Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PEDULI SARAPAN DAN JAJANAN SEHAT, SERTA HIGIENE DAN SANITASI LINGUNGAN SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SEPATAN TIMUR Angkasa, Dudung; Sitoayu, Laras; Fauzi, Maulana; Putri, Vina Rizky; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1743

Abstract

AbstractSchool-aged children are among those vulnerable to nutritional problems. Irregular breakfast, unable to choose healthy snacks and poor personal hygiene are major factors in promoting nutritional problems among school-age children. Provision of nutritional and hygiene education is needed to improve students' eating knowledge, attitudes and behavior as well as personal hygiene. Preliminary survey showed about 24.5% of students had underweight, 12.2% overweight based on BMI for age; Most students (92%) have a regular daily breakfast; however based on single 24 hours food recall, only 3%, 6.7%, 24.2% and 13.7% met energy, carbohydrate, protein and fat intake, respectively ; 54% of students have high snacking frequency  (> 3x / day); small proportion of them consume vegetable (20%) and fruit (15%); proportion of student with poor personal hygiene about 28.4%. This activity was carried out in 14 primary schools in the working area of West Kedaung Community Health Center, East Sepatan, Tangerang District. A total of 1300 students from 14 schools were involved in this activity. The activity namely 1) nutrition counseling with the topics were:  food guide, breakfast and healthy snacks which followed by pre-post test; 2) seven-step handwashing practice; 3) Personal hygiene  practices; 4) distribution of educational posters; 5) a nutrition and seven-step dance hand washing contest. Results showed score increment for nutrition knowledge, breakfast and healthy snacks from 47.63 to 60.49; student were ablet to carry out a healthy meal, capable of performing seven handwashing steps, able to dispose of the garbage in its place, and the creation of a seven-step handwashing dance. Related to sanitation, the results of the activities show the improvement of school environment cleanliness such as toilets, yard, and classroom. However, only 10 out of 14 schools who progress to nutrition and seven-step handwashing dance creations contest. This activity should be continued to promote good eating and hygiene habits that can prevent nutritional problems in the future . Keywords: nutrition knowledge, breakfast, hand washing, sanitation, school children AbstrakAnak usia sekolah termasuk kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Tidak teratur sarapan, tidak mampu memilih jajanan sehat dan jeleknya hygiene individu merupakan faktor utama dalam mencentus masalah gizi pada anak usia sekolah. Pemberian pendidikan gizi dan hygiene diperlukan agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa, memperbaiki sikap dan perilaku makan dan hygiene. Hasil survey pendahuluan menunjukkan sebanyak 24.5% siswa/i mengalami kurus+sangat kurus, 12.2% kegemukan berdasarkan IMT/U; sebanyak 92% memiliki kebiasaan  rutin sarapan tetapi berdasarkan recall asupan 24 jam, hanya 3%, 6.7%, 24.2% dan 13.7% secara berturut yang cukup energi, karbohidrat, protein dan lemak; 54% siswa/i memiliki perilaku jajan yang tinggi (>3x/hari); asupan sayur dan buah masing-masing 20% dan 15% serta perilaku hygiene yang kurang sebanyak 28.4%. Kegiatan ini dilaksanakan di 14 sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas Kedaung Barat, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Total 1300 siswa/i dari 14 sekolah terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini berupa penyuluhan tentang gizi, sarapan pagi dan jajanan sehat yang dilanjutkan dengan pre-post test; praktek tujuh langkah cuci tangan; praktek kebersihan dengan operasi semut; penyebaran poster; lomba cerdas cermat dan lomba tari tujuh langkah cuci tangan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan gizi, sarapan dan jajanan sehat dari 47.63 menjadi 60.49, dibawanya bekal sehat, mampunya melakukan tujuh langkah cuci tangan, mampunya membuang sampah pada tempatnya, dan adanya kreasi tarian tujuh langkah cuci tangan. Terkait sanitasi, hasil kegiatan menunjukkan terlihatnya peningkatan kebersihan lingkungan sekolah seperti toilet, halaman, dan ruang kelas. Kekurangan dalam kegiatan ini iala saat puncak acara berupa lomba cerdas cermat dan kreasi tari hanya dapat diikuti oleh 10 sekolah. Harapannya, kegiatan ini terus dipromosikan sehingga terbentuk kebiasaan baik yang dapat mencegah masalah gizi dikemudian hari.Kata kunci: pengetahuan gizi, sarapan, cuci tangan, sanitasi, anak sekolah
SARAPAN SEHAT MENUJU GENERASI SEHAT BERPRESTASI Sitoayu, Laras; Wahyuni, Yulia; Angkasa, Dudung; Noviyanti, Anugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i1.1662

