Claim Missing Document
Check
Articles

Antena Mikrostrip E-ganda Dengan Celah T-ganda Untuk Multi-pita 2.4-3.4-5.8 Ghz Hamdan Mubarokah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan antenna mikrostrip sebagai salah satu komponen pendukung komunikasi nirkabel merupakan salah satu solusi dalam pemenuhan desain antenna yang memiliki berbagai keunggulan. Salah satu keunggulannya adalah mikrostrip memiliki patch yang dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Double E-Shaped merupakan salah satu bentuk modifikasi patch untuk antenna mikrostrip dengan beberapa variasi elemen yang membuat antenna ini memungkinkan untuk bekerja pada beberapa frekuensi berbeda. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan antenna microstrip modifikasi patch Double E-Shaped yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz, 3.4 GHz, dan 5.8 GHz dalam satu perangkat antena. Perancangan dilakukan dengan menggunakan tambahan slot pada patch antenna serta menggunakan pencatuan microstrip line feed. Lalu dilakukan analisis dengan menggunakan software CST Studio Suite untuk mendapatkan hasil berupa Return Loss < -10 dB, VSWR < 2, bandwidth 100 MHz untuk 2.4 GHz dan 3.4 GHz, 125 MHz untuk 5.8 GHz, gain > 3 dBi, pola radiasi unidireksional dan polarisasi jenis linier. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4 epoxy dengan permitivitas relatif 4.4 dan ketebalan 1.6 mm. Hasil pengukuran menghasilkan Return Loss di masing-masing frekuensi kerja sebesar -11.72, -11.792, dan -21.33 dengan nilai VSWR 1.774, 1.683, 1.157. Impedansi yang didapatkan 43.28 ohm, 34.112 ohm, 43.082 ohm. Gain sebesar 3.47 dB, 3.51 dB, dan 3.53 dB, bandwidth 64.2 MHz, 67.52 MHz, dan 100.08 MHz, pola radiasi unidirectional dan polarisasi elips. Kata Kunci : Double E-Shaped, mikrostrip, multiband
Antena Mimo 4×4 Mikrostrip Persegi Panjang Hibrida Patch Dan Slot Untuk Access Point Pada Wifi 2,4 Ghz Dan 5,8 Ghz Ramaska Prima Agusta; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan kecepatan data yang tinggi dan kapasitas yang semakin besar termasuk pada teknologi sistem komunikasi seperti Wireless Fidelity (Wi-Fi). Salah satu solusi agar antena pada Wi-Fi memiliki performasi yang baik maka digunakan sistem antena Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO). Penelitian ini membahas perancangan dan realisasi antena mikrostrip dual band patch rectangular MIMO 4X4 untuk access point pada aplikasi Wi-Fi yang bekerja pada frekuensi 2,441 dan 5,8 GHz. Pada patch antena akan digunakan teknik slot sehingga antena tersebut dapat bekerja di dua frekuensi yang diinginkan. Pada penelitian ini didapatkan nilai dari pengukuran antena mikrostrip MIMO yang dapat bekerja di frekuensi 2,441 dan 5,8 GHz. Nilai return loss yang didapatkan yaitu ≤ -10 dB. Bandwidth ≥ 40 MHz untuk 2,441 GHz dan ≥ 100 MHz untuk 5,8 GHz. Gain ≥ 3 dB. Mutual coupling ≤ -20 dB. Pola radiasi yang dihasilkan untuk frekuensi 2,441 GHz dan 5,8 GHz adalah unidirectional. Polarisasi yang dihasilkan untuk frekuensi 2,441 GHz dan 5,8 GHz adalah berpolarisasi elips. Kata Kunci : antena, mikrostrip, Wi-Fi, mimo, slot , patch rectangular Abstract The need for high data rates and greater capacity including communication system technologies such as Wireless Fidelity (Wi-Fi). One of the solutions so that the antenna on Wi-Fi has a good performance is used the Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO) antenna system. This study discusses the design and realization of a rectangular MIMO 4X4 dual band patch microstrip antenna for access points on Wi-Fi applications that work at frequencies 2.441 and 5.8 GHz. In the patch antenna will be used a slot technique so that the antenna can work on the two desired frequencies. In this study, the values obtained from the measurement of MIMO microstrip antenna that can work at frequencies 2.441 and 5.8 GHz. The return loss value is ≤ -10 dB. Bandwidth ≥ 40 MHz for 2.441 GHz and ≥ 100 MHz for 5.8 GHz. Gain ≥ 3 dB. Mutual coupling ≤ -20 dB. The radiation pattern produced for frequencies of 2.441 GHz and 5.8 GHz is unidirectional. The resulting polarization for frequencies 2.441 GHz and 5.8 GHz is elliptical polarization. Keywords : antenna, microstrip, Wi-Fi, mimo, slot , patch rectangular
