Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT KETIDAKPASTIAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KOMUNIKASI PRIA PADA TAHAP PERKENALAN DENGAN WANITA Rwanda Zwazdianza Azwar; Dr Sunarto; Wiwid Noor Rakhmad; Sri Widowati
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.025 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya prosentase pria yang mengalami kecemasan komunikasi ketika berkomunikasi dengan wanita yang belum dikenal. Setiap hubungan personal baik teman, sahabat, kekasih, dan sebagainya terbentuk melalui tahap-tahap, salah satunya adalah tahap kontak atau perkenalan. Tahap kontak atau perkenalan menjadi krusial karena pada tahap ini masing-masing individu akan memutuskan apakah hubungan dapat dilanjutkan ke tahap selajutnya atau tidak. Dengan demikian, kecemasan komunikasi secara tidak langsung akan menghambat pria untuk mengembangkan hubungan dengan wanita. Kecemasan komunikasi yang dialami pria ditentukan oleh dua faktor, yaitu ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria dengan tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria pada tahap perkenalan. Beberapa teori yang digunakan pada penelitian ini antara lain teori pengurangan ketidakpastian, teori selanjutnya yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan konsep diri yang dimiliki pria, dan teori terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kecemasan komunikasi.Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, dan menggunakan paradigma positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pria berusia 20-40 tahun yang mengikuti produk atau pelatihan Hitman System dan mengalami kecemasan komunikasi. Sampel yang digunakan adalah non random dengan teknik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi Rank Kendall, diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau semakin tinggi tingkat ketidakpastian pria maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami pria. Diketahui pula terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), dapat dikatakan semakin positif konsep diri pria maka semakin rendah tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria. Terakhir, didapati bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dan konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau pria mengalami ketidakpastian yang tinggi ketika berkenalan dengan wanita maka tingkat kecemasan komunikasi yang dialaminya juga akan meningkat, namun jika pria memiliki konsep diri yang positif maka tingkat kecemasan yang dialaminya akan menurun.Kata kunci: Tingkat Ketidakpastian, Konsep Diri, dan Tingkat Kecemasan Komunikasi
Pengaruh Intensitas Membaca Berita tentang Ganjar Pranowo di Surat Kabar Daerah dan Interaksi dengan Kelompok Rujukan terhadap Tingkat Kepercayaan Masyarakat Mengenai Kinerja Gubernur Arifa Rachma Febriyani; Sri Widowati; Much Yulianto; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.085 KB)

Abstract

Sejak 23 Agustus 2013, masyarakat Jawa Tengah resmi dipimpin oleh Ganjar Pranowo usai beliau memenangi pemilihan gubernur. Namun, survei menunjukkan keraguan masyarakat terhadap kinerja gubernur setelah empat bulan masa kepemimpinannya berlangsung. Surat kabar daerah dipandang berkontribusi dalam menentukan tingkat kepercayaan masyarakat karena kerap mengekspos dinamika kepemimpinan Ganjar Pranowo. Tingkat kepercayaan masyarakat dapat pula terbentuk saat mereka berbincang tentang kinerja gubernur bersama keluarga dan teman.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eskplanatori, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas membaca berita tentang Ganjar Pranowo di surat kabar daerah dan interaksi dengan kelompok rujukan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Efek Media Massa dan Teori Kelompok Rujukan. Jumlah populasi sebanyak 7311 orang merupakan penduduk berusia 17-60 tahun di Kelurahan Sumurboto, Semarang. Menggunakan teknik multistage random sampling, diambil sampel sebanyak 99 orang. Data primer dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS.Perhitungan statistik menunjukkan persamaan regresi linier sederhana antara intensitas membaca berita tentang Ganjar Pranowo di surat kabar daerah terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur adalah Y= 39.517+0.419X1dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.01. Sementara, persamaan regresi linier sederhana antara interaksi dengan kelompok rujukan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur adalah Y=36.340+0.234X2 dengan nilai signifikansi 0.001 < 0.01. Berdasarkan kedua persamaan tersebut dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif yang sangat signifikan secara parsial antar variabel-variabel X terhadap variabel Y, namun pengaruhnya sangat kecil.Surat kabar daerah hendaknya memegang teguh komitmen untuk melaksanakan praktik jurnalisme bertanggung jawab dengan menjaga obyektivitas berita. Humas Pemprov disarankan untuk aktif mempublikasikan informasi mengenai kinerja gubernur dalam merealisasikan program-program pro rakyat dan berbagai kebijakan yang dirumuskan. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat seharusnya menjadi pembaca yang kritis.Key Words : Intensitas membaca; interaksi dengan kelompok rujukan; tingkat kepercayaan; kinerja gubernur
PENDEKATAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA PELAUT Saundra Centauria; Sri Widowati; Taufik Suprihartini; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.438 KB)