Abstract

AbstractGood food for school children is a food that contains many varieties and in accordance with the recommended dietary allowance, one through breakfast habit. In fact, not all school children have breakfast habits. Only 10.6% of the children breakfast sufficient energy (>30%) and still very lack of breakfast with diverse food. Breakfast habit is important not only taught at home, but also need to be socialized at school. Teacher, as parent in the school need to understand the importance of a healthy breakfast habit and are able expected to socialize. This activity is one of the implementation of the Circular of Kementerian Dalam Negeri No. 444/1123/ PMD dated 4 February 2013 to the Governor throughout Indonesia, to support and implement the Week Breakfast National or Pekan Sarapan Nasional (PESAN) with campaigning and encouraging people to adopt a healthy breakfast behave through seminars. This event aims to disseminate a healthy breakfast for any teacher PAUD/ kindergarten for a whole West Jakarta through seminars, conducted in Ballroom Kemala Esa Unggul University. Socialization is done with providing counselling and using comics "Come Breakfast" or “Ayo Sarapan” as a medium of education. A total of 302 teachers early childhood /kindergarten throughout West Jakarta attended and participated in this well. Understanding and socialization reinforced by educational media used and given to participants, so easy to understand and can be applied in everyday life. Events like this are important to do every year to different participant, so socialization healthy breakfast can be achieved with good.Keywords : healthy breakfast, teacher, schoolAbstrakMakanan yang baik untuk anak sekolah adalah yang beraneka ragam jenisnya dan sesuai dengan kecukupan gizi yang dianjurkan, salah satunya melalui kebiasaan sarapan. Pada kenyataannya, tidak semua anak sekolah mempunyai kebiasaan sarapan. Hanya 10.6% dari sarapan anak yang mencukupi energi (>30%) dan masih sangat kurangnya sarapan dengan makanan yang beranekaragam. Kebiasaan sarapan tidak hanya penting diajarkan di rumah namun juga perlu disosialisasikan di sekolah. Guru, sebagai pengganti orang tua siswa di sekolah perlu memahami pentingnya kebiasaan sarapan sehat dan diharapkan mampu mensosialisasikannya. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 444/1123/PMD tanggal 4 Febuari 2013 kepada Gubernur di seluruh Indonesia, untuk mendukung dan melaksanakan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) dengan mengampanyekan dan mendorong masyarakat agar menerapkan perilaku sarapan sehat melalui seminar. Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan sarapan sehat kepada Guru PAUD/TK se-Jakarta Barat melalui seminar, yang dilakukan di Ballroom Kemala Universitas Esa Unggul. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan menggunakan media komik “Ayo Sarapan” sebagai salah satu media edukasi. Sebanyak 302 Guru PAUD/TK se-Jakarta Barat hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan baik. Pemahaman dan sosialisasi diperkuat dengan adanya media edukasi yang digunakan serta diberikan pada peserta sehingga mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini penting dilakukan setiap tahun dengan target sasaran yang berbeda-beda, sehingga sosialisasi sarapan sehat dapat tercapai dengan baik.Kata Kunci : sarapan sehat, guru, sekolah
Pengetahuan dan Sikap Guru Sekolah Dasar tentang Light Exercise di SDN GU 12 Pagi Ngadiarti, Iskari; Angkasa, Dudung
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v1i1.1198

