Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Penginderaan Jauh dan SIG untuk Pemetaan Daerah Rawan Banjir Sebagai Upaya Mitigasi Bencana di DAS Petung Prasasti, Dwi Trisna; Suhartanto, Ery; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.141

Abstract

DAS Petung merupakan salah satu DAS di Pasuruan yang sering mengalami banjir dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebelumnya pemerintah sudah melakukan revitalisasi dan normalisasi sungai, tetap terjadi banjir. Hal tersebut menunjukkan bahwa mitigasi masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan daerah rawan bencana banjir dan upaya mitigasi berdasarkan hasil pemetaan. Pembuatan peta daerah rawan banjir berdasarkan enam parameter, yaitu curah hujan, tutupan lahan, kemiringan lereng, kerapatan sungai, ketinggian/elevasi, dan jenis tanah. Selanjutnya akan dilakukan overlay dan scoring tiap parameter dan diklasifikasikan menjadi 5 kelas. Diperoleh hasil pemetaan dengan tingkat kerawanan sangat tinggi tersebar di bagian hilir dengan uraian 7,122 km2 (sangat tinggi), 29,364 km2 (tinggi), 84,424 km2 (sedang), 36,783 km2 (rendah), dan 8,371 km2 (sangat rendah). Berdasarkan hasil pemetaan akan diterapkan upaya mitigasi pada daerah dengan tingkat rawan tinggi dan sangat tinggi untuk mengurangi risiko bencana. Pendekatan dilakukan melalui mitigasi, struktural dan non-struktural. Untuk perencanaan secara struktural berupa embung kecil dan kolam retensi. Sedangkan secara non-struktural berupa rekomendasi alat (HOBO MicroRX Water Level Station dan ATMOS 41W), penempatan alat, dan tingkatan status banjir.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis Sistem Inofrmasi Geografis pada Sub DAS Rawapening Ghaisani, Amalia; Asmaranto, Runi; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.163

Abstract

Sub DAS Rawapening, yang terletak pada hulu DAS Tuntang, Provinsi Jawa Tengah, merupakan DAS Prioritas I karena kondisinya yang memprihatinkan. Bencana banjir, longsor, dan kekeringan sering terjadi akibat perubahan tata guna lahan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan, sehingga memicu erosi dan sedimentasi. Studi ini menganalisis laju erosi dan hasil sedimen serta memetakan sebaran indeks bahaya erosi di Sub DAS Rawapening untuk merumuskan arahan konservasi yang optimal. Metode USLE digunakan untuk menentukan laju erosi, dengan hasil rerata laju erosi 404,44 ton/ha/tahun atau 25,28 mm/tahun. Dengan SDR (Sediment Delivery Ratio) menurut rumus Boyce (1975) sebesar 7,50%, hasil sedimen mencapai 873.139,99 ton/tahun atau 1,89 mm/tahun. Indeks Bahaya Erosi kondisi eksisting menunjukkan 21,04% wilayah rendah (60,57 km2), 10,30% sedang (29,64 km2), 18,88% tinggi (54,34 km2), dan 49,78% sangat tinggi (143,30 km2). Konservasi vegetatif menurunkan laju erosi 47,46% menjadi 212,49 ton/ha/tahun atau 13,28 mm/tahun, dengan hasil sedimen 458.711,12 ton/tahun atau 1,00 mm/tahun. Konservasi mekanis dengan merencanakan 6 titik check dam menurunkan hasil sedimen 26,21% menjadi 643.955,45 ton/tahun atau 1,40 mm/tahun. Usaha konservasi lahan yang dilakukan dapat dilakukan secara optimal karena dapat mengurangi kekritisan lahan Sub DAS Rawapening.
Analysis of Flood Risk Areas by Weighting the Analytic Network Process (ANP) Method Suciana, Ajeng Titin; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.02.2

