Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN RUMAH TUMBUH PADA RUMAH TINGGAL DESA RANU PANI Sani Azmi; Lisa Dwi Wulandari; Yusfan Adeputra Yusran
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2024): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i1.5697

Abstract

Desa Ranu Pani merupakan desa enclave yang dikeliingi oleh lahan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dampaknya adalah pengembangan lahan yang sulit dilakukan oleh masyarakat yang mengandalkan pertanian ladang. Dari jumlah total luas lahan Desa Ranu Pani hanya kurang dari 2% lahan pemukiman. Penduduk yang bertambah namun lahan pemukiman yang tersedia semakin berkurang. Penerapan rumah tumbuh menjadi solusi bagi masyarakat untuk mencapai hunian impian namun dengan pembangunan yang bertahap. Sebagai desa Tengger yang memiliki ciri khas arsitektur tersendiri, penelitian ini menjadi menarik tentang bagaimana masyarakat mengembangkan hunian namun tetap memenuhi kebutuhan dasar dan tetap menyesuaikan kearifan lokal. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil sampel yang relevan. Hasil dari penelitian ini menyebutkan terdapat dua jenis rumah tumbuh yang ada. konsep rumah tumbuh vertikal bagi rumah yang memiliki lahan sempit dan konsep rumah tumbuh horizontal bagi rumah yang memiiki pekarangan dan plataran luas..
Patterns of Sacred Spaces in the Settlement with Religious Plurality: Balun Village, Lamongan Agus Subaqin; Antariksa Antariksa; Lisa Dwi Wulandari; Herry Santoso
Journal of Islamic Architecture Vol 7, No 3 (2023): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v7i3.20020

Abstract

Plurality in religion is one of the absolute realities of social reality that is inevitable. Religious plurality is a challenge to create harmony in the religious life and, on the other hand, a vulnerable source of conflict and disputes by various parties. This study explores the pattern of religious space structure in religious plurality settlements in Balun village, Lamongan Regency. Using a structuralist approach (Levi-Strauss) to structure religious activities in a (1) pragmatic (contextual/technical), (2) syntactic (pattern/layout), and (3) semantic (perception) about space, form and sign to explore the pattern of sacred space with the aspects studied, namely the structure, territory and spatial dynamics of various worship activities in religious plurality settlements on a micro, meso and macro scale. Data was collected through direct observation and in-depth interviews with systematic purposive sampling. The results showed that the pattern of spatial order of religious spaces was formed by utilizing public spaces for religious activities; the change of public space into a space of religious activity forms the flexibility of the functioning of space and changes in the territorial boundaries of sacred space – profane. This research contributes to the theoretical development of spatial patterns of religious spaces in religious plurality settlements and creates a space for tolerance in religious life in Balun village, Lamongan.
Typology of Coastal Traditional Houses of the Bajo Tribe in Bajoe Village, Soropia District, Southeast Sulawesi Setiadi, Ahsan Hidayat; Wulandari, Lisa Dwi; Asikin, Damayanti
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3263

