Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pendekatan Healing Environment untuk Perancangan Pusat Pelayanan Terapi dan Rumah Singgah Kanker Anak di Denpasar Nilla Shanti Rimadhani Prasetyo; Ni Wayan Meidayanti Mustika; Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3465.153-162

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang cukup serius di Indonesia, khususnya jumlah pasien kanker anak di Bali kian meningkat setiap tahunnya. Permasalahan yang ada adalah kanker berdampak buruk tidak hanya pada aspek kesehatan fisik namun juga psikologis pada pasien, Pemulihan diperburuk oleh minimnya fasilitas pengobatan kanker anak yang didukung lingkungan pemulihan yang baik. Untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan fasilitas pusat pelayanan terapi dan rumah singgah kanker anak yang mampu mendukung percepatan pemulihan pasien kanker anak. Suasana dan lingkungan merupakan salah satu elemen yang dapat mempengaruhi perkembangan penyembuhan. Kajian ini bertujuan untuk mendesain pusat pelayanan terapi dan rumah singgah kanker anak yang menerapkan pendekatan healing environment dan tema arsitektur modern tropis. Metode yang digunakan dalam paper ini adalah deskriptif kualitatif dan programatik yang bertujuan menganalisis sesuai dengan fakta dan kondisi sebenarnya. Hasilnya digunakan sebagai pendekatan desain dan diperkaya dengan konsep healing environment dan tropis modern.Penerapan konsep healing environment pada bangunan pusat pelayanan terapi dan rumah singgah kanker anak tmencakup penerapan konsep unsur panca indra dan unsur hubungan lingkungan terbangun dengan alam sekitar dan unsur penyembuhan psikologis. Adapun konsep healing environment secara fisik diwujudkan dalam desain fasilitas terapi kanker dan rumah singgah dengan memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alamiah, integrasi unsur alam dalam ruang, kontrol kebisingan, aspek warna menenangkan, kenyamanan visual, aroma dan penggunaan material alamiah. Hasil penerapan pendekatan healing environment dapat menghasilkan desain fasilitas terapi kanker anak dan rumah singgah yang suportif dan membantu proses pemulihan pasien kanker anak.
Perencanaan dan Perancangan Eco Lakeside Glamping (Glamour Camping) di Kecamatan Kintamani, Bangli Kadek Putra Mahendra; I Nyoman Gede Maha Putra; A. A. Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya akomodasi Glamping menjadi salah satu jenis akomodasi wisata kreatif dan telah menjadi tren beberapa tahun belakang. Glamping tercipta dari kejenuhan akan akomodasi wisata dengan keinginan untuk pengalaman menikmati alam terbuka atau berkemah dengan memperhatikan kenyamanan pengguna dan fasilitas yang diperlukan tanpa menghilangkan makna dari berkemah itu sendiri. yang dimiliki Kintamani. Meningkatnya akomodasi wisata yang ada di bali kususnya kintamani setiap tahunnya diimbangi dengan perusakan lingkungan maka akomodasi Glamping menjadi pilihan yang tepat. Disamping itu dengan adanya potensi yang dimiliki Kintamani dengan keindahan alam yang sangat diminati salah satunya Danau Batur itu sendiri yang berada di Kintamani mampu memberi nilai tambah untuk menikmati akomodasi glamping namun dalam perancangannya nanti iklim dingin dan eksisting topografi yang ada menjadi poin penting yang harus diperhatikan.
Potensi Bambu Sebagai Bahan Alternatif Untuk Furniture I Gede Andika Permana Putra; Nyoman Trisnanda Suma Putra; Anak Agung Gede Raka Gunawarman; Ida Bagus Gede Parama Putra
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. S1 (2021): UNDAGI: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Special Issue
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bamboo in Indonesia has close ties with the local community, especially in rural areas where bamboo is used in daily activities ranging from social to cultural, but bamboo is a material that is less popular in the eyes of people in urban areas to be used as furniture and other tools because of the stigma factor that bamboo is a cheap material, This study aims to find the advantages of bamboo as a natural material compared to wood. The advantages of bamboo are also found during the growth and harvest period compared to bamboo wood, which is much faster and bamboo has different types so that it has a variety of shapes and colors that make bamboo can be processed into more attractive products than wood.
KAJIAN PROPORSI CANDI TEBING GUNUNG KAWI, TAMPAKSIRING-GIANYAR Anak Agung Gede Raka Gunawarman
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 2 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.88 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2015.v02.i01.p05

