Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Wisata Budaya untuk English Club SMA Negeri 1 Abiansemal Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Susini, Made; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Ni , Rai Ayu Putri Aryaningsih; Aryaningsih, Ni Rai Ayu Putri
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1185

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode komunikatif dalam pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada wisata budaya lokal pada para siswa SMA Negeri 1 Abiansemal. Program ini melibatkan siswa-siswi yang tergabung dalam English Club di SMA Negeri 1 Abiansemal untuk melakukan kunjungan ke kawasan wisata Sangeh Monkey Forest. Selama kunjungan tersebut, setiap siswa diminta untuk membuat vlog berbahasa Inggris guna mempromosikan daya tarik wisata, sejarah, serta nilai-nilai budaya yang ada di lokasi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis siswa dalam bahasa Inggris, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan budaya serta keterampilan literasi digital dan public speaking. Hasil observasi dan analisis menunjukkan bahwa pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman mampu meningkatkan motivasi, keberanian, serta kemampuan komunikasi siswa secara signifikan. Selain itu, proyek ini menunjukkan potensi besar untuk menjembatani dunia pendidikan dengan sektor pariwisata lokal. Dengan mengintegrasikan pembelajaran Bahasa, pariwisata, dan budaya, program ini menjadi model pendidikan yang relevan, partisipatif, dan aplikatif. Disarankan agar pendekatan serupa diterapkan secara berkelanjutan dan diperluas ke lokasi wisata lain sebagai bagian dari inovasi kurikulum berbasis kearifan lokal.
Upaya Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Bahasa Bali Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di Sentra Pengrajin Gerabah, Banjar Binoh, Desa Ubung Kaja Warmadewi, Anak Agung Istri Manik; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Dewi, I Gusti Ayu Agung Istri Sari; Devi, Ni Kadek Dwi Permata; Yuliasih, Ni Luh Made Manik; Kusuma, I Made Angga
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.1011

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan bagian dari sektor perekonomian yang mengandalkan keterampilan, ide, maupun inovasi dalam menghasilkan produk barang dan jasa. Di pulau Bali, keberadaan ekonomi kreatif menjadi salah satu point penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Tercatat sejumlah 4.998 usaha bidang ekonomi kreatif pada tahun 2023 dengan jenis yang paling dominan ialah usaha kriya sejumlah 3.745 usaha. Br. Binoh, Desa Ubung Kaja merupakan salah satu daerah di Kota Denpasar yang memiliki potensi usaha kriya yakni gerabah. Namun, potensi yang dimiliki tidak berjalan selaras dengan antusiasme generasi dalam melestarikan kerajinan gerabah. Hal tersebut terlihat dari karyawan gerabah yang justru cenderung telah berusia lanjut. Maka, dalam rangka mendukung perkembangan potensi ekonomi lokal, pendampingan berupa pelatihan keterampilan pembuatan gerabah perlu dilakukan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ialah pembelajaran berbasis praktik, sehingga serangkaian kegiatan menitikberatkan pada pelatihan keterampilan serta kreativitas peserta dalam berkarya. Pengabdian ini menyasar kepada ibu-ibu PKK Br. Dharma Santi, Desa Ubung Kaja. Dengan adanya pelatihan pembuatan gerabah, diharapkan mampu melatih keterampilan serta dapat dijadikan bekal ilmu yang dapat dibagikan kemBali kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Bahkan mampu menjadi peluang usaha di masa mendatang. Selain mendapat ilmu dan keterampilan membuat gerabah, peserta juga memperoleh output lainnya yakni penambahan kosakata bahasa Bali yang cenderung digunakan selama proses pembuatan gerabah. Output lainnya yang diberikan kepada pengrajin ialah bantuan berupa pembuatan akun sosial media Instagram terkait usaha gerabah di Banjar Binoh, Desa Ubung Kaja.
Peningkatan Imunitas pada Kelompok Prolanis Puskesmas IV Denpasar Selatan Selama Pandemi COVID-19 Lestarini, Asri; Subrata, Tanjung; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Cahyawati, Putu Nita
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15446

