Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN GISEL MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENYUSUN MENU SARAPAN BERGIZI SEIMBANG PENUH WARNA UNTUK CALON DOKTER CILIK SELURUH SEKOLAH DASAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEPATAN TIMUR, KABUPATEN TANGERANG Angkasa, Dudung; Rahim, Elika Maret; Nadiyah, Nadiyah; Alisa, Yudiana Noor; Azizah, Nur; Rahmayati, Nadiya Putri; Sari, Eva; Efnita, Annike; Kusrianti, Eri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i2.3172

Abstract

AbstractLittle doctor (DOKCIL) is one of government programs to promote a healthy school environment. The candidates of DOKCIL from all elementary schools (n=35 schools) in working area of Public Health Center (PHC) Kedaung Barat have never had a balance nutrition training. Therefore, GISEL (School Nutrition and Health) team from Department of Nutrition Undergraduate Degree delivered a balance nutrition training for those DOKCIL. Objectives of this training are 1) to improve DOKCIL nutrition knowledge related to balance nutrition particularly balance-nutrition breakfast, 2) to empower DOKCIL to practice the principles of balance nutrition on breakfast menu. This training was conducted in September 2019 in Auditorium of PHC Kedaung Barat, Tangerang District. The training involved 3-4 candidates of DOKCIL from each 35 schools . All equipments such as soundsystems, laptop, banner, participant sheets were provided from PHC Kedaung Barat team. For the evaluation, paired sample t- test was applied to assessed DOKCIL knowledge before and after the training. Beside that, the DOKCIL practice in organizing the balance nutrition of breakfast menu was also observed. The result showed a significant increment of nutrition knowledge after training. Moreover, DOKCIL are able to apply principle of colourful and balance nutrition in sandwich, bento and sushi menu. Keywords: training, balance nutrition, school children, little doctor, breakfast AbstrakDokter cilik (DOKCIL) merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya menyehatkan sekolah. Calon DOKCIL dari seluruh sekolah dasar (n=35) di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Barat belum mendapatkan pelatihan mengenai gizi seimbang. Oleh karena itu, Tim GISEL (GIzi keSEhatan sekoLah) Program Studi S1 Gizi memberikan pelatihan gizi seimbang pada calon DOKCIL tersebut. Tujuan dari kegiatan abdimas ini ialah 1) siswa meningkat pengetahuannya tentang gizi seimbang terutama pada waktu sarapan, 2) siswa mampu mempraktikan prinsip gizi seimbang pada menu sarapan. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan September 2019 ini melibatkan sebanyak 3-4 calon DOKCIL yang merupakan perwakilan dari tiap sekolah dasar baik negeri dan swasta (n=35 sekolah). Pelatihan dilakukan di aula Puskesmas Kedaung Barat, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Semua peralatan presentasi seperti soundsystem, laptop, spanduk, hingga administratif (daftar hadir) disiapkan oleh pihak puskesmas. Indikator keberhasilan pelatihan dinilai dengan kuesioner pre- dan post- test terkait prinsip gizi seimbang pada waktu sarapan dengan uji t-test independent. Selain itu, keberhasilan juga dinilai dari kemampuan perwakilan siswa dalam menyusun menu sarapan yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan penuh warna. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang pada menu sarapan yang bermakna antara sebelum dan setelah diberi pelatihan. Selain itu, siswa juga berhasil menyusun menu sarapan berupa sandwich, bento dan sushi yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan penuh warna. Kata kunci: gizi seimbang, sarapan, anak sekolah, dokter kecil, pelatihan 
CAPACITY BUILDING KAITAN HIV DAN GIZI PADA KADER YANG MELAYANI ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA), JAKARTA Angkasa, Dudung; Heryana, Ade
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i1.2458

Abstract

AbstractCommunity volunteer or cadres’s involvement on delivering the important of nutritional support in blocking the rapid development of HIV is very beneficial for those with HIV/AIDS. However, most cadres did not have enough knowledge about the nutritional support. This activity aimed to provide capacity building for the cadres related on nutritional support of HIV patients. This activity conducted in April 2018. About nine cadres from Yayasan Putri Mandiri were involved. Good cooperation made this activity possible to happen. This activity comprise from 15 minutes delivering power point and discussion while 15 minutes for administration of pre and post test to check for the effectiveness of the activity. Structured questionnaire contains inquires for duration of work, level of education, ages, experience of the same training were distributed together with the pretest. Result shows that there is no significant different between the knowledge score of the cadre at pre and post test. However, there is a tendency that improvement of knowledge scores among the cadres. Further intensive training is needed to enable the cadres to give good eating patterns.                                                                                                     Keywords: cadres, HIV/AIDS, nutritional support AbstrakPeran kader dalam menyampaikan pentingnya peran gizi dalam menghambat cepatnya perkembangan stadium HIV akan sangat berguna bagi penderita. Akan tetapi tidak semua kader memilik pengetahuan yang cukup mengenai peran gizi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan capacity building terkait peran gizi pada HIV bagi kader dengan sasaran penderita atau orang yang beresiko tinggi HIV. Kegiatan ini dilakukan pada bulan April 2018. Terlibat sembilan orang kader dari Yayasan Putri Mandiri. Kerjasama yang baik membuat terlaksananya kegiatan capacity building ini. Kegiatan ini berupa penyampaian materi tentang kaitan/peran gizi pada HIV melalu media power point, diskusi/tanya jawab selama 15 menit. Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, selama sekitar 15 menit peserta diminta mengisi kuesioner yang berisi karakteristik dan pertanyaan pre dan post test. Pertanyaan pre dan post test terdiri dari enam pertanyaan tentang HIV dan gizi. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh lima mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata antara pengetahuan peserta saat pretest dan post test, data menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan peserta tentang peran gizi terhadap HIV. Perlu tindak lanjut kegiatan berupa pelatihan lebih detail tentang pola makan yang baik bagi kader. Kata kunci: kader, HIV/AIDS, peran gizi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG SOSIALISASI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA IBU BALITA DI WILAYAH KEDAUNG BARAT Mulyani, Erry Yudhya; Jus’at, Idrus; Angkasa, Dudung
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i1.1966

Abstract

PEDULI SARAPAN DAN JAJANAN SEHAT, SERTA HIGIENE DAN SANITASI LINGUNGAN SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SEPATAN TIMUR Angkasa, Dudung; Sitoayu, Laras; Fauzi, Maulana; Putri, Vina Rizky; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i2.1743

Abstract

AbstractSchool-aged children are among those vulnerable to nutritional problems. Irregular breakfast, unable to choose healthy snacks and poor personal hygiene are major factors in promoting nutritional problems among school-age children. Provision of nutritional and hygiene education is needed to improve students' eating knowledge, attitudes and behavior as well as personal hygiene. Preliminary survey showed about 24.5% of students had underweight, 12.2% overweight based on BMI for age; Most students (92%) have a regular daily breakfast; however based on single 24 hours food recall, only 3%, 6.7%, 24.2% and 13.7% met energy, carbohydrate, protein and fat intake, respectively ; 54% of students have high snacking frequency  (> 3x / day); small proportion of them consume vegetable (20%) and fruit (15%); proportion of student with poor personal hygiene about 28.4%. This activity was carried out in 14 primary schools in the working area of West Kedaung Community Health Center, East Sepatan, Tangerang District. A total of 1300 students from 14 schools were involved in this activity. The activity namely 1) nutrition counseling with the topics were:  food guide, breakfast and healthy snacks which followed by pre-post test; 2) seven-step handwashing practice; 3) Personal hygiene  practices; 4) distribution of educational posters; 5) a nutrition and seven-step dance hand washing contest. Results showed score increment for nutrition knowledge, breakfast and healthy snacks from 47.63 to 60.49; student were ablet to carry out a healthy meal, capable of performing seven handwashing steps, able to dispose of the garbage in its place, and the creation of a seven-step handwashing dance. Related to sanitation, the results of the activities show the improvement of school environment cleanliness such as toilets, yard, and classroom. However, only 10 out of 14 schools who progress to nutrition and seven-step handwashing dance creations contest. This activity should be continued to promote good eating and hygiene habits that can prevent nutritional problems in the future . Keywords: nutrition knowledge, breakfast, hand washing, sanitation, school children AbstrakAnak usia sekolah termasuk kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Tidak teratur sarapan, tidak mampu memilih jajanan sehat dan jeleknya hygiene individu merupakan faktor utama dalam mencentus masalah gizi pada anak usia sekolah. Pemberian pendidikan gizi dan hygiene diperlukan agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa, memperbaiki sikap dan perilaku makan dan hygiene. Hasil survey pendahuluan menunjukkan sebanyak 24.5% siswa/i mengalami kurus+sangat kurus, 12.2% kegemukan berdasarkan IMT/U; sebanyak 92% memiliki kebiasaan  rutin sarapan tetapi berdasarkan recall asupan 24 jam, hanya 3%, 6.7%, 24.2% dan 13.7% secara berturut yang cukup energi, karbohidrat, protein dan lemak; 54% siswa/i memiliki perilaku jajan yang tinggi (>3x/hari); asupan sayur dan buah masing-masing 20% dan 15% serta perilaku hygiene yang kurang sebanyak 28.4%. Kegiatan ini dilaksanakan di 14 sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas Kedaung Barat, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Total 1300 siswa/i dari 14 sekolah terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan ini berupa penyuluhan tentang gizi, sarapan pagi dan jajanan sehat yang dilanjutkan dengan pre-post test; praktek tujuh langkah cuci tangan; praktek kebersihan dengan operasi semut; penyebaran poster; lomba cerdas cermat dan lomba tari tujuh langkah cuci tangan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan gizi, sarapan dan jajanan sehat dari 47.63 menjadi 60.49, dibawanya bekal sehat, mampunya melakukan tujuh langkah cuci tangan, mampunya membuang sampah pada tempatnya, dan adanya kreasi tarian tujuh langkah cuci tangan. Terkait sanitasi, hasil kegiatan menunjukkan terlihatnya peningkatan kebersihan lingkungan sekolah seperti toilet, halaman, dan ruang kelas. Kekurangan dalam kegiatan ini iala saat puncak acara berupa lomba cerdas cermat dan kreasi tari hanya dapat diikuti oleh 10 sekolah. Harapannya, kegiatan ini terus dipromosikan sehingga terbentuk kebiasaan baik yang dapat mencegah masalah gizi dikemudian hari.Kata kunci: pengetahuan gizi, sarapan, cuci tangan, sanitasi, anak sekolah
SARAPAN SEHAT MENUJU GENERASI SEHAT BERPRESTASI Sitoayu, Laras; Wahyuni, Yulia; Angkasa, Dudung; Noviyanti, Anugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v3i1.1662

Abstract

AbstractGood food for school children is a food that contains many varieties and in accordance with the recommended dietary allowance, one through breakfast habit. In fact, not all school children have breakfast habits. Only 10.6% of the children breakfast sufficient energy (>30%) and still very lack of breakfast with diverse food. Breakfast habit is important not only taught at home, but also need to be socialized at school. Teacher, as parent in the school need to understand the importance of a healthy breakfast habit and are able expected to socialize. This activity is one of the implementation of the Circular of Kementerian Dalam Negeri No. 444/1123/ PMD dated 4 February 2013 to the Governor throughout Indonesia, to support and implement the Week Breakfast National or Pekan Sarapan Nasional (PESAN) with campaigning and encouraging people to adopt a healthy breakfast behave through seminars. This event aims to disseminate a healthy breakfast for any teacher PAUD/ kindergarten for a whole West Jakarta through seminars, conducted in Ballroom Kemala Esa Unggul University. Socialization is done with providing counselling and using comics "Come Breakfast" or “Ayo Sarapan” as a medium of education. A total of 302 teachers early childhood /kindergarten throughout West Jakarta attended and participated in this well. Understanding and socialization reinforced by educational media used and given to participants, so easy to understand and can be applied in everyday life. Events like this are important to do every year to different participant, so socialization healthy breakfast can be achieved with good.Keywords : healthy breakfast, teacher, schoolAbstrakMakanan yang baik untuk anak sekolah adalah yang beraneka ragam jenisnya dan sesuai dengan kecukupan gizi yang dianjurkan, salah satunya melalui kebiasaan sarapan. Pada kenyataannya, tidak semua anak sekolah mempunyai kebiasaan sarapan. Hanya 10.6% dari sarapan anak yang mencukupi energi (>30%) dan masih sangat kurangnya sarapan dengan makanan yang beranekaragam. Kebiasaan sarapan tidak hanya penting diajarkan di rumah namun juga perlu disosialisasikan di sekolah. Guru, sebagai pengganti orang tua siswa di sekolah perlu memahami pentingnya kebiasaan sarapan sehat dan diharapkan mampu mensosialisasikannya. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 444/1123/PMD tanggal 4 Febuari 2013 kepada Gubernur di seluruh Indonesia, untuk mendukung dan melaksanakan Pekan Sarapan Nasional (PESAN) dengan mengampanyekan dan mendorong masyarakat agar menerapkan perilaku sarapan sehat melalui seminar. Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan sarapan sehat kepada Guru PAUD/TK se-Jakarta Barat melalui seminar, yang dilakukan di Ballroom Kemala Universitas Esa Unggul. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan menggunakan media komik “Ayo Sarapan” sebagai salah satu media edukasi. Sebanyak 302 Guru PAUD/TK se-Jakarta Barat hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan baik. Pemahaman dan sosialisasi diperkuat dengan adanya media edukasi yang digunakan serta diberikan pada peserta sehingga mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini penting dilakukan setiap tahun dengan target sasaran yang berbeda-beda, sehingga sosialisasi sarapan sehat dapat tercapai dengan baik.Kata Kunci : sarapan sehat, guru, sekolah
Pengetahuan dan Sikap Guru Sekolah Dasar tentang Light Exercise di SDN GU 12 Pagi Ngadiarti, Iskari; Angkasa, Dudung
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v1i1.1198

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang sampai saat ini masih memiliki masalah terkait Gizi. Permasalahan Gizi di Indonesia semakin kompleks tidak hanya karena kurang gizi masih tinggi, tetapi masalah kelebihan gizi dan akibatnya semakin meningkat. Pola hidup sehat, termasuk didalamnya aktivitas fisik dan olahraga merupakan salah satu faktor utama pada kompleksnya permasalahan gizi di Indonesia. Aktivitas fisik dan olahraga yang rendah menjadi pemicu meningkatnya masalah gizi lebih. Salah satu aktivititas fisik yang dapat dilakukan adalah dengan light exercise. Data RISKESDAS 2010 Status Gizi TB/U, BB/TB DKI Jakarta memiliki status gizi gemuk 10,1% dan Kurus 10,8%. Berdasarkan Status gizi IMT/U DKI Jakarta memiliki prevalensi 12,8 % untuk kategori gemuk dan 6,5% untuk kategori kurus. Sementara itu di berdasarkan TB/U untuk kategori pendek 14,5 % dan 9,4% sangat pendek. Prevalensi Status Gizi (TB/U) umur 6-12 tahun didapat sebagian besar anak laki-laki terkategori pendek 20,9% dan sangat pendek 15,6%. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap guru sekolah dasar tentang light exercise sebagai model olahraga yang praktis dan efektif di SDN GU 12 Pagi, sebelum dilakukan intervensi penyuluhan melalui. Metode yang digunakan adalah cross-sectional design. Sampel adalah seluruh guru sekolah dasar berjumlah 10 orang. Analisis data menggunakan univariate untuk mengetahui gambaran secara umum mengenai light exercise. Dari hasil penelitian di dapat sebagian besar responden mempunyai skor rata-rata baik pengetahuan terhadap light exercise sebesar 30% dan yang memiliki skor rata-rata kurang sebanyak 70%. Oleh karena itu, light exercise di lingkungan sekolah perlu ditingkatkan untuk menerapkan light exercise untuk para siswa.Kata kunci: pengetahuan, sikap, light exercise
Pengembangan Roti Tawar Sumber Protein Dengan Penambahan Tepung Ampas Kelapa Dan Tepung Kedelai Wahyu Pratama; Prita Dhyani Swamilaksita; Dudung Angkasa; Putri Ronitawati; Reza Fadhilla
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.111-124

Abstract

Pendahuluan: Penganekaragaman konsumsi pangan dapat berupa pemanfaatan pangan fungsional. Ampas kelapa dan kedelai merupakan bahan pangan fungsional dan dapat berkembang menjadi roti tawar yang memiliki nilai gizi sumber protein. Tujuan: Menganalisis daya terima dan nilai gizi hasil pengembangan roti tawar dengan penambahan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai sumber protein. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor (AK = tepung kelapa dan K = tepung kedelai) dan empat taraf perlakuan. Perbandingan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai yang digunakan adalah F0 (0%AK: 0% K), F1 (40% AK: 60% K), F2 (50% AK: 50% K) dan F3 (60% AK: 40% K). Analisis varian satu arah dan uji kontinu Duncan α (0,05) untuk menjawab tujuan tersebut. Hasil: Berdasarkan hasil nilai gizi, semua formulasi memiliki perbedaan secara nyata. Roti tawar sumber protein penambahan tepung ampas kelapa dan tepung kedelai yang paling disukai menjadi formula terpilih adalah F3 dimana tepung ampas kelapa 60% dan tepung kedelai 40%. Kadar protein roti tawar pilihan 12,93%, kadar serat kasar 6,57%, kadar karbohidrat 49,16%, kadar lemak 2,8%, kadar air 38,67%, kadar abu 1%. Derajat kesukaan, aroma, rasa, warna, tekstur dan keseluruhan secara berurut adalah 3,20; 3,22; 3,20; 3,24 dan 3,42 (suka). Kesimpulan: Tepung ampas kelapa dan tepung kedelai dapat dikembangkan menjadi roti tawar sumber protein yang diterima dan hampir memenuhi SNI dan Direktorat Gizi Depkes.
Pengembangan Biskuit MPASI Tinggi Besi dan Seng dari Tepung Kacang Tunggak (Vignia unguiculata L.) dan Hati Ayam Nabila Permatasari; Dudung Angkasa; Prita Dhyani Swamilaksita; Vitria Melani; Lintang Purwara Dewanti
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 10, No 2 (2020): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.10.2.2020.33-48

Abstract

Pendahuluan : zat gizi yang menjadi masalah (sering kekurangan) bagi balita adalah protein, zat besi, dan seng. Kacang tunggak dan hati ayam berpotensi untuk dikembangkan menjadi MPASI yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi terutama protein, besi, dan seng serta memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia). Tujuan: untuk megembangkan formula biskuit finger food MPASI dan evaluasi nilai gizi serta memenuhi SNI. Metode: penelitian jenis eksperimental menggunakan dasar rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor (KT = Tepung Kacang Tunggak dan HA = Tepung Hati Ayam) dengan empat taraf perlakuan, yaitu dengan F0 atau formulasi kontrol (0%KT:0%HA), F1 (40%KT:60%HA), F2 (50%KT:50%HA), dan F3 (60%KT:40%HA). Analisis protein menggunakan metode Kjeldahl, analisis zat besi dan seng menggunakan metode ICP OES. Analisis sensori menggunakan panelis konsumen wanita berusia 20-30 tahun dengan menggunakan formulir VAS. Uji beda dengan taraf signifikan α = 0,05 digunakan untuk menjawab tujuan. Hasil: Ada perbedaan bermakna kadar protein, besi, dan seng antar formula. Kadar protein (17,12gr/100gr), besi (7,73mg/100gr), dan seng (5,30mg/100gr) tertinggi terdapat pada F1. Hanya F1 dan F3 dapat memenuhi klaim tinggi protein, besi, dan seng. Secara keseluruhan, formula yang paling disukai adalah F3 dengan karakteristik coklat terang, renyah, manis, dan aroma khas biskuit. Kecuali kadar lemak, F3 telah memenuhi kriteria SNI. Kesimpulan: Tepung kacang tunggak dan tepung hati ayam dapat dikembangkan menjadi biskuit finger food MPASI yang diterima dan hampir memenuhi SNI.
Pembuatan stirred yogurt berbasis sari kacang merah (phaseolus vulgaris l) dan sari buah naga merah (hylocereus polyrhizus) sebagai sumber serat dan antioksidan Ratri Oktaria Jasmine; Reza Fadhilla; Vitria Melani; Putri Ronitawati; Dudung Angkasa
Darussalam Nutrition Journal Vol 4, No 2 (2020): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v4i2.3999

Abstract

Latar Belakang : Kurangnya asupan serat pada remaja mencapai prevalensi 10%. Salah satu upaya meningkatkan asupan serat dengan pembuatan produk yang disukai remaja, menggunakan kacang merah sebagai sumber serat dan buah naga merah yang mengandung antioksidan dalam proses fermentasi yaitu yogurt. Tujuan : Memanfaatkan kacang merah dan buah naga merah dalam pembuatan yogurt, untuk membantu memenuhi serat pada remaja. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Terdapat empat jenis perlakuan dengan perbandingan sari kacang merah dan sari buah naga yaitu, 0 ml:0 ml, 90 ml : 10 ml, 80 ml : 20 ml, 70 ml : 30 ml. Penilaian organoleptik dilakukan menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS). Analisis statistik perbedaan nilai gizi dan daya terima menggunakan One Way Anova dan Bonferroni pada p-value<0.05.  Hasil Penelitian : Terdapat perbedaan signifikan antara keempat formulasi pada nilai serat dan aktivitas antioksidan (p <0.05). Nilai serat pada yogurt F1 0.59 g dengan aktivitas antioksidan tinggi. Kesimpulan : Yogurt F1 dapat dijadikan makanan selingan yang dapat memenuhi 6% kebutuhan rata-rata serat pada remaja dan mengandung aktivitas antioksidan yang tinggi. Pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk uji alergen dan daya simpan produk. Background: Lack of fiber intake in adolescents reaches a prevalence of 10%. One of the efforts to increase fiber intake is by making products that are preferred by teenagers, using red beans as a source of fiber and red dragon fruit which contains antioxidants in the fermentation process, namely yogurt. Purpose: To use red beans and red dragon fruit in making yogurt, to help meet fiber in adolescents. Research Methods: This type of research is experimental. There are four types of treatment with a ratio of red bean juice and dragon fruit juice, namely, 0 ml: 0 ml, 90 ml: 10 ml, 80 ml: 20 ml, 70 ml: 30 ml. Organoleptic assessment was carried out using the Visual Analog Scale (VAS) instrument. Statistical analysis of differences in nutritional value and acceptability used One Way Anova and Bonferroni at p-value <0.05. Results: There were significant differences between the four formulations on the value of fiber and antioxidant activity (p-value <0.05). The value of fiber in the F1 yogurt is 0.59 g with high antioxidant activity. Conclusion: F1 yogurt can be used as a snack that can meet 6% of the average requirement for fiber in adolescents and contains high antioxidant activity. In future studies, it is recommended to test for allergens and product shelf life.
Pengaruh Pemberian Media “BUJAGI” Terhadap Pengetahuan dan Sikap Mengenai Makanan Jajanan pada Siswa Sekolah Dasar Annisa Dwi Meitha; Nazhif Gifari; Nadiyah Nadiyah; Dudung Angkasa
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 3, No 1 (2022): May
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52742/jgkp.v3i2.12791

