Claim Missing Document
Check
Articles

Program UKS Jiwa Sebagai Pemberdayaan Guru dan Siswa Dalam Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa di Sekolah Kabupaten Malang Arfianto, Muhammad Ari; Ibad, Muhammad Rosyidul; Widowati, Sri; Pramudia, Ajeng; Sari, Amelia Wulan; Salsa, Sefira Khiorotus; Purbaningrum, Setia; Utomo, Rafika Azzahra Salsabila; Aryani, Hening Ryan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.706

Abstract

Kesehatan jiwa adalah komponen penting dalam pembentukan individu yang sehat secara keseluruhan, khususnya bagi siswa yang menghadapi tekanan akademik dan sosial sehari-hari. Masalah kesehatan jiwa di kalangan remaja dapat menghambat proses belajar dan perkembangan mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan penanganan masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekolah. Program UKS Jiwa di Kabupaten Malang bertujuan untuk memberdayakan guru dan siswa dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan jiwa di sekolah. Program UKS Jiwa ini menggunakan metode pelaksanaan yang meliputi sosialisasi, Program UKS Jiwa, dan pendampingan IPTEK. Partisipan terdiri dari 7 orang guru dan 20 siswa dari kelas 7 dan 8 di Kabupaten Malang. Pengetahuan dan keterampilan diukur sebelum dan sesudah program. Gangguan mental emosional dinilai menggunakan instrumen PSC-17, sementara perilaku self-harm dan bullying dinilai menggunakan instrumen SHI dan Bullying. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kesehatan jiwa dan manajemen stres di kalangan guru dan kader UKS Jiwa setelah program. Selain itu, terdapat penurunan pada gangguan mental emosional, perilaku self-harm, dan bullying di kalangan siswa. Data menunjukkan bahwa gangguan internalisasi, atensi, dan eksternalisasi menurun, sementara kesehatan mental siswa meningkat. Program UKS Jiwa terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan jiwa serta manajemen stres di kalangan guru dan siswa. Program ini juga berhasil mengurangi gangguan mental emosional, perilaku self-harm, dan bullying, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan aman bagi siswa.
Pengaruh Art Therapy Terhadap Peningkatan Harga Diri dan Kualitas Hidup pada Pasien dengan Berduka di Desa Bunut Wetan Hasanah, Fitriatul; Widowati, Sri
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grief is a natural response to the loss of a loved one. However, prolonged grief may negatively affect an individual's psychological well-being, leading to decreased self-esteem and poor quality of life. Art therapy is a non-pharmacological intervention that can help individuals express emotions, improve self-acceptance, and enhance psychological well-being.Objective: To determine the effect of art therapy on improving self-esteem and quality of life in a patient experiencing grief. This study employed a descriptive case study design using the nursing process approach, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The subject was a 60-year-old woman experiencing grief following the loss of her husband. Art therapy was administered in eight sessions over four weeks, with a frequency of two sessions per week. Self-esteem was measured using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), while quality of life was assessed using the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) questionnaire before and after the intervention. The intervention resulted in an improvement in self-esteem, with the RSES score increasing from 14 (low self-esteem) to 17 (normal self-esteem). Quality of life also improved, with the WHOQOL-BREF score increasing from 46.25 (poor quality of life) to 50 (good quality of life). Throughout the intervention period, the patient demonstrated better emotional expression, increased social interaction, improved self-acceptance, and a more positive outlook on life. Art therapy appears to be effective in improving self-esteem and quality of life among grieving patients. This intervention can serve as a beneficial complementary nursing therapy to facilitate emotional expression, enhance self-acceptance, and support psychological adaptation during the grieving process.
Corelation of Spiritual Well-Being and Stress Level in College Students: A Correlational Study Arfianto, Muhammad Ari; Haqqiyah, Shabrina Naulal; Widowati, Sri; Ibad, Muhammad Rosyidul
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 7 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i1.17914

Abstract

Background: Students often experience stress with varying intensity. Spiritual well-being is considered to have a role in controlling student stress levels. But there are many students who experience stress even though they already have good spiritual well being.Objective: This study aims to explore the correlation between spiritual well-being and stress levels in college students.Methods: This a cross-sectional l  study involved 104 students. The sample was selected using an accidental sampling technique. The independent variable of this study was the students' level of spiritual well-being, while the dependent variable was the level of student stress. Data collection uses the Spiritual Well Being Scale Questionnaire and Hassless Assessment Scale for Students in College questionnaires which have been tested for validity and reliability. This research’s results were analyzed using the SPSS application with the Spearman Rho test. Most of the respondents had spiritual welfare in the high category, namely 82.7%. Most of the stress levels experienced by students were at a mild stress level (63.5%).Results: The study found a significant correlation between spiritual well-being and stress level among collge student (p = 0.000 ) with a correlation coefficient of -0.392.Conclusion: This study indicates that there is a significant relationship between spiritual well-being and stress levels in college students, with a weak correlation level and a negative correlation direction, this means that students who have high spiritual well-being have a lower probability of stress.
Co-Authors Aaz Muhammad Hafidz Azis Agus Naryoso Ahmad Fikri Alviyanto, Masruri Farid Annisa Aulia Mahari Arifa Rachma Febriyani Ati Suci Dian Martha B.A. Susila Santosa B.A.S. Santosa Bagus Endar Bachtiar Nurhandoko Djoko Setyabudi DR Sunarto Duke Susila , Habibie Dwi Amiarsi Eko Darwiyanto Ema S. Mulyani Fahma Yuliwardi Fauzan, Noval Ferdiansyah, Leroy Firdausi, Yasmin Fitriana, Rana Ramadhani Nur Fitriatul Hasanah, Fitriatul Handayani, Ela Haqqiyah, Shabrina Naulal Hariz, Muhammad Hening Ryan Aryani Heti Herawat heti herawati Hijriyani, Siti Nadiah Irsyad Alfian, Reza Johan Alibasa, Muhammad Joyo Nur Suyanto Gono Kaswandhi Triyoso Khairunnisya Sholikhah Kusumo, Dana Sulistyo M. Rosyidul Ibad MADE ASTAWAN Mahendra, Maulana Maryani Suwarno Mira Kania Sabariah Monterico Adrian Much Yulianto Muhammad Ari Arfianto Muhammad Johan Alibasa Muhammad Rosyidul Ibad Mursyid . Muyasaroh, Arummi nFN Akhyar nFN Sudaryono nFN Widaningrum Nouvadila, Haqila Nur Novi Ratnasari Novidanu, Ananta Nugroho Edi Kartijono Nur Lailatul M Nurhuda, Nisrina Pramudia, Ajeng Prescilla Roesalya Purbaningrum, Setia Raden Siti Nurlaela Ramadhan, Azzam Rio K. Martha Rofiah, Khofidotur Rwanda Zwazdianza Azwar Salsa, Sefira Khiorotus Sari, Amelia Wulan Satryo A. Wibowo Saundra Centauria Shabrina Naulal Haqqiyah Siti Harnina Bintari Soewarno T. Soekarto Sri Ngabekti Syahrevi, Nauval Tandiyo Pradekso Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Tjahja Muhandri Tutik Wresdiyati Tutu April Ariani Utomo, Rafika Azzahra Salsabila Veronikha Effendy Villy Satria Praditha Widayanti . Wiwid Noor Rakhmad Zahid Fikri