Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Flower Morphology E-Module Based on Tretes Waterfall Biodiversity to Improve Botanical Literacy And Communication Skills Putri, Amalia Shaleha; Sulisetijono, Sulisetijono; Ibrohim, Ibrohim
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 11, No 3: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus September 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v11i3.7740

Abstract

Background: Botanical literacy and communication skills are critical 21st-century competencies, yet they remain underdeveloped among Biology Education students. This study addresses this gap by developing and validating a flower morphology e-module that integrates local potential from the Raden Soerjo Natural Park. Methodology: Following the Lee & Owens development model, data were collected from 3 expert validators and students in one-to-one (n=3), small group (n=10), and field trials (n=32) using Likert scales, essay questions, and observation sheets. Findings: The e-module was rated "very valid" by experts (96.52% average) and "very practical" in student trials (86 - 89% average). A one-way ANCOVA test confirmed its effectiveness, showing a statistically significant and substantial increase in botanical literacy (80% average) and communication skills (78% average) in the experimental class over the control class. Contribution: This study contributes a validated and effective e-module that uniquely integrates local potential, offering a significant practical implication for the biology curriculum by providing educators with a resource to enhance student competencies through contextualized, self-directed learning
Student perspectives on project-based learning using local wisdom orientation on botanical learning Anggarani, Dinar Arsy; Sari, Murni Sapta; Sulisetijono, Sulisetijono
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 10 No. 02 (2025): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v10i02.1441

Abstract

Botanical education in higher education often faces challenges in contextualizing abstract plant concepts and fostering student engagement. Integrating local wisdom into botanical education through Project-Based Learning (PjBL) enhances students’ learning experiences by connecting traditional ecological knowledge with scientific concepts. Brakseng, Batu Malang, provides an ideal setting for this approach, yet research on students' perceptions remains limited. This study aims to examine students’ perceptions of local wisdom-integrated PjBL in botanical education by analyzing its influence on conceptual understanding, learning motivation, and perceived implementation challenges. A cross-sectional survey was conducted from August to November 2024 with 63 undergraduate biology students at Universitas Negeri Malang. Data were collected through a Likert-scale questionnaire assessing learning experience, motivation, and performance, supplemented by qualitative responses. Quantitative data were analyzed using statistical software SPSS, while qualitative data were examined through thematic analysis. Results indicate that PjBL integrated with local wisdom received a positive responses regarding student learning, motivation, and student performance skill. The majority of students agreed that project assignments improved their grasp of concepts, boosted motivation, and enhanced teamwork. Students also reported increased problem-solving abilities and engagement with environmental conservation efforts. The study confirms that PjBL incorporating local wisdom positively influences botanical education by fostering deeper learning and real-world application. These findings offer valuable insights for developing culturally responsive and sustainable educational strategies.
Structural correlation of creative thinking skills, problem-solving, and entrepreneurial self-efficacy in biology education students: PLS SEM analysis Ika Wardani; Murni Sapta Sari; S. Sulisetijono; Abdul Gofur; Zainuddin bin Hassan; M. Arsyad
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v11i2.40800

Abstract

Entrepreneurship project-based learning model on the problem-solving skills of Biology Education study. This study aims to describe the structural correlation construction of creative thinking skills, problem-solving skills, and entrepreneurial self-efficacy among biology education students in East Java. The population in this study was undergraduate (S1) Biology Education students from universities in East Java, Indonesia. The research sample comprises 405 students from these institutions who have undergone learning related to plant materials for at least one semester. The instruments used in this research were test instruments and questionnaires. The essay test for assessing creative thinking skills draws upon six indicators adapted from Greenstein. essay test instrument used for collecting data on problem-solving skills was developed based on six indicators adapted from Mourtos et al. The data collection instrument for entrepreneurial self-efficacy relied on a questionnaire developed by Gedeon & Valliere. Data analysis technique employed was Structural Equation Modeling (SEM) with the SmartPLS application. The results of the study indicate a significant correlation of creative thinking, problem-solving skills, and entrepreneurial self-efficacy in biology education students in East Java. There is a significant effect of creative thinking skills on entrepreneurial self-efficacy, creative thinking skills on problem-solving skills, and problem-solving skills on entrepreneurial self-efficacy.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga Berbasis 3R Adopsi Jepang di Desa Kukuh Marga Tabanan Bali I Gede Sudirgayasa; Muhammad Syamsussabri; I Putu Oktap Indrawan; Sulisetijono Sulisetijono; Susriyati Mahanal; Abdul Gofur
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v3i2.510

