Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Roti Kering dengan Penambahan Ikan Lele (Clarias Batracus) dan Bayam (Amarantus Tricolor, I.) Sebagai Snack Alternatif MP-ASI Sumber Protein dan Zat Besi Sita Pramesti Dewi; Anugrah Novianti; Reza Fadhilla; Dudung Angkasa; Lintang Purwara Dewanti
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i1.33

Abstract

Kecukupan gizi sangat penting untuk kesehatan baduta, kesehatan baduta ini berhubungan erat dengan fase pertumbuhan mereka. Masa baduta disebut sebagai "Periode Emas" dimana pondasi tumbuh kembang, pola berpikir, kemampuan berbicara, perkembangan mental dan intelektual berkembang secara intensif. Pada periode ini, baduta membutuhkan camilan alternatif yang dibuat dari makanan lokal yang bergizi seperti lele dan bayam. Secara umum, pembuatan roti menggunakan tepung gandum yang hanya mengandung nutrisi makro dan beberapa nutrisi lainnya. Melalui penambahan lele dan bayam diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi roti, terutama protein dan zat besi. Mengetahui pengaruh penambahan lele dan bayam dari kue kering ke tingkat protein, zat besi dan penerimaan kue kering. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada 4 formula roti kering yang berbeda dengan tambahan lele dan bayam. Analisis yang dilakukan ialah uji daya terima (mutu hedonic dan uji hedonik), analisis proksimat dan analisis kandungan zat besi. Uji daya terima panelis dan karakteristik organoleptik yang paling disukai adalah formula F1. Sedangkan kandungan protein dan zat besi F1 ialah 12,78 g dan 12,93 mg. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan lele dan bayam ke dalam adonan roti, menunjukkan kandungan tinggi nilai protein dan zat besi. Formula F1 dapat dijadikan kudapan alternatif MP-ASI baduta karena mengandung sumber protein dan zat besi
Hubungan lama kerja menjadi kader, pengetahuan, pendidikan, pelatihan dengan presisi dan akurasi hasil penimbangan berat badan balita oleh kader Posyandu Rosliana Hardiyanti; Idrus Jus’at; Dudung Angkasa
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 1 (2018): AcTion Vol 3 No 1 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.377 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i1.102

Abstract

Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, data pemantauan pertumbuhan yang tidak tepat menyebabkan interpretasi status gizi yang salah sehingga terjadi kesalahan dalam perencanaan program selanjutnya. Penelitian ini bersifat Cross Sectional yaitu variabel dependen (presisi akurasi) dan variabel independen (faktor-faktor yang berhubungan). Besar sampel yang dibutuhkan dihitung dengan menggunakan aplikasi g power dengan uji Odds Ratio. Sampel yang didapat berjumlah 46 dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan yaitu dengan menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan kader yang bekerja lebih dari tiga tahun memiliki persentase lebih besar dibandingkan yang bekerja kurang dari tiga tahun yaitu sebesar 82,6%, kader yang berpengetahuan kurang sebesar 43,5%, kader yang tingkat pendidikannya SD sebesar 10,9%, kader yang tidak pernah mengikuti pelatihan sebesar 10,9%, kader yang tingkat presisinya tidak baik sebesar 32,6% dan kader yang akurasinya tidak baik sebesar 65,2%. Kesimpulan, bahwa lama bekerja sebagai kader, tingkat pendidikan dan jumlah pelatihan tidak berhubungan dengan presisi dan akurasi hasil penimbangan berat badan balita, namun dari segi pengetahuan berhubungan dengan presisi dan akurasi hasil penimbangan berat badan balita.Kata kunci: Akurasi, penimbangan berat badan, presisi The nutritional problem is essentially a public health problem, improper growth monitoring data causes the wrong interpretation of nutritional status resulting in errors in subsequent program planning. This research is Cross-Sectional that is dependent variable (precision accuracy) and independent variable (related factors). The required sample size is calculated by applying g power with Odds Ratio test. The samples obtained amounted to 46 with a confidence level of 95% and α = 0,05. Sampling technique that will be used is by using simple random sampling. The results showed that cadres who worked for more than three years had a greater percentage than those who worked less than three years ie 82,6%, less knowledge cadres of 43,5%, cadres whose primary education level was 10,9%, cadres who had never attended training of 10,9%, cadres whose precision was not good at 32,6% and cadres of poor accuracy of 65,2%. The conclusion, that long working as a cadre, the level of education and the number of training is not related to the precision and accuracy of weighing weight results, but in terms of knowledge related to the precision and accuracy of weighing results. Keywords: Accuracy, weighing, precision
Pembuatan Dendeng Analog Dengan Penambahan Tepung Tempe Kedelai Hitam Sebagai Olahan Pangan Tinggi Protein Dyvia Agustina Sidup; Reza Fadhilla; Prita Dhyani Swamilaksita; Mertien Sa'pang; Dudung Angkasa
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 12, No 1 (2022): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.12.1.2022.10-24

