Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Stres Kerja Pada Karyawan Pabrik Ungaran Sari Garment Pringapus III Kabupaten Semarang Ida Darma Yuliyanti; Heru Yulianto; Dimas Adi Wicaksono
Jurnal Ilmiah Ekonomika & Sains Vol 5 No 1 (2024): Mei 2024: Jurnal Ilmiah Ekonomi & Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jiesa.v5i1.379

Abstract

Mengetahui pengaruh beban kerja terhadap stres kerja, 2). Mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap stres kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel yang digunakan yakni peneliti dengan sengaja menentukan sampel yang dipilih sesuai dengan area dan persyaratan sampel yang ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pabrik Ungaran Sari Garment Pringapus III yang lokasinya beralamat di JL. Raya Karangjati Pringapus km 5, Pringapus, Kabupaten Semarang dan sampel pada penelitian ini ada 84 responden. Metode sampel yang digunakan adalah Teknik Probability Sampling dari Sugiyono (2017). Teknik analisa data menggunakan uji analisis regresi linier berganda dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 22.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (a) Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. (b) Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. Sedangkan hasil penelitian secara bersama-sama menunjukkan bahwa Beban Kerja dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Stres Kerja.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Strategi Pemasaran Omnichannel pada UMKM di Kota Semarang Adi Wicaksono, Dimas; Yulianto, Heru; Mintya Rahmawati, Faizah; Isti Faizah, Eva
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurman.v10i2.2192

Abstract

Abstract This study aims to examine the role of Artificial Intelligence (AI) in improving the efficiency and effectiveness of omnichannel marketing strategies for SMEs in Semarang City. The research method used is a qualitative approach with case studies on SMEs that have adopted AI. Data were collected through in-depth interviews with SME owners, managers, and employees, and analyzed using thematic analysis. The results show that the adoption level of AI in omnichannel marketing strategies among SMEs in Semarang City is still relatively low. Some SMEs have started utilizing chatbots, customer data analytics, and content personalization. The main challenges in AI adoption include lack of understanding, limited resources, and concerns about implementation complexity. However, SMEs that have adopted AI report improvements in marketing efficiency and effectiveness, such as better customer service, relevant personalization, and campaign optimization. This study provides recommendations to increase AI adoption in SMEs in Semarang City, including education and training, incentives and support, development of affordable and user-friendly AI platforms, and collaboration among stakeholders to create a conducive ecosystem. These findings are expected to assist SMEs, policymakers, and academics in driving the digital transformation of SMEs through AI adoption.Keywords: SMEs, Artificial Intelligence, Omnichannel Marketing, Technology AdoptionAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran omnichannel pada UMKM di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada UMKM yang telah mengadopsi AI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik, manajer, dan karyawan UMKM, serta dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi AI dalam strategi pemasaran omnichannel pada UMKM di Kota Semarang masih relatif rendah. Beberapa UMKM telah mulai memanfaatkan chatbot, analisis data pelanggan, dan personalisasi konten. Tantangan utama dalam adopsi AI meliputi kurangnya pemahaman, keterbatasan sumber daya, dan kekhawatiran akan kompleksitas implementasi. Meski demikian, UMKM yang telah mengadopsi AI melaporkan peningkatan efisiensi dan efektivitas pemasaran, seperti layanan pelanggan yang lebih baik, personalisasi yang relevan, dan optimalisasi kampanye. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan adopsi AI di UMKM Kota Semarang, antara lain melalui edukasi dan pelatihan, penyediaan insentif dan dukungan, pengembangan platform AI yang terjangkau dan mudah digunakan, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif. Temuan ini diharapkan dapat membantu UMKM, pembuat kebijakan, dan akademisi dalam mendorong transformasi digital UMKM melalui adopsi AI.Kata Kunci: UMKM, Kecerdasan Buatan, Pemasaran Omnichannel, Adopsi Teknologi
Utilization of Social Media by Government Institutions to Enhance Digital Public Participation in Addressing the Free Nutritious Food (MBG) Hoax Issue Swastiningsih, Swastiningsih; Handoko, Gatot Repli; Yulianto, Heru
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6369

Abstract

Social media has transformed public interaction between governments and citizens, making it a vital tool for digital participation in policymaking. However, it has also enabled the spread of misinformation, especially regarding government initiatives like Indonesia's Free Nutritious Meals (MBG) program, which faced false claims about food safety and cancellations. This study explores how government institutions use social media to enhance public engagement in combating such misinformation. Through a qualitative approach, the research examines existing literature on government social media use and digital participation strategies, focusing on the MBG hoax case. The findings show that while government social media is effective for information dissemination, it lacks deeper public interaction. The study emphasizes the need for more transparent communication, timely responses, and participatory content creation. It concludes with recommendations to improve institutional coordination, citizen engagement, and media literacy efforts to better counter misinformation.