Claim Missing Document
Check
Articles

Validasi Data Curah Hujan Satelit dengan Data Stasiun Hujan di DAS Ngasinan Hulu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Marta, Silvia Dwi; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.04

Abstract

: Rainfall data is one of the most important data in hydrological analysis, both water resource planning, and water building planning. But in reality, there is often incomplete data availability in the field. This is caused by several factors, both from the environment and data recording. With the development of technology, one of which is a rain satellite that can be used as an alternative to recording rainfall with wide coverage. Satellites that can be used as alternatives in this research are TRMM 3B42RT and GPM V6, where the two satellites collaborate between JAXA and NASA, both of which have different specifications of coverage area. The 3B42RT's TRMM is 0.250 x 0.250 while the V6's GPM is 0.100 X 0.100. This study estimates the accuracy of rainfall forecasts for TRMM 4B42 and GPM V6 at 4 Rain Stations in the Upper Ngasinan Watershed. However, satellite data cannot be used directly, but measurement data must be validated to minimize errors in satellite data, and satellite data can replace the required observation data. A calibration and data validation process is carried out first to determine the performance of each satellite. The calibration in this study uses multiple linear regression with the selection of a combination of variables, which can be used for correction at the validation stage. Statistical parameters used to determine the accuracy of the satellite in the validation process are using the RMSE, NSE, and R (Correlation Coefficient) values. In this study, TRMM 3B42 and GPM V6 satellites can be used at these location points. This is done using a monthly period that produces different validation values on the GPM V6 satellite at the RSR, NSE, and R values of 0.359; 0,917; 0,964. The best validation results on the 3B42 TRMM satellite with RSR, NSE, and R values of 0,245, respectively; 0,946 ; 0,987. Both satellites can be used at the research location because they produce good parameter values. In this study, the rainfall data for TRMM 3B42 has a higher level of accuracy based on the validation results, which is 61,1%, according to field data Data curah hujan merupakan salah satu data yang sangat penting dalam analisis hidrologi, baik perencanaan sumberdaya air atupun perencanaan bangunan air. Namun dalam kenyataan di lapangan sering terjadi ketersediaan data yang kurang lengkap, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor baik dari lingkungan ataupun dari pencatatan data. Dengan berkembangnya teknologi, salah satunya adalah satelit hujan yang mana dapat dijadikan alternatif untuk mencatat curah hujan dengan cakupan yang luas. Adapun satelit yang dapat dijadikan alternatif pada studi ini adalah TRMM 3B42RT dan GPM V6 dimana kedua satelit ini merupakan Kerjasama JAXA dan NASA, keduanya mempunyai spesifikasi yang berbeda dari cakupan wilayahnya saja TRMM 3B42RT sebesar 0,250 x 0,250  sedangkan GPM V6 0,100 X 0,100. Dalam studi ini guna untuk akurasi estimasi curah hujan TRMM 4B42 dan GPM V6 pada 4 Stasiun Hujan di DAS Ngasinan Hulu. Namun data satelit tidak dapat langsung digunakan melainkan harus dilakukan validasi terhadap data pengukuran untuk meminimalisir error pada data satelit dan data satelit dapat menggantikan data obeservasi yang dibutuhkan. Untuk mengatahui seberapa performa dari masing-masing satelit dilakukan terlebih dahulu proses kalibrasi dan validasi data. Kalibrasi pada studi ini menggunakan regresi linier berganda dengan pemilihan kombinasi variabel, yang mana persamaan yang di dapat digunakan untuk mengoreksi pada tahapan validasi. Adapun parameter statistik yang digunakan untuk menentukan tingkat akurasi dari satelit pada proses validasi yaitu menggunakan nilai RMSE, NSE, dan R (Koefisien Korelasi). Dalam penelitian kedua satelit TRMM 3B42 dan GPM V6 dapat digunakan pada titik lokasi tersebut dilakukan dengan menggunakan periode bulanan yang menghasilkan nilai validasi yang berbeda-beda pada satelit GPM V6 pada nilai RSR, NSE ,dan R berturut-turut sebesar 0,359 ; 0,917 ; 0,964. Untuk hasi validasi terbaik pada satelit TRMM 3B42 dengan nilai RSR, NSE, dan R berturut-turut sebesar 0,245 ; 0,946 ; 0,987. Kedua satelit dapat digunakan pada lokasi studi diakarenakan mengahsilkan nilai parameter yang baik. Pada penelitian ini data curah hujan TRMM 3B42 memiliki tingkat keakurasian yang lebih tinggi berdasarkan hasil validasi, yaitu menghasilkan sebesar 61,1% sesuai dengan data lapangan.
Analisis Erosi dan Arahan Konservasi Lahan pada DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Berbasis Sistem Informasi Geografis Imani, Reyhan Satya; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.05

Abstract

Daerah Aliran Sungai Gembong sering terjadi bencana banjir terutama bagian hilir serta perubahan tata guna lahan yang menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi. Dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penanganan untuk mereduksi permasalahan di DAS Gembong dengan melakukan usaha konservasi berupa perencanaan Checkdam. Dalam menentukan nilai erosi dan sedimentasi menggunakan model ArcSWAT. Model ini memerlukan 4 tahap yaitu delineasi DAS, pengelolaan Hydrology Response Unit (HRU), memasukkan data kedalam database, kemudian melakukan simulasi. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rerata erosi  14,19 ton/ha/tahun, rerata sedimentasi 5,97 ton/ha/tahun, dan rerata volume sedimen sebesar 771,5 m3. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi (IBE) kondisi eksisting didapat 2 kriteria yaitu rendah seluas 1166,62 ha dan sedang seluas 2019,78 ha. Hasil dari perencanaan Checkdam yang telah disesuaikan dengan tingkat kemampuan lahan DAS Gembong menunjukkan penurunan volume sedimen sebesar 65,72 %. Setelah dilakukan perencanaan Checkdam untuk hasil Indeks Bahaya Erosi kondisi skenario didapat 2 kriteria dengan perbedaan luas yaitu rendah bertambah luasan menjadi 3128,09 ha dan penurunan luas pada kondisi sedang menjadi 58,31 ha. Gembong watershed is often flooded especially downstream and changes land use that cause erosion and sedimentation. From those problems to reduce problem in Gembong watershed, need conservation especially Checkdam construction. In determining the value of erosion and sedimentation using ArcSWAT model. This model need 4 process, the first is watershed delineation, management of the Hydology Response Unit (HRU), input data to database, then running simulations.The result from simulation, average erosion value is 14,19 tons/ha/year, average sedimentation is 5,97 tons/a/year, and average sediment volume is 771,5 m3. The analysis result of the Erosion Hazard Index (EHI) have 2 criteria, low level of 116,62 ha area and medium level of 2019,78 ha area. The result of Checkdam design that was adjusted to the land capacity Gembong watershed showed a reduce in sediment volume of 65,72 %. For the crireria of the Erosion Hazard Index in low level conditions increased to 3128,09 ha area and the medium level condition decreased to 58,31 ha area.
Perbandingan Metode Alih Ragam Hujan Menjadi Debit dengan FJ. Mock dan NRECA di DAS Rejoso Kabupaten Pasuruan Putri, Angelina Satya; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.002.07

Abstract

Pengalihragaman hujan menjadi debit adalah suatu proses permodelan yang mengubah data curah hujan menjadi data debit. Data debit pada DAS digunakan untuk kebutuhan makhluk hidup di sekitar. Pada kenyataannya, ketersediaan data debit sering kalitidak lengkap. Maka dari itu, dilakukan studi ini yaitualih ragam hujan-debit pada lokasi DAS Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalahmetode FJ. Mock dan NRECA, yang nantinya keduametode tersebut dibandingkan dengan data AWLRpada DAS Rejoso. Pada hasil analisis didapatkanbahwa metode FJ. Mock dan NRECA merupakanmetode yang cocok diterapkan pada DAS Rejosodengan nilai NSE sebesar 0,936, nilai PBIAS sebesar1,351 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,968Kondisi debit pada suatu DAS dipengaruhi olehpenggunaan lahan disekitarnya. Hubungan antaraperubahan penggunaan lahan dengan kondisi debitrerata tahunan DAS Rejoso menunjukkan nilai debityang cenderung menaik, ditinjau dari perbandingantahun 2006, 2010, 2015 dan 2020. The transformation of rain to discharge is a modeling process that converts rainfall data into discharge data. Discharge data in the watershed is used for the needs of living things in te vicinity. In fact, the availability of discharge data is often incomplete. Therefore, this study was carried out, namely the variation of rainfall-discharge at the location os the Rejoso Watershed, Pasuruan Regency. The method used is FJ. Mock and NRECA, which later the two methods will be compared wit AWLR data in the Rejoso watershed. The results of the analysis show that the FJ. Mock and NRECA are suitable methods to be appllied to the Rejoso watershed with an NSE value of 0,936, a PBIAS value of 1,351 and a correlation coefficient (r) value of 0,968. The use of the surrounding land influences the discharge condition in a watershed. The relationship changes in land use and condition of the annual average discharge of Rejoso watershed shows that the discharge value tends to decrease in terms of comparisons in 2006, 2010, 2015 and 2020.
Rasionalisasi Jaringan Pos Hujan dan Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di Sub DAS Bango Setyaningrum, Anggun; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.015

Abstract

In planning the development of water resources, hydrological data with accurate data quantity and quality are needed. The quality of the data in question is that the data can describe hydrological conditions according to what occurs in the field, such as whether the rain data is related to the existing discharge data. The network density of rain gauge station can affect the average error rate of a hydrological data. The rationalization of rainfall station network and water level recorder using stepwise and WMO standards method in Bango Sub Watershed. The data used are rain data as a independent variable with a data length of 10 years and discharge data as a dependent variable to a data length of 10 years. This Stepwise method is a statics method that can find out which rainfall station are significantly correlated to discharge data. WMO standards can determine the minimum need for the number of rainfall station based onotheocharacteristics of the geography of an area. The results of the analysis in this study found that recommendation of the combination is the Karangploso rainfall station and the Lowokwaru raindall station was the most rational combination with a coefficient of determination of 42.5% and thiessen coefficient for each other is 54,3% an 45,7%. This combination has met the minimum standards of the WMO and each rainfall station also has an equally effective and efficient role. Dalam merencanakan pengembangan sumber daya air, dibutuhkan data hidrologi dengan kuantitas dan kualitas data yang akurat. Kualitas data yang dimaksud adalah bahwa data dapat menggambarkan kondisi hidrologi sesuai dengan yang terjadi di lapangan, seperti apakah data hujan berkaitan dengan data debit yang ada. Penyebaran pos hujan serta nilai kerapatannya dapat mempengaruhi tingkat kesalahan rerata suatu data hidrologi. Rasionalisasi jaringan pos hujan dan pos duga air dilakukan dengan metode Stepwise dan standar WMO pada Sub DAS Bango. Data yang digunakan adalah data hujanusebagai variabelibebas dengan data sepanjang 10 tahun dan dataodebit sebagai variabeloterikat dengan panjang data 10 tahun. Metode Stepwise ini merupakan metode stastistika yang dapat mengetahui pos hujan mana yang berkorelasi secara signifikan terhadap data debit. Standar WMO dapat mengetahui kebutuhan minimal jumlah pos hujan berdasarkan karateristik geografi suatu daerah. Hasil analisis pada studi ini didapatkan rekomendasi bahwa kombinasi antara pos hujan Karangploso dan pos hujan Lowokwaru merupakan kombinasi yang paling rasional dengan koefisien determinasi sebesar 42,5% dan dengan koefisisen thiessen masing-masing sebesar 54,3% dan 45,7%. Kombinasi ini telah memenuhi standar minimum WMO dan masing-masing pos hujan juga memiliki peran yang sama-sama efektif dan efisien.
Rasionaliasi Jaringan Pos Hidrologi Menggunakan Data Pos Hujan, Data Satelit CHIRPS, dan Data Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di DAS Rejoso Kafidani, Firyal Sekar; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.040

Abstract

DAS Rejoso merupakan salah satu DAS terbesar di Pasuruan Jawa Timur. Dalam rangka untuk menilai apakah jumlah stasiun hidrologi yang ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso mampu merepresentasikan kondisi wilayah studi dengan baik, tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas data serta jumlah stasiun hidrologi secara optimal. Rasionalisasi pada studi ini menggunakan metode stepwise. Hasil metode stepwise-enter menghasilkan kombinasi dua pos hujan rekomendasi yaitu Pos Hujan Winongan dan Pos Hujan Panditan dengan nilai korelasi 0.849. Hasil kesesuaian data satelit CHIRPS dengan data hujan pengamatan pos hujan rekomendasi, Pos Hujan Winongan menghasilkan (NSE : 0.623) dan (R : 0.869) dan Pos Hujan Panditan (NSE :0.525) dan (R : 0.864).
Analisis Hidrologi dan Hidrolika Sungai Untuk Pemodelan Banjir Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Pada Sungai Kali Surabaya Briantama, R. Haryo; Suhartanto, Ery; Sajali, Muhammad Amar
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.082

Abstract

Banjir pada Sungai Kali Surabaya terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dan arus sungai yang deras dan menyebabkan sungai meluap. Fenomena meluapnya Sungai Kali Surabaya terjadi karena luapan air Sungai Brantas yang mengalir melalui Kali Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat model banjir di Sungai Kali Surabaya dan merancang jalur evakuasi di Sungai Kali Surabaya. Analisis hidrologi dilakukan untuk memperkirakan debit rencana dengan kala ulang 2 tahun sebesar 164.453 m3/detik, kala ulang 5 tahun sebesar 341.107 m3/detik, kala ulang 10 tahun sebesar 458.068 m3/detik, kala ulang 25 tahun sebesar 605.848 m3/s, dan kala ulang 50 tahun adalah 715,479 m3/detik. Pemodelan hidrolika dilakukan menggunakan 2D HEC-RAS. Luasan genangan banjir yang diperoleh dari rancangan debit kala ulang 2 tahun seluas 79 ha, debit kala ulang 5 tahun seluas 199 ha, debit kala ulang 10 tahun seluas 311 ha, debit kala ulang 25 tahun seluas 403 ha dan debit kala ulang 50 tahun adalah 478 hektar. Kajian mitigasi bencana berupa peta jalur evakuasi berdasarkan analisis sebaran banjir Sungai Surabaya di Kota Surabaya mengidentifikasi 8 titik kumpul dan 3 titik evakuasi akhir yang tersebar di tujuh wilayah kecamatan sepanjang Sungai Kali Surabaya.
THE USE OF SATELLITE REMOTE SENSING DATA AND GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS ON CRITICAL LAND ANALYSIS Suharyanto, Agus; Suhartanto, Ery; Pudyono, Pudyono
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 35, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v35i2.182

Abstract

Critical land classification can be analyzed using combination between Top Soil Thickness - Land erosion method, and BRLT methods. Both methods are needed soil erosion data as one of input data. The soil erosion data can be analyzed using USLE and MUSLE methods. The combination of two critical land analyses methods with input soil erosion data from two analyses methods will be produced four combinations of critical land classification. In this research, four of the critical land classification and two soil erosion classification will be analyzed using GIS. The best method to classify critical land will be investigated in this research. The best classified critical land is the classified critical land data is nearest with the field condition.Percentage of vegetation cover (PVC) is one of the most important input data in the critical land classification analysis using BRLKT method. This data have 50% weight. PVC condition is classified into five categories i.e. very good, good, fair, poor, and very poor. Each category have score 5, 4, 3, 2, 1 respectively. To analyze this PVC classification, NDVI generated from satellite remote sensing data is used in this research. From the four methods of land critical classification analyses used in this research, critical land classified using BRLKT method with input soil erosion analyzed using method is produced the critical land classification nearest with the critical land condition in the field.Keywords: Critical land, Land erosion, GIS, Satellite Remote Sensing Data, NDVI
Pemanfaatan Data Hujan Satelit GPM untuk Analisis Debit Andalan Menggunakan Metode NRECA di DAS Welang Amadea, Alzena; Suhartanto, Ery; Harisuseno, Donny
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.10

Abstract

DAS Welang merupakan salah satu DAS terbesar yang menjadi pemasok kebutuhan air baku dan irigasi untuk daerah Pasuruan. Namun, pada DAS Welang terjadi permasalahan hilangnya data curah hujan sehingga tidak dapat menghitung debit andalan yang terjadi pada DAS Welang. Alternatif untuk melengkapi data curah hujan yang hilang adalah menggunakan data curah hujan dari satelit, salah satunya satelit yang diluncurkan oleh NASA, yaitu Global Precipitation Measurement (GPM). Data curah hujan dari satelit GPM yang telah terkoreksi akan digunakan sebagai input data hujan pada pemodelan National Rural Electric Cooperative Association (NRECA) untuk menghasilkan estimasi debit pada DAS Welang. Analisis kalibrasi data curah hujan satelit GPM menghasilkan nilai NSE sebesar 0,843 kategori “Sangat Baik” dan nilai Koefisien Korelasi sebesar 0,919 kategori “Sangat Kuat”. Pemodelan metode NRECA untuk analisis kalibrasi dan validasi menunjukkan bahwa nilai NSE dan Koefisien Korelasi paling baik dihasilkan oleh komposisi data kalibrasi dan validasi 19:1 dengan nilai NSE untuk kalibrasi sebesar 0,952 kategori “Sangat Baik” dan untuk validasi sebesar 0,627 kategori “Memenuhi”, sedangkan nilai Koefisien Korelasi untuk kalibrasi sebesar 0,983 kategori “Sangat Baik” dan untuk validasi sebesar 0,807 kategori “Sangat Kuat”. Perhitungan debit andalan, hasil yang didapatkan untuk Q80% sebesar 2,63 m³/dt, untuk Q90% sebesar 2,11 m³/dt, dan untuk Q95% sebesar 2,01 m³/dt.
Rasionalisasi Jaringan Pos Hidrologi Menggunakan Data Pos Hujan, Data Satelit GPM, dan Data Pos Duga Air dengan Metode Stepwise di DAS Limboto Djafar, Azhari Firmansyah; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.47

Abstract

Data hidrologi merupakan komponen penting dalam pengelolaan sumber daya air, terutama untuk mengatasi permasalahan seperti banjir dan kekeringan. Penyelesaian yang menyeluruh terhadap masalah tersebut memerlukan data hidrologi dengan kualitas dan kuantitas yang memadai. Kualitas data sangat bergantung pada kerapatan serta sebaran jaringan pos hidrologi di suatu wilayah sungai. Salah satu kendala utama dalam penyediaan data hidrologi adalah ketidaklengkapan data akibat kesalahan pencatatan manual. Studi ini memanfaatkan data satelit Global Precipitation Measurement (GPM) untuk melengkapi data hidrologi yang hilang. Lokasi penelitian berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto, Provinsi Gorontalo, di mana banjir menjadi permasalahan utama. Untuk mendukung pengelolaan banjir yang efektif, diperlukan data hidrologi yang akurat dan representatif. Namun, di DAS Limboto jumlah pos hidrologi tergolong banyak dengan sebaran yang tidak merata, sehingga perlu dilakukan rasionalisasi jaringan pos hidrologi. Metode rasionalisasi yang digunakan mengacu pada standar WMO serta analisis menggunakan metode Stepwise dan Stepwise-Enter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat pos hujan yang direkomendasikan di DAS Limboto adalah Pos Hujan Datahu, Biyonga, Bunggalo, dan Iloponu. Keempat pos tersebut memenuhi kriteria rasionalisasi berdasarkan hasil analisis Stepwise-Enter. Selain itu, data curah hujan satelit GPM menunjukkan tingkat kesesuaian yang cukup baik terhadap data curah hujan lapangan di DAS Limboto.
Evaluation of Flood Inundation Image Detection Performance Using Deep Learning Soebroto, Arief A.; Limantara, Lily M.; Suhartanto, Ery; Moh. Sholichin; Ramdani, Fatwa; Rachmawati, Turniningtyas A.
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 11 (2025): November
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-11-08

Abstract

Floods are the most frequently occurring natural disasters, significantly impacting the environment and society. As part of natural disaster mitigation, the impacts could be reduced through predictive techniques using deep learning for semantic segmentation of inundation images. Therefore, this research aims to evaluate the performance of deep learning architectures in segmenting inundation images using the Flood Segmentation dataset, which comprised 290 aerial images. The following segmentation architectures, U-Net, SegNet, and LinkNet, were compared using backbones such as MobileNet, ResNet, EfficientNet, and VGG, as well as optimizers including Adam, SGD, AdaDelta, and RMSProp. Performance was assessed using Intersection over Union (IoU) score, precision, F1-score, recall, and accuracy metrics. The results showed that U-Net achieved the highest performance with IoU, precision, F1-score, recall, and accuracy of 0.767, 0.862, 0.866, 0.876, and 0.899, respectively. Regarding the backbones, MobileNet excelled with IoU, precision, F1-score, recall, and accuracy of 0.764, 0.866, 0.865, 0.869, and 0.898, respectively. The Adam optimizer outperformed others, yielding IoU, precision, F1-score, recall, and accuracy of 0.712, 0.807, 0.824, 0.873, and 0.843. In conclusion, the combination of U-Net with MobileNet backbone and Adam optimizer was the most effective architecture for flood inundation image segmentation, offering a robust foundation for prediction systems.
Co-Authors Achsan Achsan Adelia Riska Pratama Agus Priombodo Agus Suharyanto Ainur Rofiq Kurniawan alby, lyn Alnino, Nugraha Faiz Amadea, Alzena Andriyani, Setinda Eka Anggara WWS Aniek Masrevaniah Anindya, Devita Putri Ari Murdhianti Arief Andy S, Arief Ariston Samosir Arrokhman, Naufal Achmad Astri, Novianti Sidi Astuti, Ika Wiji Atthahirah, Mutiara Aulia Zahira, Nabila Azhar Adi Darmawan Bagus Wicaksono Bias Angga Permana Briantama, R. Haryo Budi Prasetya Chandy, Poetri Mustika Chintya Ayu Permata Herdita Cipta, Dara Marreta Dewa, Faralisintia Junia Surya Dewita, Monika Dian Chandrasasi Dian Sisinggih Djafar, Azhari Firmansyah Donny Harisuseno Donny Harisuseno Dukhosagt, Aini Nurnabilla Dwi Priyantoro E. Ball, James edy djuwito, edy Emma Yuliani Erfarras, Nadia Nahda Erryanto, Sandi Estefanus Wolok Evi Nur Cahya Fatwa Ramdani, Fatwa Firdaus, Alfian Fitriani, Deshinta Ghaisani, Amalia hari siswoyo Harisuseno, Donny Harjono, Marie Augustin Alvidian Pangestuti Ais Hartawan, Muhammad Bobby Hawari, Hirzi Herdita, Chintya Ayu Permata Herdita, Chintya Ayu Permata Hutagaol, Bachtiar Malthus Ima Sholikhati Imani, Reyhan Satya Itratip Itratip Jadfan Sidqi Fidari Jarwanti, Dieta Putri Jauhari, M. Reza Kafidani, Firyal Sekar Khairunnisa Khairunnisa Kiki Frida Sulistyani Kusumabrata, Luffi Laksni Sedyowati Larasati, Chyntia Prima Lily Montarcih Limantara Limantara, Lily M. Linda Prasetyorini Listya, Amifta Farah Lu'luil Maknun Lucky Dyah Ekorini M Bisri M. Reza Jauhari Maharani, Amanda Putri Maharani, Fiadita Maria, Ana Marta, Silvia Dwi Masruroh, Sahirah Mike Yuanita Moh. Sholichin Mohammad Bisri Muarifah, Aulia Rahmawati Muhammad Ilham Muhammad Rifai nama, arnoldus NISA, ZUHROTUN Nomleni, Aprianto Noor Dinda Febrianingrum Novita, Firda Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdiyanto Nurviana, Syelawati Citra Kartika Nurwijayanti Partarini, Ni Made Candra Prasasti, Dwi Trisna Pratama, Rizki Ramadhani PRIAMBODO, DIDIT Pudyono . Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putri, Angelina Satya Rachmawati, Turniningtyas A. Rahma, Novi Fadhilah Rahmah Dara Lufira Rakhmawati, Dinia Dwi Ramadhania, Salsabila Razianto, Muhamad Zakaria Rendra Arif Yudiarso Rini, Syafadilla Enggar Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizki Ramadhani Rizki Tri Utami Rossy Tamaya, Hana Arum Runi Asmaranto Rushafi Oktaverina, Devy Adlina Sapto Dwi Hari Oktavianto Sekar Padma Lestari Senna Ananggadipa Adhitama Setyaningrum, Anggun Shihab, Muhammad Qurais Siswanti, Yuvika Rega Soebroto, Arief A. Solikin Solikin Sri Wahyuni Suciana, Ajeng Titin Sudiarti, Sri Utami Suhardjono Suhardjono Sukoco, Arfinsyah Hanandha Sulfandi Sulfandi, Sulfandi Sumiadi, Sumiadi Suryoputro, Nugroho Syarief Fathoni, Syarief Tri Kurniawati, Tri Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Wahyuni, Sri Widandi Soetopo Yuliana Wardani