Abstract

Keharmonisan dalam keluarga adalah suatu hal yang didambakan setiap orang. Namun banyak kesulitan untuk mencapai hal tersebut. Salah satunya yang dialami oleh keluarga pelaut dimana terjadi keterpisahan jarak dalam jangka waktu yang lama. Kondisi hubungan jarak jauh itu memicu banyaknya konflik yang terjadi, hingga terjadinya perselingkuhan dan perceraian. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan komunikasi dan konflik secara baik, agar dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan komunikasi dan pengelolaan konflik yang terjadi dalam keluarga pelaut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mendasari diri pada pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada subjek penelitian. Teori yang digunakan adalah teori core triad of balance, yang menyatakan hubungan pernikahan dipahami dari tiga hal dalam pengalaman manusia, yaitu perilaku, persepsi , dan fisiologi.Hasil penelitian dari ketiga informan yaitu tiga orang istri yang masing-masing memiliki suami yang berprofesi sebagai pelaut menunjukan bahwa pengelolaan komunikasi pasangan suami istri jarak jauh dapat dijaga dengan cara mengoptimalkan media komunikasi yang ada. Sikap pengungkapan diri / self disclosure , saling jujur, empati, dan supportiveness perlu ditanamkan untuk menjaga hubungan jarak jauh tersebut, karena hal ini dapat mengontrol tingkat kecurigaan dan mengurangi prasangka dari kedua belah pihak. Jenis konflik yang dialami pasangan suami istri jarak jauh ini beragam sesuai dengan lama pernikahan dan kepribadian masing-masing, mulai dari konflik kecil hingga besar. Namun konflik yang sering terjadi yang dikarenakan intensitas pertemuan tatap muka yang sangat terbatas harus dikelola tidak dengan cara mengakhiri hubungan . Dalam hubungan pernikahan, konflik harus diselesaikan dengan baik, mencari solusi bersama yang tidak merugikan kedua belah pihak, dan membuat konflik menjadi suatu hal yang positif agar bisa dimanfaatkan demi mencapai keharmonisan keluarga.Keywords: Komunikasi Antar Pribadi, Keharmonisan Keluarga, Keluarga Pelaut
Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Yuk Keep Smile dan Bentuk Parental Mediation dengan Perilaku Kekerasan Yang Dilakukan Anak Annisa Aulia Mahari; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Sri Widowati; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.15 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah didasarkan pada tingginya kekerasan yang dilakukan anak, salah satu faktor anak melakukan kekerasan itu adalah karena dampak dari televisi. Anak menonton tayangan dan mengadopsi perilaku yang mereka lihat dalam adegan tayangan tersebut. disini, tayangan Yuk Keep Smile merupakan tayangan yang memberikan dampak negatif. Yuk Keep Smile merupakan acara hiburan, namun di dalam adegannya sering ditemukan kekerasan verbal dan kekerasan fisik. Orang tua haruslah memberikan mediasi antara anak dengan televisi, sehingga anak tidak serta merta menirukan apa yang mereka lihat. Bentuk parental mediation manakah yang berhubungan dengan adopsi perilaku anak dari tayangan yang mereka tonton.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile dan bentuk parental mediation dengan perilaku kekerasan yang dilakukan anak. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori belajar sosial dari Bandura dan diperkuat dengan teori Powerfull Berdasarkan data dari lapangan didapatkan hasil bahwa intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile cukup tinggi dan 61persen responden mendapatkan coviewing mediation. Anak yang mendapatkan coviewing mediation kecenderungan melakukan kekerasan cukup tinggi, anak yang mendapatkan active mediation kecenderungan melakukan kekerasan rendah dan anak yang mendapatkan restrictive mediation kecenderungan melakukan kekerasan cukup rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berdomisili di Semarang yang berusia 6 - 12 tahun dan pernah menonton tayangan Yuk Keep Smile. Sampel yang digunakan non random dengan tekhnik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Untuk menguji hubungan variabel X1 dengan Y dan variabel X2 dengan Y maka digunakan uji analisis Korelasi Pearson, dan uji formula dengan Chi Square, sedangkan untuk menguji variabel X1 dan X2 dengan Y, digunakan uji analisis Korelasi Konkordansi Rank Kendall (Kendall’s W Test). Berdasarkan hasil penelitian maka semakin tingginya intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile dan mendapatkan coviewing mediation semakin tinggi kecenderungan perilaku kekerasan yang dilakukan anak.Kata kunci: dampak televisi dengan anak, parental mediation,kekerasan oleh anak.
Hubungan antara Asertivitas Komunikasi Manajer dan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Tingkat Kedisiplinan Kerja Karyawan di CV Merapi Khairunnisya Sholikhah; Sri Widowati; Tandiyo Pradekso; Taufik Suprihatini
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.464 KB)

