Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis pengelolaan sampah organik menjadi gas metan (CH4) dan persepsi masyarakat terhadap pemanfaatannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung Kabupaten Malang Muhammad Haris Al Fattah; Saimul Laili; Sama' Iradat Tito
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.13000

Abstract

The potential of methane gas in the landfill can be a source of renewable energy to meet the energy needs of the people of Malang City. The potential for methane gas for fuel that has been used is currently around 3% to 5% of the existing potential. Based on information from the Department of Hygiene and Landscaping, Malang City Government has provided gas connection pipes including stoves for free to 59 houses in 2012 and 408 houses in 2013. This study uses tools and materials, namely questionnaires to obtain perception data from the public or respondents, digital cameras for documentation, documents on the use of methane gas at the Talangagung TPA, and stationery. The results of interviews with biogas managers show that the management of organic waste into methane gas is an alternative gas (biogas) used by the community in the TPA (Final Disposal Site) Kepanjen Malang Regency This is applied based on an energy utilization system (energy waste). Based on the results of the Percentage Graph, it states that the percentage of people's perceptions who answered the questionnaire on average showed strong or very high scores, very high and/or very strong scores were almost indicated in all respondents' answers.Keywords: Methane Gas, Perception, Talangagung LandfillABSTRAKPotensi gas metan di TPA dapat menjadi sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi penduduk Kota Malang. Potensi gas metan untuk bahan bakar yang sudah dimanfaatkan saat ini sekitar 3% sampai 5% dari potensi yang ada. Berdasarkan keterangan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Pemerintah Kota Malang sudah memberikan pipa sambungan gas termasuk kompornya secara gratis kepada 59 rumah pada tahun 2012 dan 408 rumah pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan alat dan bahan yaitu kuesioner untuk mendapatkan data persepsi dari masyarakat atau responden, kamera digital untuk dokumentasi, dokumen pemakaian gas metan di TPA Talangagung dan alat tulis. Hasil wawancara dengan pihak pengelola biogas menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik menjadi gas metana sebagai gas alternatif (biogas) yang digunakan oleh masyarakat di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kepanjen Kabupaten Malang ini di terapkan berdasarkan sistem pemanfaatan energi (waste to energy). Berdasarkan hasil Grafik Presentase menyatakan bahwa presentase persepsi Masyarakat yang menjawab kuesioner secara rata-rata menunjukan nilai kuat atau sangat tinggi, nilai sangat tinggi dan/atau sangat kuat hampir ditunjuk pada semua jawaban responden.Kata kunci : Gas Metan, Persepsi, TPA Talangagung
Analisis Morfometrik-Biofisika antara Sapi Karapan, Sapi Sonok dan Sapi Peternak Madura (Bos primiginius) di Kabupaten Sumenep Mohammad Miftahussurur; Hasan Zayadi; Sama' Iradat Tito
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.12510

