Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Bios Logos

Penyalutan Bakteri Asam Laktat Hasil dari Fermentasi Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) dengan Pewarna Bunga Telang (Clitoria ternatea) Masengi, Kyoko Itsuko Etsuko Gabriela; Siampa, Jainer Pasca; Tallei, Trina Ekawati
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.2.2020.29047

Abstract

ABSTRAKBakteri sebagai hasil fermentasi dari kulit buah nanas (Ananas comosus) mengandung bakteri asam laktat yang dapat berperan sebagai probiotik. Agar bakteri dinyatakan sebagai probiotik bakteri harus mampu bertahan pada pH rendah, sehingga dilakukan penyalutan menggunakan metode ekstrusi dengan polimer alginat yang diwarnai dengan ekstrak bunga telang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh simulasi cairan lambung terhadap viabilitas bakteri yang disalut dengan menggunakan polimer alginat dan mengevaluasi pertumbuhan bakteri pada media De Man Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) dan Nutrient Agar (NA). Metode penelitian terdiri dari proses fermentasi kulit buah nanas, enkapsulasi menggunakan polimer alginat dengan metode ektstrusi dan uji viabilitasnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa terjadi pengurangan jumlah bakteri dan berat enkapsul yang disebabkan oleh pH rendah. Perubahan warna enkapsul terjadi setelah dipaparkan pada larutan simulan cairan lambung. Pertumbuhan bakteri pada NA lebih banyak dibandingkan dengan medium MRSA. Hal ini dikarenakan media NA merupakan media yang tidak selektif, sehingga mikroorganisme lain selain bakteri asam laktat dapat bertumbuh. Kata Kunci: ekstrusi; enkapsulasi; fermentasi; kulit buah nanas.  ABSTRACTFermentation product of pineapple fruits skin (Ananas comosus) contains lactic acid bacteria (LAB) which can serve as probiotics. In order to be declared as a probiotic, bacteria must be able to survive at low pH, thus encapsulation was carried out using the extrusion method with alginate polymers dyed with telang extract. This study aims to evaluate the effect of simulated gastric fluid (GSF) on the viability of bacteria encapsulated with alginate polymers and evaluate bacterial growth on De Man Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) and Nutrient Agar (NA). The research method consisted of the fermentation process of pineapple peel, encapsulation using the alginate polymers with the extrusion method and its viability test. The results of the study was obtained that there was a reduction in the number of bacteria and encapsule weight caused by low pH. There were also changes in color of the microcapsules after being exposed to GSF. The bacterial growth in the NA exceeded the growth in the MRSA medium. This is due to NA is a non-selective medium, thus microorganisms besides lactic acid bacteria can grow. Keywords: encapsulation; extrusion; fermentation; pineapple fruit skin.
Enkapsulasi Bakteri Asam Laktat Hasil Fermentasi Buah Salak (Salacca zalacca) Lokal Menggunakan Aginat dengan Pewarna Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Purukan, Christy; Siampa, Jainer Pasca; Tallei, Trina Ekawati
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.2.2020.29045

Abstract

ABSTRAKBuah salak merupakan salah buah asli Indonesia yang dapat digunakan sebagai sumber bakteri asam laktat apabila difermentasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan enkapsulasi bakteri asam laktat hasil fermentasi buah salak menggunakan metode ekstrusi dengan pewarna kembang sepatu dan menguji viabilitas bakteri yang terenkapsulasi dengan pemaparan terhadap cairan asam lambung pH 3. Fermentasi dilakukan selama 7 hari dan diukur kadar asam, kadar alkohol, dan enumerasi bakteri hasil fermentasi. Enkapsulasi dilakukan dengan mencampur suspensi bakteri hasil fermentasi dengan larutan alginat yang telah dicampur dengan ekstrak kembang sepatu, kemudian diteteskan menggunakan syringe volume 3 ml dan 5 ml dalam larutan CaCl2 sehingga membentuk beads, kemudian diuji viabilitas menggunakan cairan asam lambung pH 3. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa alginat dapat digunakan sebagai bahan pengkapsul bakteri hasil fermentasi buah salak dengan menggunakan ekstrak kembang sepatu sebagai pewarna alami pada kapsul. Hasil uji viabilitas menunjukkan bahwa beads yang terbentuk dari syringe volume 3 ml lebih baik dibandingkan beads yang terbentuk dengan syringe volume 5 ml.Kata kunci:bakteri asam laktat; enkapsulasi; fermentasi; kembang sepatu; salak. ABSTRACT Zalacca is a fruit native to Indonesia that can be used as a source of lactic acid bacteria (LAB) when fermented. This study aimed to encapsulate LAB obtained from the zalacca fruit fermentation using the extrusion method with hibiscus pigment as a coloring dye, and to test the viability of the encapsulated bacteria in the pH 3 of simulated gastric fluid (SGF). Fermentation was carried out for seven days and acidity and alcohol were evaluated. The number of bacteria was also enumerated. Encapsulation was carried out by mixing fermented bacterial suspension with alginate solution which had been mixed with hibiscus extract and then dripped using 3 ml and 5 ml volume syringes in the CaCl2 solution to form beads. The viability ov LAB was tested after being exposed to SGF. Based on the result of this study it can be concluded that alginate can be used to encapsulate LAB produced from the zalacca fruit fermentation with a pigment extracted from hibiscus used as a natural dye. The viability tests indicated that the beads formed with the 3 ml volume syringe were better than the 5 ml volume syringe.Keywords: lactic acid bacteria; encapsulation; fermentation; hibiscus; zalacca.
Potensi Environmental DNA (e-DNA) Untuk Pemantauan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Marfuah, Siti; Kolondam, Beivy Jonathan; Tallei, Trina Ekawati
JURNAL BIOS LOGOS Vol 11, No 1 (2021): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.11.1.2021.31780