Abstract

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Perilaku komunikasi yang dilakukan pimpinan merupakan hal penting dalam kelangsungan organisasi, dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, maka pimpinan dapat menyampaikan pengetahuan, ide, gagasan kepada karyawannya. Pola-pola komunikasi yang ada dalam organisasi akan dapat membentuk sebuah iklim komunikasi. Iklim komunikasi sebuah organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi pergantian dan masa kerja pegawai dalam suatu organisasi. Iklim komunikasi yang mendukung merupakan salah satu aspek bagi terciptanya hubungan kerja yang berhasil, karena iklim komunikasi menjembatani praktek-praktek pengelolaan sumber daya manusia dengan kinerja termasuk di dalamnya kedisiplinan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas komunikasi manajer dan iklim komunikasi organisasi dengan tingkat kedisiplinan kerja karyawan. Asertivitas komunikasi manajer adalah gaya komunikasi manajer yang bersifat terbuka yang diukur dengan melihat kemampuan komunikasi manajer di dalam perusahaan. Iklim komunikasi organisasi diukur dengan lima dimensi iklim oleh Redding di antaranya supportiveness, partisipasi membuat keputusan, kepercayaan, keterbukaan dan keterusterangan, serta tujuan kinerja. Sedangkan disiplin kerja diukur dengan melihat tingkat kepatuhan karyawan terhadap jam kerja, penggunaan alat-alat kerja, dan prosedur kerja. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap CV Merapi sebanyak 126 Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah quota samplingyang berjumlah 55 orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis koefisien korelasi rankKendall menggunakan perhitungan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asertivitas komunikasi manajer dengan tingkat kedisiplinan kerja karyawan. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,426. Oleh karena sig sebesar 0,001 < 0,01; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menerima Hipotesis alternatif (Ha) dan menolak Hipotesis nol (Ho). sedangkan untuk variabel iklim komunikasi organisasi dan tingkat kedisiplinan kerja karyawan tidak terdapat hubungan karena uji hipotesis menunjukkan bahwa diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,096. Oleh karena sig sebesar 0,096 > 0,05; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menolak Hipotesis alternatif (Ha) dan menerima Hipotesis nol (Ho). Saran yang diberikan sebagai implikasi hasil penelitian adalah perlu diadakannya pelatihan ketenagakerjaan untuk line manajer maupun karyawan untuk dapat memperbaiki keahlian mereka dalam segi komunikasi maupun kinerja.Key words: Asertivitas Komunikasi Manajer, Iklim Komunikasi Organisasi, Tingkat Kedisiplinan Kerja Karyawan
Airflow Study of A Closed Room in the Public Spaces and Mass Transportation for Healthy and Safe from The Transmission of Covid19 Bagus Endar Bachtiar Nurhandoko; Rio K. Martha; Kaswandhi Triyoso; Satryo A. Wibowo; Sri Widowati
Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning Vol. 5 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Ministry of National Development Planning Republic of Indonesia/Bappenas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36574/jpp.v5i1.158

