Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Perangkat Komunikasi Aprs (automatic Packet Reporting System) Menggunakan Raspberrry Pi Dan Ht (handy Talky) Rizka Amalia; Heroe Wijanto; Yudi Adityawarman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telekomunikasi merupakan kebutuhan yang sangat penting di zaman era digital ini dan salah satu yang berpengaruh dalam perkembangan teknologi. Contoh dari perkembangan teknologi adalah sistem komunikasi Automatic Packet Reporting System (APRS). APRS merupakan sistem komunikasi yang menggunakan frekuensi radio untuk melakukan komunikasi. Pada penelitian ini, sistem komunikasi APRS terdiri 3 komponen utama yaitu Terminal Node Controller (TNC), Radio dan Raspberry Pi. Data atau pesan teks dikirim secara otomatis dan real time sesuai dengan format protokol AX.25. Raspberry Pi digunakan untuk memulai dan mengakhiri komunikasi dan mengubah paket menjadi format UI frame melalui protokol AX.25. TNC digunakan untuk melakukan modulasi dan demodulasi Audio Frequency Shift Keying (AFSK) pesan yang dikirim dan diterima. Radio yang digunakan adalah HT iCom V80 dan modul radio SA818 dengan frekuensi 144,39 MHz. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian dengan jarak dan kondisi lingkungan yang berbeda. Pesan teks diterima secara real time oleh receiver dengan format: . Hasil dari pengujian dapat diketahui bahwa terdapat delay sebesar 1 detik untuk melakukan pengolahan data. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan nilai packet loss mencapai 50% pada saat pengujian ke-3 dengan skenario pertama. Kata Kunci: APRS, AX.25, TNC, Raspberry Pi, SA818, HT iCom V80 Abstract Telecommunication is a very important need in the era of this digital era and one of the influential figures in the development of technology. An example of technology development is the Automatic Packet Reporting System (APRS) communication system. APRS is a communication system that uses radio frequency to communicate. In this research, the APRS communication system consists of 3 main components namely Terminal Node Controller (TNC), Radio and Raspberry Pi. Data or text messages are sent automatically and real time according to the AX.25 protocol format. Raspberry Pi is used to start and end communication and convert the package to UI frame format via the AX.25 protocol. TNC is used to modulate and demodulate the Audio Frequency Shift Keying (AFSK) messages sent and received. The radio used is the HT iCom V80 and the SA818 radio module with a frequency of 144,39 MHz. In this research, testing was done with different distances and environmental conditions. Text messages are received in real time by the receiver with the format: . The result of the test can be seen that there is a delay of 1 second to perform data processing. Based on the results of the test, the value of packet loss was 50% at the time of the third test with the first scenario. Keywords: APRS, AX.25, TNC, Raspberry Pi, SA818, HT iCom V80
Analisis Penurunan Mutual Coupling Antena Mikrostrip Mimo 2×2 Dengan Menggunakan Meander Line Resonator Pada Frekuensi 2,4 Ghz Eka Rezky Syitha; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan kebutuhan user dalam mengakses informasi yang membutuhkan waktu yang cepat dalam mengakses informasi tersebut, sehingga mendorong munculnya teknologi Wi-Fi. Wi-Fi dapat memberikan kecepatan transfer data yang tinggi dengan jumlah user yang banyak. Pada sistem Wi-Fi terdapat teknik MIMO dimana teknik MIMO dapat membantu meningkatkan penggunaan sistem Wi-Fi. Pada tugas akhir ini membahas tentang perancangan antena mikrostrip MIMO 2×2 untuk frekuensi 2,4 GHz dengan menggunakan Meander Line Resonator. Di mana teknik ini berupa 4 resonator yang saling terhubung satu sama lain yang berfungsi untuk mengurangi efek mutual coupling. Mutual coupling adalah suatu efek yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas parameter antena karena adanya interferensi elektromagnetik dari dua antena atau lebih yang jaraknya terlalu berdekatan. Hasil dari fabrikasi untuk nilai bandwidth antena MIMO 2×2 tanpa Meander Line Resonator sebesar 74 MHz untuk kedua portnya, , return loss ≤ -18,625 dB untuk port 1 dan ≤ -16,782 dB untuk port 2, nilai mutual coupling untuk port 1 sebesar ≤ -20,405 dB dan port 2 sebesar ≤ -20,899 dB . Sedangkan untuk antena MIMO 2×2 dengan