Abstract

The purpose of this study was to determine the morphometric and biophysical differences between three types of Madura Cattle, namely Karapan Cattle, Sonok Cattle and Breeder Cattle. The method used is purposive sampling by looking for certain material criteria. The materials used were 7 Karapan Cows, 7 Sonok Cows and 7 Breeder Cows. There are 20 variable measurements in morphometric data collection and obtained 10 variables that have significant differences. This difference is caused by the herbal medicine and the treatment of each cow. In the biophysics of the Karapan Cow, which is to compare the speed and acceleration of the seven Karapan Cows. The results of biophysics on Karapan Cattle show that it has an average speed of 5 m/s. While the superior Karapan Cow was occupied by the 4th Karapan Cow with an acceleration of 1.18 m/s². In biophysics, the Sonok Cow itself has a speed below 0 m/s. Therefore the resulting acceleration is only recorded in seconds. This of course is returned to the function of the Sonok Cow which is only judged on the tame and beauty of its body. Keywords: Morphometric, Biophysical, Karapan Cow, Sonok Cow, Madura Cattle BreedersABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan morfometrik dan biofisika antara tiga jenis Sapi Madura yaitu Sapi Karapan, Sapi Sonok dan Sapi Peternak. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan mencari kriteria-kriteria materi tertentu. Materi yang digunakan adalah 7 ekor Sapi Karapan, 7 ekor Sapi Sonok dan 7 ekor Sapi Peternak. Terdapat 20 pengukuran variabel dalam pengambilan data morfometrik dan didapatkan 10 variabel yang memiliki  perbedaan secara nyata. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor jamu dan perlakuan terhadap masing-masing Sapi. Pada biofisika Sapi Karapan yaitu membandingkan kecepatan dan percepatan dari ketujuh Sapi Karapan ini. Hasil biofiska pada Sapi Karapan menunjukkan memiliki rata-rata kecepatan 5 m/s. Sedangkan Sapi Karapan terunggul diduduki oleh Sapi Karapan ke-4 dengan percepatan 1,18 m/s². Pada biofisika Sapi Sonok sendiri memiliki kecepatan dibawah 0 m/s. Oleh karena itu percepatan yang dihasilkan hanya tercatat dalam hitungan detik. Hal ini tentunya dikembalikan lagi kepada fungsi Sapi Sonok yang hanya dinilai pada kejinakan dan kecantikan tubuhnya.Kata kunci : Morfometrik, Biofisika, Sapi Karapan, Sapi Sonok, Sapi Peternak
Analisis pengelolaan sampah organik menjadi gas metan (CH4) dan persepsi masyarakat terhadap pemanfaatannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung Kabupaten Malang Muhammad Haris Al Fattah; Saimul Laili; Sama' Iradat Tito
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.13000

Abstract

The potential of methane gas in the landfill can be a source of renewable energy to meet the energy needs of the people of Malang City. The potential for methane gas for fuel that has been used is currently around 3% to 5% of the existing potential. Based on information from the Department of Hygiene and Landscaping, Malang City Government has provided gas connection pipes including stoves for free to 59 houses in 2012 and 408 houses in 2013. This study uses tools and materials, namely questionnaires to obtain perception data from the public or respondents, digital cameras for documentation, documents on the use of methane gas at the Talangagung TPA, and stationery. The results of interviews with biogas managers show that the management of organic waste into methane gas is an alternative gas (biogas) used by the community in the TPA (Final Disposal Site) Kepanjen Malang Regency This is applied based on an energy utilization system (energy waste). Based on the results of the Percentage Graph, it states that the percentage of people's perceptions who answered the questionnaire on average showed strong or very high scores, very high and/or very strong scores were almost indicated in all respondents' answers.Keywords: Methane Gas, Perception, Talangagung LandfillABSTRAKPotensi gas metan di TPA dapat menjadi sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi penduduk Kota Malang. Potensi gas metan untuk bahan bakar yang sudah dimanfaatkan saat ini sekitar 3% sampai 5% dari potensi yang ada. Berdasarkan keterangan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Pemerintah Kota Malang sudah memberikan pipa sambungan gas termasuk kompornya secara gratis kepada 59 rumah pada tahun 2012 dan 408 rumah pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan alat dan bahan yaitu kuesioner untuk mendapatkan data persepsi dari masyarakat atau responden, kamera digital untuk dokumentasi, dokumen pemakaian gas metan di TPA Talangagung dan alat tulis. Hasil wawancara dengan pihak pengelola biogas menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik menjadi gas metana sebagai gas alternatif (biogas) yang digunakan oleh masyarakat di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kepanjen Kabupaten Malang ini di terapkan berdasarkan sistem pemanfaatan energi (waste to energy). Berdasarkan hasil Grafik Presentase menyatakan bahwa presentase persepsi Masyarakat yang menjawab kuesioner secara rata-rata menunjukan nilai kuat atau sangat tinggi, nilai sangat tinggi dan/atau sangat kuat hampir ditunjuk pada semua jawaban responden.Kata kunci : Gas Metan, Persepsi, TPA Talangagung
Pengaruh Aplikasi Silika pada Pertumbuhan Tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap Resistensi Hama Penggerek Batang (Chilo infuscatellus) dan Pucuk (Scirpophaga excerptalis) di Balittas Karangploso Malang Silvia Annisa; Nur Asbani; Hasan Zayadi; Sama' Iradat Tito
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.13135

