p-Index From 2021 - 2026
7.417
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Manajemen Pendidikan: Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Jurnal Penelitian Humaniora JURNAL ECONOMIA Jurnal Ilmiah WUNY EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Jurnal Ilmiah Widya Jurnal Computech & Bisnis (e-Journal) Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Jurnal Prima Edukasia ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Al Ishlah Jurnal Pendidikan SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Home Economics Journal IRJE (Indonesian Research Journal in Education) AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jambura Journal of Educational Management Journal of Social Studies (JSS) RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Didaktika: Jurnal Kependidikan FOUNDASIA Review of Multidisciplinary Education, Culture and Pedagogy (ROMEO) Healthy Journal Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Journal of Innovation and Research in Primary Education Millah: Journal of Religious Studies Prosiding Seminar Nasional Official Statistics Studies in English Language and Education Journal of Public Health Concerns Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Nusantara: Journal Of Law Studies JOURNAL OF Mental Health Concerns Cocos Bio Jurnal Pendidikan Impola Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Eko-Regional: Jurnal Pembangunan Ekonomi Wilayah Jurnal Pendidikan Islam Al Maktabah Jurnal kajian Ilmu dan Perpustakaan Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Program Sekolah Siaga Bencana di Sekolah Dasar Unggulan ‘Aisyiyah Bantul Lia Yuliana; Kasniati Sastiarini
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): October 2020
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v2i2.34321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam pelaksanaan program Sekolah Siaga Bencana (SSB) di Sekolah Dasar Unggulan ‘Aisyiyah Bantul dari aspek: (1) kurikulum (2) sumber daya manusia (3) dan sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan utama dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, sedangkan informan pendukung meliputi: ketua dan anggota tim SSB, wakil kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan beberapa peran kepala sekolah dalam pelaksanaan program SSB yaitu  penyusun kurikulum, penanggung jawab program dan penanggung jawab sarana dan prasarana program.
PERANAN RUMAH SINGGAH GIRLAN NUSANTARA KABUPATEN SLEMAN DA- LAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK JALANAN Aman Aman; Lia Yuliana
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 2: Oktober 2013
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.059 KB) | DOI: 10.21831/hum.v18i2.3179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Rumah Singgah Girlan Nusantara Kabupaten Sleman dalam me- mecahkan dan menangani permasalahan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah anak jalanan yang berada di bawah naungan Rumah Singgah Girlan Nusantara Sleman. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validi- tas data menggunakan teknik triangulasi sumber, teori, dan metode. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Singgah Girlan Nusantara Sleman memiliki peranan penting dalam pembinaan anak jalanan. Pada dasarnya anak jalanan memiliki ber- bagai potensi karakter positif seperti sikap religius, toleransi, disiplin, kerja keras, semangat, tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan karakter-karakter positif lain- nya. Jika mereka tidak diarahkan dengan baik, karakter-karakter negatif merekalah yang akan mendominasi terlebih dengan adanya pengaruh lingkungan. Untuk itu, Rumah Singgah Girlan Nusantara Sleman dengan berbagai divisinya menyeleng- garakan program-program strategis seperti pendidikan dan pelatihan, pelayanan sosial, kesehatan, bantuan hukum, dan lain sebagainya
Sistem Penilaian Otentik dalam Implementasi Kurikulum 2013 Lia Yuliana
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVI Nomor 3, September 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v16i3.2957

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti halnya pengembangan dan penyempurnaan kurikulum, pengembangan materi pembelajaran, perbaikan sistem evaluasi,  pengadaan buku dan alat-alat pelajaran, perbaikan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta peningkatan mutu pimpinan sekolah (Depdiknas, 2001: 3). Namun demikian, upaya tersebut belum menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Kualitas pendidikan dipengaruhi beberapa faktor, seperti: guru, siswa, pengelola sekolah (Kepala Sekolah, karyawan dan Dewan/Komite Sekolah), lingkungan (orangtua, masyarakat, sekolah), kualitas pembelajaran, dan kurikulum.
Peran Komite Sekolah dalam Mewujudkan Sekolah Efektif Lia Yuliana
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVIII Nomor 2, Mei 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5835.423 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v18i2.10003