menggunakan Meander Line Resonator menghasilkan nilai bandwidth sebesar 74 MHz untuk kedua portnya, return loss ≤ -17,440 dB untuk port 1 dan ≤ -16,701 dB untuk port 2 , nilai mutual coupling untuk port 1 sebesar ≤ -22,371 dB dan port 2 sebesar ≤ -22,827 dB . Dengan penambahan elemen Meander Line Resonator di antara dua patch menyebabkan adanya penurunan nilai mutual coupling sebesar 1,96 dB untuk port 1 dan 1,92 dB untuk port 2 dan menyebabkan adanya pergeseran frekuensi. Kata Kunci : Antena, MIMO, Patch persegi panjang Abstract Along with the needs of users in accessing information that requires a fast time in accessing the information, thus encouraging the emergence of Wi-Fi technology. Wi-Fi can provide high data transfer rates with a large number of users. On Wi-Fi systems there is a MIMO technique where MIMO techniques can help improve the use of Wi-Fi systems. In this final project discuss about design of MIMO 2x2 microstrip antenna for frequency 2,4 GHz by using Meander Line Resonator. Where this technique is 4 resonators are connected to each other that serves to reduce the mutual coupling effect. Mutual coupling is an effect that causes a decrease in the quality of antenna parameters due to electromagnetic interference from two or more antennas that are too close together. The results of fabrication for the bandwidth value of 2 × 2 MIMO antenna without a 74 MHz Meander Line Resonator for both ports, return loss ≤ -18,625 dB for port 1 and ≤ -16,782 dB for port 2, mutual coupling value for port 1 is ≤ - 20.405 dB and port 2 for ≤ -20.899 dB. Whereas for 2 × 2 MIMO antenna using Meander Line Resonator, it produces bandwidth of 74 MHz for both ports, return loss ≤ -17,440 dB for port 1 and 16 -16,701 dB for port 2, mutual coupling value for port 1 is ≤ -22,371 dB and port 2 equal to 22 -22,827 dB. With the addition of the Meander Line Resonator element between the two patches, there is a decrease in the mutual coupling value of 1.96 dB for port 1 and 1.92 dB for port 2 and causes a frequency shift. Keywords: LTE, Electromagnetically Coupled, Dual Band, Microstrip Antenna
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Inset-fed Pada Frekuensi 2,4 Ghz Untuk Aplikasi Wifi Nadya Sabrina; Heroe Wijanto; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan kabel dalam akses telekomunikasi kini begitu diminimalisir. Meningkatnya kebutuhan user akan mobilitas yang tinggi menjadi latar belakang kemunculan jaringan nirkabel atau WLAN. WLAN atau wireless LAN merupakan suatu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai alat atau media transmisi data. WiFi adalah salah satu produk dari WLAN. Dalam penerapannya, dibutuhkan beberapa komponen khusus, salah satunya adalah antena eksternal yang berfungsi sebagai penguat daya pancar. Karakteristik antena yang dibutuhkan diantaranya berukuran kecil, memiliki tingkat matching yang baik, hanya mengkonsumsi sedikit arus listrik, dan memiliki pola radiasi omnidirectional. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan disimulasikan sebuah antena mikrostrip inset-fed untuk aplikasi WiFi yang dapat digunakan secara optimal pada frekuensi 2,4 GHz menggunakan simulator elektromagnetik. Tahapan implementasi dari Tugas Akhir ini adalah penentuan spesifikasi antena, pemodelan, simulasi, realisasi prototype, pengujian, dan perbandingan hasil simulasi. Hasil yang diharapkan dari Tugas Akhir ini adalah antenna yang direalisasikan memiliki nilai VSWR ≤ 1,5 dan pola radiasi omnidirectional. Kata kunci : WLAN, WiFi, antena mikrostip inset-fed
Antena Log Periodic Mikrostrip Ultra Wide Band Untuk Electronic Support Measure 2-18 Ghz Rahmat Ardiansyah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ESM adalah sebuah peralatan pertahanan eletronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh objek, kemudian sinyal tersebut diproses dan dianalisis sehingga diperoleh lokasi, kuat sinyal dan parameter lainnya. ESM memerlukan dukungan antena dengan frekeunsi Ultra Wide Band yang pada tugas akhir ini direncanakan pada frekuensi 2-18 GHz. Pada tugas akhir ini telah dibuat antena log periodic mikrostrip untuk aplikasi Electronic Support Measure dengan frekuensi Ultra Wide Band 2- 18 GHz. Untuk memenuhi tugas akhir ini dibutuhkan metode optimasi inversi yang dicetak pada PCB dengan substrate FR4 Epoxy (𝜀𝑟 = 4,4) yang memiliki tebal substrate 1,6 mm dan memiliki tebal sebesar 0,035 mm.Kata Kunci: Antena mikrostrip, Electronic Support Measure, Log periodic, Ultra Wide Band