Abstract

Geographically Soropia subdistrict is located in Konawe district of southeast Sulawesi province consisting of a large quantity of coastal areas that are the site of transition between land and the ocean. This condition has indirectly affected the shape of the character of this area caused by the relocation carried out by the government in an effort to build a tourist area in pualu bokori to move the coastal settlement in the village of bajoe soropia subdistrict. This coastal settlement is a form of reflection of the sea culture attached to the bajo tribe community. One of the coastal settlements in this soropia subdistrict is a settlement in the village of Bajoe which is a coastal settlement with a constructive orientation leading to land orientation. Because of the issue, in the village of Bajo and surrounding areas there are three different site orientations in coastal areas, among others, namely: water-based architecture water buildings, semi-arir buildings that tread in the water and also land and land-based architecture land buildings. Based on the issue, in this coastal area there is a diversity of typologies which is a form of morphological transformation of the shape of the bajo house. Therefore, in this study using descriptive qualitative research methods are expected to be able to find out the variety of typologies found in the coastal settlement area of the bajo tribe in bajo village soropia subdistrict konawe district. So that  the results can be  from  this  research  can be a  new  insight  literature as well as a reference  in  consideration  in the planning of future settlements.
Wellness Center Di Kota Semarang Dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik Retnosari, Zahra Febri; Wulandari, Lisa Dwi
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental sangat mempengaruhi pola hidup serta kesehatan jiwa dan fisikmanusia. Di indonesia, kota semarang tepatnya terdapat peningkatan kasus bunuh diri padatahun 2023 sebanyak lebih dari 200 kasus. Tidak tersedia wadah yang representatif yangmemenuhi standar pelayanan untuk dapat menjadi wadah yang mampu memberikan dukunganmelalui layanan relaksasi dan olah fisik yang baik di kota Semarang, oleh sebab itu, dirancanglahsebuah Wellness Center dengan pendekatan desain biofilik yang dapat memberikan well-beingbagi penggunanya. Rancangan ini didesain dengan menggunakan metode pragmatis melaluimodel analog dengan melakukan metode uji coba terus menerus untuk mencapai solusi daripermasalahan yang ada. Sehingga terciptalah wellness center di kota semarang yangmemfasilitasi pelayanan kesehatan mental dengan menciptakan ruang-ruang yang mewadahiaktivitas fisik dan mental seperti pengendalian emosi (fitness & Yoga), spiritual (Meditasi), danrelaksasi (SPA & Sauna) selain dapat memperbaiki suasana hati juga dapat memberikan rasabugar bagi penggunanya dengan menghadirkan elemen-elemen alami dari 14 aspek pendekatandesainnya yang dapat memberikan efek well-being dalam mendukung penyembuhanpenggunanya.Kata kunci: Pusat Kebugaran, Wellness, Biofilik, Pragmatisme
Psychological Center untuk Penderita gangguan mental dengan Pendekatan Healing Environment Di Kota Malang Yunus, Rafika Zulfadyanti; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu pusat pendidikan di Provinsi Jawa Timur yang memilikibanyak pelajar. Pada usia pelajar, mereka rentan mengalami gangguan kesehatan mental, sepertidepresi. Pada Kota Malang tercatat 28,2% remaja usia 15 tahun ke atas menderita depresitingkat moderat. Namun, masyarakat di era sekarang lebih memilih untuk mencari pengobatandari dukun. Hal ini disebabkan oleh persepsi bahwa sakit mental disebabkan oleh gangguanmakhluk halus atau faktor serupa. Dengan permasalahan tersebut diperlukan wadah yang dapatmemberikan pelayanan pemeriksaan psikologi, konseling dan praktik-praktik psikologi lainnyauntuk memahami diri dengan lebih mendalam. Dengan pendekatan healing environment, yangterdiri atas 3 aspek yaitu alam, indra, dan psikologi yang diterapkan pada desain tapak danruang luar, desain bangunan, serta desain ruang dalamnya. Masing-masing aspek memilikikomponen perancangan, yang disesuaikan penerapannya pada setiap variabel desain tersebut.Konsep perancangan dapat menggambarkan lingkungan penyembuhan yang mampumengurangi stres dan kecemasan, dengan dampak positif pada tubuh dan kemampuan untuk menyelaraskan tubuh, pikiran, dan jiwa. Kata kunci : Kesehatan Mental, Depresi, Healing Environment
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Center Kabupaten Bogor dengan Pendekatan Arsitektur Inklusif Rahma, Sarah Naila; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM di Indonesia berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60,5%, namun di Kabupaten Bogor aspek UMKM pada tahun 2020 justru mengalami penurunan. Oleh karena itu pemerintah memiliki arah kebijakan untuk memfasilitasi pemasaran produk UMKM. Selain itu Kabupaten Bogor berada pada urutan kelima dengan jumlah penyandang disabilitas terbanyak se-Jawa Barat, dan terdapat 151 orang pelaku UMKM di Kabupaten Bogor yang merupakan penyandang disabilitas. Sehingga dalam konteks ini, perancangan UMKM Center Kabupaten Bogor ini mengimplementasikan prinsip-prinsip arsitektur inlusif untuk menciptakan sebuah UMKM Center yang universal dan nyaman digunakan oleh seluruh penggunanya, termasuk penyandang disabilitas fisik. Perancangan ini menggunakan tujuh prinsip arsitektur inklusif menurut Story(2011), yakni : equitable use, flexiblity in use, simple & intuitive use, perceptible information, tolerance for error, size & space for approach and use, dan low physical effort. Prinsip inklusif tersebut memiliki letak penerapan yang berbeda-beda, namun menyesuaikan kebutuhan calon pengguna pada fasilitas ruang yang ada hingga mencapai tujuan desain. Kata kunci: UMKM Center, Kabupaten Bogor, Arsitektur Inklusif, Universal dan Nyaman
EKSISTENSI KAMPUNG KUNG-FU DALAM DINAMIKA KAWASAN MULTI RELIGI DI KEMBANG JEPUN SURABAYA Wulandari, Lisa Dwi
Jurnal Koridor Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.94 KB) | DOI: 10.32734/koridor.v8i2.1349