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di Banjar Dinas Tatag Desa Kukuh Marga Tabanan Bali, dapat dirangkum permasalahan terkait sampah sebagai berikut: (1) Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle), (2) ketiadaan aturan yang jelas dan lengkap terkait pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R, (3) ketiadaan sarana prasarana yang memadai dalam mendukung penerapan 3R, dan (4) Program terkait penerapan 3R selalu terkendala sehingga tidak berkesinambungan. Solusi yang kami tawarkan merupakan solusi yang mengadopsi dari pengelolaan sampah di Jepang sebagai berikut: (1) membuat aturan yang jelas terkait pemilahan sampah. Pembuangan sampah dibuat terjadwal yang dibedakan sesuai hari, jam, dan jenis sampahnya. Hari dan jam tertentu hanya boleh membuang sampah jenis tertentu, (2) dukungan sarana prasarana. Membuat kantong plastik khusus sampah organik, anorganik, logam/kaleng, dan kertas yang dibedakan dari warnanya. Masyarakat wajib menggunakan kantong plastik khusus ini yang nantinya dapat dibeli di koperasi PKK/desa atau minimarket terdekat. Pembangunan tempat pengumpulan sampah dari rumah tangga yang bersekat sesuai jenis sampahnya, (3) penyuluhan masyarakat terkait aturan baru pengelolaan sampah rumah tangga, (4) memfasilitasi kerja sama dengan pengepul sampah plastik, dan (5) Penempelan poster aturan 3R dan jadwal pembuangan sampah. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap bersama mitra sesuai alur pengelolaan sampah dalam mengatasi akar permasalahan berdasarkan solusi yang ditawarkan, antara lain: (1) pembuatan bak penampungan sampah sementara, (2) pembagian kantong sampah plastik berwarna, (3) pembuatan aturan dan poster pengelolaan sampah berbasis 3R, dan (4) sosialisasi dan uji coba ke Masyarakat mitra. Secara keseluruhan target kegiatan sudah tercapai dengan sangat baik. Terdapat kegiatan dan target luaran program pengabdian yang perlu disempurnakan untuk hasil yang optimal. Kekurangan tersebut dirangkum dalam rencana tahapan selanjutnya sebagai berikut: (1) penambahan bak sampah di 3 tempat pemandian umum yang lain serta beberapa Pura berdasarkan laporan dan permintaan warga mitra, (2) penambahan pembagian kantong plastik sampah berwarna, (3) pembuatan stiker/brosur teknis 3R untuk ditempel di masing-masing rumah warga, dan (4) pembuatan poster teknis 3R untuk ditempatkan ditempat-tempat strategis di areal desa.
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA MELALUI MODEL RESEARCH TEAM-BASED LEARNING (RTBL) PADA MATAKULIAH ILMU LINGKUNGAN Febblina Daryanes; Siti Zubaidah; Susriyati Mahanal; Sulisetijono Sulisetijono
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21. Keterampilan kolaborasi termasuk aspek penting dalam lifelong learning dan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa kini. Akan tetapi, keterampilan kolaborasi sebagian mahasiswa pada umunya masih rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitian ini mengeksplor apakah model Research Team-Based Learning (RTBL) berhasil dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi pada matakuliah Ilmu Lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eskperimen dengan sampel 79 mahasiswa yang mengambil matakuliah ilmu lingkungan yang dibagi ke dalam 2 kelas eksperimen yaitu RTBL dan Team-Based Learning (TBL).  Data keterampilan kolaborasi mahasiswa diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model RTBL lebih unggul dibandingkan model TBL dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa pada matakuliah ilmu lingkungan. Model RTBL dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa. Model RTBL juga direkomendasikan untuk diintegrasikan secara formal dalam kurikulum perguruan tinggi.
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA MELALUI MODEL RESEARCH TEAM-BASED LEARNING (RTBL) PADA MATAKULIAH ILMU LINGKUNGAN Febblina Daryanes; Siti Zubaidah; Susriyati Mahanal; Sulisetijono Sulisetijono
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21. Keterampilan kolaborasi termasuk aspek penting dalam lifelong learning dan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa kini. Akan tetapi, keterampilan kolaborasi sebagian mahasiswa pada umunya masih rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitian ini mengeksplor apakah model Research Team-Based Learning (RTBL) berhasil dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi pada matakuliah Ilmu Lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eskperimen dengan sampel 79 mahasiswa yang mengambil matakuliah ilmu lingkungan yang dibagi ke dalam 2 kelas eksperimen yaitu RTBL dan Team-Based Learning (TBL).  Data keterampilan kolaborasi mahasiswa diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model RTBL lebih unggul dibandingkan model TBL dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa pada matakuliah ilmu lingkungan. Model RTBL dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif dalam memberdayakan keterampilan kolaborasi mahasiswa. Model RTBL juga direkomendasikan untuk diintegrasikan secara formal dalam kurikulum perguruan tinggi.
Needs analysis of digital learning media to enhance ownership of learning and collaboration skills in biology education students Anggun Septi Rahayu; Balqis; Sulisetijono
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v5i2.987

