Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Optimalisasi Konsentrasi Ammonium Sulfat terhadap Kandungan β-Karoten dan Acceptability Organoleptik Nata de Papaya Chevi Ardiana; Annisa; Sri Mulyaningsih; Lida Amalia; Dewi Hernawati
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya, sebagai buah tropis yang melimpah dalam β-karoten, menghadapi kendala daya simpan yang minim pascapanen, sehingga mudah mengalami kerusakan. Mengubahnya menjadi nata de papaya menawarkan peluang untuk memperpanjang ketersediaan produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsentrasi ammonium sulfat yang paling efektif sebagai sumber nitrogen bagi Acetobacter xylinum dalam produksi selulosa nata, dilihat dari dampaknya pada kandungan β-karoten dan kualitas organoleptik. Metodologi penelitian didasarkan pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang meliputi empat level perlakuan konsentrasi (0%; 0,25%; 0,5%; 0,7%) dengan enam ulangan. Pengujian organoleptik, meliputi aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, dilakukan oleh 30 panelis yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya, sementara penetapan kandungan β-karoten dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis statistik menunjukkan bahwa konsentrasi ammonium sulfat berpengaruh secara signifikan (p < 0,05) terhadap seluruh aspek organoleptik. Perlakuan dengan konsentrasi 0,5% menghasilkan nilai tertinggi untuk warna dan rasa, sedangkan konsentrasi 0,7% optimal untuk tekstur dan mampu mencapai kadar β-karoten tertinggi sebesar 1,817 mg/100 g. Dengan demikian, konsentrasi 0,5% direkomendasikan sebagai kondisi yang paling optimal untuk mutu sensori yang unggul.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Akar Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik dengan Sistem Wick Hernawati, Dewi; Diah Ika putri; Yuliani Fatimah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik adalah teknik cocok tanam yang mengoptimalkan penggunaan udara dan nutrisi dengan menyediakan lingkungan yang lebih stabil bagi pertumbuhan tanaman. Nutrisi alami pada penelitian ini yaitu ekstrak tanaman eceng gondok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ektrak akar tanmaan eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dan mengetahui konsentrasi yang paling optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby (Brassica rapa L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi dengan 5 perlakuan (AB Mix 1500 mL sebagai kontrol, Ekstrak akar eceng gondok 375 mL + AB Mix 1.125 mL, Ekstrak akar eceng gondok 750 mL+ AB Mix 750 mL,Ekstrak akar eceng gondok 1.125 mL + AB Mix 375 mL dan Ekstrak akar eceng gondok 1.500 mL) dan 5 pengulangan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tanaman akar eceng gondok memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Dilihat dari parameter yang diteliti menggunakan beberapa uji statistik parametrik dan non parametrik, parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar menunjukan pengaruh yang signifikan. Konsentrasi ekstrak akar eceng gondok 50 % + AB Mix 50% merupakan konsentrasi yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman pakcoy dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Respon Pertumbuhan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) dengan Penambahan Ekstrak Buah Sukun (Artocarpus altilis) pada Media Tumbuhnya Amalia, Lida; Ningrum, Icha Aisa; Hernawati, Dewi; Rusmawan, Chevi Ardiana
Jurnal Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.65428

Abstract

Sukun mengandung karbohidrat yang tinggi dan berpotensi sebagai bahan tambahan dalam media pertumbuhan jamur tiram putih untuk meningkatkan pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pertumbuhan jamur tiram putih Pleurotus ostreatus pada berbagai konsentrasi ekstrak sukun dalam media dan mengidentifikasi konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Limbangan, Garut, mulai bulan April sampai Mei 2024, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan (0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%) dan empat kali ulangan. Parameter yang diukur meliputi waktu munculnya pinhead, jumlah badan buah, dan berat segar jamur. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak sukun berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jamur, dengan konsentrasi optimal sebesar 40%. Temuan ini menunjukkan ekstrak sukun dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan budidaya jamur tiram.
Training on Making Compost from Training on Making Compost from Household Organic Waste as an Effort for Sustainable Waste Management in Garut Regency Indra Dodo Saputra; Chevi Ardiana Rusmawan; Diah Ika Putri; Dewi Hernawati; Asep Rohayat
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 7 No 2 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment (May)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v7i2.1235