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang sampai saat ini masih memiliki masalah terkait Gizi. Permasalahan Gizi di Indonesia semakin kompleks tidak hanya karena kurang gizi masih tinggi, tetapi masalah kelebihan gizi dan akibatnya semakin meningkat. Pola hidup sehat, termasuk didalamnya aktivitas fisik dan olahraga merupakan salah satu faktor utama pada kompleksnya permasalahan gizi di Indonesia. Aktivitas fisik dan olahraga yang rendah menjadi pemicu meningkatnya masalah gizi lebih. Salah satu aktivititas fisik yang dapat dilakukan adalah dengan light exercise. Data RISKESDAS 2010 Status Gizi TB/U, BB/TB DKI Jakarta memiliki status gizi gemuk 10,1% dan Kurus 10,8%. Berdasarkan Status gizi IMT/U DKI Jakarta memiliki prevalensi 12,8 % untuk kategori gemuk dan 6,5% untuk kategori kurus. Sementara itu di berdasarkan TB/U untuk kategori pendek 14,5 % dan 9,4% sangat pendek. Prevalensi Status Gizi (TB/U) umur 6-12 tahun didapat sebagian besar anak laki-laki terkategori pendek 20,9% dan sangat pendek 15,6%. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap guru sekolah dasar tentang light exercise sebagai model olahraga yang praktis dan efektif di SDN GU 12 Pagi, sebelum dilakukan intervensi penyuluhan melalui. Metode yang digunakan adalah cross-sectional design. Sampel adalah seluruh guru sekolah dasar berjumlah 10 orang. Analisis data menggunakan univariate untuk mengetahui gambaran secara umum mengenai light exercise. Dari hasil penelitian di dapat sebagian besar responden mempunyai skor rata-rata baik pengetahuan terhadap light exercise sebesar 30% dan yang memiliki skor rata-rata kurang sebanyak 70%. Oleh karena itu, light exercise di lingkungan sekolah perlu ditingkatkan untuk menerapkan light exercise untuk para siswa.Kata kunci: pengetahuan, sikap, light exercise
ANALYSIS OF SUGAR, SALT AND FAT IN SNACK FOODS SOLD AT ELEMENTARY SCHOOL FOOD STALLS Zaizafia, Athaya; Aristi, Dela; Ciptaningtyas, Ratri; Angkasa, Dudung
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.38444

Abstract

ABSTRACTBackground: Snacking is common among elementary school-age children. Ironically, snacks often contain lots of sugar, salt, and fat (SSF) which mostly available at school's area and might contributed to poor dietary pattern. Objective: to determine SSF’s content among snack food (SF) at school food stalls and intake of SSF from the SF among school-age children. Methods: This cross sectional study involved eighty-nine children age 8 to 12 at Madrasah Pembangunan elementary school in South Tangerang city  that randomly selected. Street food was classified as main dish, snacks and drinks. SSF content was determined by desk analysis through conversion of raw-cooked food, edible portion, estimated of intake sugar, salt and oil absorption from actual food weighing of listed snack foods. Intake of SSF was obtained from two non-consecutives 24 hours food recalls. FoodWorks and SPSS software were used to analyze food and descriptive analysis, respectively. Results: We found that almost one third of subjects experienced overweight (12.4%) and obesity (16.9%). There were 53 items of hawker foods were identified within school area and were comprised from 18 main dishes, 35 snacks and 10 drinks. Snack food contains more SSF content compared to main dishes. Salt is the highest contribution (120%) to recommended daily allowance compared to sugar and fat.Conclusion: The percentage contribution of snacks in school-age children consumption needs to be highlighted as an alarming wake-up call to introduce nutrition labelling on snacks sold at school areas.Keywords : snack food; sugar; salt; fat; school children ABSTRAKLatar belakang: Ngemil merupakan hal yang umum di kalangan anak usia sekolah dasar. Ironisnya, jajanan seringkali mengandung banyak gula, garam, dan lemak (GGL) yang banyak terdapat di lingkungan sekolah dan dapat menyebabkan pola makan yang buruk. Tujuan: untuk mengetahui kandungan GGL pada makanan jajanan di sekolah dan asupan GGL dari makanan jajanan pada anak sekolah. Metode: Studi cross sectional ini melibatkan delapan puluh sembilan anak usia 8 hingga 12 tahun yang dipilih secara acak. Makanan jalanan diklasifikasikan sebagai hidangan utama, makanan ringan dan minuman. Kandungan GGL ditentukan dengan analisis tabel melalui konversi makanan mentah, porsi yang dapat dimakan, perkiraan asupan gula, garam dan penyerapan minyak dari makanan aktual yang ditimbang dari makanan ringan yang terdaftar. Asupan GGL diperoleh dari dua penarikan makanan 24 jam non-berturut-turut. Perangkat lunak FoodWorks dan SPSS masing-masing digunakan untuk menganalisis makanan dan analisis deskriptif. Hasil: Hasil studi mendapatkan sepertiga anak sekolah responden kami mengalami kelebihan berat badan (12.4%) dan obesitas (16.9%). Teridentifikasi 53 jenis makanan jajanan di lingkungan sekolah yang terdiri dari 18 makanan utama, 35 makanan ringan dan 10 minuman. Makanan ringan mengandung lebih banyak kandungan GGL dibandingkan dengan makanan utama. Kontribusi garam dalam makanan ringan bahkan mecapai 120% dari angka kecukupan gizi , angka ini lebih tinggi dari persentase gula dan lemak.Kesimpulan: Persentase kontribusi GGL dari makanan ringan yang dikonsumsi anak sekolah perlu diawasi sebagai peringatan dini untuk memperkenalkan label gizi pada makanan jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.Kata Kunci : camilan; gula; garam; lemak; anak sekolah 
PENINGKATAN KAPASITAS PENGETAHUAN GIZI DAN KETERAMPILAN PERAWATAN LUKA PADA CALON DOKTER CILIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI KEDAUNG BARAT 1, TANGERANG Angkasa, Dudung; Mulyana, Budi; Utami, Tyas Putri; Julianti, Putri Firna; Maulana, Handika Rahmat; Lestari, Gina; Amanda, Virgita; Widyawati, Risti Shalsa
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i3.7420

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah perlu terus ditingkatan salah satunya dengan memberikan dukungan pelatihan pada calon dokter cilik (dokcil). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan pilar gizi seimbang dan penanganan luka bagi calon dokcil. Sebanyak 25 calon dokcil terlibat pada kegiatan ini. Calon dokcil terlihat sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Tanya jawab muncul dari peserta saat diskusi tentang materi. Walau secara statistik tidak diamati peningkatan bermakna pada pengetauan tentang pilar gizi seimbang, terlihat perbedaan bermakna pada perawatan luka. Kegiatan terdokumentasi dengan baik pada social media @giselprogram dan berita online.
PENGENALAN GAYA PENGASUHAN DAN PENINGKATAN PANTAU PERTUMBUHAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Angkasa, Dudung; Rozali, Yuli Azmi; Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v9i02.5995

Abstract

SDN Kedaung Barat 1 has no specific room for performing a UKS (school health services) activities. Hence, growth monitoring program is rarely performe in a regular basis. UKS also may help the school society including parents to involve actively to its program and build a holistic nutrition and health program for the students. This community service aimed at enhancing the growth measurement skills and also parenting style. Representative of teacher, student and parents were involved in this activities. Participants were enthusiatic with the given educational materials. Question and answer cames from participant during discussion about the parenting styles and growth monitoring as well. Student also had a change to speak up about how they parents behave to them. This activity enabled the participant to identify why school children did not gain weight or height rapidly. Participants also gained a technical skills to measure the growth accurately and at the same time how to calibrate the measurement tools particularly the digital weighing scale. This community service activity was reported in local media mass and had been posted in a youtube channel https://youtu.be/ENqGMNrvC7k and instagram @giselprogram.
Pengaruh Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai: Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai Monic, Monica; Swamilaksita, Prita Dhyani; Fadhilla, Reza; Palupi, Khairizka Citra; Angkasa, Dudung
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh hijau adalah salah satu tanaman yang mempunyai nama latin camelia sinensis. Teh hijau memiliki fungsi sebagai antioksidan, meningkatkan relaksasi, mengurangi gangguan tidur, dan mengurangi kecemasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi teh hijau pada tingkat kecemasan dan kualitas tidur terhadap staff Universitas Esa Unggul. Design penelitian ini adalah menggunakan jenis design quasi experimental design dan menggunakan rancangan one-group pretest dan posttest, dan dalam penelitian ini terdapat 32 orang staff sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian pretest dan posttest pada kualitas tidur responden mengalami perubahan, pada saat posttest kualitas tidur lebih meningkat dibandingkan pada saat pretest, pada saat posttest kualitas tidur responden yaitu 6,50 ± 2,52, sedangkan kualitas tidur pada saat pretest 8,75 ± 2,67, sementara itu untuk pretest dan posttest tingkat kecemasan juga berubah, pada saat posttest tingkat kecemasan responden juga mengalami penurunan yaitu 7,50 ± 7,47 sedangkan tingkat kecemasan pada saat pretest 16,03 ± 12,76. Analisa statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk kualitas tidur dan uji Wilcoxon untuk tingkat kecemasan. Pengaruh konsumsi teh hijau menunjukkan adanya perubahan signifikan antara tingkat kecemesan dan kualitas tidur pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang menpunyai significansi yaitu (p=0,000). Kata Kunci: Teh Hijau, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
Pemberian Buku Cerita Bergambar Bertema "Superhero" dapat Meningkatkan Pengetahuan Sayur dan Buah Siswa Sekolah Dasar Pradini, Indira; Angkasa, Dudung; Jusat, Idrus; Dewanti, Lintang Purwara; Wahyuni, Yulia
Jurnal Gizi Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.10.1.2021.23-30