Abstract

We present engineering airflow to intercept the transmission of Covid19 in public spaces and public transportations, which relatively fast and simple. This technique is to suppress effectively and as massive as possible the spread of aerosols and droplets contaminated with the COVID-19 virus that is flying in the air by providing a vertical downward flow using fans placed on the ceilings and the use of floors of the certain material so that aerosol and microdroplets will not bounce back up, difficult to roll, and firmly attached to the floor. The numerical airflow simulation shows that positioning the fan on the ceiling of the room will cause the air particle to move faster downward, which will push the microdroplets to fall to the floor more quickly, so that the microdroplets and aerosols will quickly move away from the most risk organs from the transmission, namely the mouth and nose. The contactangle test results on several floor materials always show a value of fewer than 90 degrees. These phenomena cause microdroplets or aerosols that fall to the floor will stick tightly and not easily roll. This phenomenon will cause the room to be more sterile from aerosols and microdroplets that may be contaminated with Covid19. The room will be healthier and safer. This technique can be a solution that is relatively inexpensive and simple to implement on a field scale and is very effective in reducing the radius of the spread of droplets or aerosols in closed spaces, both public spaces and public transportation, such as trains and city buses which are very susceptible to Covid19 transmission.
Prospek Sukun (Artocarpus communis) sebagai Pangan Sumber Karbohidrat dalam Mendukung Diversifikasi Konsumsi Pangan Sri Widowati
JURNAL PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v18i4.220

Abstract

Pangan pokok masyarakat Indonesia masih bertumpu pada satu komoditas, yaitu beras. Budaya mengkonsumsi nasi penduduk negeri ini sangat tinggi, bahkan sebagian besar masyarakat merasa belum makan jika belum mengkonsumsi nasi. Permintaan beras yang terus meningkat akan menjadi beban dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, meskipun pada tahun 2008 kita kembali mengulang sukses yang pernah diraih tahun 1984 yaitu swasembada beras. Namun porsi konsumsi serealia dalam menu makan masyarakat Indonesia (62%) jauh melampaui porsi maksimum dalam pola pangan harapan (51%), oleh karena itu diperlukan penyeimbangan dengan mengganti sebagian sumber karbohidrat asal serealia (terutama beras) dengan bahan pangan sumber karbohidrat dari buah-buahan dan umbi-umbian. Sukun merupakan salah satu sumber karbohidrat yang potensial untuk dikembangkan. Produksi sukun di Indonesia terus meningkat dari 35.435 ton (tahun 2000) menjadi 92.014 ton (tahun 2007) dengan luas panen 13.359 ha. Sukun tergolong buah klimaterik, puncak klimaterik dicapai dalam waktu singkat karena proses respirasinya bertangsung cepat. Sukun yang telah mencapai ketuaan optimal, bila tidak segera dikonsumsi atau diproses lanjut akan menjadi lunak/busuk dalam waktu beberapa hari. Untuk mengantisipasi melimpahnya sukun saat panen raya dan memperpanjang umur simpannya, maka produk setengah jadi yang sesuai adalah diproses menjadi tepung. Tepung sukun mengandung sekitar 80% karbohidrat dan energi 302 kalori/100 gram. Buah sukun kaya akan vitamin dan mineral, oleh karena itu produk setengah jadi yang disarankan adalah tepung bukan pati. Bentuk tepung dipilih, karena sebagian besar komponen zat gizi masih bisa dipertahankan, awet, mudah diformulasi dan diolah menjadi anekaragam makanan.
Penerapan Psikoedukasi Kelompok Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Orang Tua Dalam Menstimulasi Perkembangan Inisiatif Anak Prasekolah Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Buring Kota Malang Muhammad Ari Arfianto; M. Rosyidul Ibad; Sri Widowati; Zahid Fikri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5596

