Articles
Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pemanfaatan Jamur Kuping di Kecamatan Wonosari
Siti Zulaekah;
S Suwaji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2851.063 KB)
Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten memiliki poteni ekonomi yangcukup baik, salah satunya adalah terdapatnya pembudidayaan jamurkupingoleh petani jamur kuping. Akan tetapi, petani jamur kuping,khususnya anggota kelompok tani jamur kuping di DesaLumbungkerep masih menghadapi beberapa permasalahan. Beberapamasalah tersebut adalah hasil panen jamur kuping dari petani dibelioleh tengkulak dengan harga yang sangat murah dibandingkan denganharga di pasaran. Di sisi lain, petani tidak mampu menjual sendirijamur kupingnya secara langsung di supermarket maupun di pasarpasartradisional, sehingga hasil panen sering kali tidak bisadipasarkan dan modal usaha berhenti karena sering merugi, sehinggabudidaya jamur tidak biasa dilanjutkan. Potensi lain di wilayah iniadalah masih terdapatnya ibu-ibu rumah tangga yang punya banyakwaktu luang, sehingga dapat diberikan usaha untuk membantuperekonomian rumah tangganya. Tujuan kegiatan pengabdianmasyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilanibu-ibu untuk dapat mengolah jamur kuping menjadi makanan jajananserta dapat. Selain itu tujuan kegiatan ini adalah memanfatkan jamurkuping dari petani, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi darijamur kuping. Sasaran kegiatan adalah petani dan ibu-ibu. Metodekegiatan yang diberikan adalah pelatihan kepada kelompok ibu-iburumah tangga mulai dari cara membuat tepung jamur kuping, caramembuat adonan, cara mengolah adonan, cara mengemas produk dancara memasarkan produk sehingga menjadi produk pangan komersil.Selain itu juga membantuibu-ibu mempunyai UMKM sendiri yangmengolah jamur kuping hasil petani jamur dan memasarkan produkolahan tersebut.Hasil dan luaran kegiatan ini adalah meningkatnyapengetahuan dan keterampilan anggota kelompok ibu-ibu rumahtangga dalam memanfatkan jamur kuping meningkat. Selain itu ibu-ibutelah memiliki keterampilan mengolah berbagai produk pangankomersil berbasis jamur kuping seperti cumi-cumi, onde-onde sertamakanan lain. Saat ini telah tumbuh pula UMKM KHASANAH yangbergerak dalam bidang pengolahan makanan jajanan berbasis produkolahan jamur kuping dan pemasaran produk tersebut.
Pengetahuan Kesehatan Mental Ibu Hamil di Puskesmas Wilayah Kota Surakarta
Yuli Kusumawati;
Siti Zulaekah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.93 KB)
Salah satu kelompok rentan mengalami masalah kesehatan mental adalah ibu hamil. Depresi merupakan gangguan mental umum yang sering terjadi pada wanita hamil dan nifas. Namun gangguan kesehatan mental ini belum dilihat sebagai penyakit dan masih dianggap kurang penting. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan mental. Penelitian observasional dengan desain cross sectional ini dianalisis secara deskriptif. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan antenatal care (ANC) di wilayah puskesmas Penumping, Manahan, Purwosari, Purwodiningratan, Gilingan dan NgoresanKota Surakarta. Sampel sebanyak 40 orang, diambil secara cluster random sampling berdasarkan wilayah puskesmas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi langsung oleh ibu hamil. Análisis data secara deskriptif menggunakan software stastistik. Temuan penelitian menunjukkan hanya sebagian kecil ibu hamil yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan mental dalam kategori baik (13%) dan lebih dari tiga per empat ibu hamil, memiliki pengetahuan kesehatan mental dalam kategori sedang (77%). Implikasi studi ini perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan memberikan edukasi tentang kesehatan mental di layanan antenatal care (ANC) primer.
TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN INDEKS MASA TUBUH PASIEN OVERWEIGHT PENGUNJUNG FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
Siti Zulaekah;
Abrianti Oktaria
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.324 KB)
Kejadian overweight pada orang dewasa dipengaruhi oleh banyakfaktor, diantaranya adalah: genetik, pola makan, tingkat kecukupanzat gizi, tingkat aktivitas fisik, aktifitas olahraga dan kondisi sosialekonomi individu.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubunganantara tingkat kecukupan zat gizi makro dan indeks massa tubuhpada pasien overweight pengunjung fasilitas kesehatan tingkatpertama.Jenis penilitian ini adalah penelitian observasional denganpendekatan cross sectional. Jumlah sampel 100 orang denganmetode pengambilan menggunakan consecutive random samplingTingkat kecukupan zat gizi makro diperoleh dengan wawancaramenggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questioner selama3 bulan terakhir kemudian dianalisis dengan program nutrisurvey.Indeks masa tubuh(IMT) diperoleh melalui pengukuran berat badandan tinggi badan. Uji hubungan tingkat kecukupan zat gizi makrodan IMT menggunakan uji Rank Spearman.Hasil penelitian meunjukkan bahwa tingkat kecukupan zat gizi padasubjek penelitian dalam kategiri energi kurang : 20% , normal : 21%dan berlebih : 59% . Kategori protein kurang: : 53%, normal : 27%dan berlebih :20%. Kategori lemak kurang : 5%, normal: 16% danberlebih : 79%. Sedangkan kategori karbohidrat kurang :12%,normal : 15% dan berlebih : 73%. Hasil pengukuran IMTmenunjukkan rata-rata IMT subjek adalah 25,98 Kg/Cm2. Hasilanalisis statistik uji Rank Spearman menunjukkan tidak adahubungan tingkat
Booklet sebagai Media Edukasi dalam Meningkatan Pengetahuan Kesehatan Mental Ibu Hamil
Yuli Kusumawati;
Siti Zulaekah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.183 KB)
Saat ini masalah kesehatan mental menambah beban dan berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Kurangnya pengetahuan pada wanita hamil dan nifas, menyebabkan rentan terhadap gangguan kesehatan mental, seperti depresi. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan mental dan gangguannya yang terjadi selama hamil termasuk kategori sedang 70% dan kategori kurang 10%. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan mental ibu hamil dengan memberikan edukasi dengan media booklet, dan menguji efektifivitas media booklet meningkatkan pengetahuan kesehatan mental ibu hamil. Studi Quasi exsperiment ini dilaksanakan dengan desain pretestposttest with control group. Populasi penelitian adalah ibu hamil primigravida yang melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas wilayah Kota Surakarta. Sampel dipilih cluster random berdasarkan puskesmas yang memiliki jumlah ibu hamil terbanyak. Dua puskesmas yang terpilih secara acak adalah puskesmas Ngoresan sebagai lokasi intervensi dan puskesmas Sangkrah sebagai lokasi kontrol. Sampel ibu hamil masing-masing sebanyak 26 orang. Penentuan sampel ibu hamil secara purposive. Kriteria inkluasi: Ibu hamil primigravida, kehamilan tunggal, bersedia mengikuti penelitian dengan mengisi informed consent. Kriteria eksklusi: ibu hamil dengan komplikasi atau memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes mellitus, penyakit jantung dan hipertensi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, yang diisi oleh ibu hamil secara mandiri. Prestest dilakukan pada ibu hamil ANC di puskesmas, pada kelompok intervensi ibu hamil diberikan edukasi media booklet. Selanjutnya posttest dilaksanakan empat minggu setelah pretest, dilakukan di rumah masing-masing. Data dianalisis dengan uji peired t dan uji t independent, menggunakan software SPSS 20. Ada perbedaan skor pengetahuan kesehatan mental ibu hamil antara sebelum dan sesudah edukasi dengan media booklet (p value 0,000). Media edukasi booklet efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan mental ibu hamil. Booklet sebagai media edukasi, dapat digunakan untuk menyampaikan materi kesehatan mental dan berhasil meningkatkan pengetahuan kesehatan mental ibu hamil.
PENGARUH LOKASI PANEN TERHADAP KARAKTERISTIK GIZI TEPUNG UBI JALAR UNGU SEBAGAI BAHAN PANGAN FUNGSIONAL
Siti Zulaekah;
Endang Nur Widiyaningsih;
Rusdin Rauf
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.465 KB)
Karakteristik gizi tepung ubi jalar ungu berpengaruh terhadap pertimbangan dalam pengembangan produk pangan berbahan dasar ubi jalar ungu. Karakteristik gizi tepung ini sangat berpengaruh terhadap mutu produk pangan olahannya Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lokasi panen yang berbeda terhadap karakteristik gizi tepung ubi jalan ungu. Sumber ubi jalar ungu diperoleh dari 3 lokasi, yaitu : Boyolali, Karanganyar dan Ngawi, kemudian dilakukan pembuatan tepung. Tepung ubi jalar ungu yang diperoleh dilakukan pengujian karakteristik gizi yang meliputi lemak, protein, pati, dan amilosa.Data dianalisis menggunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lokasi panen terhadap kadar protein, kadar pati dan amilosa tepung ubi jalar ungu (p < 0,05) tetapi tidak ada pengaruh lokasi panen terhadap kadar lemak. Hasil pengujian karakteristik tepung ubi jalar ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam formulasi diversifikasi produk pangan berbahan dasar ubi jalar ungu.
