Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Daya Dukung Pondasi Tiang Berdasarkan Data Cone Penetration Test (CPT) Dan Pemodelan Plaxis Yulisa, Sara; Maulani, Emi; Sarana , David
Jurnal Teknologi Terapan and Sains 4.0 Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Terapan & Sains
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tts.v6i2.24194

Abstract

Analisis daya dukung dan penurunan pondasi merupakan proses untuk menentukan apakah pondasi mampu menopang beban struktur diatasnya. Para ahli geoteknik telah mengembangkan berbagai macam metode untuk menganalisis daya dukung pondasi, baik secara analitis maupun secara numeris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung dan penurunan pada pondasi tiang berdasarkan data CPT pada proyek Hotel Rajawali Lhokseumawe. Data yang diperlukan berupa data sekunder dari konsultan perencana meliputi data CPT, perhitungan beban dan gambar struktur. Penelitian dilakukan secara analitis menggunakan metode Meyerhof untuk daya dukung dan metode Poulos dan Davis untuk penurunan, serta secara numeris menggunakan metode elemen hingga dengan Software Plaxis. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata daya dukung ultimit tiang tunggal sebesar 205,7ton dengan metode Meyerhof dan dan 176,5ton dengan metode elemen hingga dengan perbedaan hasil 14,2%. Untuk perhitungan tiang kelompok diperoleh rata rata daya dukung ultimit pondasi sebesar 1065,786ton. Penurunan tiang tunggal berdasarkan Poulus dan Davis diperoleh rata-rata adalah 22,46mm dan 2,093mm menggunakan Software Plaxis. Penurunan tiang kelompok diperoleh rata-rata sebesar 1,65 cm. perbedaan hasil antara metode analitis dan metode elemen hingga terjadi akibat perbedaan parameter yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis pondasi dinyatakan aman karena nilai penurunan total kurang dari penurunan izin sebesar 4 cm dan mampu menahan beban struktur secara optimal. Kata Kunci : Daya dukung ultimit, penurunan pondasi, Cone Penetration Test (CPT), pondasi tiang, tiang kelompok.
PKM Pendampingan Edukasi Peluang Lulusan Engineer, Information Technology dan Tantangan Dalam Dunia Industri di SMK Negeri 3 Lhokseumawe pratama, angga; Fadliani, Fadliani; Badriana, Badriana; Maulani, Emi; Nanda, Syarifah Asria
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.16709

Abstract

Teknologi informasi, sebagai bidang studi yang interdisipliner, memainkan peran kunci dalam menghadapi Revolusi Industri 5.0. Dengan mengintegrasikan ilmu komputer dengan bidang lain seperti ekonomi, manajemen, dan bisnis, teknologi informasi menjadi alat penting untuk menavigasi perubahan yang cepat dan kompleks dalam industri. Pendidikan yang berfokus pada pengembangan kreativitas, inovasi, dan kompetitif adalah esensial untuk membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan ini. Kesadaran akan perubahan ini, terutama di kalangan siswa, harus ditingkatkan, karena mereka adalah pemimpin masa depan yang akan mengemban tanggung jawab dalam era digitalisasi dan otomasi ini. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia yang berkualitas, bersama dengan harmonisasi aturan, akan menjadi fondasi yang kuat untuk masa depan yang berkelanjutan dan progresif. Dukungan dari semua pihak juga perlu, baik pemerintah, pelaku industri dan SDM harus aktif berinovasi dan menjalankan peran masing-masing semaksimal mungkin demi terciptanya sinergi yang baik untuk mendukung kemajuan sektor industri tanah air.  Tantangan siswa sekarang ini dalam Dunia Industri yaitu harus adanya Informasi harus menjadi siswa yang berkualitas, kreatif, dan berinovasi yang mempunyai daya saing.  untuk sekarang ini tantangan kerja harus mengalami Agent of Change, Agent Of Analist dan Agent of Control supaya memaksimalkan dalam mencapai cita - cita bangsa yaitu untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta memerdekakan rakyat indonesia dari segala hal dalam kehidupan, dan harus mempunyai keterampilan berkomunikasi, public speaking, berorganisasi dan lainnya. Hasil pengabdian ini diharapkan peserta didik akan lebih terbuka wawasan mengenai teknologi informasi dan pemanfaatannya, serta mempergunakannya ke dalam kehidupan sehari-hari lebih bijak. Hal ini dimungkinkan akan dapat memberikan harapan positif kepada mereka kedepannya, sehingga mereka siap untuk dapat menyongsong hari esok yang lebih baik.
Pendampingan Sistem Informasi Digital Untuk Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Lhokseumawe Ula, Mutammimul; Salahuddin, Salahuddin; Syukriah, Syukriah; Maulani, Emi; Burhanuddin, Burhanuddin
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh sekolah dan guru dalam meningkatkan literasi digital peserta didik di era digital yang kemudian materi yang diberikan dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Penggunaan dalam pengbdian ini pada literasi digital untuk dapat melihat kemampuan dalam menggunakan media, alat, dan komunikasi digital secara efektif dan bertanggung jawab. Kemudian materi yang disampaikan dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Teknik pengabdian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang kemudian diberikan kepada siswa. Hasil pengbdian ini menunjukkan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi digital peserta didik, seperti menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang memadai, mengintegrasikan teknologi informasi dalam kurikulum dan media pembelajaran, memberikan pelatihan dan bimbingan kepada guru dan siswa, serta mengembangkan budaya literasi digital di lingkungan sekolah. Selanjutnya pengabdian ini memberikan pengetahuan Teknik dalam memahami pendampingan sistem informasi digital untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Pengabdia ini merekomendasikan agar sekolah terus meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya literasi digital, serta melakukan evaluasi dan pengembangan secara berkelanjutan untuk menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang semakin penting kedepannya.
Aplikasi Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru Di Sekolah Negeri di Aceh Timur Berbasis Web Ula, Mutammimul; Ilhadi, Veri; Rahman, Arief; Yurni, Irma; Maulani, Emi
Jurnal Tika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Teknik Informatika Aceh
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim Bireuen - Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/tika.v9i1.2747

