Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

PROGRAM REMEDIAL PENGAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN ANALISIS KESALAHAN Zamzani, Zamzani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1984,TH.IV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.124 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7452

Abstract

Pendidikan dan pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan dan dikembangkan sehingga mencakup semua lembaga pendidikan dan menjangkau masyarakat luas, demikian isarat yang diberikan oleh GBHN 1983. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang berhasilnya pengajaran bahasa Indonesia selama ini yang bukan hanya merupakan suara burung yang bernada sumbang tetapi ditopang oleh hasil penelitian terhadap pengajaran bahasa Indonesia yang dilakukan selama ini. Selain itu, ada suatu kesadaran akan kewajiban kita untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bahasa resmi kenegaraan. Bila kita membatasi diri dalam kancah kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah, kita dapat melihat keadaan anak didik kita yang sebagian besar mempunyai bahasa ibu bahasa daerah (seperti bahasa Jawa, Sunda, Bali, Batak, dsb) dan mengakui sisi bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Dengan demikian, sebagian besar mereka merupakan bilingual, bahkan mungkin multilingual. Keadaan seperti ini bila tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya akan merugikan karena akan dapat menimbulkan kekacauan bahasa, setidak-tidak nya akan menimbulkan kesulitan di dalam mengajarkan bahasa dalam usaha membina dan mengembangkan bahasa Indonesia (Halim 1979). Kekaaauan bahasa Indonesia sekarang ini diperbesar lagi oleh kurangnya penguasaan bahasa Indonesia bukan saja di kalangan rakyat banyak tetapi juga di kalangan terpelajar. Penyebab kurangnya penguasaan bahasa Indonesia adalah (1) kurangnya motivasi bagi pemakai bahasa Indonesia yang baik, (2) kenyataan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua bagi kebanyakan orang Indonesia, dan (3) anggapan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah bagi orang Indonesia sebab bahasa itu adalah bahasa sendiri dan oleh sebab itu tidak perlu dipelajari (Ibid).
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM TESISMAHASlSWAIKIP YOGYAKARTA Zamzani Zamzani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1985,TH.IX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.7424

Abstract

Pengajaran bahasa Indonesia diarahkan pada ·tercapainya keterampilan berbahasa Indonesia, penguasaan pengetahuan yangbaik mengenai bahasa· Indonesia, .dan pemilikan sikap positif terhadap bahasa Indonesia termasuk ·sastranya (Halim. 1975: 9). Di samping itu, pengajaran bahasa Indonesia dipandang sebagai sarana, antara lain untuk membakukan ragam-ragam bahasa. Arah pengajaran bahasa Indonesia tersebut tentu saja meliputi .cakupan yang dimulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Untuk itu, perlu kita lihat penggunaan ragambahasa yangdilakukanoleh para mahasiswakita. Salah satu ragam bahasa yang akan kitalihatadalah penggunaan bahasa resmi. sebagai salah satu .ragam penggunaan bahasa. Tujuan akhir pengajaran bahasa Indonesia di Indonesia khususnyadi perguruan tinggi (Sarwadi dkk. J982: 17-18) adalah adanya penguasaan bahasa Indonesia yang mencakup (l)kesanggupan memahami apa yang dikatakan/ditulis olehorang lain di .dalam bahasa Indonesia, dan (2) kesanggupan memanfaatkan bahasa. Indonesia untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan keinginan,baik secara lisan maupun tertulis dengan tepat sesuai dengan kondisi, bahan yangdikemukakan, serta 'hubungan sosial budaya yang terlibat, dengan tak menggunakan bahas~ asing atau bahasa-bahasa lain selain bahasa Indonesia yang tidak benar-benar dibutuhkan. Lebih jauh lagi, kita perlu berusaha menanamkan kesadaran serta sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasanasional dan bahasa resmi pada setiap pribadi mahasiswa, calon inovator }sebudayaan Indonesia yang baik dan bertanggung jawab seirama dengan standardisasi bahasa. Indonesia
PLEONASME PEMBOROSAN DALAM TINDAK BERBAHASA Zamzani Zamzani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.7416

Abstract

Bila dilihat sepintas lalu, judul di atas seolah-olah merupakan suatu vonis atau penghakiman bahwa pleonasme merupakan bentuk pemborosan dalam tindak berbahasa secara urnum. Penulis saran sekali tidak ingin menyatakan demikian. Sebenarnya penulis justru merasakan adanya suatu tanda tanya apakah secara umum pleonasme dapat dikatakan sebagai suatu bentuk pemborosan dalam tindak berbahasa, ataukah dalam kesempatan tertentu dapat dianggap sebagai suatu bentuk penggunaan bahasa yang efektif dan efisien.Pertanyaan tersebut timbul dalam benak.penulis, karena dalam kenyataan tindak berbahasa dijumpai bermacam-macam variasi. Variasi ini dipengaruhi oleh adanya faktor-faktor di luar konteks lingual yang menuntut seseorang melakukan tindak berbahasa dengan gaya dan cara penampilan khusus. Misalnya, situasi pembicaraan, materi yang dibicarakan, hubungan antar partisipan (dalam pembicaraan), media yang digunakan, tempat, waktu, latar belakang sosial, latar belakang pendidikan, kepribadian partisipannya dan sebagainya. Timbulnya variasi bahasa yang muneul dalam bentuk ragam bahasa, dialek sosial, dialek regional (geografis), dialek temporal ini (Kridalaksana. 1975: 9) merupakan refleksi adanya kekuatan sentrifugal yang menandai suatu bahasa masih hidup.Jawaban terhadap pertanyaan tersebut cukup mudah diberikan bila hanya ingin pernyataan ya atau tidak. Ya atau tidak sebenarnya tidaklah begitu penting. Yang penting adalah mengapa ya dan mengapa tidak, kapan ya dan kapan .tidak, kapan dianjurkan (baca:diizinkan) dan kapan pula dikecam.