Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Laju Erosi, Sedimen, Dan Perencanaan Bangunan Pengendali Sedimen DAS Banjir Kanal Timur Kota Semarang Adelia Riska Pratama; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.097

Abstract

DAS Banjir Kanal Timur di Kota Semarang mengalami permasalahan serius akibat erosi dan sedimen yang tinggi, yang disebabkan oleh perubahan tata guna lahan. Penelitian ini menganalisis laju erosi dan sedimen menggunakan pemodelan ArcSWAT berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data klimatologi, curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan digunakan untuk simulasi model, yang kemudian dikalibrasi agar hasilnya lebih akurat. Berdasarkan penelitian, rata-rata laju erosi di DAS ini selama 2021–2023 adalah 42,22 ton/ha/tahun, dengan tingkat bahaya erosi didominasi oleh kategori sedang (42%) dan tinggi (43%). Untuk mengatasi sedimen, dirancang dua check dam dengan volume tampungan masing-masing 1.856 m³ dan 7.605 m³ serta usia guna 1,4 tahun dan 3,7 tahun. Estimasi biaya pembangunan check dam ini sebesar Rp 756.085.248 dan Rp 1.554.942.504. Implementasi struktur ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif erosi dan meningkatkan kapasitas sungai dalam mengelola aliran air secara berkelanjutan.
Penerapan Data Hujan Satelit GPM dan Metode FJ. Mock Untuk Alih Ragam Hujan Menjadi Debit di DAS Welang Rizki Tri Utami; Suhartanto, Ery; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.092

Abstract

DAS Welang berperan penting dalam suplai air, namun memiliki ketersediaan data terbatas yang disebabkan oleh kerusakan alat atau kesalahan dalam pencatatan data hidrologi, sehingga data yang dihasilkan kurang akurat dan signifikan. Pada penelitian ini menggunakan data Satelit GPM sebagai solusi atas keterbatasan data curah hujan dan Metode FJ. Mock untuk alih ragam curah hujan menjadi debit, yang hasilnya digunakan dalam perhitungan debit andalan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air. Tahap yang dilakukan berupa analisis kalibrasi dan validasi dengan metode Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) dan Koefisien Korelasi (R). Hasil analisis data hujan Satelit GPM dengan stasiun hujan observasi diperoleh NSE mencapai 0,891 dan Koefisien Korelasi (R) mencapai 0,944. Sedangkan, hasil analisis debit model Metode FJ. Mock dan debit AWLR diperoleh NSE mencapai 0,592 dan Koefisien Korelasi (R) mencapai 0,870. Selain itu, hasil analisa debit andalan untuk kebutuhan irigasi menggunakan periode bulanan dengan probabilitas 80% (Q80) diperoleh nilai rerata 4,66 m3/detik, nilai minimum 1,58 m3/detik, nilai maksimum 9,10 m3/detik, sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan air baku menggunakan periode tahunan dengan probabilitas 95% (Q95) sebesar 1,67 m3/detik.
Model Prototipe Alih Ragam Hujan Ke Debit Menggunakan Data Satelit TRMM Dan Jaringan Syaraf Tiruan Suhartanto, Ery; Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahmah Dara; Darmawan, Azhar Adi; Putri, Angelina Satya
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1219

Abstract

Abstrak Ketersediaan dan akurasi data hujan maupun debit menjadi masalah umum di setiap DAS termasuk Sub DAS Lesti. Penelitian ini fokus pada kalibrasi dan validasi data satelit TRMM terhadap pos hujan lapangan. selain itu, bertujuan untuk mengembangkan model prototipe alih ragam hujan ke debit menggunakan JST. Pemodelan ini memanfaatkan data masukan hidrologi, termasuk data satelit TRMM, hari hujan, evaporasi, dan penggunaan lahan, serta data target debit dari Sub DAS Lesti. Hasil kalibrasi dan validasi data satelit TRMM menghasilkan nilai NSE sebesar 0,97 (sangat baik) dan koefisien korelasi (R) sebesar 1,00 (sangat kuat). Selain itu, hasil pemodelan diperoleh kalibrasi terbaik model prototipe yang mengkonversi data hujan menjadi debit menggunakan JST dengan fungsi transfer logsig, menghasilkan nilai koefisien korelasi R = 0,98897 (sangat kuat) dengan skema arsitektur jaringan 8-2-10-1 (terdiri dari delapan lapisan masukan, dua lapisan tersembunyi, sepuluh neuron, satu lapisan keluaran) pada 3000 epochs. Kata kunci: Hujan, Debit, TRMM, Jaringan Syaraf Tiruan  Abstract The availability and accuracy of rain and discharge data is a common problem in every watershed, including the Lesti sub-watershed. This research focuses on the calibration and validation of TRMM satellite data on field rain posts. Apart from that, it aims to develop a prototype model for transferring rainfall variations to discharge using ANN. This modeling utilizes hydrological input data, including TRMM satellite data, rainy days, evaporation, and land use, as well as discharge target data from the Lesti Sub-watershed. The results of calibration and validation of TRMM satellite data produced an NSE value of 0.97 (very good) and a correlation coefficient (R) of 1.00 (very strong). In addition, the modeling results obtained the best calibration of the prototype model which converts rain data into discharge using ANN with the logsig transfer function, producing a correlation coefficient value of R = 0.98897 (very strong) with an 8-2-10-1 network architecture scheme (consisting of eight input layers, two hidden layers, ten neurons, one output layer) at 3000 epochs. Keywords:  Rainfall, Discharge, TRMM, Artificial Neural Network
Analysis of Flood Risk Areas by Weighting the Analytic Network Process (ANP) Method Suciana, Ajeng Titin; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.02.2

Abstract

Flooding is one of the disasters that often occurs in the Karangmumus Sub Watershed, causing more than 400 housing units to be flooded in 2021. In this study using the Weighted Scoring method, the parameters are soil type, slope, land cover, rainfall, and land use. They determine the weight of each flood parameter using the Analytic Network Process (ANP) method. ANP is a decision-making method that takes into account the relationships and dependencies. This research study aims to identify flood-risk areas that produce flood-risk maps. The ANP analysis results show that the land use parameter weighs 50% of the total weight. The risk class is divided into four parts: not risk, somewhat risk, risk, and very risk. The largest flood-risk area is the “very riskous” class, with an area of 29,288 km2. The suitability of the analysis results with BNPB data is 80%, thus indicating that the suitability is very high. The map of the analysis results with the map from BNPB shows an NSE value of 0.764 and an R-value of 0.956, identifying the plot and the relationship between the two data as very strong. The research results are expected to be a parameter for effective and efficient policy-making in flood disaster management. Map-making uses a Geographic Information System (GIS) with an intersect tool.
Musle Model Development in Laboratory Studies Using a Rainfall Simulator Aulia Zahira, Nabila; Andawayanti, Ussy; Suhartanto, Ery; Ramadhani, Rizki
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2024.015.02.5

Abstract

Various methods are available for sediment calculation, including the USLE and MUSLE methods, developed based on field observations. For the MUSLE method, it is important to determine the peak flow rate and surface runoff volume. This data is crucial for identifying areas vulnerable to erosion and implementing erosion prevention measures. However, in practice, calculations are often adjusted based on the available data and parameters. This research compares the calculated results of peak flow discharge and surface runoff volume between the Rational Method and the SCS Method with laboratory observations and the applicability of the USLE and MUSLE methods to laboratory sediment observations. Laboratory experiments use a rainfall simulator with intensities of 1 liter/minute, 1.5 liters/minute, and 2 liters/minute, and a maximum land slope of 5%. The research results show that calculating peak flow discharge and surface runoff volume using the Rational Method aligns more closely with laboratory conditions than the SCS Method. However, both methods are considered unsuitable for laboratory observations, as validation calculations and relative error results indicate a mismatch with model performance. Meanwhile, the USLE method is considered more suitable for sediment calculations than the MUSLE method, as the MUSLE method requires adjustment analysis to fit laboratory observations better.
An Integrated Performance Index for Decentralized Water Supply Systems: A Case Study of SiPAS in the Brantas River Basin Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi; Sajali, M. Amar; Suhartanto, Ery; Hidayat, Mustafa Mukti; Utami, Rizki Tri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12137

Abstract

To develop and validate an Integrated Performance Index Model (IPIM) for evaluating Simple Water Supply Systems (SiPAS) in the Brantas River Basin, Indonesia. We surveyed, audited, and interviewed stakeholders at 31 SiPAS sites. Latent constructs were tested using SEM–PLS, and dimension weights were optimized with the Generalized Reduced Gradient method. The model explained system performance well (R² = 0.95) and showed high predictive reliability. The technical dimension exerted the strongest influence (72.10%), followed by managerial (26.70%) and social (15.10%) factors. The index differentiated low and high performing sites and was consistent with field audit findings. A companion mobile application enabled real time reporting and feedback to strengthen community participation. IPIM provides a concise, scalable framework for assessing decentralized water supply, prioritizing technical improvements while supporting managerial and social strengthening, and can inform investment and governance decisions for rural water services.
Studi Perbandingan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan Rainfall Anomaly Index (RAI) untuk Mengestimasi Kekeringan pada DAS Welang Muarifah, Aulia Rahmawati; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.13

Abstract

There are 20 villages in 5 sub districts in Pasuruan Regency and 19 villages in 9 sub districts in Malang Regency that are classified as drought prone areas. It is necessary to analyze the drought index as an effort to monitor drought as a preparation  for drought adaptation and mitigation in the future. Drought analyzed used meteorological drought index Standardized Precipitation Index (SPI) and Rainfall Anomaly Index (RAI). The results of the drought analysis are SPI produced the minimum value drought index was -4.09 at 3-month period time scale. RAI was produced minimum index value -3.93 at 1-month period time scale. After analyzing the hydrological drought index using the Standardized Streamflow Index (SSI), the results of the correlation are weak. Therefore, a qualitative comparison option was chosen by comparing the discharge pattern and monthly rainfall data where the RAI method was chosen as a more suitable method for use in Welang watershed. Spatial interpolation was performed by Inverse Distance Weighted (IDW) in years with the most extreme dry events, which are in 2007 and 2015. The result showed that there are 42 villages have the potential to be affected by meteorological drought and the dry months are August, September and October.Terdapat 20 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Pasuruan serta 19 desa di 9 kecamatan di Kabupaten Malang yang termasuk daerah rawan kekeringan. Maka dari itu perlu dilakukan analisis indeks kekeringan sebagai usaha untuk pemantauan kekeringan pada suatu daerah sebagai langkah untuk adaptasi maupun mitigasi akan bencana kekeringan yang melanda kedepannya di DAS Welang. Analisis kekeringan menggunakan indeks kekeringan meteorologi metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan Rainfall Anomaly Index (RAI) yang diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi oleh pihak terkait mengenai skala prioritas dalam penanganan bencana pada wilayah terdampak kekeringan terparah. Hasil analisis kekeringan Metode SPI menghasilkan indeks kekeringan paling minimum pada stasiun hujan Purwodadi sebesar -4,09 pada periode 3 bulanan. Sedangkan metode RAI menghasilkan nilai indeks minimum sebesar -3,93 pada periode 1 bulanan. Setelah dilakukan analisis hubungan kesesuaian dengan indeks kekeringan hidrologi menggunakan metode Standardized Streamflow Index (SSI), didapatkan hasil korelasi yang bersifat lemah. Maka dari itu dipilih opsi perbandingan kualitatif dengan membandingkan pola debit dan data curah hujan bulanan dan metode RAI yang lebih sesuai. Hasil penggambaran peta sebaran kekeringan menggunakan metode IDW pada tahun dengan jumlah kejadian kering terparah yaitu tahun 2007 dan 2015, didapatkan sebanyak 42 desa berpotensi terdampak kekeringan dengan bulan kering yaitu bulan Agustus, September, dan Oktober.
Studi Analisa Kekeringan dengan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan Palmer Drought Severity Index (PDSI) di DAS Kemuning Kabupaten Sampang Firdaus, Alfian; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.17

Abstract

Drought is a natural disaster that occurs slowly but harms Sampang Regency people's life sustainability. Consider the negative impact of drought,  analyze the drought index and its distribution are necessary. This study aims to know drought level using Standardized Precipitation Index (SPI) and Palmer Drought Severity Index (PDSI), then to know their correlation with Southern Oscillation Index (SOI) that can represent El Nino Southern Oscillation (ENSO). Drought index with bigger correlation mapped by Inverse Distance Weighting method to know the distribution. SPI method produced the most severe drought in April 2004 on one month deficit period (-3.651). PDSI method developed the most severe drought in September 2001 (-20.628). Based on the PDSI average analysis results for the 1998-2017 period, it is well-known that drought disasters generally start in July and end in October, while the peak of drought occurs in September. The PDSI method has 60% conformity to the SOI value derived from the graphical visualization of the annual average surplus and deficit index, better than the SPI method that only scores 53%. The visualization of the drought distribution map shows that the Districts of Sampang, Torjun, and Camplong need to become prioritized to mitigate future drought disasters because they have a great potential for drought disasters compared to other districts.
Analisa Erosi dan Sedimentasi Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Pada Bagian Hulu Das Way Rarem Kabupaten Lampung Utara Hartawan, Muhammad Bobby; Suhartanto, Ery; Wahyuni, Sri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju erosi pada Sub DAS Way Rarem dan mengetahui besar sedimen yang masuk ke waduk. Semua proses pengolahan data yang diperoleh untuk menentukan batasan Sub DAS, besarnya laju erosi, tingkat bahaya erosi, tingkat kekritisan lahan, tingkat kemampuan lahan, dan arahan perubahan tata guna lahan tersebut akan dilakukan dengan bantuan SIG. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, 1) hasil kondisi eksisting rata – rata laju erosi 1560745.504 ton/tahun, 2) didapatkan 5 kriteria dengan beberapa tingkat kekritisan lahan, dan 3) fungsi kawasan pada DAS Way Rarem merupakan kawasan lindung, kawasan penyangga dan kawasan budidaya, usaha konservasi yang dilakukan dengan membangun bangunan pengendali sedimen (checkdam). 4) sedimen yang masuk ke waduk dan umur layanan waduk maka direncakan separuh dari jumlah sedimen bisa dikendalikan di daerah hulu waduk. Berbagai tipe perhitungan bangunan checkdam sudah diperhitungkan menurut SNI-2851.
Studi Kekeringan Meteorologi dengan Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan China Z Index (CZI) di DAS Lekso Kabupaten Blitar Novita, Firda; Harisuseno, Donny; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.26

Abstract

Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi kekeringan, salah satunya yaitu DAS Lekso. Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Blitar disebabkan oleh minimnya intensitas curah hujan yang turun, maka dari itu dibutuhkan upaya awal untuk memitigasi kekeringan meteorologi dengan cara memantau dan menganalisis kekeringan yang terjadi pada lokasi studi. Metode yang digunakan dalam menganalisis kekeringan yaitu metode Standardized Precipitation Index (SPI)) dan metode China Z Index (CZI) yang kemudian dibandingkan dengan data Southern Oscillation Index (SOI). Hasil indeks kekeringan kedua metode yang telah dikomparasi dengan data SOI akan digunakan sebagai penggambaran peta sebaran kekeringan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan interpolasi Kriging. Pada hasil analisa perbandingan indeks kekeringan dengan data SOI bulanan didapatkan hasil persentase pendekatan metode CZI sebesar 57.45% dan metode SPI sebesar 42.55%. Pada perbandingan indeks kekeringan dengan SOI rerata tahunan didapatkan persentase metode CZI sebesar 63% dan metode SPI sebesar 60%. Pada hasil analisa korelasi indeks kekeringan yang dikomparasi dengan data hujan didapatkan nilai korelasi metode CZI memiliki tingkat hubungan korelasi mendekati positif sempurna dan metode SPI memiliki korelasi yang cukup. Sehingga metode CZI dipilih sebagai penggambaran peta sebaran kekeringan menggunakan interpolasi kriging yang kemudian didapatkan desa-desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Blitar khusunya di DAS Lekso.
Co-Authors Achsan Achsan Adelia Riska Pratama Agus Priombodo Agus Suharyanto Ainur Rofiq Kurniawan alby, lyn Alnino, Nugraha Faiz Amadea, Alzena Andriyani, Setinda Eka Anggara WWS Aniek Masrevaniah Ari Murdhianti Arief Andy S, Arief Ariston Samosir Arrokhman, Naufal Achmad Astri, Novianti Sidi Astuti, Ika Wiji Atthahirah, Mutiara Aulia Zahira, Nabila Azhar Adi Darmawan Bagus Wicaksono Bias Angga Permana Briantama, R. Haryo Budi Prasetya Chandy, Poetri Mustika Chintya Ayu Permata Herdita Cipta, Dara Marreta Dewa, Faralisintia Junia Surya Dewita, Monika Dian Chandrasasi Dian Sisinggih Djafar, Azhari Firmansyah Donny Harisuseno Donny Harisuseno Dukhosagt, Aini Nurnabilla Dwi Priyantoro E. Ball, James edy djuwito, edy Emma Yuliani Erfarras, Nadia Nahda Erryanto, Sandi Estefanus Wolok Evi Nur Cahya Firdaus, Alfian Fitriani, Deshinta Ghaisani, Amalia Harisuseno, Donny Harjono, Marie Augustin Alvidian Pangestuti Ais Hartawan, Muhammad Bobby Hawari, Hirzi Herdita, Chintya Ayu Permata Herdita, Chintya Ayu Permata Hidayat, Mustafa Mukti Hutagaol, Bachtiar Malthus Ima Sholikhati Imani, Reyhan Satya Itratip Itratip Jadfan Sidqi Fidari Jarwanti, Dieta Putri Jauhari, M. Reza Kafidani, Firyal Sekar Khairunnisa Khairunnisa Kiki Frida Sulistyani Kusumabrata, Luffi Laksni Sedyowati Larasati, Chyntia Prima Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Listya, Amifta Farah Lu'luil Maknun Lucky Dyah Ekorini M Bisri M. Amar Sajali Maharani, Amanda Putri Maharani, Fiadita Marta, Silvia Dwi Mike Yuanita Mohammad Bisri Muarifah, Aulia Rahmawati Muhammad Ilham Muhammad Rifai nama, arnoldus NISA, ZUHROTUN Nomleni, Aprianto Noor Dinda Febrianingrum Novita, Firda Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdiyanto Nurviana, Syelawati Citra Kartika Nurwijayanti Partarini, Ni Made Candra Prasasti, Dwi Trisna PRIAMBODO, DIDIT Pudyono . Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putri, Angelina Satya Rahma, Novi Fadhilah Rahmah Dara Lufira Rakhmawati, Dinia Dwi Ramadhania, Salsabila Razianto, Muhamad Zakaria Rendra Arif Yudiarso Rini, Syafadilla Enggar Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizki Ramadhani Rizki Tri Utami Rossy Tamaya, Hana Arum Runi Asmaranto Rushafi Oktaverina, Devy Adlina Sapto Dwi Hari Oktavianto Sekar Padma Lestari Senna Ananggadipa Adhitama Setyaningrum, Anggun Shihab, Muhammad Qurais Siswanti, Yuvika Rega Solikin Solikin Sri Wahyuni Suciana, Ajeng Titin Suhardjono Suhardjono Sukoco, Arfinsyah Hanandha Sulfandi Sulfandi, Sulfandi Sumiadi, Sumiadi Suryoputro, Nugroho Syarief Fathoni, Syarief Tri Kurniawati, Tri Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Wahyuni, Sri Widandi Soetopo Yuliana Wardani