Abstract

The New Student Registration Information System is a very important and digital platform designed to facilitate the process of registering new students at educational institutions. The system developed is expected to increase efficiency, transparency and accessibility in the new student registration process, while reducing administrative burden and manual data errors. Pante Bidari 2 Public Middle School in East Aceh does not yet have a full role for information technology in supporting the smooth running of school activities related to . This system is also very useful for the school, specifically the committee or teachers who are authorized to carry out the process of admitting new students so that the procedures and process for admitting new students run smoothly more effectively and efficiently. Stages in collecting observation data, literature study and conducting interviews during research activities. The aim of this research is to create a Web-based New Student Admissions Information System to make it easier for prospective students and the school in the process of registering and accepting new students. The result of this research is that you can manage new student admission data easily. The web-based New Student Admissions Information System is a technological solution designed to modernize the process of admitting new students to educational institutions. This system also supports transparency and accuracy of information related to the registration process, such as requirements, test schedules, registration fees, and graduation announcements. Implementation of this system has been proven to increase efficiency and minimize errors that often occur in manual processes, while making it easier for prospective students to register students.
TINJAUAN KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON PADA CAMPURAN DIATOMAE SEBAGAI ADITIF emi, maulani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.815 KB) | DOI: 10.29103/tj.v6i2.97

Abstract

Tanah Diatomae dari Lampanah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh disusun dari diatomit dengan kandungan silika SiO2 62.28%,yang sesuai dengan European Standards (EN) 197-1 karena memiliki reactive silica (RS) diatas 25%,  CaO 8.28%, Fe2O3 1.79%, dan Al2O3 9.52 %. . Berdasarkan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh tahun 2012, sebaran tanah diatomae di Kabupaten Aceh Besar sangat berlimpah dengan estimasi 40.353.700.00 ton, tanah diatomae memiliki sifat pozzolan yang mirip dengan bahan pozzolan lainnya seperti fly ash dan metakaolin dengan berat jenis yang ringan 1.5. Pada penelitian ini tanah diatomae adalah bahan utama yang digunakan sebagai Aditif atau bahan tambah pada pembuatan beton.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji tanah diatomae sebagai bahan tambahan alternatif yang dapat digunakan pada pembuatan beton mutu normal dan membandingkan dengan karakteristik beton yang sesuai standar mutu beton normal tanpa bahan tambahan tanah diatomae. Benda uji yang dibuat berupa silinder dengan ukuran diameter 100 mm dan tinggi 200 mm dengan faktor air semen FAS 0.30 dengan persentase kadar substitusi tanah diatomae 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengujian dilakukan pada umur 7 hari, 28 hari dan 56 hari.Nilai kuat tekan beton mengalami penurunan sebanding dengan penambahan kadar tanah diatomae terhadap semen. Namun persentase diatomae sampai 15% nilai kuat tekan yang diperoleh masih termasuk kategori beton struktural mutu sedang menurut peraturan SNI 03-6468-2000. Nilai rata-rata kuat tekan beton pada umur 56 hari adalah 38.93 MPa ( tanah diatomae 0%); 33.31 MPa (tanah diatomae 5%); 29.56  MPa (tanah diatomae 10%); 26.65 MPa (tanah diatomae 15%). Nilai modulus elastisitas pada beton juga mengalami penurunan sebanding dengan penambahan kadar diatomae.  
PENGARUH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DENGAN PENGGUNAAN PASIR BESI TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON emi, maulani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v8i2.152

