Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi pada Daerah Irigasi Gumbasa Kabupaten Sigi Menggunakan Program Linier Shihab, Muhammad Qurais; Limantara, Lily Montarcih; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.22

Abstract

Daerah Irigasi Gumbasa memiliki luas baku sawah sebesar 1737 hektar. ditemukan beberapa permasalahan seperti pola tata tanam yang dibuat oleh Dinas Pengairan tidak sejalan dengan kondisi lapangan serta air yang tersedia di Bendung Gumbasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air irigasi pada musim kemarau. Agar ketersediaan air dapat mencukupi kebutuhan diperlukan pengoptimalan luas areal yang dapat terairi dari ketersediaan air irigasi yang ada dengan menggunakan program linier agar dapat diperoleh manfaat maksimal dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Studi ini mempunyai masalah kekeringan pada rata – rata dalam setahun dapat teratasi berawal dari 33,3% periode tercukupi menjadi 100%, intensitas tanam 40,97% menjadi 165,177% serta keuntungan bersih yang meningkat dari Rp. 7.815.404,895 Per tahun menjadi Rp. 32.969.542,295 dengan kondisi debit andalan 97%. Sedangkan pada kondisi debit andalan 80% berawal dari 79,17% periode tercukupi menjadi 100%, intensitas tanam dari 106,94% menjadi 262,5% serta keuntungan bersih yang meningkat dari  Rp. 20.399.617,696 per tahun menjadi Rp. 49.682.562,315. Untuk kondisi debit andalan 75% berawal dari 91,68% periode terpenuhi menjadi 100%, intensitas tanam 124,58% menjadi 247,44% serta keuntungan bersih yang meningkat dari Rp. 23.765.038,614 menjadi keuntungan maksimum yaitu Rp. 50.135.817,479. Untuk kondisi debit andalan 50% dan 30% tidak di optimasi dikarenakan ketersediaan airnya memenuhi kebutuhan air irigasi.
Analisis Kekeringan Meteorologi dengan Menggunakan Metode Standardized Precipitation (SPI) dan Reconnaissance Drought Index (RDI) di DAS Lekso Kabupaten Blitar Listya, Amifta Farah; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.28

Abstract

Drought can be defined as a temporary reduction in a water supply that is significantly below normal. The drought that is currently occurring in Indonesia has resulted in a prolonged lack of water supply for subsistence needs, agriculture, and economic activities. Reviewing the impact, analysis is needed for areas that have the potential for drought. There are several methods developed to analyze droughts, such as SPI (Standardized Precipitation Index) and RDI (Reconnaissance Drought Index), to know the level and characteristics of an area of drought. After analyzing the two indexes, a map of the distribution of drought was carried out using a GIS to make it easier to interpret the areas that experience drought potential in the Lekso watershed and to make efforts to mitigate the dangers of drought. The results showed that the peak of the drought with the RDI method of 1-month deficit occurred in May 2005 with the villages of Slumbung, Balerejo, Semen, Tulungrejo, and Soso. Based on the analysis of the suitability between the drought index and the SOI data, it is concluded that the drought index calculation of the RDI method has a higher percentage level of conformity than the SPI drought index method.Kekeringan dapat didefinisikan pengurangan persediaan air yang bersifat sementara secara signifikan di bawah normal. Bencana kekeringan yang terjadi di Indonesia saat ini mengakibatkan daerah kekurangan suplai air untuk kebutuhan hidup, pertanian, dan kegiatan ekonomi  dalam masa yang berkepanjangan. Meninjau dampak yang ditimbulkan, maka diperlukan analisis untuk daerah-daerah yang memiliki potensi terjadinya bencana kekeringan. Terdapat beberapa metode yang dikembangkan untuk menganalisis kekeringan, seperti SPI (Standardized Precipitation Index) dan RDI (Reconnaissance Drought Index), sehingga mengetahui tingkat dan karakteristik kekeringan suatu daerah. Setelah melakukan analisis dengan kedua indeks tersebut dilakukan pengambaran peta sebaran kekeringan menggunakan Sistem Informasi Geografi sehingga mempermudah menginterpretasikan daerah yang mengalami potensi kekeringan pada DAS Lekso , serta dapat melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya bencana kekeringan. hasil penelitian menunjukkan puncak kekeringan metode SPI periode defisit  1 bulan terjadi Mei tahun 2005 dengan wilayah desa yaitu Desa Slumbung, Balerejo, Semen, Tulungrejo dan Soso. Sedangkan pada metode RDI , puncak kekeringan terjadi pada bulan Mei tahun 2005 dengan wilayah desa yang mengalami kekeringan yaitu Desa Slumbung,  Balerejo, Semen, Tulungrejo dan Soso. Berdasarkan analisis kesesuaian antara indeks kekeringan dengan data Southern Oscillation Indeks, disimpulkan bahwa perhitungan indeks kekeringan metode RDI memiliki prosentase tingkat kesesuaian lebih tinggi dibandingkan dengan metode indeks kekeringan SPI.
Validasi Data Curah Hujan Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dengan Data Pos Penakar Hujan di DAS Grindulu, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Jarwanti, Dieta Putri; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.36

Abstract

Ground stations in Indonesia aren’t evenly distributed, whereas the resulted rainfall data is important. Then validation analysis with TRMM satellite data is required because it can cover a wide area, near real-time availability and fast access. This research aims to validate satellite data with observation data in the Grindulu watershed. Later, used to anticipate observation rainfall data that may be an error or unavailable. Validation methods used are Root Mean Squared Error (RMSE), Relative Error (RE), Nash Sutcliffe-Efficiency (NSE), and Correlation Coefficient (R). This research was done with two steps, those were TRMM data uncorrected and corrected, where the corrected data was done by calibration first. It showed that the best corrected TRMM data were found in a monthly period with a range of nine years of calibration in couple with one year of validation have a value of NSE = 0.929; R = 0.969; RMSE = 46.48 and RE = 8.9%. So, it showed that corrected TRMM data resulted have a better value than uncorrected data because the NSE and R values approaching one and have small values of RMSE and Relative Error. Overall, TRMM Satellite data can be used as an alternative hydrology data in the Grindulu watershed.Pos penakar hujan di Indonesia lokasinya masih kurang tersebar merata, padahal data hujan yang dihasilkan sangat penting. Maka diperlukan analisis validasi dengan data satelit TRMM karena dapat mencakup wilayah luas, tersedia secara near real-time dan aksesnya yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi data satelit dengan data observasi di DAS Grindulu yang datanya dianggap lengkap dan dapat diandalkan. Nantinya digunakan untuk mengantisipasi data curah hujan observasi yang mungkin error atau tidak tersedia. Metode validasi yang digunakan berupa Root Mean Squared Error (RMSE), Uji Kesalahan Relatif (KR), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE) serta Koefisien Korelasi (R). Penelitian ini menggunakan dua tahap perhitungan, yaitu analisis validasi data tidak terkoreksi dan data terkoreksi, dimana data terkoreksi dilakukan kalibrasi data terlebih dahulu, hasil dari validasi data TRMM terkoreksi terbaik terdapat pada periode bulanan dengan rentang kalibrasi 9 tahun dan validasi 1 tahun dengan hasil NSE = 0,929; R = 0,969; RMSE = 46,48; KR = 8,9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data TRMM terkoreksi menghasilkan nilai yang lebih baik dibandingan data TRMM tidak terkoreksi karena memiliki nilai NSE dan R yang mendekati satu dan nilai RMSE dan Kesalahan Relatifnya rendah. Secara kesluruhan, dapat disimpulkan bahwa data TRMM dapat digunakan sebagai data alternatif hidrologi di DAS Grindulu.
Evaluasi Efektivitas Sumur Injeksi Dalam Upaya Penanggulangan Genangan di RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Jawa Timur Dewa, Faralisintia Junia Surya; Bisri, Mohammad; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.42

Abstract

Purwantoro RW 23 Subdistrict, Blimbing Subdistrict, Malang often inundation due to changes in land use. In dealing with this problem, since 2013 RW 23 has built 6 injection wells. This study aims to determine the existing condition, follow-up and effectiveness of injection wells at the research site. Therefore, analysis is required using EPA SWMM 5.1 model to describe the simulation of inundation reduction. Therefore, analysis is required using EPA SWMM 5.1 model to describe the simulation of inundation reduction. For model calibration is done by RMSE method for a return period of 2 years of 9.9%, and for a return period of 5 years of 11%, while for a return period of 10 years of 12%. The simulation results in SWMM 5.1 application showed that after the injection well can absorb rainwater runoff for return period of 2, 5, and 10 years. However, it is necessary to add 4 injection wells for a return period of 2 years, and 5 injection wells for a return period of 5 and 10 years. The effectiveness value of the application of injection wells using rain barrels in SWMM 5.1 applications obtained results for a return period of 2 years of 85.714% - 97.931% with an average effectiveness of 92.028%, and a return period of 5 years of 88.889% - 98.378% with an average effectiveness of 93.562%, while a return period of 10 years of 90.909% - 98.372% with an average effectiveness of 94.161%. Wilayah Kelurahan Purwantoro RW 23, Kecamatan Blimbing, Kota Malang sering terjadi genangan akibat dari perubahan tata guna lahan. Dalam menangani permasalahan ini, Sejak tahun  2013 RW 23 telah membangun sumur injeksi sebanyak 6 buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, tindak lanjut dan efektivitas sumur injeksi di lokasi penelitian. Maka dari itu, diperlukan analisis menggunakan model EPA SWMM 5.1 untuk menggambarkan simulasi pengurangan genangan. Untuk kalibrasi model dilakukan dengan metode RMSE dengan kala ulang 2 tahun sebesar 9,9 %, kala ulang 5 tahun sebesar 11%, dan kala ulang 10 tahun sebesar 12%. Hasil simulasi pada aplikasi SWMM 5.1 menunjukkan bahwa perlu penambahan sumur injeksi sebanyak 4 sumur injeksi di kala ulang 2 tahun, 5 sumur injeksi di kala ulang 5 dan 10 tahun. Nilai rata-rata efektivitas penerapan sumur injeksi dengan menggunakan tampungan hujan pada SWMM 5.1 didapatkan hasil untuk kala ulang 2 tahun sebesar 92,028%, dan untuk kala ulang 5 tahun sebesar 93,562%, sedangkan untuk kala ulang 10 tahun sebesar 94,161%.
Analisis Kekeringan Meteorologi dengan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan China Z Index (CZI) Di Sub DAS Kadalpang, Kabupaten Pasuruan Dewita, Monika; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.01

Abstract

Sub DAS Kadalpang, Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah rawan bencana kekeringan di Indonesia. Analisis kekeringan serta pemetaan sebarannya diperlukan sebagai upaya meminimalisir dampak kekeringan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil kesesuaian metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan China Z Index (CZI) dengan Southern Oscillation Index (SOI) sehingga didapatkan metode yang lebih sesuai diterapkan pada Sub DAS Kadalpang. Pemetaan sebaran kekeringan menggunakan metode Inversed Distance Weight (IDW) dengan bantuan Sistem Informasi Geografi bertujuan untuk mengetahui daerah terdampak secara lebih akurat agar penanganan dapat dilakukan dengan optimal. Hasil indeks kekeringan terparah metode SPI sebesar (-3,711) pada periode 1 bulan, pada bulan Mei 2018. Hasil indeks kekeringan terparah metode CZI sebesar (-6,701) pada periode 1 bulan, pada bulan Mei 2018. Analisis korelasi CZI dan SPI dengan SOI menunjukkan hubungan linier yang lemah. Dipilih opsi perbandingan dengan pola curah hujan untuk menunjukkan kesesuaian dengan lokasi studi dan metode CZI lebih sesuai. Penggambaran peta sebaran kekeringan menggunakan metode yang lebih sesuai yaitu CZI. Hasil peta sebaran kekeringan dengan jumlah kejadian kekeringan terparah tahun 2007 dengan bulan kering terparah bulan Mei, dan terdapat 17 desa di Sub DAS Kadalpang berpotensi terdampak kekeringan sehingga perlu diprioritaskan dalam upaya mitigasi bencana kekeringan di masa mendatang.
Aplikasi TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) pada Evaluasi Saluran Drainase Perkotaan Berwawasan Lingkungan di Sistem Drainase Sebangau dan Kahayan, Palangka Raya Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.39

Abstract

Inundation on roads is a common problem in urban areas, the ones at the Palangka Raya City. The existing drainage system at the study area still uses a conventional drainage system and unable to accommodate the inundation. Thus requires for handling by absorbing or temporarily accommodating the inundation before being discharged into the river which is the concept of an eco–drainage system. To determine the design discharge of the drainage channel at the study area, hydrological data processing is analyzed using the TRMM satellite rainfall data due to the limited rainfall data length. From the results of processing the TRMM satellite rainfall data, the design discharge for the Kahayan and Sebangau Drainage Systems are different in each channel. By using a 5-year return period, the smallest design discharge value is 1,097 m3/s and the largest is 59,111 m3/s. From the evaluation results, 11 out of 28 existing channels need to have inundation control. Chosen alternative to inundation control with eco–drainage concept is by rehabilitating channels and making detention ponds. This alternative can reduce inundation by 100%. Genangan air yang muncul di ruas-ruas jalan merupakan suatu permasalahan umum di daerah perkotaan salah satunya pada Kota Palangka Raya. Sistem drainase yang ada pada kawasan ini masih menggunakan sistem drainase konvensional dan belum mampu menampung genangan yang terjadi. Sehingga perlu adanya penanganan dengan cara meresapkan atau menampung sementara genangan sebelum dibuang ke badan sungai yang merupakan konsep dari sistem drainase berwawasan lingkungan. Untuk mengetahui debit rancangan pada saluran drainase di lokasi studi, dilakukan pengolahan data hidrologi menggunakan bantuan data hujan satelit TRMM karena keterbatasan panjang data hujan di lapangan. Dari hasil pengolahan data hujan satelit TRMM, didapatkan debit rancangan pada Sistem Drainase Kahayan dan Sebangau yang berbeda pada tiap saluran. Dengan menggunakan kala ulang 5 tahun, didapatkan nilai debit banjir rancangan terkecil 1,097 m3/dt dan terbesar 59,111 m3/dt. Dari hasil evaluasi didapatkan 11 dari 28 saluran yang ada perlu dilakukan penanganan genangan. Alternatif penanggulangan genangan dengan konsep drainase berwawasan lingkungan yang dipilih yaitu dengan merehabilitasi saluran dan pembuatan kolam detensi. Alternatif tersebut dapat mereduksi genangan sebesar 100%.
Evaluasi Kesesuaian Data Satelit untuk Curah Hujan dan Evaporasi Terhadap Data Pengukuran di Kawasan Waduk Sutami Arrokhman, Naufal Achmad; Wahyuni, Sri; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.46

Abstract

Sutami Reservoir is a multipurpose reservoir, so it is necessary to record complete rainfall data and evaporation data as a basis for regulating reservoir operation patterns, water balance analysis, and others. Satellite technology can be applied as such an alternative to hydrological data to anticipate incompleteness and inaccuracy of data during observation.. This study aimed to evaluate satellite data of rainfall and evaporation with observation data in the Sutami Reservoir Area. TRMM 3B42, CHIRPS, and GPM V6 are used by rainfall satellite. And then, GLDAS-2.1 and CFS-V2 are used by evaporation satellite. Each of these satellites has different specifications and characteristics. Evaluation of satellite data was carried out using simulation model calibration and validation to determine the performance of the satellite. The best results can be known from the values of RMSE, NSE, Correlation Efficiency, and Relative Error. The results show that in essence, all rainfall satellites (TRMM 3B42, CHIRPS, GPM V6) and evaporation satellites (GLDAS-2.1, CFS-V2) can be used as an alternative to hydrological data in the Sutami Reservoir Area. The GPM V6 rainfall satellite and the CFS-V2 evaporation satellite have a higher level of accuracy and better performance based on calibration and validation simulations.Waduk Sutami merupakan waduk multiguna sehingga diperlukan pencatatan data curah hujan maupun data evaporasi yang lengkap sebagai dasar mengatur pola operasi waduk, analisis neraca air, dan lain-lain. Seiring perkembangan zaman, teknologi satelit dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi untuk mengantisipasi ketidaklengkapan dan ketidak-akuratan data saat pengukuran. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan evaluasi data satelit curah hujan dan evaporasi terhadap data pengukuran di Kawasan Waduk Sutami. Dari penelitian ini juga akan menghasilkan satelit yang direkomendasikan untuk dapat diterapkan pada lokasi studi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data satelit curah hujan TRMM 3B42, CHIRPS, dan GPM V6. Sedangkan satelit evaporasi menggunakan GLDAS-2.1 dan CFS-V2. Masing-masing satelit tersebut mempunyai spesifikasi dan karakteristik yang berbeda-beda. Evaluasi data satelit dilakukan dengan menggunakan simulasi model kalibrasi dan validasi untuk mengetahui   performa dari satelit tersebut. Hasil yang terbaik dapat diketahui dari nilai RMSE, NSE, Koefisien Korelasi, dan Kesalahan Relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada intinya, seluruh satelit curah hujan (TRMM 3B42, CHIRPS, GPM V6) maupun satelit evaporasi (GLDAS-2.1, CFS-V2) dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi di Kawasan Waduk Sutami. Hanya saja satelit curah hujan GPM V6 dan satelit evaporasi CFS-V2 memiliki tingkat keakurasian yang lebih tinggi dan performa yang lebih baik berdasarkan simulasi kalibrasi dan validasi.
Validasi Data Curah Hujan Satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dengan Pos Stasiun Hujan pada Sub DAS Keduang Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah Rushafi Oktaverina, Devy Adlina; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.22

Abstract

Di Indonesia, sistem penyebaran pos stasiun hujan masih kurang memadai. Pencatatan data hujan sangatlah penting untuk suatu perencanaan bangunan air sehingga diperlukan data yang lengkap dan akurat melihat tingginya resiko yang dapat mempengaruhi suatu analisis hidrologi. Di era industri ini, banyak ilmuan menciptakan teknologi modern, salah satunya satelit meteorologi untuk mencatat curah hujan yang terjadi di bumi yaitu TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission). TRMM merupakan satelit teknologi pemantau yang dapat menjadi alternatif data curah hujan daerah tropis. Namun, data TRMM harus di validasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah data TRMM dengan stasiun curah hujan di lapangan sudah sesuai. Sub DAS Keduang digunakan sebagai lokasi studi ini berdasarkan ketersediaan data dan kendala yang dimiliki Sub DAS Keduang. Sub DAS Keduang terdapat pada wilayah yang minim stasiun hujan, oleh sebab itu dilakukan analisis validasi data curah hujan dengan menggunakan metode Root Mean Squared Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R), dan Kesalahan Relatif (KR). Analisis ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu analisis validasi data tidak terkoreksi dan analisis validasi data terkoreksi dengan melalui suatu proses yang dinamakan kalibrasi. Hasil analisis data terkoreksi memiliki nilai lebih baik dibandingkan data tidak terkoreksi. Analisis validasi data terkoreksi dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi.
Rasionalisasi Jaringan Pos Hujan dan Pos Duga Air Dengan Metode Stepwise dan Standar WMO (World Metrological Organization) di DAS Opak Astuti, Ika Wiji; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.31

Abstract

Dalam pembangunan bangunan keairan, membutuhkan data dasar hidrologi yang akurat yang berasal dari jaringan pos hidrologi yang akurat. Rasionalisasi jaringan pos hujan dan pos duga air dengan metode Stepwise dan standar WMO dilaksanakan di DAS Opak dengan menggunakan data hujan tahunan selama 10 tahun sebagai variabel bebas, dan data debit tahunan selama 10 tahun sebagai variabel terikat. Dengan menggunakan standar WMO, dapat diketahui kebutuhan dari jumlah stasiun di DAS Opak berdasarkan karakteristik jenis daerah. Sedangkan dengan metode stepwise dapat mengetahui rekomendasi pos hujan dengan melihat koefisien korelasi pos hujan dengan pos duga airnya. Berdasarkan hasil dari analisa rasionalisasi tersebut, didapatkan hasil kombinasi model regresi terbaik dari pos hujan yang memiliki koefisien korelasi baik dengan pos duga air. Terdapat 10 pos hujan dengan koefisien korelasi sebesar 1,00, yaitu pos hujan Tanjung Tirto (X12), Santan (X6), Prumpung (X9),Terong (X13), Karang Ploso (X11), Bronggang (X3), Plataran (X10), Kedungkeris (X5), Pundong (X8) dan Gedangan Karangmojo (X4).
Analisis Hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) menjadi Debit dengan Metode F.J. Mock pada DAS Bango Ilham, Muhammad; Suhartanto, Ery; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.42

Abstract

Keterbatasan data hujan maupun data debit menjadi masalah umum dalam analisis hidrologi. Adanya data satelit meteorologi TRMM dapat memberikan alternatif data hujan spasial yang kemudian dapat dialihragamkan menjadi data debit menggunakan permodelan metode F.J. Mock. Studi ini berlokasi di DAS Bango dengan tujuan mengetahui hasil kalibrasi dan validasi data TRMM serta debit model F.J. Mock terhadap data lapangan. Kalibrasi TRMM dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi terpilih untuk mengkoreksi data, sedangkan kalibrasi debit model F.J. Mock dengan menentukan parameter yang mempengaruhi model agar sesuai debit lapangan. Validasi menggunakan parameter statistik Root Mean Squared Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), Kesalahan Relatif (KR), dan Koefisien Korelasi (R). Hasil kalibrasi dengan TRMM terkoreksi terbaik pada data 9 tahun dengan validasi terbaik pada data 4 tahun ditunjukkan NSE=0,817. Hasil kalibrasi debit model F.J. Mock terbaik pada data 5 tahun dengan validasi terbaik pada data 1 tahun ditunjukkan NSE=0,712. Alihragam TRMM menjadi debit metode F.J. Mock dengan kisaran nilai i=0,20; k=0,55-0,65; ISM=19-76 mm; m=31%; SMC=200 mm. Dari keseluruhan analisis, dapat disimpulkan data debit model F.J. Mock dari hujan TRMM dapat digunakan untuk memprediksi data debit lapangan karena menghasilkan nilai yang mendekati.
Co-Authors Achsan Achsan Adelia Riska Pratama Agus Priombodo Agus Suharyanto Ainur Rofiq Kurniawan alby, lyn Alnino, Nugraha Faiz Amadea, Alzena Andriyani, Setinda Eka Anggara WWS Aniek Masrevaniah Ari Murdhianti Arief Andy S, Arief Ariston Samosir Arrokhman, Naufal Achmad Astri, Novianti Sidi Astuti, Ika Wiji Atthahirah, Mutiara Aulia Zahira, Nabila Azhar Adi Darmawan Bagus Wicaksono Bias Angga Permana Briantama, R. Haryo Budi Prasetya Chandy, Poetri Mustika Chintya Ayu Permata Herdita Cipta, Dara Marreta Dewa, Faralisintia Junia Surya Dewita, Monika Dian Chandrasasi Dian Sisinggih Djafar, Azhari Firmansyah Donny Harisuseno Donny Harisuseno Dukhosagt, Aini Nurnabilla Dwi Priyantoro E. Ball, James edy djuwito, edy Emma Yuliani Erfarras, Nadia Nahda Erryanto, Sandi Estefanus Wolok Evi Nur Cahya Firdaus, Alfian Fitriani, Deshinta Ghaisani, Amalia Harisuseno, Donny Harjono, Marie Augustin Alvidian Pangestuti Ais Hartawan, Muhammad Bobby Hawari, Hirzi Herdita, Chintya Ayu Permata Herdita, Chintya Ayu Permata Hidayat, Mustafa Mukti Hutagaol, Bachtiar Malthus Ima Sholikhati Imani, Reyhan Satya Itratip Itratip Jadfan Sidqi Fidari Jarwanti, Dieta Putri Jauhari, M. Reza Kafidani, Firyal Sekar Khairunnisa Khairunnisa Kiki Frida Sulistyani Kusumabrata, Luffi Laksni Sedyowati Larasati, Chyntia Prima Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Listya, Amifta Farah Lu'luil Maknun Lucky Dyah Ekorini M Bisri M. Amar Sajali Maharani, Amanda Putri Maharani, Fiadita Marta, Silvia Dwi Mike Yuanita Mohammad Bisri Muarifah, Aulia Rahmawati Muhammad Ilham Muhammad Rifai nama, arnoldus NISA, ZUHROTUN Nomleni, Aprianto Noor Dinda Febrianingrum Novita, Firda Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdiyanto Nurviana, Syelawati Citra Kartika Nurwijayanti Partarini, Ni Made Candra Prasasti, Dwi Trisna PRIAMBODO, DIDIT Pudyono . Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putri, Angelina Satya Rahma, Novi Fadhilah Rahmah Dara Lufira Rakhmawati, Dinia Dwi Ramadhania, Salsabila Razianto, Muhamad Zakaria Rendra Arif Yudiarso Rini, Syafadilla Enggar Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizki Ramadhani Rizki Tri Utami Rossy Tamaya, Hana Arum Runi Asmaranto Rushafi Oktaverina, Devy Adlina Sapto Dwi Hari Oktavianto Sekar Padma Lestari Senna Ananggadipa Adhitama Setyaningrum, Anggun Shihab, Muhammad Qurais Siswanti, Yuvika Rega Solikin Solikin Sri Wahyuni Suciana, Ajeng Titin Suhardjono Suhardjono Sukoco, Arfinsyah Hanandha Sulfandi Sulfandi, Sulfandi Sumiadi, Sumiadi Suryoputro, Nugroho Syarief Fathoni, Syarief Tri Kurniawati, Tri Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Wahyuni, Sri Widandi Soetopo Yuliana Wardani