Abstract

Kampung kota yang berkarakter etnis dan bernilai historis tinggi di Surabaya sudah semakin terabaikan keberadaannya dan cenderung semakin menghilang dalam proses dinamika kinerja Kota Surabaya sebagai salah satu kota metropolis di Indonesia. Konservasi konsep tatanan kampung kota dalam pendekatan fisik spasial (mikro, meso dan makro) yang terintegrasi dengan lokalitas nilai-nilai yang ada pada masyarakatnya, sangat perlu dilakukan. Sehingga kebaruan proses yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah mengkaji secara Holistik aspek fisik (spasial lingkungan permukiman) dan aspek non fisik (lokalitas nilai-nilai masyarakat) dalam integrasinya menghasilkan suatu konsep Place Identity Kampung Kota (Kampung Kung-Fu) berkarakter khusus (karakter etnis) pada kawasan yang berkembang menjadi multi religi (pluralitas agama) di Surabaya. Dengan pendekatan studi morfologi, akan dianalisis bentuk spasial dan eksistensi kampung kota tersebut, mulai skala mikro (langgam bangunannya), skala meso (karakter cluster permukimannya) hingga skala makro (karakter kampung kotanya), yang secara holistik dikaji utuh dan menyeluruh dengan lokalitas nilai-nilai masyarakatnya (dengan pendekatan aktivitas sosial budaya). Dinamika yang terjadi dan semakin mengaburkan identitas kampung kota ini, akan semakin menguatkan kontribusi dari studi ini, khususnya dalam hal konservasi konsep Kampung kotanya agar konsep Place Identity nya tidak semakin menghilang dan bisa dibudidayakan para generasi muda penerus bangsa. Hasil studi ini bisa menjadi pertimbangan dan guideline tentang arahan perkembangan dan penataan kawasan pusat kota oleh pemerintah, yang masih sangat menghargai nilai cultural heritage, untuk pengembangan kota yang lebih baik di masa mendatang.
Sustainability Evaluation of the 'Batu Into Green' Village Based on the United Nation Sustainable Development Goals (SDGs) Sari, Hela Radika; Yusran, Yusfan Adeputera; Wulandari, Lisa Dwi; Santoso, Joko Triwinarto; Nordin, Jestin
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2024.007.01.1

Abstract

Nowadays, environmental issues deserve everyone's attention. People can actually improve their surrounding environment to be healthier and more comfortable, started with their own houses. This idea realizes an ecology village named 'Batu Into Green', located in Pattimura V, Temas, in the City of Batu, Indonesia. Originally, this village was a slum, but with the initiation of the local village head and with the increase of local public awareness for a healthier environment, the locals improved the ecology of their village. 'Batu Into Green' applies to the concept of environmental friendly village. Thus, an analysis was carried out to examine the level of sustainability of this ecology village. This research applied a qualitative approach to descriptively evaluate the current condition of the village based on the principles of the United Nation's Sustainable Development Goals (SDGs). The focus of the SDGs in this discussion is Sustainable Cities and Communities (SDGs No.11). From the analyses, the 'Batu Into Green' initiative has a great potential for economic, social, and cultural sustainability
A Study of Regional Thermal Environment Quality Based on the Physical Mass Arrangement Characteristics of River Bank Settlements in Jodipan Colorful Village Fidelista, Alya Nafisa; Nugroho, Agung Murti; Wulandari, Lisa Dwi
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2024.007.02.6

Abstract

Jodipan Colorful Village, originally a slum, has transformed into a popular tourist destination. This study investigates how the physical arrangement of the settlement mass and its thermal environment affect the comfort of activities in the road corridor, a critical public space utilized by both visitors and residents for tourism, commerce, and interaction. The research aims to analyze the relationship between the spatial configuration of the buildings and the thermal conditions of the area, particularly in this densely populated riverside village. Utilizing visual techniques, the study formulates criteria for the spatial arrangement of settlements, focusing on the balance of solids and voids in the layout. Thermal environment measurements are conducted to assess air temperature and humidity along the road corridor. The findings indicate that the spatial arrangement significantly impacts the thermal environment. Factors such as building density, corridor width, and proximity to the river influence temperature and humidity levels, with closer proximity to the river correlating with higher humidity and lower temperatures. These results provide insights into optimizing public space design in high-density urban environments, particularly in similar riverside settlements.
Penilaian Kualitas Lingkungan Binaan Layak Huni Berdasarkan Aspek Fisik (Kasus: Kampung Warna Warni Jodipan, Malang) Fidelista, Alya Nafisa; Nugroho, Agung Murti; Lisa Dwi Wulandari
RUAS Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2024.022.01.9

Abstract

The study aims to rate and categorize the quality of the livable built environment in Kampung Warna-Warni Jodipan, which is a riverside settlement. It will do this by identifying important physical features through visual observation, visual interpretation of ArcGIS, scoring, and weighting. We use visual observation methods and visual interpretation of ARCGis to determine and evaluate physical conditions that impact the quality of the settlement environment. We use the scoring and weighting techniques to assess and classify the quality of the habitable built environment in Kampung Warna-Warni Jodipan. The results of this study show the physical aspects that form the quality of the residential environment affect the quality of the habitable built environment both positively and negatively. Physical aspects that have a good effect are the road surface and roof coverings of buildings; physical aspects that have a moderate effect are the density of buildings and settlement locations; while the physical aspects that adversely affect are the width of the driveway, protective trees, and building layout. The medium quality classification includes Kampung Warna-Warni Jodipan RW 2, RT 6, 7, and 9, with RT 7 having a poor classification value and RT 6 and 9 having a medium one.
Co-Authors - Antariksa Achmad Faried Hanafi Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Adita Ronarizkia Agung Murti Nugroho Agus Subaqin Ahsan Hidayat Setiadi Aigan Fanda Amar Rizqi Afdholy Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antariksa Sudikno Antariksa, , Antariksa, A Arini Anggreini Arnes Ayunurafidha Ashgaf, Irfan Maulana Aula Sekar Arum Pertiwi Ayu Indeswari Ayu Indeswari Ayu Indeswari Benny Karunia Wardana Budi Santosa Budi Santosa Cantya P. Marhendra Christina, Adinda Cyndhi Dewi Rukmana Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Daniel Happy Putra Diyan Lesmana Dwi Risky Mauliah Dwiki Darmawan Elan Gajmar Ema Yunita Titisari F, Redi Sigit. Faudina Faradilla Nanda Febrianto, Eko Fidelista, Alya Nafisa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Galih Widjil Pangarsa Guruh Pratama Zulkarnaen H.D. Khamim Binanda Hamka, , Hartati Kapita Herry Santosa Herry Santosa Herry Santoso Herry Santoso Herry Santoso Heru Sufianto Hidhayad, Aulia I Gede Wyana Lokantara . Indah Ciptaning Widi Irene Olivia Humayang Dinar Irani Irfan Maulana Ashgaf Irma Fitriyani Irma Fitriyani, Irma Isma Fawzeya Rosida Iswanto, Heru Hendri Jenny Ernawati Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Laksana, Noeviyanti Indah M. Satya Adhitama M. Satya Adhitama Makarim, Muhammad Raja Rafi Marjono Mawaddahni, Sari Meirinda Putri Aristyani Mike Yuanita Mike Yuanita Mimin Trianus Mimin Trianus Mochammad Naruseito Mohamad Harun Mourad, Raghad Muhammad Andi Finaldi Nur Tantyo Muhammad Satya Adhitama Mukhlis A. Mukhtar Mukhlis A. Mukhtar Noeviyanti Indah Laksana Nordin, Jestin Nur Ratih Ratnawati Nur Tantyo, Muhammad Andi Finaldi Nurmayanti, Yunita Pratiwi, Elsa Intan Previa Sandyangsani Rafika Hilmi Nasution Rahma, Sarah Naila Redi Sigit Febrianto Redi Sigit. F Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Retnosari, Zahra Febri Ridjal, Abraham Mohammad Risqi Cahyani Risqi Cahyani Risqi Cahyani, Risqi Rizki Swandani Rosawati Saputri S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Salsabila Tajrimin Ramadhani Sani Azmi Sani Syauqi Azmi Sari, Hela Radika Savitri, Andriadini Setiadi, Ahsan Hidayat Sholehah Sigmawan Tri Pamungkas Sigmawan Tri Pamungkas Siti Zulfa Yuzni Sri Utami Sri Utami Sri Winarni Sri Winarni Sri Winarni Subhan Ramdlani Surjono Surjono Susilo Kusdiwanggo, Susilo Titik Indra Setyowati Turningtyas Turningtyas Turningtyas Turningtyas Tyas Pinendita Wahid, Julaihi Yogie Maulana Satuhu Yunus, Rafika Zulfadyanti Yusfan Adeputera Yusran Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yusfan Adeputra Yusran Yusran, Yusfan Adeputera Zhilli Izzadati Khairuni