Abstract

This study aimed to determine the effect of silica application on the growth of sugarcane (Saccharum officinarum L.) Malang 52 varieties and the resistance of stem borer (Chilo infuscatellus) and shoots (Scirpophaga excerptalis). This research was conducted at the Experimental Garden of Balittas Karangploso, Malang, East Java. Pest identification activities were carried out at the Entomology Research Group Laboratory. The study was conducted from October 2020 to February 2021. The experiment was arranged in a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments and 3 replications. The research parameters included plant height, stem hardness, leaf hardness, leaf chlorophyll content, percentage of stem borer and shoot borer attack intensity. The results showed that the growth of sugarcane varieties Malang 52 significantly affected plant height, stem hardness, leaf hardness, leaf chlorophyll content and affected the percentage intensity of stem borer (Chilo infuscatellus) and shoot borer (Scirpophaga excerptalis) attacks. Keywords : Stem borer (Chilo infuscatellus), Shoot borer (Scirpophaga excerptalis), Silica, Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Malang 52 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi silika terhadap pertumbuhan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) varietas Malang 52 dan dan resistensi hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis). Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Balittas Karangploso, Malang, Jawa Timur. Kegiatan identifikasi hama dilakukan di Laboratorium Kelompok Peneliti Entomologi. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2020 sampai Februari 2021. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter penelitian meliputi  tinggi tanaman, kekerasan batang, kekerasan daun, kadar klorofil daun, presentase intensitas serangan hama penggerek batang dan penggerek pucuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman tebu varietas Malang 52 secara signifikan berpengaruh terhadap tinggi tanaman, kekerasan batang, kekerasan daun, kadar klorofil daun serta berpengaruh terhadap persentase intensitas serangan hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) dan penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis). Kata kunci : Penggerek batang (Chilo infuscatellus), Penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis), Silika, Tebu (Saccharum officinarum L.) Malang 52
PENDAMPINGAN PENERAPAN ANALISIS SWOT DEMI TERCAPAINYA OPTIMALISASI MANAJERIAL PADA USAHA BUDIDAYA JAMUR NUTRISI MALANG Satria Putra Utama; Risca Kurnia Sari; Sama' Iradat Tito; Supriono
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i1.2272

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh Jamur Nutrisi Malang khususnya di pasca pandemic salah satunya adalah manajemen usaha yang kurang baik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Jamur Nutrisi Malang yaitu dengan cara manajemen usaha melalui Analisis SWOT yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja manajemen dari UMKM Jamur Nutrisi terutama di masa pasca pandemi serta meningkatkan daya saing dari Jamur Nutrisi Malang. Cara meningkatkan efektifitas manajerial dari Jamur Nutrisi adalah melalui pendampingan Manajemen Usaha. Cara tersebut menghasilkan sebuah analisis SWOT yang menjadi acuan Jamur Nutrisi Malang dalam menentukan kebijakan manajerialnya.
Analisis Morfometrik-Biofisika antara Sapi Karapan, Sapi Sonok dan Sapi Peternak Madura (Bos primiginius) di Kabupaten Sumenep Miftahussurur, Mohammad; Zayadi, Hasan; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.12510

Abstract

The purpose of this study was to determine the morphometric and biophysical differences between three types of Madura Cattle, namely Karapan Cattle, Sonok Cattle and Breeder Cattle. The method used is purposive sampling by looking for certain material criteria. The materials used were 7 Karapan Cows, 7 Sonok Cows and 7 Breeder Cows. There are 20 variable measurements in morphometric data collection and obtained 10 variables that have significant differences. This difference is caused by the herbal medicine and the treatment of each cow. In the biophysics of the Karapan Cow, which is to compare the speed and acceleration of the seven Karapan Cows. The results of biophysics on Karapan Cattle show that it has an average speed of 5 m/s. While the superior Karapan Cow was occupied by the 4th Karapan Cow with an acceleration of 1.18 m/s². In biophysics, the Sonok Cow itself has a speed below 0 m/s. Therefore the resulting acceleration is only recorded in seconds. This of course is returned to the function of the Sonok Cow which is only judged on the tame and beauty of its body. Keywords: Morphometric, Biophysical, Karapan Cow, Sonok Cow, Madura Cattle BreedersABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan morfometrik dan biofisika antara tiga jenis Sapi Madura yaitu Sapi Karapan, Sapi Sonok dan Sapi Peternak. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan mencari kriteria-kriteria materi tertentu. Materi yang digunakan adalah 7 ekor Sapi Karapan, 7 ekor Sapi Sonok dan 7 ekor Sapi Peternak. Terdapat 20 pengukuran variabel dalam pengambilan data morfometrik dan didapatkan 10 variabel yang memiliki  perbedaan secara nyata. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor jamu dan perlakuan terhadap masing-masing Sapi. Pada biofisika Sapi Karapan yaitu membandingkan kecepatan dan percepatan dari ketujuh Sapi Karapan ini. Hasil biofiska pada Sapi Karapan menunjukkan memiliki rata-rata kecepatan 5 m/s. Sedangkan Sapi Karapan terunggul diduduki oleh Sapi Karapan ke-4 dengan percepatan 1,18 m/s². Pada biofisika Sapi Sonok sendiri memiliki kecepatan dibawah 0 m/s. Oleh karena itu percepatan yang dihasilkan hanya tercatat dalam hitungan detik. Hal ini tentunya dikembalikan lagi kepada fungsi Sapi Sonok yang hanya dinilai pada kejinakan dan kecantikan tubuhnya.Kata kunci : Morfometrik, Biofisika, Sapi Karapan, Sapi Sonok, Sapi Peternak
Uji Potensi Ekstrak Buah Maja (Aegle marmelos L.) Sebagai Larvasida Nabati Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti L.: Potential Test of Maja Fruit Extract (Aegle marmelos L.) As Vegetable Larvicide Against Mortality of Aedes aegypti umam, M. azkal; Tito, Sama' Iradat; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.12815

Abstract

The Aedes aegypti (L) is a vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). To reduce the occurrence of dengue by terminating the mosquito life cycle at the larval stage, its common to use synthetic insecticides but can cause environmental pollution, resistance to mosquitoes and larvae. Therefore, another alternative is needed as a vegetable larvicide, one of which can use Maja fruit extract because it contains secondary metabolites (tannins, alkaloids, saponins and flavonoids). This study aims to test the Maja fruit extract at various concentration levels on the mortality of larvae. This research was carried out in February-March 2021 at Central Laboratory of Islamic University of Malang, using True Experimental research method with a research design using RAL. Larval samples used were instar III as many as 20 individuals/treatment. This study consists of 1 control group (aquades) and 5 treatment groups consisting of concentrations: 12 mg/ml, 24 mg/ml, 38 mg/ml, 48 mg/ml, 60 mg/ml with 4 repetition and carried out during 24 hours. Data analysis used one way ANOVA and LSD tests to determine the difference between each treatment group, furthermore, for the calculation of the lethal concentration value, Probit Analysis is used. The results showed that the control treatment was significantly different with each treatment of maja fruit extract concentration, the higher concentration, the higher larval mortality. Based on the results of the LC50 value of 48.071 mg/ml (range 45.068 - 50,676 mg/ml) that the 48 mg/ml treatment was effective in increasing the mortality of 50% of larvae Aedes aegypti (L). Keywords: Aedes aegypti L, Aegle maemelos L. DHF, Vegetable larvicide ABSTRAK Nyamuk Aedes aegypti (L) merupakan vektor dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mengurangi terjadinya DBD perlu dilakukan pemutusan siklus hidup nyamuk pada tahap larva, biasanya menggunakan insektisida sintetik namun dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, resistensi terhadap nyamuk dan larva. Maka diperlukan alternatif lain sebagai larvasida nabati salah satunya menggunakan ekstrak buah Maja (Aegle marmelos L.) yang mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu tanin, alkaloid saponin dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ekstrak buah maja (Aegle marmelos L.) pada berbagai level konsentrasi terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti (L). Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-Maret 2021 di Laboratorium Pusat Universitas Islam Malang. Metode penelitian ini adalah True Eksperimental dengan rancangan penelitian menggunakan RAL. Sampel larva yang digunakan adalah instar III sebanyak 20 ekor setiap perlakuan. Penelitian ini yaitu terdiri 1 kelompok kontrol (aquades) dan 5 kelompok perlakuan terdiri dari konsentrasi: 12 mg/ml, 24 mg/ml, 38 mg/ml, 48 mg/ml, 60 mg/ml dengan 4 kali ulangan. Pengamatan dilakukan selama 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan LSD untuk mengetahui perbedaan antara setiap kelompok perlakuan selanjutnya untuk perhitungan nilai lethal concentration digunakan Analisis Probit. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kontrol berbeda nyata dengan setiap kelompok konsentrasi ekstrak buah maja, semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi pula mortalitas larva. Berdasarkan hasil nilai LC50 yaitu 48,071 mg/ml (kisaran 45,068 - 50,676 mg/ml) bahwa pada perlakuan 48 mg/ml sudah efektif dalam meningkatkan mortalitas 50% larva Aedes aegypti (L). Kata kunci : Aedes aegypti L, Aegle marmelos L, DBD, Larvasida Nabati.
Analisis pengelolaan sampah organik menjadi gas metan (CH4) dan persepsi masyarakat terhadap pemanfaatannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung Kabupaten Malang Al Fattah, Muhammad Haris; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.13000