Abstract

Background: The shift toward a student-centered educational paradigm in the 21st century requires the use of effective digital learning media to enhance students’ ownership of learning and collaboration skills. However, challenges such as low learning motivation, limited student engagement, and the underutilization of diverse learning media remain evident in the Plant Physiology course within Biology Education programs. Aims: This study aims to analyze the need for digital learning media that can enhance students’ ownership of learning and collaboration skills in the Plant Physiology course. Methods: This study employed a quantitative descriptive research design involving 42 undergraduate students and 4 lecturers from the Biology Education program. Data were collected through questionnaires, interviews, and document analysis of the Course Syllabus (RPS) and Lesson Plans (SAP). The collected data were analyzed descriptively to evaluate the extent to which existing learning media support ownership of learning and collaboration skills. Results: The findings reveal that PowerPoint is the most dominant learning medium used, with a usage rate of 58.6%, followed by teaching modules at 21.4% and learning videos at 15.7%. The use of academic articles is very limited, with only 4.3% utilization. Students’ ownership of learning is generally categorized as good, with an average score of 78.4%; however, the indicators of goal orientation and self-direction remain relatively low at 69.64%. Collaboration skills demonstrate a positive average score of 84.66%, yet several indicators have not reached optimal levels. Conclusion: The study concludes that learning in the Plant Physiology course still relies heavily on conventional digital media. Although ownership of learning and collaboration skills show positive trends, they are not yet optimal. These findings emphasize the need to develop innovative digital learning media to strengthen students’ ownership of learning and collaboration skills.
Co-Authors Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Adelia Dwinta Pramashela Agung Witjoro Agus Dharmawan Akhmad Fathoni Anggarani, Dinar Arsy Anggun Septi Rahayu Anindya Nirmala Permata Anwar, Sitti Aisyah Aprilyani Aprilyani Asti Eka Yunia Ayu Maulidya Agustiningrum Azizah Nur Rochmah Baidlowi, M. Hisyam Balqis Chomisatut Thoyibah Dhiyauddin Aridhowi Dwi Rahmawati Eko Sri Sulasmi Elsje Theodora Maasawet Faiza Nur Imawati Ningsih Fandi Tri Fajar Cahyo Fatchur Rohman Fatchur Rohman Febblina Daryanes Febblina Daryanes Fitria Maulita Frida Kunti Setiowati Gani, Abdul Rasyid Fakhrun Hadi Suwono Hadira, Hadira Hayuana, Wachidah Hendrawan Hendrawan Herawati Susilo Hunaepi, Hunaepi I Gede Sudirgayasa I Gede Sudirgayasa I Putu Oktap Indrawan I Putu Oktap Indrawan Ibrohim Ika Wardani Ima Nafila, Nanda Jazuli Mohammad Hamim Kolow, Jullya Christin M. Arsyad Maemonah, Maemonah Mardian, Anggraini Mimien Henie Al Muhdhar Mita Larasati Muh. Wahyudi Jasman Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan Muhammad Syamsussabri Murni Sapta Sari Murni Sapta Sari Naailatu Azizah Nur NUR LINA SAFITRI Nur'aini Kartikasari Nurdiana Nurdiana Nursasi Handayani Purwaning Budi Lestari, Purwaning Budi Putri Fitria Sartika Putri, Amalia Shaleha Rahma, Yenny Ria Yustika Sari Sartika, Putri Fitria Sigarra, Dhia Fajrianti Silvi Dwi Pangestu Siti Hartina Pratiwi Siti Zubaidah Sofia Ery Rahayu Subhan Maulidi Kun Bad'a Farohii Sugi Hartono Sunarmi Sunarmi Sunarmi Susriyati Mahanal Tama, Fikria Nurhady UCIK AGUSTI WULANNINGSIH Ummah Yunita Putri Irsadul Utami Sri Hastuti Yunita Rakhmawati Yusri Juma Zainuddin bin Hassan Zebua, Nofamataro