Abstract

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan jenjang pendidikan formal yang terdiri atas pendidikan dasar,pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, (UU No. 20 Tahun 2003).Peran penting stakeholders yaitu untuk mendukung program sekolah. Salah satu stakeholeders yang dapat mengembangkan sekolah yaitukomite sekolah. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yangberanggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, sertatokoh masyarakat yang peduli pendidikan. (PP. No.17 Tahun 2010). Keberadaan komite sekolah mempunyai peran strategis karenadukungan dari masyarakat yang ada dalam komite sekolah akanmensukseskan program-program yang direncanakan sekolah, sebagaiwadah atau organisasi diharapkan dapat mengembangkan sekolah salahsatunya dalam mewujudkan sekolah efektif.
A Comparative study in character education management models in Indonesia and India Lia Yuliana; Sugiyono Sugiyono; Kunal Mehta
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 7, No 2 (2020): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v7i2.37143

Abstract

The purpose of this research is to find out: 1.) Character education management models in Indonesia and India: Comparative study at Universitas Negeri Yogyakarta and Lajpat Raj DAV College Jagraon India; and 2.) Effectiveness of Character education management models in Indonesia and India: Comparative Study at Universitas Negeri Yogyakarta and Lajpat Raj DAV College Jagraon India. The method of this research was qualitative research and used a comparative study design approach. This research's most appropriate strategy was embedded research (stuck research) because the research has been planned in detail in the proposal before the researchers plunged into the field. The steps used were: 1.) Collecting source through multi-technique); 2) Reducing data to simplify and categorizing data; 3) Presenting data in the form of qualitative description; 4) Concluding; and 5.) Preparing research reports and formulating recommendations comparison research results. The research results show that the character education management model in Indonesia and India is almost the same. Whereas in Indonesia, it focuses more on religious and general characters, it is more on developing religious character in India. Meanwhile, the effectiveness of character education from Indonesia and India has been achieved by shaping students' character and other components, both for lecturers and education staff. Meanwhile, in India, public awareness and educators of the importance of education.
The Key Determinants of Social Media Use in Teaching during the Covid-19 Outbreak: Indonesia Case Lia Yuliana; Lantip Diat Prasojo; Wiwik Wijayanti; Widia Murni Wijaya
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 4, No. 2, Dec 2020
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.989 KB) | DOI: 10.22437/irje.v4i2.11265

Abstract

This study aims to provide empirical evidence on how higher education institutions (HEIs) teacher educators use SM in teaching during the Corona Virus Disease (Covid-19) outbreak. Evaluation of the factors that are the key to implementing the use of SM in education during the Covid-19 outbreak is essential. We used a survey aiming to answer the research questions of the study. The study participants are 297 faculty members from all over the Indonesian faculty of education and teacher training. The findings of the study reported that all hypotheses are significant. Facilitating Condition (FC) significantly predicts Perceived Ease of Use (PEU) and Perceived Usefulness (PU). Similarly, PEU is positively related to PU and Intention to Use (IU). PU also significantly determines IU. In addition,  IU is significantly correlated with Actual Use (AU). The highest path coefficient is achieved by the relationship between the FC and PU. PEU and PU are the lowest relationship. Suggestions and recommendations are offered for the betterment of teaching and learning processes during the Covid-19 outbreak.
Pengembangan Model Pendidikan Karakter sebagai Upaya Peningkatan Personal dan Social Skill Bagi Anak Jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta Aman --; Ngadirin Setiawan; Lia Yuliana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 20 No. 3 (2014)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v20i3.154