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan aktifitas pembelajaran dilakukan di rumah. Usia pra sekolah masuk pada tahap inisiatif dan membutuhkan banyak stimulasi untuk mengoptimalkannya. Orang tua kurang mampu melakukan stimulasi karena cenderung menyerahkan pada guru. Kurangnya stimulasi perkembangan inisiatif menyebabkan anak tidak terlatih mengatasi stress yang lebih besar pada tahap perkembangan sekolah sehingga berpotensi menjadi masalah kesehatan jiwa anak yang lebih besar. Tujuan kegiatan ini adalah mengaplikasikan Psikoedukasi kelompok Psikoedukasi kelompok untuk meningkatkan kemandirian orang tua dalam menstimulasi perkembangan inisiatif usia pra sekolah selama masa pandemi Covid-19. Kegiatan dilakukan pada bulan November sampai Desember 2020 dengan sasaran kegiatan sebanyak 32 orang tua di daerah Malang Indonesia. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengikuti 3 sesi, sesi 1 brainstorming dan identiifikasi masalah, sesi 2 latihan stimulasi perkembangan inisiatif, dan sesi 3 evaluasi dan sharing pengalaman. Setelah melalui 2 kali sesi kegiatan, kemampuan orang tua mengalami peningkatan rata-rata kemampuan menstimulasi perkembangan inisiatif dari 44,19 menjadi 55,84 point. Kegiatan Psikoedukasi kelompok ini telah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang menstimulasi perkembangan psikososial anaknya. Dengan demikian peran orang tua semakin meningkat dalam pembelajaran di rumah selama masa pandemi Covid-19. Kata Kunci: Anak pra-sekolah, pandemi Covid-19, perkembangan inisiatif, psikoedukasi ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has caused learning activities to be carried out at home. Pre-school age enters the initiative stage and requires a lot of stimulation to optimize it. Parents are less able to stimulate because they tend to surrender to the teacher. Lack of initiative development stimulation causes children not to cope with greater stress at the developmental stage and it becomes a bigger mental health problem for children. This goal is to apply psychoeducation to increase the independence of parents in developing early school initiatives during the Covid-19 pandemic. The activity was carried out from November to December 2020 with the target of activities as many as 32 parents in the Malang area of Indonesia. Participants were divided into 3 groups to participate in 3 sessions, session 1 brainstorming and identifying problems, session 2 stimulating the development of initiatives, and session 3 evaluating and sharing experiences. After 2 sessions of activity, the ability of parents experienced an increase in the average ability to stimulate the development of initiative from 44.19 to 55.84 points. This therapeutic activity has increased the knowledge and ability of people to develop their child's psychosocial. Thus, the role of parents increases in learning at home during the Covid-19 pandemic.  Keywords: Covid-19 pandemic, initiative development, preschool children, psychoeducation
Corelation of Spiritual Well-Being and Stress Level in College Students: A Correlational Study Muhammad Ari Arfianto; Shabrina Naulal Haqqiyah; Sri Widowati; Muhammad Rosyidul Ibad
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 7, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i1.17914

Abstract

Background: Students often experience stress with varying intensity. Spiritual well-being is considered to have a role in controlling student stress levels. But there are many students who experience stress even though they already have good spiritual well being.Objective: This study aims to explore the correlation between spiritual well-being and stress levels in college students.Methods: This a cross-sectional l  study involved 104 students. The sample was selected using an accidental sampling technique. The independent variable of this study was the students' level of spiritual well-being, while the dependent variable was the level of student stress. Data collection uses the Spiritual Well Being Scale Questionnaire and Hassless Assessment Scale for Students in College questionnaires which have been tested for validity and reliability. This research’s results were analyzed using the SPSS application with the Spearman Rho test. Most of the respondents had spiritual welfare in the high category, namely 82.7%. Most of the stress levels experienced by students were at a mild stress level (63.5%).Results: The study found a significant correlation between spiritual well-being and stress level among collge student (p = 0.000 ) with a correlation coefficient of -0.392.Conclusion: This study indicates that there is a significant relationship between spiritual well-being and stress levels in college students, with a weak correlation level and a negative correlation direction, this means that students who have high spiritual well-being have a lower probability of stress.
PELATIHAN PEMANFAATAN DORATOON BAGI GURU MGMP PAI SMA KAB. BANDUNG UNTUK PEMBUATAN KONTEN PEMBELAJARAN Martha, Ati Suci Dian; Widowati, Sri; Adrian, Monterico
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1877