Abstract

Pasir besi merupakan sedimen yang mempunyai komposisi oksida besi (Fe2O3), silika dioksida (SiO2), dan magnesium (MgO) dengan ukuran butiran 80-100 mesh. Tempurung kelapa merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, dan metoksil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kuat tarik belah beton dengan penggunaan pasir besi sebesar 100% sebagai agregat halus dengan perbandingan terhadap pasir sungai. Variasi campuran tempurung kelapa digunakan sebagai subtitusi agregat kasar sebesar 0%, 5%, dan10% dengan mutu beton yang direncanakan adalah 20 MPa. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 150 mm x 300 mm sebanyak 20 buah. Hasil pengujian kuat tarik belah beton normal pada umur 28 hari (BN) sebesar 3,08 Mpa. Nilai kuat tarik belah beton pasir besi (BPB) 100%  sebesar 2,97 MPa. Nilai kuat tarik belah beton pasir besi 100% dengan variasi tempurung kelapa terhadap campuran beton mengalami penurunan sebanding dengan penambahan kadar tempurung kelapa. Nilai kuat tarik belah dengan variasi tempurung kelapa masih dapat dikategorikan dalam beton struktural.Kata kunci :  Pasir besi, tempurung kelapa, kuat tarik belah beton
Kajian Kuat Tekan Beton Beragregat Halus Pasir Pantai Pasca Bakar Dengan Variasi Waktu Water Curing Nanda, Syarifah Asria; emi, maulani; Chandra, Yovi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.671

Abstract

Abstrak Material beton salah satu bahan penyusunnya adalah pasir (agregat halus). Pasir pantai sebagai bahan penyusun beton menjadi pilihan oleh masyarakat pesisir. Kebakaran meninggalkan kekhawatiran akan struktur beton yang mengakibatkan penurunan terhadap kekuatan beton. Untuk menggembalikan kekuatan beton pasca bakar perlu dilakukan proses pemulihan. Penelitian menggunakan pasir pantai sebagai pengganti agregat halus pada beton yaitu mengetahui besar kuat tekan untuk beton beragregat pasir pantai pasca bakar dan metode waktu water curing. Penelitian dilakukan di Laboratorium dengan metode eksperimental. Benda uji dibuat 15 sampel berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian kuat tekan beton dengan waktu 28 hari tanpa pembakaran, pasca bakar 350°C, dan pasca bakar 350°C dengan water curing pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan untuk beton beragregat halus pasir pantai sebesar 17,90 Mpa dan pasca bakar 350°C sebesar 10.41 Mpa. Perlakuan beton pasca bakar 350°C beragregat halus pasir pantai dengan water curring umur 7,14 dan 28 hari berturut-turut adalah 12,20 Mpa, 13,69 Mpa, dan 14,89 Mpa. Pemulihan beton pasca bakar 350°C dengan water curing 28 hari menunjukkan kenaikan kuat tekan beton yang maksimal bahwa pengaruh perawatan (curing) pada beton pasca pembakaran sangat mempengaruhi pengembalian kuat tekan beton beragregat halus pasir pantai. Kata kunci: kuat tekan beton, pasca bakar, waktu water curing, pasir pantai.   Abstract One of the materials for making concrete is sand (fine aggregate). Beach sand as a material for making concrete is the choice of coastal communities. The fire left a concern for the concrete structure which resulted in a decrease in the strength of the concrete. To restore the strength of post-combustion concrete, it is necessary to carry out a recovery process. Research using beach sand as a substitute for fine aggregate in concrete is to determine the compressive strength for post-burnt aggregated beach sand and the method of water curing time. The research was conducted in a laboratory with an experimental method. The test specimens were made of 15 cylindrical samples with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. Testing the compressive strength of concrete with a time of 28 days without burning, post-burning 350°C, and post-burning 350°C with water curing at the age of 7, 14 and 28 days. The results of the compressive strength test for fine aggregated beach sand are 17.90 Mpa and post-burnt 350°C is 10.41 Mpa. The treatment of post-burned concrete at 350°C with fine aggregated beach sand with water curring at the age of 7.14 and 28 days, respectively, was 12.20 Mpa, 13.69 Mpa, and 14.89 Mpa. Recovery of post-burned concrete at 350°C with water curing 28 days showed an increase in the maximum compressive strength of concrete that the effect of curing on post-combustion concrete greatly affects the return of the compressive strength of fine-aggregated concrete on beach sand. Keywords: compressive strength of concrete, post burn, water curing time, beach sand.
Analisis Stabilitas Lereng Sungai Tamiang Kampung Rantau Pakam Yusuf, Khairullah; Al Hadi, Yassin; Maulani, Emi; Akbar, Said Jalalul; Arfiandi, Joni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.941