Abstract

Banyak faktor yang dapat menurunkan imunitas tubuh, di antaranya diet yang tidak sesuai, kurangnya olahraga serta stres baik fisik maupun psikologis. Selama masa pandemi ini kegiatan Kelompok Program Lansia (Prolanis) Puskesmas IV Denpasar Selatan menjadi menurun. Hal ini mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik, motivasi, kualitas hidup serta menurunkan imunitas. Selain aktivitas fisik, imunitas juga dapat ditingkatkan dengan tetap menjaga pola makan (diet) yang sesuai dengan penyakit yang diderita serta mengombinasikannya dengan olahraga secara teratur. Mitra terdiri dari pasien lanjut usia yang menderita penyakit diabetes melitus yang memerlukan penerapan diet dan olahraga sehingga dapat meningkatkan imunitas selama pandemi COVID-19. Pemberdayaan mitra ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan menerapkan diet yang sesuai serta melakukan exercise agar dapat membantu pengendalian kadar gula darah khususnya bagi pasien diabetes melitus. Metode yang akan dipakai untuk mencapai tujuan tersebut di antaranya melalui penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang diet, dan exercise berupa Resistance and Aerobic Exercise Combination (RabEC) bagi penderita diabetes melitus sampai dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra. Kegiatan dilakukan di Puskesmas IV Denpasar Selatan, dengan melibatkan peserta sebanyak 17 orang peserta. Hasil program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil rerata postest (81,17) lebih tinggi dari hasil rerata pretest (58,23). Setelah diobservasi, didapatkan peningkatan kemampuan peserta untuk melakukan exercise kombinasi tersebut. Diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang serupa sehingga meningkatkan keterampilan anggota Prolanis puskesmas IV Denpasar Selatan dalam exercise kombinasi RabEC.
KAJIAN ELEMEN PEMBENTUK PROPORSI PADA CANDI TEBING TEGALLINGGAH DI DESA BEDULU, BLAHBATUH - GIANYAR Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 6 No. 1 (2018): Juni, 2018
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.6.1.774.32-36

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini merupakan sebuah hasil dari penelitian sebelumnya tentang kajian proporsi pada Candi Tebing Gunung Kawi di Tampaksiring - Gianyar dengan membahas elemen pembentuk proporsi (EPP) serta perhitungan proporsinya. Sedangkan pembahasan dalam hasil penelitian dalam tulisan ini hanya berfokus pada bagian elemen pembentuk proporsi (EPP) dengan objek Candi Tebing Tegallinggah, Blahbatuh, Gianyar. Penelitian ini menggunakan metode mixed method dan metode komparatif dengan analisis deskriptif. Perbedaan EPP pada Candi Tebing Gunung Kawi dan Tegallinggah terlihat jelas pada EPP kaki candi dan kepala candi. Bagian kepala Candi Tebing Tegallinggah hanya memiliki satu tingkatan saja dengan angklok/mendur yang berbeda dengan candi tebing lainnya. Kata Kunci : candi tebing, elemen pembentuk, proporsi ABSTRACT This article contains result from previous research about Candi Tebing Gunung Kawi proportion study in Tampaksiring – Gianyar discussing about it’s proportion-forming elements (EPP) and also it’s proportional calculation. Meanwhile the discussion in this article only focused on proportion-forming elements (EPP) on Candi Tebing Tegallinggah located in Blahbatuh, Gianyar as it’s object study. This research use mixed methods and comparative research method with descriptive anlysis. The results of this research was the difference between EPP on Candi Tebing Gunung Kawi and Tegallinggah that looks clear on it’s Candi’s Foot and Head EPP. On the Head part of Candi Tebing Tegallinggah has just only 1 level with angklok/mendur which is different from the other. Keyword : Candi Tebing, proportion, proportion-forming
FAKTOR-FAKTOR PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN ULAYAT AKIBAT REKLAMASI DI PULAU SERANGAN I Gede Surya Darmawan; Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 6 No. 1 (2018): Juni, 2018
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.6.1.775.37-44

Abstract

ABSTRAK Fenomena reklamasi di Pulau Serangan telah merubah pola penggunaan lahan termasuk lahan ulayatnya seperti Lahan Pelaba Pura dan Lahan Druwe Desa. Berbagai jenis perubahan penggunaan lahan baik dari segi bentuk, ukuran, luasan, letak, dan jenis penggunaan lahan ulayatnya, tentunya dilatarbelakangi oleh berbagai faktor seperti faktor fisik lahan, ekonomi, kelembagaan, dan faktor-faktor lainnya. Adapun metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode purposif sampling. Hasil penelitian didapatkan 6 kasus jenis perubahan penggunaan lahan ulayat yaitu kasus 1 (penyatuan Banjar Kubu dengan Banjar Dukuh), kasus 2 (perluasan areal Kuburan), kasus 3 (perubahan letak dan luasan Pasar, LPD, dan KUD), kasus 4 (lahan hasil reklamasi yang dijadikan Balai Konservasi Penyu dan Fasilitas Watersport), kasus 5 (pura-pura kepemilikan Puri Kesiman), kasus 6 (pura-pura kepemilikan Desa Pakraman Serangan). Berdasarkan keenam kasus tersebut, penyebab utama terjadinya perubahan penggunaan lahan ulayat di Pulau Serangan adalah datangnya investor PT. BTID yang melaksanakan reklamasi menjadi empat kali lipat dari luas asli Pulau Serangan serta membeli dan tukar guling lahan eksisting untuk dijadikan kepemilikan PT. BTID seperti kasus tukar guling lahan Banjar Kubu. Faktor utama inilah yang mendukung terjadinya perubahan fisik lahan ulayat dan sosial budaya masyarakat setempat serta faktor kelembagaan dari pihak PT. BTID dan lembaga adat yaitu Desa Pakraman Serangan serta pihak Puri Kesiman yang membuat suatu perjanjian dalam hal eksistensi lahan ulayat pasca reklamasi. Terdapat suatu kompensasi yang dijanjikan oleh PT. BTID yang pada dasarnya menguntungkan semua pihak namun terdapat beberapa perjanjian yang hingga sekarang masih belum direalisasikan oleh pihak PT. BTID karena proyek mega wisata ini masih belum dilanjutkan. Selain itu terdapat pula faktor di luar nalar manusia yaitu adanya pawisik dari Ida Bhatara kepada tokoh masyarakat setempat untuk mendirikan Pura Batu Api dan Pura Batu Kerep. Kata Kunci : faktor-faktor pengaruh, lahan ulayat, reklamasi ABSTRACT The phenomenon of reclamation in Serangan Island has changed the land use pattern including Ulayat Land such as Pelaba Pura Land and Druwe Desa Land. Various types of land use change in terms of shape, size, extent, location and type of Ulayat Land, of course, backed by various factors such as physical factors land, economy, institutional, and other factors. The methodology used qualitative descriptive with purposive sampling method. The result of this research are 6 cases of land use change, namely case 1 (Banjar Kubu and Banjar Dukuh), case 2 (extension of cemetery area), case 3 (location change and area of Traditional Market, LPD and KUD), case 4 (land post-reclamation that was used as Turtle Conservation Center and Watersport Facilities), case 5 (temples ownership of Puri Kesiman), case 6 (temples be ownership of Desa Pakraman Serangan). Based on the six cases, the main cause of the change of Ulayat Land on Serangan Island is the arrival of PT. BTID that carried out the reclamation to be four times the original area of Serangan Island as well as buy and exchange the existing land for the ownership of PT. BTID is like Banjar Kubu land swap. This is the main factor that supports the physical changes of ulayat land and socio-culture of local communities and institutional factors of PT. BTID and customary institutions namely Desa Pakraman Serangan and Puri Kesiman made an agreement in terms of ulayat land existence after reclamation. There is a compensation promised by PT. BTID which basically benefits all parties but there are some agreements that until now still not realized by the PT. BTID because the mega tourism project is still not resumed. In addition there are also factors outside the human reason that the pawisik from Ida Bhatara to local community leaders to establish Pura Batu Api and Pura Batu Kerep. Keywords: influence factors, lahan ulayat, reclamation
ECOTOURISM-BASED SETTLEMENT PLANNING IN KARANGDALEM I SETTLEMENT, BONGKASA PERTIWI -BALI Raka Gunawarman; Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.7.2.1568.75-82

Abstract

The group of Silver Craftsman Cipta Karya Pertiwi Br. Karang Dalem I of the Bongkasa Pertiwi Village, Abiansemal-Badung has the potential to be developed as a tourist destination. This potential is still not able to be processed properly considering the declining silver crafters that do exist in Br. Karang Dalem I. A fundamental problem that needs special attention is that the traditional silver crafters will not become extinct because they are defeated by silver artisans with machines in other areas. The residential environment owned by Br. Karang Dalem I has also become an asset that has a high sale value with a unique atmosphere of a traditional Balinese residential environment. It just needs a little touch so that the face of this region is increasingly supportive as a tourist destination with productive economic products. Lack of understanding and awareness of partner groups about products, management, and the environment are fundamental issues raised in this PKM. The solutions offered are divided into 3 parts: solutions for products, management and environmental management. The output of the solution in the aspect of product production is a change in the mechanism of the production process without reducing production details and traditions. The output of management solutions is improving business performance and community welfare. The output of settlement settlement structuring solutions is the changing face of a stronger environment into a tourism-worthy environment with architectural and landscape elements.
POTENSI PERMUKIMAN PERAJIN PERAK TRADISIONAL BERBASIS ARSITEKTUR DAN EKONOMI KREATIF DI DESA CELUK, GIANYAR Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Anak Agung Gede Raka Gunawarman; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 8 No. 1 (2020): Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa [June 2020]
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.8.1.1908.37-44

Abstract

The silver handicraft industry in Celuk Village, Gianyar is the second largest silver craft center in Indonesia after the Gede city of Yogyakarta. The superiority of silver handicrafts in Celuk village is the unique jewelry design and still going through the traditional craftsmanship process as well as being a tourist destination. In addition, the situation around Celuk Village is seen experiencing rapid development in terms of tourist destinations. The existence of these destinations has the opportunity to optimize the traditional silver crafters' settlements as tourist accommodation. There is a need for research on criteria for tourism accommodation standards, policies, and future governance to be the outcome of this research. The draft academic manuscript which can be a reference for issuing standardization and rules of custom or service is expected to encourage Celuk Village to be the best tourist destination in Gianyar Regency that is independent and able to meet the welfare of its village residents through the existing tourism potential. By using explorative qualitative research methods, found the potential of silver crafters settlements in the village of Celuk where in addition to the space to live and work, there are areas that can be used as guest houses or homestays. Keywords: settlement; tourism; potential
Kajian Kenyamanan Termal Bale Meten Sakutus di Seminyak, Kabupaten Badung – Bali Anak Agung Gede Raka Gunawarman; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 8 No. 2 (2020): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.8.2.2915.56-64

Abstract

Bale meten in Balinese architecture is one of the buildings in the yard of a traditional Balinese house that has a function as a place to store heirloom objects (it can also be called a sacred space) or as a place to sleep for the oldest person. The application of sakutus on the bale meten in the indoor area is a solution for the outside air gap to enter the room. Bale Meten Sakutus with Kampiah roof construction also functions as air circulation as well as the gap between the roof and the wall. The application of sustainable principles is very clearly applied to Balinese architectural buildings, both from the use of natural air and natural light. The loss of sakutus in the space in the bale meten indirectly causes changes in the circulation of air in and out. The closure of the gap between the wall and the roof due to the use of the ceiling may make air circulation not smooth anymore. The proof of the thermal comfort of an architecture that is still strong with traditional values ​​and principles is the subject of this research. The method chosen for the implementation of this research is a mixed method with a focus on site or field research. The object of research in the form of bale meten will consist of two types in the same location, if necessary, it is a house or yard that is adjacent / neighboring in order to obtain optimal and objective data. Measurements were made on the same day and hour with the help of measuring instruments and temperature data from Google at the time of data collection.
Pendekatan Healing Environment untuk Perancangan Pusat Pelayanan Terapi dan Rumah Singgah Kanker Anak di Denpasar Nilla Shanti Rimadhani Prasetyo; Ni Wayan Meidayanti Mustika; Anak Agung Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3465.153-162

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang cukup serius di Indonesia, khususnya jumlah pasien kanker anak di Bali kian meningkat setiap tahunnya. Permasalahan yang ada adalah kanker berdampak buruk tidak hanya pada aspek kesehatan fisik namun juga psikologis pada pasien, Pemulihan diperburuk oleh minimnya fasilitas pengobatan kanker anak yang didukung lingkungan pemulihan yang baik. Untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan fasilitas pusat pelayanan terapi dan rumah singgah kanker anak yang mampu mendukung percepatan pemulihan pasien kanker anak. Suasana dan lingkungan merupakan salah satu elemen yang dapat mempengaruhi perkembangan penyembuhan. Kajian ini bertujuan untuk mendesain pusat pelayanan terapi dan rumah singgah kanker anak yang menerapkan pendekatan healing environment dan tema arsitektur modern tropis. Metode yang digunakan dalam paper ini adalah deskriptif kualitatif dan programatik yang bertujuan menganalisis sesuai dengan fakta dan kondisi sebenarnya. Hasilnya digunakan sebagai pendekatan desain dan diperkaya dengan konsep healing environment dan tropis modern.Penerapan konsep healing environment pada bangunan pusat pelayanan terapi dan rumah singgah kanker anak tmencakup penerapan konsep unsur panca indra dan unsur hubungan lingkungan terbangun dengan alam sekitar dan unsur penyembuhan psikologis. Adapun konsep healing environment secara fisik diwujudkan dalam desain fasilitas terapi kanker dan rumah singgah dengan memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alamiah, integrasi unsur alam dalam ruang, kontrol kebisingan, aspek warna menenangkan, kenyamanan visual, aroma dan penggunaan material alamiah. Hasil penerapan pendekatan healing environment dapat menghasilkan desain fasilitas terapi kanker anak dan rumah singgah yang suportif dan membantu proses pemulihan pasien kanker anak.
Perencanaan dan Perancangan Eco Lakeside Glamping (Glamour Camping) di Kecamatan Kintamani, Bangli Kadek Putra Mahendra; I Nyoman Gede Maha Putra; A. A. Gede Raka Gunawarman
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Glamping accommodation into one type of creative tourist accommodation and has become a trend in recent years. Glamping is created from the saturation of tourist accommodation with the desire to experience the outdoors or camping by paying attention to user comfort and the necessary facilities without losing the meaning of camping itself. owned by Kintamani. The increase in tourist accommodation in Bali, especially Kintamani every year is balanced with environmental destruction, so Glamping accommodation is the right choice. Besides that, with the potential that Kintamani has with natural beauty that is in great demand, one of which is Lake Batur itself which is in Kintamani able to provide added value to enjoy glamping accommodation, but in its design later the cold climate and existing topography are important points that must be considered.