Antena Helix Mode Axial Untuk Sensor Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (cp-sar) Pada Pesawat Tanpa Awak Aqil Aztris; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi radar yang digunakan untuk membuat gambar dua atau tiga dimensi suatu objek. SAR menggunakan sensor berupa antena yang  polarisasi gelombang yang dipancarkan berbentuk sirkular atau bisa disebut dengan Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR). CP-SAR dapat meminimalisir pergeseran fasa ketika gelombang melewati lapisan ionosfer, sehingga meningkatkan kualitas data citra yang dihasikan. Sistem CP-SAR akan digunakan pada Unmanned Aerial Vehicle (UAV) JX-1 sebagai ground testing. Pada penelitian ini dirancang antena helix dengan menggunakan mode axial untuk menghasilkan polaradiasi unidirectional, Right Hand Circular Polarized (RHCP) terhadap sumbu catuan.  Teknik pencatuan yang digunakan teknik pheriperal. Untuk teknik matching impedance mengunakan penambahan ¼ lilitan. Proses desain dan simulasi menggunakan software simulator antena. Proses realisasi menggunakan kabel tembaga dengan nilai konduktivas 5,7 x 107 mho/m. dan memiliki ketebalan  4 mm. Antena helix mode axial menghasilkan gain 9,61 dB , axial ratio 1,03 dB, VSWR 1,46 , return loss -14,97 dB, pola radiasi unidirectional dan bandwidth 568 MHz. Di desain 4 lilitan dengan total panjang antena adalah 29 cm dan memiliki berat 1,5 kg.     Kata Kunci: Antena Helix, Polarisasi Sirkular, CP-SAR, RHCP  Abstract Synthetic Aperture Radar (SAR) is one form of development of radar technology that is used to make two or three-dimensional images of an object. SAR uses a sensor consisting of a wave-polarized antenna that is emitted circularly or can be called a Circular Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR). CP-SAR can minimize the compilation phase shift through the ionosphere, thereby increasing the quality of the image image produced. The CP-SAR system will be used on the JX-1 Unmanned Aerial Vehicle (UAV) as a land test. In this study a helix antenna was designed for CP-SAR onboard UAV by using axial mode to produce unidirectional radiation pattern, the Right Hand Circular Polarized polarized Circular Right Hand (RHCP) on the axis of the union. The rationing technique used is pheriperal technique. For impedance matching techniques, use ¼ winding. Design and simulation process using antenna simulator software. The evaluation process uses copper cables with conductivity values of 5.7 x 107 mho / m. and has a thickness of 4 mm. The helix mode antenna produces 9.61 dB axial gain, 1.03 dB axial ratio, 1.46 VSWR, -14.97 dB return loss, unidirectional radiation pattern and 568 MHz bandwidth. 4 turns designed with a total antenna length of 29 cm and weighing 1.5 kg. Keywords: Helix Antenna, Circular Polarization, CP-SAR, RHCP
Bandpass Filter Coupled Line Compact 5250 Mhz Untuk Wifi 802.11ac Romario Johanes Impola Tamba; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dengan perkembangan teknologi dan informasi sekarang yang semakin cepat maka diperlukan suatu sistem yang dapat menyampaikan informasi dengan cepat dan akurat kepada user. Ditambah dengan kebiasaan user yang sering berpindah tempat(mobile) maka diperlukan teknologi dengan sistem nirkabel yang dapat memenuhi kebutuhan user yang mobile tersebut. Salah satu teknologi dari komunikasi nirkabel adalah Wi-Fi (802.11). Karena alasan tersebut, maka perlu dibuatlah sebuah filter yang dapat megakomodir dari sistem kanal dari 802.11AC yaitu band pass filter yang memiliki lebar pita 160 MHz. Perancangan bandpass filter ini menggunakan metode coupled line compact, dan menggunakan respon frekuensi chebyshev, karena filter ini diharuskan memiliki tingkat selektivitas yang bagus. Filter ini dirancang dengan menggunakan substrat bahan dielektrik Roger 4003 dengan nilai permitifitas relatif 3,38 dan dengan tebal substrat 0,813 mm. dimensi filter yang dihasilkan adalah 60.45 mm x 41,8 mm dengan lebar bandwidth 160 MHz. hasil pengukuran return loss pada frekuensi tengah (5250 MHz) adalah -23,370 dB, insertion loss sebesar -2,374 dB, VSWR sebesar 1,1478 dan Impedansi sebesar 57,05 Ω. Kata Kunci: filter, WiFi 802.11ac, Coupled