Abstract

The potential of methane gas in the landfill can be a source of renewable energy to meet the energy needs of the people of Malang City. The potential for methane gas for fuel that has been used is currently around 3% to 5% of the existing potential. Based on information from the Department of Hygiene and Landscaping, Malang City Government has provided gas connection pipes including stoves for free to 59 houses in 2012 and 408 houses in 2013. This study uses tools and materials, namely questionnaires to obtain perception data from the public or respondents, digital cameras for documentation, documents on the use of methane gas at the Talangagung TPA, and stationery. The results of interviews with biogas managers show that the management of organic waste into methane gas is an alternative gas (biogas) used by the community in the TPA (Final Disposal Site) Kepanjen Malang Regency This is applied based on an energy utilization system (energy waste). Based on the results of the Percentage Graph, it states that the percentage of people's perceptions who answered the questionnaire on average showed strong or very high scores, very high and/or very strong scores were almost indicated in all respondents' answers.Keywords: Methane Gas, Perception, Talangagung LandfillABSTRAKPotensi gas metan di TPA dapat menjadi sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi penduduk Kota Malang. Potensi gas metan untuk bahan bakar yang sudah dimanfaatkan saat ini sekitar 3% sampai 5% dari potensi yang ada. Berdasarkan keterangan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang, Pemerintah Kota Malang sudah memberikan pipa sambungan gas termasuk kompornya secara gratis kepada 59 rumah pada tahun 2012 dan 408 rumah pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan alat dan bahan yaitu kuesioner untuk mendapatkan data persepsi dari masyarakat atau responden, kamera digital untuk dokumentasi, dokumen pemakaian gas metan di TPA Talangagung dan alat tulis. Hasil wawancara dengan pihak pengelola biogas menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik menjadi gas metana sebagai gas alternatif (biogas) yang digunakan oleh masyarakat di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kepanjen Kabupaten Malang ini di terapkan berdasarkan sistem pemanfaatan energi (waste to energy). Berdasarkan hasil Grafik Presentase menyatakan bahwa presentase persepsi Masyarakat yang menjawab kuesioner secara rata-rata menunjukan nilai kuat atau sangat tinggi, nilai sangat tinggi dan/atau sangat kuat hampir ditunjuk pada semua jawaban responden.Kata kunci : Gas Metan, Persepsi, TPA Talangagung
Uji pupuk silika terhadap intensitas serangan hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis) pada tebu (Saccharum officinarum L.) varietas Bululawang : Silica fertilizer test to the intensity of stem border (Chilo influscatellus) attacks and shoots (Scirpophaga excerptalis) on Bululawang variety-sugarcane (Saccharum officinarum L.) Istiqomah; Asbani, Nur; Zayadi, Hasan; Tito, Sama Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.13070

