Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

TRANSFORMASI DAN POLA SPASIAL PERMUKIMAN PERAJIN PERAK TRADISIONAL DI DESA CELUK, GIANYAR, BALI Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Anak Agung Raka Gunawarman; Made Suryanatha Prabawa
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.44204

Abstract

The settlements of traditional silversmiths in Celuk Village, Sukawati, Gianyar cannot be separated from the influence of global modernity and the natural development of its inhabitants such as changes in population, profession, habits/lifestyle and even values. Previous research has shown that Celuk Village has potential in the context of architectural values and spatial patterns of settlements. This condition led researchers to conduct research on the transformation that occurred, both the transformation of the house and its spatial pattern. This research is a research with a qualitative approach in the scope of descriptive research. Determination of the source of this information is done by purposive sampling and snowball sampling by applying the techniques of literature review, observation and interviews in an effort to collect data. In line with the qualitative research approach, data analysis has been carried out since the beginning of data collection by verifying the relevance of the data or completing it. Descriptive data will be analyzed according to its content, to see the transformations and spatial patterns that occur in the silversmiths settlement in Celuk Village, Gianyar.
Fasilitas Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pertanian Lahan Kering di Badung I Putu Andi Wira Adnyana; Anak Agung Gede Raka Gunawarman; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.2.5119.291-298

Abstract

Community empowerment is a process of activities that are carried out intentionally in an effort to increase the ability of the community to involve the community as empowerers and empowered communities. Good empowerment needs to design facilities in accordance with the empowerment activities carried out. One of them is empowerment based on dry land agriculture in South Kuta District. This facility is developed by considering the approach to user behavior. The purpose of the research is to find the right behavioral approach model for empowerment activities with data collection methods by literature studies and field observations. The results obtained show that each space that is formed can accommodate the behavior of its users so as to maximize the use of space and make users comfortable using the space.
PENGEMBANGAN INOVASI PENGAWETAN BAMBU SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI DESA BELEGA, GINYAR, BALI A.A. Gede Raka Gunawarman; I Wayan Wirya Sastrawan; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Lentera Karya Edukasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Belega village is known as a center for bamboo craftsmen, especially furniture and interior decoration in Bali. The 90s were the heyday of the bamboo craftsmen in Belega Village who succeeded in exporting bamboo handicrafts to America, Europe, and several Asian countries. However, since the opening of the Ida Bagus Mantra bypass around 1998, tourist visits have begun to decrease and have resulted in a decline in furniture orders. The decline in orders for handicrafts caused some craftsmen to start switching to bamboo building construction in 2010. The method of implementing the service program began with the development of the production sector with a focus on bamboo preservation innovation. The field of management focuses on the implementation of administration specifically in problems that occur related to capital by providing socialization and assistance. Partners' participation in implementing this program is more about developing bamboo preservation ideas and innovations according to community needs and designing a marketing plan model with the team.Abstrak: Desa Belega dikenal sebagai pusat pengrajin bambu khususnya furniture dan hiasan interior di Bali. Tahun 90-an adalah masa jaya dari para pengrajin bambu di Desa Belega berhasil mengekspor hasil kerajinan bambuĀ  ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara Asia. Namun sejak dibukanya bypass Ida Bagus Mantra sekitar tahun 1998, kunjungan wisatawan yang mulai berkurang dan berdampak menurunnya pesanan furniture. Penurunan pesanan kerajinan menyebabkan beberapa pengrajin mulai beralih ke konstruksi bangunan bambu di tahun 2010. Metode pelaksanaan program pengabdian dimulai dengan pengembangan bidang produksi dengan fokus pada inovasi pengawetan bambu. Dalam bidang manajemen, berfokus pada pelaksanaan administrasi secara spesifik dalam permasalahan yang terjadi terkait permodalan dengan memberikan sosialisasi dan pendampingan. Partisipasi mitra dalam pelaksanaan program ini lebih kepada pengembangan ide danĀ  inovasi pengawetan bambu yang sesuai kebutuhan masyarakat dan rancangan model rencana pemasaran bersama tim.
Perencanaan dan Perancangan Bangunan Rehabilitasi Narkoba Bertema Modern Tropis di Kabupaten Badung: bahasa indonesia Dimas Rifky Hidayat; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.7089.47-55

Abstract

The increasing cases of drug crime are widespread in the environment with various addicts of various ages, young and old, from children to adults, especially in Bali. According to data from the Bali Province National Narcotics Agency, drug users during the Covid-19 Pandemic season have begun to increase by 8% with a total of 574 drug cases involving 638 suspected drug cases and 534 total drug abuse patients from 2012 to 2022. Through building design This rehabilitation is expected to reduce drug addicts and be able to cure drug addicts so that they return to society and are able to become individuals who are more productive and creative according to their fields. In this design, we review the designs that have potential and overcome the problems that come from this design, of course by approaching the theory of behavioral architecture, constitution, and standardization of drug rehabilitation centers using design methods that are expected to be able to accommodate this rehabilitation building and fulfill any need for rehabilitation. In this design using 4 aspects of nature, five senses, psychological, environment with the design theme of modern tropical. In this study, an analysis of the location, climate was also carried out and considering aspects of the convenience of users of this facility later.
Penerapan Konsep Edukatif pada Perencanaan Dan Perancangan Fasilitas Penunjang Agrowisata Aren di Karangasem Wahyu Maharta, I Kadek; Kurniawan, Agus; Raka Gunawarman, Anak Agung Gede
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 2 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.2.6998.196-202

Abstract

Agrowisata adalah suatu jenis kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi alam, tani (pertanian), budaya dan kegiatan masyarakat pedesaan sebagai daya tarik wisata, dengan tujuan memperkaya wawasan, pengalaman, taman hiburan dan hubungan bisnis agroindustri pedesaan. Kabupaten Karangasem merupakan wilayah Bali yang berperan penting dalam bidang pertanian dan perkebunan, yang dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata pertanian. Karangasem merupakan kawasan dengan keunggulan alam dari segi lahan yang cocok untuk tanaman dan masyarakat yang gemar berkebun. Selain itu, Kabupaten Karangasem menawarkan pemandangan lahan pertanian dan perkebunan yang luas, dimana lahan pertanian dan perkebunan ini banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon aren. Aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan tanaman serbaguna yang telah lama dikenal sebagai bahan baku industri. Hampir seluruh bagian fisik dan produktif tanaman ini dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis.. Kabupaten Karangasem menjadi provinsi ketiga di Bali dengan produksi Pohon Jaka/Aren terbanyak. Untuk memanfaatkan semua potensi yang ada di Desa Manggis, Manggis, Karangasem sangat dibutuhkan suatu tempat edukasi, pengolahan, rekreasi, serta penjualan olahan aren, yang mengkolaborasikan aspek wisata, pertanian, dengan pengetahuan , yang disebut dengan agrowisata aren.
Perencanaan dan Perancangan Pusat Agroindustri Cokelat Desa Ekasari Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana: Bahasa Indonesia Fabian, Arnoldus Made Dheo Virya; Linggasani, Made Anggita Wahyudi; Parwata, I Wayan; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9794.74-84

Abstract

The Ekasari Village Chocolate Agro-Industry Center has a role in improving the local economy and introducing abundant chocolate cultivation through the development of the cocoa industry. This research aims to provide a place for plantation farming activities, introduce good chocolate cultivation and meet food needs from the processed products of the Agroindustry Center. The analysis phase includes a site study, analysis of functions, users, and activities, and evaluation of harmony with the environment. The design method uses synthesis and evaluation to obtain the best alternative. The appearance of the building illustrates the concept of biomimicry and ecological themes through the use of wood and steel structures. The results show the use of ironwood as a construction material that is resistant to humid climates. The implementation of the external and internal layout refers to the needs of function and comfort, with the selection of materials that are in accordance with the theme and concept. It is expected that the Agroindustry Center will become a center of attention for cocoa farmers and the general public, and encourage the development of the local cocoa industry.
Innovation in hanging bamboo weaving of malet gusti using modern techniques for interior design and building facades: Sustainable materials Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Pradnyaningrum, Putu Siskha; Murti, Anak Agung Gede Krisna; Utari, Putu Marchia Eka; Atmaja, I Made Alit Giri Rama Kanaka
Journal of Innovation Materials, Energy, and Sustainable Engineering Vol. 2 No. 2: (January) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jimese.v2i2.2025.1393

Abstract

Background: As awareness of the importance of sustainability continues to grow, the demand for environmentally friendly products has also increased. However, the bamboo craft industry in Indonesia faces challenges in enhancing the added value of its products, such as improving production efficiency and diversifying designs to meet modern market demands. This study aims to develop more efficient bamboo weaving techniques through the utilization of bamboo splitting machines and analyze their impact on product quality and craftsmen's competitiveness. Methods: The research employed a development method (Research and Development) with both qualitative and quantitative approaches. Data were collected through observations, in-depth interviews, and product trials conducted during a training program in Penglumbaran Village, Bangli. The program integrated traditional techniques with modern technology to produce wall panels, interior partitions, and exterior facades. Findings: The results showed a 48% increase in production time efficiency and the development of three new weaving models with higher aesthetic value. Additionally, craftsmen demonstrated enhanced skills in combining technological innovation with traditional techniques. Conclusion: This study has implications for improving the competitiveness of bamboo weaving products in local and international markets, strengthening the local economy through product diversification, and contributing to environmental preservation through the use of sustainable materials. These findings highlight that technology-based innovation can serve as a strategic solution to bridge tradition and modernity in the bamboo craft industry. Novelty/Originality of this Study: This study offers a unique approach by combining traditional bamboo weaving techniques with modern bamboo splitting technology, bridging the gap between tradition and modernity while enhancing both product efficiency and quality in the bamboo craft industry.
Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Wisata Budaya untuk English Club SMA Negeri 1 Abiansemal Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Susini, Made; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Ni , Rai Ayu Putri Aryaningsih; Aryaningsih, Ni Rai Ayu Putri
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1185

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode komunikatif dalam pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada wisata budaya lokal pada para siswa SMA Negeri 1 Abiansemal. Program ini melibatkan siswa-siswi yang tergabung dalam English Club di SMA Negeri 1 Abiansemal untuk melakukan kunjungan ke kawasan wisata Sangeh Monkey Forest. Selama kunjungan tersebut, setiap siswa diminta untuk membuat vlog berbahasa Inggris guna mempromosikan daya tarik wisata, sejarah, serta nilai-nilai budaya yang ada di lokasi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa dalam bahasa Inggris, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan budaya serta keterampilan literasi digital dan public speaking. Hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman mampu meningkatkan motivasi, keberanian, serta kemampuan komunikasi siswa secara signifikan. Selain itu, proyek ini menunjukkan potensi besar untuk menjembatani dunia pendidikan dengan sektor pariwisata lokal. Dengan mengintegrasikan pembelajaran Bahasa, pariwisata, dan budaya, program ini menjadi model pendidikan yang relevan, partisipatif, dan aplikatif. Disarankan agar pendekatan serupa diterapkan secara berkelanjutan dan diperluas ke lokasi wisata lain sebagai bagian dari inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal.
Upaya Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Bahasa Bali Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di Sentra Pengrajin Gerabah, Banjar Binoh, Desa Ubung Kaja Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Dewi, I Gusti Ayu Agung Istri Sari; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Yuliasih, Ni Luh Made Manik; Kusuma, I Made Angga
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.1011

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan bagian dari sektor perekonomian yang mengandalkan keterampilan, ide, maupun inovasi dalam menghasilkan produk barang dan jasa. Di pulau Bali, keberadaan ekonomi kreatif menjadi salah satu point penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Tercatat sejumlah 4.998 usaha bidang ekonomi kreatif pada tahun 2023 dengan jenis yang paling dominan ialah usaha kriya sejumlah 3.745 usaha. Br. Binoh, Desa Ubung Kaja merupakan salah satu daerah di Kota Denpasar yang memiliki potensi usaha kriya yakni gerabah. Namun, potensi yang dimiliki tidak berjalan selaras dengan antusiasme generasi dalam melestarikan kerajinan gerabah. Hal tersebut terlihat dari karyawan gerabah yang justru cenderung telah berusia lanjut. Maka, dalam rangka mendukung perkembangan potensi ekonomi lokal, pendampingan berupa pelatihan keterampilan pembuatan gerabah perlu dilakukan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ialah pembelajaran berbasis praktik, sehingga serangkaian kegiatan menitikberatkan pada pelatihan keterampilan serta kreativitas peserta dalam berkarya. Pengabdian ini menyasar kepada ibu-ibu PKK Br. Dharma Santi, Desa Ubung Kaja. Dengan adanya pelatihan pembuatan gerabah, diharapkan mampu melatih keterampilan serta dapat dijadikan bekal ilmu yang dapat dibagikan kemBali kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Bahkan mampu menjadi peluang usaha di masa mendatang. Selain mendapat ilmu dan keterampilan membuat gerabah, peserta juga memperoleh output lainnya yakni penambahan kosakata bahasa Bali yang cenderung digunakan selama proses pembuatan gerabah. Output lainnya yang diberikan kepada pengrajin ialah bantuan berupa pembuatan akun sosial media Instagram terkait usaha gerabah di Banjar Binoh, Desa Ubung Kaja.
Peningkatan Imunitas pada Kelompok Prolanis Puskesmas IV Denpasar Selatan Selama Pandemi COVID-19 Lestarini, Asri; Subrata, Tanjung; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Cahyawati, Putu Nita
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15446

Abstract

Banyak faktor yang dapat menurunkan imunitas tubuh, di antaranya diet yang tidak sesuai, kurangnya olahraga serta stres baik fisik maupun psikologis. Selama masa pandemi ini kegiatan Kelompok Program Lansia (Prolanis) Puskesmas IV Denpasar Selatan menjadi menurun. Hal ini mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik, motivasi, kualitas hidup serta menurunkan imunitas. Selain aktivitas fisik, imunitas juga dapat ditingkatkan dengan tetap menjaga pola makan (diet) yang sesuai dengan penyakit yang diderita serta mengombinasikannya dengan olahraga secara teratur. Mitra terdiri dari pasien lanjut usia yang menderita penyakit diabetes melitus yang memerlukan penerapan diet dan olahraga sehingga dapat meningkatkan imunitas selama pandemi COVID-19. Pemberdayaan mitra ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan menerapkan diet yang sesuai serta melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah khususnya bagi pasien diabetes melitus. Metode yang akan dipakai untuk mencapai tujuan tersebut di antaranya melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang diet, dan exercise berupa Resistance and Aerobic Exercise Combination (RabEC) bagi penderita diabetes melitus sampai dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra. Kegiatan dilakukan di Puskesmas IV Denpasar Selatan, dengan melibatkan peserta sebanyak 17 orang peserta. Hasil program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil rerata postest (81,17) lebih tinggi dari hasil rerata pretest (58,23). Setelah diobservasi, didapatkan peningkatan kemampuan peserta untuk melakukan exercise kombinasi tersebut. Diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang serupa sehingga meningkatkan keterampilan anggota Prolanis puskesmas IV Denpasar Selatan dalam exercise kombinasi RabEC.