Abstract

Jajanan sekolah merupakan varian makanan yang sering dikonsumsi karena anak-anak lebih aktif dalam memilih makanan yang disukai dan selalu ingin mencoba makanan yang baru dikenalnya, namun rendahnya tingkat keamanan jajanan masih menjadi permasalahan penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai makanan jajanan adalah dengan menggunakan media atau alat bantu yang disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan agar proses belajar berlangsung efektif. Jenis penelitian ini adalah Quasy Experiment dengan rancangan penelitian non-randomized pretest-posttest control group design. Besar responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 siswa yang berusia 9-11 tahun, terdiri dari 30 siswa SDN Kunciran 06 sebagai kelompok perlakuam dan 31 siswa SDN Kunciran 07 sebagai kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil uji statistik pengetahuan dan sikap didapatkan nilai p = 0.000 dan p = 0.001 (p < 0.05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap mengenai jajanan setelah diberikan pendidikan gizi pada masing-masing kelompok. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada post-test 1 pengetahuan, post-test 1 dan post-test 2 sikap antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan masing-masing nilai p=0.523, p=0.380, dan p=0.066 (p > 0.05). Ada perbedaan yang signifikan pada post-test 2 pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan nilai p=0.010 (p < 0.05). Media BUJAGI dapat menjadi alternatif dalam memberikan pendidikan gizi mengenai jajanan pada siswa kelas V Sekolah Dasar
Co-Authors Alisa, Yudiana Noor Amalia, Dea Sofa Amanda, Virgita Anastasia, Reynie Arvilla Anggiruling, Dwikani Oklita Annisa Dwi Meitha Appukuty, Mahenderan Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Aprisa, Annisa Sekar Aristi, Dela Bestari, Dania Senja Budi Mulyana, Budi Destyana, Riche Mia Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Sita Pramesti Dyvia Agustina Sidup Efnita, Annike Elvandari, Milliyantri Erry Yudhya Mulyani Fauzi, Maulana Fauzi, Maulana Gifari, Nazhif Gina Lestari, Gina Harna Harna, Harna Hasan, Hosni Heryana, Ade I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Idrus Jus’at Indah Suci Anzarkusuma Iskari Ngadiarti Julianti, Putri Firna Jus'at, Idrus Jus'at, Idrus Jus?at, Idrus Jusat, Idrus Jus’at, Idrus Jus’at, Idrus Jus’at, Idrus Kusrianti, Eri Laras Sitoayu Lintang P. Dewanti Malabay Malabay Maratis, Jerry Mareta, Sonia Maulana, Handika Rahmat Monic, Monica Mulyadi Mulyadi Mulyadi, Mulyadi Mury Kuswari Muslimah M, Nur Nabila Permatasari Nadheem, Fathimath Ana Nadhilah Syarafina Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Novianti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Palupi, Khairizka Citra Pradini, Indira Prita Dhyani Swamilaksita Putri Ronitawati Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Rachmanida Nuzrina Rahim, Elika Maret Rahmayati, Nadiya Putri Ratri Ciptaningtyas Ratri Oktaria Jasmine Reza Fadhilla Rinanda Almira Rinova, Rinova Aprillia Utari Rita Ismail Rosliana Hardiyanti Sa'pang, Mertien Salleh, Razali Mohamed Salsabila, Unik Hanifah Sari, Eva Siallagan, Damayanti Sita Pramesti Dewi Stanin, Enrico Sugiyatmi, Tri Astuti Trisia Lusiana Amir Tyas Putri Utami Vionalita, Gisely Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyu Pratama Wahyuni, Yulia Widyawati, Risti Shalsa Yuli Azmi Rozali Yustrina, Artha Zaizafia, Athaya