Abstract

The low consumption of vegetables and fruit in school-age children is one of the unresolved nutritional problems in Indonesia. A way to improve vegetable and fruit eating behavior is to increase students' knowledge and attitudes through illustrated story book and heroic tales. The aim of this study is to find out the impact of picture books on students' knowledge and attitude. This is a quasy experimental study with Non equivalent control group with a pre-test and post-test which was followed by 97 fourth gradeelementary school students including 41 students of intervention group and 56 students of control group. The mann-whitney test is used to see whether there are  relationships between  independent variable (given of illustrated story books) and the dependent variable (knowledge and attitude) between the intervention and control groups.The results showed a significant increase in knowledge and attitudes in the group which given illustrated story book. There were also significant differences in knowledge changes between the intervention and control groups. Illustrated story books can significantly increase students' knowledge about vegetables and fruitKeywords : Knowledge; Attitudes; Vegetable; Fruits; Illustrated Story Book
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP KONSENTRASI ASAM AMINO Aprisa, Annisa Sekar; Angkasa, Dudung; Ronitawati, Putri; Fadhilla, Reza; Swamilaksita, Prita Dhyani
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v10i2.8468

Abstract

Moringa (Moringa oleifera) is a nutrient-densed food that can be used as a food source and possess pharmacological properties. Fermented Moringa has a better amino acid profiles and potentially has a greater digestibility. Nevertheless, the effect of lactic acid bacteria as fermentation culture on Moringa’s amino acid profiles is warrant for investigation. The purpose of this study was to determine the effect of the Moringa’s fermentation with lactic acid bacteria on its nutritional value, especially amino acid. In this study, Moringa leaves were fermented with lactic acid bacteria for 0, 24, and 48 hours. Amino acid concentrations with fermentation 0, 24, and 48 hours respectively were 1007.94 mg/kg, 1304.13 mg/kg, and 521.12 mg/kg, where the highest concentration of amino acids was in Moringa leaves which were fermented for 24 hours. The concentrations of various amino acids in Moringa leaves were measured by High Performance Liquid Chromatography. The best treatment was 24 hours of fermentation, where the total amino acid (TAA) was 1304.13 mg/kg.
The role of community-based organizations in improving rural female adolescents’ knowledge, attitude, and haemoglobin level Apriningsih, Apriningsih; Ismail, Rita; Ciptaningtyas, Ratri; Sugiyatmi, Tri Astuti; Angkasa, Dudung; Nadheem, Fathimath Ana
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 3: September 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i3.24321

Abstract

Addressing the prevalence of anemia in female adolescents requires the active engagement of multiple sectors. The COVID-19 pandemic has hampered the school-based weekly iron folate supplementation (WIFAS) program which may lead to an increased anemia prevalence in female adolescents. The role of community-based organizations in assisting preexisting programs is supposed to alleviate the prevalence effectively. This study aimed to analyze the role of a community-based organization (CBO) consisting of youth organizations and integrated services post cadres in a program to improve hemoglobin level in Sirnagalih Village, Bogor, West Java, Indonesia. This pre-experimental study involved 89 female adolescents. After the intervention conducted by the CBO, significant differences were identified in the level of knowledge, attitudes, and hemoglobin (Hb) levels of female adolescents (p<0.05). The linear regression test obtained a statistical model equation related to female adolescents' Hb levels after being assisted by the CBO (R = 0.821, p = 0.000). The variable role of CBO, understanding media information, initial Hb level, adherence to consuming WIFAS, and habits to consume iron enhancer food of female adolescents can explain the Hb levels as much as 82%.