Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Fermentasi Buah Maja dan Pupuk Organik Cair NASA Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) : Comparison of Application of Liquid Organic Fertilizer Fermentation of Maja Fruit and NASA Liquid Organic Fertilizer on Tomato Plant Growth (Lycopersicum esculentum) Kamilia, Wardah; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.15416

Abstract

Tomato (Lycopersicum esculentum) is a multipurpose and multifunctional fruit vegetable that can be cultivated in lowland or highland land. One of the factors that greatly affect the yield of tomato plants is fertilization. Liquid organic fertilizer fermented maja fruit is a simple fertilizer extracted from maja fruit, liquid organic fertilizer fermented maja fruit can provide additional organic matter in the form of nutrients needed by plants. NASA liquid organic fertilizer is a liquid organic fertilizer which is an extraordinary invention in the world of agriculture and can provide nutrients to plants. This research was conducted in the garden of Jalan Joyo Suryo, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Malang City in June – August 2021. The results showed that the best in the study was the administration of NASA liquid organic fertilizer with a concentration of 20 ml due to the availability of macro and micro nutrients which were more complete and easily absorbed than the liquid organic fertilizer fermented by maja fruit. which also has lower effectiveness at 5ml concentration. Keywords: Maja Fermentation liquid organic fertilizer, NASA liquid organic fertilizer, Tomato ABSTRAK Tomat (Lycopersicum esculentum) tergolong sayuran buah multiguna dan multifungsi yang dapat dibudidayakan di lahan dataran rendah ataupun lahan dataran tinggi. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil tanaman tomat adalah pemupukan. Pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja merupakan pupuk sederhana yang diekstraksi dari buah maja, pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja dapat memberi tambahan bahan organik berupa unsur hara yang diperlukan tanaman. Pupuk organik cair NASA adalah pupuk organik cair yang merupakan penemuan yang luar biasa dalam dunia pertanian serta dapat memenuhi nutrisi pada tanaman. Penelitian  ini dilaksanakan di kebun Jalan Joyo Suryo, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Juni – Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukkan yang terbaik dalam penelitian yaitu pada pemberian pupuk organik cair NASA konsentrasi 20ml karena ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang lebih lengkap dan mudah  terserap dengan baik dibanding pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja yang juga memiliki efektivitas lebih rendah dengan konsentrasi 5ml.  Kata kunci: POC Maja, POC NASA, Tomat
Pengaruh POC NASA dan NUPOC terhadap Pertumbuhan Tanaman Talas Jepang (Colocasia esculenta var. antiquorum): The Effect of POC NASA and NUPOC on the Growth of Japanese Taro (Colocasia esculenta var. antiquorum) Dewi, Afkarin Kamilah; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.15460