Abstract

Household organic waste management is one of the main environmental challenges in Indonesia, especially in rural areas with limited access to formal waste processing facilities. This community service activity was carried out in Garut on April 24, 2026, with the aim of increasing public understanding and skills in processing household organic waste into compost. The method used was a workshop combining interactive lectures and hands-on practice demonstrations using a simple composter drum. Participants were members of the local community, primarily housewives. The results showed that participants were highly enthusiastic and gained new knowledge about composting principles, organic waste sorting, and the application of compost as organic fertilizer for home gardens. 90,91% of participants reported that the activity was very beneficial and expressed readiness to independently practice composting at home. Through this activity, it is expected that the community will be able to manage organic waste sustainably, reduce dependence on chemical fertilizers, and minimize environmental pollution.
Analisis Komparatif Capaian Pembelajaran Biologi: Studi Diferensiasi Antara Siswa Pengguna Aktif Game Online Dan Non Pengguna Di SMA Negeri 1 Garut: (Comparative Analysis Of Biology Learning Achievement: A Study Of Differentiation Between Active Online Game Users And Non-Users At State SMA Negeri 1 Garut) Wildani, Sahrul; Hernawati, Dewi; Putri, Diah Ika
BIODIK Vol. 12 No. 02 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i02.53479

Abstract

The phenomenon of online gaming among students often gives rise to negative stigma regarding declining academic performance. This study aims to empirically test whether there is a significant difference (differentiation) in learning outcomes between students who actively play online games and those who do not. Using a comparative quantitative approach with an ex-post facto design, this study involved 44 students as samples selected through purposive sampling, consisting of 27 students in the active player category (Gamers) and 17 students in the non-player category (non-Gamers). Learning outcome data were collected through report card documentation and analyzed using the Independent Sample t-test statistical test with the help of SPSS. The test results showed that the average (mean) score for the group of gamers was 84.06, while that for the group of non-gamers was 84.53, with a very slight difference (0.47 points). Based on the t-test, a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.474 (p > 0.05) was obtained. These findings confirm that the Null Hypothesis (H0) is accepted, which means that there is no statistically significant difference in the learning outcomes of the two groups. This study concludes that online gaming activity is not the sole predictor of a decline in student achievement. This indicates that there is a factor of good self-regulation among students who play games in balancing their hobbies and academic obligations. Abstrak. Fenomena game online di kalangan pelajar sering kali memunculkan stigma negatif terkait penurunan performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah terdapat perbedaan signifikan (diferensiasi) pada capaian pembelajaran antara siswa yang aktif bermain game online dengan siswa yang tidak bermain game online. Menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain ex-post facto, penelitian ini melibatkan 44 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari 27 siswa kategori pemain aktif (Gamer) dan 17 siswa kategori non-pemain (non-Gamer). Data hasil belajar dikumpulkan melalui dokumentasi nilai rapor dan dianalisis menggunakan uji statistik Independent Sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil pengujian menunjukkan nilai rata-rata (mean) kelompok pemain game sebesar 84,06, sedangkan kelompok non-pemain sebesar 84,53, dengan selisih yang sangat tipis (0,47 poin). Berdasarkan uji t, diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,474 (p > 0,05). Temuan ini mengonfirmasi bahwa Hipotesis Nol (H0) diterima, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada hasil belajar kedua kelompok tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas bermain game online tidak  menjadi prediktor tunggal turunnya prestasi siswa. Hal ini mengindikasikan adanya faktor manajemen diri (self-regulation) yang baik pada siswa pemain Game dalam menyeimbangkan hobi dan kewajiban akademiknya.
Optimalisasi Konsentrasi Ammonium Sulfat terhadap Kandungan β-Karoten dan Acceptability Organoleptik Nata de Papaya Chevi Ardiana; Annisa; Sri Mulyaningsih; Lida Amalia; Dewi Hernawati
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/ya7yx786

Abstract

Pepaya, sebagai buah tropis yang melimpah dalam β-karoten, menghadapi kendala daya simpan yang minim pascapanen, sehingga mudah mengalami kerusakan. Mengubahnya menjadi nata de papaya menawarkan peluang untuk memperpanjang ketersediaan produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsentrasi ammonium sulfat yang paling efektif sebagai sumber nitrogen bagi Acetobacter xylinum dalam produksi selulosa nata, dilihat dari dampaknya pada kandungan β-karoten dan kualitas organoleptik. Metodologi penelitian didasarkan pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang meliputi empat level perlakuan konsentrasi (0%; 0,25%; 0,5%; 0,7%) dengan enam ulangan. Pengujian organoleptik, meliputi aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, dilakukan oleh 30 panelis yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya, sementara penetapan kandungan β-karoten dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis statistik menunjukkan bahwa konsentrasi ammonium sulfat berpengaruh secara signifikan (p < 0,05) terhadap seluruh aspek organoleptik. Perlakuan dengan konsentrasi 0,5% menghasilkan nilai tertinggi untuk warna dan rasa, sedangkan konsentrasi 0,7% optimal untuk tekstur dan mampu mencapai kadar β-karoten tertinggi sebesar 1,817 mg/100 g. Dengan demikian, konsentrasi 0,5% direkomendasikan sebagai kondisi yang paling optimal untuk mutu sensori yang unggul.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Akar Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik dengan Sistem Wick Dewi Hernawati; Diah Ika putri; Yuliani Fatimah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/2tkhn166