Antena Susunan Log Periodik Dipole Cetak Untuk Esm S-band Heri Sulistiyo; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki wilayah yang sangat besar, maka diperlukan suatu sistem yang dapat menjaga kedaulatannya. Electronic Support Measure (ESM) merupakan salah satu bagian dari Electronic Warfare yang memiliki kemampuan untuk melacak posisi suatu perangkat pengirim gelombang elektromagnetik. Untuk mendukung kinerja dari sistem ESM tersebut dibutuhkan antena yang berfungsi sebagai komponen penerima gelombang elektromagnetik sebelum di proses oleh system signal processing. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan perancangan antena susunan log periodik dipole cetak untuk ESM s-band. Pada perancangan antena dilakukan metode optimasi fractal Koch yang dicetak pada PCB dengan Substrate FR4 Eproxy (𝜺𝒓 = 𝟒, 𝟔) yang memiliki tebal Substrate 1,6 mm dan konduktor sebagai bahan patch peradiasi menggunakan copper (𝝈 = 𝟓, 𝟖 𝒙 𝟏𝟎𝟕 ) yang memiliki tebal sebesar 0,035 mm. Dengan menggunakan metode optimasi geometri fraktal Koch antenna yang dirancang mendapatkan dimensi sebesar 62,6542x107,293244 mm. Hasil pengukuran menunjukkan antena yang dirancang memiliki frekuensi bawah 2 GHz yang dengan nilai VSWR sebesar 1,87 serta nilai return loss sebesar -10,34 dB dan frekuensi atas sebesar 4 GHz yang memiliki nilai VSWR sebesar 1,80 serta nilai return loss sebesar -10,87 dB. Serta gain antena sebesar 7.68 dBi, dengan pola radiasi directional yang memiliki mainlobe menuju ke satu sisi antena, serta polarisasi elips dengan nilai |AR| sebesar 6.745 dB. Kata kunci: ESM, log periodik, S-band, Fractal koch
Bandpass Filter Mikrostrip X-band Untuk Radar Cuaca Dengan Metode Square Ring Resonator Intan Nuraeni Agfah; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar cuaca bisa disebut juga dengan radar pengawas cuaca atau weather surveillance radar (WSR) dan radar cuaca Doppler, adalah sebuah jenis radar yang digunakan untuk mencari curah hujan, menghitung pergerakan, memperkirakan jenis objeknya (hujan, salju, hujan es, dan lain-lain). Dalam hal ini, agar radar cuaca mendapatkan hasil penginderaan yang baik, maka frekuensi lain yang tertumpang atau tidak diinginkan dan interferensi pada saat modulasi dalam perangkat seharusnya dihilangkan. Untuk menghilangkan kendala interferensi tersebut maka dibutuhkan perangkat dengan nama filter. Filter yang dibutuhkan adalah Band-pass Filter agar dapat meloloskan frekuensi passband dan memotong frekuensi stopband . Pada penelitian tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah Band-pass Filter yang bekerja pada frekuensi X-Band, menggunakan metode Square Ring Resonator with edge coupled to I/O lines berbasis mikrostrip agar dapat memiliki bandwidth frekuensi sebesar 50 MHz pada frekuensi tengah 9.475 GHz. Bahan yang digunakan dalam filter ini adalah Rogers Duroid 5880 yang memiliki konstanta dielektrik sebesar 2.2. Hasil pengukuran dari filter yang direalisasikan berada pada frekuensi tengah 9.475 GHz. Nilai return loss sebesar - 20.551 dB dan nilai insertion losssebesar -3.234 dB. Bandwidth filter sebesar 46 MHz. Kata Kunci: Filter, Band-pass Filter, Radar Cuaca, frekuensi X-Band, Open Loop Square Resonator, Rogers Duroid 5880.
Pemisahan Verse Dan Reff Secara Otomatis Pada Musik Mp3 Menggunakan Korelasi Antar Frame Berbasis Ciri Modified Discrete Cosine Transform (mdct) Gavrila Nathania Calosa Baskara; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi komunikasi nirkabel telah berkembang sangat cepat untuk memenuhi permintaan kapasitas trafik yang tinggi pada perangkat elektronik. Teknologi 5G menggunakan pita frekuensi yang lebih tinggi untuk menyediakan kemampuan data besar untuk mendukung kecepatan data multi-Gbps. Alokasi frekuensi teknologi 5G ini terdapat pada frekuensi 24,25 GHz sampai 27,5 GHz. Antena Bow-Tie merupakan pengembangan dari antena bikonikal. Antena bow-tie memiliki bandwidth dan impedansi lebar yang membuat antena ini mampu bekerja pada ultra wide band frekuensi (UWB). Agar antena dapat bekerja pada ultra wide band frekuensi (UWB) dibutuhkan teknik penskalaan. Teknik penskalaan dapat dilakukan untuk melaksanakan pengukuran antena yang berhubungan dengan struktur yang sangat besar. Teknik penskalaan bertujuan untuk minimisasi biaya pembuatan antena pada struktur yang sangat besar dan mendapatkan hasil parameter antena yang sesuai dengan pengukuran frekuensi yang lebih terjangkau. Pada Tugas Akhir ini, suatu antena planar bow-tie frekuensi 27 GHz dirancang, direalisasikan, dan dievaluasi untuk mengukur resonansi yang diinginkan, dimana ditetapkan pada frekuensi 2,7 GHz dengan proses pengecilan skala (scaling down) menggunakan bahan substrat Rogers 5880/DUROID (Ԑr=2,2 dan h=1,6 mm). Dari hasil simulasi melalui CST Microwave Suite 2017 dan hasil realisasinya diperoleh kesebandingan kedua frekuensi dengan nilai VSWR≤ 1,3 ; return loss ≤ -10 dB serta Pola radiasi omni-directional. Kata kunci : Antena bow-tie, Teknik scaling down Abstract Wireless communication technology has grown very quickly to meet the needs of users. The 5G technology uses higher frequency bands to provide large data capabilities to support multi-Gbps data rates. The frequency allocation of this 5G technology occurs at a frequency of 24.25 GHz to 27.5 GHz. Bow-Tie antenna is a development of biconical antenna[1] . The bow-tie antenna has bandwidth and wide impedance that makes this antenna work on ultra wide band (UWB) frequencies. For antennas to work on ultra wide band (UWB) frequencies, scaling techniques are required. Scaling techniques can be performed to perform antenna measurements associated with very large structures. Scaling technique aims to minimize the cost of making the antenna on a very large structure and get the antenna parameter results in accordance with a more affordable frequency measurement. In the study of this Final Project, a 27 GHz planar bow-tie antenna is designed, realized and evaluated to measure the desired resonance, which is set at a 2.7 GHz frequency by scaling down using Rogers 5880 substrate material / DUROID (Ԑr = 2.2 and h = 1.6 mm). From the simulation result through CST Microwave Suite 2017 and the realization result obtained the comparison of both frequencies with VSWR value ≤ 1,3; return loss ≤ -10 dB and omni-directional radiation pattern. Keywords: Bow-tie antenna, Scaling down technique.
Antena Monopole Swa-bentang Uhf Untuk Ttc (telemetry, Tracking, & Command) Dan Antena Susunan Pifa Untuk Pemancar S-band Pada Nano Satelit Christian Budi Eko Saputro; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah berkembangnya teknologi komunikasi jarak jauh dengan menggunakan satelit, Universitas Telkom bersama dengan Laboratorium Nanosatelit sedang mengembangkan sistem komunikasi satelit orbit rendah yang dinamakan Tel-U SAT 1 dengan ukuran satelit kelas nano (nano satelit). Untuk komunikasi antara space segment dan ground segmentnya menggunakan TTC (Telemetry, Tracking, and Command). TTC menggunakan frekuensi UHF 437 MHz[1]. Agar dapat berkomunikasi maka antena mutlak dibutuhkan. Selain TTC, sebagai komunikasi TEL-U SAT 1 membawa sebuah misi yaitu remote sensing (penginderaan jarak jauh). Untuk membantu misi ini maka perlu sebuah link bandwidth untuk mengirimkan data yang sudah diproses oleh sensor satelit. Supaya memenuhi misi dari satelit diperlukan S-Band Transmitter. S-Band Transmitter menggunakan frekuensi radio amatir pada 2,35 GHz[1]. Dalam Tugas Akhir ini dirancang swa-bentang antena untuk komunikasi TTC dan S-Band Transmitter yang berada pada satelit (space segment). Antena yang digunakan TTC adalah monopole, antena yang digunakan S-Band Transmitter susunan PIFA , dengan sistem swa-bentang antena di bagian TTC. Setelah dirancang dan direalisasikan, maka didapatkan dua antena monopole dengan frekuensi 437 MHz, VSWR 1,18, Gain 3,82 dB, Polaradiasi Omnidirectional, Polarisasi elips. Sedangkan antena susunan PIFA memiliki frekuensi 2,35 GHz, VSWR 1,07, Gain 7,02 dB, Polaradiasi Unidirectional, Polarisasi LHCP. Groundplane dibuat dari bahan alumunium dengan ukuran 10x10x10 cm dengan tebal 1 mm. Kata kunci : nano satelit, TTC, swa-bentang antena, monopole, susunan PIFA
Branch Line Coupler T-junction Dengan Notch Band Filter Untuk Radar S-band 3 Ghz Ghazwa Azizul Asdhar; Heroe Wijanto; Levy Olivia Nur
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radar merupakan salah satu teknologi yang sedang marak dikembangkan di Indonesia, karena pemanfaatan radar sangat dibutuhkan di Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau. Sistem radar memiliki sebuah antena yang digunakan untuk pemancaran pulsa gelombang maupun penerimaan pantulannya. Hal yang harus diperhatikan adalah pemisahan antara sinyal yang ditransmisikan dengan sinyal yang diterima. Fungsi coupler pada RF Radar dirancang sebagai pemisah sinyal yang ditransmisikan dengan yang diterima. Pada branch line coupler terdapat dua output yang bernilai sama besar dengan beda fasa 90°. Perbedaan fasa inilah yang digunakan sebagai pemisah antara transmitter dengan receiver. Pada tugas akhir ini dirancang mikrostrip branch line coupler dengan T- Junction yang bekerja pada frekuensi 3 GHz dengan nilai kedua loss baik untuk (Tx) maupun (Rx) yaitu 3 dB dan beda fasa 90°. Tahapan yang dilakukan adalah merancang panjang dan lebar untuk setiap saluran impedansi pada mikrostrip branch line coupler dengan menggunakan substrat FR4 yang memiliki konstanta dielektrik sebesar 4,6 dengan ketebalan 1,6 mm. Dengan menggunakan pendekatan band notch pada bagian ground menghasilkan nilai dari parameter yang lebih bagus, dibandingkan dengan coupler yang konvesional. Parameter yang di hasilkan sangat menguntungkan bagi kebutuhan sistem radar. Kata kunci : Brance Coupler, Radar, Receiver dan Transmiter Abstract Radar is one of the emerging technologies developed in Indonesia, because radar utilization is needed in Indonesia which consists of various