Abstract

Liquid organic fertilizer is a solution derived from the decomposition of plant residues, agro-industry, animal faeces, and humans and contains more than one nutrient. POC Nasa liquid organic fertilizer is mainly used for all types of food crops and perennial plants that contain micronutrients and are equivalent to one ton of manure. NUPOC is believed to increase plant vegetative and generative productivity, increase soil fertility, and make plants healthy and safe for the environment. Taro is classified as a taro (Araceae) that can grow in tropical and subtropical areas. This study aimed to study the effect of POC Nasa and NUPOC, as well as the optimum concentration on the growth and yield of Japanese Taro plants. This study was designed with a completely randomized design consisting of two factors. The first factor is POC, consisting of POC Nasa and NUPOC; the second is the concentration starting from the control, 5, 10, 15, and 20 ml/litre of water with three replications. Observations were made on plant height, area and number of leaves, dry and wet weight of leaves. ANOVA analysis for significant differences in each treatment was then continued with a 5% DMRT test, providing results that administration with a concentration of 10 ml/litre of POC Nasa and NUPOC showed a significant effect on all observation variables. Keywords: POC NASA, NUPOC, Japanese Taro ABSTRAK Pupuk organik cair merupakan larutan dari hasil dekomposisi residu tanaman, agroindustri, feses hewan, dan manusia dengan terkandung lebih dari satu unsur hara. Pupuk organik cair POC Nasa utamanya digunakan untuk semua jenis tanaman pangan dan tanaman tahunan yang mengandung mikronutrien dan setara satu ton pupuk kandang. Sedangkan NUPOC dipercaya dapat menaikkan produktivitas vegetative tanaman dan generatifnya, kesuburan tanah meningkat, menyehatkan tanaman serta aman bagi lingkungan. Talas tergolong keladi (Araceae) yang dapat tumbuh didaerah tropis maupun subtropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh POC Nasa dan NUPOC, serta konsentrasi optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman Talas Jepang. Penelitian ini didesain dengan rancangan acak lengkap terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah POC terdiri dari POC Nasa dan NUPOC, faktor kedua yaitu konsentrasi dimulai dari kontrol, 5, 10, 15, dan 20 ml/liter air dengan 3 kali ulangan. Pengamatan yang dilakukan pada tinggi tanaman, luas dan jumlah daun, berat kering, dan berat basah daun. Analisis ANOVA untuk adanya perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan kemudian dilanjut uji DMRT 5%, memberikan hasil bahwa pemberian dengan konsentrasi 10 ml/liter POC Nasa dan NUPOC menunjukkan pengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Kata kunci: POC NASA, NUPOC, Talas Jepang
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) Dan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Stek Tanaman Anggur (Vitis vinefera L.): Effect of Concentration of Shallot Extract (Allium cepa L.) and Soaking Time on Growth of Grape Cuttings (Vitis vinefera L.) Al Anshori, Muhajir Makmun; Laili , Saimul; Tito, Sama'iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i2.15461

Abstract

Grape (Allium cepa L.) is a plant that is widely used as a processed product and consumed in the form of fresh fruit. The production of grapes should be increased by using cuttings because the provision of seeds from seeds is relatively slow. Propagation of plants by cuttings is limited by the number of cuttings that form roots. This can be caused by a lack of root-forming hormones. As a substitute for synthetic auxin, onion can be used. This study aimed to analyze the effect of the concentration of shallot extract (Allium cepa L.) and soaking time on the growth of grape cuttings (vitis vinifera L.). The design used in this study was a factorial completely randomized design consisting of 2 factors. The first factor is onion extract which consists of 5 concentrations, namely 0, 25, 50, 75, and 100% shallot extract and the second factor is soaking time which consists of 4 levels, namely 6, 12, 18 and 24 hours so that there are 20 treatments. , each treatment was repeated 3 times. Parameters observed in this study were number of roots, shoot length, number of leaves, root length, percentage of live cuttings, wet weight and dry weight of the plant. The results showed that there was a significant interaction between the concentration of onion extract and soaking time on the observed parameters of shoot length, number of leaves, root length, number of roots, wet weight and dry weight of the plant. but not on the percentage of survival. Treatment with 50% concentration of onion extract with 18 hours of soaking time was able to accelerate the growth of shoot length, root length, wet weight and dry weight in plants. Keywords: Shallot Extract, Soaking Time, Grape Cuttings   ABSTRAK Tanaman anggur (Allium cepa L.) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan dan dikonsumsi dalam bentuk buah segar. Produksi anggur harus ditingkatkan dengan menggunakan stek karena penyediaan bibit dari biji relatif lambat. Perbanyakan tanaman dengan stek dibatasi oleh sedikitnya stek yang membentuk akar. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya hormon pembentuk akar, Sebagai pengganti auksin sintetis dapat digunakan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dan lama perendaman terbaik terhadap pertumbuhan stek tanaman anggur (vitis vinifera L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah ekstrak bawang merah yang terdiri dari 5 konsentrasi yaitu 0, 25, 50, 75,dan 100 % ekstrak bawang merah dan faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari 4 taraf yaitu 6, 12, 18 dan 24 jam sehingga terdapat 20 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah akar, panjang tunas, jumlah daun, Panjang akar, persentase stek hidup, berat basah dan berat kering tanaman . Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan konsentrasi ekstrak bawang merah dan lama perendaman terhadap parameter pengamatan panjang tunas, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar, berat basah dan berat kering tanaman. namun tidak pada persentase hidup. Perlakuan konsentrasi 50% ekstrak bawang merah dengan 18 jam waktu perendaman mampu mempercepat pertumbuhan panjang tunas, panjang akar,berat basah dan berat kering pada tanaman. Kata kunci: Ekstrak Bawang Merah, Lama Perendaman, Stek Tanaman Anggur
Preferensi Lebah Madu Apis mellifera terhadap Berbagai Jenis Pakan Tambahan berdasarkan Jumlah Kunjungan dan Konsumsi Pakan di Peternakan PT Kembang Joyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur: Apis mellifera Honey Bee Preference for Various Types of Suplementary Feed based on Number of Visits and Feed Consumption at PT Kembang Joyo Farm, Malang Regency, East Java Hidayatul, Romdiyah; Tito, Sama'iradat; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i2.16144

Abstract

Apis mellifera honey bee is the most widely cultivated bee species in Indonesia, one of which is the Kembang Joyo farm. The need for bee feed in nature is dwindling and causes the use of additional feed to maintain bee colonies by breeders. The variety of feed types causes the need for research on bee preferences for additional feed to find the type of feed that bees most prefer and can be reached by farmers. The purpose of this study was to compare the preferences of honey bees to various types of supplementary feed at Kembang Joyo Farm and to determine the type of supplementary feed that Apis mellifera honey bees preferred. This research method is an experimental method with 6 treatments and 23 replications which were analyzed through the ANOVA test which was then continued by the Tukey test using the PAST application. The results showed that each type of feed was favored by bees with different numbers of visitors. The type of feed that was most preferred by bees based on the number of visitors was cane sugar solution with 116 individual bees visitors in one replication, while based on feed consumption the most consumed was cane sugar solution with feed consumption of 0.24 ml/individual. Apis mellifera honey bee likes cane sugar solution based on the aroma factor and sucrose content. Keywords: Apis mellifera, Preference, Suplementary food   ABSTRAK Lebah madu Apis mellifera merupakan spesies lebah yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, salah satunya di peternakan Kembang Joyo. Kebutuhan pakan lebah di alam yang semakin menipis menyebabkan peternak menggunakan pakan tambahan untuk mempertahankan koloni lebah. Jenis pakan yang bervariasi menyebabkan perlunya penelitian tentang preferensi lebah terhadap pakan tambahan untuk menemukan jenis pakan yang paling disukai oleh lebah dan dapat dijangkau oleh peternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  membandingkan preferensi lebah madu terhadap berbagai jenis pakan tambahan di Peternakan Kembang Joyo dan untuk mengetahui jenis pakan tambahan yang paling disukai lebah madu Apis mellifera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode eksperimental dengan 6 perlakuan dan 23 kali ulangan yang dianalisa dengan uji ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan Uji Tukey menggunakan aplikasi PAST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing jenis pakan disukai oleh lebah namun dengan jumlah pengunjung yang berbeda-beda. Adapun jenis pakan yang paling disukai lebah berdasarkan jumlah pengunjung yakni larutan gula tebu dengan 116 individu lebah pengunjung dalam satu kali ulangan, sedangkan berdasarkan konsumsi pakan yang paling banyak dikonsumsi adalah larutan gula tebu dengan konsumsi pakan sebanyak 0,24 ml/individu. Lebah madu Apis mellifera menyukai larutan gula tebu berdasarkan faktor aroma dan kadar sukrosa. Kata kunci: Apis mellifera, Pakan tambahan, Preferensi
Efektivitas Sistem Penyungkupan pada Pembibitan Stek Tanaman Anggur (Vitis vinifera L.) Varietas Isabella Dan Banana: The Effectiveness of Covering Systems in Nurseries of Grape Cuttings (Vitis vinifera L.) Isabella and Banana Varieties Shaleh, Shafyan Khairus; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.16970

Abstract

The vine (Vitis vinifera L.) has good prospects to be developed in Indonesia by vegetative and generative methods, of which development is mostly carried out by vegetative because the growth time is faster. Efforts to provide plant cover use plastic to maintain the microclimate in the plant area to accelerate growth. The purpose of this study was to compare the growth of grape cuttings using a capped and uncoated system of Isabella and Banana varieties, and to analyze the effect of environmental factors on the growth of grape cuttings. This research was conducted from February to April 2022 on Jl. Joyo Suryo, Merjosari, Lowokwaru sub-district, Malang City. The design used in this study was a randomized block design (RAK) with 2 factors. The first factor is the limiting factor which consists of concealment and non-coagulation. The second factor was Isabella and Banana which were repeated 5 times. The growth parameters observed included shoot length, number of leaves, number of roots, root length, percentage of life, wet weight and dry weight. The data analysis used was the ANOVA test to see the comparison between the hood and without the hood, and the regression test to see the influence of environmental factors. The results showed that the treatment with a lid had better growth on the parameters of shoot length, number of leaves, root length, and wet weight compared to without using a lid. Environmental factors (microclimate) that can affect the growth of vine cuttings are soil temperature, air temperature, soil moisture, air humidity, soil pH, and the intensity of sunlight which have different effects on the containment treatment than without the cover. Keywords : Abiotic Factors, Covering Systems, Grape Cuttings Tanaman anggur (Vitis vinifera L.) mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan di Indonesia dengan cara vegetatif dan generatif, dari pengembangan tersebut yang banyak dilakukan yaitu dengan cara vegetatif karena waktu pertumbuhannya lebih cepat. Upaya pemberian penyungkupan tanaman menggunakan plastik untuk menjaga iklim mikro pada area tanaman untuk mempercepat pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pertumbuhan stek tanaman anggur menggunakan sistem penyungkupan dan tanpa penyungkupan varietas Isabella dan Banana, dan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap pertumbuhan stek tanaman anggur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sanmpai April 2022 di Jl. Joyo suryo, Merjosari, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu faktor pembatas yang terdiri dari penyungkupan dan tanpa penyungkupan. Faktor kedua jenis varietas yaitu Isabella dan Banana yang diulang sebanyak 5 kali. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, persentase hidup, berat basah dan berat kering. Analisis data yang digunakan yaitu uji anova untuk melihat perbandingan sungkup dan tanpa sungkup, dan uji regresi untuk melihat pengaruh faktor lingkungan. Hasil penelitian menghasilkan bahwa perlakuan yang disungkup lebih baik pertumbuhannya yaitu pada parameter panjang tunas, jumlah daun, panjang akar, dan berat basah dibandingkan dengan tanpa menggunakan sungkup. Faktor lingkungan (iklim mikro) yang dapat mempengaruhi pertumbuhan stek tanaman anggur adalah suhu tanah, suhu udara, kelembaban tanah, kelembaban udara, pH tanah, dan intensitas cahaya matahari memberikan pengaruh yang berbeda pada perlakuan sungkup dibandingkan tanpa sungkup.  Kata kunci : Faktor abiotik, Sistem Penyungkupan, Stek Tanaman Anggur
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Sugih dan Eco Farming Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat): Response to Providing Bio Sugih and Eco Farming Liquid Organic Fertilizer on the Growth of Chrysanthemum Flower Plants (Chrysanthemum morifolium Ramat) Primasari, Yopi Nabilla; Laili, Saimul; Tito, Sama Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.17331

Abstract

Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium) is one of the ornamental plants that are in great demand by the people of Indonesia. Unfortunately, chrysanthemum seeds are still imported from abroad such as Germany, the United States, Netherlands and Japan. This causes the cost of production to be more expensive. Efforts to provide liquid organic fertilizer is one of the efforts to increase the production of local chrysanthemum seeds so that it can boost consumer needs. This study aims to analyze the effect of the type and concentration of liquid organic fertilizer, as well as the interaction of liquid organic fertilizer on the growth and yield of Chrysanthemum morifolium Ramat. This research was conducted in May-June 2022. This research was conducted in Nongkojajar, Wonosari, Tutur, Pasuruan, East Java. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 treatment and control factors. These two factors use consisting of (n0) without concentration (control), (n1) concentration of 5 ml POC/liter of water, (n2) concentration of 10 ml POC/liter of water, (n3) concentration 15 ml of POC/liter of water, (n4) concentration of 20 ml of POC/liter of water. The variables observed in this study were plant height, leaf area, number of leaves, dry weight and wet weight of leaves, root length and abiotic factors. This study used a one-way ANOVA test to determine the significant difference in each treatment and then continued with the 5% DMRT test. This study yielded the results that the administration of POC Bio Sugih had a significant effect on the variables of plant height, number of leaves, wet weight and dry weight of plants. Meanwhile, the provision of POC Eco Farming was more dominant in the variable leaf area with thicker stems compared to POC Bio Sugih.  Keywords: Bio Sugih, Eco Farming, Chrysanthemum plants (Chrysanthemum morifolium Ramat). ABSTRAK Tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium) adalah salah satu tanaman hias yang memiliki banyak peminat khususnya di Indonesia. Sayangnya, untuk bibit krisan sendiri masih melakukan impor dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan Belanda. Hal ini menyebabkan biaya produksi semakin mahal. Upaya pemberian pupuk organik cair merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan produksi bibit krisan lokal sehingga dapat mendongkrak kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis pengaruh jenis dan konsentrasi pupuk organik cair, serta interaksi pupuk organik cair pada pertumbuhan dan hasil tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022. Penelitian ini dilaksanakan di Nongkojajar, Dusun Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan kontrol. Dua faktor ini masing-masing menggunakan POC terdiri dari (n0) tanpa konsentrasi POC (kontrol), (n1) konsentrasi 5 ml POC/liter air, (n2) konsentrasi 10 ml POC/liter air, (n3) konsentrasi 15 ml POC/liter air, (n4) konsentrasi 20 ml POC/liter air. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman luas daun, jumlah daun, berat kering, dan berat basah daun, panjang akar dan faktor abiotik. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA satu arah guna mengetahui adanya perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan lalu dilanjut uji DMRT 5%. Penelitian ini memberikan hasil bahwasanya pemberian POC Bio Sugih berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman. Sedangkan pemberian POC Eco Farming lebih dominan terhadap variabel luas daun dengan batangnya yang lebih berisi dibandingkan dengan POC Bio Sugih. Kata kunci: Bio Sugih, Eco Farming, Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat).
PROGRAM KEWIRAUSAHAAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN LINGKUNGAN PADA KOMPLEK PERUMAHAN BARU DENGAN PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK Agus Suryono; Imam Hanafi; Riyanto Riyanto; Sama' Iradat Tito; Hamdani Dwi Prasetyo; Muhammad Ma’ruf; Ghomamul Karim
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Griya Tama Pakis merupakan salah satu perumahan yang terletak di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Perumahan ini dikelola langsung oleh PT. Griya Karya Tama dan menjadi perumahan baru didaerah tersebut Dengan itu, perumahan baru akan menghasilkan permasalahan lingkungan yang cukup kompleks terhadap permasalah sampah yang berasal dari rumah tangga maupun daun-daun dari tumbuhan yang terdapat di setiap rumah ini. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan lingkungan yakni dengan melakukan pengolahan sampah tersebut menjadi pupuk organik. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan langsung, ceramah dan praktek. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada di Perumahan Griya Tama Pakis. Metode ceramah dilakukan memberikan informasi tentang manfaat dari pupuk organik. Metode praktek dilakukan untuk memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik yang baik dan benar. Hasil yang didapat melalui kuisioner uji organoleptik didapat 13 dari 20 panelis menyatakan sangat suka terhadap tekstur dari pupuk organik dengan persentase (65%), kemudian 12 dari 20 panelis menyatakan sangat suka terhadap aroma dari pupuk organik dengan persentase (60%), dan 12 dari 20 panelis menyatakan sangat suka terhadap warna dari pupuk organik dengan persentase (60%)
KEGIATAN PENANAMAN TOGA DI BUMDES OLEH KANDIDAT SARJANA MENGABDI TEMATIK GUNA MENUMBUHKAN KEPEDULIAN KESEHATAN MASYARAKAT Sama' Iradat Tito; Nuri Lailatul Istiqomah; Feby Lia Nora; Habibatul Ilma; Dewi Anjar Setyowati; Nielna Mada Nielna; Eka Septianing; Elisa Oktaviani; Dewi Kartika Sari W.D.; Lathifah Nailil Hikmah; Nur Afni Auli Islamya
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat sangat diminati dalam budaya masyarakat Indonesia. Pada masa pandemic Covid 19 dibutuhkannya tanaman obat sebagai alternatif kesehatan imun masyarakat, terutama kesehatan anak yang cenderung tidak mau mengonsumsi jamu dari tanaman obat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta anak-anak MI Miftakhul khoir Desa Karangrejo tentang jenis-jenis TOGA, khasiat/ manfaat TOGA, dan mengajarkan tata cara menanam TOGA dengan lahan yang ada melalui kegiatan KSM Tematik. Metode yang digunakan yakni  meliputi a) tahap persiapan b) tahap persuasive dan c) tahap pelaksanaan. Beberapa tumbuhan yang ditanam antara lain Kumis Kucing, Serai Merah, Binahong, Kencur, Lengkuas, Keji Beling, Sambiloto, Jahe Merah, Lidah Buaya, Pegagan, Temu Kunci yang mempunyai antioksidan yang cukup tinggi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa respon masyarakat tentang penanaman TOGA di BUMDES Mavendra oleh KSM-Tematik memberikan respon yang baik dengan presentase 90%, serta jumlah presentase masyarakat yang menanam TOGA di rumah masih rendah dengan persentase 35% dibandingkan dengan masyarakat yang tidak menanam TOGA di rumah dengan jumlah presentase 65%. Dari data mengenai pemahaman mengenai jenis-jenis TOGA terdapat 14 responden dengan presentase 70% yang mengenal tentang jenis-jenis tanaman TOGA dan terdapat 6 responden dengan presentase 30% yang tidak mengenal tentang jenis-jenis tanaman TOGA. Hal ini menunjukkan bahwa progres oleh KSM-Tematik tersebut berhasil yakni berbanding lurus dengan presentase respon baik masyarakat terhadap kegiatan tersebut
UPAYA PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI ERA PANDEMI COVID-19 KEPADA MASYARAKAT DESA SRIMULYO MELALUI MEDIA POSTER Sama' Iradat Tito; Muhammad Ma’ruf; Durrotul Hasanah; Arina Roikhana; Lailatul Maghfirah; Nur Mufida; Sulis Setiawati; Zuhrotul Chumairoh
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona virus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernafasan pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Wabah virus covid-19 telah menyebar ke berbagai negara di dunia dengan waktu yang sangat singkat, salah satunya adalah Indonesia. Program Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah program yang pada dasarnya bertujuan untuk membuat masyarakat meninggalkan pola hidup tidak sehat kehidup yang lebih sehat. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu metode ceramah, metode diskusi dan metode praktik. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dalam program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM-Tematik) ini dilaksanakan mulai 2 Agustus – 14 September 2021. Tempat pelaksanaan kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM-Tematik) di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Kegiatan sosialisasi pencegahan penyebaran penyakit Covid-19 dengan sosialisasi melalui poster dan pembagian masker. Kegiatan ini dilakukan dengan bersosialisasi kepada masyarakat Desa Srimulyo dengan cara mempresentasikan poster, yaitu poster pencegahan Covid-19 dengan 5M & perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui media poster. Kegiatan ini juga memberikan kuisioner kepada masyarakat yang diberikan saat sebelum dan sesudah diakannya sosialisasi penyuluhan ini. Hasil kuisioner sebelum penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan pengetahuan yang kurang sebanyak 10 orang (40%), pengetahuan yang cukup sebanyak 9 orang (36%), dan yang memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 6 orang (24%).  Hasil kuisioner sesudah penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan pengetahuan yang kurang sebanyak 6 orang (24%), pengetahuan yang cukup sebanyak 7 orang (28%), dan yang memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 12 orang (48%). Dengan hasil ini, masyarakat telah mengetahui pencegahan Covid-19 dengan 5M & perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekitar rumah
Respon Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Dengan Metode Hidroponik Sterofoam (Rakit Apung): Response of Water Spinach Plants (Ipomoea aquatica) to Liquid Organic Fertilizer Application sing Styrofoam Hydroponic Method (Floating Raft) ummah, Shobihah rifatul; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i2.15425

Abstract

Kangkung is one of the vegetables favoured by the community. Two types of water spinach are often found, namely land kale and water spinach. Kangkung contains nutrients, several vitamins, and various irons that are useful for health and body growth. Hydroponic farming is an agriculture that does not use soil media and uses water as the preferred medium. This study aimed to determine the response of water spinach plants (Ipomoea aquatica) to the application of liquid organic fertilizer with Styrofoam hydroponic media and to determine the effective concentration that affects the growth of water spinach plants. Using the method of Experimental Randomized Block Design. Each nutrient had five treatments and five replications, with treatment concentrations of 5 ml/litre, 10 ml/litre, 15 ml/litre and 20 ml/litre. The results showed that the most influential treatment on plant height, number of leaves, root length, number of roots, wet weight and dry weight was in the P1A4 treatment (AB-mix 20ml/litre), while the high eco-farming treatment was in the P2A3 treatment. (eco-farming 15 ml/litre). In the control treatment, there was no significant effect on the treatment of eco-farming and the growth of water spinach plants. Keywords: water spinach, AB-mix, eco-farming, water spinach growth Kangkung adalah salah satunya sayuran yang digemari oleh masyarakat. Jenis kangkung yang sering ditemui ada dua yaitu kangkung darat dan kangkung air. Kangkung memiliki kandungan gizi serta beberapa vitamin dan berbagai zat besi yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan badan. Pertanian sistem hidroponik adalah suatu pertanian yang tidak menggunakan media tanah dan memakai media air yang diutamakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) terhadap pemberian pupuk organik cair dengan media hidroponik sterofoam dan untuk mengetahui konsentrasi efektif yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung air Penelitian dilakukan di kebun yang terletak di Jalan Joyo Suryo Lowokwaru Malang, selama bulan Juli sampai agustus 2021. Menggunakan metode Eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pada masing-masing nutrisi terdapat 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, dengan konsentrasi perlakuan 5 ml/liter, 10 ml/liter, 15 ml/liter dan 20 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paling berpengaruh tinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar, berat basah dan berat kering yaitu pada perlakuan P1A4 (AB-mix 20ml/liter), sedangkan pada perlakuan eco farming yang tinggi yaitu pada perlakuan P2A3 (eco farming 15ml/liter). Pada perlakuan kontrol tidak berpengaruh nyata pada perlakuan eco farming serta pertumbuhan tanaman kangkung air.  Kata kunci : kangkung air, AB-Mix, eco-farming, pertumbuhan kangkung air