Abstract

Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is the main ingredient in the manufacture of sugar where sugar is a primary need for the community. At this time sugarcane plants declined due to the attack of stem borer (Chilo influscatellus) and shoots (Scirpophaga excerptalis), resulting in production losses. Silica plays an important role in helping to reduce pest attacks, thereby accelerating the growth of sugarcane plants. This study aimed to determine the effect of silica on the intensity of attack by stem borer  and shoots. This research was conducted in the BALITAS experimental garden using RAK treatment which in this study used Silica Simax, Forsil, Bality and Control. Where after the data results were obtained, they were analyzed using the Two-way ANOVA test using SPSS. The results obtained on stem borer and shoots before silica treatment increased the attack of the borer and after treatment with silica the borer was reduced so that silica was effective in treating stem borer (Chilo influscatellus) and shoots. (Scirpophaga excerptalis) sugarcane. Silica is also able to accelerate the growth of sugarcane plants, photosynthesis and resistance to external attacks. Keywords: Borer, Silica (Si), Sugarcane (Saccharum officinarum L), Buluawang variety. ABSTRAK Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan bahan utama dalam pembuatan gula yang mana gula merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Pada saat ini tanaman tebu menurun karena adanya serangan hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis), berdampak pada kerugian produksinya. Silika berperan penting untuk membantu mengurangi serangan hama, sehingga mempercepat pertumbuhan tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh silika terhadap intensitas serangan hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis). Penelitian ini dilakukan dikebun percobaan BALITAS  dengan menggunakan perlakukan RAK yang mana pada penelitian ini menggunakan Silika Simax, Forsil, Balitas dan Kontrol. Dimana setelah didapatkan hasil data lalu di analisis dengan menggunakan uji Two-way ANOVA menggunkaan SPSS. Hasil yang didapatkan pada hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis) sebelum dilakukan perlakuan silika serangan hama penggerek tersebut meningkat dan setelah dilakukan perlakuan silika hama penggerek berkurang sehingga silika efektif untuk melakukan perlakuan terhadap hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis) tebu. Silika juga mampu mempercepat pertumbuhan tanaman tebu, fotosintesis dan ketahanan serangan dari luar.  Kata kunci: hama penggerek, Silikas (Si), Tebu (Saccharum officinarum L), varietas Buluawang.
Pengaruh Aplikasi Silika pada Pertumbuhan Tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap Resistensi Hama Penggerek Batang (Chilo infuscatellus) dan Pucuk (Scirpophaga excerptalis) di Balittas Karangploso Malang: Effect of Silica Application on the Growth of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) against Resistance of Stem Borer (Chilo infuscatellus) and Shoots (Scirpophaga excerptalis) in Balittas Karangploso, Malang Annisa, Silvia; Asbani, Nur; Zayadi, Hasan; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.13135

Abstract

This study aimed to determine the effect of silica application on the growth of sugarcane (Saccharum officinarum L.) Malang 52 varieties and the resistance of stem borer (Chilo infuscatellus) and shoots (Scirpophaga excerptalis). This research was conducted at the Experimental Garden of Balittas Karangploso, Malang, East Java. Pest identification activities were carried out at the Entomology Research Group Laboratory. The study was conducted from October 2020 to February 2021. The experiment was arranged in a Randomized Block Design with five treatments and three replications. The research parameters included plant height, stem hardness, leaf hardness, leaf chlorophyll content, percentage of stem borer and shoot borer attack intensity. The results showed that the growth of sugarcane varieties Malang 52 significantly affected plant height, stem hardness, leaf hardness, and leaf chlorophyll content and the percentage intensity of stem borer (Chilo infuscatellus) and shoot borer (Scirpophaga excerptalis) attacks.  Keywords : Stem borer (Chilo infuscatellus), Shoot borer (Scirpophaga excerptalis), Silica, Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Malang 52   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi silika terhadap pertumbuhan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) varietas Malang 52 dan dan resistensi hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis). Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Balittas Karangploso, Malang, Jawa Timur. Kegiatan identifikasi hama dilakukan di Laboratorium Kelompok Peneliti Entomologi. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2020 sampai Februari 2021. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter penelitian meliputi  tinggi tanaman, kekerasan batang, kekerasan daun, kadar klorofil daun, presentase intensitas serangan hama penggerek batang dan penggerek pucuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman tebu varietas Malang 52 secara signifikan berpengaruh terhadap tinggi tanaman, kekerasan batang, kekerasan daun, kadar klorofil daun serta berpengaruh terhadap persentase intensitas serangan hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) dan penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis). Kata kunci : Penggerek batang (Chilo infuscatellus), Penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis), Silika, Tebu (Saccharum officinarum L.) Malang 52