Abstract

Hidroponik adalah teknik cocok tanam yang mengoptimalkan penggunaan udara dan nutrisi dengan menyediakan lingkungan yang lebih stabil bagi pertumbuhan tanaman. Nutrisi alami pada penelitian ini yaitu ekstrak tanaman eceng gondok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ektrak akar tanmaan eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dan mengetahui konsentrasi yang paling optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby (Brassica rapa L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi dengan 5 perlakuan (AB Mix 1500 mL sebagai kontrol, Ekstrak akar eceng gondok 375 mL + AB Mix 1.125 mL, Ekstrak akar eceng gondok 750 mL+ AB Mix 750 mL,Ekstrak akar eceng gondok 1.125 mL + AB Mix 375 mL dan Ekstrak akar eceng gondok 1.500 mL) dan 5 pengulangan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tanaman akar eceng gondok memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Dilihat dari parameter yang diteliti menggunakan beberapa uji statistik parametrik dan non parametrik, parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar menunjukan pengaruh yang signifikan. Konsentrasi ekstrak akar eceng gondok 50 % + AB Mix 50% merupakan konsentrasi yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman pakcoy dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
TINJAUAN KUALITATIF EFEKTIVITAS KAHOOT SEBAGAI MEDIA EVALUASI DALAM MEMPERKUAT PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMAN 15 GARUT Nurul Hikmah Kurniasih; Dewi Hernawati; Diah Ika Putri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45816

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Kahootas an evaluation tool in strengthening students’ conceptual understanding at SMAN 15 Garut. Thisresearch employs a qualitative approach using a literature study method by reviewing various relevantsources such as scientific journals, books, andresearch articles related to digital-based evaluationmedia in learning. Data collection techniques were conducted through content analysis of selectedliterature, while data analysis was carried out bycategorizing, comparing, and interpreting findings fromprevious studies. The results indicate that Kahoot is aneffective evaluation tool in enhancing studentengagement, motivation, and conceptualunderstanding. Its strengths lie in providing immediatefeedback, creating an interactive learning environment, and encouraging active student participation throughgamification elements. However, several limitationswere identified, including dependency on internet access, limited technological devices, and thetendency of students to prioritize speed over deepunderstanding. The effectiveness of Kahoot is alsoinfluenced by several factors, such as the quality ofquestion design, teacher implementation strategies, and students’ technological readiness. Therefore, theuse of Kahoot should be carefully designed to ensurethat it not only increases motivation but alsostrengthens students’ conceptual understanding. In conclusion, Kahoot can serve as an innovative andrelevant evaluation tool to support 21st-century learning.
PENGARUH MODEL ARGUMENT DRIVEN INQUIRY (ADI) PADA MATERI MUTASI GEN TERHADAP KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII SMAN 17 GARUT Nurazizah, Bilqis; Hernawati, Dewi; Ardiana Rusmawan, Chevi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47752

Abstract

This study aims to determine the effect of the Argument Driven Inquiry (ADI) model on genetic mutation material on students’ scientific argumentation ability and learning outcomes in class XII SMAN 17 Garut. The method used is quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The research subjects consisted of 34 students in the experimental class using the ADI model and 35 students in the control class using conventional learning. Research instruments included pretest-posttest questions to measure cognitive learning outcomes and an argumentation assessment rubric based on Toulmin’s Argument Pattern (TAP) with four argumentation quality levels. The results showed that the average pretest of the experimental class was 62.88, increasing to 78.18 in the posttest, with an N-Gain of 0.41 (moderate category). The control class obtained an average pretest of 56.89 and posttest of 69.17 with an N-Gain of 0.28 (low category). The scientific argumentation ability of the experimental class showed that most students were at Level 3 (55.9%) with an average score of 77.94 (SD = 14.20). The Shapiro-Wilk normality test showed normally distributed data (sig. 0.652 and 0.324 > 0.05), the Levene homogeneity test showed homogeneous data (sig. 0.960 > 0.05), the One-Way ANOVA test yielded F = 21.100 with sig. < 0.001, and the Independent Sample T-Test yielded sig. < 0.001 for both dependent variables. It can be concluded that the Argument-Driven Inquiry (ADI) model has a significant effect on students’ scientific argumentation ability and learning outcomes in genetic mutation material.