembangan kawasan wisata waterpark. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode pragmatis. Kata kunci: kawasan wisat, waterpark, faktor alam , faktor budaya
Pola Aktivitas Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Di Alun-Alun Batu Cantya P. Marhendra; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.319 KB)

Abstract

Alun-alun Batu adalah ruang terbuka kota yang disediakan oleh Kota Batu untuk kepentingan interaksi antar warga dan berlaku untuk umum. Ruang terbuka publik ini memiliki kawasan yang terbatas sehingga agar tetap dapat berjalan dengan baik, maka behaviour setting harus tetap dikendalikan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pola aktivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Alun-alun Batu dengan keterkaitan pelaku aktivitas, waktu aktivitas dan ruang aktivitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan Alun-alun Batu di masa yang akan datang sehingga perubahan yang terjadi dapat tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pengamatan dilakukan di ruang-ruang yang ada di Alun-alun Batu pada pagi, siang dan malam hari pada hari kerja, hari ibadah dan hari libur. Dengan demikian akan didapatkan pola aktivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Alun-alun Batu yang menjadi kajian untuk menjelaskan keterkaitan antara pelaku aktivitas, waktu aktivitas dan ruang ativitas di Alun-alun BatuKata kunci : pola, aktivitas, alun-alun
Lanskap Budaya Kawasan Wisata Candi Singosari Elan Gajmar; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Candi Singosari merupakan suatu tatanan lanskap budaya yang menyimpan nilai – nilai sejarah di dalamnya. Keberadaan situs purbakala, yaitu Candi Singosari dan Arca Dwarapala yang berada di tengah – tengah pertumbuhan masyarakat yang semakin tinggi diiringi dengan pembangunan, hal ini bisa mengancam tatanan lanskap budaya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui 13 elemen karakteristik lanskap budaya yang terbentuk pada kawasan Candi Singosari, yaitu: sistem dan ciri alam, topografi, organisasi keruangan, tata guna lahan, tradisi budaya, penataan cluster, bangunan dan struktur, tata sirkulasi, ruang terbuka, view dan vista, fitur – fitur air buatan, berskala kecil, dan kawasan arkeologis , dengan metode kualitatif deskriptif. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan karakteristik lanskap budaya kawasan Candi Singosari yang tentunya perlu kerjasama antara pemerintah yang berwenang dengan masyarakat.   Kata kunci: lanskap budaya, karakteristik, kawasan candi singosariSingosari Temple area is a cultural landscape that stores historical values ​​in it. The existence of ancient sites, namely Singosari Temple and Dwarapala Statues which are in the midst of community growth that is increasingly high accompanied by development, this could threaten the order of the cultural landscape. The purpose of this study aims to identify and find out the 13 elements of cultural landscape characteristics formed in the Singosari Temple area, namely: natural systems and features, topography, spatial organization, land use, cultural traditions, structuring clusters, buildings and structures, circulation systems, open spaces , view and vista, artificial water features, small scale, and archaeological areas, with descriptive qualitative methods. It is hoped that this research can contribute to the improvement of the characteristics of the cultural landscape of the Singosari Temple area, which of course requires collaboration between the government authorities and the citizens. Keywords: cultural landscape, summary, characteristics, singosari temple area
Morfologi Ruang Kawasan Kerajinan Bubut Kayu di Kampung Wisata Kota Blitar Irene Olivia Humayang Dinar Irani; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Santren merupakan salah satu kawasan kerajinan bubut kayu yang berada di dalam Kampung Wisata Kelurahan Tanggung Kota Blitar yang telah ada sejak tahun 1950 dan mengalami perubahan dari permukiman biasa menjadi salah satu kawasan kampung wisata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui morfologi ruang kawasan kerajinan kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi diakronik. Variabel yang dikaji meliputi morfologi ruang kawasan berupa tata guna lahan, tata letak massa, struktur jalan, parkir dan penanda. Dari tiap-tiap indikator yang ada pada variabel memiliki keterkaitan dan berpengaruh pada perubahan yang terjadi pada Lingkungan Santren sehingga ditemukan pola ruang kawasan yang dapat digunakan untuk pengembangan kawasan.Kata kunci: morfologi, ruang, kawasan, hunian
Sirkulasi Bangunan Rumah Tinggal Kampung Kauman Kota Malang Rosawati Saputri; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Kauman merupakan salah satu kampung tertua di Kota Malang yang memperoleh pengaruh gaya kolonial Belanda pada arsitektur bangunannya. Saat ini, rumah tinggal bergaya kolonial di Kampung Kauman Kota Malang telah banyak yang mengalami perubahan. Fokus pembahasan dibatasi pada kajian sirkulasi bangunan rumah tinggal Kampung Kauman Kota Malang untuk menggambarkan secara detail sirkulasi yang terbentuk dan elemen-elemen yang membentuk sirkulasi. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh perubahan pada sirkulasi bangunan rumah tinggal bergaya kolonial di Kampung Kauman Kota Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan survey lapangan dan menganalisis sirkulasi bangunan rumah tinggal bergaya kolonial Belanda di Kampung Kauman Kota Malang.Kata kunci: tata ruang, sirkulasi, bangunan rumah tinggal, Kampung Kauman
Co-Authors - Antariksa Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adita Ronarizkia Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Ahsan Hidayat Setiadi Aigan Fanda Amar Rizqi Afdholy Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antariksa Sudikno Antariksa, , Antariksa, A Arini Anggreini Arnes Ayunurafidha Ashgaf, Irfan Maulana Aula Sekar Arum Pertiwi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Ayu Indeswari Benny Karunia Wardana Budi Santosa Budi Santosa Cantya P. Marhendra Christina, Adinda Cyndhi Dewi Rukmana Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Daniel Happy Putra Diyan Lesmana Dwi Risky Mauliah Dwiki Darmawan Elan Gajmar Ema Yunita Titisari F, Redi Sigit. Faudina Faradilla Nanda Febrianto, Eko Fidelista, Alya Nafisa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Guruh Pratama Zulkarnaen H.D. Khamim Binanda Hamka, , Hartati Kapita Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Herry Santoso Heru Sufianto Hidhayad, Aulia I Gede Wyana Lokantara . Indah Ciptaning Widi Irene Olivia Humayang Dinar Irani Irfan Maulana Ashgaf Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Isma Fawzeya Rosida Iswanto, Heru Hendri Jenny Ernawati Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Laksana, Noeviyanti Indah M. Satya Adhitama M. Satya Adhitama Makarim, Muhammad Raja Rafi Marjono Mawaddahni, Sari Meirinda Putri Aristyani Mike Yuanita Mike Yuanita Mimin Trianus Mimin Trianus Mochammad Naruseito Mohamad Harun Mourad, Raghad Muhammad Andi Finaldi Nur Tantyo Muhammad Satya Adhitama Mukhlis A. Mukhtar Mukhlis A. Mukhtar Noeviyanti Indah Laksana Nordin, Jestin Nur Ratih Ratnawati Nur Tantyo, Muhammad Andi Finaldi Nurmayanti, Yunita Pratiwi, Elsa Intan Previa Sandyangsani Rafika Hilmi Nasution Rahma, Sarah Naila Redi Sigit Febrianto Redi Sigit. F Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Retnosari, Zahra Febri Ridjal, Abraham Mohammad Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizki Swandani Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salsabila Tajrimin Ramadhani Sani Azmi Sani Syauqi Azmi Sari, Hela Radika Savitri, Andriadini Setiadi, Ahsan Hidayat Sholehah Sigmawan Tri Pamungkas Sigmawan Tri Pamungkas Siti Zulfa Yuzni Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Subhan Ramdlani Surjono Surjono Susilo Kusdiwanggo, Susilo Titik Indra Setyowati Turningtyas Turningtyas Turningtyas Turningtyas Tyas Pinendita Wahid, Julaihi Yogie Maulana Satuhu Yunus, Rafika Zulfadyanti Yusfan Adeputera Yusran Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusfan Adeputra Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Zhilli Izzadati Khairuni