Abstract

This research was aimed to: 1) find the steps of character education model development as an effort to improve personal and social skill for street children in Yogyakarta, 2) find the effectiveness of character education model in improving personal and social skill for street children in Yogyakarta. The data collection technique used were focus group discussion, questionnaire, interview, observation, and documentation. The data validity used expert validation and method triangulation technique. The data analysis was used for quantitative and qualitative analysis. The research showed as follow: 1) the steps of character education model development as an effort: a) through preliminary study, b) model planning and design the model of character education, as well as set the instrument for focus group discussion and expert validation, c) limited trial test, model evaluation and revision; 2) by doing limited trial test for 25 street children at Rumah Singgah Girlan Nusantara ( a house provided voluntary for street children to rest or gain skill through activities), it indicated that model developed effectively. Model trial test indicated that learning solve problem (LPM) model implementation showed significant result for the change of personal and social skill of street children before and after learning.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan langkah-langkah pengembangan model pendidikan karakter sebagai upaya peningkatan personal dan social skill bagi anak jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta; 2) menemukan efektivitas model pendidikan karakter dalam meningkatkan personal dan social skill bagi anak jalanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik focus group disscussion, angket, wawancara, observasi, dan teknik dokumentasi. Validitas data menggunakan validasi ahli dan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) langkah-langkah pengembangan model pendidikan karakter dilakukan melalui: a) studi pendahuluan, b) merencanakan dan menyusun model pendidikan karakter beserta perangkatnya melalui focus group disscussion dan validasi ahli, c) melakukan uji coba terbatas, evaluasi dan revisi model; 2) Melalui uji coba terbatas pada 25 anak jalanan di Rumah Singgah Girlan Nusantara, menunjukkan model yang dikembangkan efektif. Uji coba model menunjukkan bahwa penerapan model latihan pemecahan masalah memperoleh hasil yang signifikan di mana ada perubahan personal dan social skill anak jalanan sebelum dan sesudah pembelajaran.
CAPAIAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN SEBAGAI PREDIKTOR MUTU SEKOLAH Sabar Budi Raharjo; Lia Yuliana; Yusuf Hadi Yudha
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v3i2.750

Abstract

This research is to obtain information about the achievement of National Education Standards as a predictor or which of them has a significant effect on school quality. The research used a quantitative descriptive approach and secondary data from BAN-SM Year 2015. From the data, 506 A acrredited schools were selected as sample. Those schools then were ranked from the lowest to the highest score to be made quartile score. The results showed that, based on A accredited schools grouped on the average quantitative achievement of the National Exam, it did not show significant difference among quartile 3, 4 and 5. In addition, the effect of the fulfillment of the eight of National Standards of Education on the achievement of school quality (National Exam value) simultaneously statistically significant. Standards which have a significant influence on school quality are the standard of Content, Graduate Competencies, Educators and Educational Personnel, Facilities & Infrastructure, and Management. The results indicated that there were only five standards that have positive and significant effect on the achievement of school quality, while the other three standards, namely, Process, Financing and Assessment had no significant effect. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang capaian Standar Nasional Pendidikan  sebagai prediktor atau yang berpengaruh secara signifikan terhadap mutu sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari BAN-SM Tahun 2015. Dari data tersebut  dipilih 506 sekolah sampel yaitu propinsi yang mendapat akreditasi A dan diurutkan mulai dari skor terendah sampai yang tertinggi untuk dibuat kuantil skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, berdasarkan sekolah hasil akreditasi A dan dikelompokkan pada kuantil rata-rata capaian UN  tidak menunjukkan perbedaan antarkuantil 3, 4 dan 5 secara signifikan. Kedua, pengaruh pemenuhan kedelapan Standar Nasional Pendidikan terhadap pencapaian mutu sekolah (Nilai UN) secara bersama-sama (simultan) signifikan secara statistik. Dari kedelapan SNP, yang memiliki pengaruh signfikan terhadap mutu sekolah adalah standar Isi, Kompetensi Lulusan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarana & Prasarana, serta Pengelolaan. Dengan demikian, hanya ada lima standar yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pencapaian mutu sekolah. Sementara tiga standar lainnya yaitu standar proses, standar pembiayaan, dan standar penilaian berpengaruh positif tetapi tidak signifikan.
MANAJEMEN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SEKOLAH UNGGUL YANG MENYENANGKAN: STUDI KASUS DI SMAN 1 SLEMAN YOGYAKARTA Sabar Budi Raharjo; Lia Yuliana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v1i2.769