Abstract

One of the problems arising from overconsumption of meat is degenerative diseases and many people are turning to vegetarianism. Vegetarians tend to experience protein deficiency problems, therefore one of the most popular food preparations for the community and have high nutritional value is making jerky analogue of banana hearts with the addition of black soybean tempeh flour. To analyze differences in nutrient content and acceptability (color, taste, aroma and texture) with the addition of black soybean tempe flour. This type of research is an experimental study, there are 4 formulations with a ratio of black soybean tempeh flour banana heart and in analog jerky, namely F0 (100%), F1 (15%: 85%), F2 (20%: 80%), F3 (25%: 75%). The Nutritional Testing which was conducted was the analysis of proximate levels and crude fiber content. Organoleptic assessment uses a Likert form with a scale of 1-5 against 50 consumer panelists. Based on the assessment of the results of nutrition and consumer panelists, the selected formulations were F3 with 27.24 g protein, 11.23 g fat, 22 g carbohydrates, 5.71 g crude fiber content, 36.05 g moisture content and ash content 3.46 g. There is an effect of adding black soybean tempe flour to the nutritional value of analog jerky. There is a significant difference in the acceptability of texture and taste in analog jerky.
Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Patin dengan Penambahan Kacang Tunggak sebagai Sumber Kalsium pada Pembuatan Snack Bar Nadhilah Syarafina; Dudung Angkasa; Reza Fadhilla; Prita Dhyani Swamilaksita
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 12, No 2 (2022): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.12.2.2022.1 - 13

Abstract

Fish bone, as a food waste, and cowpea can be a high potential ingredient to develop a healthy snack food. This study aimed to compare and sensory properties of a snack food made from ratio of fish bone and cowpea. This experimental study manipulate fish bone (FB) and cowpea (CW) waste into four formula F0 (control), F1 (90g:20g), F2 (80g:30g). ) and F3 (70g:40g). Proximate and calcium analysis was carried out in an accredited laboratory, while the sensory analysis was evaluated by semi-trained and consumer panelists. One Way-Anova test with Post Hoc test was performedto answer research question. There is significant difference among all formulas (p<0.05) in the parameters of color, aroma, texture and taste. The snack bar F3 was the most preferred by the panelists. This formulation contains 12.06% protein and 5572 mg calcium and can be claimed as a calcium source snack. The greater the concentration of patin bone meal, the higher the calcium content of the snack bar. The hedonic test showed that increase in the concentration of patinbone meal had an effect on the texture, aroma and taste of the resulting snack bar.
PENGARUH MEDIA NUTRITION BINGO TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI SEIMBANG SERTA KEANEKARAGAMAN PANGAN PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI JAKARTA TIMUR Rinanda Almira; Vitria Melani; Dudung Angkasa; Lintang P. Dewanti
Journal of Nutrition College Vol 11, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i4.32915