Sifat Kimia Ubi Jalar Ungu berdasarkan Lokasi Panen sebagai Bahan Pangan Fungsional
Zulaekah, Siti;
Widiyaningsih, Endang Nur;
Kurnia, Pramudya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian terdahulu yang telah dilakukan menunjukkan pengaruh luas panen dan perlakuan awal dalam pembuatan tepung ubi jalar ungu terhadap kandungan polifenol, kandungan antosianin dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh luas tanam yang berbeda dan perlakuan awal pada luas tanam yang berbeda dan perlakuan awal pada pembuatan tepung ubi jalar ungu terhadap karakteristik kimiawi. Ubi jalar ungu diperoleh dari 3 sumber yaitu Boyolali, Karanganyar dan Ngawi kemudian dibuat preparat pembuatan tepung seperti pada penelitian sebelumnya yaitu penggunaan bisulfit, pengukusan dan kombinasi bisulfit dan pengukusan. Tepung ubi ungu Teston termasuk komposisi kimia atau komponen makro. Terdapat pengaruh area panen terhadap kadar air tepung ubi jalar ungu pada berbagai perlakuan awal yang masing-masing memiliki nilai p < 0,05. Tepung ubi jalar ungu dari Karanganyar dan Ngawi menunjukkan adanya pengaruh berbagai perlakuan terhadap kadar abu dengan nilai signifikansi (p=0,005 dan p=0,006). Tepung ubi ungu asal Boyolali tidak memberikan pengaruh apapun terhadap kandungan lemak pada variasi perlakuan awal. Terdapat pengaruh lokasi panen yang bervariasi terhadap sifat kimia tepung ubi jalar ungu. Secara statistik, lokasi panen berpengaruh terhadap karakteristik kimia tepung ubi jalar ungu, termasuk kadar air, protein, pati dan amilosa.
Efforts to Reduce Maternal, Infant, and Under-Five Mortality in Semarang Regency
Widiyaningsih, Endang Nur;
Zulaekah, Siti;
Aprilliani, Dhian Sukma;
Seftyarini, Syafiqa Rifda
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In 2019, the poverty rate in Semarang Regency declined to 7.04%, down from 7.29% in 2018. Nevertheless, the number of maternal, infant, and under-five deaths in the region increased in 2020 compared to the previous year. Despite numerous interventions that have been implemented, mortality rates among mothers, infants, and young children remain considerably high. This condition is primarily attributed to the inadequate number of healthcare professionals in proportion to the population that must be served across an extensive geographical area. In light of this analysis, the present community engagement initiative seeks to contribute constructively through the development of nutrition education media aimed at promoting nutritional awareness and preventing early maternal, infant, and child mortality. The educational media will be designed to be engaging and culturally appropriate, aligning with the characteristics of the local population in Semarang Regency. Furthermore, this initiative also aims to develop a variety of supplementary feeding (PMT) menus to serve as a reference for improving the nutritional intake of pregnant women and those experiencing Chronic Energy Deficiency (CED).
Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pemanfaatan Jamur Kuping di Kecamatan Wonosari
Zulaekah, Siti;
Suwaji, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten memiliki poteni ekonomi yangcukup baik, salah satunya adalah terdapatnya pembudidayaan jamurkupingoleh petani jamur kuping. Akan tetapi, petani jamur kuping,khususnya anggota kelompok tani jamur kuping di DesaLumbungkerep masih menghadapi beberapa permasalahan. Beberapamasalah tersebut adalah hasil panen jamur kuping dari petani dibelioleh tengkulak dengan harga yang sangat murah dibandingkan denganharga di pasaran. Di sisi lain, petani tidak mampu menjual sendirijamur kupingnya secara langsung di supermarket maupun di pasarpasartradisional, sehingga hasil panen sering kali tidak bisadipasarkan dan modal usaha berhenti karena sering merugi, sehinggabudidaya jamur tidak biasa dilanjutkan. Potensi lain di wilayah iniadalah masih terdapatnya ibu-ibu rumah tangga yang punya banyakwaktu luang, sehingga dapat diberikan usaha untuk membantuperekonomian rumah tangganya. Tujuan kegiatan pengabdianmasyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilanibu-ibu untuk dapat mengolah jamur kuping menjadi makanan jajananserta dapat. Selain itu tujuan kegiatan ini adalah memanfatkan jamurkuping dari petani, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi darijamur kuping. Sasaran kegiatan adalah petani dan ibu-ibu. Metodekegiatan yang diberikan adalah pelatihan kepada kelompok ibu-iburumah tangga mulai dari cara membuat tepung jamur kuping, caramembuat adonan, cara mengolah adonan, cara mengemas produk dancara memasarkan produk sehingga menjadi produk pangan komersil.Selain itu juga membantuibu-ibu mempunyai UMKM sendiri yangmengolah jamur kuping hasil petani jamur dan memasarkan produkolahan tersebut.Hasil dan luaran kegiatan ini adalah meningkatnyapengetahuan dan keterampilan anggota kelompok ibu-ibu rumahtangga dalam memanfatkan jamur kuping meningkat. Selain itu ibu-ibutelah memiliki keterampilan mengolah berbagai produk pangankomersil berbasis jamur kuping seperti cumi-cumi, onde-onde sertamakanan lain. Saat ini telah tumbuh pula UMKM KHASANAH yangbergerak dalam bidang pengolahan makanan jajanan berbasis produkolahan jamur kuping dan pemasaran produk tersebut.
Pengetahuan Kesehatan Mental Ibu Hamil di Puskesmas Wilayah Kota Surakarta
Kusumawati, Yuli;
Zulaekah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu kelompok rentan mengalami masalah kesehatan mental adalah ibu hamil. Depresi merupakan gangguan mental umum yang sering terjadi pada wanita hamil dan nifas. Namun gangguan kesehatan mental ini belum dilihat sebagai penyakit dan masih dianggap kurang penting. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan mental. Penelitian observasional dengan desain cross sectional ini dianalisis secara deskriptif. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan antenatal care (ANC) di wilayah puskesmas Penumping, Manahan, Purwosari, Purwodiningratan, Gilingan dan NgoresanKota Surakarta. Sampel sebanyak 40 orang, diambil secara cluster random sampling berdasarkan wilayah puskesmas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi langsung oleh ibu hamil. Análisis data secara deskriptif menggunakan software stastistik. Temuan penelitian menunjukkan hanya sebagian kecil ibu hamil yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan mental dalam kategori baik (13%) dan lebih dari tiga per empat ibu hamil, memiliki pengetahuan kesehatan mental dalam kategori sedang (77%). Implikasi studi ini perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan memberikan edukasi tentang kesehatan mental di layanan antenatal care (ANC) primer.
TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN INDEKS MASA TUBUH PASIEN OVERWEIGHT PENGUNJUNG FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
Zulaekah, Siti;
Oktaria, Abrianti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kejadian overweight pada orang dewasa dipengaruhi oleh banyakfaktor, diantaranya adalah: genetik, pola makan, tingkat kecukupanzat gizi, tingkat aktivitas fisik, aktifitas olahraga dan kondisi sosialekonomi individu.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubunganantara tingkat kecukupan zat gizi makro dan indeks massa tubuhpada pasien overweight pengunjung fasilitas kesehatan tingkatpertama.Jenis penilitian ini adalah penelitian observasional denganpendekatan cross sectional. Jumlah sampel 100 orang denganmetode pengambilan menggunakan consecutive random samplingTingkat kecukupan zat gizi makro diperoleh dengan wawancaramenggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questioner selama3 bulan terakhir kemudian dianalisis dengan program nutrisurvey.Indeks masa tubuh(IMT) diperoleh melalui pengukuran berat badandan tinggi badan. Uji hubungan tingkat kecukupan zat gizi makrodan IMT menggunakan uji Rank Spearman.Hasil penelitian meunjukkan bahwa tingkat kecukupan zat gizi padasubjek penelitian dalam kategiri energi kurang : 20% , normal : 21%dan berlebih : 59% . Kategori protein kurang: : 53%, normal : 27%dan berlebih :20%. Kategori lemak kurang : 5%, normal: 16% danberlebih : 79%. Sedangkan kategori karbohidrat kurang :12%,normal : 15% dan berlebih : 73%. Hasil pengukuran IMTmenunjukkan rata-rata IMT subjek adalah 25,98 Kg/Cm2. Hasilanalisis statistik uji Rank Spearman menunjukkan tidak adahubungan tingkat