Abstract

Abstrak Lereng merupakan permukaan tanah yang memiliki beda tinggi. Ketidakstabilan lereng menyebabkan bencana keruntuhan yang menyebabkan kerugian secara materil maupun korban jiwa. Pada lereng Sungai Aceh Tamiang, Kampung Rantau Pakam, Provinsi Aceh sering terjadi bencana keruntuhan sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap stabilitas lereng. Penelitian bertujuan mengetahui nilai faktor keamanan lereng dan meningkatkan nilai stabilitas lereng sungai dengan perkuatan lereng. Metode analisis menggunakan metode Bishop untuk perhitungan secara manual dan Metode Elemen Hingga menggunakan bantuan software Plaxis 2D. Jenis perkuatan stabilitas lereng menggunakan soil nailing dan dinding MSE. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan lereng eksisting tidak memenuhi persyaratan minimum kestabilan lereng maka perlu perkuatan lereng. Hasil perhitungan faktor keamanan stabilitas lereng dengan perkuatan soil nailing sebesar 1,335 lebih kecil dari persyaratan sebesar 1,5. Faktor keamanan stabilitas lereng dengan perkuatan dinding MSE sebesar 1,457 lebih besar dari persyaratan sebesar 1,3. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode MSE lebih sesuai digunakan untuk perkuatan lereng. Kata kunci: Dinding MSE, faktor keamanan, metode Bishop, Plaxis 2D, soil nailing  AbstractThe slope is a ground surface that has a height difference. The instability of the slope can cause catastrophic collapse which causes material loss and loss of life. On the slopes of the Aceh Tamiang River, Rantau Pakam Village, Aceh Province, collapse of the slopes often occurs, so it is necessary to conduct research on slope stability. The research aims to determine the value of the slope safety factor and increase the stability value of river slopes by strengthening the slopes. The analytical method uses the Bishop method for manual calculations and the Finite Element Method uses Plaxis 2D software. The type of slope stability strengthening using soil nailing and MSE walls. The results showed that the value of the factor of safety for the existing slope did not meet the minimum requirements for slope stability, so it needed to strengthen the slope. Based on the analysis, the safety factor for slope stability with soil nailing strengthening is 1.335, which is less than the requirement of 1.5. The safety factor for slope stability with the MSE wall strengthening is 1.457, which is greater than the requirement of 1.3 for such method strengthening. The results of the analysis show that the MSE method is more suitable for slope strengthening at the location. Keywords: MSE wall, safety factor, bishop method, Plaxis 2D, soil nailing
Determining the Quality of Earthquake Resistant House Buildings Using Simple Additive Weighting (Saw) and Technique For Order Of Preference By Similarity To Ideal Solution (Topsis) Burhanuddin Burhanuddin; Bakhtiar; Emi Maulani; Edi Yusuf
Multica Science and Technology (ACCREDITED-SINTA 5) Vol. 4 No. 1 (2024): Multica Science and Technology
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/mst.v4i1.850

Abstract

This research aims to evaluate the quality of house buildings using the Simple Additive Weighting (SAW) model and Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). This research uses six main criteria to assess building quality: Material strength, structural design, foundation, construction technology, construction quality, construction costs. With these six variables in determining the evaluation of house building materials. Determining the final ranking of these alternatives is based on their proximity to the ideal solution. Type A House, Type B House, Type C House, Type D House, Type E House and the weight value for each house C1 = 0.2; C2 = 0.1 ; C3 = 0.15 ; C = 0.20 ; C = 0.15; C = 0.2%. The ranking results for Type A Houses were 0.871, Type B Houses 0.874, Type C Houses 0.813, Type D Houses 0.976 and Type E Houses 0.959. The largest value is in Type D House 0.976 so the alternative Type D House 0.976 is the alternative chosen as the best alternative. Meanwhile, the ranking results for the topsis model for Type A Houses are 0.5423, Type B Houses are 0.5302, Type C Houses are 0.2709, Type D Houses are 0.8515 and Type E Houses are 0.959. The largest value is for Type D House 0.976 so that the Type E House alternative 0.8227 is the alternative chosen as the best alternative for Type E house. The research results show that the combination of the SAW and TOPSIS methods is effective in providing a comprehensive and objective evaluation of the quality of earthquake resistant house buildings. . The results of this research can be applied practically in the construction industry to improve the quality of earthquake-resistant house buildings, helping make more accurate and objective decisions.