Abstract

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PAI (Pendidikan Agama Islam) adalah suatu forum atau wadah profesional guru mata pelajaran agama islam yang berada pada suatu wilayah kabupaten/kota/kecamatan/ sanggar/gugus sekolah. MGMP PAI merupakan organisasi nonstruktural yang bersifat mandiri, berasaskan kekeluargaan, dan tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga lain. Berdasarkan Permendikbud nomor 81A tahun 2013, dinyatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saat ini harus berbasis ICT. Hal ini tentu berdampak pada bahan ajar, demikian pula pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kebutuhan akan adanya konten pembelajaran berbasis ICT menjadi utama. Namun, terdapat adanya gap kompetensi yang dimiliki pendidik di lingkungan guru-guru PAI yang tergabung dalam MGMP PAI SMA Kab. Bandung terkait teknologi literasi, penggunaan, maupun pemanfaatan alat bantu untuk konten pembelajaran berupa video yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru-guru MGMP PAI SMA Kab. Bandung memerlukan pelatihan mengenai pemanfaatan/penggunaan tools untuk pembuatan media pembelajaran. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Informatika Universitas Telkom memberikan pelatihan kepada guru-guru MGMP PAI SMA Kab. Bandung tentang pemanfaatan alat bantu Doratoon sebagai sarana untuk menghasilkan konten pembelajaran berupa video animasi. Pelatihan ini terdiri dari beberapa topik, yaitu: pembuatan teks, objek, animasi, transisi dan penambahan suara/musik.
Co-Authors Aaz Muhammad Hafidz Azis Agus Naryoso S.Sos, M.Si, Agus Naryoso Ahmad Fikri Alviyanto, Masruri Farid Annisa Aulia Mahari Arifa Rachma Febriyani Ati Suci Dian Martha B.A. Susila Santosa B.A.S. Santosa Bagus Endar Bachtiar Nurhandoko Bagus Suryawan, Ida Barqin, Gesa Aldin Djoko Setyabudi DR Sunarto Duke Susila , Habibie Dwi Amiarsi Eko Darwiyanto Ema S. Mulyani Fahma Yuliwardi Fauzan, Noval Ferdiansyah, Leroy Firdausi, Yasmin Fitriana, Rana Ramadhani Nur Handayani, Ela Haqqiyah, Shabrina Naulal Hariz, Muhammad Hening Ryan Aryani Heti Herawat heti herawati Hijriyani, Siti Nadiah Indradewa, Rhian Irsyad Alfian, Reza Johan Alibasa, Muhammad Joyo NS Gono Kaswandhi Triyoso Khairunnisya Sholikhah Kusumo, Dana Sulistyo M. Rosyidul Ibad MADE ASTAWAN Mahendra, Maulana Maryani Suwarno Mira Kania Sabariah Monterico Adrian Much Yulianto Muhammad Ari Arfianto Muhammad Johan Alibasa Muhammad Rosyidul Ibad Mursyid . Muyasaroh, Arummi nFN Akhyar nFN Sudaryono nFN Widaningrum Nouvadila, Haqila Nur Novi Ratnasari Novidanu, Ananta Nugroho Edi Kartijono Nur Lailatul M Nurhuda, Nisrina Praditha, Villy Satria Pramudia, Ajeng Prescilla Roesalya Purbaningrum, Setia Raden Siti Nurlaela Ramadhan, Azzam Rio K. Martha Rofiah, Khofidotur Rwanda Zwazdianza Azwar Salsa, Sefira Khiorotus Sari, Amelia Wulan Satryo A. Wibowo Saundra Centauria Shabrina Naulal Haqqiyah Siti Harnina Bintari Soewarno T. Soekarto Sri Ngabekti Suryawan Wiranatha, Agung Syahrevi, Nauval Syahrir Akil Tandiyo Pradekso Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Tjahja Muhandri Tutik Wresdiyati Tutu April Ariani Utomo, Rafika Azzahra Salsabila Veronikha Effendy Widayanti . Widjayanti, Widjayanti Wiwid Noor Rakhmad Zahid Fikri Zhafarinnadia, Moura