Abstract

Flooding is one of the disasters that often occurs in the Karangmumus Sub Watershed, causing more than 400 housing units to be flooded in 2021. In this study using the Weighted Scoring method, the parameters are soil type, slope, land cover, rainfall, and land use. They determine the weight of each flood parameter using the Analytic Network Process (ANP) method. ANP is a decision-making method that takes into account the relationships and dependencies. This research study aims to identify flood-risk areas that produce flood-risk maps. The ANP analysis results show that the land use parameter weighs 50% of the total weight. The risk class is divided into four parts: not risk, somewhat risk, risk, and very risk. The largest flood-risk area is the “very riskous” class, with an area of 29,288 km2. The suitability of the analysis results with BNPB data is 80%, thus indicating that the suitability is very high. The map of the analysis results with the map from BNPB shows an NSE value of 0.764 and an R-value of 0.956, identifying the plot and the relationship between the two data as very strong. The research results are expected to be a parameter for effective and efficient policy-making in flood disaster management. Map-making uses a Geographic Information System (GIS) with an intersect tool.
Musle Model Development in Laboratory Studies Using a Rainfall Simulator Aulia Zahira, Nabila; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery; Ramadhani, Rizki
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.02.5

Abstract

Various methods are available for sediment calculation, including the USLE and MUSLE methods, developed based on field observations. For the MUSLE method, it is important to determine the peak flow rate and surface runoff volume. This data is crucial for identifying areas vulnerable to erosion and implementing erosion prevention measures. However, in practice, calculations are often adjusted based on the available data and parameters. This research compares the calculated results of peak flow discharge and surface runoff volume between the Rational Method and the SCS Method with laboratory observations and the applicability of the USLE and MUSLE methods to laboratory sediment observations. Laboratory experiments use a rainfall simulator with intensities of 1 liter/minute, 1.5 liters/minute, and 2 liters/minute, and a maximum land slope of 5%. The research results show that calculating peak flow discharge and surface runoff volume using the Rational Method aligns more closely with laboratory conditions than the SCS Method. However, both methods are considered unsuitable for laboratory observations, as validation calculations and relative error results indicate a mismatch with model performance. Meanwhile, the USLE method is considered more suitable for sediment calculations than the MUSLE method, as the MUSLE method requires adjustment analysis to fit laboratory observations better.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA dengan Algoritma Genetik di DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Hawari, Hirzi; Suhartanto, Ery; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.067

Abstract

DAS Gembong berperan penting dalam menyediakan air bersih untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Pasuruan. Saat ini, DAS Gembong menghadapi masalah kekeringan, Untuk mengatasi masalah kurangnya data debit air sungai di DAS Gembong, perlu dilakukan alih ragam curah hujan menjadi debit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hasil kalibrasi dan validasi debit pemodelan metode NRECA dengan Algoritma Genetik di DAS Gembong serta mengetahui dan menganalisis debit andalan yang dihasilkan dari debit pemodelan. Metode NRECA digunakan untuk mengubah curah hujan menjadi debit dengan parameter GWF dan PSUB yang ditentukan melalui algoritma genetik di Microsoft Excel. Setelah debit pemodelan metode NRECA diperoleh, dilanjutkan dengan analisis kalibrasi, validasi, dan analisis debit andalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji kalibrasi antara debit NRECA dan debit AWLR selama periode bulanan yang terbaik didapat pada data 15 tahun, dengan nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) sebesar 0,999 (sangat baik) dan nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,999 (sangat kuat). Pada uji validasi, hasil terbaik diperoleh dari data 5 tahun dengan nilai NSE sebesar 0,889 (sangat baik) dan nilai R sebesar 0,714 (kuat). Pada perhitungan debit andalan, didapatkan Q80% sebesar 0,892 m³/det dan Q90% sebesar 0,645 m³/det.
Analysis of CHIRPS and GPM-IMERG and Discharge Modeling with Transfer Function-GRU in Gembong Watershed, Pasuruan Andriyani, Setinda Eka; Suhartanto, Ery; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.2

Abstract

Rain gauges in Indonesia are often unevenly distributed, with significant gaps in data availability. As an alternative, satellite precipitation products (SPPE), such as CHIRPS and GPM-IMERG, are increasingly used for precipitation estimates. Additionally, discharge data is frequently unavailable for extended periods, making rainfall-discharge modeling essential. This study aims to evaluate the performance of two SPPEs, CHIRPS and GPM-IMERG, in the Gembong watershed and identify the best rainfall-discharge model. The study focuses on black-box models, using precipitation as input and discharge as output, without discussing model uncertainty. The two SPPEs were compared using continuous statistics, categorical metrics, and volumetric indices. CHIRPS was found to outperform GPM-IMERG. Three models were then tested: the transfer function (TF) model, SARIMAX(1,0,0)(0,1,1)12(1,0), a hybrid SARIMAX-GRU model, and a standalone GRU model. The models were validated using correlation (r), Nash-Sutcliffe efficiency (NSE), and the ratio of root mean square error to standard deviation (RSR). The GRU model demonstrated the best performance, achieving r = 0.876 (very strong), NSE = 0.752 (very good), and RSR = 0.498 (very good). This research underscores the importance of accurate discharge prediction for water resource management in Indonesia. By applying innovative modeling techniques, the study contributes to improved water management strategies, with potential applications in flood management, agriculture, infrastructure planning, and policy development, ultimately supporting Indonesia’s broader sustainability goals.
Studi Kalibrasi Parameter NRECA Berbasis Algoritma Genetika untuk Pemodelan Curah Hujan-Debit di DAS Rejoso Putri, Angelina Satya; Suhartanto, Ery; Andawayanti, Ussy
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11091

Abstract

The Rejoso watershed in Pasuruan Regency is a critical water resource that supports various sectors, including agriculture and domestic needs. However, the imbalance between water demand and availability, exacerbated by insufficient discharge measurement infrastructure, necessitates alternative approaches to determine river discharge. This study utilizes the NRECA method combined with Genetic Algorithms (GA) to estimate river discharge by calibrating key hydrological parameters, Percent Sub-Surface (PSUB) and Ground Water Flow (GWF). Data from seven rainfall stations and AWLR Winongan were analyzed for the 2004-2023 period. Calibration of the NRECA model was carried out using the Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) and correlation coefficient (R), both achieving values close to 1, indicating an excellent model fit. The study highlights the applicability of GA for optimizing hydrological parameters and demonstrates the potential of the NRECA-GA method in improving discharge predictions in watersheds with limited data. These findings contribute to more effective and sustainable water resource management in the Rejoso watershed.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Berbasis Data Hujan Satelit GPM Dengan Metode FJ Mock Pada DAS Gembong Kabupaten Pasuruan Jauhari, M. Reza; Suhartanto, Ery; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.081

Abstract

DAS Gembong di Kabupaten Pasuruan berperan penting sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat, namun sering mengalami kekurangan data debit yang memengaruhi pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan membangun model konversi curah hujan menjadi debit menggunakan metode FJ. Mock berbasis data hujan Satelit GPM yang dikolaborasikan dengan Algoritma Genetik untuk menentukan parameter utama model. Data yang digunakan meliputi curah hujan Satelit GPM, data debit dari pos duga air Warungdowo, serta data klimatologi dalam periode tertentu. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa metode FJ. Mock berbasis data hujan Satelit GPM memiliki nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) sebesar 0.998 dan nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0.998, keduanya diinterpretasikan sebagai "sangat baik" dan "sangat kuat". Pada tahap validasi, diperoleh nilai NSE sebesar 0.5124 yang diinterpretasikan "memenuhi" dan nilai R sebesar 0.838 yang diinterpretasikan "sangat kuat".Analisis debit andalan melalui Flow Duration Curve menghasilkan debit andalan tahunan Q70% sebesar 1,27 m³/s, Q80% sebesar 0,95 m³/s, dan Q90% sebesar 0,65 m³/s. Debit andalan bulanan untuk Q70% berkisar antara 0,57-2,60 m³/s, Q80% antara 0,54-2,21 m³/s, dan Q90% antara 0,49-2,04 m³/s. Hasil ini dapat digunakan untuk kebutuhan irigasi, distribusi air minum, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan pengelolaan sumber daya air lainnya sepanjang tahun.
Penerapan Algoritma Genetik dalam Metode NRECA untuk Pengalihragaman Hujan menjadi Debit Model di DAS Rondoningo Maharani, Fiadita; Suhartanto, Ery; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.096

Abstract

DAS Rondoningo, yang terletak di WS Pekalen-Sampean, Kab. Probolinggo, merupakan daerah aliran sungai dengan tingkat kekeringan yang relatif tinggi. Ketersediaan data debit sungai yang sering tidak lengkap akibat gangguan teknis pada peralatan AWLR jadi kendala dalam pengelolaan sumber daya air. Maka metode di studi ini memakai NRECA dengan Algoritma Genetik untuk melakukan alih ragam hujan jadi debit model untuk memperoleh data debit model yang menyerupai lapangan. Hasil analisis memperlihatkan komposisi terbaik ialah kalibrasi selama 19 tahun (2004-2022) dan validasi selama 1 tahun (2023) yang menghasilkan nilai NSE yakni 0,9999 dan R yakni 1 untuk kalibrasi, serta NSE yakni 0,9338 dan R yakni 0,9298 untuk validasi. Data debit model NRECA itu bisa dimanfaatkan untuk menganalisis debit andalan DAS Rondoningo. Analisis debit andalan memakai kurva durasi debit dengan rumus perhitungan probabilitas Weibull memperlihatkan perbandingan nilai debit andalan memakai data debit model NRECA dengan data debit AWLR pada periode tahunan dan bulanan tergolong hampir sama atau sangat baik. Abstract: The Rondoningo watershed, located in the Pekalen-Sampean WS, Probolinggo Regency, is a watershed with a relatively high level of drought. The availability of river discharge data that is often incomplete due to technical disturbances in AWLR equipment is an obstacle in water resources management. Therefore, this study used the NRECA method with a Genetic Algorithm to convert rainfall variability into model discharge to obtain model discharge data that resembles the field. The analysis showed that the best composition was calibration for 19 years (2004-2022) and validation for 1 year (2023) which resulted in an NSE value of 0.9999 and R of 1 for calibration, and NSE of 0.9338 and R of 0.9298 for validation. The NRECA model discharge data can be used to analyze the mainstay discharge of the Rondoningo watershed. The mainstay discharge analysis using the discharge duration curve with the Weibull probability calculation formula shows that the comparison of the mainstay discharge value using NRECA model discharge data with AWLR discharge data in the annual and monthly periods is almost the same or very good.
Pengalihragaman Hujan Menjadi Debit Model Menggunakan Metode NRECA dengan Algoritma Genetik di DAS Pancarglagas Ramadhania, Salsabila; Suhartanto, Ery; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.091

Abstract

Air merupakan sumber daya penting bagi semua makhluk hidup. Potensi sumber daya air dalam suatu DAS dapat diukur melalui debit aliran sungai, yang memerlukan data debit untuk pengelolaan yang tepat. Kekeringan dan krisis air bersih yang terjadi di DAS Pancarglagas pada tahun 2023 dapat menyebabkan terjadinya perubahan potensi sumber daya air, sehingga diperlukan data debit untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Tantangan yang dihadapi di lapangan adalah kekosongan data debit akibat alat yang rusak atau tidak ada pada DAS. Untuk itu, penelitian ini menggunakan pemodelan untuk mengalihragamkan data curah hujan menjadi debit, dengan menggunakan metode NRECA dikombinasikan algoritma genetuk untuk mengoptimasikan parameter PSUB dan GWF. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data tahun 2004-2022. Hasil analisis kalibrasi terbaik terdapat pada periode 17 tahun dengan NSE 0,9941 dan R 0,9976. Hasil analisis validasi terbaik terdapat pada periode 2 tahun dengan NSE 0,5027 dan R 0,7294. Hasil analisis debit andalan Q80 sebesar 0,52 m3/det (irigasi), Q90 sebesar 0,38 m3/det (air baku & industri), Q95 sebesar 0,24 m3/det (PLTA), dimana perbandingan debit andalan menggunakan data debit model NRECA dan debit pengamatan cukup sama atau baik.
Co-Authors Achsan Achsan Adelia Riska Pratama Agus Priombodo Agus Suharyanto Ainur Rofiq Kurniawan alby, lyn Alnino, Nugraha Faiz Amadea, Alzena Andriyani, Setinda Eka Anggara WWS Aniek Masrevaniah Ari Murdhianti Arief Andy S, Arief Ariston Samosir Arrokhman, Naufal Achmad Astri, Novianti Sidi Astuti, Ika Wiji Atthahirah, Mutiara Aulia Zahira, Nabila Azhar Adi Darmawan Bagus Wicaksono Bias Angga Permana Briantama, R. Haryo Budi Prasetya Chandy, Poetri Mustika Chintya Ayu Permata Herdita Cipta, Dara Marreta Dewa, Faralisintia Junia Surya Dewita, Monika Dian Chandrasasi Dian Sisinggih Djafar, Azhari Firmansyah Donny Harisuseno Donny Harisuseno Dukhosagt, Aini Nurnabilla Dwi Priyantoro E. Ball, James edy djuwito, edy Emma Yuliani Erfarras, Nadia Nahda Erryanto, Sandi Estefanus Wolok Evi Nur Cahya Firdaus, Alfian Fitriani, Deshinta Ghaisani, Amalia Harisuseno, Donny Harjono, Marie Augustin Alvidian Pangestuti Ais Hartawan, Muhammad Bobby Hawari, Hirzi Herdita, Chintya Ayu Permata Herdita, Chintya Ayu Permata Hidayat, Mustafa Mukti Hutagaol, Bachtiar Malthus Ima Sholikhati Imani, Reyhan Satya Itratip Itratip Jadfan Sidqi Fidari Jarwanti, Dieta Putri Jauhari, M. Reza Kafidani, Firyal Sekar Khairunnisa Khairunnisa Kiki Frida Sulistyani Kusumabrata, Luffi Laksni Sedyowati Larasati, Chyntia Prima Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Listya, Amifta Farah Lu'luil Maknun Lucky Dyah Ekorini M Bisri M. Amar Sajali Maharani, Amanda Putri Maharani, Fiadita Marta, Silvia Dwi Mike Yuanita Mohammad Bisri Muarifah, Aulia Rahmawati Muhammad Ilham Muhammad Rifai nama, arnoldus NISA, ZUHROTUN Nomleni, Aprianto Noor Dinda Febrianingrum Novita, Firda Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdiyanto Nurviana, Syelawati Citra Kartika Nurwijayanti Partarini, Ni Made Candra Prasasti, Dwi Trisna PRIAMBODO, DIDIT Pudyono . Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putri, Angelina Satya Rahma, Novi Fadhilah Rahmah Dara Lufira Rakhmawati, Dinia Dwi Ramadhania, Salsabila Razianto, Muhamad Zakaria Rendra Arif Yudiarso Rini, Syafadilla Enggar Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizki Ramadhani Rizki Tri Utami Rossy Tamaya, Hana Arum Runi Asmaranto Rushafi Oktaverina, Devy Adlina Sapto Dwi Hari Oktavianto Sekar Padma Lestari Senna Ananggadipa Adhitama Setyaningrum, Anggun Shihab, Muhammad Qurais Siswanti, Yuvika Rega Solikin Solikin Sri Wahyuni Suciana, Ajeng Titin Suhardjono Suhardjono Sukoco, Arfinsyah Hanandha Sulfandi Sulfandi, Sulfandi Sumiadi, Sumiadi Suryoputro, Nugroho Syarief Fathoni, Syarief Tri Kurniawati, Tri Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Wahyuni, Sri Widandi Soetopo Yuliana Wardani