line compact, Chebyshev Abstract With the development of technology and information which now is more faster. Then, needed a system that can convey information quickly and accurately to the user. Coupled with the habits of users who are often mobile (mobile) is required technology with a wireless system that can meet the needs of the mobile user. One of the technologies of wireless communication is Wi-Fi (802.11). For this reason, it is necessary to construct a filter that can accommodate from a channel system of 802.11AC that is a band pass filter having a bandwidth of 160 MHz. The design of this bandpass filter uses the coupled line compact method, and uses the chebyshev frequency response, since this filter is required to have a good selectivity level. The filter was designed using a Roger 4003 dielectric material substrate with a relative permissive value is 3.38 and with a substrate thickness is 0.813 mm. the result of filter dimension are 60.45 mm x 41.8 mm with a bandwidth of 160 MHz. result of return loss measurement at middle frequency (5250 MHz) is -23,370 dB, insertion loss is -2,374 dB, VSWR is 1,1478 and impedance is 57,05 Ω. Keywords : filter, WiFi 802.11ac, Coupled line compact, chebyshev
Antena Mikrostrip Persegi Panjang Dengan Celah-t Untuk Stasiun Bumi Ads-b 1,09 Ghz Evi Nur Cahyanti; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B) adalah sistem pengawas udara yang dapat melacak posisi pesawat udara, kecepatan, karakteristik, cuaca dan data lainnya secara berkala. Sistem ADS-B menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), dimana pesawat akan terus memancarkan informasi ke stasiun bumi, satelit dan pesawat udara lainnya, sehingga setiap pergerakan dapat terdeteksi. Antena penerima ADS-B bekerja pada frekuensi 1090 MHz dengan polarisasi linier vertikal, karena tidak terkena efek rotasi Faraday. Karakteristik antena penerima ADS-B yaitu memiliki gain yang tinggi dan memiliki pola radiasi omni direksional agar dapat menerima sinyal dari segala arah. Pada penelitian ini, dirancang antena mikrostrip menggunakan bahan dielektrik (𝜺𝒓) bernilai 2,2. Untuk melebarkan bandwidth, digunakan teknik pertubasi pada ground plane dan slotted patch. Teknik pencatuan antena menggunakan proximity coupled. Setelah melakukan perancangan, antena direalisasi dan diukur. Hasil pengukuran antena pada penelitian ini menghasilkan polarisasi linier vertical dengan bandwidth 128 MHz, dimana return loss ≤ -14 dB, dan gain yang didapat sebesar 5,2 dBi.  Kata Kunci: ADS-B, antena, mikrostrip, DGS.  Abstract Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B) is an air surveillance system that can track aircraft position, speed, characteristics, weather and other data regularly. The ADS-B system uses the technology of Global Navigation Satellite System (GNSS), where the aircraft will continue to transmit information to earth stations, satellites and other aircraft, so that any movement can be detected. The ADS-B receiver antenna works at a frequency of 1090 MHz with vertical linear polarization, because it is not affected by Faraday's rotation. The characteristics of ADS-B receiving antennas are high gain and and omnidirectional radiation pattern in order to receive signals from all directions. In this study, a microstrip antenna was designed using dielectric material (𝜺𝒓) valued at 2,2. To expand bandwidth, the pertubation technique is used in ground plane and slotted patch. The feeding method of the antenna uses proximity coupled. After doing the design, the antenna is realized and measured. The results of antenna measurements in this study produce vertical linear polarization with a bandwidth of 128 MHz, where the return loss is 14 -14 dB, and the gain obtained is 5.2 dBi.  Key word: ADS-B, microstrip antenna, DGS.  1