Abstract

Abstract The term ''candi'' in Indonesia generally refers to sacred buildings, legacies of Hindu-Budha Kingdoms. Candi is often considered a masterpiece erected based on certain architectural guidelines including those pertaining to site selection and proportion. Rock cut candi is one among many forms of structure found in certain areas across the Nusantara. In its objective to study the proportion of a rock cut candi, this article takes Gunung Kawi of Gianyar Regency-Bali, as a case study. The study analyzes the proportion of its physical elements, which are classified into three groups: leg; body; and head elements. Each category is constructed of lower, body and upper frame. This research implements Manasara-Silpasastra principles in regard to proportion of sacred structures. Manasara-Silpasastra proposes five categories of ratio of width to height, which are santika, paushtika, parshnika/jayada, adbhuta, and sarvakamika (Acharya, 1927). The research finds that the proportion between width and height at Gunung Kawi Rock Cut Candi falls into the category of paushtika. This is reflected in the ratio of its height to the width of its foot, which is 2:1. Keywords: Rock cut candi, physical elements of candi, proportion, Manasara-Silpasastra Abstrak Istilah 'candi' di Indonesia diartikan sebagai bangunan suci, peninggalan kerajaan Hindu-Budha. Candi seringkali dipandang sebagai peninggalan yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip kearsitekturan, termasuk yang berkenaan dengan pemilihan site, rasio, dan proporsi. Dalam tujuannya untuk mengkaji proporsi dari sebuah candi, artikel ini  mengambil Candi Tebing Gunung Kawi (Kabpaten Gianyar) sebagai studi kasus. Candi tebing merupakan salah  satu struktur yang hanya ditemukan di beberapa lokasi tertentu di Nusantara. Studi ini mengkaji elemen fisik candi yang dibagi dalam tiga kelompok elemen, yaitu kaki, badan, dan kepala. Masing-masing kelompok terdiri dari bagian badan dan bagian atas. Dalam penghitungan proporsi candi, penelitian ini mengimplementasikan prinsip-prinsip Manasara-Silpasastra, khususnya yang berkenaan dengan bangunan suci. Manasara-Silpasastra menawarkan lima kategori proporsi lebar terhadap tinggi dari sebuah candi, yaitu: santika, paushtika, parshnika/jayada, adbhuta, dan sarvakamika (Acharya, 1927). Untuk kasus Candi Gunung Kawi ditemukan bahwa rasio antara tinggi dan lebar dasar candi mengikuti prinsip paushtika: 2:1. Kata kunci: Candi tebing, elemen pembentuk candi, proporsi, Manasara-Silpasastra
PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA PURA KANCING GUMI BERBASIS WISATA BUDAYA, LINGKUNGAN PERMUKIMAN, DAN RELIGI DI DESA SULANGAI, PETANG-BADUNG Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Lentera Karya Edukasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.086 KB)

Abstract

Sulangai Village as a village located in Petang District, Badung Regency, Bali is a village that is rich in its natural panorama. Seeing how the potential for increasing tourist visits to Bali, and the existence of a village-based tourism development policy, Sulangai Village through the village government seeks to direct the development of the village into a tourist destination by developing natural cultural tourism potential points in the village area.Kancing Gumi Temple is one of the tourist attraction points in Sulangai Village based on religious tourism, residential environments, and culture. The potential of the tourist attraction of the Kancing Gumi Temple in Sulangai Village is divided into three categories, namely: (1) the potential of the Kancing Gumi Temple as a religious tourism destination; (2) Residential Environment. The problem of the readiness of these supporting facilities as a complement and a means to carry out tourism activities in Sulangai Village is certainly a fundamental reason for this PKM activity to be carried out. Of course, some of the solutions offered will be related to the field of science of the implementing team, namely providing ideas or ideas in the form of planning and designing of any supporting facility needs that are considered to be a priority part. The outputs of this PKM are in the form of a Community Service Journal, online mass media publications, IPR, and video publications via YouTube.
Perencanaan dan Peracangan Fasilitas Resort Ramah Lansia di Ubud, Gianyar, Bali Made Benyco Singantara; I Wayan Parwata; A.A. Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.1.5147.84-93

Abstract

Planning and Design of Facilities for an Elderly Friendly Resort in Ubud, Gianyar, Bali, is an overnight tourist accommodation aimed at the elderly who want to stay with a sense of security and have a natural natural feel in this Elderly Friendly Resort Facility. There are several supporting facilities at this Elderly Friendly Resort ranging from physical and spiritual activities for the elderly such as tennis, golf, gym, meditation. This Elderly Friendly Resort is located in Ubud Village, where Ubud Village is a tourism area in Bali which has several tourist accommodation places. The methods used in the Planning and Design of Elderly Friendly Resort Facilities are data collection methods, data compilation methods and discussion methods. The village that will be used as the site for Planning and Designing this Elderly Friendly Resort is in Ubud Village, which is located on Jalan Suweta, north of Ubud village, because around Jalan Suweta ubud it still has an unspoiled natural atmosphere in the form of rice fields and there is vegetation. lush and close to several tourist accommodations in Ubud Village. The function of this elderly-friendly resort facility is as a place to stay for the elderly who are traveling around the Ubud Village. By using the Anthropometric Architectural Approach, with the Basic Concept applied namely "Nature and Comfort" and using the Basic Theme, namely Traditional Tropical Architecture where the application of the Basic Concept and Basic Theme aims to attract tourists to stay at this Elderly Friendly Resort Facility by focuses on comfort and natural atmosphere with a tropical building that takes the form of a traditional Balinese building.
Penerapan Pendekatan Arsitektur Perilaku dalam Children Care Center di Kabupaten Badung, Bali I Gusti Ngurah Nara Indra Prima Satya; I Putu Hartawan; Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.1.5160.188-197

Abstract

The high number of parents who are busy with their work, especially mothers who are supposed to be educators and caregivers for their children, has led to the need for facilities that can become a place for children so that later they will receive good, efficient and appropriate care and education. can help their growth and development in the future to become better individuals or individuals. Therefore, a facility that can be a solution to this problem is the Children Care Center facility which if it can accommodate all the needs of early childhood by including care services and pre-school education. With the existence of a Children Care Center public facility that involves children as the main actors, an appropriate architectural approach is needed in order to make the Children Care Center a facility that is responsive to all the needs of early childhood as the main users. The Behavioral Architecture approach is the appropriate approach for the Children Care Center facility, because by applying the Behavioral Architecture approach to this facility, it is hoped that the facility can meet the needs of early childhood for what facilities they need by knowing or studying habits, character, behavior, and patterns of early childhood activities.
Pusat Pembinaan dan Rehabilitasi Sosial Khusus Anak Berhadapan dengan Hukum di Denpasar Etika Cahya Wulan; Anak Agung Gede Raka Gunawarman; I Wayan Runa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.1.5225.115-125

Abstract

Selama masa pendemi utamanya 2020-2021 kasus pengaduan anak terus meningkat khususnya di bidang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) baik yang berperan sebagai pelaku, korban ataupun saksi. Di Bali, kasus ini terbilan tinggi mencapai 746 kasus sepanjang tahun 2017-2020 dengan kasus tertinggi anak pelaku pencurian dan kasus tertinggi untuk korban yaitu pelecehan seksual. Untuk itu diperlukan fasilitas sebagai wadah pembinaan terhadap anak yang terlibat kasus hukum sekaligus juga mewadahi kegiatan konseling, sosialisasi dan treatment untuk penyembuhan luka psikis bagi anak yang diakibatkan oleh proses hukum yang panjang agar ABH dapat mendapatkan kepercayaan dirinya dan siap kembali menjalankan fungsi sosialnya secara normal di masyarakat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan mendapatkan data faktual dan akurat. Kajian ini bertujuan mendesain Pusat Pembinaan dan Rehabilitasi Sosial Khusus ABH dengan penerapan konsep Privavy In Healing Environment yang berlokasi di pinggiran kota Denpasar dengan nuansa pedesaan dan alam yang jauh dari kepadatan perkotaan dengan mengutamakan privasi serta aspek pendekatan alam, panca indera dan psikologis ABH. Hasil penerapan konsep ini berupa fasilitas pusat pembinaan dan rehabilitasi sosial yang terkoneksi dengan alam di sekitarnya, di mana hal ini seturut dengan kondisi ABH yang memerlukan interaksi dengan alam untuk mengurangi stress, meningkatkan fungsi kognitif dan kreativitas.
Perencanaan Dan Perancangan Games Center Di Denpasar, Bali I Dewa Made Ryan Wijaya Arta Ryan; A.A. Gede Raka Gunawarman; I Gede Surya Darmawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.1.5552.33-42

Abstract

E-sports, is a recreational sport of competitive games, E-sports are starting to be seen by many as an opportunity to become a business or a job. With easy access to the Internet for everyone, teenagers who are still in doubt about their future enjoy playing games in school, it is because they think they can succeed in becoming an E-sports pro gamer without knowing the process required to become a professional E-sports player. Game Center design to meet the needs of the E-sports community space which currently does not exist in Bali to facilitate the community in the form of an E-sports training place or arena. The concept of E-sports Arena will use the concept of the future, in accordance with the function of the building as an E-sports Arena that describes future sports through competitive video games that continue to develop with new technology.
KONTRUKSI KONSEP CATUR LAWA PURA DASAR BHUWANA GELGEL KLUNGKUNG Anak Agung Gde Raka; I Made Suwitra; Anak Agung Gede Raka Gunawarman
KULTURISTIK: Jurnal Bahasa dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.6.2.5540

Abstract

Multi konsep melandasi pendirian Pura Dasar Bhuwana Gelgel Klungkung. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan terhadap konsep-konsep yang diterapkan sehingga tidak keliru dalam memahami bentuk, fungsi, dan status pura. Ketika dilakukan pengamatan di objek tampak ada kelompok tertentu yang menganggap bahwa dua pelinggih yang berstatus Catur Lawa yaitu Meru Tumpang Tiga Pelinggih Ratu Pasek dan Meru Tumpang Tiga Pelinggih Ratu Pande, adalah pelinggih untuk pemujaan roh leluhurnya. Agar tidak terjadi kesalahpahaman berkelanjutan, maka dalam penelitian ini dilakukan konstruksi terhadap konsepnya dan dikembalikan kepada esensinya. Penelitian yang mengangkat judul “Konstruksi Konsep Catur Lawa Pura Dasar Bhuwana Gelgel Klungkung” menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan datanya dipakai metode observasi, wawancara, dan studi pustaka.