islands. The radar system has an antenna used for transmitting wave pulses and receiving reflections. The thing to note is the separation between the transmitted signal and the received signal. The coupler function on RF Radar is designed as a signal separator that is transmitted to the received. In the branch line coupler there are two outputs of equal value with the 90 ° phase difference. This phase difference is used as a separator between transmitter and receiver. In this final project we designed a branch line coupler microstrip with T-Junction which works on 3 GHz frequency with second loss value for both (TX) and (RX) ie 3 dB and 90 ° phase difference. The step is to design the length and width for each impedance channel on the branch line coupler microstrip using FR4 substrate having a dielectric constant of 4.6 with a thickness of 1.6 mm. Using the notch band approach on the ground provides the nail of a better parameter, compared to a conventional coupler. The parameters generated are very beneficial to the needs of the radar system. Keywords: Brance Coupler, Radar, Receiver dan Transmitter
Analisis Pengukuran Interferensi Pengaruh Radio Broadcasting Lembaga Penyiaran Komunitas (lpk) Terhadap Radio Broadcasting Lembaga Penyiaran Swasta (lps) Studi Kasus Balai Monitoring Bandung Dian Prastiwi; Heroe Wijanto; Rekan Karyono
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya gangguan radio siaran (broadcasting) umumnya disebabkan karena sebuah pemancar radio siaran yang menduduki kanal frekuensi radio yang tidak sesuai dengan master plan yang ditetapkan keputusan mentri perhubungan Nomor Km 15 tahun 2003. Apabila terdapat pemancar radio siaran yang telah mengudara dan statusnya tidak memiliki izin (illegal) mempergunakan kanal frekuensi yang lokasi pemancarnya dalam service area pemancar radio siaran yang berizin, maka radio tersebut berpotensi mengganggu radio yang memiliki izin. Diantaranya terjadi Adjacent Channel Interference (ACI). Guna mengurangi timbulnya Interferensi dalam service area yang sama terjadi pada radio siaran LPK Dakwah FM 107.7 MHz (kanal 202) terhadap radio siaran LPS PR FM 107.5 MHz (kanal 200) sehingga menyebabkan timbulnya Adjacent Channel 2, dilakukan analisa, simulasi dan evaluasi timbulnya gangguan untuk di rekomendasikan timbulnya Adjacent Channel dalam service area yang sama berdasarkan pengukuran lapangan yang akan dibandingkan dengan pengukuran secara Teori secara Spekral dan Spatial. Parameter yang diukur ialah perhitungan Link Budget dan SINR, simulasi VMware dan MapInfo bertujuan untuk melihat countour service area. berdasarkan perhitungan di rekomendasikan berdirinya LPK pada service area yang sama dengan ketentuan SINR minimum 40 dB dan pada jarak 18 km dari pusat pemancar LPS. Kata kunci: Adjacent Channel Interferensi (ACI), Link budget, SINR
Komparasi Performansi Antena Mikrostrip C-band Susunan 4-elemen Antara Bahan Tembaga Dan Emas Claudia Kurniaty; Heroe Wijanto; Joko Suryana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan terpenting bagi masyarakat modern. Komunikasi dibutuhkan untuk memperoleh atau memberi informasi dari atau kepada orang lain. Kebutuhan untuk mendapatkan informasi semakin meningkat seiring berkembangnya jaman, sehingga manusia membutuhkan alat komunikasi yang dapat digunakan kapanpun dan di manapun mereka berada. Salah satu sistem komunikasi yang merupakan andalan bagi perkembangan integrasi sistem telekomunikasi secara global adalah sistem komunikasi nirkabel (wireless) di mana propagasi gelombang elektromagnetik (microwave) sebagai media transmisinya. Semakin bertambahnya popularitas sistem nirkabel (wireless), pengembangan antena untuk sistem ini menjadi semakin penting. Karena itulah, antena dianggap sebagai tulang punggung sistem nirkabel (wireless). Microstrip antenna merupakan antena yang saat ini banyak digunakan karena memiliki keunggulan dan mudah diintegrasikan. Namun, jenis antena ini memiliki kelemahan, antara lain : lebar pita (bandwith) yang sempit dan gain yang kecil, sehingga performanya kurang baik apabila digunakan dalam komunikasi terrestrial – radio link. Pada tugas akhir ini telah dirancang sebuah microstrip antenna array 4 yang bertujuan untuk meningkatkan gain antena. Sebagai komparasi, dirancang dua antena yang sama menggunakan dua material yang berbeda yaitu, emas dan tembaga. Antena ini dirancang untuk bekerja efektif pada frekuensi tengah 7450MHz dengan bandwidth 700MHz, pola radiasi unidirectional, polarisasi linear, gain ≥ 10dBi. Perancangan antena ini menggunakan substrat dielektrik FR-4 (𝜀𝑟 = 4.3) dengan ketebalan 1.6 mm. Untuk proses simulasi antena dibantu dengan software CST Microwave Studio. Hasil dari tugas akhir ini berupa perbandingan efektivitas kerja antara dua microstrip antenna yang dirancang menggunakan dua material yang berbeda dengan parameter return loss, VSWR, polarisasi, pola radiasi dan gain. Dan dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa metode array dapat meningkatkan gain, dimana gain yang dihasilkan sebesar 10.97 dB pada tembaga dan 10.96 dB pada emas, kemudian nilai VSWR pada hasil realisasi sebesar 1.435 di frekuensi 7.190GHz – 7.870GHz pada antenna tembaga dan 1.442 di frekuensi 7.475GHz – 7.980GHz pada antenna emas, dan pola radiasi yang dihasilkan adalah unidirectional dengan polarisasi elips. Adanya perbedaan antara hasil simulasi dan hasil pengukuran dipengaruhi oleh ketepatan dan ketelitian saat pabrikasi yang nantinya dapat mempengaruhi kinerja dari antenna ini. Kata kunci: Microstrip antenna, terrestrial, radio link, gain, wireless.
Antena Mikrostrip Mimo 4x4 Bowtie 2,4 Ghz Untuk Aplikasi Wifi 802.11n Fauzia Kurnia Hadist; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Local Area Network (WLAN) adalah suatu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio untuk bertukar informasi sebagai media tansmisi. IEEE 802.11x menjadi standar untuk komunikasi WLAN. IEEE telah merilis standar 802.11n dengan menawarkan peningkatan data rate hingga 500 Mbps, bandwidth selebar 40 MHz, keunggulan reabilitas, serta didukung oleh teknologi MIMO. Teknologi MIMO adalah penggunaan multi antena baik disisi transmitter maupun receiver untuk mengatasi multipath fading. Selain itu penggunaan teknologi MIMO juga memiliki daya tembus penghalang yang baik, serta menjangkau daerah yang lebih luas jika bekerja pada frekuensi 2,4GHz. Tugas akhir ini membahas perancangan dan realisasi antena mikrostrip MIMO Bowtie 4×4 untuk aplikasi teknologi WiFi yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Antena mikrostrip memiliki bentuk yang mudah untuk diimplementasikan di Access Point. Patch Bowtie dipilih agar dapat memberikan bandwidth yang lebar, serta disusun menjasi MIMO agar mengatasi multipath fading. Pada hasil fabrikasi, antena mikrostrip MIMO Bowtie 4×4 ini memiliki hasil fabrikasi dengan nilai VSWR ≤ 1,32 , gain ≥ 2,89 dBi, Return loss ≤ -17,394 dB, nilai mutual coupling ≤ -28,369 dB, serta memiliki polarisasi sirkular dan pola radiasi omnidireksional.Kata Kunci: Antena Mikrostrip Bowtie, MIMO, WIFI
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi