Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Organik Pertanian Sebagai Media Tanam Pertanian Perkotaan (Urban Farming) Dalam Membangun Kemandirian Pangan di “Kampung Wisata Terpadu” Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Nugroho, Tri Wahyu; Aziz, Aulia Luqman; Toiba, Hery; Rozuli, Ahmad Imron; Suyadi, Suyadi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6113

Abstract

Luas lahan pertanian yang semakin menyusut disetiap tahun menjadi masalah penting bagi masyarakat Desa Mulyoagung. Pertanian perkotaan (urban farming) merupakan salah satu solusi dalam mengatasi hal tersebut dalam mempertahankan ketersediaan pangan. Urban farming dapat memperkuat ekonomi local dengan penerapan yang benar. Akan tetapi salah satu kendala yang menyebabkan kegagalan urban farming antara lain sumber bahan, SDM, dan pasar. Konsep paling mendasar yang perlu dilakukan dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah menjalin mitra kerjasama yang dengan pelaku pertanian yang bersinergi dengan program urban farming. Happytani merupakan badan usaha yang berada di desa Mulyoagung dan sangat berpotensi dijadikan mitra dengan skema urban farming. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Mulyoagung melalui pemeliharaan keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan kemitraan dan kerjasama. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyuluhan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan program pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat berhasil mengadopsi konsep urban farming dengan memanfaatkan limbah organik cocopeat dan polybag. Pengembangan model urban farming telah membuktikan keberhasilannya dalam mengatasi penyusutan lahan pertanian dan memperkuat ekonomi lokal
Penguatan Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Pemanfaatan Potensi Lokal Non-Perikanan Di Pulau Giligenting, Sumenep, Madura Chawa, Anif Fatma; Rozuli, Ahmad Imron; Nurdiani, Rahmi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 4 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v4i4.1589

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menetapkan beberapa program pengembangan masyarakat untuk mencapai kemajuan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya kelompok nelayan. Sementara itu, kelompok masyarakat lain yang bermata pencaharian non-perikanan kurang mendapat perhatian. Menyikapi hal tersebut, artikel ini merupakan program intervensi berupa penguatan kelembagaan ekonomi non-perikanan yang telah dilakukan kepada masyarakat Pulau Giligenting, Desa Aenganyar, Kabupaten Sumenep, Madura. Sebagian besar dari mereka hidup dari mata pencaharian non-perikanan dengan membuat kue wafel dan gula aren. Dengan menggunakan Participatori Rural Apraisal (PRA), penelitian ini telah melibatkan masyarakat dalam program-program intervensi, mulai dari mengidentifikasi masalah, merancang program pembangunan hingga melaksanakan program-program tersebut. Untuk lebih jelasnya, program-program tersebut telah dilakukan dalam tiga langkah: pertama, mengidentifikasi potensi ekonomi lokal Pulau Giligenting dari mata pencaharian non-perikanan; kedua, mengenali berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang hidup dari mata pencaharian semacam ini serta menemukan strategi untuk mengatasi masalah tersebut; ketiga, implementasi dari strategi-strategi tersebut, salah satunya dengan melakukan program penguatan kelembagaan. Pelaksanaan program ini telah menghasilkan tujuan atau keluaran yang diharapkan antara lain peningkatan kapasitas dan produktivitas, serta pendapatan masyarakat yang hidup dari mata pencaharian non-perikanan.
Social Capital, Institutional Change, and Rural Development in Transmigration Area, West Muna Regency, Indonesia Rozuli, Ahmad Imron; Afala, La Ode Machdani; Haboddin, Muhtar; Chawa, Anif Fatma
Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol. 29, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the development process in transmigration areas, utilizing the social capital concept in the study of three transmigration villages: Mekar Jaya, Wapae, and Suka Damai. We interviewed stakeholders, made observations, and analysed documents to collect data. Our findings highlight the important role of social capital and institutional change in supporting village development. Three critical factors emerged: First, village development involves the transfer of skills from the area of origin to the area of migration endowed with strong work ethics (etos kerja), particularly in agricultural and business sectors. Second, strong networks formed through ethnic and religious ties facilitate information sharing and cooperation, aligning the interests of the community and the village govenrment. Third, institutional changes in village autonomy and regional expansion significantly influence the village development process, strengthening communities’ social capital while reshaping the state-society relationship to become more democratic. Despite some progress, the village transformation, however, has yet to have a significant impact on improving the community’s prosperity.
Managing Urban Heritage: Harmonizing Community Uniqueness and Urban Planning in Pasuruan City Rozuli, Ahmad Imron; Susanti, Anik; Purba, Dano; Kusuma, Adhinugraha Wirayudha; Renwarin, Ryan
SAMPURASUN Vol 11 No 2 (2025): Sampurasun Vol. 11 No. 2 - 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/sampurasun.v11i2.33787

Abstract

This research examines Pasuruan City as a cultural heritage landscape shaped by colonial, Islamic, and multi-ethnic layers that continue to color the dynamics of its urban space. The research aims to identify how this heritage is interpreted and integrated into tourism development while uncovering the obstacles that arise in the preservation process and community participation. A qualitative method with an ethnographic approach was employed, utilizing participatory observation, in-depth interviews, and analysis of archives and policy documents. Research subjects included local residents, cultural actors, and local government representatives directly involved in heritage management. The data were analyzed using thematic interpretation to understand the interconnections between historical narratives, urban spatial patterns, and tourism practices. The findings indicate that Pasuruan displays a cultural palimpsest, where colonial buildings, religious sites, and multicultural areas intertwine to form a distinctive urban identity. However, the fragmentation of heritage asset ownership, weak management, and the absence of a connecting narrative between clusters remain major obstacles. In conclusion, a multi-stakeholder strategy is necessary, involving the government, communities, and cultural asset owners, to enable heritage to serve a dual function: as a pillar of collective memory and as a driver for sustainable tourism and the city's creative economy.