Antena Susunan Vivaldi Planar 2×4 S-band Untuk Airport Surveillance Radar (asr) Wanda Triandi Edwin; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Radio Detecting and Ranging (RADAR) adalah suatu sistem deteksi gelombang radio yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan memetakan benda – benda seperti pesawat terbang, militer, dan lain - lain. Salah satu radar digunakan untuk Airport Surveillance Radar (ASR) yaitu radar untuk memantau pergerakan pesawat komersial pada saat memasuki/keluar wilayah bandara. Salah satu komponen yang krusial dalam sistem ASR adalah antena yang digunakan merupakan array antenna yang terdiri dari beberapa elemen antena, dan menggunakan variabel fasa atau pengontrolan time-delay pada masing-masing port untuk memindai beam nya. Antena direalisasikan menggunakan bahan substrat epoxy FR 4 (εr=4,35 and h=1,6 mm) yang bekerja pada frekuensi S-Band (2,97 GHz – 3,03 GHz). Antena ini disusun sebanyak 𝟐 × 𝟒 dengan menghasilkan VSWR sebesar 1,156, Gain yang tinggi serta mempunyai sifat pola radiasi unidirectional serta memiliki dimensi 404 mm × 257,9 mm × 91 mm dengan bandwidth ≈ 378 MHz.  Kata Kunci : Antena Array, S-Band, Vivaldi, ASR, Radar Abstract Radio Detecing and Ranging (RADAR) is a system for the detection of radio waves that are useful for detecting, measuring distances and map objects such as airplanes, military, and others. One type of radar using for Airport Surveillance Radar (ASR) used to monitor the movements of commercial aircraft when it enters / exites a certain airport area. One of the crucial components in the Airport Surveillance Radar (ASR) system is an antenna. The antenna used is a array antenna which consist of several elements of antenna, and use variable phase or time-delay control of each port to scan the beam. Antenna was realized using epoxy substrate material FR-4 (εr=4,35 and h=1,6 mm). Antena works at the frequency of the S-Band (2.1 to 3.1 GHz) which produces VSWR = 1,156, Gain 14,63 dBi and unidirectional radiation pattern. The dimensions of realized antenna is 404 mm × 257,9 mm × 91 mm that has effective bandwidth ≈ 378 MHz.  Keywords : Antenna Array, S-Band, Vivaldi, ASR, Radar
Perancangan Dan Simulasi Pengolahan Citra 3d Untuk Sinyal Ground Penetrating Radar (gpr) Menggunakan Gprmax Yuda Nugraha; Heroe Wijanto; Antonius Dharma Setiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan salah satu jenis radar yang digunakan untuk mendeteksi suatu objek yang berada didalam tanah tanpa harus menggalinya. Antena GPR mengirimkan sinyal elektromagnetik kedalam tanah lalu menyentuh benda atau target sehingga menghasilkan gelombang pantul yang kemudian diterima oleh antena penerima. Beberapa pemrosesan sinyal yang dilakukan meliputi A-scan, B-scan, dan C-scan. Pada A-scan dilakukan scanning GPR vertikal satu dimensi serta pembersihan sinyal. Pada tahan Bscan dilakukan pemrosesan sinyal bersih sehingga diperolah data sinyal secara 2 dimensi irisan vertikal dari permukaan tanah. Pada tahap C-scan dilakukan pengolahan sinyal beberapa informasi B-scan bersih menjadi data estimasi profil objek tanah sehingga diperoleh pengolahan sinyal berupa 3 dimensi. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan proses deteksi keberadaan pipa bawah tanah menggunakan pengolahan pemrosesan sinyal berbasis C-scan pada GPR. Secara umum pengolahan C-scan melibatkan tahap pengaturan data masukan (data B-scan), tahap pengkonstruksian data C-scan horizontal view (raw dan interpolated information), secara tahap estimasi lokasi keberadaan objek bawah tanah. Pada tahap pengaturan data masukkan, dibutuhkan data-data B-scan yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Pada tahap pengkonstruksian horizontal view, diperlukan teknik interpolasi dan teknik penskalaan terhadap data aktual lapangan. Pada tahap estimasi keberadaan objek bawah tanah , semua informasi keberadaan objek dari data Cscan yang meliputi koordinat tiga dimensi objek divisualisasi dalam informasi dengan pensekalaan aktual lapangan. Kata kunci : GPR, C-Scan, Pengolahan sinyal ABSTRACT Ground Penetrating Radar (GPR) is one type of radar that is used to detect an object that is inside the ground without having to dig it. GPR antenna sends electromagnetic signals into the ground and then touches objects or targets to produce reflected waves which are then received by the receiving antenna. Some of the signal processing carried out includes A-scan, B-scan, and C-scan. On A-scan, one-dimensional vertical GPR scanning and signal cleaning are performed. On B-scan resistance, signal processing is carried out so that signal data is obtained in 2- dimensional vertical slices from the ground. In the C-scan stage, the signal processing of some B-scan information is carried out to become an estimation of soil object profile data so that signal processing in the form of 3 dimensions is obtained. In this Final