Abstract

(Article History: Received January 6, 2021; Revised February 12, 2021; Accepted February 28, 2021) ABSTRAK Hilangnya spesies dan adanya spesies invasif dalam suatu habitat dapat menjadi ancaman bagi spesies asli dalam satu ekosistem. Untuk itu diperlukan teknik terkini yang mampu mendeteksi keberadaan suatu organisme. Salah satu teknik yang dapat mendeteksi organisme target di lingkungan secara cepat dan akurat yaitu environmental DNA (e-DNA).Tujuan dari ulasan artikel ini yaitu untuk mengeksplorasi kemampuan e-DNA secara ekogenomik untuk pemantauan dan konservasi keanekaragaman hayati. Ulasan artikel ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai database yang berbasis dalam jaringan. Hasil analisis memperlihatkan bahwa dengan menggunakan pendekatan e-DNA pemantauan dan konsevasi keanekaragaman hayati dapat dideteksi sesuai dengan taksonomi organisme dan penanda molekuler. Penanda molekuler Cytochrome c Oxidase subunit 1 (COI) mampu mendeteksi berbagai spesies baik langka dan invasif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan e-DNA dapat dijadikan sebagai metode untuk pemantauan dan konsevasi keanekaragaman hayati pada berbagai ekosistem.Kata - kata kunci: environmental DNA; keanekaragaman hayati dan konservasi; penanda molekuler  ABSTRACTThe loss of species and the presence of invasive species in a habitat can be a threat to native species in an ecosystem. So we need the latest techniques that are able to detect the presence of an organism. One technique that can detect target organisms in the environment quickly and accurately is environmental DNA (e-DNA). The purpose of this review article is to explore the ecogenomic ability of e-DNA for monitoring and conservation of biodiversity. This article reviews using secondary data obtained from various network-based databases. The results of the analysis show that by using the e-DNA approach, monitoring and conservation of biological diversity can be detected according to the taxonomy of organisms and molecular markers. Cytochrome c Oxidase subunit 1 (COI) molecular markers are capable of detecting a variety of both rare and invasive species. Thus it can be concluded that the e-DNA approach can be used as a method for monitoring and conservation of biological diversity in various ecosystems.Keywords: environmental DNA; biodiversity and conservation; molecular markers
Co-Authors Abas, Abdul Hawil Adikila, Gregorius Giani Angelina Stevany Regina Masengi Antasionasti, Irma Any Aryani Arifin, Mulyani Asep Rusyana Azzania Fibriani Balansa, Endrile Golmen Barasarathi , Jayanthi BEIVY JONATHAN KOLONDAM Celik, Ismail Daniel Febrian Sengkey Dantje Tarore Diah - Kusumawaty Diah Puspitasari Dian Handayani Diana Setya Ningsih, Diana Didik Priyandoko Dolongtelide, Jeclin Inebel Dzikrina, Hanina El-Shazly, Mohamed Elly Suoth Emran, Talha Bin Erwin Wantasen Estevam, Ethiene Castellucci Faisal, Farassa Rani Fatimawali . Florencia N. Sompie Ghazi Mauer Idroes Halimatushadyah, Ernie Hariyanto, Yuanita Amalia Herny E.I. Simbala Hizir Sofyan Idroes, Ghifari Maulana Illah Sailah Irvanizam, Irvanizam Jein Rinny Leke, Jein Rinny Kalalo, Marko Jeremia Kemala, Pati Kepel, Billy Johnson Khairan Khairan Laksono Trisnantoro Lala, Andi Lydia E. N. Tendean, Lydia E. N. Mamahit, Juliet Merry Eva Martha Marie Kaseke Masengi, Kyoko Itsuko Etsuko Gabriela Maulana, Aga Maulydia, Nur Balqis Mirda, Erisna Moh. Yani Mohd Fauzi, Fazlin Monoarfa, Alexander James Muliadi Ramli Musdalifah, Annisa Nabila, Fiki Farah Niode, Nurdjannah Jane Nurul Faridah, Nurul Patwekar, Mohsina Paulina yamlean Pendong, Christa Hana Angle Purukan, Christy Purwanto, Diana Shintawati Rahman, Sunarti Abd Ratte, Titah Amelia Rinaldi Idroes Rizkia, Tatsa Roni Koneri Runtunuwu, Stefanus Vicky Bernhard Elisa Salaki, Christina Leta Salaswati, Salaswati Sambul, Alwin Melkie Sari, Nadia Warda Sekar Sasmita, Novi Reandy Siampa, Jainer Pasca Sri Sudewi, Sri Takawaian, Agrita Feisilia Tamala, Yulianida Tania, Adinda Dwi Tendean, Lydia Estelina Naomi Teuku Rizky Noviandy Tumilaar, Sefren Geiner Turalaki, Grace Lendawati Amelia Unsratdianto Sompie, Sherwin Reinaldo Utami, Wulandari Putri Wawo, Arsianita Ester Wijaya, Puspita Wungouw, Herlina Ineke Surjane Zuchra Helwani, Zuchra Zulkarnain Jalil