Abstract

The aim of this research is to find out the implementation of fun school at SMA Negeri 1 Sleman (a public senior secondary school) in Yogyakarta. The method of this research was descriptive qualitative with case study approach. The technique used in collecting data was by field study, documentation, and interview. The source of the data was the headmaster, teachers, and students. The data validity used triangulation technique, while the data analysis used interactive data through some step, that is, data collection, data reduction, data presentation, and verification or drawing the conclusion. The result shows that SMA Negeri 1 Sleman is one of fun schools in the aspect of headmaster’s leadership, educator support and education manpower, school environment, infrastructure, learning activity, excellent service, and class climate. The school management focuses on aspects that lead it to be a favorite, high-rank, and fun school. This research concludes that headmaster’s leadership is the main indicator to construct the fun best school.ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyelenggaraan sekolah yang menyenangkan di SMA Negeri I Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Validitas data menggunakan teknik triangulasi, dan analisis data menggunakan analisis interaktif melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Atas Negeri I Pakem Sleman merupakan sekolah yang menyenangkan baik dari segi kepemimpinan kepala sekolah, dukungan pendidik dan tenaga kependidikan, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, kegiatan pembelajaran, layanan prima, dan iklim kelas. Pengelolaan sekolah terfokus pada hal-hal tersebut yang mengkondisikan Sekolah Menengah Atas Negeri I Pakem menjadi sekolah favorit, unggulan, dan menyenangkan. Kajian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan indikator yang paling utama dalam mewujudkan sekolah unggul yang menyenangkan.
KETERCAPAIAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Lia Yuliana; Sabar Budi Raharjo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v4i2.1457

Abstract

This study aims to determine the achievement of National Education Standards (SNP) based on accreditation data and the inhibitors in achieving National Education Standards at the high school level. A quantitative descriptive was used in this research. Data obtained from school principals, school supervisors, and education officers at the secondary education level. Data was obtained from guided discussion gathered with school principals, school supervisors, education officer representatives, and resource persons from academics and practitioners. Respondents were taken based on purposive sampling with the aim at accredited A schools in urban areas. Secondary data obtained from BAN-SM, whereas the primary data obtained from the implementation of eight National Education Standards. School with A grade in accreditation is assumed could provide information on the difficulties and obstacles in the implementation of the National Education Standards. The finding showed that based on 2017 accreditation there were three educational standards with the lowest achievements namely, Educator and Educational Staff Standards (PTK), Facilities and Infrastructure Standards and Graduates Competency Standards. It was also found that there are obstacles in achieving standards at the education unit level. Standards that are difficult to achieve are Educator and Educational Staff Standards, Facilities and Infrastructure Standards, and Financing Standards. Schools accept these standards so that the fulfillment of these standards depends on the quota given by the government.Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian Standar Nasional Pendidikan berdasarkan data akreditasi dan hambatan dalam pencapaian Standar Nasional Pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari kepala sekolah, pengawas sekolah, dan cabang dinas pendidikan pada jenjang pendidikan menengah. Data diperoleh dari kegiatan diskusi terpimpin dengan kepala sekolah, pengawas sekolah, perwakilan cabang dinas, dan berdasarkan purposive sampling pada sekolah yang terakreditasi A pada daerah perkotaan. Data sekunder diperoleh dari BAN S/M. Sedangkan data primer diperoleh dari implementasi delapan Standar Nasional Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jenjang SMA berdasarkan akreditasi 2017 ada tiga standar pendidikan yang capaiannya paling rendah yaitu Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, dan Standar Kompetensi Lulusan. Hambatan yang ditemui dalam pemenuhan standar pada tingkat satuan pendidikan yaitu terutama pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, dan Standar Pembiayaan. Dengan demikian, belum semua standar pendidikan dapat dipenuhi oleh sekolah tetapi pada sekolah swasta yang mandiri standar pendidikan dapat dicapai dengan baik. 
Co-Authors --, Aman Aan Komariah Abdullah Taman Abullah Kamal, Siti Soraya Lin Adi Suryanto Ahmad Darmadji, Ahmad Ajat Sudrajat Akhmad Habibi, Akhmad Alwi Adha Pohan Amalia Susanti Aman Aman Andriani, Ni Luh Putu Oka Antoni Julian Areepen Sengsalong Aris Suharyadi Astuti Samosir Asy’ari, Hasyim Aulia, Asa Safia Awanis Akalili Bahri, Noradila Binti Shaiful Calvin, Yesdi Christian Chintya Putri, Paramudita Daulay, Irma Khoirot Deden Muhamad Ilham Dewi Rosmawarsari Dinaryant, Ratna Sari Elly Arliani Endah Retnowati Endang Mulyatiningsih Ernani Astuti Erwinda, Faizal Yusa Fadli, Muhammad Rijal Farid Ridho Fauziah Khusnullaili Fayi Haikal Mahmud Firdaus, Fery Muhamad Habiburrahman Hamdan Hamdan Hilda Hilaliyah Holida, Siti Solihat Hutabarat, Nova Sarah Hutagaol, Madeleine Intan Ikhwan, Muh. Saidil Isnaeni, Nurul Khomsatun Kana Hidayati Kasniati Sastiarini Koono, Rookaiya Kunal Mehta Kurniasari, Evi Lantip Diat Prasojo Lupianti, Meisya M Nur Rokhman, M Nur Mamengko, Rullyana Puspitaningrum Marhamah Marhamah Marselina, Resya Dwi Mat Nashir, Irdayanti Maura Lovieta Jean Laurensia Michael Harry Widyarto Setiawan Mohd Faiz Mohd Yaakob Mohd Faiz Mohd Yaakob Monica Seftaviani Sijabat Mu'minin MZ, Nurul Muh. Saidil Ikhwan Muslih, Moh. Nadita Riski Aulia Ngadirin Setiawan Nita Maghfiratul Jannah Novitasari, Nastiti Nurfahila, Shielsilia Amara Nurtanio Agus Nurtanio Agus Purwanto Oktarina, Anisa Dwi Priadi Surya Raharjo, Sabar Budi Raharjo, Sabar Budi Rahmat Fadhli Rahmawati, Rahmawati Ramadhani, Aqsal Rizky Ramkutih, Pingky Abda Retnaningsih Retnaningsih Rini Dwi Ernawati Risuhawianto, Irwan Rizqiani, Ratu Fani Rudi Salam Ruhmi, Farah Sabar Budi Raharjo Sabar Budi Raharjo Sabar Budi Raharjo Sabar Budi Raharjo Safari, Ganjar Sarwati Sarwati, Sarwati Selfia Ladiyance Septariani, Sella Fadia Setiawan, Johan Setiawan, Ngadirin Shofi Qurrotua’ini Silviani, Annisa Siti Zahrah Zaini Sugiyono Sugiyono Suhardiman, Azman Sukmara, Ganda Susanto, Sarah Sasqia Fitriana Syntia Indahsari Nurhasanah Syukrul Hamdi Tri Sumarni Utami, Niken Ardaningtyas Vebrianto, Rian Viktor Warayaan Vina Tri Yasmi Vivi Amelia Wahyuni, Ribut Nurul Tri Widia Murni Wijaya Wiwik Wijayanti Yudha, Yusuf Hadi Zahruddin Zahruddin, Zahruddin Zasya Safitri Zulfa Mardiyana Zulkarnain