Project, the detection process of underground pipes will be carried out using C-scan-based signal processing at GPR. In general, C-scan processing involves setting the input data (B-scan data), constructing the data C-scan horizontal view (raw and interpolated information), estimating the location of underground objects in stages. In the data entry stage, B-scan data is needed that has fulfilled the conditions that have been determined. At the horizontal view construction stage, interpolation techniques and scaling techniques are needed for the actual field data. In the stage of estimating the existence of underground objects, all information on the existence of objects from C-scan data which includes three-dimensional coordinates of objects is visualized in the information with actual field alignment. Keyword : GPR, C-Scan, Signal Processing
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Celah Pita-ganda 2,4 Ghz Dan 5,8 Ghz Untuk Drone Evan Benedick Nathaniel; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bekembangnya teknologi pada saat ini membuat semuanya terasa lebih mudah dan efesien dalam mengerjakan sesuatu, begitu halnya teknologi komunikasi, khususnya dalam pemantauan dan pengintaian menggunakan drone saat ini. Membuat drone membutuhkan alat transmisi yaitu antena. Pada pembuatan drone sebelumnya masih banyak menggunakan antena berjenis cavity yaitu cloverleaf dan monopole yang berdimensi cukup besar. Selain dimensi cukup besar, antena pada umumnya masih menggunakan singleband yang menyebabkan bentuk dari drone sendiri tidak terlihat sederhana karena membutuhkan jarak untuk antena Tx dan Rx. . Untuk mengatasi masalah tersebut, antena mikrostrip yang memiliki dimensi kecil dan menggunakan antena dual band untuk menyederhanakan bentuk drone menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan pada drone. Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan susunan antena mikrtostrip celah pita-ganda untuk drone. Dengan menggunakan patch rectangular bercelah pada antena. Untuk mengatasi nilai bandwidth yang rendah, digunakan teknik pencatuan proximity coupled dan menggunakan metode Wilkinson untuk membagi sinyal masukan menjadi beberapa sinyal keluaran dengan fasa yang sama. Realisasi antena menggunakan bahan FR-4. Antena yang dihasilkan mempunyai polarisasi linier dengan polaradiasi unidireksional, bekerja pada frekuensi 2,4 dan 5,8 GHz dengan bandwidth pada frekuensi 2,4 GHz selebar 171 MHz dan pada frekuensi 5,8 GHz selebar 643,6 MHz. Drone dirancang dengan dimensi 9 cm x 6 cm x 0.16 cm, dan mempunyai massa 27 gram. Kata kunci : Antena, Mikrostrip, Rectangular Patch, Dual band, Drone Abstract The development of technology at this time makes everything feel easier and efficient in doing something, as well as communication technology, especially in monitoring and reconnaissance using current drones. Making a drone requires a transmission device, namely an antenna. In making the previous drone there were still many using cavity type antennas, namely cloverleaf and monopole which had quite large dimensions. In addition to the large enough dimensions, the antenna generally still uses singleband which causes the shape of the drone itself to not look simple because it requires distance for Tx and Rx antennas. . To overcome this problem, microstrip antennas that have small dimensions and use dual band antennas to simplify the shape of the drone are the right choice for use on drones. In this research, a double band double band micrtostrip antenna for drones was designed and realized. By using a rectangular patch on the antenna. To overcome the low bandwidth value, the proximity coupled technique is used and use the Wilkinson method to divide the input signal into several output signals with the same phase. Realization of the antenna using FR-4 material. The resulting antenna has linear polarization with unidirectional polaradiation, works at frequencies 2.4 and 5.8 GHz with bandwidth at a frequency of 2.4 GHz as wide as 171 MHz and at a frequency of 5.8 GHz as wide as 643.6 MHz. Drones are designed with dimensions of 9 cm x 6 cm x 0.16 cm, and have a mass of 27 grams Keywords: Antenna, Microstrip, Rectngular Patch, Dual band, Drone
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Rama Setya Anggara Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi