Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Asupan Energi-Protein dengan Status-Gizi Anak Umur 6-24 Bulan di Daerah Pesisir Tanjung-Kait Tangerang Yustrina, Artha; Angkasa, Dudung
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1241

Abstract

Abstract6-24 months is a golden period for children because in this period occurred rapid growth and development and almost 80% of the brain will be formed. The objective of this study was to determine the relationship of energy intake, protein intake, and other factors towards nutritional status of children in coastal areas of Tanjung Kait. This study is observational study with cross-sectional design and used T-test to analyze the data. Samples were children aged 6-24 months. The data of protein-energy intake was measured by 24 hour-food recall, others data using questionnaires and observation. The results shows that most of children were 14-22 months (53.3%), female (63.3%), energy intake <80% (80%), protein intake <80% (60%), fathers occupation as fisherman (53.3%), non-working mothers (96.7%), parent’s education was elementary/junior high school (83.3%), income status of poor families (90%), and no history of infectious disease (93.3%). The average energy and protein intake, respectively are (-1.498±1.777) kcal and (-1.757±1.947) g. The average z -score W/A is 2.97 (±0.718). There is a relationship between energy-protein intake and  nutritional status (t = -1.97; t= -2.22; p< 0.05), whereas there is no association between other factors (occupation, mother-father education , income, infectious disease) and nutritional status (t = 0.128 ; t = 0.253 ; t = 1.046 ; t = 0.412 ; t = - .418, p ≥ 0.05). Cadres is needed to be involved in providing information related to Recommended Daily Intake (RDI) of energy and protein to the community.  Keywords: nutritional status, intake, coastal area  AbstrakUsia 6-24 bulan adalah masa emas bagi anak karena cepatnya perkembangan dan pertumbuhan pada masa ini dan hampir 80% otak akan dibentuk pada masa tersebut. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan asupan energi, asupan protein, dan faktor-faktor lain terhadap status gizi anak-anak di daerah pesisir pantai Tanjung Kait. Penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional study dan dianalisa T-test. Sampel adalah anak-anak umur 6-24 bulan dari daerah pesisir pantai Tanjung Kait. Data asupan energi-protein diukur dengan food recall sedangkan faktor-faktor lain dengan kuesioner serta observasi. Status gizi dinilai dengan z-score WHO 2005. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar anak-anak berumur 14-22 bulan (53.3%), jenis kelamin perempuan (63.3%), asupan energi < 80% (80%), asupan protein < 80% (60%), pekerjaan bapak sebagai nelayan (53.3%) dan ibu yang tidak bekerja (96.7%), pendidikan orang tua SD/SMP (83.3%), pendapatan status keluarga tidak miskin (90%), dan yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi (93.3%). Rata-rata asupan energi -1,498 (±1,777) kkal dan asupan protein -1,757 (±1,947) gr. Rata-rata z-score BB/U adalah 2.97 (±0.718). Ada hubungan antara asupan energi dan protein berdasarkan status gizi (t=-1.97;t=-2.22; p<0.05) sedangkan tidak ada hubungan antara faktor lain (pekerjaan, pendidikan ibu-bapak, pendapatan, penyakit infeksi) berdasarkan status gizi (t=0,128; t=0,253; t=1,046; t= 0,412; t=- 0,418; p≥0.05). Perlu dilibatkanya para kader untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai Angka Kecukupan Gizi (AKG) energi dan protein kepada masyarakat. Kata kunci: status gizi, asupan, pesisir pantai.
Hubungan Asupan Vitamin A, Konsumsi Buah dan Sayur dengan Kejadian Low Vision pada Anak Usia Sekolah 7 – 12 Tahun di Provinsi Bengkulu (Analisa Data Sekunder Riskesdas Tahun 2007) Mareta, Sonia; Angkasa, dudung
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i1.1258

Abstract

AbstractLow vision differs with blindness. Not like the blind, people with low vision has some useful sight. Low vision caused by several factors such as birth too young (premature), maternal infection when pregnant, refraction abnormalities, inadequate intake, dietary habits and patterns that are wrong as well as vitamin A deficiency. Research aims to determine the relationship of vitamin A , the consumption of fruit and vegetables with incidence of low vision in children aged 7-12 years in the province of Bengkulu.This research using data secondary Riskesdas 2007, with the approach of cross-sectional, with the number of samples a whole (n = 894). Using statistics t-test independent and chi square. The results of statistical tests showed no significant of vitamin A intake , consumption of fruits and vegetables with incidence of low vision ( p ≥ 0.05). Need for attention from parents regarding vitamin A intake , consumption of fruits and vegetables as well as the attention of the parties concerned about the prevalence of low vision and need to improve the health and nutrition education programs. Keywords: vitamin A, consumption of fruits and vegetables, low vision  AbstrakLow vision berbeda dengan kebutaan. Tidak seperti orang yang buta, orang dengan low vision memiliki beberapa pandangan yang berguna. Low vision terjadi karena beberapa faktor seperti kelahiran yang terlalu muda (premature), infeksi ibu ketika hamil, kelainan refraksi, asupan yang tidak memadai, pola dan kebiasaan makan yang salah serta defisiensi vitamin A.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan vitamin A, konsumsi buah dan sayur dengan kejadian low vision pada anak usia 7-12 tahun di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2007, dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel keseluruhan (n = 894). Menggunakan uji statistik uji t-test independent dan uji chi square. Dari hasil uji statistik menunjukkan Tidak ada hubungan asupan vitamin A, konsumsi buah dan sayur dengan kejadian low vision (p≥0.05). Perlu adanya perhatian dari orangtua mengenai asupan vitamin A, konsumsi buah dan sayur serta perhatian dari pihak yang terkait mengenai prevalensi low vision serta perlu adanya peningkatan program penyuluhan kesehatan dan gizi. Kata kunci: vitamin A, konsumsi buah dan sayur, low vision
Pembuatan Roti Kering dengan Penambahan Ikan Lele (Clarias Batracus) dan Bayam (Amarantus Tricolor, I.) Sebagai Snack Alternatif MP-ASI Sumber Protein dan Zat Besi Dewi, Sita Pramesti; Novianti, Anugrah; Fadhilla, Reza; Angkasa, Dudung; Dewanti, Lintang Purwara
Media Gizi Pangan Vol 27, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.528 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i1.1371

Abstract

Latar belakang: Kecukupan gizi sangat penting untuk kesehatan baduta, kesehatan baduta ini berhubungan erat dengan fase pertumbuhan mereka. Masa baduta disebut sebagai "Periode Emas" dimana pondasi tumbuh kembang, pola berpikir, kemampuan berbicara, perkembangan mental dan intelektual berkembang secara intensif. Pada periode ini, baduta membutuhkan camilan alternatif yang dibuat dari makanan lokal yang bergizi seperti lele dan bayam. Secara umum, pembuatan roti menggunakan tepung gandum yang hanya mengandung nutrisi makro dan beberapa nutrisi lainnya. Melalui penambahan lele dan bayam diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi roti, terutama protein dan zat besi.Tujuan: Mengetahui pengaruh penambahan lele dan bayam dari kue kering ke tingkat protein, zat besi dan penerimaan kue kering.Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada 4 formula roti kering yang berbeda dengan tambahan lele dan bayam. Analisis yang dilakukan ialah uji daya terima (mutu hedonic dan uji hedonik), analisis proksimat dan analisis kandungan zat besi.Hasil: Uji daya terima panelis dan karakteristik organoleptik yang paling disukai adalah formula F1. Sedangkan kandungan protein dan zat besi F1 ialah 12,78 g dan 12,93 mg. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan lele dan bayam ke dalam adonan roti, menunjukkan kandungan tinggi nilai protein dan zat besi.Kesimpulan : Formula F1 dapat dijadikan kudapan alternatif MP-ASI baduta karena mengandung sumber protein dan zat besi.Kata kunci: Roti Kering, Lele, Bayam, Protein, Zat Besi
HUBUNGAN KEBIASAAN MENONTON MUKBANG, PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT STRES DENGAN PERUBAHAN PERILAKU MAKAN NEGATIF PADA PENGGEMAR MUKBANG DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Amalia, Dea Sofa; Nuzrina, Rachmanida; Gifari, Nazhif; Angkasa, Dudung; Sitoayu, Laras
Journal of Nutrition College Vol 10, No 2 (2021): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i2.29142

Abstract

Background: Nowadays, Mukbang video is very popular on social media, especially Instagram, also known as an eating show which is a host doing a consumes various quantities of food. Teenager has an impressionable characteristic which can affect a person to imitate “negative-eating” behaviour, such as the food-vloggers did on the Mukbang video. In general, it is because the foods on the Mukbang video do not give an attention to the ingredients itself/it tends to be higher on calories, fat, and cholesterol. In case, this “negative-eating” behavior which is eating food with large portion and not balanced diet was imitated by a large part of society, then it can generate many nutrient problems that can affect to the health.Objectives: To know the relation between the behaviour of watching Mukbang, the nutrient knowledge, and the stress level with the changing of eating behaviour of Mukbang enthusiast on social media, Instagram.Methods: This research design was Cross Sectional with 125 respondents. All of the data were taken using Google Form with limited time for 10 minutes. Statistical data analysis used Chi-Square testResults: There is a significant relationship between the behaviour of watching Mukbang with the changing of negative eating behaviour (p-value = 0.003), there is a significant relationship between the nutrient knowledge with the changing of negative eating behaviour (p-value = 0.009), there is a significant relationship between the stress level with the changing of eating behaviour of Mukbang enthusiast on Instagram (p-value = 0.034).Conclusion: There is a significant relationship between the behaviour of watching Mukbang, the nutrient knowledge, and the stress level with the changing of eating behaviour of Mukbang enthusiast on Instagram. There needs to be a balance in the behaviour of watching Mukbang, the nutrient knowledge, and the stress level, in order there is no change in “negative-eating” behavior
ANALISIS PENGETAHUAN GIZI DAN HIDRASI TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU IBU DI MASA KEHAMILAN Mulyani, Erry Yudhya; Jus’at, Idrus; Angkasa, Dudung; Anggiruling, Dwikani Oklita
GIZI INDONESIA Vol 42, No 2 (2019): September 2019
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v42i2.462

Abstract

Nutrition and health behavior during pregnancy has an impact on fetal health and outcome birth.The aims of this study were to analyze the relationship between nutrition and hydration knowledge on maternal attitudes and behavior during pregnancy.This study was a cross-sectional study, conducted in Kebon Jeruk District Health Center, West Jakarta.The research subjects were pregnant women in the second and third trimesters who examined their pregnancies at the study site, totaling 100 subjects. The data collected were characteristics subjects, anthropometrics, level of knowledges, attitudes, and behaviors. Data was taken through interviews and anthropometric measurements by enumerators and health professional trainee. Pearson's correlation and chi-square tests were used to analyze data.Subjects were on average 29.0 ± 5.7 years, body weight 54.3 ± 8.6 kg, body height 153.7 ± 5.4 cm, body mass index 23.0 ± 3.8 kg/m2, upper arm circumference 26.4 ± 3.3 cm, and hemoglobin level 11.9 ± 0.9 g/dL. There was a positive relationship between nutrition and hydration knowledge on the behavior of pregnant women (p0.05).The proportion of mothers in the high-level group had a positive attitude about water consumption when nausea and vomiting were more than those with low-level group (p0.05).Mothers with a high-level group of knowledge have a tendency to have frequent water consumption and vary in diet from the low-level group (p 0.05).Therefore, the health professional needs to give the nutrition education which reliable and accurate to pregnant women in antenatal care.
PROGRAM PENGENALAN NEUROKOGNITIF UNTUK PERILAKU HIDUP SEHAT DI SISWA-SISWI SEKOLAH DASAR Vionalita, Gisely; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Angkasa, Dudung
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 8, No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v8i03.5189

Abstract

SD N 02 Pondok Pucung yang terletak di kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan merupakan sekolah yang memiliki tujuan menciptakan siswa unggulan di bidang akademik. Permasalahan yang diangkat di mitra ini adalah SD N 02 Pondok Pucung belum memiliki asesmen khusus untuk menilai fungsi kognitif anak seperti executive faunction, visual memory, dan attention. Bahkan fungsi kognitif tersebut tidak pernah dijadikan indikator keberhasilan pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman mengenai konsep kognitif anak dan faktor yang mempengaruhinya. Kognitif anak ini juga akan erat kaitannya dengan perilaku kesehatan berisiko seperti jajan diet tidak sehat dan rendahnya aktifitas fisik. Berdasarkan pengamatan di sekolah, masih banyak anak SD yang mengonsumsi makanan tidak sehat dari jajanan yang ada di lingkungan sekolah dan rendahnya aktifitas fisik. Berkaitan dengan masalah mitra yang telah disebutkan, program ini mencoba memberikan solusi yang diprediksi dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Kegiatan ini diikutkan dengan pemaparan materi dan pelatihan mengenai kognitif, diet sehat makanan bergizi sehingga membantu guru dalam mengupgrade metode pembalajaran untuk optimalisasi fungsi kognitif dan kesehatan anak SD N 02 Pondok Pucung. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini didapastkan adanya peningkatan pengetahuan guru sebanyak 89% mengenai fungsi kognitif siswa-siswi SD dan hubungan perilaku makanan bergizi dengan kemampuan kognitif siswa-siswi. Diharapkan mitra dapat selalu menilai kognitif dan perilaku anak secara rutin dan melakukan kegiatan rutinKata Kunci: Asesmen kognitif, perilaku kesehatan berisiko, games kognitif
PENINGKATAN PEMAHAMAN POLA MAKAN SEHAT UNTUK KELUARGA SELAMA PANDEMIK COVID 19 Angkasa, Dudung; Harna, Harna; Khasanah, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 7, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v7i03.4113

Abstract

Rendahnya pemahaman tentang bagaimana masalah gizi dan masalah kesehatan terkait gizi (nutrition-related health problem) muncul meningkatkan resiko masyarakat terkena penyakit degeneratif seperti stroke, jantung dan sebagainya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperbaiki pemahaman peserta terhadap konsep gizi seimbang terutama bagi keluarga selama pandemik. Kegiatan dilakukan di bulan September 2020 dan metode yang dilakukan untuk edukasi ialah ceramah yang diikuti dengan pre-post test dan diskusi. Terjadi peningkatan pemahaman konsep gizi seimbang tetapi belum lengkap terutama berkaitan pada identifikasi makanan bergizi seimbang dan manfaat gizi seimbang. Mayoritas peserta merasa puas dengan pemberian materi yang disampaikan. Pelatihan intensif melibatkan praktik seperti demo makanan bergizi dapat dilakukan untuk lebih meningkatkan pemahaman gizi seimbang secara lengkap. Kata kunci: gizi seimbang, pandemik, keluarga
PELATIHAN GISEL MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENYUSUN MENU SARAPAN BERGIZI SEIMBANG PENUH WARNA UNTUK CALON DOKTER CILIK SELURUH SEKOLAH DASAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEPATAN TIMUR, KABUPATEN TANGERANG Angkasa, Dudung; Rahim, Elika Maret; Nadiyah, Nadiyah; Alisa, Yudiana Noor; Azizah, Nur; Rahmayati, Nadiya Putri; Sari, Eva; Efnita, Annike; Kusrianti, Eri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v6i2.3172

Abstract

AbstractLittle doctor (DOKCIL) is one of government programs to promote a healthy school environment. The candidates of DOKCIL from all elementary schools (n=35 schools) in working area of Public Health Center (PHC) Kedaung Barat have never had a balance nutrition training. Therefore, GISEL (School Nutrition and Health) team from Department of Nutrition Undergraduate Degree delivered a balance nutrition training for those DOKCIL. Objectives of this training are 1) to improve DOKCIL nutrition knowledge related to balance nutrition particularly balance-nutrition breakfast, 2) to empower DOKCIL to practice the principles of balance nutrition on breakfast menu. This training was conducted in September 2019 in Auditorium of PHC Kedaung Barat, Tangerang District. The training involved 3-4 candidates of DOKCIL from each 35 schools . All equipments such as soundsystems, laptop, banner, participant sheets were provided from PHC Kedaung Barat team. For the evaluation, paired sample t- test was applied to assessed DOKCIL knowledge before and after the training. Beside that, the DOKCIL practice in organizing the balance nutrition of breakfast menu was also observed. The result showed a significant increment of nutrition knowledge after training. Moreover, DOKCIL are able to apply principle of colourful and balance nutrition in sandwich, bento and sushi menu. Keywords: training, balance nutrition, school children, little doctor, breakfast AbstrakDokter cilik (DOKCIL) merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya menyehatkan sekolah. Calon DOKCIL dari seluruh sekolah dasar (n=35) di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Barat belum mendapatkan pelatihan mengenai gizi seimbang. Oleh karena itu, Tim GISEL (GIzi keSEhatan sekoLah) Program Studi S1 Gizi memberikan pelatihan gizi seimbang pada calon DOKCIL tersebut. Tujuan dari kegiatan abdimas ini ialah 1) siswa meningkat pengetahuannya tentang gizi seimbang terutama pada waktu sarapan, 2) siswa mampu mempraktikan prinsip gizi seimbang pada menu sarapan. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan September 2019 ini melibatkan sebanyak 3-4 calon DOKCIL yang merupakan perwakilan dari tiap sekolah dasar baik negeri dan swasta (n=35 sekolah). Pelatihan dilakukan di aula Puskesmas Kedaung Barat, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Semua peralatan presentasi seperti soundsystem, laptop, spanduk, hingga administratif (daftar hadir) disiapkan oleh pihak puskesmas. Indikator keberhasilan pelatihan dinilai dengan kuesioner pre- dan post- test terkait prinsip gizi seimbang pada waktu sarapan dengan uji t-test independent. Selain itu, keberhasilan juga dinilai dari kemampuan perwakilan siswa dalam menyusun menu sarapan yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan penuh warna. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang pada menu sarapan yang bermakna antara sebelum dan setelah diberi pelatihan. Selain itu, siswa juga berhasil menyusun menu sarapan berupa sandwich, bento dan sushi yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan penuh warna. Kata kunci: gizi seimbang, sarapan, anak sekolah, dokter kecil, pelatihan 
CAPACITY BUILDING KAITAN HIV DAN GIZI PADA KADER YANG MELAYANI ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA), JAKARTA Angkasa, Dudung; Heryana, Ade
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v5i1.2458

Abstract

AbstractCommunity volunteer or cadres’s involvement on delivering the important of nutritional support in blocking the rapid development of HIV is very beneficial for those with HIV/AIDS. However, most cadres did not have enough knowledge about the nutritional support. This activity aimed to provide capacity building for the cadres related on nutritional support of HIV patients. This activity conducted in April 2018. About nine cadres from Yayasan Putri Mandiri were involved. Good cooperation made this activity possible to happen. This activity comprise from 15 minutes delivering power point and discussion while 15 minutes for administration of pre and post test to check for the effectiveness of the activity. Structured questionnaire contains inquires for duration of work, level of education, ages, experience of the same training were distributed together with the pretest. Result shows that there is no significant different between the knowledge score of the cadre at pre and post test. However, there is a tendency that improvement of knowledge scores among the cadres. Further intensive training is needed to enable the cadres to give good eating patterns.                                                                                                     Keywords: cadres, HIV/AIDS, nutritional support AbstrakPeran kader dalam menyampaikan pentingnya peran gizi dalam menghambat cepatnya perkembangan stadium HIV akan sangat berguna bagi penderita. Akan tetapi tidak semua kader memilik pengetahuan yang cukup mengenai peran gizi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan capacity building terkait peran gizi pada HIV bagi kader dengan sasaran penderita atau orang yang beresiko tinggi HIV. Kegiatan ini dilakukan pada bulan April 2018. Terlibat sembilan orang kader dari Yayasan Putri Mandiri. Kerjasama yang baik membuat terlaksananya kegiatan capacity building ini. Kegiatan ini berupa penyampaian materi tentang kaitan/peran gizi pada HIV melalu media power point, diskusi/tanya jawab selama 15 menit. Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, selama sekitar 15 menit peserta diminta mengisi kuesioner yang berisi karakteristik dan pertanyaan pre dan post test. Pertanyaan pre dan post test terdiri dari enam pertanyaan tentang HIV dan gizi. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh lima mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata antara pengetahuan peserta saat pretest dan post test, data menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan peserta tentang peran gizi terhadap HIV. Perlu tindak lanjut kegiatan berupa pelatihan lebih detail tentang pola makan yang baik bagi kader. Kata kunci: kader, HIV/AIDS, peran gizi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG SOSIALISASI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA IBU BALITA DI WILAYAH KEDAUNG BARAT Mulyani, Erry Yudhya; Jus’at, Idrus; Angkasa, Dudung
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v4i1.1966

Abstract