Abstract

Latar belakang: Usia anak sekolah merupakan masa yang kritis untuk membentuk pola makan, jika makanan yang dikonsumsi pada masa ini terpenuhi dengan baik dapat mencegah masalah gizi dan penyakit degeneratif. pendidikan gizi pada siswa sekolah dasar memainkan peran penting dalam membentuk dan meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi, khususnya dalam hal pemilihan jenis makanan. Salah satu modifikasi media yang dapat digunakan untuk edukasi gizi usia anak sekolah adalah media permainan ‘Nutrition Bingo’. Media ini memiliki cara bermain yang menimbulkan rasa kompetitif sehingga dapat membangkitkan semangat belajar pada anak. Selain itu, dalam permainannya Nutrition Bingo menmanfaatkan banyak indera seperti mendengarkan, melihat, ataupun berdiskusi dimana hal ini dapat membuat anak semakin banyak menerima informasi dengan baik.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pemberian media ‘Nutrition Bingo’ terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang serta keanekaragaman pangan pada anak usia 10-12 tahun).Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental dengan rancangan pre-test post-test control group design. Kelompok intervensi yang mendapatkan pendidikan gizi dengan Nutrition Bingo pada penelitian ini merupakan 20 anak usia 10-12 tahun di Yayasan Quantum Sejahtera dan 20 anak di Yayasan Komite Bersama Indonesia Kuat sebagai kelompok kontrol, mendapatkan pendidikan gizi dengan metode ceramah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Paired Sample T-test, Wilcoxon, Independent T-test dan Mann Whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian media Nutrition Bingo terhadap peningkatan pengetahuan (p≤0,0001) dan sikap (p≤0,0001) mengenai gizi seimbang dan keanekaragaman pangan.Simpulan: Media Nutrition Bingo dapat digunakan menjadi salah satu media yang dapat meningkatan pengetahuan dan sikap gizi seimbang serta keanekaragaman pangan pada anak usia sekolahKata Kunci : Media permainan gizi; Nutrition bingo; Pengetahuan gizi.
ANALYSIS OF SUGAR, SALT AND FAT IN SNACK FOODS SOLD AT ELEMENTARY SCHOOL FOOD STALLS Zaizafia, Athaya; Aristi, Dela; Ciptaningtyas, Ratri; Angkasa, Dudung
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.38444

Abstract

ABSTRACTBackground: Snacking is common among elementary school-age children. Ironically, snacks often contain lots of sugar, salt, and fat (SSF) which mostly available at school's area and might contributed to poor dietary pattern. Objective: to determine SSF’s content among snack food (SF) at school food stalls and intake of SSF from the SF among school-age children. Methods: This cross sectional study involved eighty-nine children age 8 to 12 at Madrasah Pembangunan elementary school in South Tangerang city  that randomly selected. Street food was classified as main dish, snacks and drinks. SSF content was determined by desk analysis through conversion of raw-cooked food, edible portion, estimated of intake sugar, salt and oil absorption from actual food weighing of listed snack foods. Intake of SSF was obtained from two non-consecutives 24 hours food recalls. FoodWorks and SPSS software were used to analyze food and descriptive analysis, respectively. Results: We found that almost one third of subjects experienced overweight (12.4%) and obesity (16.9%). There were 53 items of hawker foods were identified within school area and were comprised from 18 main dishes, 35 snacks and 10 drinks. Snack food contains more SSF content compared to main dishes. Salt is the highest contribution (120%) to recommended daily allowance compared to sugar and fat.Conclusion: The percentage contribution of snacks in school-age children consumption needs to be highlighted as an alarming wake-up call to introduce nutrition labelling on snacks sold at school areas.Keywords : snack food; sugar; salt; fat; school children ABSTRAKLatar belakang: Ngemil merupakan hal yang umum di kalangan anak usia sekolah dasar. Ironisnya, jajanan seringkali mengandung banyak gula, garam, dan lemak (GGL) yang banyak terdapat di lingkungan sekolah dan dapat menyebabkan pola makan yang buruk. Tujuan: untuk mengetahui kandungan GGL pada makanan jajanan di sekolah dan asupan GGL dari makanan jajanan pada anak sekolah. Metode: Studi cross sectional ini melibatkan delapan puluh sembilan anak usia 8 hingga 12 tahun yang dipilih secara acak. Makanan jalanan diklasifikasikan sebagai hidangan utama, makanan ringan dan minuman. Kandungan GGL ditentukan dengan analisis tabel melalui konversi makanan mentah, porsi yang dapat dimakan, perkiraan asupan gula, garam dan penyerapan minyak dari makanan aktual yang ditimbang dari makanan ringan yang terdaftar. Asupan GGL diperoleh dari dua penarikan makanan 24 jam non-berturut-turut. Perangkat lunak FoodWorks dan SPSS masing-masing digunakan untuk menganalisis makanan dan analisis deskriptif. Hasil: Hasil studi mendapatkan sepertiga anak sekolah responden kami mengalami kelebihan berat badan (12.4%) dan obesitas (16.9%). Teridentifikasi 53 jenis makanan jajanan di lingkungan sekolah yang terdiri dari 18 makanan utama, 35 makanan ringan dan 10 minuman. Makanan ringan mengandung lebih banyak kandungan GGL dibandingkan dengan makanan utama. Kontribusi garam dalam makanan ringan bahkan mecapai 120% dari angka kecukupan gizi , angka ini lebih tinggi dari persentase gula dan lemak.Kesimpulan: Persentase kontribusi GGL dari makanan ringan yang dikonsumsi anak sekolah perlu diawasi sebagai peringatan dini untuk memperkenalkan label gizi pada makanan jajanan yang dijual di lingkungan sekolah.Kata Kunci : camilan; gula; garam; lemak; anak sekolah 
PENINGKATAN KAPASITAS PENGETAHUAN GIZI DAN KETERAMPILAN PERAWATAN LUKA PADA CALON DOKTER CILIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI KEDAUNG BARAT 1, TANGERANG Angkasa, Dudung; Mulyana, Budi; Utami, Tyas Putri; Julianti, Putri Firna; Maulana, Handika Rahmat; Lestari, Gina; Amanda, Virgita; Widyawati, Risti Shalsa
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i3.7420

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah perlu terus ditingkatan salah satunya dengan memberikan dukungan pelatihan pada calon dokter cilik (dokcil). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan pilar gizi seimbang dan penanganan luka bagi calon dokcil. Sebanyak 25 calon dokcil terlibat pada kegiatan ini. Calon dokcil terlihat sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Tanya jawab muncul dari peserta saat diskusi tentang materi. Walau secara statistik tidak diamati peningkatan bermakna pada pengetauan tentang pilar gizi seimbang, terlihat perbedaan bermakna pada perawatan luka. Kegiatan terdokumentasi dengan baik pada social media @giselprogram dan berita online.
PENGENALAN GAYA PENGASUHAN DAN PENINGKATAN PANTAU PERTUMBUHAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Angkasa, Dudung; Rozali, Yuli Azmi; Vionalita, Gisely
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v9i02.5995

Abstract

SDN Kedaung Barat 1 has no specific room for performing a UKS (school health services) activities. Hence, growth monitoring program is rarely performe in a regular basis. UKS also may help the school society including parents to involve actively to its program and build a holistic nutrition and health program for the students. This community service aimed at enhancing the growth measurement skills and also parenting style. Representative of teacher, student and parents were involved in this activities. Participants were enthusiatic with the given educational materials. Question and answer cames from participant during discussion about the parenting styles and growth monitoring as well. Student also had a change to speak up about how they parents behave to them. This activity enabled the participant to identify why school children did not gain weight or height rapidly. Participants also gained a technical skills to measure the growth accurately and at the same time how to calibrate the measurement tools particularly the digital weighing scale. This community service activity was reported in local media mass and had been posted in a youtube channel https://youtu.be/ENqGMNrvC7k and instagram @giselprogram.
Pengaruh Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai: Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai Monic, Monica; Swamilaksita, Prita Dhyani; Fadhilla, Reza; Palupi, Khairizka Citra; Angkasa, Dudung
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh hijau adalah salah satu tanaman yang mempunyai nama latin camelia sinensis. Teh hijau memiliki fungsi sebagai antioksidan, meningkatkan relaksasi, mengurangi gangguan tidur, dan mengurangi kecemasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi teh hijau pada tingkat kecemasan dan kualitas tidur terhadap staff Universitas Esa Unggul. Design penelitian ini adalah menggunakan jenis design quasi experimental design dan menggunakan rancangan one-group pretest dan posttest, dan dalam penelitian ini terdapat 32 orang staff sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian pretest dan posttest pada kualitas tidur responden mengalami perubahan, pada saat posttest kualitas tidur lebih meningkat dibandingkan pada saat pretest, pada saat posttest kualitas tidur responden yaitu 6,50 ± 2,52, sedangkan kualitas tidur pada saat pretest 8,75 ± 2,67, sementara itu untuk pretest dan posttest tingkat kecemasan juga berubah, pada saat posttest tingkat kecemasan responden juga mengalami penurunan yaitu 7,50 ± 7,47 sedangkan tingkat kecemasan pada saat pretest 16,03 ± 12,76. Analisa statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk kualitas tidur dan uji Wilcoxon untuk tingkat kecemasan. Pengaruh konsumsi teh hijau menunjukkan adanya perubahan signifikan antara tingkat kecemesan dan kualitas tidur pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang menpunyai significansi yaitu (p=0,000). Kata Kunci: Teh Hijau, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
Pemberian Buku Cerita Bergambar Bertema "Superhero" dapat Meningkatkan Pengetahuan Sayur dan Buah Siswa Sekolah Dasar Pradini, Indira; Angkasa, Dudung; Jusat, Idrus; Dewanti, Lintang Purwara; Wahyuni, Yulia
Jurnal Gizi Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.10.1.2021.23-30

Abstract

The low consumption of vegetables and fruit in school-age children is one of the unresolved nutritional problems in Indonesia. A way to improve vegetable and fruit eating behavior is to increase students' knowledge and attitudes through illustrated story book and heroic tales. The aim of this study is to find out the impact of picture books on students' knowledge and attitude. This is a quasy experimental study with Non equivalent control group with a pre-test and post-test which was followed by 97 fourth gradeelementary school students including 41 students of intervention group and 56 students of control group. The mann-whitney test is used to see whether there are  relationships between  independent variable (given of illustrated story books) and the dependent variable (knowledge and attitude) between the intervention and control groups.The results showed a significant increase in knowledge and attitudes in the group which given illustrated story book. There were also significant differences in knowledge changes between the intervention and control groups. Illustrated story books can significantly increase students' knowledge about vegetables and fruitKeywords : Knowledge; Attitudes; Vegetable; Fruits; Illustrated Story Book
Co-Authors Alisa, Yudiana Noor Amalia, Dea Sofa Amanda, Virgita Anastasia, Reynie Arvilla Anggiruling, Dwikani Oklita Annisa Dwi Meitha Appukuty, Mahenderan Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Aprisa, Annisa Sekar Aristi, Dela Bestari, Dania Senja Budi Mulyana, Budi Destyana, Riche Mia Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Sita Pramesti Dyvia Agustina Sidup Efnita, Annike Elvandari, Milliyantri Erry Yudhya Mulyani Fauzi, Maulana Fauzi, Maulana Gifari, Nazhif Gina Lestari, Gina Harna Harna, Harna Hasan, Hosni Heryana, Ade I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Idrus Jus’at Indah Suci Anzarkusuma Iskari Ngadiarti Julianti, Putri Firna Jus'at, Idrus Jus'at, Idrus Jus?at, Idrus Jusat, Idrus Jus’at, Idrus Jus’at, Idrus Jus’at, Idrus Kusrianti, Eri Laras Sitoayu Lintang P. Dewanti Malabay Malabay Maratis, Jerry Mareta, Sonia Maulana, Handika Rahmat Monic, Monica Mulyadi Mulyadi Mulyadi, Mulyadi Mury Kuswari Muslimah M, Nur Nabila Permatasari Nadheem, Fathimath Ana Nadhilah Syarafina Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Novianti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Palupi, Khairizka Citra Pradini, Indira Prita Dhyani Swamilaksita Putri Ronitawati Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Rachmanida Nuzrina Rahim, Elika Maret Rahmayati, Nadiya Putri Ratri Ciptaningtyas Ratri Oktaria Jasmine Reza Fadhilla Rinanda Almira Rinova, Rinova Aprillia Utari Rita Ismail Rosliana Hardiyanti Sa'pang, Mertien Salleh, Razali Mohamed Salsabila, Unik Hanifah Sari, Eva Siallagan, Damayanti Sita Pramesti Dewi Stanin, Enrico Sugiyatmi, Tri Astuti Trisia Lusiana Amir Tyas Putri Utami Vionalita, Gisely Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyu Pratama Wahyuni, Yulia Widyawati, Risti Shalsa Yuli Azmi Rozali Yustrina, Artha Zaizafia, Athaya